Anda di halaman 1dari 5

Basic FSWP

Fundamental Safe Work Practice (FSWP) adalah merupakan Panduan Sistem


Dasar Praktek Kerja dengan Selamat yang diterapkan di PT. Chevron Pacific
Indonesia, bagi yang sudah penah bekerja sebagai karyawan PT.CPI atau
yang menjadi Bussiness Partner dari PT. CPI pasti mengenal ataupun pernah
mendengar sistem FSWP ini.
Meskipun demikian banyak yang tidak tahu apa sih FSWP itu sendiri dan
apalagi untuk implementasinya, karena di perusahaan lain tidak ada istilah
FSWP ini kalaupun ada pastimengadopsi dari PT. CPI. sedikit saya sharingkan
mengenai isinya karena saya sendiri sekarang masih bekerja sebagai
petugas keselamatan kerja disalah satu kontraktor atau bussiness partner PT.
CPI .
1.

2.

1.

2.

3.

SAFE OPERATION
Merupakan salah satu elemen dari Operational Excellence (OE) yang
berorientasi kepada cara kerja yang selamat, yang diterapkan pada
perusahaan asing maupun swasta yang menomor satukan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja.
penererapan pada semua jenis pekerjaan yang di lakukan di lapangan
dan harus berlaku kepada semua pegawai yang terlibat dalam melakukan
semua jenis pekerjaan.
TUJUAN
Sudah jelas yaitu setiap orang, termasuk kita, berkeinginan untuk
menyelesaikan pekerjaan masing-masing tanpa terjadi kecelakaan yang
menimpa rekan-rekan sekerja ataupun kepada diri kita sendiri. Pada tulisan
ini saya mencoba menguraikan secara praktis, semoga berguna untuk
pegawai beserta mitra kerja dalam melaksanakan prinsip dasar keselamatan
yang berhubungan dengan tugasnya sehari-hari.
Selanjutnya di jadikan komitmen bersama mulai dari Top ManaGemen
sampai Low Managemen, untuk mengembangkan kompetensi pegawai dan
menetapkan suatu lingkungan kerja dimana setiap pekerja bertanggung
jawab (responsible) dan bertanggung gugat (accountable) terhadap
kebiasaan dan praktek kerja yang selamat.
Berpartisipasi secara penuh untuk menunjukkan kepatuhan terhadap
prinsip dasar keselamatan, dalam mencapai visi OE yaitu nihil kecelakaan,
nihil tumpahan minyak, dan nihil down time.
7 ELEMENT FUNDAMENTAL SAFE WORK PRACTICE
1. KONTROL MASUK (ACCESS CONTROL)
Tujuan
Memastikan bahwa hanya orang yang berhak saja yang dapat masuk/bekerja
didalam fasilitas.

1.
2.
3.

Berwenang
Punya alasan yang absah
Terkait dengan operasi dan punya kepentingan bisnis - Memahami dan
memenuhi persyaratan memasuki dan bekerja di dalam fasilitas
4.
Menjaga keselamatan dan keamanan orang, serta fasilitas yang ada di
dalamnya.
2. IJIN KERJA UMUM (GENERAL WORK PERMIT)
Definisi Khusus
1.
Penanggung Jawab Fasilitas (Facility Owner/FO)
2.
Orang yang memelihara, mengawasi, mengkontrol fasilitas dan
bertanggung jawab terhadap operasi fasilitas (CGS TL, Wellwork Rep.,etc)
3.
Petugas Fasilitas Yang Ditunjuk (Facility Owner Designate/FOD)
4.
Orang yang bertugas membantu FO atau membantu persiapan tempat
atau mengawasi pekerjaan (Process Specialist, Sr.Operator, Tool Pusher,etc.)
5.
Penanggung Jawab Pelaksana (Person In Charge/PIC)
6.
Orang CPI atau yang ditunjuk untuk mewakili CPI yang bertanggung
jawab terhadap pekerjaan atau proyek ( TL Maintenance, Constr.TL,etc.)
7.
Penanggung Jawab Kerja Lapangan (Work Responsible Person/WRP)
8.
Orang CPI atau BP yang bertanggung jawab memimpin pelaksanaan
fisik pekerjaan.
9.
Petugas Yang Berwenang (Authorized Worker/AW)
10.
Petugas yang berwenang untuk bekerja di tempat tersebut. Bagian dari
General Work Permit apabila pekerjaan resiko tinggi akan dilakukan (Welder,
Fire Watcher)
Tujuan
1.
Membentuk komunikasi di antara kelompok kerja lintas fungsi di suatu
tempat kerja dalam melakukan pekerjaan tidak rutin.
2.
Mengingatkan pekerja akan bahaya yang akan timbul.
3.
Memastikan bahwa pekerjaan tersebut selamat untuk dilakukan.
3. PPE Personal Protective Equipment ( PPE ) Alat bantu sebagai
pertahanan terakhir untuk mengurangi resiko akibat dari suatu
kecelakaan.
Evaluasi
Bahaya:
Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui jenis atau komposisi besarnya
bahaya.
Tujuan
1.
Memastikan PPE telah dipilih dengan benar sesuai dengan bahaya
yang ada dan mengacu kepada standard.
2.
Memastikan Pegawai dan mitra kerja mendapatkan pelatihan yang
sesuai.
3.
Memastikan Pegawai dan mitra kerja memakai PPE yang tepat dengan
benar untuk pekerjaan yang memerlukannya
4. SOP/JSA (Standard Operating Procedures / Job Safety Analysis)

1.

2.

3.
4.

1.
2.

1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

1.

Definisi
SOP adalah langkah-langkah kerja tertulis yang terfokus kepada
pelaksanaan
pekerjaan
untuk
mengurangi
resiko
kerugian
dan
mempertahankan kehandalan.
Dalam SOP biasanya terdapat batasan operasi peralatan dan
keselamatan, prosedur menghidupkan, mengoperasikan, dan mematikan
peralatan.
JSA adalah suatu pendekatan struktural untuk mengidentifikasi potensi
bahaya dalam suatu pekerjaan dan memberikan langkah-langkah perbaikan.
JSA biasanya dibuat dengan cara membagi pekerjaan dalam langkahlangkah pekerjaan, selanjutnya menganalisa bahaya yang ada pada tiap
langkah kerja tersebut, memberikan langlah-langkah perbaikan, hingga
akhirnya didapati suatu urutan pekerjaan yang selamat.
Tujuan :
Memastikan bahwa Setiap pekerjaan mempunyai SOP dan JSA yang
diperlukan
Memastikan bahwa Setiap pekerja melakukan pekerjaan dengan
mengacu kepada SOP dan JSA yang diperlukan.
5. LOTO (Lock Out Tag Out)
Definisi
Pegawai berwenang : Pegawai yang mengunci /memblok /memasang
label pada mesin/peralatan untjuk melakukan perbaikan/modifikasi pada
peralatan tersebut
Berenergi: Berhubungan dengan sumber energi atau mengandung
energi sisa atau tersimpan
Alat pengisolasi energi: Alat mekanis yang secara fisik dapat
mencegah perpindahan atau pelepasan energi
Sumber energi: Setiap sumber energi listrik, mekanik hidrolik,
pneumatik, kimia panas dll
Penguncian (Lock Out):Pemasangan gembok pada alat pengisolasi
energi
Alat pengunci: Suatu alat yang dapat mengunci (gembok & anak kunci,
kunci kombinasi, dll)
Pemasangan label (Tag Out): Memasang label pada alat pengisolasian
energi
Memblok: Memasang suatu alat untuk mencegah gerakan energi,
mesin atau peralatan
Tujuan
Mencegah timbulnya energi yang tiba-tiba dan tidak diharapkan
(karena salah pengoperasian atau dihidupkan sebelum waktunya) dari
mesin, peralatan listrik dan fasilitas proses produksi yang sedang diperbaiki,
dioperasikan atau dilakukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan
dengan peralatan atau proses tersebut, yang dapat mencederai seseorang
atau merusak peralatan.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

1.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

1.
2.
3.
4.
5.

6. MSDS (Material Safety Data Sheet)


Definisi
MSDS (Material Safety Data Sheet): Lembaran data mengenai suatu bahan
kimia berbahaya yang memberikan informasi mengenai bahaya potensial
dan cara penanganan yang selamat atas bahan yang digunakan
Informasi yang terdapat di dalamnya:
Identifikasi
Unsur Berbahaya
Data Bahaya Api dan Ledakan
Data Fisik.
Data Bahaya Untuk Kesehatan
Informasi Pelindung Khusus
Prosedur Penanganan Tumpahan atau Kebocoran dan Tindakan
Pencegahan Khusus.
Tujuan
Menjamin bahwa bahaya bahan kimia yang ada di tempat kerja, dan
cara penanganannya dikomunikasikan secara baik sehingga pegawai dan
mitra kerja dapat bekerja dengan selamat dalam menggunakan bahan
tersebut
7. HOUSEKEEPING (Kebersihan)
Definisi
Housekeeping
Kegiatan
yang
dilakukan
untuk
membuat
suatu
daerah/fasilitas
menjadi
bersih
dan
teratur.
Teratur : Suatu tempat dalam keadaan teratur jika tidak terdapat barangbarang yang tidak perlu disana-sini, dan jika semua barang-barang yang
diperlukan terletak pada tempat yang semestinya dan disusun dengan rapi.
Tujuan
Memastikan fasilitas operasi berada dalam keadaan bersih dan teratur.
Keadaan tersebut memberikan manfaat sebagai berikut:
Menghilangkan kemungkinan cedera dan kebakaran
Mencegah pemborosan energ
Mengoptimalkan pemanfaatan ruangan
Membantu pengendalian limbah dan kerusakan aset
Menjamin kerapian tempat kerja
Mendorong kebiasaan kerja yang lebih baik
Mencermin tempat kerja yang dikelola baik
PENGUKURAN FSWP
Pengukuran Pelaksanaan FSWP Weekly Observation (Proses)
Mengobservasi perilaku orang orang yang menjalankan proses FSWP
Tool Lembaran Observasi (FSWP Observation Sheet)
Hasil Observasi Safe Behavior atau At-Risk/Unsafe Behavior.
Ukuran Sukses Persentase Safe Behavior (>90%)
Observer Leaders/FHES Reps

1.
2.
3.
4.

Pengukuran Kinerja FSWP Monthly Assessment (Hasil)


Menilai (Assess)kinerja FSWP
Tool Lembaran Penilaian Kinerja FSWP (FSWP Performance
AssessmentSheet)
Hasil Penilaian Level Kinerja FSWP (FSWP Performance Level):Skala 1
5
Penilai (Assessor) Leaders / FHES Reps.
Penilaian PMP Yearly Closing PMP (Proses +Hasil)