Anda di halaman 1dari 1

Nama

NIM
Kelas / Prodi

: Irfan Muhamad Rifai


: 121354011
: 3A EK / D4 Teknik Elektronika

Summary Paper :
Hardware and Software for Electronic Circuit Diagnostics
Diagnosa kesalahan pada rangkaian elektronika meliputi 2 tahap yaitu tahap experimental
dan komputasional. Tahap experimental dilakukan pada rangkaian sebenarnya dengan
mengukur respon rangkaian terhadap beberapa input sinyal yang berbeda. Sedangkan tahap
komputasional dilakukan pada model rangkaian dengan mencari parameter dari elemenelemen rangkaian yang didiagnosa menggunakan hasil yang didapat dari tahap experimental.
Untuk menentukan parameter dari elemen-elemen yang salah digunakan metoda multi-test
mode DC dan domain frekuensi melalui pengukuran potensial nodal. Jumlah elemen dan
parameter yang bisa didiagnosa tergantung pada jumlah pengukuran yang dilakukan pada
rangkaian dan ditentukan dengan menguji kapabilitas rangkaian tersebut.
Proses diagnosa rangkaian elektronika diantaranya sebagai berikut.
a. Menentukan node yang available dan partly available
Pada proses ini melibatkan variabel seperti nA (jumlah elemen yang accessible), nP
(jumlah elemen yang partly accessible), nI (node internal), dan pada akhirnya didapat
nX (jumlah parameter elemen rangkaian) dan Q (total kuantitas).
b. Menentukan spot frekuensi untuk pengujian sumber dan elemen pada rangkaian
Spot frekuensi ditentukan secara empiris menggunakan Amplitude-Frequency
Characteristic (AFC) dari rangkaian yang benar dan salah/rusak. Sensitivitas dari
elemen-elemen yang didiagnosa melalui penggunaan spot frekuensi yang berbeda.
c. Simulasi rangkaian normal dan salah menggunakan satu atau beberapa spot frekuensi.
Dari proses ini didapat data berupa vektor-vektor (yang mengandung riil dan imajiner)
potensial nodal yang diukur.
d. Menghitung error diagnosa (%) dari setiap elemen berdasarkan hasil diagnosa dan
nilai aktualnya.
Untuk mencari nilai amplitude dan fasa sinyal dalam mendiagnosa rangkaian elektronika
dapat dilakukan melalui metoda deteksi sinkron dengan menggunakan sistem mikroprosesor.
Sistem ini dapat mengukur potensial nodal DC, bagian riil dan imajiner potensial nodal pada
domain frekuensi, serta mencatat respon amplitude dan fasa dari rangkaian.
Secara struktur, sistem mikroprosesor didesain sebagai rangkaian PCB yang terdiri dari LCD,
keyboard, generator gelombang sinus, filter dan amplifier. Inti rangkaian ini merupakan
prosesor C8051FX352 yang berguna memfungsikan sistem, menghasilkan sinyal harmonik
dan pengukuran sinyal.