Anda di halaman 1dari 5

PENJELASAN PETA KONSEP

1. Pengertian Down Syndrome


Down Syndrome adalah suatu kondisi di mana materi
genetik tambahan menyebabkan keterlambatan perkembangan
anak, dan kadang mengacu pada retardasi mental.
2. Jumlah penyandang Down Syndrome
Pravalensi Down Syndrome kira-kira 1 berbanding 700
kelahiran. Didunia, lebih kurang ada 8 juta anak peyandang
Down Syndrome. Di Indonesia, dari hasil survei terbaru, sudah
1
mencapai lebih dari 300.000 orang .

(Anna, 2010)

3. Penyebab Down Syndrome


Penyebab dari Down Syndrome adalah kelainan kromosom,
yaitu terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21) akibat kegagalan
sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi
2
pembelahan . (Salma, 2013). Beberapa penelitian menemukan

hubungan Down Syndrome dengan usia orang tua. Ibu di atas 35


tahun dan ayah di atas 40 tahun mempunyai risiko mempunyai
anak dengan Down Syndrome. Penyebab lain adalah kurangnya
protein spesifik dalam otak.
4. Tanda-tanda awal penyandang Down Syndrome
Tanda-tanda awal penyandang Down Syndrome adalah
sebagai berikut:
a) Keterbelakangan mental,
b) Penampilan fisik, penyandang Down Syndrome biasanya
memiliki penampilan seperti orang Mongol, yakni Mata sipit
dengan beberapa lipatan halus,

1
1

Teori Baru Penyebab Down Syndrome oleh

.URL:http://health.kompas.com/read/2010/03/29/11191896

2
Teori yang menjelaskanbahwa kelebihan kromosom merupakan penyebab terjadinya kelahiran
2

Down Syndrome, dikutip dari http://majalahkesehatan.com/sindrom-down-kondisi-akibatkelebihan-kromosom/

c) Efek kesehatan, ekstra kromosom dalam Down Syndrome


menyebabkan peyandangnya mengalami beberapa kelainan
kesehatan, diantaranya: kelainan jantung dan leukimia akut.
5. Cara Menyikapi dan Memaksimalkan Kemampuan Kognitif
serta Psikomotorik Penyandang Down Syndrome
Setiap keluarga menunjukkan reaksi yang berbeda-beda
terhadap berita bahwa anggota keluarga mereka menderita
down sindrom, sebagian besar memiliki perasaan yang hampir
sama yaitu: sedih, rasa tak percaya, menolak, marah, perasaan
3

tidak mampu dan juga perasaan bersalah .

(Selikowitz, 2008)

Dengan kemajuan teknologi dan informasi, penyandang


down syndrome dapat hidup dengan baik dan berkembang
optimal. Lima tahun pertama merupakan masa emas untuk
perkembangan
intervention atau

anak

dengan down

penanganan

dini

syndrome.

amat

penting

Early
untuk

dilakukan. Biasanya penanganan dini dilakukan setelah si kecil


mendapatkan diagnosa dan assessment mengenai keadaannya
saat itu. Adapun penanganan yang dapat dilakukan oleh para
orang tua penyandang Down Syndrome adalah sebagai berikut :

1. Melakukan pembelajaran musik kepada penyandang

Down

Syndrome
Terapi musik ini dapat dilakukan dengan mudah oleh orang
tua dirumah. Terapi ini bertujuan untuk daya ingat verbal
terutama

bagi

penyandang

Down

Syndrome,

yang

pada

dasarnya memang memiliki daya ingat verbal yang lemah.


2. Membuat taman bermain
Taman bermain berfungsi untuk meningkatkan ketrampilan
motorik kasar dan halus pada anak, selain itu taman bermain
juga

berguna

sebagai

media

sosialisasi

dengan

anak

di

sekitarnya.

3
3

Reaksi orang tua dan prang sekitar dalam menghadapi kenyataan lahirnya bayi yang

menderita Down Syndrome di dalam keluarga mereka dari buku Mark Selikowitz, The Fact Down
Syndrome Third Edition (Oxford University Press, Oxford, New York, 2008)

3. Pendidikan Khusus (SLB-C)


Anak akan mendapat perasaan tentang identitas personal,
harga diri dan kesenangan. Selain itu mengasah perkembangan
fisik, akademis dan dan kemampuan sosial, bekerja dengan baik
dan menjali hubungan baik
4. Melakukan terapi manual secara rutin
Terapi ini meliputi terapi wicara (berfungsi untuk melatih
kemampuan

anak

dalam

berbicara),

terapi

tingkah

laku

(berfungsi untuk melatih anak agar mampu berprilaku sesuai


dengan norma-norma yang berlaku), terapi remedial (berfungsi
untuk melatih anak dalam meningkatkan kemampuan dalam
bidang akademis), terapi okupasi (berfungsi untuk melatih

kemandirian anak), terapi

dental

, yang dilakukan untuk

mencegah karies gigi dan penyakit pariodontal (Janti, 2007)


Dengan penanganan yang baik dan konsisten, para
penyandang down syndrome dapat berkembang optimal dan
hidup dengan baik. Ditambah dengan sifat bawaannya yang
biasanya

ramah

dan

senang

bergaul,

mereka

dapat

menyesuaikan diri dengan cukup baik dengan lingkungannya.


Namun, sebenarnya terdapat beberapa pencegahan yang dapat
dilakukan

untuk

mengurangi

risiko

kelahiran

bayi

yang

menyandang Down Syndrome, yakni orang tua sering melakukan


tes klinis berupa konseling genetik dan dapat dilakukan dengan
melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi
para ibu hamil terutama pada bulan-bulan awal kehamilan.

4
4

Terapi dental, yang dapat dilakukan oleh orang tua mengurangi risiko anak akan terkena

beberapa penyakit yang mengganggu tumbuh kembangnya (Penyakit karies pada gigi) di ambil
dari buku drg. Janti Soediono, Gangguan Tumbuh kembang Dentokraniofasial (Penerbit Buku
Kedokteran EGC, Jakarta, 2007)

DAFTAR PUSTAKA
Anna, Lusia Kus. 2010. Teori Baru Penyebab Down Syndrome.
http://health.kompas.com/read/2010/03/29/11191896. [Diakses pada
29 Maret 2015][ONLINE]
Salma. 2013. Sindrom Down : Akibat Kelebihan Kromosom.
http://majalahkesehatan.com/sindrom-down-kondisi-akibatkelebihan-kromosom/. [Diakses pada 29 Maret 2015][ONLINE]

Selikowitz, Mark. 2008. The Fact Down Syndrome Third Edition. Oxford
New York : Oxford University Press.
Soediono, Janti. 2007. Gangguan Tumbuh kembang Dentokraniofasial.
Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC .