Anda di halaman 1dari 2

FUEL CELL

Fuel cell adalah alat konversi energi elektrokimia yang akan mengubah hidrogen dan
oksigen menjadi air, secara bersamaan menghasilkan energi listrik dan panas dalam prosesnya.
fuel cell merupakan suatu bentuk teknologi sederhana seperti baterai yang dapat diisi bahan
bakar untuk mendapatkan energinya kembali, dalam hal ini yang menjadi bahan bakar adalah
oksigen dan hydrogen.
Fuel cell akan terus menerus memberikan energi listrik selama hidrogen kontinyu
disalurkan kepadanya. Jadi tegangan yang dihasilkan oleh fuel cell tidak akan habis selama
bahan bakar hidrogen masih ada.

Fuel cell terdiri dari pelat anoda, pelat katoda dan lapisan elektrolit di tengahnya, diperlihatkan
pada bagan fuel cell gambar 2.

1. Percobaan I (Leakage Rate Karakteristik)


Pada Percobaan pertama yaitu hidrogen dan oksigen pada posisi nol dengan melepas pipet
udara,buka electrolyser dengan men-setting ampere sebesar 2 A sampai hidrogen mencapai 50 ml
akan terlihat perbandingan antara hidrogen dan oksigen. Setelah mencapai 50 ml lalu pipa udara
pada electrolyzer ditutup selama 5 menit kembali hal ini untuk mengamati apakah electrolyzer
tersebut terjadi kebocoran bahan bakar dengan mengamati kenaikan volume pada electrolyzer.
Percobaan

Perubahan pada

Tegangan yang

Arus yang

Hidrogen

dihasilkan

dihasilkan

1,6 V

0,05 A

KeI

Tidak terjadi perubahan

II

Naik 2 ml

III
Naik 2 ml
1,6 V
0,05 A
Setelah 50 ml hidrogen telah diproduksi, sehingga memiliki 25 ml oksigen. Dengan
demikian, rasio antara jumlah hidrogen dan oksigen adalah 2 :1. Hal ini sesuai dengan rumus
kimia air. Rumus kimia Air adalah H2O. Rumus kimia air menunjukkan bahwa satu molekul air
terdiri dari 2 atom hidrogen (s) dan 1 atom oksigen (s). Akibatnya, molekul air berisi 2 kali
lebih banyak hidrogen daripada oksigen. Dan kami juga mendapatkan bahwa terjadi kebocoran
bahan bakar sebanyak 2 mL