Anda di halaman 1dari 47

Hipertensi Kronis

Superimposed Preeklampsia

Hipertensi Dalam Kehamilan

Angsar D.M.,
2010

Patofisiologi

Uzan et al., 2010

Tanda Tanda
Preeklampsia

Angsar D.M., 2010

Faktor Risiko Terjadinya


Preeklampsia

Angsar D.M., 2010

Klasifikasi Eklampsia

Angsar D.M., 2010

Terapi
Preeklampsia
Ringan

Sibai, 2005

Terapi
Preeklampsia
Berat

Sibai, 2005

JNC 8, 2014

Tujuan Penatalaksanaan Terapi


Preeklampsia

Levenno et al., 2004

Kasus

Nama

: Ny. MS

Tgl lahir

: 18 Juni 1980 (35 th)

Status

: JKN Kelas III

TB / BB

: 145 cm / 59 Kg

MRS

: 3 Maret 2015

KRS

: 9 Maret 2015

Tanda Tanda Vital


Parameter
Suhu (0)
Nadi (x/menit)
RR (x/menit)
Tek.Darah
(mmHg)

Tanggal

Nilai
Normal

3/3

4/3

5/3

6/3

7/3

8/3

9/3

36 37
80 85
20
120/80

36
121
24
168/93

36
88
22
P: 170/110
S: 180/120
M: 160/90

36
88
19
P: 170/110
S: 180/110
M: 210/1100

36
86
20
P: 200/120
S: 200/100
M: 180/120

36
93
22
P:
190/130
S:
200/120
M: 160/90

36
92
18
P: 180/100
S : 200/120
M : 190/130

36
80
23
P:
200/100
S:160/100

Data
Laboratorium

Parameter
Hemoglobin (HGB)
Eritrosit (RBC)
Leukosit (WBC)
Hematokrit
Trombosit (PLT)
MCV
MCH
MCHC
RDW
PDW
MPV
P-LCR
PCT
LED
Hitung Jenis
Eosinofil

Basofil

Neutrofil

Limfosit

Monosit

Lain lain

Elektrolit
Natrium (Na)

Normal
11,4 15,1
4,0 5,0
4,7 11,3
38 42
142 424
80 93
27 31
32 36
11,5 14,5
9 13
7,2 11,1
15,0 25,0
0,150 0,400

3/3
14,10 g/dL
4,94 106/L
29,72 %
40,30 %
393 103/L
81,60 fL
28,50 pg
35,00 g/dL
14,10 %
10,5 fL
9,6 fL
21,2 %
0,38 %

5/3
9,20 g/dL
3,28 106/L
11,96 %
27,90 %
302 103/L
85,10 fL
28,00 pg
33,00 g/dL
14,70 %
8,7 fL
8,5 fL
13,9 %
0,26 %
43 mm/jam

04
01
51 67
25 33
25

0,0 %
0,3 %
94,3 %
4,7 %
0,7 %

1,3 %
0,2 %
76,4 %
18,8 %
3,3 %

136 145

130 mmol/L

Kalium (K)

3,5 5,0

3,63 mmol/L

Klorida (Cl)

98 - 106

114 mmol/L

4,5 8,0
1,005 1,030
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

Jernih
Kuning
7,0
1,020
Negatif
2+
1+
Negatif
Negatif
Negatif
Negatif

Urinalisis
Kekeruhan
Warna
pH
Berat Jenis
Glukosa
Protein
Keton
Bilirubin
Urobilinogen
Nitrit
Lekosit

7/3

Parameter
Darah
10 X
Epitel
Silinder
Hialin

Berbulir

Lain lain

40 X
Eritrosit
Eumorfik
Dismorfik
Lekosit
Kristal
Bakteri
Lain lain
Faal Hemostasis
PPT
Pasien

INR

APTT
Pasien

Faal Hati
AST/SGOT
ALT/SGPT
Albumin
LDH
Metabolisme Karbohidrat
Glukosa Darah Sewaktu
Faal Ginjal
Ureum
Kreatinin
Tiroid
T3 Total
Free T4
TSH

Normal
Negatif

3/3
2+

0,3
Negatif LPK
- LPK
- LPK
- LPK

2
Negatif

5/3

7/3

14,8 LPB
Positif LPB
- LPK
5
0,5 LPB
- LPK
93 x 103/mL
15,8 x
103/mL

9,4 11,3
0,8 1,30

9,70 detik
0,93

24,6 30,6

33,90 detik

0 40
0 41
3,5 5,5
240 480

20 U/L
13 U/L
4,24 g/dL
515 U/L

< 200

171 mg/dL

16,6 48,5
< 1,2

12,00 mg/dL
0,61 mg/dL

0,8 2,0
0,93 1,7
0,270 4,20

1,30 ng/mL
1,04 ng/dL
1,33 lU/mL

Hipertensi Dalam Kehamilan

Angsar D.M.,
2010

Tanda Tanda
Preeklampsia

Angsar D.M., 2010

Faktor Risiko Terjadinya


Preeklampsia

Angsar D.M., 2010

Klasifikasi Eklampsia

Angsar D.M., 2010

Terapi Pengobatan Pasien

Terapi
Preeklampsia
Berat

Sibai, 2005

Tanggal
Obat

Rute

3/3

Dosis
03.30

SM 40%

im

SM 20% Full Dose

iv

Dexamethasone
Cefotaxime
Metronidazole

iv

Cefazolin

3 ampul

3x1

07.00

07.17

3 x 500 mg
3x1g

08.00

Tunda

Cefadroxil

Oral

SM 40% 5g dalam RD5% 500 cc tiap 6 jam

iv FD

Metildopa

Oral

3 x 250 mg

Nifedipin

Oral

3 x 10 mg

Diltiazem

Oral

3-4 x 30 mg

Ramipril

Oral

1 x 5-10 mg

Propranolol

Oral

2 x 20-40 mg

ISDN

Oral

3 x 5 mg

iv

1000 mg

rectal

3 tablet

Oxytocin

im

10 mg

Glisodin

Oral

3 x 1 tab

Rob

Oral

1 x 1 tab

Vitamin E

Oral

2 x 200 mg

Asam mefenamat

Oral

3 x 500 mg

Kalk

Oral

1 x 1 tab

Asam traneksamat
Misoprostol

O2

3 x 500 mg

(3x30mg)

Obat

Rute

SM 40%

im

SM 20% Full Dose

iv

Dexamethasone

Tanggal
4/3

5/3

6/3

3 x 500 mg

3x1g

iv

Cefadroxil

Oral

SM 40% 5g dalam RD5% 500 cc tiap 6


jam
Metildopa

iv FD
Oral

3 x 250 mg

Nifedipin

Oral

3 x 10 mg

Diltiazem

Oral

3-4 x 30 mg

Ramipril

Oral

1 x 5-10 mg

Propranolol

Oral

2 x 20-40 mg

ISDN

Oral

3 x 5 mg

iv

3 x 500 mg

rectal

3 tablet

Oxytocin

im

10 mg

Glisodin

Oral

3 x 250 mg

Rob

Oral

1 x 1 tab

Vitamin E

Oral

2 x 200 mg

Asam mefenamat

Oral

3 x 500 mg

Kalk

Oral

1 x 1 tab

Misoprostol

O2

8/3

9/3

3x1

Cefazolin

Asam traneksamat

7/3

3 ampul

Cefotaxime
Metronidazole

Dosis

3 x 500 mg

(3x30mg) (3x30mg)

(1x5 mg) (1x10mg)

(2x40mg)

Oral extra

(4x30mg)

(1x10mg)

(2x20mg)

(4x30mg) (4x30mg) (4x30mg)

(1x10mg) (1x10mg) (1x10mg)

(2x20mg) (2x20mg) (3x20mg)

(3x5mg)

Terapi Cairan

Angsar D.M., 2010

Obat Antikejang

Medscape dan Angsar D.M., 2010

MgSO4

Angsar D.M., 2010

Sibai, 2005

Jenis Obat

Nama Obat

Mekanisme Kerja

Indikasi

Dosis

Efek Samping

Antibiotik

Cefazolin

menghambat sintesis
mukopeptida dinding
sel bakteri

perioperatif
profilaksis, infeksi
saluran
genitourinary

250 mg 1,5 g
setiap 6 hingga 12
jam

Jarang terjadi:
anoreksia, mual,
muntah

Metronidazole

memutus ikatan
sintetik DNA bakteri

infeksi serius oleh


bakteri anaerob

LD: 15mg/kg BB (1
gram) selama 1 jam
MD: 7,5 mg/kg BB
(500 mg) 1-6 jam

Jarang terjadi: sakit


kepala, mual,
muntah

Cefadroxil

menghambat sintesis
mukopeptida dinding
sel bakteri

infeksi saluran
kemih, kulit dan
struktur kulit,
faringitis

1-2 g/ hari

1-10%: diare

Antifibrinolitik

Asam
Traneksamat

menghambat
pengikatan plasmin dan
plasminogen pada
fibrin

terapi dan
pencegahan
pendarahan

0,5 1 g sehari 3
kali

hipotensi,
kemerahan pada
kulit

Antikonvulsan

MgSO4

Menekan SSP,
memproduksi efek
antikonvulsan

Terapi dan
pencegahan kejang
pada pre-eklampsia

LD: 4-6 g dalam 100


mL cairan iv 15-20
menit
MD: 40% 5 g dalam
RD5% 500 mL

Jarang terjadi:
hipotensi,
hipotermia, paralisis
respiratori

Jenis Obat

Nama Obat

Mekanisme Kerja

Indikasi

Dosis

Efek Samping

Antihipertensi

Metildopa

stimulasi alfaadrenergik sentral

Terapi hipertensi
kategori B untuk ibu
hamil

250-750 mg 3 kali
sehari

Jarang terjadi:
angina, bradikardi,
mulut kering

Nifedipin (CCB)

menghambat
perpindahan ion
kalsium

vasoplastik angina,
chronic stable
angina, hipertensi

20 mg sehari 2 kali
hingga 60 mg
sustained release

>10%: edema
perifer, pusing,
mual, sakit kepala

Diltiazem
(nondihidropiridin
CCB)

menghambat
perpindahan ion
kalsium

Angina pectoris,
chronic stable
angina, hipertensi

60-120 mg sehari 2
kali atau 180-240
mg sekali sehari

>10%: edema, sakit


kepala

Ramipril (ACEI)

menghambat ACE
secara kompetitif

hipertensi,
menurunkan resiko
infark miokardial,
stroke

LD 2,5 mg/hari,
MD: 10 mg/hari

>10%: batuk,
hipotensi

Propanolol

Penghambatan pada
beta 1

hipertensi, angina
pectoris, infark
miokardial, aritmia

LD: 40-80 mg sehari


2 kali, dapat
ditingkatkan hingga
160-360 mg/hari

bradikardi,
hipotensi,
bronkospasme,
sakit kepala

ISDN

relaksasi otot polos


pada pembuluh darah

terapi dan
pencegahan angina
pectoris

5-40 mg tiap 6 jam

Jarang terjadi:
takikardi,
hipotensi, vertigo,
insomnia

Jenis Obat

Nama Obat

Mekanisme
Kerja

Indikasi

Dosis

Efek Samping

Multivitamin
dan Mineral

Glisodin
(superoksida
dismutase dari
ekstrak melon
dengan gliadin)

Meningkatkan
penghilangan
anion radikal
bebas
superoksida
dengan cara
dismutasi.

Antioksidan

sehari sekali 1
kapsul 250 mg

Mual, muntah

Vitamin E

Mengendalikan
peroksidasi
lemak yang
berperan dalam
disfungsi sel
endotel pada
preeklampsia

Antioksidan

sehari 1 kapsul
bersama makan
saat sarapan

Kalk

meningkatkan
kadar kalsium
dalam darah

Suplemen
kalsium

sehari 1 kali 1
tablet

konstipasi,
hiperkalsemia

Sulfas Ferrosus

meningkatkan
ion fe2+ dalam
darah

terapi dan
pencegahan
anemia kurang
zat besi

sehari 1 kali 50
mg

iritasi,
anoreksia,
mual,muntah,
diare, konstipasi

Terapi Non
Farmakologi

Menurunkan berat badan

Olahraga teratur

Diet tinggi serat, rendah lemak, rendah garam

Hindari obat-obatan yang berpotensi menyebabkan


resistensi

Angsar D.M., 2010

Masalah Medis

DRP

Penyelesaian

Monitoring

Tekanan darah pasien Kepatuhan


cenderung tinggi dan tidak
dapat diturunkan meskipun
sudah diberikan 4 jenis
anitihipertensi
yang
berbeda

Rutin
minum antihipertensi Monitoring tekanan darah agar
sesuai dengan anjuran dokter selalu terkontrol
secara rutin.

Leukositosis

Pemberian antibiotik intravena Monitoring nilai leukosit


(cefazolin
1
gram
dan
metronidazole 500 mg) dan
antibiotik oral (Cefadroxil 500
mg) sesuai anjuran dokter (3 dd
1) dan harus dihabiskan

Pasien KRS membawa obat Polifarmasi


lebih dari 5 macam obat

Memberikan KIE mengenai


Memberikan info pemakaian
macam-macam terapi dengan obat tertulis kepada pasien
baik
dan
memberikan Monitoring outcome pasien
pemahaman
mengenai
satu
persatu terapi kepada pasien.

Pasien KRS membawa obat Kepatuhan pasien


lebih dari 5 macam obat

Memberikan KIE mengenai


terapi
dengan
baik
dan
memberikan
pemahaman
mengenai terapi yang baik
kepada pasien.

Monitoring penggunaan obat


kepada
pasien
melalui
telefon/visite pasien
Monitoring outcome pasien

KIE pasien pada saat KRS


1.

Cefadroxil 500 mg (antibiotik) diminum sebanyak


tiga kali satu kapsul setiap hari setelah makan,
harus diminum sampai habis.

2.

Propanolol
20
mg
(antihipertensi)
diminum
sebanyak tiga kali satu tablet setiap hari setelah
makan, harus diminum secara rutin dan kontinu.

3.

Ramipril 5 mg (antihipertensi) diminum sebanyak


satu kali satu tablet setiap hari setelah makan pagi,
harus diminum secara rutin dan kontinu.

4.

Diltiazem 30 mg (antihipertensi) diminum sebanyak


empat kali satu tablet setiap hari setelah makan,
harus diminum secara rutin dan kontinu.

5.

ISDN 5 mg (antihipertensi) diminum sebanyak tiga kali


satu tablet setiap hari setelah makan, harus diminum
secara rutin dan kontinu.

6.

Menekankan kepada pasien untuk meminum seluruh


obat antihipertensi secara teratur.

7.

Pasien harus menjaga pola hidup yang sehat.


a. Mengurangi garam yang berlebihan
b. Mengurangi makanan yang mengandung santan
b. Menjaga berat badan agar ada di batas normal

8.

Pasien harus rajin kontrol untuk follow up 1 minggu


sekali.

9.

Pasien harus terbiasa untuk aware terhadap perubahan


keadaan tubuhnya dan segera kontrol ke dokter bila ada
perubahan terhadap tubuhnya.

10.

Sebaiknya
obesitas.

menurunkan

berat

badan

supaya

tidak

Kesimpulan
Terapi

yang diberikan
algoritma terapi.

sudah

sesuai

dengan

Pasien

diduga mengalami hipertensi resisten,


dimana tekanan darah tidak dapat diturunkan
(<160/100 mmHg) walaupun telah diberikan obat
anti hipertensi 3 jenis atau lebih yang berbeda.

Pasien

KRS dengan tekanan darah masih tinggi,


sehingga diberikan 4 jenis obat antihipertensi
serta diberikan KIE untuk menjaga pola hidup
sehat dan rutin kontrol.

Terima Kasih

Resistant
Hypertension/
Hipertensi
yang
tidak
dapat
Hipertensi
Refrakter
diturunkan

(<160/100

mmHg)

walaupun telah diberikan obat anti


hipertensi 3 jenis atau lebih yang
berbeda,

adekuat

dan

mendekati

dosis maksimal untuk tekanan darah


sebelum terapi (>180/115 mmHg).

AHA,
2013

Etiologi
1.Penyebab sekunder yang tidak diduga (renal dan
endokrin)
2.Kurang taat terhadap rencana terapi
3.Masih mengonsumsi obat-obat yang menaikkan tekanan
darah
4.Gagal mengikuti modifikasi gaya hidup
5.Penambahan beratbadan dan asupan alkohol berlebihan
6.Volume overload akibat
-terapidiuretik yang tidakadekuat
-insufisiensi renal yang progresif
-asupangaramtinggi
AHA, 2013 dan WHO-ISH, 1999

Klasifikasi
1)

Physician resistant hypertension.

2)

Patient resistant hypertension.

3)

Resistant hypertension disease.

WHOISH,
1999

Physician Resistant
Hypertension
Diterapi
dengan
meningkatkan
compliance pasien melalui kerjasama
dokter,
farmasis,
dan
pasien
menyusun program terapi. Misal:
1)KIE
farmasis mengenai terapi
dengan baik kepada pasien.
2)Diagnosis akurat dan penataan
rejimen terapi yang individual dan
sesuai untuk tiap pasien.
AHA,
2013

Patient Resistant
Hypertension
A.KIE perubahan pola hidup
1.Diet
a. Mengurangi asupan garam yang berlebihan
b. Menurunkan berat badan
c. Mengurangi/stop konsumsi alkohol
d. Olahraga yang teratur
2.Farmakologi
a. Pemahaman mengenai obat dan indikasinya
b. Pemahaman mengenai dosis obat
c. Pemahaman mengenai ESO

B.KIE pengobatan yang harus kontinu


C.KIE untuk rutin kontrol (follow-up)

AHA,
2013

Resistant Hypertension
Disease
1.

KIE untuk menjaga pola hidup yang baik dengan lebih


ketat.

2.

KIE pengobatan yang harus kontinu.

3.

KIE untuk rutin kontrol (follow up).

4.

Penyesuaian dosis obat pasien, penelusuran interaksi


obat, atau rekomendasi untuk melakukan check target
organ damage.

AHA,
2013

Faktor Resiko Hipertensi


Resisten