Anda di halaman 1dari 3

BAB III

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS


A. Landasan Teori
Plak gigi merupakan deposit lunak yang melekat erat pada permukaan gigi,
terdiri atas mikroorganisme, serta sel-sel epitel lepas, leukosit, partikel-partikel
sisa makanan, dan garam anorganik (12). Kerusakan jaringan oleh bakteri dapat
dilakukan dengan cara menghasilkan enzim yang dapat merusak jaringan
periodontal. Enzim proteolitik yang dihasilkan oleh bakteri yang berhubungan
dengan penyakit periodontal antara lain adalah kolagenase yang dihasilkan oleh
spesies Bacteroides, Actinobacillus actinomycetencomitans dan spirochaeta.
Enzim elastase dihasilkan oleh Spirochaeta, tripsin oleh Bacteroides gingivalis,
aminopeptida oleh Bacteroides dan spesies Capnocytophaga (14).
Keparahan penyakit periodontal dan kerusakan gigi dipengaruhi oleh
keberadaan plak. Tindakan kebersihan mulut dengan pengendalian plak gigi
sangat penting untuk mencegah akumulasi plak gigi. Plak kontrol merupakan
tindakan pencegahan menumpuknya plak gigi dan deposit-deposit lainnya pada
permukaan gigi dan sekitarnya dengan menjaga kebersihan rongga mulut
menggunakan sikat gigi (18)
Rongga

mulut manusia tidak pernah bebas dari mikroorganisme dan

umumnya mikr oorganisme plak memegang peranan penting dalam pembentukan


dan perlekatan kalkulus yang dimulai dengan pembentukan plak gigi. Sehingga
permukaan kalkulus supragingival dan kalkulus subgingival selalu diliputi oleh
plak gigi. Kalkulus supragingival warnanya kuning dan biasanya mudah dilepas
11

12
hanya dengan jari saja. Sedangkan kalkulus subgingival warnanya coklat
kehitaman, melekat erat di bawah gingiva dan sukar dibersihkan. (20)
Kesehatan rongga mulut memegang peranan penting sebagai komponen
hidup sehat. Jika oral higiene tidak dipelihara dengan baik, akan menimbulkan
penyaki t di rongga mulut, yaitu karies gigi dan gingivitis merupakan penyakit di
rongga mulut yang dapat menyebabkan hilangnya gigi secara patologis. (20)
American Dental Association (ADA) menganjurkan bentuk sikat gigi yang
baik harus mempunyai kepala sikat yang kecil agar dapat menjangkau setiap
bagian mulut dengan mudah. Penggunaan sikat gigi dengan bulu yang lembut
sangat dianjurkan, karena bulu sikat yang keras dapat merusak gigi dan gusi. Bulu
sikat sebaiknya sintesis karena dapat menyerap bakteri (12, 19).

13
Berdasarkan uraian landasan teori maka kerangka konsep penelitian ini
adalah :

Pemeriksaan
CPITN

Jaringan
Periodontal

Kuesioner

Tingkat
Pengetahuan

Jenis Kelamin, Usia,


Genetik, Lingkungan

Kebutuhan Perawatan
Periodontal

Keterangan:
: Variabel yang dteliti
: Variabel yang tidak diteliti
Gambar 3.1 Skema kerangka konsep perbandingan efektivitas pasta gigi herbal
dengan pasta gigi non herbal terhadap penurunan indeks plak.
B. Hipotesis Penelitian
Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat
pengetahuan dengan skor indeks periodontal pada warga wilayah kerja Puskesmas
Kertak Hanyar Kabupaten Banjar