Anda di halaman 1dari 3

Menjaga Rahasia dan menutupi aib sesama muslim

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan
salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengikat kaum mukminin dengan ikatan kuat
dan suci, yakni iman. Dengannya, sesama mukmin menjadi bersaudara.
Jika ia temukan di belahan barat atau timur bumi seseorang yang beriman
kepada Allah, Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir,
dan takdir; maka ia adalah saudaranya seiman. Persaudaraan yang
menuntut dirinya untuk mencintainya dan menyukai kebaikan untuknya
sebagaimana ia menyukai kebaikan itu untuk dirinya; serta membenci
sesuatu padanya yang ia benci jika sesuatu itu ada pada dirinya.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam bersabda,


"Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai
saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Al-Bukhari
dan Muslim)
Setiap kita tidak suka jika kejelekannya disebar dan diketahui orang
banyak. Ia lebih suka jika aib dan kesalahannya tertutupi. Maka ini
menjadi tuntutan iman setiap muslim untuk menutupi aib saudaranya
seiman dan tidak menyebarkannya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan beberapa hak
seorang muslim atas muslim lainnya yang salah satunya menutupi aib
saudara muslim lainnya,


Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Dia tidak boleh
mendzaliminya dan menyerahkannya kepada musuh. Dan siapa yang
berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi
kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan kesusahan seorang muslim,
maka Allah akan menghilangkan darinya kesusahan pada hari kiamat.
Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup
aibnya pada hair kiamat. (Muttafaq alaih)

Makna adalah jika melihatnya berbuat buruk tidak lantas


disebarkan di tengah-tengah manusia.
Dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallaahu
'alaihi wasallam bersabda,

Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia kecuali
Allah akan menutupi aibnya pada hari hari kiamat. (HR. Muslim)
Hal ini tidak menafikan inkarul munkar (mengingkari kemungkaran)
antara dirinya dan saudaranya. Menutupi aib terletak pada kemaksiatan
yang telah dilakukannya. Sedangkan inkarul munkar letaknya pada
kemaksiatan yang menjadi pekerjaannya. Mengingkari kemungkarannya
adalah wajib dan kalau tidak bisa maka ia melaporkannya kepada hakim.
Keutamaan menutupi aib saudara muslim dikuatkan dengan sifat Allah
yang suka menutupi aib dan kesalahan hamba-Nya. Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda,

"Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla maha kembut maha pemurah, malu
dan suka menutupi. Dia mencintai rasa malu dan tertutup, maka apabila
salah seorang kalian mandi hendaknya memasang penutup." (HR. alNasai)
Tertutup ada dua macam: hissi dan maknawi. Tertutup secara hissi adalah
memakai kain yang baik dan bagus untuk menutupi aurat sehingga tidak
dilihat oleh pandangan orang. Petunjuk Nabi Shallallahu 'Alaihi
Wasallam ini berlaku dalam semua kondisi kecuali antara pasangan
suami-istri saat berhubungan. Maka bagi siapa yang sedang buang air
atau mandi hendaknya ia memasang penutup supaya tidak terlihat oleh
pandangan mata orang.
Tertutup secara maknawi adalah menutupi aib dan perbuatan dosa
dengan tidak menceritakan dan menyebarkannya kepada orang lain. Ini
juga berlaku atas orang yang melihat saudara muslimnya telah melakukan
perbuatan dosa atau melakukan tindakan hina maka janganlah ia
menyebarkannya kepada msyarakat, tapi hendaknya ia mencegahnya
dari
perbuatan
maksiat
dan
menyuruhnya
bertaubat
kepada
Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karenanya Islam melarang keras umatnya dari
mencari-cari kesalahan kaum muslimin yang tersembunyi untuk dia

sebarkan ke tengah-tengah manusia. Perbuatan tersebut dapat


mengundang murka Allah kepadanya dan menyebabkannya mengerjakan
perbuatan buruk saudaranya tadi. Karena balasan sesuai dengan jenis
amal. Maka siapa yang mencari-cari aib orang lain dan menyebarkannya
di tengah-tengah manusia maka Allah akan menyingkap aibnya dan
menyebarkannya di tengah-tengah makhluk-Nya. Bahkan dosa dan
maksiat yang dikerjakannya di dalam kamarnya di tengah malam akan
juga diketahui orang. Wallahu Ta'ala A'lam

Anda mungkin juga menyukai