Anda di halaman 1dari 6

TUGAS RANGKUMAN

KEWIRAUSAHAAN
IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN

Disusun Oleh :
Faried Latief
Abdurahman
Isnan T
M.Afgan F
M.Fadhilah S

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG

Banyak orang memimpikan membuka bisnis sendiri ketika mereka bisa


menyisihkan waktu untuk berhenti dan berpikir. Meskipun demikian, kebanyakan
orang mendapati bahwa kenyataannya ternyata lebih sukar dihadapi. Kita perlu
menjadi seorang yang istimewa untuk bisa menjalankan bisnis sendiri, bahkan
memperkerjakan orang lain. Selain kekuatan yang disebut diatas, kita juga perlu
memiliki gairah terhadap pekerjaan yang rencananya kita lakukan. Sejumlah
orang dapat mengubah hobi menjadi bisnis. Yang lain mencoba juga, tetapi
kemudian merasa bahwa hobi yang dikerjakan secara penuh waktu tidak lagi
menarik. Maka dari itu, yang seyogyanya dimiliki oleh enterpreneur adalah
memunculkan ide dan memanfaatkan peluang sebaik mungkin.
1. Ide Kewirausahaan
Ide dapat menjadi peluang apabila wirausaha bersedia melakukan evaluasi
terhadap peluang secara terus-menerus melalui proses penciptaan sesuatu yang
baru dan berbeda, mengamati peluang, menganalisis proses secara mendalam, dan
memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi. Untuk memperoleh peluang,
wirausaha harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan, seperti
kemampuan menghasilkan produk atau jasa, menghasilkan nilai tambah, merintis
usaha, melakukan proses atau teknik, atau mengembangkan organisasi baru. Ide
pasti menghasilkan peluang, sebaliknya, tidak adanya ide tidak akan
menghasilkan peluang.
Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan
peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai
potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi untuk
menciptakan

nilai-nilai

potensial

(peluang

usaha),

wirausaha

perlu

mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang mungkin terjadi dengan


cara
a) Mengurangi kemungkinan risiko melalui strategi yang proaktif.
b) Menyebarkan risiko pada aspek yang paling mungkin.
c) Mengelola risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat.

Ada tiga risiko yang dapat dievaluasi, yaitu: pertama, risiko pasar atau
persaingan, kedua, risiko finansial, ketiga, risiko teknik. Risiko terjadi akibat
adanya ketidakpastian pasar. Risiko finansial terjadi akibat rendahnya hasil
penjualan dan tingginya biaya. Risiko teknik terjadi akibat adanya kegagalan
teknik. Pada hakikatnya, ketidakpastian pasar terjadi akibat dari berbagai faktor
seperti lingkungan ekonomi, teknologi, demografi, dan sosial politik.
Menurut Zimmerer kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide untuk
menghasilkan barang dan jasa baru. Ide bukanlah peluang dan tidak akan muncul
apabila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terusmenerus. Banyak ide yang betul-betul asli, akan tetapi sebagian besar peluang
tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama.
Pertanyaanya, bagaimana ide bisa menjadi peluang? Terdapat beberapa jawaban
atas pertanyaan ini, di antaranya:
a). Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan caracara/metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan
pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.
b). Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru.
c). Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan yang dilakukan
atau cara melakukan suatu pekerjaan.
Hasil dari ide-ide tersebut secara keseluruhan adalah perubahan dalam
bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru tentang barang yang
dihasilkan perusahaan. Banyak wirausaha yang berhasil bukan atas ide sendiri,
tetapi hasil pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan
peluang.
2. Sumber Ide Awal Berwirausaha

Meskipun sebuah ide baru sebenarnya dapat berasal darimana saja, di sini
kita akan memusatkan perhatian pada empat sumber, yaitu:
a).Pengalaman pribadi.
Dasar utama ide adalah pengalaman pribadi, baik saat bekerja maupun
dirumah. Pengetahuan yang didapatkan dari pekerjaan terakhir maupun sekarang
sering kali membuat seseorang untuk melihat kemungkinan untuk memodifikasi
produk yang telah ada, memperbaiki pelayanan, menduplikasi konsep bisnis
dalam lokasi berbeda.
b). Minat
Kadangkala minat tumbuh diluar statusnya sebagai minat dan menjadi
bisnis. Misalnya, seorang murid yang suka berolahraga sepakbola mungkin dapat
memulai bisnis penyewaan alat-alat sepakbola.
c). Penemuan secara tidak sengaja
Sumber ide ini melibatkan sesuatu yang disebut serendipitas (kemampuan
menemukan sesuatu) atau sejenis kemampuan untuk membuat penemuan yang
diinginkan secara tidak sengaja. Siapapun dapat menemukan ide yang berguna
dalam kehidupan sehari-hari.
d). Pencarian ide dengan penuh pertimbangan.
Sebuah ide awal dapat muncul dari percobaan yang dilakukan oleh
wirausaha untuk menemukan ide baru. Usaha pencarian yang sedemikian rupa
dapat berguna karena hal tersebut merangsang kesiapan pikiran, contoh wirausaha
yang berpikir serius mengenai ide bisnis baru akan lebih dapat menerima ide baru
dari berbagai sumber. Salah satu cara untuk membangkitkan ide awal adalah
membaca tentang kreativitas wirausaha lain.
3. Sumber-Sumber Potensial Peluang

Sebenarnya peluang bisnis ada di sekitar kita, referensinya juga bisa


didapat dari lingkungan, membaca,mendengar cerita orang lain, seminar, jalanjalan atau wisata. Ini dapat membangkitkan inspirasi dan ide-ide bisnis serta
pengembangannya. Namun untuk menangkap peluang itu dibutuhkan keberanian,
kejelian dan kreativitas bisnis. Di sekitar kita banyak sekali macam bisnis yang
bisa diraih. Hanya saja, kita harus betul-betul memahami kebutuhan masyarakat
konsumen. Jika kita kreatif, akan mampu melihat peluang bisnis sebanyakbanyaknya dan mampu menangkap satu atau dua diantaranya. Pendek kata,
peluang bisnis tidak akan pernah ada habisnya selama minat manusia masih
menjalankan hajat hidupnya di dunia ini.
Proses penjaringan ide atau disebut proses screening merupakan suatu cara
terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Adapun
langkah dalam penjaringan ide dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Menciptakan produk baru dan berbeda Ketika ide dimunculkan secara riil
atau nyata, misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru, maka produk dan
jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada di pasar. Selain
itu, produk dan jasa tersebut harus menciptakan nilai bagi pembeli atau
penggunannya. Agar berguna, barang dan jasa harus bernilai, baik pelanggan
atau konsumen potensial lainnya. Oleh sebab itu, wirausaha harus mengetahui
perilaku konsumen di pasar. Dalam mengamati perilaku pasar, paling sedikit
ada dua unsur pasar yang perlu diperhatikan:

Permintaan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan .

Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang dan jasa.

2. Mengamati pintu peluang Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang


dimiliki oleh pesaing-pesaing.
3. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam.

4. Menaksir biaya awal.


5.Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi

4. Studi Kasus
Dimana saja sebenarnya peluang bisnis di sekitar kita? Misalnya, saat Idul
Fitri yang membawa tradisi kirim mengirim parcel dan buah tangan lainnya,
walau itu sifatnya musiman, namun sebenarnya itu adalah sebuah peluang bisnis.
Awalnya musiman, tetapi bila dikembangkan dan ditekuni dapat dijasikan bisnis
permanen bersama verkembangnya kehidupan sosial masyarakat.
Keterampilan dan Tingkat pendidikan kita juga bisa menjadi peluang
bisnis dengan pengembangan profesi. Misal sarjana matematika membuka kursus
matematika. Peluang bisnis juga ada di lingkungan keluarga. Bisa dimulai dengan
berbisnis makanan atau katering dan keluarga bisa diajak serta, dan bisnis ini bisa
dikelola dari rumah.
Begitu pula, jika punya hobi. Misalnya melukis, bisa jadi pelukis, dan
lukisan itu bisa di dijual di galeri. Bagi yang hobi senam aerobik atau body
language, bisa berwirausaha buka studio senam. Bahkan, peluang bisnis juga bisa
diraih saat kita melakukan perjalanan ke luar kota. Ide bisnis bisa muncul setelah
kita melihat bisnis di kota lain, dan itu bisa dikembangkan di kota sendiri. Hanya
saja, agar bisnis yang akan dijalankan tidak sia-sia, ada baiknya pastikan dulu
pasarnya.
SUMBER :
Asthon, Robert, BERWIRAUSAHA ITU MUDAH 1000 tips untuk Memulai dan
Menumbuh kembangkan Bisnis Anda, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama;
2004