Anda di halaman 1dari 31

Pemecahan PDP dengan Metode

Sparasi Variabel Koordinat


kartesian dan silinder
Oleh:
Handoko 120210102089

Pemecahan PDP dengan Metode


Sparasi Variabel Koordinat kartesian
1.

Persamaan Laplace di dalam koordinat


kartesian

1.

Persamaan

Difusi

koordinat Cartesian

dalam

system

1. Persamaan Laplace di dalam


koordinat kartesian
Secara umum persamaan Laplace :
0
Dapat dituliskan penyelesaiannya, dalam
koordinat cartesian :
x, y , z X x Y y Z x
2

Dapat dituliskan persamaan lain dalam


bentuk diferensial:
1 X
X t
2

1 Y

Y y
2

1 Z

0
Z z
2

Penyelesaian komponen X, Y, dan Z


dapat dituliskan:
X

Am emx Bm e mx

m0

m 0

C n eny n 0 Dn eny

n 0

E mn cos m

m0 n 0

1
2 2

F mn sin m

m 0 n 0

1
2 2

Sehingga penyelesaiannya adalah:

Am

m0

emx B

mx
me

C m cos my

m sin my

1. Persamaan Difusi dalam system koordinat Cartesian

Di dalam sistem koordinat kartesian, persamaan


difusi dapat dituliskan
2
2
2

D
t

x
y
z

Dengan mengingat gejala difusi adalah gejala yang


tidak stabil sehingga mengalami penurunan nilai
eksponensial, sehingga kita dapat menentukan
penyelesaian :
(x, y, z, t) = e-at X(x) Y(y) Z(z)
Dengan mensubtitusikan
persamaan
1
2
2
2
X
Y
Z
kepersamaan 2 : a 1 2 1 2 1 2
D

yang menghasilkan penyelesaian


berbentuk :
X Am cos mx Bm sin mx

Y Cn cos ny Dn sin ny
Z Ek cos kz Fk sin kz

dengan
a
m n k
D
2

Sehingga penyelesaian 2lengkapnya :

x, y, z , t e Dm t Am cos mx Bm sin mx
m 1 n 1 k 1

Pemecahan PDP dengan Metode


Sparasi Variabel Koordinat silinder
Persamaan Laplace di dalam koordinat
silinder

Persamaan Difusi dalam system koordinat


Silindris

Persamaan Laplace di dalam


koordinat silinder
Persamaan laplace dalam koordinat
silinder
d : 1 d
2

dz

Penyelesaiannya dapat dituliskan :

, , z R Z z

Dibagi pada R Z , persamaan Laplace


dalam koordinat silinder menjadi:
d 1 1 d
0
2
d dz
Menghasilkan variabel terpisah
berbentuk:
d2 R
1
1 d 2
1 dR
1 d2Z
2

R d

R d

dz 2

Karena antara satu suku dengan yang


lain tidak bergantung sama lain,
maka :

1 d2Z 2
n
2
Z dz
yang menghasilkan

d 2
d 2

Z z A enz B e nz
n
n

m2

yang memberikan
2 d2 R
R d 2

dR

R d

C m cos m Dm cos m

n2 2 m2

Dapat dituliskan identik dengan


persamaan diferensial:

d2 R
d 2

dR
d

n2

m2

Dengan mensubstitusikan n = x maka


dapat2 dikenal sebagai Persamaan
R dR 2 2
2 d
Bessel:
x
x
x m R 0
2
dx

dx

Dengan mencoba penyelesaian:


k

R a x

Dengan menentukan persamaan indisial:


2
kyaitu
m2 0
k m
Untuk k=m menghasilkan hubungan
1
a
a

berurutanuntuk
koefisien:
2m 2
Diperoleh
penyelesaian:
m

R 2 m! a0 J m x

dengan:

1
J m x k m
!k!

1
x

2k m

Apabila k=-m maka kita dapat


menuliskan persamaan J-mx, sehingga
dapat
dituliskan
persamaan
lengkapnya:
R E m,n J m x F m,n J m x
Dengan
demikian
diperoleh

( , , z) E m,n J m (n ) F m,n J m (n ) An enz Bn e nz


penyelesaian:

C m cos m Dm cos m

PERSAMAAN DIFUSI DALAM KOORDINAT


SILINDER
Di dalam sistem koordinat silindris, persamaan
difusi dapat dituliskan

2
1
1 2
2
D 2 D
D 2
D 2
2
t

t

z
Dengan mengingat gejala difusi adalah gejala
yang tidak stabil sehingga mengalami penurunan
nilai eksponensial, sehingga kita dapat
menentukan penyelesaian :

(, z, , t) = e-at R() Z(z) ()


Persamaaan difusi akan menghasilkan hubungan:
a 1 2 R 1 R
1 2 1 2 Z

2
2
D R
R
Z z 2

dengan menuliskan :
1 2Z
2
nz
nz

n
yang
penyelesai
annya
Z

E
e

F
e
n
n
Z z 2

Akan didapatkan persamaan :


2 2 R R a
1 2
2
2

n
2
R
R D
2

Yang berarti masing-masing ruas harus


sama dengan suatu tetapan m2 .

Ruas kiri sesudah disamakan dengan


m2 merupakan persamaan bessel yang
penyelesaiannya
diberikan
oleh
1
fungsi bessel Jm(x) dengan
:
a
2
x
n
D

Begitu pula ruas kanan sama dengan


m2 akan menghasilkan berupa fungsi
harmonik. Penyelesaian lengkapnya :
, z , , t e at Amn J m x Bmn J m x Cm cos m Dm sin m

E e
n

nz

Fn e nz

Contoh soal
1. Pecahkan persoalan nilai batas dari
persamaan laplace
2u
2u

0
2
2
x
y

dengan metode pemisahan variabel


dengan syarat batas berikut :
u ( x,0) f1 ( x) 0, u(x,b) f 2(x), 0 x a

u (0, y ) g1 ( y ) 0, u(a,b) g 2(y) 0, 0 y b

Penyelesaian
Substitusi solusi sparasi variabel u(x,y) = X(x) Y(y)
dalam
Persamaan

2u
2u

0
2
2
x
y

, sehingga menghasilkan

persamaan : X + kX = 0, Y kY = 0 pers (1)


Gunakan syarat batas, maka diperoleh :
u(x,0) = X(x)Y (0) = 0 Y (0) = 0
u(0,y) = X(0)Y (y) = 0 X(0) = 0
u(a,y) = X(a)Y (0) = 0 X(a) = 0
Persamaan 1 memiliki 3 macam solusi yang
bergantung pada nilai k. Untuk k=0 diperoleh
X (solusinya
x) A1 x :A2
X=0,

Substitusi syarat batas u(x,0) , sehingga


memberikan solusi, untuk k < 0, misal k =
-2, suku pertama persamaan 1 menjadi :
X ' ' 2 X 0

Yang mempunyai solusi


X ( x) B1e x B2

(pers 2)

Substitusi syarat batas untuk u(0,y) dan


u(a,y), diperoleh :
0
0
X (0) B1e

B2 e

B1 B2 0 B1 B2
X (a) B1e a B2 e a 0
B2 e a B2 e a 0
B2 e a e a 0

untuk, k = 2 > 0, diperoleh solusi :


c1 cos x c2 sin x

Dengan substitusi syarat-syarat batas


pada X, membuat c1 = 0,
n
n
x,
a
dan jadi

n
Xn(x) sin
x,
a

n 1,2, . . .

n 1,2, . . .

(pers 3)

Kembali lagi ke Y dengan


k
mendapat :
Y An cosh n y Bn sinh n y

2
n

, kita

Dengan menyelesaikan Y(0) = 0,


diperoleh An = 0, dan jadi:
Yn Bn sinh n y

(pers. 4)

Dari persamaan 3 dan 4, kita


memperoleh solusi :
n
n
Bn sin
x sinh
y
a
a

Dengan prinsip superposisi solusi,


kita memperoleh bentuk umum
solusi :
n
n
u ( x, y ) Bn sin
n 1

x sinh

Akhirnya syarat batas u(x,b) = f2(x)


mengakibatkan bahwa

f 2 ( x) Bn sinh
n 1

nb
n
sin
x
a
a

m'
x
a
dengan

Kalikan persamaan diatas


kemudian integrasikan atas interval 0 <
x < 0, kita punya :
Bn

2
nb
a sinh
a

n
f 2 ( x) sin
xdx, n 1,2, . . .
a

CONTOH SOAL
.

Tentukan distribusi suhu u(x,t) pada logam yang


lebarnya l dimana logam mula-mula mempunyai
distribusi suhu mantap yaitu 0 dan 100 pada x = l.
jika pada keadaan tak mantap, t C, kedua ujung
logam dipertahankan bersuhu 0
Penyelesaian :
Syarat batas untuk keadaan mantap :
U0(0,0) = 0 dan U0 = (l,0)= 100
Karena keadaan awal adalah keadaan mantap maka
U0 = (x,0) memenuhi pers. Laplace
d 2 u ( x ,0 )
0

dx

Penyelesaian PD sebelumnya adalah U0


= ax + b
Dengan menerapkan syarat batas,
diperoleh b
a = 100/l. jadi
100= 0 dan
u ( x,0)
x
l
penyelesaian
keadaan mantap
0

d 2F
2
F k F 0 atau

k
F 0
2
dx
sin kx
dimana : F ( x)
cos kx
2

2 2

sin kx

e -k

2 2

cos kx

dan, u

e -k

t
t

ue

( n / l ) 2 t

sin

nx
l

nx
u bn e
sin
l
n 1
selanjutnya, pada t 0, kita menginginkan u u 0

( n / l ) 2 t

nx
100
u bn sin
u0
x
l
l
n 1
ungkapan diatas merupakan deret fourier sinus dari f(x) 100 x/l
sehingga koefisien b n :

2
nx
2 100
nx
200 (1) n 1
bn f ( x) sin
dx
x sin
dx
l 0
l
l 0 l
l

n
jadi,
l

200 (1) n 1 ( n / l ) 2 t
nx
u(x,t)
e
sin

n 1 n
l

Latihan soal
1. Sebuah membran bujur sangkar
dengan a = 4 cm dan b = 2 cm dan
c2 = 12,5 dyne/cm ditempatkan pada
bidang xy. Membran tersebut
direntangkan dengan fungsi f (x,y) =
0,1(4x-x2)(2y-y2). tentukan posisi
setiap titik pada membran untuk t >
0

Latihan soal
2. Tentukan distribusi suhu u(x,t) pada
logam yang lebarnya l dimana logam
mula-mula mempunyai distribusi
suhu mantap yaitu 0 dan 250 pada
x = l. jika pada keadaan tak mantap,
t C, kedua ujung logam
dipertahankan bersuhu 0

4
mx
ny
2
2

0,1(4 x x )(2 y y ) sin


sin
dxdy

(4)(2) 0 0
4
2
2 4

1.Bmn

1
mx
ny
2
2

(4 x x ) sin
dx (2 y y ) sin
dy

20 0
4
2
0
4

409,6
6 3 3 , m dan n gasal
mn
dengan demikian
5
409,6 1
u(x,y,t)
cos

6
m 1 n 1 m3n3 4
mx
ny
sin
sin
4
2
dengan m dan n gasal


m 4n t

2

Penyelesaian:
2.Syarat batas untuk keadaan mantap :
U0(0,0) = 0 dan U0 = (l,0)= 250
Karena keadaan awal adalah keadaan
mantap maka
U0 = (x,0) memenuhi pers. Laplace
d 2u0 ( x,0)
0
2
dx

Penyelesaian PD sebelumnya adalah


U0 = ax + b
Dengan menerapkan syarat batas,
250
diperolehub
=
0
danx
a = 250/l.
0 ( x,0)
jadi penyelesaianl keadaan2 mantap :
d F
2
F k F 0 atau

k
F 0
2
dx
sin kx
dimana : F ( x)
cos kx
2

dan, u

e -k
e

2 2

sin kx

-k 2 2 t

cos kx

ue

( n / l ) 2 t

nx
sin
l

nx
u bn e
sin
l
n 1
selanjutnya, pada t 0, kita menginginkan u u 0

( n / l ) 2 t

nx
250
u bn sin
u0
x
l
l
n 1
ungkapan diatas merupakan deret fourier sinus dari f(x) 250 x/l

sehingga koefisien b n :
2
nx
2 250
nx
500 (1) n 1
bn f ( x) sin
dx
x sin
dx
l 0
l
l 0 l
l

jadi,
l

500 (1) n 1 ( n / l ) 2 t
nx
u(x,t)
e
sin

n 1 n
l