Anda di halaman 1dari 12

BUDIDAYA SIRSAK

PENDAHULUAN
Tanaman sirsak memiliki nama spesies Annona muricata linn., merupakan salah
satu tanaman dari kelas Dicotyledonae, keluarga Annonaceae, dan genus Annona.
Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda (Zuurzak) yang berarti kantong asam.
Tanaman buah tropis ini didatangkan ke Nusantara oleh pemerintah Kolonial Hindia
Belanda pada abad ke-19, Zuurzak bukan asli tanaman asli Eropa.
Sirsak merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang
tahun jika kondisi air tanah terpenuhi selama pertumbuhannya. Tanaman ini berasal
dari daerah tropis di benua Amerika, yaitu hutan Amazon (Amerika Selatan), Karibia,
dan Amerika Tengah. Di tempat asalnya, sirsak merupakan buah penting dan
bergengsi.
Sirsak merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin B dan C
cukup tinggi, mempunyai rasa manis-asam dan menyegarkan, sehingga digemari
masyarakat sebagai buah segar maupun olahan. Sebagai tanaman pekarangan
komoditas ini masih terbuka cukup lebar untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang
menjadi kendala dalam pengembangan sirsak ini adalah terbatasnya informasi dan
penerapan teknologi budidaya termasuk pemeliharaan tanaman (penyulaman,
pengairan, pemupukan, pemangkasan dan sanitasi kebun) yang tepat, sehingga tidak
mengherankan apabila produksi dan kualitas buah yang dihasilkan masih rendah dan
belum sesuai dengan yang diharapkan.
Pohon Sirsak mempunyai percabangan batang yang rendah. Tinggi pohonnya
antara 3 sampai 8 meter. Daunnya memanjang dengan bentuk lanset atau bulat telur
terbalik. Bunganya berdiri sendiri berhadapan dengan daun. Bentuk bunga seperti
kerucut. Warnanya kuning muda. Dasar bunga cekung, benang sarinya cukup banyak,
begitu pula bakal buahnya. Menanam tanaman Sirsak dengan mempergunakan bijinya.
Dapat juga dengan cara tempelan atau okulasi. Musim berbuah adalah pada bulan
Januari dan Februari setiap tahunnya. Satu bulan sebelum penanaman lubangnya sudah
harus dipersiapkan. Persiapan dilakukan dengan jarak 6 meter.
Produksi sirsak di Indonesi tergolong rendah dibandingkan dengan produksi buah
lain, seperti jeruk, mangga, durian, pisang, dan manggis. Hingga saat ini penyebab
utamanya adalah belum banyak petani yang tertarik untuk membudidayakan pohon
sirsak. Alasan utama para petani adalah hasil panen yang sulit diprediksi dan masa
simpan buah yang singkat. Di sisi lain, pedagang buah sirsak juga memiliki masalah
yang sama, yakni sulit memenuhi permintaan pasar akibat waktu pemanenan sirsak
yang sulit diprediksi. Bahkan pada tahun 2007, produksi buah sirsak di Indonesia
mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya peremajaan pohon
sirsak yang sudah tua. Alhasil, penurunan produksi buah sirsak kembali terjadi pada
tahun 2008.
Secara geografis, prospek pengembangan produksi sirsak di Indonesia sangat
terbuka lebar. Coba perhatikan kondisi tanah di Negara Indonesia yang subur dan
beriklim tropis, kondisi tanha tersebut sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman
hortikulutura, salah satunya tanaman sirsak. Namun kenyataan pahitnya hasil produksi
buah sirsak segar di Indonesia hanya dipasarkan secara lokal dan belum mampu
memenuhi kebutuhan ekspor karena berbagai faktor, seperti jumlah produksi yang
belum memenuhi permintaan ekspor dan teknologi untuk mengatasi kendala waktu
simpan buah yang sangat singkat belum dikembangkan.

ISI
1. Tinjauan Umum
a. Morfologi Tanaman Sirsak
1) Daun
Daun berbentuk bulat telur terbalik, agak tebal dan pada permukaan
bagian atas yang halus berwarna hijau tua, sedangkan pada bagian bawah
daun warnanya lebih tua, ujung daun meruncing, tangkai daun panjangnya
3-7 mm., pinggiran rata dan permukaan daun mengkilap.
2) Bunga
Bunga tunggal (flos simplex) dalam satu bunga terdapat banyak putik
sehingga dinamakan bunga berpistil majemuk. bagian bunga tersusun
secara hemicylis, yaitu sebagian terdapat dalam lingkaran yang lain spiral
atau terpencar. mahkota bunga berjumlah 6 sepalum yang terdiri atas 2
lingkaran, bentuknya hampir segi tiga, tebal dan kaku, berwarna kuning
keputih-putihan, dan setelah tua mekar, kemudian lepas dari dasar
bunganya. putik dan benang sari lebar dengan banyak karpel (bakal buah).
bunga keluar dari ketiak daun, cabang, ranting, atau pohon. bunga
umumnya sempurna, tetapi terkadang hanya bunga jantan dan bunga
betina saja dalam satu pohon. bunga melakukan penyerbukan silang,
karena umumnya tepung sari matang lebih dahulu sebelum putiknya
(Radi, 1998).
Bunga-bunganya teratur, 1-2 kuntum berada pada perbungaan yang
pendek, berwarna kuning kehijauan; gagang bunga panjangnya sampai 2,5
cm; daun kelopaknya 3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok,
panjangnya sekitar 4 mm; daun mahkota 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar
daun mahkota terluar berbentuk bundar telur melebar, berukuran (3-5) cm
x (2-4) cm; 3 lembar daun mahkota dalam berukuran (2-4) cm x (1,5-3,5)
cm, pangkalnya bertaji pendek; benang sarinya banyak, tersusun atas
barisan-barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5 mm,
tangkai sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak, berbulu lebat sekali,
kemudian gundul.
3) Buah
Buah sejati berganda (agregat fruit) yakni buah yang berasal dari satu
bunga dengan banyak bakal buah tetapi membentuk satu buah. Buahnya
berbentuk jorong dan ujungnya mengecil dan memiliki duri sisik halus.
apabila sudah tua daging buah berwarna putih, lembek, dan berserat
dengan banyak biji berwarna coklat kehitaman (Radi, 1998).
Buahnya yang matang, yang merupakan buah semu, berbentuk bulat telur
melebar atau mendekati jorong, berukuran (10-20) cm x (15-35) cm,
berwarna hijau tua dan tertutup oleh duri-duri lunak yang panjangnya
sampai 6 mm, daging buahnya yang berwarna putih itu berdaging dan
penuh dengan sari buah. Bijinya banyak, berbentuk bulat telur sungsang,
berukuran 2 cm x 1 cm, berwarna coklat kehitaman, berkilap
Kandungan Buah sirsak tersusun atas 67% daging buah yang dapat
dimakan, 20% kulit, 8,5% biji, dan 4% poros tengah buah, dari berat
keseluruhan buah. Kandungan gulanya sekitar 68% dari seluruh bagian
padat daging buah. Sirsak merupakan sumber vitamin B yang lumayan

jumlahnya (0,07 mg/100 g daging buah) dan vitamin C (20 mg/ 100 g
daging buah), dan sedikit sampai sedang kandungan kalsium dan
fosfornya. Sifat yang paling disenangi orang dari sirsak ini ialah harumnya
dan aromanya yang sangat menggiurkan. Daging buahnya mirip dengan
cherimoya, warna putihnya yang murni itu sangat stabil, walaupun
sedang diolah.
4) Biji
Berwarna coklat agak kehitaman dan keras, berujung tumpul, permukaan
halus mengkilat dengan ukuran panjang kira-kira 16,8 mm dan lebar 9,6
mm. jumlah biji dalam satu buah bervariasi, berkisar antara 20-70 butir
biji normal, sedangkan yang tidak normal berwarna putih kecoklatan dan
tidak berisi (Radi, 1998).
5) Pohon
Sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10 m, tajuknya
cocok dengan model arsitektur Troll dengan ketinggian mencapai 8-10
meter, dan diameter batang 10-30 cm, bercabang hampir mulai dari
pangkalnya. Tanaman ini memiliki batang utama yang kecil dan pendek.
b.

Daerah Asal dan Penyebaran


Sirsak (Annona muricata Linn.) termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh
dan berbuah sepanjang tahun, apabila air tanah mencukupi selama
pertumbuhannya. Menurut beberapa literatur, tanaman sirsak berasal dari
Amerika Tengah. Di Indonesia tanaman sirsak menyebar dan tumbuh baik
mulai dari daratan rendah beriklim kering sampai daerah basah dengan
ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Penyebaran hampir merata
dibuktikan dengan adanya nama-nama daerah yang berbeda beda untuk
tanaman sirsak (Radi, 1998).

c.

Sistematika Tumbuhan
Tanaman sirsak (Annona muricata Linn.) termasuk tanaman tahunan dengan
sistematik sebagai berikut :
Kingdom
: Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Class
: Dicotyledonae
Ordo
: Polycarpiceae
Famili
: Annonaceae
Genus
: Annona
Species
: Anona muricata Linn

d. Jenis Sirsak yang Banyak Ditemukan Di Indonesia


Menurut berbagai literatur, jenis sirsak yang banyak ditemukan di
Indonesia sebagai berikut:
1) Sirsak Ratu; daerah penyebaran sirsak ratu adalah daerah Pelabuhan Ratu,
Sukabumi (Jawa Barat). Buah sirsak ratu memiliki ukuran yang beragam,
mulai dari ukuran kecil hingga besar. Berkulit licin dan berduri, daging
buah kering bertepung dan manis. Buah sirsak ini sangan cocok
dikonsumsi dalam keadaan segar atau diolah menjadi minuman.

2) Sirsak Biasa; buah sirsak biasa tersebar di seluruh wilayah Nusantara.


Bentuk buah sirsak biasa memiliki kemiripan dengan sirsak ratu.
Perbedaannya terletak pada daging buah yang bertepung, berkadar air
tinggi, dan berasa asam manis. Buah sirsak ini paling cocok untuk
minuman, seperti campuran es krim, jus buah, atau sari buah. Disamping
itu, sirsak biasa cocok diolah menjadi wajik, dodol, selai, sirup, dan jelly.
3) Sirsak Bali; sirsak bali biasa disebut dengan sirsak gundul, sirsak sabun,
sirsak mentega, atau sirsak irian. Sesuai dengan namanya, daerah
penyebaran sirsak bali adalah Pulau Dewata, Bali dan daerah sekitarnya.
Memiliki ukuran kecil sekitar 200-300 gram per buah. Kulit buahnya licin,
tidak berduri, dan daging buahnya manis. Sirsak bali sangat cocok
dikonsumsi dalam keadaan segar atau dibuat minuman.
4) Sirsak Mandalika; sirsak mandalika tersebar di seluruh wilayah Nusantara
Tampilan sirsak jenis ini mirip dengan buah nona, yakni berbentuk bulat,
daging buah berwarna kuning, bijinya banyak, rasanya manis, dan duri
kulitnya lebih jarang. Sirsak mandalika lebih cocok diolah menjadi produk
makanan atau minuman.
2. Manfaat dan Kegunaan
Buah Sirsak (Annona muricata L) adalah salah satu makanan yang
populer di Indonesia, mungkin sebagian dari anda juga adalah pengkonsumsi
dari buah sirsak ini. Namun dibalik dari rasanya yang sedikit asam asam ini
ternyata buah sirsak ini mengandung manfaat yang luar biasa.
Karena beredarnya khasiat buah sirsak ini hingga sampai ke telinga
para pakar riset di Health Sciences Institute, dan merekapun melakukan riset
ternyata hasilnya sangat mengejutkan, selain obat untuk berbagai jenis
parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, anti bakteri, anti jamur dan
menormalkan sistem syaraf yang kurang baik. Ternyata buah sirsak ini
berkhasiat membunuh tumor/kanker. (Beyond Chemotherapy: New Cancer
Killers, Safe as Mothers Milk terbitan Health Sciences Institute).
Manfaat Sirsak :
Buah sirsak yang matang (100 gram) dapat memenuhi 13 % kebutuhan
serat pangan per hari (dimakan segar).
Kandungan vitamin C buah sirsak tinggi, baik untuk meningkatkan daya
tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan.
Daun sirsak mengandung zat annonaceuos acetogenins yang memiliki
kemampuan membunuh sel kanker terutama kanker usus, prostat, paruparu, payudara, dan pankreas tanpa merusak sel yang sehat.
Cara mengolah yaitu dengan mengambil 10 lembar daun sirsak , dicuci
dan direbus dengan 3 gelas air. Biarkan hingga air tinggal 1 gelas.
Diminum pagi dan sore hari.
Daun sirsak juga bermafaat mengobati bisul, sakit pinggang, eksim. Buah
sirsak dan daun sirsak bermanfaat mengobati penyakit liver, ambeien,
sakit kandung air seni, batu empedu.
Sirsak dapat dimakan dalam keadaan segar sebagai pencuci mulut jika
matang betul, atau dicampur dengan es krim atau susu dijadikan minuman
yang lezat, seperti dilakukan di Jawa, Kuba, dan sebagian dari Amerika.

Akan tetapi, buah ini lebih sering dimakan dalam bentuk puree setelah
daging buahnya diperas dan disaring. Juga dapat dijadikan selai buah, sari
buah (setelah dicampur gula), nektar atau sirop. Juga digunakan dalam
pembuatan eskrim. Di Indonesia dodol sirsak dibuat dengan cara daging
buahnya dipanaskan dalam air dan diberi gula sampai campuran itu
mengental. Di Filipina, buah sirsak muda beserta bijinya yang masih lunak
digunakan sebagai sayuran. Buah tua yang masih keras dapat dibuat kue
yang lezat rasa dan aromanya.
Beberapa manfaat dan kegunaan sirsak beserta ramuannya, antara lain
sebagai berikut:
Sakit Pinggang. 20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai
mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
Ambeien. Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya
sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
Sakit Kandung Air Seni. Buah sirsak setengah masak, gula dan garam
secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa,
dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
Bayi Mencret. Buah sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan
disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret
sebanyak 2-3 sendok makan.
Anyang-anyangan. Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya.
Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air
sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.
3. Syarat Tumbuh
Sirsak merupakan jenis yang paling tidak bandel tumbuhnya di antara
jenis-jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan
lembap. Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dataran
rendah sampai pada ketinggian sampai 1000 m dpl. dan meluas sampai ke 25
LS pada lahan yang ternaung. Tanaman sirsak akan tumbuh dengan baik di
daerah beriklim basah samapai daerah kering bersuhu 22-28oC, kelembaban
udara (RH) 60-80%, dan curah hujan berkisar antara 1.500-2.500 mm per
tahun.
Pertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat oleh turunnya
udara dingin, serta hujan salju yang ringan saja sudah dapat membunuh pohon
sirsak. Musim kering dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan
pertumbuhan memanjang dan pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil
panen dapat lebih tinggi pada cuaca demikian, asalkan kelembapan yang
tinggi berlangsung selama periode pembentukan buah; ada indikasi bahwa
untuk Annona spp. lainnya, baik kelembapan yang sangat tinggi maupun
sangat rendah, dapat merusak pembentukan buah. Jika kelembapan cenderung
rendah, dianjurkan untuk memberikan naungan agar transpirasi dapat
dikurangi (juga karena pohon sirsak dangkal perakarannya). Sebagian besar
tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi drainasenya harus balk, sebab
pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.

4. Pedoman Budidaya
Perbanyakan dan penanaman Pohon sirsak dapat diperbanyak dengan
klon, terutama melalui berbagai teknik penempelan dan penyambungan pada
batang bawah yang diperbanyak dengan semai, seperti dipraktekkan di
berbagai wilayah Amerika (misalnya di Kolumbia dan Venezuela). Akan
tetapi, umumnya sirsak ditumbuhkan dari benih. Semai dapat dipakai, sebab
populasi yang tumbuh cukup seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya,
pada umumnya sifatnya sama dengan induknya, serta karena fase yuananya
hanya berlangsung 2-4 tahun.
Tanaman sirsak dapat beradaptasi luas dengan berbagai jenis tanah
pertanian. Meskipun demikian, bertanam sirsak paling baik dilakukan di tanah
lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik,
serta memiliki aerasi dan drainase yang baik. Derajat keasaman tanah yang
ideal untuk tanaman sirsak berkisar 5,5-6,5. Pohon sirsak dapat ditanam
sebagai tanaman sela diantara pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti
mangga, avokad, dan kecapi karena ukuran pohonnya tergolong kecil dan
cepat berbuah. Pengembangan budi daya pohon sirsak untuk kepentingan
pengobatan dan kesehatan manusia hendaknya dilakukan secara organik.
Budidaya sirsak harus harus seminimal mungkin menggunakan pupuk sintetis.
Perlakuan ini harus mulai dilakukan sekarang dan pada masa mendatang.
a. Pembibitan
Tanaman sirsak dapat diperbanyak melalui biji, okulasi dan
pencangkokan. Pembiakan sirsak dengan dengan biji memerlukan waktu
3-5 tahun untuk dapat berubah, sedangkan pembiakan dengan cara
mencangkok dan okulasi membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu
sekitar 2-3 tahun. Benih yang digunakan sebaiknya berasal dari indukan
yang memiliki kualitas baik, seperti rasa yang manis dan bentuk buah
yang segar.
Pada umumnya, pembiakan sirsak dilakukan dari biji yang
dijadikan benih. Benih hasil penyemaian dapat digunakan karena populasi
yang tumbuh cenderung seragam, memiliki sifat yang sama dengan induk,
dan memiliki fase buahan sekitar 2-4 tahun. Benih sirsak dapat ditanam
langsung diladang atau disemaikan terlebih dahulu di area persemaian.
Setelah 20-30 hari, sekitar 85-90% benih dapat berkecambah. Benih
semaian tersebut dapat dipindahkan ke lapangan setelah 6-8 bulan. Jumlah
bibit yang diperlukan untuk setiap hektar lahan sekitar 333-420 bibit
tanaman sirsak.
b. Penyapihan
Bibit tanaman sirsak yang telah mulai ditumbuhi daun dapat
dipisahkan ke dalam polybag atau langsung ditanam ke lahan yang lebih
luas. Pemotongan separuh daun dan kadang-kadang perompesan daun
diperlukan untuk memindahtanamkan semai yang sebelumnya tidak
ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun buah sebaiknya
antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m. Berkat kecilnya ukuran pohon dan
cepatnya berbuah, sirsak dapat ditanam sebagai tanaman sela di antara
pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi.
Jika tanaman utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak dapat
ditebang.

c. Pengelolaan Media Tanam


Persiapan lahan yang akan digunakan untuk menanam sirsak
sebaiknya dibuat lubang resapan biopori. Untuk satu pohon sirsak
disarankan membuat lima lubang biopori yang melingkari pohon sirsak
dengan jarak satu meter. Teknik biopori dapat memperbaiki struktur tanah
karena akan menggemburkan dan meningkatkan daya resap air, mengubah
sampah organik menjadi kompos dan memanfaatkan peran aktivitas fauna
tanah dan pori akar tanaman yang sudah mati.
Tahap-tahap yang dilakukan dalam pengelolaan media tanam
adalah sebagai berikut:
Buat lubang tanam di lahan yang telah disediakan dengan ukuran 30 x
30 x 30 cm, jarak antara lubang tanaman dapat dipilih alternative 6 x 4
m, 5 x 5 m, atau 6 x 5 m.
Campur 15 - 20 Kg pupuk kandang yang sudah matang atau pupuk
kompos sebanyak 5-10 kg
Isi lubang dengan Pupuk Kandang atu kompos
Diamkan/ istirahatkan lubang selama 2 - 4 minggu untuk
menghilangkan gas yang mungkin ada akibat penggalianPenanaman
Pilih bibit setinggi 70 - 100 Cm dengan batas sambungan 10 Cm di
atas permukaan tanah
Jika bibit berada di dalam polybag, belah polybag dengan pisau/cuter
untuk menjaga agar gumpalan tanah tidak pecah.
Tekan-tekan tanah permukaan agar tidak terjadi rongga di sekitar akar
tanaman
d. Teknik Penanaman
Cara menanam sirsak sama dengan cara menanam tanaman buahbuahan lainnya. Sebelum ditanam, setiap lubang tanam diisi dengan pupuk
kandang, lalu ditaburi dengan pupuk campuran antara urea, TSP, dan KCL
dengan perbandingan 2 : 1 : 1, yakni sebanyak 50 100 gram. Waktu
tanam sirsak yang paling baik adalah pada saat awal musim penghujan.
5. Pemeliharaan
a. Pengairan
Tanaman sirsak membutuhkan pengairan yang teratur supaya dapat
berbunga dengan baik. Tanaman sirsak yang masih kecil atau muda
memerlukan pengairan intensif sampai berumur satu tahun. Penyiraman
dapat dilakukan sebanyak dua kali sehari. Perhatikan faktor drainase
karena akar sirsak yang dangkal tidak tahan terhadap genangan air. Sirsak
toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi pohonnya akan
meluruhkan terlalu banyak daun jika mengalami kekeringan yang
berkepanjangan, dalam situasi demikian pohon sirsak akan tertolong oleh
pengairan tambahan.
b. Penyerbukan
Secara umum buah yang dihasilkan merupakan hasil penyerbukan
alami yang dilakukan oleh serangga. Agribisnis sirsak masa mendatang
menghendaki hasil panen yang dengan mutu yang baik, seperti bentuk
buah lurus (simetris) dan berukuran besar (lebih dari 1,5 kg). Demikian
juga untuk mengisi pasaran domestik maupun regional memerlukan

kualitas buah yang baik dan berkesinambungan. Untuk memperoleh


kualitas (bentuk dan ukuran) buah sirsak yang baik dapat dilakukan
dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan melakukan
penyerbukan buatan.
Penyerbukan alami pada tanaman sirsak biasanya berlangsung
kurang sempurna. Penyebabnya adalah sifat bunga yang proterogyne,
yaitu matangnya putik (stigma) lebih dahulu daripada tepung sari,
menyebabkan pertumbuhan buah tidak sempurna (bengkok) atau
kerempeng. Agar tanaman sirsak berbuah lebat dan normal perlu
dilakukan penyerbukan buatan. Keberhasilan penyerbukan buatan
ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain harus diketahui saat yang tepat
bunga sirsak untuk diserbuki, ketrampilan pelaku penyerbukan dan waktu
penyerbukan yang tepat pula. Proses penyerbukan buah sirsak yang
dibantu oleh manusia dengan mengoleskan serbuk sari ke kepala putik
dapat meningkatkan mutu buah.
Tahapan pelaksanaan penyerbukan buatan, adalah sebagai berikut:
1. Siapkan Botol bekas Roll Film untuk penampung serbuk sari dan kuas
kecil sebagai alat Penyerbuk .
2. Tampung serbuk sari ke dalam botol ataupun bekas pembungkus film
waktu pengambilan serbuk sari dilakukan pagi hari, sehari setelah
bunga betina mekar (saat seluruh kelopak bunga bentina rontok)
dengan menampung ke dalam botol bekas pembungkus film dan
tangkai bunga betina dipukul-pukul agar seluruh serbuk sari jatuh ke
dalam botol film. Untuk mempermudah pelaksanaan penyerbukan,
perlu dibuang tangkai sarinya terlebih dahulu. Serbuk sari yang telah
murni (tidak tercampur dengan tangkainya) dapat disimpan untuk
keperluan penyerbukan berikutnya.
3. Pilih bunga betina yang siap diserbuki dengan ciri kelopak bunga
tersebut telah merekah dan kepala putik telah berlendir
4. Ambil serbuk sari dari dalam botol dengan menggunakan kuas kecil
dan oleskan serbuk sari tersebut pada kepala putik secara merata. Yang
perlu diperhatikan dalam proses penyerbukan di sini adalah menjaga
jangan sampai kelopak bunga betina rusak (patah). Apabila kelopak
bunga rusak akan mengakibatkan gagalnya penyerbukan bahkan
bunganya bisa rontok.
5. Keberhasilan proses penyerbukan buatan ditandai dengan
berkembangnya bakal buah mulai umur 1 bulan setelah penyerbukan.
Buah sirsak akan masak fisiologi setelah berumur kurang lebih 5
bulan sejak penyerbukan dengan hasil buah yang berkualitas baik
Kualitas buah hasil penyerbukan buatan akan lebih baik bila
dibandingkan hasil penyerbukan alami yang dilakukan oleh serangga
penyerbuk.
c. Penyiangan
Penyiangan tanaman sirsak sebaiknya dilakukan secara kontinu
setahun sekali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan.
Penyiangan dan penggemburan tanah dapat dilakukan di sekeliling tajuk
(kanopi) tanaman sirsak. Lahan di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya

terbebas dari gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari dehidrasi
dari perakarannya yang dangkal itu pada musim kemarau.
d. Pemupukan
Pemupukan sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan
menggunakan pupuk kandang dan pupuk kompos (20 kg/ pohon) dan atau
ditambah NPK dalam dosis kecil (100 gram/pohon) yang dilakukan
beberapa kali dalam setahun. Perlakuan ini akan mendorong pertumbuhan
dan atau pembuahan sirsak, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif
mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun yang dianjurkan.
e. Pemangkasan
Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan,
tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin membatasi
pohon itu hanya berbatang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabangcabang yang akan menyainginya. Tunas air (water sprout), cabang-cabang
yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang.
6. Hama dan Penyakit
Selama vigor pohon dapat dipertahankan, kerusakan yang serius
disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya terbatas hanya pada buah.
Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides merupakan penyakit utama pada
sirsak di daerah yang lembap. Produksi buah sirsak dapat menyusut sekali
karena bunga dan buahnya terserang penyakit sehingga menjadi busuk atau
keriput; selanjutnya penyakit ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan
pematangan buah. Di Hindia Barat ada anjuran agar diadakan seleksi terhadap
kemampuan pembentukan buah dalam kondisi lingkungan yang lembap. Jika
terjadi musim kemarau barangkali ada kemungkinan untuk mempercepat
pembungaan dan pembentukan buah agar terhindar dari periode kelembapan
yang tinggi. Penyakit busuk coklat batang (Corticium sp.) menyerang pohon
sirsak dan menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh pohonnya
juga. Pembersihan yang sebaik-baiknya menjelang akhir musim kemarau,
termasuk pembakaran bagian-bagian pohon yang terserang, dapat menolong
untuk menahan penyakit pada musim hujan berikutnya. Kutu perisai seringkali
menyerang pohon sirsak, dan kutu bubuk dapat bergerombol banyak sekali
pada buah sirsak. Jika semut dapat diberantas dengan baik, musuh-musuh
alaminya akan mampu menanggulangi hama ini. Buah dapat dibungkus untuk
menghindari kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Annonaepestis
bengalellaadalah penggerek buah sirsak, dan ngengat ini tersebar dari India
sampai ke Jawa dan Filipina. Ulat besar dari kupu-kupu Meganotron
rufescens dan Papilio agamemnon sering sekali dijumpai memakan daun
sirsak. Kerusakan yang disebatkan oleh ketiga jenis hama ini umumnya belum
sampai mengharuskan dilakukannya pemberantasan secara kimiawi.
7. Panen dan Pasca Panen
a. Penanganan Panen
Pepohonan sirsak mengalami masa pertumbuhan untuk membentuk
dedaunan tajuk pohon selama kurang lebih 2 tahun. Masa peralihan dari
masa pertumbuhan ke masa berbuah memerlukan jangka waktu kira-kira 1
tahun. Buah sirsak dapat dipanen setelah umur pohon lebih dari 3 tahun.

Buah yang terbentuk sebelum pohon berumur 3 tahun, biasanya rontok,


apalagi kalau mengalami kekurangan air pada waktu musim kemarau.
Kemungkinan buahnya rontok ini dapat dicegah. Caranya dengan
mengairi tanah di sekitar, Pohon Sirsak sampai cukup lembab. Tetapi
rontoknya bunga dan buah dapat juga disebabkan oleh hal yang lain.
Umpamanya perimbangan antara Pemakaian zat pati untuk pertumbuhan,
daun-daunnya dan penimbunan zat pati dalam bakal buah pada masa
peralihan itu belum seimbang. Buah yang sudah terbentuk, sering tidak
jadi, tumbuh lanjut karena tidak menerima penyaluran bahan makanan
yang akan ditimbunnya dengan wajar. Buah yang tidak dapat tumbuh
dengan wajar itu, rontok dengan sendirinya. Untuk mengatasi hal yang
demikian itu, pohon Sirsak itu harus diberi pupuk sebagai Penambah
bahan makanan pada masa Peralihan itu.Sehingga dapat pula dengan
segera memasuki masa berbunga dan berbuah. Lebih baik lagr kalau
pemupukan itu dilakukan sebelum ada bunga atau buah yang rontok.
Pemberian pupuk dilakukan secara teratur sekali setahun. Dipakai pupuk
kandang secukupnya.
Buah sirsak sebaiknya dipanen setelah tua benar tetapi masih keras.
Buah ini dianggap tua jika duri-durinya sudah saling berjauhan dan warna
kulitnya yang tadinya hijau berkilat telah berubah menjadi hijau kusam
atau hijau kekuning-kuningan. Jika dipetik terlalu awal, kualitas buah akan
jelek. Sebaliknya jika buah dibiarkan matang di pohon, seringkali buah itu
dimakan oleh kelelawar sebelum jatuh ke tanah. Di daerah yang iklimnya
tidak mengenal musim, buah sirsak dapat dijumpai sepanjang tahun, tetapi
biasanya pohon sirsak memiliki 1-3 kali masa panen, dengan puncaknya
yang nyata pada masa musim utama. Buah harus dipetik secara selektif;
dipotong gagangnya dengan pisau yang tajam atau gunting setek,
kemudian disimpan di dalam keranjang bambu yang telah dialasi dengan
bahan yang empuk, seperti jerami.
Dari satu pohon sirsak yang subur dapat diperoleh sekitar 230
buah sirsak dengan bobot setiap buah sekitar 2001.200 gram. Namun
produksi sirsak akan menurun setelah umur pohon mencapai 810 tahun
sehingga butuh peremajaan. Usaha peremajaan tidak selalu mengganti
tanaman dengan bibit yang baru, tetapi melakukan pemangkasan cabangcabang yang rusak dan yang terserang hama agar tumbuh tunas yang baru.
Proses pemangkasan merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki
kualitas buah.
b. Penanganan Pasca Panen
Sirsak merupakan salah satu jenis buah yang mudah rusak dan tidak
tahan terhadap proses penyimpanan dalam jangka waktu lama. Karena itu,
penentuan derajat kematangan berdasarkan umur penampakan fisik sirsak
harus dilakukan dengan seksama.

Penanganan waktu panen


Buah sirsak tidak dapat dipanen sekaligus karena memiliki tingkat
kematangan berbeda-beda. Buah yang telah dipanen harus diletakkan di
tempat strategis untuk memudahkan proses pengangkutan. Buah sirsak
harus dipetik secara selektif, pemotongan tangkai harus menggunakan
pisau yang tajam atau gunting setek.

Pengangkutan
Pengangkutan jalan darat bagi buah sirsak yang belum matang
memang tidak begitu bermasalah. Buah sirsak dapat dimasukkan ke dalam
keranjang atau karung dan diangkut menggunakan mobil. Perlakuan
pengangkutan terhadap buah yang masak akan berbeda. Buah sirsak harus
diangkut dengan peti atau kotak karton kuat.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Sirsak. http://zaifbio.wordpress.com. Diakses pada tanggal 2
November 2011.
------. 2009. Budidaya Sirsak. http://www.iptek.net.id. Diakses Pada Tangggal 8
November 2011.
------. 2011. PerbaikanMutu Buah Sirsak. http://balitbu.litbang.deptan.go.id/ind/.
Diakses Tanggal 8 November 2011.
Ahmad, Annas. 2011. Sirsak. http://daunsirsakobatkanker.com/. Diakses Tanggal 8
November 2011.
Anne.

2010.
Sara
Menanam
dan
Pemeliharaan
Sirsak. http://anneahira.com.Diakses pada tanggal 2 November 2011

Pohon

Zuhud, Evrizal A.M,. 2011. Bukti Kedahsyatan Sirsak Menumpas Kanker. Yunita
Indah. Cet-1. Jakarta. Agromedia Pustaka.