Anda di halaman 1dari 2

1

BAB I
PENDAHULUAN
A Latar Belakang
Kornea adalah bagian selaput mata yang tembus cahaya, merupakan lapisan jaringan
yang menutup bola mata depan. Kornea berfungsi sebagai membran pelindung dan jendela
yang dilalui berkas cahaya menuju retina. Karena itu kornea harus tetap jernih dan
permukaannya rata agar tidak menghalangi proses pembiasan sinar (Vaugan dan Ilyas).
Kornea memiliki mekanisme protektif terhadap lingkungan maupun paparan patogen (virus,
amoeba, bakteri dan jamur). Ketika patogen berhasil masuk dan membuat defek epitelial di
kornea, maka jaringan braditropik kornea akan merespon patogen spesifik dengan
peradangan pada kornea (keratitis).
Keratitis merupakan suatu proses peradangan kornea yang dapat bersifat akut maupun
kronis yang disebabkan oleh berbagai faktor antara lain bakteri, jamur, virus atau karena
alergi. keratitis dapat dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan kedalaman lesi pada
kornea (tempatnya), penyebab dan bentuk klinisnya (Ilyas).
Frekuensi keratitis di Amerika Serikat sebesar 5% di antara seluruh kasus kelainan mata.
Insidensi keratitis di negara-negara berkembang berkisar antara 5,9-20,7 per 100.000 orang
tiap tahunnya. Insidensi keratitis adalah 5,3 per 100.000 penduduk di Indonesia dengan
perbandingan laki-laki dan perempuan tidak begitu bermakna.
Permasalahan terkait kesehatan mata di Indonesia cukup banyak dimulai dari kelainan
kongenital pada mata, infeksi pada mata hingga tingginya angka kebutaan di Indonesia.
Keratitis atau peradangan pada kornea adalah permasalahan mata yang cukup sering
dijumpai karena lapisan kornea merupakan lapisan yang berhubungan langsung dengan
lingkungan luar sehingga rentan terjadi trauma ataupun infeksi. Keratitis dapat menyebabkan
gangguan kemampuan penglihatan seseorang yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas
hidup seseorang. Manajemen yang tepat dapat mengurangi insidensi kehilangan penglihatan
dan membatasi kerusakan kornea. Kebanyakan gangguan penglihatan dapat dicegah bila
diagnosis penyebabnya ditetapkan secara dini dan diobati secara tepat.

B Rumusan Masalah
Apa definisi, etiologi, epidemiologi, gejala, cara diagnosis, penatalaksanaan, dan
prognosis penyakit Keratitis?
C Tujuan Penulisan Referat

Referat ini bertujuan untuk mempelajari dan meningkatkan pemahaman tentang


penyakit Keratitis dan terapinya
D Metodologi Penulisan Referat
Referat ini disusun berdasarkan tinjauan kepustakaan yang merujuk dari berbagai
literatur.
E Manfaat Penulisan Referat
Referat ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan informasi dan pengetahuan
tentang penyakit retinitis pigmentosa dan terapinya.