Anda di halaman 1dari 6

Rangkuman Negara Hukum

Ilmu Negara
Kelas D

Oleh

Zefanya Prabowo

2014200006

I.

Pengertian Negara Hukum

Negara hukum adalah suatu doktrin dalam ilmu hukum yang muncul pada
abad ke-19 di Eropa, bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan
demokrasi. Negara hukum merupakan terjemahan dari Rule of Law atau
Rechstaat. Secara sederhana, pengertian negara hukum adalah negara yang
penyelenggaraan kekuasaan pemerintahannya didasarkan atas hukum. Di
negara yang berdasarkan hukum, negara termasuk di dalamny pemerintah
dan lembaga-lembaga lain dalam melaksanakan tindakan apapun harus
dilandasi oleh hukum dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Aristoteles merumuskan Negara hukum sebagai negara yang berdiri
diatas hukum yang menjamin keadilan kepada warga negaranya keadilan
merupakan syarat bagi tercapainya kebahagiaan hidup untuk warga negara
dan sebagai dari keadilan itu perlu diajarkan rasa susila kepada setiap
manusia agar ia menjadi warga negara yang baik.

II.
-

Konsep Negara Hukum di Indonesia


Konsep negara hukum adalah konsep yang menempatkan hukum
sebagai sumber kedaulatan yang tertinggi dalam penyelenggaraan
negara.

Konsep ini telah dikenal sejak zaman yunani kuno, oleh plato disebut
dengan Nomos (norma) yang kemudian berkembang menjadi
Nomokrasi (pemerintahan oleh hukum) yang tujuannya menempatkan
hukum sebagai pembatas dari kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.

Konsep ini adalah reaksi terhadap konsep kedaulatan negara


(machstaat) yang menempatkan kedaulatan tertinggi ada di tangan
penyelenggara negara.

III.

Teori Terkait Negara Hukum

Dalam pengertian Negara Hukum Klasik terdapat dua tipe pokok negara

hukum, yaitu
a. Type Eropa Kontinental, yang berdasarkan pada kedaulatan hukum
(rechtsouvereiniteit), yang berintikan Rechtstaat (negara hukum)
b. Type Anglo Saxon, yang berintikan The Rule of Law; Rechtstaat adalah
sebuah konsep dalam pemikiran hukum Eropa Kontinental yang
awalnya dipinjam dari hukum Jerman, yang dapat diterjemahkan
sebagai "legal state", "state of law", "state of justice", or "state of rights"
dimana pelaksanaan kekuasaan pemerintahan yang dibatasi oleh
hukum.
Frederich Stahl mengungkapkan setidaknya terdapat 4 unsur dari Rechstaat,
yaitu2:
1.
2.
3.
4.

Jaminan terhadap Hak Asasi Manusia;


Adanya pembagian kekuasaan;
Pemerintah berdasarkan Peraturan Perundang-undangan;
Adanya Peradilan Administrasi Negara yang berdiri sendiri
(independent).
Istilah The Rule of Law ditemukan dalam buku AV. Dicey yang berjudul

Introduction To The Study Of The Constitution (1952)3. Di dalam buku yang


banyak dipakai dalam kajian tentang negara hukum ini, Dicey menjelaskan
keunikan cara berhukum orang-orang Inggris yang menganut sistem common
law. Dicey menarik garis merah dari cara berhukum tersebut sebagai sebuah
konsep The Rule of Law dimana masyarakat dan pemerintah taat dan patuh
kepada hukum sehingga ketertiban dapat dinikmati bersama-sama yang tidak
ditemukan di beberapa negara Eropa lainnya.
A.V. Dicey menguraikan adanya 3 unsur penting dalam setiap negara
hukum yang disebutnya dengan istilah The Rule of Law, yaitu:
1. Supremacy of Law yaitu dominasi dari aturan-atauran hukum untuk
menentang dan meniadakan kesewenang-wenangan, dan
kewenangan bebas yang begitu luas dari pemerintah;
2. Equality Before the Law yaitu persamaan di hadapan hukum atau
penundukan yang sama dari semua golongan kepada ordinary law of
the land yang dilaksanakan oleh ordinary court ini berarti tidak ada
orang yang berada diatas hukum, baik pejabat maupun warga negara
biasa, berkewajiban untuk mentaati hukum yang sama;

3. Due Prosess of Law atau terjaminnya hak-hak manusia oleh konstitusi


yang merupakan hasil dari the ordinary law of land, bahwa hukum
konstitusi bukanlah sumber, akan tetapi merupakan konsekwensi dari
hak-hak individu yang dirumuskan dan ditegaskan oleh peradilan,
singkatnya prinsip-prinsip hukum privat melalui tindakan peradilan dan
parlemen sedemikian diperluas sehingga membatasi posisi crown dan
pejabat.
Dalam perkembangan mengenai negara hukum, adanya upaya untuk
menghilangkan batasan pengertian negara hukum antara Rechtstaat dan The
Rule of Law, seperti halnya berangkat dari embrio pemikiran para penggagas
negara hukum, seperti John Lock dan Montesquieu. Brian Tamanaha
mencoba melakukan terobosan dengan memformulasikan sebuah alternatif
baru dalam konsep negara hukum, dimana Brian Tamanaha menawarkan
pemisahan konsep The Rule of Law kedalam dua kategori dasar, formal dan
substantif, yang kedua-duanya masing-masing memiliki tiga cabang atau
format yang berbeda-beda

IV.

Pengaturan mengenai Negara Hukum dalam


Undang Undang

Menurut pasal 1 ayat (3) UUD 1945 Amandemen ke 4 menyatakan,


Indonesia adalah negara hukum, yang mana itu menunjukan semakin
kuatnya dasar hukum serta menjadi amanat negara bahwa negara Indonesia
adalah dan harus merupakan negara hukum yang berdasarkan hukum bukan
hanya kekuasaan belaka. Negara hukum didirikan berdasarkan ide
kedaulatan hukum sebagai kekuasaan tertinggi.
Indonesia sebagai Negara Hukum, bersumber pada Pancasila sebagai
hukum dasar nasional dan adanya hirarki jenjang norma hukum sesuai
hierarki perundang-undangan dalam UU no 12 tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan

V.

Perbandingan pengaturan dalam konstitusi yang


pernah berlaku di Indonesia

Konstitusi RIS
Negara hukum yang berlandaskan demokrasi dan berbentuk federasi
(pasal 1.a) yang kedaulatannya dilaksanakan oleh pemerintah bersama
sama dengan dewan perwakilan rakyat dan senat
Konstitusi UUDS
Pasal 1 ayat (1) UUDS 1950 Republik Indonesia yang merdeka dan
berdaulat ialah suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk kesatuan
Naskah persiapan UU buku 1 tulisan Muh. Yamin mengacu kepada
pemikiran founding fathers
Moch. Yamin menjelaskan pengertian Negara hukum dalam penjelasan
UUD 1945, yaitu dalam Negara dan masyarakat Indonesia, yang berkuasa
bukannya manusia lagi seperti berlaku dalam Negara-negara Indonesia lama
atau dalam Negara Asing yang menjalankan kekuasaan penjajahan sebelum
hari proklamasi, melainkan warga Indonesia dalam suasana kemerdekaan
yang dikuasai semata-mata oleh peraturan Negara berupa peraturan
perundang-undangan yang dibuatnya sendiri

Daftar Pustaka
DAFTAR BACAAN
Soedjati, Djiwantono, J. 1955. Setengah Abad Negara Pancasila. Centre for
Strategic and International Studies (CSIS):Jakarta.
Budiarjo, Miriam. 2008. Dasar-dasar Ilmu Politik. Gramedia: Jakarta.
Rahardjo, Satjipto. 2011. Satjipto Rajardjo dan Hukum Progresif: Urgensi dan
Kritik. Epistema Institute dan Perkumpulan untuk Pembaruan Hukum
berbasis Masyarakat dan Ekologis (HuMa): Jakarta.

ARTIKEL ELEKTRONIK
http://meilabalwell.wordpress.com/negara-hukum-konsep-dasar-danimplementasinya-di-indonesia/
bem-umk13.blogspot.com//makalah-implementasi-negara-hukum
argawahyush.blogspot.com/2013/04/konsep-negara-hukum.html?m=1
kitingpudan.blogspot.com/2013/04/konstitusi-yang-pernah-digunakan-di.html?
m=1

JURNAL/MAJALAH ILMIAH
Wijaya, Made Hendra. 2013. Tesis: Keberadaan Konsep Rule by Law
(Negara
Berdasarkan Hukum) di dalam Teori Negar Hukum The Rule of Law.
Penerbitan dan Pencetakan Universitas Udayana.
Sidharta, Arief. 2004. Kajian Kefilsafatan tentang Negara Hukum, dalam
Jentera (Jurnal Hukum), Rule of Law. Pusat Studi Hukum dan
Kebijakan PSHK: Jakarta.