Anda di halaman 1dari 4

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

PEKERJAAN PERSIAPAN
DIVISI 1. UMUM
Mobilisasi
Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan,
personil, dan perlengkapan untuk melaksanakan semua item pekerjaan di
lapangan, dan mengembalikan pada keadaan yang diinginkan sesuai dengan
gambar kerja. Pada saat mobilisasi alat berat diangkut menggunakan mobil
trailer, trailer yang digunakan memiliki perlengkapan yang memadai.
PEKERJAAN UTAMA
DIVISI 2. DRAINASE

Pasangan batu dengan Mortar


DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH

Galian Biasa
DIVISI 4. PERKERASAN PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN
Lapis Pondasi Agregat Kelas B
Lapis Pondasi Agregat Kelas B (untuk bahu jalan) dilaksanakan untuk
meningkatkan daya dukung pada bahu jalan. Metode kerja dari pekerjaan ini
adalah sebagai berikut :
Pengujian material (Quality control) pada agregat kelas B yang akan
digunakan harus Spesifikasi Teknik yang disyaratkan.
Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan
kepada direksi untuk disetujui.
Material Agregat Kelas B dicampur di Base camp dengan menggunakan
wheel loader dengan komposisi sesuai Quality control yang telah
disetujui kemudian mater agregat B dibawa ke lokasi pekerjaan
menggunakan Dump Truck.
Material agregat kelas B dihampar secara manual oleh pekerja dengan
lebar dan ketebalan padat sesuai gambar rencana.
Hamparan pondasi agregat disiram air dengan menggunakan Water Tank
Truck (sebelum pemadatan) dan dipadatkan dengan menggunakan
vibratory roller dan finishing dengan Pneumatic Tyre Roller.
Selama pemadatan, sekelompok pekerja akan merapihkan tepi
hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.
Setelah dilaksanakan pekerjaan ini dilakukan pengetesan kepadatan
lapangan dengan test sencon untuk mengetahui kepadatan yang
disyaratkan dalam Spesifikasi teknis.
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Lapis Pondasi Agregat Kelas A adalah Mutu Lapis Pondasi Atas untuk
lapisan dibawah lapisan beraspal. Bahan material kelas A terdiri dari fraksi
Agregat Kasar dan fraksi agregat halus dengan rentang komposisi dan syarat
sifat bahan yang diatur dalam spesifikasi teknik. Metoda kerja dari pekerjaan
ini adalah sebagai berikut :

Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan


kepada direksi untuk untuk disetujui,
Pengujian material (Quality control) pada agregat kelas A yang akan
digunakan harus Spesifikasi Teknik yang disyaratkan.
Material agregat kelas A dicampur di base camp dengan menggunakan
Wheel Loader dengan komposisi sesuai job mix design yang telah
disetujui kemudian material agregat kelas A dibawa kelokasi pekerjaan
menggunakan Dump Truck.
Material agregat kelas A dihampar dengan alat Motor Grader dan dengan
ketebalan padat sesuai gambar.
Hamparan pondasi agregat disiram dengan air dengan menggunakan
Water Tangker dan dipadatkan dengan menggunakan Vibratory Roller
dan pemadatan terakhirr dengan alat Tire Roller.
Selama pemadatan, sekelompok pekerja merapihkan tepi hamparan dan
level permukaan dengan menggunakan alat bantu.
Setelah pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan pengetesan kepadatan
lapangan dengan test Sandcone untuk mengetahui kepadatan yang
disyaratkan dalam spesifikasi teknik.

Lapis Pondasi Agregat Kelas B


Pekerjaan ini dilaksanakan sebagai lapis pondasi pada pekerasan
jalan. Lapis Pondasi agregat kelas B merupakan lapisan bawah dari lapis
pondasi dengan ketebalan sesuai gambar rencana. Metoda kerja dari pekerjaan
ini adalah sebagai berikut :
Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan
kepada direksi untuki untuk disetujui
Sebelum melaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan
pengujian material (job mix design) agregat kelas B yang akan digunakan
pada saat pelaksanaan sesuai spesifikasi teknik yang disyaratkan.
Material agregat kelas B dicampur di base camp dengan menggunakan
wheel loader dengan komposisi sesuai job mix design yang telah
disetujui kemudian material agregat kelas B dibawa kelokasi pekerjaan
menggunakan Dump Truck.
Material agregat kelas B dihampar dengan alat motor grader dan denagn
ketebalan padat sesuai gambar.
Hamparan pondasi agregat disiram dengan air dengan menggunakan
water tank truck dan dipadatkan dengan menggunakan Vibratory Roller
dan pemadatan teraknir dengan alat Pneumatic Tire Roller.
Selama pemadatan, sekelompok pekerja merapihkan tepi hamparan dan
level permukaan dengan menggunakan alat bantu.
Setelah pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan pengetesan kepadatan lapangan
dengan test SandCone untuk mengetahui kepadatan yang disyaratkan dalam
spesifikasi teknik.
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL

Lapis Resap Pengikat Aspal Cair


Lapis Resap Pengikat-Aspal Cair Bahan Lapis resap pengikat umumnya
adalah aspal dengan penetrasi 80/100 atau penetrasi 60/70 yang dicairkan
dengan minyak tanah (Kerosene). Volume yang digunakan antara 0,4 sampai

dengan 1,3 liter/m2 untuk lapis pondasi agregat kelas A dan 0,2 sampai 1
liter/m2 untuk pondasi tanah semen. Setelah pengeringan selama 4 sampai 6
jam, bahan pengikat harus telah meresap ke dalam lapis pondasi.
Lapis Resap Pengikat yang berlebih dapat mengakibatkan pelelehan
(bleeding) dan dapat menyebabkan timbulnya bidang geser, untuk itu pada
daerah yang berlebih ditabur dengan pasir dan dibiarkan agar pasir tersebut
diselimuti aspal.
Metoda Kerja: Pemasangan lapis resap pengikat dan lapis perekat hampir
sama
yaitu
digunakan
dengan
alat Asphalt
distributor. Asphalt
distributor adalah truk atau kendaraan lain yang dilengkapi dengan
aspal,pompa, dan batang penyemprot. Umumnya truk dilengkapi juga dengan
pemanas untuk menjaga suhu aspal dan juga penyemprot tangan (hand
sprayer). Hand sprayer digunakan untuk daerah-daerah yang sulit dicapai
dengan batang penyemprot. Sebelum dilakukan pemasangan harus dipastikan
bahwa daerah yang akan disemprot bebasdari kotoran dan debu-debu, lalu
asphalt distributor harus dikalibrasikan terlebih dahulu, seperti ujung nosel,
ketinggian dan kecepatan kendaraan. Ketinggian batang penyemprot diatur
sedemikian rupa disesuaikan dengan jarak nosel agar diperoleh penyemprotan
yang tumpang tindi sebanyak 2-3 kali. Penyemprotan dilakukan secara merata
sepanjang jalan. Agar tidak mengganggu pekerjaan, pastikan pelaksana
mengalihkanarus lalu lintas jika dirasa perlu.

Laston Lapis Aus (AC-WC)(Gradasi Halus/Kasar)


Aspal
Concrete
(AC)
Wearing
Course
(WC)
merupakan
lapisan perkerasan yang terletak paling atas dan berfungsi sebagai lapisan
Aus. Walaupun bersifat non struktural AC-WC dapat menambah daya tahan
perkerasan terhadap penurunan mutu sehingga secara keseluruhan
menambah masa pelayanan dari konstruksi perkerasan. Metoda Kerja:
Pengangkutan Hotmix dilakukan dengan menggunakan Dump Truck,
Suhu Hotmix pada saat produksi dan pengangkutan disesuaikan dengan
spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Penghamparan dilakukan dengan menggunakan Asphalt Finisher.
Pemadatan awal dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller.
Pemadatan Phase Intermediate menggunakan Tire Roller dengan jumlah
lintasan disesuaikan dengan jumlah hasil Trial Mix.
Pemadatan akhir dilakukan menggunakan Tandem Roller. Laston Lapis
Aus (AC-WC)/(Gradasi Halus/Kasar) terdiri dari agregat dan aspalt.
Agregat yang terdiri dari beberapa faksi harus dicampur dengan
perbandingan yang sesuai sehingga didapatkan gradasi campuran yang
disyaratkan dalam spesifikasi. Terhadap agregat ini ditambahkan
asphalt dalam jumlah tertentu sebagaimana ditentukandalam spesifikasi
ini.

Aspal Minyak
Pekerjaan ini meliputi pengadaan material aspal untuk campuran
beraspal yang berfungsi sebagai pengikat agregat sehingga menghasilkan
campuran beraspal sebagaimana mestinya sesuai dengan yang disyaratkan
dan disebutkan dalam gambar dan spesifikasi pekerjaan.

Bahan Pengisi (Filler) Tambahan (Semen)

Bahan pengisi (Filler) Tambahan (Semen) berdasarkan syarat dan


spesifikasi. Bahan pengisi (Filler) tambahan (Semen) yang ditambahkan harus
terdiri atas debu batu kapur (limestone dust), kapur padam, semen atau abu
terbang. Semua campuran beraspal harus mengandung bahan pengisi yang
ditambahkan antara 1%-2% dari berat total agregat.
Alat & bahan:
- Dump Truck;
- Peralatan pengukur;
- Bahan pengisi (Filler) tambahan (Semen);
Bahan pengisi (Filler) tambahan (Semen) yang digunakan untuk
membuat lapis perkerasan aspal memenuhi syarat dan spesifikasi pekerjaan.

Bahan Anti Pengelupasan


Bahan anti pengelupasan ini dicampurkan kedalam AMP sebagai bahan
campuran standar pembuatan Hotmix.