Anda di halaman 1dari 31

SISTEM REFRIGERASI

DAN
SISTEM PEMVAKUMAN
1.
2.
3.
4.
5.

KELOMPOK 7
Aldi Fathurohman
(3335132145)
Asep Rifky Fajrudin
(3335130586)
Mannuela Anugrahing Marwindi
(3335130699)
Rosikha Taqi Nur Asrof
(3335111836)
Siti Susi Sulastri
(3335130999)

SISTEM REFRIGERASI
Refrigerasi

merupakan

proses

penurunan

temperatur dan menjaga agar temperatur ruang


atau bahan yang ada di ruangan tetap berada
dibawah temperatur sekelilingnya.

SISTEM REFRIGERASI
A. Jenis Refrigerasi

Sistem refrigerasi dibagi menjadi


2, yaitu:
1. Sistem refrigerasi mekanik
2. Sistem refrigerasi non mekanik

SISTEM REFRIGERASI
B. Deskripsi Proses

SISTEM REFRIGERASI
C. Siklus Refrigerasi
1. Kompresi Uap

2. Siklus Carnot

SISTEM REFRIGERASI
D. Proses Flow Diagram

SISTEM REFRIGERASI
E. Equipment
a.

Kompresor

b. Kondensor
c.

Evaporator

d. Alat ekspansi
e.

Refrigeran

1. Kompresor
Fungsi kompresor antara lain :
Mensirkulasikan bahan pendingin ( refrigerant)
Menaikkan tekanan agar bahan pendingin dapat
berkondensasi pada kondisi ruangan
Mempertahankan tekanan yang konstan pada
evaporator
Menghisap gas bertekanan dan bertemperatur
rendah dari evaporator, kemudian menekan atau
memampatkan gas tersebut, sehingga menjadi gas
yang bertekanan dan suhu tinggi, lalu dialirkan ke
kondensor.

2. Kondensor
Kondensor akan mengubah uap tekanan tinggi
tersebut menjadi cairan bertekanan tinggi
dengan adanya medium pendingin.

3. Evaporator
Evaporator adalah penukar kalor yang
berfungsi untuk mendinginkan media sekitarnya.
Berdasarkan kontruksinya, evaporator dibedakan
atas:
1. jenis tabung-koil,
2. tabung-pipa jenis ekspansi kering dan
3. jenis koil pendingin udara

4. Alat Ekspansi
Alat ekspansi berguna untuk :
a. Menurunkan tekanan bahan pendingin cair
yang mengalir didalamnya.
b. Mengatur jumlah tekanan bahan pendingin
cair yang mengalir melaluinya.
c. Membangkitkan tekanan bahan pendingin
dikondensor

5. Refrigeran
Refrigeran adalah fluida yang digunakan untuk
menyerap panas melalui perubahan fase dari cair
ke gas (evaporasi) dan membuang panas melalui
perubahan fase gas ke cair (kondensasi).
Jenis:
Refrigeran Primer
Refrigeran Sekunder

SISTEM REFRIGERASI
F. Perawatan Equipment
1. Kompresor
Gunakan kompresor sesuai aplikasinya.
Perhatikan pengisian tangki, harus lebih
besar dari debit penggunaannya
Sebaiknya motor memiliki tenggang
waktu yang cukup untuk hidup dan mati,
minimal 5-10 menit.
Kompresor di tempat dengan sirkulasi
udara yang baik.
Hindarkan kompresor dari hujan atau air
maupun
sinar
matahari
secara
langsung (letakan di tempat terlindung).

Hindarkan kompresor dari hujan ataau air

maupun sinar matahari secara langsung


(letakkan di tempat terlindung).
Minimal sekali dalam seminggu untuk
menguras
tangki
dengan
angin
(sebaiknya tiap hari).
2. Evaporasi
Perbaikan regulator
Penggantian lamppu mimic panel
Evaporator
Pemasangan pompa-pompa
Pembersihan saluran compress air dari
kondensor

3. Kondensor
a. Air Cooled Condenser
Turunkan unit AC window dari tempat
pemasangannya.
Lepaskan seluruh rangkaian kontrol berikut
komponen listrik yang tidak kedap air dari unit.
Buat larutan pencuci dengan melarutkan kg
soda api ke dalam 10 liter air bersih.
Siram permukaan koil kondenser dengan larutan
tersebut hingga merata dan biarkan selama
kurang lebih 30 menit.
Kemudian semprotkan air bersih (dengan
menggunakan peralatan pompa) ke permukaan
koil kondenser secara merata hingga seluruh
kotoran dan karat
terlepas dari permukaan
koil kondenser.
Keringkan seluruh permukaan unit dari sisa-sisa

Rakit kembali semua komponen dan

rangkaian kontrolnya.
Lakukan
pengujian,
meliputi
pengukuran
arus
yang
diambil
kompresor, suhu dingin yang keluar
dari outlet grill evaporator. Dalam
kondisi normal maka suhu dingin yang
keluar dari evaporator berada di
sekitar 10 atau 11 derajat celcius.

4. Evaporator
Perawatan
pada evaporator berupa
membersihkan kisi-kisi menggunakan
sikat
dan
mencuci
evaporator.
Perbersihan kisi-kisi juga berfungsi agar
angin
blower
lancar
melewati
evaporator sehingga pendinginan bisa
maksimal. Kisi-kisi evaporator bila lama
tidak dibersihkan akan banyak debu yang
akan menutupi kisi-kisi evaporator,
menutup angin dari blower sehingga
pendinginan
dalam
ruangan
tidak
maksimal.
Penanganan bocor pada evaporator bisa

SISTEM REFRIGERASI
G. Program Logic
Control

Secara mendasar PLC adalah suatu


peralatan kontrol yang dapat diprogram
untuk mengontrol proses atau operasi
mesin.
Kontrol
program
dari
PLC
adalah
menganalisa
sinyal
input
kemudian
mengatur keadaan output sesuai dengan
keinginan pemakai. Keadaan input PLC
digunakan dan disimpan didalam memory
dimana PLC melakukan instruksi logika yang
di program pada keadaan inputnya.

SISTEM REFRIGERASI
Sistem operasi
PLC merupakan peralatan
elektronik yang dibangun dari
mikroprosesor untuk
memonitor keadaan dari
peralatan input untuk
kemudian di analisa sesuai
dengan kebutuhan perencana
atau programmer untuk
mengontrol keadaan output.

SISTEM REFRIGERASI
H. Problem Solving
i. Kompresor
Pada unit AC, biasanya jika kompresor menyala
atau bekerja namun tidak menghasilkan dingin
dikarenakan ada penyumbatan atau kemacetan
pada kopresor tersebut.
Pemecahan Masalah:
Memeriksa dan membersihkannya dari
sesuatu yang menyumbatnya.

SISTEM REFRIGERASI

ii. Kondensor
Korosi pada tube dan terjadi erosi pada
tubesheet yang dialiri air laut, dan didapati juga
kondisinya
cukup
kotor
dan
menyebabkan
kebocoran.
Pemecahan
Melakukan pemasangan tube insert untuk
mengurangi terjadinya bubbles, pemasangan
chlorine analyzer
dapat dilakukan untuk
mengetahui kadar cl (klorin) pada gland seal
condenser, mengurangi flowrate aliran fluida
pendingin yang masuk ke gland seal condenser,
dan melakukan recoating untuk mencegah korosi
pada permukaan bagian luar shell yang
disebabkan kontak dengan uap air yang
mengandung Cl (klorin)

SISTEM REFRIGERASI
iii. Evaporator
Terjadi bunga es pada evaporator (mexin AC),
biasanya disebabkan oleh banyak hal diantaranya,
kotor, saringan buntu, dan kurang freon.
Pemecahan
Kotor : bersihkan dari kotoran dan lumut.
Saringan buntu : bersihkan dengan air
bertekanan tinggi hingga tak meninggalkan
kotoran.
Kurang freon : mengusapkan cairan sabun pada
sambungan/ bagian yang rawan bocor, dan
sambung ulang lagi hingga tidak ada
kebocoran.

SISTEM PEMVAKUMAN
Tujuan
Pemvakuman
pada
sistem pendingin (Misalnya, AC
atau
Kulkas)
adalah
mengkosongkan
sistem
dari
udara dan uap air.

SISTEM PEMVAKUMAN
A. Equipment

Pompa Vakum
Pompa vakum adalah
sebuah
alat
untuk
mengeluarkan molekulmolekul gas dari dalam
sebuah ruangan tertutup
untuk mencapai tekanan
vakum.

Pompa Vakum

Pompa VakumPositive Displacement


Prinsip dari pompa ini adalah
dengan
jalan
mengekspansi
volume
ruang
oleh
pompa
sehingga
terjadi
penurunan
tekanan
vakum
parsial.
Sistemsealingmencegah
gas
masuk ke dalam ruang tersebut.
Selanjutnya pompa melakukan
gerakan buang, dan kembali
mengekspansi ruang tersebut.
Jika dilakukan secara siklis dan
berkali-kali, maka vakum akan
terbentuk di ruangan tersebut.

Pompa VakumPositive Displacement


Jenis Pompa

Aplikasi

Rotary vane pump, yang paling


banyak digunakan

Pompa diafragma
Liquid ring pump
Piston pump
Salah satu aplikasi pompa ini yang paling
sederhana adalah pada pompa air manual.
Untuk mengangkat air dari dalam tanah,
dibentuk ruang vakum pada sisi keluaran air,
sehingga air dapat terhisap naik ke atas.

Scroll pump
Screw pump
Wankel pump
External vane pump
Roots blower
Multistage Roots pump
Toepler pump
Lobe pump

Momentum Transfer
Pump
Pompa
vakum
dengan
metode ini dapat menghasilkan
tekanan vakum yang sangat
tinggi. Metodenya adalah dengan
jalan mengakselerasi molekul
gas dari sisi tekanan rendah ke
tekanan tinggi.
Yang termasuk ke dalam
pompa jenis ini adalah pompa
difusi & pompa turbomolecular .

Entrapment Vacuum Pump


Pompa jenis ini menggunakan metodemetode kimia ataupun fisik untuk mengikat
fluida (gas) dengan tujuan menghasilkan
tekanan vakum. Ada berbagai macam jenis
pompa vakum entrapment , yaitu:
Cryopump
pompa kimia
pompa ionisasi

SISTEM PEMVAKUMAN
B. Deskripsi Proses

SISTEM PEMVAKUMAN
C. Operation Vakum
Vakum mengubah energi masukan mekanik
poros berputar ke pneumatik energi dengan
mengevakuasi udara yang terkandung dalam
suatu sistem.Tingkat tekanan internal yang
demikian menjadi lebih rendah dari atmosfer
luar.Jumlah energi yang dihasilkan de-pends pada
volume dievakuasi dan perbedaan tekanan yang
dihasilkan.