Anda di halaman 1dari 1

24

BAB III
KESIMPULAN
Keratitis adalah peradangan pada kornea yang ditandai dengan adanya infiltrat
di lapisan kornea. Keratitis dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasinya, yaitu
superfisial, interstisial dan profunda. Keratitis superfisial adalah radang kornea
yang mengenai lapisan epitel dan membran bowman dan keratitis profunda atau
interstisialis (atau disebut juga keratitis parenkimatosa) yang mengenai lapisan
stroma.
Keratitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur. Faktor
pencetus keratitis antara lain kekeringan pada mata, pajanan terhadap cahaya yang
sangat terang, benda asing yang masuk ke mata, reaksi alergi, bahan iritatif,
kekurangan vitamin A dan penggunaan lensa kontak yang kurang baik. Adapun
gejala keratitis antara lain pengeluaran air mata yang berlebihan, nyeri, penurunan
tajam penglihatan, radang pada kelopak mata, mata merah dan sensitif terhadap
cahaya. Setiap etiologi keratitis menunjukan gejala yang berbeda-beda tergantung
dari jenis patogen dan lapisan kornea yang terkena. Jika keratitis tidak ditangani
dengan benar maka penyakit ini akan berkembang menjadi suatu ulkus yang dapat
merusak kornea secara permanen sehingga akan menyebabkan gangguan
penglihatan bahkan dapat sampai menyebabkan kebutaan.