Anda di halaman 1dari 3

DRAMA BAHASA INDONESIA TENTANG LINGKUNGAN

Narrator : Agni
Guru : Rina
Geng Belajar : Vika , Kiki, Mika
Geng Gaul : Geby, Anisa, Murah
Tukang Bersih 1 : Dicit
Tukang bersih 2 : Sari
Sekarang ini, kita sudah terbiasa melihat lingkungan sman 4 kendari yang selalu
terjaga kebersihan lingkungannya. Namun, di lain waktu terlihat dari geng kelas xx
sedang membuang sampah sembarangan. Disini lah berawal ceritanya :
Anisa : aduh masih ada sampahku deh , sa buang dimana ddi? Baru jauh lagi
tempat sampahnya, astagaa..
Geby : ko buang saja di situ nis, nda apa ji nnti pasti ada yang bersihkan..
Murah : iyo laah, jangan mi ko terlalu rajin juga ppa
Seketika tukang bersih sekolah melihat hal itu dan menegurnya .
Dicit : eh, kenapa korang buang sampah di situ, bukan kah peraturan sekolah bilang
tdk boleh buang sampah sembarangan?
ANisa : ededeh knapa sibu kah ? sok sok lagi tegur kita,!
Murah : lebih lebih bukan juga siswa disini, biar tukang bersih belagu sekali!
Sari : memang kita Cuma tukang bersih,tapi stidaknya kita berhak juga kasi tau
kalian supaya jaga lingkungan sekolah
Geby : sosoaan ! ( sambil mendorong sari hingga jatuh)
Dicit : sariii , ko nda apa ji ??? ( sambil merangkul sari yang terjatuh untuk bisa
berdiri kmbali,)
Dicit : lihat saja nanti kalian akan dapat kutukan dari apa yang kalian sudah lakukan
sama kita terlebihnya diri kalian sendiri!
Murah : Apa??? Ktukan ? astaga masih zaman kah kasiaan , hahahahaha

Kemudian guru rina yang melihat kejadian itu langsung menghampiri mereka.
Bu Rina : kalian ! ada apa ini ribut?!!!
Geby : ini bu, tukang bersih sosoan da labrak kita bu guru..
Sari : tdk bu kta Cuma kasi tau secara baik sama mereka supaya jangan buang
sampah sembarangan
Anisa : ceritanya bukan begituu bu guru , eeehh ( muka bingung ) sebenarnya ,
mmmm.
Bu Rina : sudah ! Anisa, murah, geby keruangan saya, sekarang !!
Setelah mereka diproses dan di beri teguran oleh bu rina, mereka belum sadar juga
tentang pentingnya menjaga lingkungan, mereka malah melakukan hal yang
sebaliknya.
Beberapa hari kemudian, di rumah murah :
Mama murah : muraahh, buang dulu sampah d tempat penampungan kompleks nak
Murah : ocee deh,
Sesampainya d depan rumah
Murah : jauh pale tmpat pnampungan samapahnya kompleks mendingan sa buang
d got depan rmh saja deh ( sambil melempar seember sampah)
Sehari hari, jika ibunya murah men yuruh membuang sampah di penampungan
sampah kompleks dia malah membuangnya di got sampai got itu pun tersumbat .
akhirnya hari itu pun tiba, dimana hujan deras menguyur kota kendari berhari- hari
sehingga rumah murah d landa banjir akibat sering membuang sampah d got depan
rumahnya. Dan pada saat itu dia mulai tersadar hal itu terjadi akibat dari ulahnya
merusak lingkungan.
Lain hal nya dengan kutukan pada geby, ketika itu :

Mama murah :