Anda di halaman 1dari 26
HYPNOTEACHING Menggunakan Rangkaian Kata Sugesti Pada Proses Pembelajaran Cemerlang Komunitas Guru Kreatif (Creativity
HYPNOTEACHING Menggunakan Rangkaian Kata Sugesti Pada Proses Pembelajaran Cemerlang Komunitas Guru Kreatif (Creativity

HYPNOTEACHING

Menggunakan Rangkaian Kata Sugesti Pada Proses Pembelajaran Cemerlang

Rangkaian Kata Sugesti Pada Proses Pembelajaran Cemerlang Komunitas Guru Kreatif (Creativity Teaching Community)
Rangkaian Kata Sugesti Pada Proses Pembelajaran Cemerlang Komunitas Guru Kreatif (Creativity Teaching Community)

Komunitas Guru Kreatif (Creativity Teaching Community) CREATACCOM

2013

BAB

I

RANGKAIAN KATA YANG DAPAT MENIMBULKAN SUGESTI PADA PROSES HIPNOTIS

KATA YANG DAPAT MENIMBULKAN SUGESTI PADA PROSES HIPNOTIS A. PENDAHULUAN Bahasa memiliki berbagai macam rangkaian

A. PENDAHULUAN

Bahasa memiliki berbagai macam rangkaian kata, pola kalimat, fungsi, sesuai dengan kebutuhan dan waktu individu dalam menyampaikan pesan, kata yang tersusun dengan baik atau tidak akan menimbulkan berbagai macam persepsi yang tidak dapat di jabarkan secara menyeluruh satu persatu, perbedaan persepsi tersebutlah yang selalu memicu timbulnya konflik dalam hubungan masyarakat sosial, menjadikan hubungan yang senjang antara kaum intelektual dan kaum biasa. Adanya

persamaan makna disini dapat menimbulkan suatu pengaruh yang besar bagi individu yang mendengarkan atau komunikan, yang di sebut dengan sugesti yang pada akhirnya akan menimbulkan proses pemberian sugesti pada tingkat tinggi yang di sebut hipnotis. Kadang orang berpikir bahwa hipnotis merupakan sesuatu yang negatif, mungkin karena dari tindak kelaziman bahwa telah banyak orang yang menjadi korban dalam modus penipuan yang tidak lain medianya dengan hipnotis. Sebenarnya ilmu yang di gunakan dalam tindak kejahatan bukan merupakan sesuatu yang ilmiah, kita dapa mengklasifikasikan antara ilmu yang ilmiah dan tidak, hipnotis yang di gunakan sebagai media kejahatan adalah gundam yang berbeda dari hipnotis, pada gundam mereka tidak menggunakan sugesti kata-kata melainkan dapat menggunakan asap rokok, sentuhan, maupun pandangan, dalam hal ini tidak di gunakan sugesti melainkan bantuan makhluk halus, dari sudut pandang agama islam ilmu tersebut di larang karena di khawatirkan menjadi syirik dan tidak dapat di nalarkan dengan akal pikiran, berbeda dengan hipnotis, hipnotis disini dapat di buktikan dan dapat di lakukan penelitian serta di perbolehkan dalam agama dan kesehatan, pada zaman dulu dan sekarang dari sudut pandang positif hipnotis dapat berguna dalam proses pemberian motivasi sehingga dapat merubah pola pikir menjadi lebih baik atau yang di kenal dengan hipnoterapy, hipnotis merupakan ilmu yang sangat mulia, dari itu ada baiknya kita memahami dan mempelajari hipnotis dan mengambil manfaatnya. Hipnotis mungkin merupakan sesuatu yang tidak asing di pendengaran masyarakat, karena hal ini kadang lebih sering terdengar atau relatif di hubungkan dengan persepsi negatif, karena hipnotis sering di salah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan, tidak jarang masyarakat menjadi korban kejahatan dengan modus penipuan dengan media hipnotis, atau mungkin kita sering melihat tayangan di stasiun televisi bagaimana Uya kuya atau Tomi Rafael menghipnotis orang dan kemudian orang tersebut secara tidak sadar mengikuti segala perintah yang di berikan padanya termasuk membeberkan rahasia-rahasia yang dia miliki di muka publik sehingga semua peristiwa tersebut menambah besar persepsi negatif masyarakat terhadap ilmu hipnotis, namun yang saya pikirkan adalah bagaimana jika hipnotis ini di gunakan untuk menginterogasi para pelaku kejahatan di kantor polisi atau pengadilan ? mungkin KPK tidak perlu sulit-sulit untuk mencari barang bukti dalam menegakkan supremasi hukum karena hanya dengan sekali hipnotis para tersangka tersebut akan membeberkan semua tindak kejahatannya. Hipnotis dapat di kategorikan sebagai contoh fenomena teori jarum hipodermik namun penggunaannya secara personal karena pada hal ini sugesti yang telah di berikan pada korban hipnotis akan di terjemahkan secara skeptisisme, karena pada saat itu diri kita berada pada pikiran alam bawah sadar yang sebenarnya di sanalah letak dan bentuk kecerdasan baik IQ, EQ, SQ, seseorang yang tidak pernah dapat di nyatakan saat kita berada di alam sadar atau alam nyata kita, dari alam

bawah sadar tersebut semua potensi dan tingkat kejujuran manusia akan dinyatakan tanpa dapat di tahan lagi dengan berbagai macam tindakan selama kita berada di bawah pengaruh hipnotis, kita dapat menganalogikannya seperti saat kita di kejar oleh seekor Anjing yang galak, dan pada saat itu kita akan mengerahkan semua kemampuan kita untuk dapat terhindar dari gigitan Anjing galak tersebut tanpa kenala lelah, atau seperti pada saat kita harus mengumpulkan tugas yang sudah deadline maka pada saat itu ide-ide kita baru akan muncul dengan sendirinya, artinya dengan masuknya sugesti hipnotis maka individu tersebut akan berada pada titik kebenaran, kejujuran, kecerdasan yang paling tinggi atau pembeberan semua potensial yang ada pada diri individu tersebut. Itu salah satu dari proses pemberian atau penafsiran sugesti. Pemberian sugesti dapat di lakukan dengan cara koersif maupun persuasif, semunya akan mampu memberikan dampak baik positif maupun negatif tergantung si pemberi sugesti. Pemberian secara koersif dapat di lakukan dengan cara di bentak, atau karena sering di beri hukuman apabila dia melanggar, maka hal itu secara tidak langsung akan memberikan sugesti bahwa dia harus melakukan tersebut, namun sugesti ini masih dalam tahap biasa, begitu pula sugesti secara persuasif artinya sugesti yang di berikan dengan cara halus atau dengan dokrinan yang lembut namun sebenarnya tajam, dan menuju pada pemahaman dari pasien hipnotis.

B. Kalimat Sugesti

Ketika kita menyampaikan informasi kepada orang lain tidak serta merta orang lain akan menerima sugesti yang kita sampaikan. Karena ada faktor-faktor tertentu yang membuat sugesti bisa diterima dengan baik oleh orang lain. Faktor-Faktor Penerimaan Sugesti tersebut adalah

1).

- Faktor Lingkungan

: Perbedaan lingkungan sangat mungkin menyebabkan perbedaan norma

yang berlaku sehingga beda lingkungan beda pula norma yang ada.

2).

- Faktor Usia

: Untuk budaya timur, factor usia juga mempengaruhi proses penerimaan

sugesti. Dimana ketika orang yang lebih tua yang menyampaikan maka sugesti jauh

lebih cepat

diterima daripada mereka yang masih muda

3).

: Kekuasaan/ Orang yang terpandang dalam komunitas biasanya juga

lebih

4).

- Faktor Otoritas cepat diterima - Faktor Fisik&jiwa

: Tentunya mereka yang sedang memiliki keadaan labil, seperti depresi,

gila, atau ada masalah dengan indera akan memiliki hambatan komunikasi yang lebih

besar

5).

tentunya - Faktor Bahasa

: Singkat, Jelas, Mudah dipahami, Dan Sesuaikan kata-kata dengan level

intelektual lawan bicara

Kapankah Sugesti itu cepat diterima?

Sugesti akan lebih cepat diterima orang lain ketika Sugesti itu dimasukkan dengan memasukkan unsur:

1).

SARA

: SARA (Suku, Adat, Ras dan Agama) adalah sarana yang sangat cepat untuk

menancapkan sugesti. Tidak aneh kalau pertikaian yang disebabkan oleh kasus SARA berawal dari hal yang sederhana. Karena keterhubungan pikiran yang disebabkan oleh masalah SARA begitu lekat sekali. Sehingga seseorang akan cepat menerima informasi ketika itu dihubungkan dengan unsur SARA

2).

Emosi

: Ketika seseorang sudah terbawa emosi maka orang tersebut sangat mudah sekali

untuk mengikuti sugesti. Karena ketika seseorang sedang terbawa emosi, pikiran bawah sadar manusia yang jauh lebih dominan. Alhasil proses berfikir kritis menjadi lemah dan mementingkan emosi semata. Seperti yang mungkin kita pernah dengar tentang kasus Perzinahan dan sejenisnya. Betapa mereka yang melakukan mengetahui bahwa perzinahan itu haram namun ketika emosi telah menguasai maka otak kritisnya terkalahkan oleh emosi syahwatnya semata

3).

Berkelompok

: Sugesti juga sangat cepat diterima ketika seseorang sedang berada dalam suatu

kelompok atau kerumunan. Tak jarang fenomena sederhana ini justru dimanfaatkan oleh “Tukang

obat” pinggir jalan dalam menjajakan dagangannya

4).

Hypnosis

: Hypnosis adalah proses dengan sengaja dalam membuat pikiran menjadi rileks dan

santai. Sehingga dalam keadaan santai maka informasi akan semakin cepat diterima oleh Pikiran dan menjadi memory

Sifat Bahasa Sugesti yang Baik Selain mengetahui kapan sugesti itu baik dilancarkan, kita juga perlu mengetahui bahwasanya Sugesti akan Optimal jika mengikuti kaidah berikut:

: Kata-kata yang bersifat personal lebih cepat diterima oleh pikiran.

Personal

Contoh : Kalimat “buku ini milik Andi” tentu lebih

dibandingkan

dengan kalimat “ buku ini milik dia”

diterima oleh pikiran dengan

baik

Repetition

: Semakin sering suatu kalimat mengalami perulangan semakin cepat kalimat

tersebut diterima oleh pikiran. Seperti halnya dalam pelajaran ketika anda belajar dahulu. Semakin sering anda mengulang pelajaran semakin anda menguasai pelajaran itu, bukan?

Present

: Pikiran kita hanya menerima sugesti yang bersifat kekinian (present) atau

yang

spesifik waktu kejadiannya. Contoh:

Bandingkan sugesti mana yang lebih diterima oleh memory anda:

“Tolong nanti kamu buatkan laporan acara hari ini yah”

“Tolong hari Senin kamu buatkan laporan acara hari ini yah”

Positive

: Pikiran kita tidak menerima sugesti negative.

Contoh: “Jangan Pikirkan Gajah berwarna Pink.” Apa yang kira-kira terjadi dalam fikiran anda?

Malahan anda

memikirkan gajak berwarna Pink, bukan?

Benefit

: Kalimat yang memberikan manfaat atau keuntungan bagi pribadi yang anda sugesti

tentu akan lebih diterima oleh

Contoh : “Kalau kamu sukses menjual produk ini, maka Toyota Innova sudah kami untuk dirimu”

Pikiran.

siapkan

Emotional

: Informasi/ Sugesti yang memiliki muatan emosional akan lebih cepat diterima

oleh fikiran manusia. Anda akan lebih terpengaruh (baca:tersugesti) jika kata-kata sugesti yang diberikan kepada anda memiliki muatan emosional. Sebagai contoh, bandingkan saja kedua kalimat sugesti berikut , kira-kira sugesti mana yang lebih diterima oleh memory anda:

Ayo kamu bangkit dan raihlah kesuksesan

“kamu ingat, kan? Ketika pacarmu meninggalkan dirimu sendiri ketika bisnismu hancur. Dan kini tak sedikitpun dia lagi memperdulikan keadaan kamu lagi . Inilah saatnya dirimu untuk bangkit. Ayo kamu bangkit, tunjukkan kepada dirinya bahwa kamu bisa sukses bahkan jauh lebih sukses daripada dia.”

Imajinatif

: Pikiran akan semakin cepat menerima suatu sugesti ketika informasi tersebut bisa

membawa seseorang sehingga seolah-olah mengalami akan sugesti tersebut. Sebagai contoh, bandingkan saja kedua kalimat sugesti berikut , kira-kira sugesti mana yang lebih diterima oleh memory anda:

“Setiap pagi, langkahkan kakimu ke kamar mandi dan ambillah sikat gigi lalu sikatkan perlahan namun pasti ke sela – sela gigi sampai gigimu terasa kesat dan segar.”

“Setiap pagi kamu sikat gigi yah”

C. PENGERTIAN HIPNOTIS

Hipnotis merupakan sebuah proses membawa seseorang untuk memasuki alam bawah sadar dengan melalui pemahaman kata-kata yang di susun menjadi sebuah sugesti, hipnotis merupakan sebuah proses yang ilmiah, yang pada zaman dahulu sudah pernah di gunakan dan di kembangkan oleh Dr. Ambroise Auguste Liebeault (1823 1904), sehingga sampai saat ini beliau di anggap sebagai

bapak hipnotis dunia, karena jasanya yang telah mengembangkan ilmu tersebut. Hipnotisme adalah suatu seni yang terkait dengan pikiran manusia, sedangkan pikiran manusia adalah suatu wilayah yang tak terhingga, dengan berbagai kemungkinan yang seringkali tak terduga. Dalam sebuah proses hipnotis yang dapat di akui hebat atau memiliki peran yang besar adalah pasien dari hipnotis tersebut, karena dia dapat dengan baik memahami dan menafsirkan pesan apa yang di sampaikan oleh penghipnotis tersebut, sehingga antara pasien dan penghipnotis memiliki satu ikatan kepercayaan yang di junjung dengan sangat tinggi dan membentuklah suatu sugesti. Sugesti merupakan proses dimana individu menerima suatu pandangan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa krititerlebih dahulu (gerungan, 2004;65), hipnotis juga merupakan sesuatu yang normal yang tidak melampaui batas nilai-nilai pemikiran manusia atau pasiennya. Proses Hipnotis harus di lakukan dengan seizin pasiennya, selain menjaga nilai-nilai ke sopanan juga akan membantu keberhasilan proses hipnotis, karena hipnotis tidak dapat di lakukan tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan. Pemberian sugesti merupakan sesuatu yang sudah lazim dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengambil contoh, ketika ada 2 orang anak dan 2 orang anak tersebut mendapatkan perlakuan yang berbeda,anak ke-1 selalu di puji bahwa dia pintar, baik, sopan dan selalu dapat membanggakan orang tuanya, namun anak yang ke-2 di perlakukan sebaliknya bahwa dia bodoh, bandel, pemalas dari perlakuan ini dapat di lihat hasilnya anak yang mendapatkan perlakuan baik atau pujian dia akan menjadi anak seperti yang di harapkan karena merasa mendapatkan dukungan moril, dia akan berpikir bahwa dia seperti itu dan secara tidak langsung dia akan melakukan hal positif tersebut, begitu pula anak yang mendapatkan perlakuan sebaliknya dia kan bertingkah seperti apa yang di sugestikan orang tuanya menjadi anak yang bodoh, bandel dan tidak sesuai harapan orang tuanya. Dalam kasus lainnya ketika 2 orang remaja putra dan putri, pada awalnya mereka tidak memiliki perasaan antara satu dan yang lainya, namun karena teman-teman sekitarnya selalu mengatakan bahwa mereka saling menyukai dan selalu mengejek bahwa mereka memiliki suatu hubungan spesial dan perlakuan itu di lakukan dengan intensitas yang besar, maka lama-kelamaan perasaan di antara mereka akan tumbuh, dan perasaan mereka yang biasa akan menjadi tidak biasa seperti yang di katakan teman sekitarnya. Dalam hal ini sugesti memiliki peranan yang sangat besar karena ada faktor intensitas yang besar pula. Kadang orang berfikir bahwa dengan hipnotis maka kita dapat memiliki kendali penuh atas orang yang di hipnotis sehingga dapat melakukan apapun sesuai perintahnya. Namun hal tersebut tidak benar, karena hipnotis tidak dapat memaksa orang yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kehendaknya. Dan alasan lainnya adalah hipnotis merupakan proses pemusatan perhatian pada tingkat konsentrasi tinggi dalam keadaan terjaga bukan dalam keadaan pingsan. Dan seseorang yang di hipnotis dapat mengungkapkan aib atau sisi gelap hidupnya hanya dengan apabila orang tersebut

memiliki keinginan untuk mengeluarkannya saja atau ada keingina untuk membuat pernyataan, dan bukan merupakan sebuah paksaan karena hipnotis tidak dapat melakukan sesuatu yang bertentangan. Hipnotis dapat memberikan beberapa manfaat seperti: seperti hipnotis berat badan, menyembuhkan masalah memori,melupakan kenangan masa lalu, insomnia, kesedihan, gagap, kepercayaan diri, rasa malu, proses persalinan, masalah kulit, berbicara di depan umum, kecemasan, rasa sakit, gangguan kebiasaan, phobia, dan lainnya. Hipnotis semacam ini di sebut dengan Hipnoterapi. Terkait dengan cara kerja hipsosis, menurut John Kihlstrom, “The hypnotist does not hypnotize

the individual. Rather, the hypnotist serves as a sort of coach or tutor whose job is to help the person become hypnotized”. Dari pernyataan ini tampaknya cara kerja hipnosis sangat bergantung pada kesiapan dan kerelaan dari orang yang dihipnosisnya. Setiap individu mempunyai pengalaman hipnosis yang beragam, beberapa orang mengatakan bahwa selama dalam kondisi terhipnosis mereka mengalami perasaan relaksasi yang ekstrim. Di satu sisi ada yang mengatakan bahwa ketika terhipnosis, segala tindakannya berada di luar kesadaran mereka, di lain pihak ada pula yang mengatakan bahwa mereka sepenuhnya tetap dalam keadaan sadar. Hasil eksperimen yang dilakukan Ernest Hilgard terhadap dua kelompok yang terhipnosis dan tidak terhipnosis menunjukkan bahwa hipnosis dapat mengubah persepsi seseorang. Dalam eksperimen tersebut, kedua kelompok diminta untuk meletakkan tangan ke dalam air es yang dingin

Ketika mengangkat kembali tangannya, kelompok yang tidak

dalam waktu beberapa menit

terhipnosis merasakan rasa sakit di tangannya, sementara mereka yang terhipnosis mampu mengangkat kembali tangannya dengan tanpa mengalami rasa sakit. Banyak orang berpikir bahwa mereka tidak dapat dihipnosis, namun hasil penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar orang ternyata dapat dihipnosis (hypnotizable).

Lima belas persen orang sangat responsif terhadap hipnosis.

Anak-anak cenderung lebih rentan terhadap hipnosis.

Sekitar sepuluh persen orang dewasa dianggap sulit atau tidak mungkin untuk dihipnosis.

Orang mudah berfantasi jauh lebih responsif terhadap hipnosis.

D. PROSES HIPNOTIS

Salah satu model psikologi yang paling sederhana untuk menjelaskan fenomena hipnotis adalah model yang membagi pikiran menjadi 2 bagian utama, yaitu : Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar merupakan area yang mungkin selama ini kita anggap sebagai “pikiran” kita. Di area inilah kita menganggap diri kita berpikir secara rasional dan logis.

Pikiran bawah sadar merupakan area pikiran yang jauh tersimpan dalam diri kita. Pikiran bawah sadar akan memberi pengaruh pada semua tindakan individu bahkan pengaruhnya lebih besar dari pada pikiran sadar. Dalam sebuah proses hipnotis ada beberapa hal atau syarat yang harus di penuhi, hal yang paling utama adalah sebuah ikatan kepercayaan, dengan adanya sebuah kepercayaan maka akan memperlancar proses hipnotis karena orang yang di hipnotis akan memberikan sepenuhnya konsentrasi pada imajinasi sugesti penghipnotis. Sebelum melakukan hipnotis biasanya penghipnotis akan melakukan pritest (pra induksi test) terlebih dahulu sambil di perintahkan untuk menarik nafas, yang tujuannya untuk melihat siapa-siapa saja yang mudah untuk di hipnotis agar mempermudah proses hipnotis, kemudian baru di lakukan proses pemberian sugesti yang bertujuan untuk mengantarkan pasien ke alam bawah sadarnya. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya pada prose penelitian.

E. SYARAT SAAT MELAKUKAN HIPNOTIS

Proses hipnotis bukan sesuatu yang mudah di lakukan, proses ini dapat di pengaruhi oleh banyak hal seperti :

1. Suasana ruangan atau tempat. Yang di maksudkan suasana disini adalah bagaiman keadaan lingkungan sekitar, apakah mendukung atau tidak untuk di lakukan proses transformasi sugesti, suasana yang tenang akan mempermudah keberhasilan pemberian sugesti, karena akan meningkatkan daya imajinasi dan nalar individu sehingga konsentrasinya tidak akan buyar dan terpecah ke berbagai hal lain, semakin banyak gangguan maka akan semakin kecil tingkat keberhasilannya.

2. Keadaan individu Keadaan individu akan mempermudah atau mempersulit proses sugesti, orang yang sedang dalam keadaan kalut atau kacau suasana hatinya (disosiasi) akan lebih mudah di hipnotis, karena dia sedang membutuhka seseorang untuk mencurahkan perasannya sehingga dia akan mendengarkan dan fokus pada sugesti yang di berikan, selain itu karena hambatan berpikir, otoritas, will to believe atau dalam pengertian lain adanya kepercayaan pada penghipnotis, semakin individu mempercayai pengipnotis maka akan semakin mempermudah terjadinya transformasi sugesti.

3. Karakteristik dan sifat individu Orang yang memiliki sifat lebih halus akan lebih mudah di hipnotis di bandingkan orang yang maskulin, saya ambil contoh seorang wanita, mereka akan lebih mudah di lakukan hipnotis bila di bandingkan laki-laki, karena seorang wanita lebih menggunakan perasaannya dalam menanggapi suatu persoalan.

F. SYARAT PELAKU HIPNOTIS DALAM MENYAMPAIKAN KATA DEMI KATA.

Rangkain kata yang di sampaikan penghipnotis harus lebih mudah di cerna oleh imajinasi pasien, komunikasi penghipnotis harus sangat baik dalam menuturkan kata demi kata, saya akan jabarkan penyampaian kata seperti apa saja yang dapat memberikan sugesti dengan baik :

1. Ritme

Ritme yang cepat atau lambat akan mempengaruhi pasien dalam menangkap sugesti, sehingga kita harus menyesuaikan kecepatan suara kita dengan nafas pasien hipnotis kita, karena yang akan memudahkan penghipnotis untuk mengantarkan ke alam bawah sadar adalah suasana saat pasien menghembuskan nafas.

2. Nada suara (Dinamika)

Ada 2 macam nada ( Dinamika) yang dapat di gunakan, yaitu :

Nada yang monoton adalah penggunaan nada yang cenderung datar dari awal hingga akhir dan cenderung di ulang-ulang, yang tujuannya agar pasien menjadi bosan dan tertidur sehingga lebih mempercepat memasuki alam bawah sadarnya.

Nada suara bergelombang adalah penggunaan nada yang naik turun dinamikanya, bisa lemah- keras, rendah-tinggi. Pada awalnya penghipnotis menyampaikan sugesti dengan nada rendah, kemudian semakin meninggi hingga membawa pasien ke alam bawah sadar.

3. Kata-kata yang sudah lazim

Sampaikan sugesti dengan rangkaian kata yang sudah biasa di dengar, agar pasien akan mudah memahami dan mudah mengimajinasikannya seperti “bayangkan oleh anda bahwa anda sedang berada di tempat yang paling nyaman” dengan kalimat ini si pasien pasti dapat dengan mudah membayangkannya, karena bahasa tersebut sudah biasa di dengar dan di lakukan. Kemudian berikan sugesti yang sifatnya rutinitas seperti “Berhitunglah dari 1 sampai 10, tiap- tiap hitungan akan membuat anda memasuki alam bawah sadar anda”.

4. tidak menggunakan kata yang terpotong-potong

Jangan sampaikan sugesti dengan rangkaian kata yang terpotong-potong seperti “ehhhmm.,….eehh,…mmm …,eeeee….” Karena itu akann membuyarkan imajinasi pasien. Kata-kata yang di sampaikan dengan memenuhi persyaratan di atas akan di terima dengan baik oleh indera pendengaran, kemudian di transformasikan dalam otak untuk di imajinasaikan, dan proses kerjanya akan di pengaruhi oleh kerja syaraf otak sehingga otak akan menjadi sangat rileks, dan syaraf otak akan mengalami titik jenuh dan tertidur.

G. Beberapa Mitos tentang Hipnosis

Mitos 1: Bila Anda terbangun dari hipnosis, Anda tidak akan ingat apa-apa yang terjadi ketika Anda terhipnosis. Hipnosis memang memiliki dampak yang signifikan terhadap memori. Pasca-hipnosis dapat menyebabkan seseorang melupakan hal-hal tertentu yang terjadi sebelum atau selama hipnosis, namun efek ini sifatnya terbatas dan sementara.

Mitos 2: Hipnosis dapat membantu orang mengingat rincian pasti tentang kejahatan yang mereka saksikan. Hasil penelitian telah menemukan bukti bahwa hipnosis tidak mengarah kepada

peningkatan memori yang signifikan atau ketepatan, dalam hipnosis sangat mungkin tergungkap hal

Oleh karena itu, data yang terungkap melalui

yang tidak sebenarnya atau terjadi distorsi memori

hipnosis tidak bisa dijadikan sebagai bukti atau kesaksian atas suatu tindakan kejahatan.

Mitos 3: Anda dapat dihipnosis melawan kehendak Anda. Meskipun banyak diceritakan ada orang yang dihipnosis tanpa persetujuannya, tetapi sesungguhnya hipnosis membutuhkan partisipasi sukarela dari orang yang yang bersangkutan.

Mitos 4: Orang yang mengpnotis memiliki kontrol penuh terhadap tindakan Anda ketika Anda sedang dihipnosis. Orang yang menghipnosis tidak dapat membuat Anda melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai atau moral yang Anda yakini.

Mitos 5: Hipnosis dapat membuat Anda super-kuat atau hebat. Hipnosis memang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja/penampilan seseorang, tetapi tidak lantas membuat orang menjadi kuat atau hebat, di luar batas kemampuan fisik yang sebenarnya.

A.

BAB

II

HYPNOTEACHING PEMBELAJARAN YANG MENGHIPNOTIS

A. BAB II HYPNOTEACHING PEMBELAJARAN YANG MENGHIPNOTIS PENDAHULUAN Manusia secara fitroh penciptaan telah dianugerahi

PENDAHULUAN Manusia secara fitroh penciptaan telah dianugerahi kekuatan pikiran yang sangat luar biasa. Dewasa ini manusia Indonesia sedang dipusingkan” dengan adanya fenomena otak tengah. Padahal semua itu sudah ada dalam diri, hanya saja kebanyakan manusia tidak mengetahui apalagi mengsplorasinya. Kedahsyatan kekuatan pikiran yang sebenarnya belum bisa dimaksimalisasi oleh sistem pendidikan Indonesia warisan penjajahan. Para siswa mulai dari murid kelas dasar (SD) hingga perguruan tinggi (PT) hanya disiapkan sebagai tenaga kerja atau “robot-robot industri”. Sekolah dan kampus hanya memproduksi para

calon tenaga kerja yang siap dipasarkan dalam lapangan pekerjaan. Otak para anak didik hanya disiapkan untuk menjadi pegawai dan buruh. Otak anak bangsa Indonesia hanya dipakai hanya sebatas menghafal angka dan huruf saja. Mencari nilai dikertas dan ijasah untuk kemudian dijual kepada perusahaan, instansi, kantor dan berbagai lapangan kerja lain. Hypnoteaching muncul untuk memberikan kontribusi peringatan akan kedahsyatan otak yang untuk sementara waktu sering mubadzir disekolahan.

B. Gelombang otak Untuk mengakses pikiran bawah sadar dan mengukur keaktifan otak kita dapat menggunakan alat yang bernama EEG (Electroenchephalography). Hasil pengukuran tersebut dapat diketahui tingkat kesadaran otak dengan melihat gelombang otak yang tampil dimonitor. Berikut jenis jenis gelombang otak:

Pertama, Beta (12 25 cps) cps = cycles per secon. Pada kondisi beta seseorang berada dalam kesadaran penuh dengan pikiran sadar yang sangat dominan sehingga dia mampu mengerjakan beberapa kegiatan dalam waktu yang bersamaan seperti mengendarai mobil sampil bernyanyi dan mendengarkan musik.

Kedua, Alpha (7 12 cps) Pada kondisi alpha sesorang mulai berkurang rasa kritis, analitis dan waspada, mulai terbuka terhadap masukan. Biasanya terjadi jika pada kondisi senang, santai, berimajinasi, menjelang tidur.

Ketiga, Theta (4 7 cps) Pada kondisi theta seseorang dalam kondisi sangat relaks antara sadar dan tidur lelap. Pikiran bawah sadar tetap aktif dan panca indera masih menerima stimulus dari luar. Artinya pada kondisi ini masih dapat menerima masukan dari luar.

Keempat, Delta (0,5 4 cps). Pada kondisi delta seseorang berada dalam kondisi tidur yang sangat pulas tanpa mimpi. Kondisi panca indera sudah tidak aktif dan tidak dapat menerima masukan dari luar.

tidur yang sangat pulas tanpa mimpi. Kondisi panca indera sudah tidak aktif dan tidak dapat menerima
tidur yang sangat pulas tanpa mimpi. Kondisi panca indera sudah tidak aktif dan tidak dapat menerima

EEG (Electroencephalography) alat yang digunakan untuk mangakses pikiran bawah sadar

macam-macam gelombang otak hasil pengukuran dengan EEG

sadar macam-macam gelombang otak hasil pengukuran dengan EEG Sesuai dengan pengertian hypnosis di atas, pada
sadar macam-macam gelombang otak hasil pengukuran dengan EEG Sesuai dengan pengertian hypnosis di atas, pada

Sesuai dengan pengertian hypnosis di atas, pada hypnoteaching juga terdapat upaya untuk menurunkan gelombang otak dari kondisi beta ke alpha atau theta. Hal ini bertujuan agar siswa lebih mudah menerima informasi secara efektif tanpa hambatan disimpan dalam pikiran bawah sadar yang kekutannya 80% berbanding 20% dengan pikiran sadar. Informasi yang tersimpan tadi selanjutnya dapat menjadi bentuk perilaku kalau informasinya negatif perilakunya negatif demikian juga sebaliknya.

Dalam praktiknya seorang guru dituntut untuk membawa siswa (menghipnotis) kedalam kondisi relaks, bawah sadar. Pendeknya bagaimana seorang guru mengunakan bahasa-bahasa yang dapat membuat relaks dan nyaman si peserta didik. Hal ini menyakut ketrampilan berbicara seorang guru. Selain itu teknik improvisasi yang bagus, intonasi suara diatur, bersifat persuasif penuh bujukan, kualitas vokal, pemilihan kata dll penting pada proses hypnoteching. Ketika si peserta didik berada pada gelombang otak alpha, saat itu si guru memasukkan affirmasi positif atau sugesti positif kepada pikiran bawah sadar si peserta didik. Affirmasi adalah ucapan-ucapan positif untuk mengantikan nilai-nilai negatif dalam pikiran bawah sadar. Ada beberapa pantangan dalam membuat affirmasi:

misalnya tidak boleh mengunakan kata "akan", dan kata-kata bermakna negatif seperti "tidak", "jangan" dll.

C. PENGERTIAN HYPNOTEACHING Hypnoteaching merupakan improvisasi dari sebuah metode pembelajaran dan pendidikan. Hypnoteaching mencoba hadir dengan menyuguhkan sebuah pendekatan konseptual baru dalam bidang pendidikan, pembinaan dan sekaligus “pencerahan dan pengobatan” pada para siswa yang bermasalah. Hypnoteaching merupakan perpaduan antara kedahsyatan ilmu hipnosis dengan kemuliaan ilmu pendidikan. Dewasa ini sekolah sering kali merasa kelimpungan dan kebingungan dalam menghadapi fenomena problematika siswa. Mulai dari faktor kemalasan, keminiman minat belajar dan motivasi menuntut ilmu yang sangat rendah. Disamping itu, banyak diantara para pelajar yang suka berbuat ulah, suka bikin onar dan masalah, pacaran kelewat batas, berkelahi, merokok, minum-minuman keras hingga pada taraf yang lebih mengerikan. Dalam sisi yang lain para guru juga belum bisa memberikan jalan keluar yang bijak selain memberikan hukuman dan mengeluarkan siswa yang bermasalah. Pada sisi lain, kegiatan belajar mengajar dikelas terasa begitu membosankan, menyebalkan dan terasa laksana penjara. Siswa dan guru sama-sama tidak bisa menikmati proses KBM dengan penuh suka cita. Rasa pusing, malas, monoton, emosi dan berbagai energi negatif setiap hari bersarang dalam hati dan pikiran. Hypnoteaching hadir sebagai sebagai “obat” bagi sakitnya sistem kegiatan belajar mengajar disekolah, yang sampai saat ini sangat terasa….!.

D. MANFAAT HYPNOTEACHING Berikut adalah beberapa manfaat yang dihasilkan dari pelatihan hypnoteaching. 1. Proses pembelajaran terasa lebih mengasyikan dan menyenangkan 2. Menghadirkan pendekatan hati sanubari dalam proses KBM dan diluar kelas (menjalin hubungan harmonis antara guru & siswa)

3.

Menarik perhatian siswa dengan berbagai permainan kreasi

4. Mengatasi anak-anak yang malas belajar dengan komunikasi diri

5. Membantu persoalan psikologis mentalitas siswa dengan The Power of Mind (kekuatan pikiran manusia).

6. Menyembuhkan kecanduan rokok, minuman keras dalam 20 menit

7. Mengobati sakit hati dan problem pikiran siswa dan guru, dalam waktu 15 menit.

8. Mengungkit semangat belajar siswa dengan permainan hipnosis.

9. Menyembuhkan penyakit spikosomatik siswa dan guru melalui program Subcuoncius Mind.

10.Mematahkan kekuatan “ego” siswa yang sok kuat, sok berkuasa, sok jago dan sok hebat melalui trik-trik ringan hipnosis dan lain-lain.

E. RAHASIA HYPNOTEACHING Hypnoteaching hanya bermain dalam tataran kekuatan pikiran alam bawah sadar. Sebuah kekuatan pikiran yang secara fitroh kodrati telah diberikan Allah kepada setiap manusia. Dengan menguasai hypnoteaching, maka para guru dan pendidik akan memahami pola kerja pikiran yang sebenarnya. Adanya kapasitas otak, otak kanan, otak kiri, otak tengah, gelombang otak, pikiran sadar dan bawah sadar, hormon yang diproduksi oleh otak dan terkait dengan kesehatan tubuh. Hypnoteaching murni bermain dalam tataran eksplorasi alam pikiran saja, tidak ada unsur-unsur magis disini. Jika jumlah guru di Indonesia ada 1 juta, maka hanya 1,7 % saja guru di Indonesia yang sudah melaksanakan pembelajaran dengan benar, 88,3% sisanya masih mengandalkan metode ceramah di kelas. Jika kita merujuk kepada teori yang diajukan oleh kemendiknas di atas, maka wajar saja jika siswa kita belum bisa mencapai standar kompetensi lulusan dengan baik karena proses pembelajaran (baca: standard isi dan proses) yang dilakukan oleh guru-guru masih monoton. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi dengan pendidikan kita?

F. Bagaimana Melakukan Hypnoteaching? Untuk melakukan hypnoteaching, hanya diperlukan langkah-langkah sederhana namun jitu. Untuk menjadi ahli dalam hypnoteaching, diperlukan latihan yang wajib dilakukan sesering mungkin ketika menyajikan sesi pelajaran. Dengan menerapkan langkah-langkah dasar dibawah ini, Anda dapat melakukan hypnoteaching secara mandiri ketika mengajar. Berikut ini adalah langkah-langkah dasar hypnoteaching yang wajib dilakukan agar dapat menguasai jurus menjadi guru yang setara dengan motivator dunia. Langkah-langkah tersebut adalah :

Kesuksesan seseorang tergantung pada niat seseorang untuk bersusah payah dan bekerja cerdas untuk mencapai kesuksesan tersebut. Niat yang besar akan memunculkan motivasi yang tinggi, serta komitmen untuk concern dan survive pada bidang yang Anda tekuni. Sehebat apapun metode yang saya ceritakan, sesukses apapun orang-orang yang telah melaksanakan teknik ini, tanpa niat yang besar dari Anda, maka Anda hanya menjadi Anda yang sekarang. Tidak bertambah dan berkembang kualitasnya. Sebaliknya, jika Anda memiliki niat yang besar untuk mempelajari dan melatih hypnoteaching, maka Anda akan membuktikan sendiri betapa dahsyatnya metode ini. Saran saya, lakukan saja sesuatu yang Anda yakin akan dapat mengembangkan kualitas diri Anda. Termasuk hypnoteaching. Abaikan suara-suara dan perasaan-perasaan yang menghambat untuk maju.

2. Teknik Pacing Langkah kedua ini adalah langkah yang sangat penting. Pacing berarti menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain, atau siswa Anda. Prinsip dasar disini adalah “manusia cenderung, atau lebih suka berkumpul / berinteraksi dengan sejenisnya / memiliki banyak kesamaan”.Secara alami dan naluriah, setiap orang pasti akan merasa nyaman dan senang untuk berkumpul dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengannya. Seperti misalnya Anda yang berprofesi sebagai guru / pendidik. Jika Anda boleh memilih, pasti Anda lebih nyaman berkumpul dan ngobrol bersama sesama guru / pendidik meski dari usia yang berbeda-beda, daripada Anda berkumpul dengan para anggota DPR atau pengusaha pabrik yang kaya raya, atau mungkin para gembel. Jika Anda merasa nyaman berkumpul dengan orang pada golongan tertentu, hal tersebut berarti Anda memiliki banyak kesamaan dengan orang-orang dalam golongan tersebut. Kesamaan-kesamaan diantara beberapa orang, akan memancarkan gelombang otak yang sama. Sehingga orang-orang dalam golongan itu akan merasa nyaman berada di dalamnya. Dengan kenyamanan yang bersumber dari kesamaan gelombang otak ini, maka setiap pesan yang disampaikan dari orang satu pada orang-orang yang lain akan dapat diterima dan dipahami dengan sangat baik. Sama dengan siswa-siswa kita. Jika mereka membenci sesi pengajaran Anda, berarti gelombang otak Anda belum setara dengan mereka. Anda dan para siswa Anda belum “click”. Meskipun usia Anda jauh lebih tua daripada siswa Anda, namun gelombang otak dapat disetarakan dengan melakukan atau seakan-akan melakukan dan berfikir seperti siswa Anda. Dalam hal ini, Anda wajib mengalah terlebih dahulu. Dalam arti Andalah yang harus menyesuaikan gelombang otak Anda pada siswa Anda. Bukan sebaliknya siswa Anda yang menyesuaikan gelombang otak Anda.

Bagaimana cara melakukan pacing pada siswa Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk pacing bagi siswa di sekolah.

Bayangkan Anda adalah seusia siswa-siswa Anda. Disamping juga melakukan aktivitas dan merasakan hal-hal yang dialami siswa-siswa Anda pada masa SEKARANG. Bukan pada saat Anda masih sekolah dulu.

Gunakan bahasa yang sesuai dengan bahasa yang sering digunakan oleh siswa-siswa Anda. Kalau perlu gunakan bahasa gaul yang sedang trend di kalangan siswa-siswa Anda.

Lakukan gerakan-gerakan dan mimik wajah yang sesuai dengan tema bahasan Anda.

Sangkutkan tema pelajaran Anda dengan tema-tema yang sedang trend di kalangan siswa- siswa Anda.

Selalu update pengetahuan Anda tentang tema, bahasa hingga gossip terbaru yang sedang trend di kalangan siswa Anda.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka tanpa sadar gelombang pikiran Anda telah sama dengan para siswa. Akibatnya adalah siswa-siswa Anda merasa nyaman untuk bertemu dengan Anda. Jika hal ini telah terjadi, maka bersiaplah untuk melakukan langkah berikutnya.

3.

Leading Leading berarti memimpin atau mengarahkan setelah proses pacing Anda lakukan. Jika Anda melakukan leading tanpa didahului dengan pacing, hal itu sama saja dengan memberikan perintah pada siswa Anda dengan resiko siswa Anda melakukannya dengan terpaksa dan tertekan. Hal ini akan berakibat pada penolakan siswa Anda pada diri Anda. Atau lebih kongkritnya adalah siswa Anda akan lebih senang dan gembira ketika Anda menderita sakit sehingga tidak dapat mengajar pada jam Anda. Maukah Anda menjadi guru yang demikian ?? Saya yakin Anda ingin sebaliknya. Setelah Anda melakukan pacing, maka siswa Anda akan merasa nyaman dengan Anda. Pada saat itulah hampir setiap apapun yang Anda ucapkan atau tugaskan pada siswa Anda, maka siswa Anda akan melakukannya dengan suka rela dan bahagia. Anda bagaikan kekasih bagi siswa Anda (bukan berarti melibatkan romantisme). Dalam arti, siswa Anda akan selalu menantikan sesi pelajaran Anda. Sesulit apapun materi Anda, maka pikiran bawah sadar siswa Anda akan menangkap materi pelajaran Anda adalah hal yang mudah. Jika siswa Anda yakin bahwa pelajaran Anda adalah mudah, maka sesulit apapun soal ujian yang diujikan, akan ikut menjadi mudah, dan siswa Anda akan dapat meraih prestasi belajar yang gemilang. Menakjubkan bukan ?

4. Gunakan kata positif Langkah berikutnya adalah langkah pendukung dalam melakukan pacing dan leading. Penggunaan kata positif ini sesuai dengan cara kerja pikiran bawah sadar yang tidak mau menerima kata negative. Contohnya adalah sebagai berikut, perhatikan kalimat saya berikut ini :

“Bapak – ibu guru sekalian. Saya minta Anda untuk jangan pernah sekali-kali membayangkan kelinci memakai topi. Saya ulangi lagi bahwa Anda tidak diperkenankan sama sekali untuk membayangkan kelinci memakai topi. Karena Anda saat ini benar-benar dilarang keras untuk membayangkan kelinci memakai topi. Sekali lagi saya ingatkan jangan pernah mencoba untuk membayangkan kelinci memakai topi”. Apa yang terjadi? Apakah Anda malah sempat membayangkan kelinci yang memakai topi? Padahal saya telah bilang jangan pernah, tidak diperkenankan, dilarang keras, dan jangan pernah mencoba. Namun yang terjadi adalah Anda semakin membayangkan. Jika Anda ingin lebih membuktikan hal ini, bacakan kalimat tersebut pada rekan kerja Anda, atau pada siswa Anda. Saya yakin akan banyak sekali yang tertawa terbahak-bahak, karena terbayang betapa lucunya kelinci memakai topi. Itulah yang terjadi pada pikiran bawah sadar manusia, yaitu tidak menerima kata negative. Jika ada kata negative, maka yang diterima adalah kata dibelakang kata negative tersebut. Sedangkan kata negative-nya diabaikan. Misalnya kalimat “jangan ramai”, maka yang ditangkap adalah “ramai”. Maka yang terjadi siswa Anda malah ramai. Anda bisa lakukan percobaan kecil pada anak yang berusia dibawah 5 tahun. Karena pada usia ini pikiran sadarnya belum terbentuk sempurna. Sehingga masih didominasi oleh pikiran bawah sadar. Ketika anak usia dibawah 5 tahun menangis, coba katakan “jangan nangis”, maka yang terjadi adalah ia menangis semakin keras. Dalam hal ini, sebaiknya cari padanan kata yang positif. Misalnya “jangan ramai” diganti “tenang” atau “diam”. Saya yakin Anda, sebagai guru pasti lebih kreatif dalam memilih padanan kata daripada

saya.

5. Berikan pujian Pujian merupakan reward peningkatan harga diri seseorang. Pujian merupakan salah satu cara untuk membentuk konsep diri seseorang. Maka berikanlah pujian dengan tulus pada siswa Anda. Khususnya ketika ia berhasil melakukan atau mencapai prestasi. Sekecil apapun bentuk prestasinya, tetap berikan pujian. Termasuk ketika ia berhasil melakukan perubahan positif pada dirinya sendiri, meski mungkin masih berada di bawah standart teman-temannya,

tetaplah berikan pujian. Dengan pujian, seseorang akan terdorong untuk melakukan yang lebih dari sebelumnya. Dalam memberikan pujian, hindari pula kata penghubung negative. Misalnya : tapi, namun, cuma saja, dan lain sebagainya. Karena penggunaan kata-kata tersebut akan membuat pujian Anda sia-sia dan terkesan mengolok-olok. Contohnya kalimat pujian:

“Adi, kamu itu anak yang pandai, ibu / bapak seneng sekali punya murid seperti kamu. Tapi sayangnya kamu kurang memperhatikan kerapian pakaianmu”. Bayangkan jika anda sendiri dipuji orang dengan kalimat seperti itu. Pernahkah Anda dipuji dengan kalimat seperti itu ? Saya yakin pernah. Coba Anda ingat dan rasakan kembali pada saat anda dipuji dengan kalimat seperti itu. Dapatkah Anda rasakan seakan-akan Anda merasa bangga ketika awal kalimat itu diucapkan. Dan kemudian seakan-akan ada perisai besar dan tebal menyelimuti diri Anda, ketika kata “tapi” diucapkan? Jika pujian digabungkan dengan kritik atau saran, maka yang lebih tertangkap adalah bentuk penyerangan pada harga diri orang yang di puji. Bukannya meningkatkan harga diri, malah menjatuhkan. Memang ini adalah hal yang sepele dan sering terjadi. Namun efeknya sangat besar dalam system psikologis seseorang. Cara untuk menghindari kata penghubung negative adalah dengan menghilangkan kata penghubung tersebut. Misalnya “Kamu sebetulnya adalah siswa yang pandai, sangat membanggakan. Akan lebih membanggakan lagi kalau kamu lebih memperhatikan kerapian penampilanmu”. Dengan demikian perisai pelindung harga diri belum sempat keluar, namun sudah keburu pesan perbaikan (kritik) masuk dalam program bawah sadarnya.

6.

Modeling Modeling adalah proses memberi tauladan melalui ucapan dan perilaku yang konsisten. Hal ini sangat perlu dan menjadi salah satu kunci hypnoteaching. Setelah siswa menjadi nyaman dengan Anda, kemudian dapat Anda arahkan sesuai yang Anda inginkan, dengan modal kalimat-kalimat positif. Maka perlu pula kepercayaan (trust) siswa pada Anda dimantapkan dengan perilaku Anda yang konsisten dengan ucapan dan ajaran Anda. Sehingga Anda selalu menjadi figure yang dipercaya. Sangat mudah bukan. Metode ini sangat dahsyat jika Anda terapkan pada siswa Anda. Atau jika Anda berkenan, Anda juga dapat menerapkannya pada rekan kerja Anda, istri/suami Anda, putra-putri Anda, orang tua Anda, tetangga Anda. Sekali lagi saya ingatkan, bahwa metode ini sangat dahsyat mempengaruhi pikiran lawan bicara Anda. Terlebih jika Anda selalu melatihnya setiap saat. Namun jika artikel ini hanya

Anda maknai hanya sebagai pengetahuan, maka Anda akan mendapatkan sebuah wacana yang luar biasa. Akhirnya, saya mengucapkan selamat mencoba metode terdahsyat masa ini. Metode yang dapat membuat siswa Anda menjadi senang bersekolah, dan menjadi insan cerdas yang luar biasa.

G. Menerapkan Pembelajaran Hypnoteaching Dalam Kelas Lebih Aktif Dan Cemerlang Metode pembelajaran yang digunakan guru didalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Seorang guru dituntut untuk menguasai berbagai model-model pembelajaran, di mana melalui model pembelajaran yang digunakannya akan dapat memberikan nilai tambah bagi transfer ilmu dan pembentukan karakter anak didiknya. Pembelajaran hypnoteaching pada saat ini merupakan sesuatu hal yang sangat baru dikenal oleh guru guru pada zaman sekarang terutama guru tingkat SMK. Sejak dulu banyak guru masih menggunakan metode konvensional didalam mengajarkan sesuatu kepada peserta didiknya. Dan dialam menguasai kelas dan menertibkan kelas menggunakan kekerasan. Hal ini menciptakan pengalaman belajar bahwa dalam menyelesaikan masalah menggunakan kekerasan. Mengutip ungkapan dari Khalil Gibran, tentang Anak Belajar Dari Kehidupannya yaitu :

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan sebaik - baiknya perlakuan, ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. Selain itu dalam ajaran agama Islam di katakan bahwa seorang anak yang terlahir kedunia itu adalah tanpa dosa, dan kedua orang tuanyalah yang membuat dia akan dibawa kemana. Jadi dapat kita simpulkan bahwasanya seorang anak, baik anak kandung ataupun anak didik adalah seseorang yang harus diberikan motivasi dan pembinaan didalam kehidupannya. Oleh karena itu guru dan orang tua di sekolah harus saling bekerjasama didalam pembinaan seorang anak, dimana peran ayah

ibu di butuhkan mendidik anak di rumah dengan motivasi dan ungkapan yang positif. Dan seorang guru memberikan motivasi kepada siswa di sekolah dengan ucapan dan tingkah laku yang positif. Dan kita juga harus sadar bahwasanya Allah Swt menciptakan manusia itu sebagai makhluk yang paling mulia dibandingkan makhluk ciptaan lain karena manusia itu memiliki akal dan fikiran yang di interprestasikan melalui otak. Dan otak yang ada dikepala manusia yang merupakan pengontrol selurh indera manusia memiliki tugas dan fungsinya masing- masing. Kemunculan hypnoteaching bermula dari munculnya penelitian ahli psikologi di dalam menelaah fungsi otak pada manusia, hingga memunculkan ilmu hypnosis yang banyak dipakai untuk membuat orang berada dialam bawah sadarnya sehingga seseorang itu bisa relax dan dapat di perintah oleh sang hypnosist. Dan ternyata ilmu hypnosis ini dapat digunakan pada dunia pendidikan. Berdasarkan penelitian bahwa potensi otak kanan ini lebih besar dari otak kiri. Selama ini orang banyak mengerjakan otak kiri untuk segala hal. Sehingga potensi otak kanan kurang di berdayakan. Hypnoteaching, yaitu metode pengajaran interaktif yang memancing rasa ingin tahu anak sehingga meningkatkan minat anak−anak untuk belajar. Hipnosis didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran saat fungsi analitis logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk ke dalam kondisi bawah sadar (sub-conscious/ unconcious), sehingga tersimpan beragam potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup. Dalam sebuah proses pembelajaran, pengajar memberikan materi pembelajaran kepada muridnya agar bisa dipahami dan dimengerti oleh murid tersebut. Tujuan sebuah proses pembelajaran adalah seseorang yang belajar mampu mengetahui dan memahami maksud dari data, informasi, dan pengetahuan yang mereka peroleh dari sumber yang dapat dipercaya. Hypnoteaching menyajikan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar. Sehingga perhatian siswa akan tersedot secara penuh pada materi Anda. “Hypnoteaching menekankan pada komunikasi alam bawah sadar sang murid, baik yang dilakukan dalam kelas maupun luar kelas. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya sugesti dan imajinasi,” metode pembelajaran hypnoteaching merupakan metode pembelajaran yang penyampaian materinya menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar. sehingga mampu memunculkan ketertarikan tersendiri pada setiap peserta didik. Jadi hypnoteaching adalah suatu cara atau metode yang digunakan guru untuk mengaktifkan kemampuan belajar siswa. Bukan membuat siswa menjadi tidur.

H. Ingin Sukses Mengajar? Masukkan Sugesti Positif Teaching Kemampuan memberi sugesti tidak hanya harus dimiliki ahli hipnotis atau psikolog, tapi guru sebagai pengajar juga wajib mempunyai kemampuan memberi sugesti. Dengan kemampuan ini, pak

guru dan bu guru bisa lebih sukses dalam mengajar. Sugesti adalah sebuah asumsi yang dimasukkan ke dalam otak seseorang melalui ucapan. Asumsi ini memicu perasaan seseorang mengikuti kehendak si pemberi sugesti tersebut. Sugesti bisa menentukan berhasil atau tidaknya mengajar. Sugesti positif berpengaruh besar terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Begitu pula sebaliknya, sugesti negatif justru membuat hasil belajar menjadi rendah bahkan nihil. Selama ini tanpa disadari oleh para guru, mereka cenderung memasukkan sugesti negatif kepada siswa. Sugesti negatif itu misalnya:

Banyak sekali materi yang harus kita bahas, padahal waktu hanya sedikit.

Topik ini sangat kompleks dan sulit. Saya tahu ini membosankan, tetapi tetaplah tekun.

Jika kalian tidak mengerti hal-hal ini, kalian tidak akan mendapat pekerjaan.

Kalian harus ingat kedelapan langkah ini. Ini mungkin tidak masuk akal bagi kalian, tetapi berusahalah mempelajarinya

Saya kira otak kalian tidak mampu menyerap pelajaran dengan cepat, maka pelajarilah dengan pelahan.”

Jika salah satu sugesti negatif di atas ditanamkan ke otak siswa, maka yakinlah, anda tidak akan pernah berhasil mengajar. Siswa akan merasa terbebani dengan perasaan negatif. Sugesti tersebut lebih membuat siswa menjadi murung daripada bergembira untuk belajar dengan anda. Coba bandingkan dengan sugesti positif berikut ini:

Setelah menguasai materi ini, kalian akan mampu

Nanti kalian merasa bahwa hal-hal ini menyenangkan dan menarik.”

Ini akan sangat penting bagi kalian.

Kalian pasti suka dengan apa yang akan dapat kalian kerjakan dengan ini.”

Wah, kalian akan memperoleh sesuatu yang menyenangkan nih!

Ini akan sangat membantu kalian begitu rupa sampai kalian kaget.

Belajar hal ini sih keciiiil!

Saya tahu, kalian akan berhasil mempelajari hal ini sebab kita sudah tahu ada orang-orang seperti kalian yang menguasai materi ini sebelumnya dengan sangat mudah dan itu telah mendatangkan perubahan positif dalam kehidupan mereka.”

Kalian siswa luar biasa, pelajaran ini pasti akan mudah diserap.

Yakinlah dengan sugesti tersebut, anda akan melihat siswa yang antusias dan penuh keinginan untuk belajar. Mereka akan jarang mengeluh dengan materi sesukar apapun yang anda berikan. Namun perlu diingat, sugesti tidak boleh terkesan lebay. Sugesti jangan terlihat mengada- ada dan tak masuk akal. Berusahalah membuat sugesti positif yang jujur dan realistis. Sugesti yang bertele-tele justru membuat anda terlihat aneh di mata siswa.

DAFTAR PUSTAKA     Gerungan, 2004, Pengantar psikologi, Gramedia, Jakarta. Nurindra yan, 2010,
DAFTAR PUSTAKA
Gerungan, 2004, Pengantar psikologi, Gramedia, Jakarta.
Nurindra yan, 2010, The Secret of Stage Hypnosis Revealed, Gramedia, jakarta
About com: Psychology. Kendra Cherry, What Is Hypnosis? Hypnosis Applications, Effects and
Myths
www.wisdomhypnotherapy.com
http://www.sekolahoke.com/2011/05/ingin-sukses-mengajar-masukkan-sugesti.html)