Anda di halaman 1dari 3

Tugas kuliah: Praktikum Elektronika 1, Tahun: 2013, Semester: III

Hal: 1 dari 3

Suara Burung
Adilia Okita Permatasari 1206258641, Yuri Nadia Candikia 1206258420
Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia
Abstrak Rangkaian suara burung merupakan salah satu contoh aplikasi dari rangkaian elektronika sederhana yang
terdiri dari dua transistor. Selain bertujuan untuk memenuhi proyek akhir praktikum elektronika 1, alat ini juga dibuat
dengan tujuan untuk menyediakan alternatif bagi pecinta burung. Alternatif yang diberikan berupa suatu rangkaian
elektronika sederhana yang menghasilkan output melalui speaker yang terdapat pada rangkaian. Output yang dihasilkan
pada rangkaian alat sederhana ini berupa beberapa macam suara burung. Rangkaian suara burung ini dapat bekerja
ketika tombol bel yang terdapat dalam rangkaian ditekan sehingga menghasilkan saklar tertutup. Jika saklar dalam
keadaan tertutup, maka arus listrik akan mengalir. Dengan menekan tombol bel, tegangan bolak-balik akan dihaluskan
oleh kapasitor C5, lalu dengan adanya sekunder trafo daya sebagai penyedia arus, rangkaian dapat bekerja dan output
dapat dihasilkan. Frekuensi dari kicauan terutama tergantung pada impendansi dari speaker yang dipakai, selain juga
dapat dipengaruhi dengan mengubah nilai C2. Jadi proyek alat suara burung ini dihasilkan dari adanya tegangan bolakbalik yang dihaluskan oleh kapasitor C5 dan berfungsi sebagai alternatif bagi pecinta burung.
Kata kunci kicauan, burung, speaker, rangkaian.

I. PENDAHULUAN
Pada jaman dahulu sebelum teknologi maju seperti
saat ini, orang orang dengan tingkat produktivitas yang
tinggi masih memiliki waktu untuk melakukan hobi atau
sekedar bersantai-santai. Salah satu faktor yang
mendukung hal ini adalah kepadatan populasi pada
jaman dahulu relatif lebih rendah yang menyebabkan
orang-orang tidak menghabiskan banyak waktu di jalan.
Seperti yang diketahui pada jaman sekarang, mayoritas
orang-orang menghabiskan waktu di jalan sehingga
waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk
melakukan hobi atau sekedar bersantai menjadi tidak ada.
Hal ini yang memotivasi kami untuk membuat rangkaian
suara burung sebagai proyek akhir praktikum elektronika
1.
Suara burung diketahui dapat menjadi salah satu cara
untuk menenangkan pikiran, tidak heran jika dahulu
begitu banyak orang-orang yang menggemari burung dan
memelihara burung hanya untuk mendengarkan suara
burung. Hal ini bukan masalah karena dulu mayoritas
orang masih memiliki waktu untuk memelihara burung,
akan tetapi pada jaman sekarang dimana waktu istirahat
pun terbatas, orang-orang menjadi tidak punya waktu
untuk mengurus atau memelihara burung. Maka dari itu
rangkaian alat suara burung ini dapat menjadi salah satu
alternatif.
Dengan alat ini, orang-orang yang menyukai suara
burung tidak perlu bersusah payah untuk mengurus atau
memelihara burung di dalam waktu sibuknya. Rangkaian
suara burung ini tergolong sebagai rangkaian analog
sederhana yang terdiri dari dua transistor. Bentuknya
yang sederhana (tidak membutuhkan banyak tempat)
memungkinkan alat ini dapat praktis dibawa kemanapun
dan kapanpun. Alat ini tidak membutuhkan dana yang

besar dalam pembuatannnya.


Rangkaian suara burung ini dapat menjadi suatu
alternatif bagi orang-orang yang memiliki mobilitas
tinggi dan banyak beraktivitas di luar lapangan untuk
tetap dapat mendengarkan suara burung.

II. METODA
Pada rangkaian suara burung, kita dapat menggunakan
transistor sebagai komponen switchingnya karena arus
yang akan dialirkan pada rangkaian ini relatif kecil.
Dalam pembuatannya, kami menggunakan metoda
penyusunan komponen sehingga membentuk rangkaian
yang menghasilkan suara burung. Komponenkomponen
seperti resistor, transistor, kapasitor, trafo disusun
sehingga menjadi rangkaian seperti gambar dibawah ini :

Gambar 1. Rangkaian Suara Burung

Tugas kuliah: Praktikum Elektronika 1, Tahun: 2013, Semester: III

Prinsip kerja dari rangkaian suara burung sangat


sederhana. Dari gambar rangkaian diatas terlihat bahwa
tegangan masuk diberikan dalam DC dengan besar 6 V
lalu dihubungkan dengan resistor pertama. Ketika saklar
tertutup,akan terdapat adanya beda tegangan antara kutub
positif dan kutub negatif yang memungkinkan elektron
dapat mengalir dan terjadi energi listrik. Energi listrik ini
yang menghasilkan suara burung pada speaker.
Penggunaan kapasitor pada rangkaian berfungsi untuk
untuk menyimpan dan melepaskan muatan listrik atau
energi listrik. Selain itu, kapasitor juga berfungsi sebagai
penyaring frekuensi. Kapasitor memiliki berbagai macam
ukuran dan bentuk tergantung dari kapasitas, tegangan
kerja dan faktor lainnya yang berpengaruh. Kapasitor
bekerja dalam suatu rangkaian elektronika dengan cara
mengalirkan elektron menuju ke kapasitor. Setelah
kapasitor sudah dipenuhi dengan elektron, tegangan akan
mengalami perubahan. Lalu, elektron yang tadinya ada
dalam kapasitor akan keluar dan mengalir menuju
rangkaian atau komponen yang membutuhkannya.
Penggunaan transistor pada rangkaian berfungsi
sebagai penguat suara sedangkan penggunaan berbagai
macam harga resistor pada rangkaian yaitu untuk
mengatur atau untuk membatasi jumlah arus yang
mengalir dalam suatu rangkaian. Selain itu resistor juga
berfungsi untuk bekerja sama dengan transistor dan
kondensator pada rangkaian untuk membangkitkan
frekuensi tinggi dan frekuensi rendah. Bila kapasitas C5
terlalu besar, osilator menghasilkan frekuensi yang
rendah, bila terlalu kecil, getaran 50 Hz dari jala-jala
akan terdengar melalui speaker.
III. HASIL
Berdasarkan hasil pada alat elektronika yang telah
kami buat yaitu rangkaian suara burung, kami
mendapatkan hasil bahwa alat tersebut berhasil dan dapat
dijalankan sesuai dengan harapan kami. Rangkaian suara
burung ini menggunakan komponen-komponen yaitu
resistor: R1 (100 K), R2 (5,6 K), R3 (4,3 ), VR1 (10
K), C1 (47 nF), C2 (20 nF), C3 (100 F), C4 (10 nF), C5
(10 F), 2 transistor bertipe (1) 9014, dan (2) 9012, trafo
IT191, SW push on.
Hasil kerja dari alat ini adalah berupa terdengarnya
suara burung pada speaker. Bel yang diuraikan
menirukan kicauan burung bila tombol bel ditekan.
Frekuensi dari kicauan terutama tergantung pada
impendansi dari speaker yang dipakai, selain juga dapat
dipengaruhi dengan mengubah nilai C2. Gulungan
sekunder trafo daya berfungsi sebagai penyedia arus.
Dengan menekan tombol bel, tegangan bolak-balik akan
dihaluskan oleh kapasitor C5 yang bernilai 10F. Bila
kapasitas C5 terlalu besar, osilator menghasilkan
frekuensi yang rendah, bila terlalu kecil, getaran 50 Hz
dari jala-jala akan terdengar melalui speaker.

Hal: 2 dari 3

Hasil ini dapat diperoleh dari bekerjanya rangkaian


sauara burung tersebut. Mula-mula tombol switch yang
ditekan mengalirkan arus yang mengalir ke R1 lalu
menghasilkan tegangan bolak balik pada C5. Dengan
adanya tegangan bolak balik pada C5, menghasilkan
R2,R3 dan C1 forward sehingga membuat Transistor 1
bekerja. Besar atau kecilnya C2 berpengaruh pada
frekuensi suara yang dihasilkan. Apabila C2 besar akan
menghasilkan suara bass. Apabila semua sistem atau
komponen bekerja dengan baik, transistor 2 akan bias
dan akan mengalirkan arus pada kumparan primer trafo
sehingga terdapatnya sinyal induksi pada kumparan
kedua yang mengarahkan speaker untuk mengularkan
suara.
IV. PEMBAHASAN
Hasil yang diperoleh dari pembuatan rangkaian alat
elektronika sederhana suara burung ini berupa beberapa
macam suara burung yang terbentuk. Hal ini dapat
ditinjau dari cara kerja rangkaian suara burung ini
dimana suara burung ini dapat dihasilkan apabila tombol
bel pada rangkaian ditekan. Tombol bel perlu ditekan
untuk menghasilkan suara dikarenakan apabila tombol
bel tidak ditekan, maka kondisi rangkaian berada dalam
keadaan saklar terbuka. Arus yang disediakan oleh trafo
akan mengalir melewati resistor dan komponen lainnya
sampai merambat pada speaker.
Seperti kita ketahui, transistor dapat dipakai untuk
penguatan modulasi atau penguatan suara. Dengan
adanya dua transistor pada rangkaian suara burung
ini,penguatan suara yang dihasilkan dapat berbeda
beda. Hal ini lah yang kemungkinan menjadi alasan
timbulnya beberapa macam suara burung sebagai output
dari rangkaian ini.(gatau bener apa engga ta).
Sedangkan kapasitor yang berfungsi untuk menyimpan
dan melepaskan muatan listrik atau energi listrik pada
rangkaian suara burung ini juga berguna sebagai
penyaring
frekuensi
suara
burung
yang
dihasilkan. Kapasitor memiliki berbagai macam ukuran
dan bentuk tergantung dari kapasitas, tegangan kerja dan
faktor lainnya yang berpengaruh. Pada rangkaian ini
terdapat 5 kapasitor yang digunakan. Suara burung yang
dihasilkan dari rangkaian ini dapat dihasilkan sudah
dihaluskan oleh kapasitor yang terdapat pada rangkaian.
Meskipun rangkaian suara burung ini merupakan
rangkaian elektronika yang sederhana,akan tetapi
memiliki fungsi yang tidak kalah penting dari rangkaian
lainnya. Bagi sebagian orang yang mencintai dan
menganggap suara burung merupakan suara yang dapat
menenangkan, rangkaian ini tentu menjadi rangkaian
yang berguna. Hal ini dikarenakan dalam kehidupan
jaman sekarang dimana kehidupan lebih maju dan semua
orang di dalamnya dituntut untuk dapat mengikuti
kemajuan tersebut, kemungkinan tingkat stress seseorang
akan bertambah. Terlihat seperti bukan masalah besar
memang, tetapi memiliki dampak yang besar karena
orang yang memiliki tingkat stress yang tinggi akan

Tugas kuliah: Praktikum Elektronika 1, Tahun: 2013, Semester: III

Hal: 3 dari 3

memiliki kecenderungan untuk melakukan hal hal


diluar kendali dirinya lebih besar.

REFERENSI

Pada bab ini anda masih diperkenankan menggunakan


atau mensitir hasil kesimpulan dari penulis lain yang
anda kutip di referensi. Termasuk anda dapat menyangkal
pendapat yang sudah simpaikan di literatur tsb. Untuk
kasus ini anda harus didukung dengan fakta yang banyak,
sehingga kesimpulan anda menjadi sangat kuat untuk
menyalahkan pendapat orang lain. Dukungan pendapat
anda bisa diambil dari pendapat anda yang sudah
dipublikasikan (kembali anda harus menyantumkan
referensinya).

Selama mengenakan sistem ini subyek diharuskan


melakukan berbagai jenis aktivitas dalam batas waktu
tertentu kemudian sinyal percepatan yang terdeteksi
dianalisis lebih lanjut agar setiap aktivitas dapat
dibedakan berdasarkan sinyal yang diperoleh.

V. KESIMPULAN
Rangkaian suara burung dihasilkan dari adanya
tegangan bolak-balik yang dihaluskan oleh kapasitor C5.
Output yang dihasilkan berupa beberapa macam suara
burung yang terdengar melalui speaker. Rangkaian
sederhana ini merupakan salah satu alternatif bagi para
pecinta burung yang memiliki mobilitas tinggi dan
banyak beraktivitas di luar lapangan sehingga tidak
mempunyai waktu untuk memelihara burung. Jika
proyek ini dikembangkan lebih lanjut, kami akan
membuatnya berbentuk kotak kecil dengan tombol utama
diluarnya sehingga lebih praktis dibawa dan dapat
ditaruh di mobil, tas, saku, ataupun di tempat-tempat
dimana para pecinta suara burung akan berpergian
sehingga sejauh dan sesibuk apapun mereka, mereka
akan tetap bisa mendengarkan suara burung.

Dwi,S.Ph.D,Herman.2007.Elektronika:
Teori dan Penerapannya. Penerbit:

Cerdas Ulet Kreatif. Jember.


http://elektronika-dasar.web.id/teorielektronika/konsep-dasar-rangkaian-

elektronika/#suaraburungrangkaian
http://rangkaianelektronika.info/fungsi-

dan-jenis-jenis-resistor/
http://rangkaianelektronika.info/penger

tian-fungsi-kapasitor/
http://rangkaianelektronika.info/transist

or-sebagai-penguat-suara/
Malvino, Albert Paul. 2003. Prinsipprinsip elektronika. Jakarta: Salemba

Teknika.
http://www.eleccircuit.com/electronic-

bird-sounds/
http://www.eleccircuit.com/simpleaudio-alarm-with-transistor/