Anda di halaman 1dari 24

APLIKASI MAP INFO

Untuk Plot Lokasi Koordinat BTS dan Sektorisasi Antena BTS


Existing di Kecamatan Lowokwaru
1. Tujuan
a. Mahasiswa mampu menampilkan hasil plot lokasi BTS kecamatan
Lowokwaru,
b. Mahasiswa mampu menampilkan hasil plot lokasi data BTS keseluruhan,
c. Mahasiswa mampu menampilkan hasil jarak antar BTS di kecamatan
Lowokwaru,
d. Mahasiswa mampu menampilkan hasil plot coverage area BTS di
kecamatan Lowokwaru,
e. Mahasiswa mampu menampilkan hasil plot map info konversi ke google
earth,
f. Mahasiswa mampu menampilkan hasil plot map info konversi ke google
map,
g. Mahasiswa mampu menampilkan hasil plot map info konversi ke archgis
h. Mahasiswa mampu menampilkan hasil input koordinat 36 BTS
menggunakan google map,
i. Mahasiswa mampu menampilkan hasil input koordinat 36 BTS
menggunakan google earth,
j. Mahasiswa mampu menampilkan hasil input koordinat 36 BTS
menggunakan arcgis,
k. Mahasiswa mampu menampilkan hasil konversi dari map info ke arcview.
2. Alat
a. Software Map Info sebagai program Utama
b. Software Data untuk menampilkan aplikasi (google map, google earth,
arhgis dan arc view).
3. Data

Data koordinat BTS exsisting kecamatan Lowokwaru :


Latitude
0759'03.1"

Koordinat
Longitude
11235'44.1"

0757'08.1"

11237'01.9"

30

0757'32.5"

11238'51.5"

40

0758'54.2"

11239'55.1"

40

0758'38.6"

11236'43.7"

40

0757'05.8"

11237'59.1"

40

0759'27.5"

11237'18.5"

45

0756'47.1"

11236'12.3"

51

0800'42.5"

11228'51.4"

50

0756'08.5"

11239'43.8"

45

0757'05.6"

11240'40.7"

40

0758'02.4"

11236'18.9"

55

0758'31.7"
0755'12.5"

11238'58.8"
11235'36.5"

40
60

0758'04.5"
0756'27.7"

11237'29.8"
11236'59.0"

30
55

0758'27.9"
0804'21"

11236'45.9"
11235'46.5"

40
65

0801'25.1"

11236'59.6"

60

0759'49.1"
0801'10.5"
0810'42.9"

11238'49.3"
11237'39.6"
11240'57.0"

40
50
60

0810'23.2"

11237'53"

60

0808'08.1"

11233'58.2"

65

0808'51.2"

11241'34.2"

60
60

27
28
29
30

AAD (GSM)
AAE
AAF (GSM)
AAF (DCS)
AAF (CDMA)
AAG (GSM)
AAG (CDMA)
AAH (GSM)
AAH (DCS)
AAH (CDMA)
AAI (GSM)
AAJ (GSM)
AAJ (CDMA)
AAK(GSM)
AAL
AAM
AAN

0804'48.7"
0807'22.5"
0758'46.7"
0752'53.8"

11238'14.2"
11240'18.2"
11237'45.4"
11240'36.6"

60
30
50
40

31

AAO

0750'54.6"

11238'15.4"

44

32
33
34

AAP
AAQ
AAR

0750'54.6"
0749'10.9"
0788'27.3"

11241'10.1"
11242'05.4"
11252'65.8"

44
42
40

No

Nama BTS

AA (GSM)
AA (DCS)
AB (GSM)
AB(CDMA)
AC(GSM)
AC(CDMA)
AD (GSM)
AD(CDMA)
AE (GSM)
AE(CDMA)
AF (GSM)
AF (DCS)
AH (GSM)
AH (DCS)
AH(CDMA)
AJ(GSM)
AJ(DCS)
AJ (3G)
AO (GSM)
AO (CDMA)
AP (GSM)
AP (CDMA)
AQ(GSM)
AQ (CDMA)
AR(GSM)
AR (DCS)
AT(GSM)
AU (GSM)
AU (DCS)
AU(CDMA)
AY(GSM)
AZ(GSM)
AZ(DCS)
AZ(CDMA)
AAA (GSM)
AAB (GSM)
AAB (DCS)
AAC

2
3
4
5
6
7

9
10
11
12
13
14

15
16

17
18
19
20
21
22

23
24

25
26

Tower
55

Tinggi
Sektor
55
48
28.5
30
40
37
38
32
37
33
34
40
45
45
35
36
36
51
50
40
38
30
40
35
36
32
39
60
58
45
30
55
55
40
37
65
48
57
35
38
50
60
41
55
60
50
65
43
58
60
60
58
60
30
42
40
30
60
56
52
32
36
40
28
34

Azimut ()

75
165
0
140
90
190
90
190
45
180
45
180
100
205
40
200
85
150
140
235
70
185
70
185
65
200
40
165
105
320
10
130
100
150
20
130
55
120
75
120
0
120
20
150
45
120
60
130
140
250
20
95
75
195
100
190
90
160
160
285
80
180
60
140
110
170
90
180
65
220
30
120
20
115
90
170
90
170
120
190
90
170
60
240
10
310
70
340
60
240
25
295
25
195
20
280
40
245
5
280
90
315
85
340
85
310
70
330
135
325
50
240
80
340
210
330
95
240
20
300
70
200
20
305
110
315
15
225
120
315

315
270
310
310
310
250
350
285
260
355
350
350
320
260
350
225
350

230
230
330
260
330
215
320
250
300
320
300
300
310
320
215
200
280
355
345
240
310
340
240
295
195
280
245
280
315
340
310
330
325
240
340
330
240
300
200
305
315
225
315

35
36
37

ABC
ABD
ABE

0796'99.4"
0793'57.7"
0796'23.3"

11263'3"
11260'.8"
11262'11"

40
40
38

36
60

45
60
60

300
320
320

300
320
320

4. Teori Dasar
3.1. Map Info
MapInfo merupakan salah satu dari sedikit perangkat lunak sistem
informasi geografis vector based komersial yang cukup dominan di indonesia.
Oleh karena itu, dengan adanya fakta-fakta ini tidak mengherankan jika ada
beberapa institusi bisnis (baik dalam maupun luar negeri) yang concern di
beberapa bidang aplikasi tertentu tetap konsisten dengan pilihan perangkat
lunak GIS pada awalnya dikembangkan oleh empat mahasiswa politeknik
pada tahun 1986 di Troy (New york). Sedangkan untuk membuat sebuah
pemetaan online atau yang berbasis sebuah Web, aplikasi yang perlu
ditambahkan adalah MapServer.
MapServer merupakan salah satu aplikasi pemetaan online (web GIS)
yang dikembangkan oleh Universitas Minnesota, NASA, dan Departemen
Sumber Daya Alam Minnesota (Minnesota Departemen of Natural Resources).
MapServer merupakan aplikasi open source yang berarti dapat didistribusikan
dengan gratis disertai dengan sumber kode pemrograman apabila ingin
mengembangkan lebih lanjut. MapInfo terdiri dari beberapa menu, menu yang
paling sering diunakan adalah tollbar yang berisi komponen plotting pada
layer. Mapnfo juga dapat digunakan untuk memanmpilkan peta Digita, asalkan
peta tersebut sudah ada terlebih dahulu. MapInfo juga memiliki table dan
Query penggakses table tersebut. Query ini menggunakan bahasa setandar
SQL(Structure Query Language), yang sebagian orang terutama programmer
sudah sangat familier dengan bahasa ini.
MapInfo merupakan sebuah software yang
menyediakan solusi
kecerdasan lokasi melalui gabungan antara perangkat lunak, data (baik spasial
dan non spasial) serta konsultasi dengan manajemen proyek, perancangan
sistem dan pengembangan, pelatihan serta dukungan. Pada percobaan kali ini,
kita menggunakan mapinfo sebagai program dasar yang digunakan untuk
menampilkan letak BTS di Kecamatan Lowokwaru Malang. Serta untuk
mengetahui plot lokasi koordinat dan sektorisasi antenna pada BTS.
Mapinfo telah dilengkapi dengan sebuah programming tool yang
memungkinkan setiap penggunanya untuk melakukan customizing terhadap
program aplikasi yang dikembangkannya. Programming tool MapINFO
dinamakan MapBasic. Dengan MapBasic ini kemampuan dan fungsionalitas
MapInfo dapat lebih jauh ditingkatkan atau bahkan diperluas hingga lebih baik
dari paket (modul) standarnya. Segala fungsionalitas yang terdapat di dalam
MapInfo dapat dikendalikan dan diotomasikan oleh baris-baris kode program
yang dibuat dengan menggunakan MapBasic.
Perangkat ini sangat diminati oleh pengguna GIS karena mudah digunakan
karena perangkat ini sangat handal dalam menanggani pekerjaan-pekerjaan
yang berorientasi pada permukaan kebutuhan-kebutuhan inventarisasi dan
mudah untuk diintegrasikan dengan perangkat lain.
Sarana yang ada di Mapinfo adalah :
1) Local dan Remote akses data : bisa mengakses dan mengelola
database yang tertuliskan dalam format selain Mapinfo.

2)
3)
4)
5)
6)

7)

Geocoding : bisa melakukan eocoding terhadap alamat jalan atau


kode pos.
Editing dan Creating Map : melakukan proses digitasi peta vektor,
mengedit hasil, digitasi dan menampilkan data raster citra.
Visualisasi Data : menyediakan fungsi zoom in, zoom out, zoom
extend, shading dan menampilkan grafik.
Otomasi OLE : memungkinkan untuk mendapatkan output Mapinfo
kedalam aplikasi lain dan kemampuan mengaktifkan Mapinfo dari
aplikasi lainnya.
Kemampuan Analisa : mendapatkan informasi dari objek yang dipilih,
membuat zone buffer suatu objek, memungkinkan opersi overlay
polygon, penggunaan operator-operator query data data base
relasional, penggunaan fungsi-fungsi stastik, manajemen data base
dan kemampuan analisa lainnya.
Koneksi ke internet : aplikasi yang dibuat dapat dihubungkan dengan
internet yang menampilkan atau mengakses aplikasi tersebut.

Satu hal yang sangat dikuasai oleh setiap pengguna (GIS Programmer)
MapInfo selain dari kemudahan pemakaiannya, kehandalannya, relatif murah
harganya, kelengkapan fungsioanlitas analisis spasialnya, user-friendly,
kelengkapan kandungan informasi (eksplisit) geodetic-related pada data
spasialnya (table), dapat diprogram dengan protocol DDE, dan banyak
digunakan di bidang yang terkait per-telekomunikasian adalah kemampuannya
dalam bertindak sebagai server OLE automation. Hingga saat ini, adalah
sangat sedikit perangkat lunak yang dilengkapi dengan kemampuan ini.
3.2. Peta Digital
Peta adalah suatu sarana (spasial) dalam memeberikan informasi
tentang linkungan, dengan beberapa tema lainnya dan berbagai jenis skala.
Peta digital adalah peta yang datanya terdapat pada pita magnetik,
sedangkan pengolahan dan penyajian datanya menggunakan komputer,
misalnya peta yang digambarkan melalui layar televisi atau layar komputer.
Berdasarkan jenis datanya, Peta Digital terbagi 2 :
1)
Data Vektor
Data vektor merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam
kumpulan garis, area (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan
berakhir pada titik yang sama), titik dan nodes (titik perpotongan antara dua
buah garis)

Ada 3 komponen dasar Data Vektor: Titik, garis, dan area/polygon


2)
Pada data vector system informasi geografis akan menyimpan
informasi dalam bentuk kumpulan tema layer( thematic layers ), lengkap
dengan atribut masing-masing beserta hubungan spasialnya.

3)
Data Raster
Data raster (disebut juga dengan sel grid) adalah data yang dihasilkan dari
sistem penginderaan jauh. Pada data raster, obyek geografis
direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel
(picture element)

Perbedaan data vector dengan data raster dapat dilihat pada table di bawah :
Data

Akurasi Posisi

Visualisasi

Editing

Up Dating

Vektor

ada

Ada

Tidak ada

ada

Raster

Tidak ada

Tidak ada

ada

Tidak ada

Karakteristik dari peta digital :


1) Skala
Peta Konvensional
Peta Digital

Nilainya fixed
Nilainya scale less

2) Sistem Koordinat dan Sistem Proyeksi


Sistem koordinat dan sistem proyeksi yang dikenal
dalam peta
konvensional juga berlaku dalam peta digital. Konversi antar berbagai
sistem koordinat dan sistem proyeksi dapat dilakukan dengan lebih mudah
dan cepat.
3) Informasi Tepi Peta
Pada Peta Konvensional berisi berbagai keterangan tentang isi peta seperti
legenda, sistem koordinat, sistem proyeksi, tahun pembuatan, sumber data,
dan lain- lain. Pada Peta Digital dikenal dengan istilah Metadata .
4) Bentuk Penyajian
Peta Konvensional

Hardcopy, Lembar per Lembar


(diskrit)

Peta Digital

Softcopy, Continuous

5) Aturan Penyimpanan
Peta Konvensional
Peta Digital

Tidak ada lembar peta


Basis data spasial

Google Earth merupakan sebuah program globe virtual yang


sebenarnya disebut Earth Viewer dan dibuat oleh Keyhole, Inc.. Program ini
memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari
pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D. Tersedia dalam tiga
lisensi berbeda.
Manfaat google earth :
Memetakan sebuah lokasi dengan konsep terkinikan dan melaluui presisi
yang tinggi
Melihat kawasan yang belum tersentuh oleh tangan manusia sehingga
bisa diketahui kondisi kawasan tersebut
Mencari sumber daya alam yang masih bisa dieksplorasi demi
kepentingan masyarakat
Mengetahui titik koordinat sebuah bencana yang terjadi di bumi.Seperti
mencari kapal tenggelam atau pesawat yang jatuh dan hilang.
3.3. Google Earth

Google Earth merupakan sebuah program globe virtual untuk memetakan


bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan
satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D.
Awalnya dikenal sebagai Earth Viewer, Google Earth dikembangkan
oleh Keyhole, Inc., Produk ini, kemudian diganti namanya menjadi Google
Earth tahun 2005, dan sekarang tersedia untuk komputer pribadi yang
menjalankan Microsoft Windows 2000, XP, atau Vista, Mac OS X 10.3.9 dan
ke atas, Linux dan FreeBSD. Dengan tambahan untuk peluncuran sebuah
klien berbasis update Keyhole, Google juga menambah pemetaan dari basis
datanya ke perangkat lunak pemetaan berbasis web. Peluncuran Google Earth
menyebabkan sebuah peningkatan lebih pada cakupan media mengenai globe
virtual antara tahun 2005 dan 2006, menarik perhatian publik mengenai
teknologi dan aplikasi geospasial.
1. Spesifikasi
Sistem dan Proyeksi Koordinat
Sistem koordinat internal Google Earth merupakan koordinat geografi
dalam bentuk tunggal Sistem Geodetik Dunia tahun 1984 (WGS84). Google
Earth menampilkan dunia seperti dilihat dari pesawat atau satelit yang
mengorbit. Proyeksi ini digunakan untuk memperoleh efek yang
disebut Perspektif Umum. Ini mirip dengan proyeksi Ortografi, kecuali titik
perspektifnya merupakan jarak terbatas (dekat bumi) daripada jarak tidak
terbatas (luar angkasa).
Resolusi dasar
Amerika Serikat: 15 m (beberapa negara bagian 1 m atau lebih baik)
Andorra, Belanda, Britania Raya, Denmark, Jerman, Liechtenstein,
Luksemburg,San Marino, Swiss, Vatikan: 1 m atau lebih baik
Seluruh dunia: Umumnya 15 m (beberapa area, seperti Antartika,
resolusinya sangat rendah), tetapi ini tergantung pada kualitas
satelit/fotografi udara yang diunggah.
Resolusi tinggi
Amerika Serikat: 1 m, 0.6 m, 0.3 m, 0.15 m (sangat jarang,
contohnya Cambridge dan Google Campus, atau Glendale)
Eropa: 0.3 m, 0.15 m (contohnya Berlin, Hamburg, Zrich)
Resolusi ketinggian
Permukaan: bervariasi menurut negara

Dasar laut: Tidak tersedia (sebuah skala warna memperkirakan


kedalaman dasar laut "diperlihatkan" pada permukaan).
2. Fitur
Cakupan satelit seluruh dunia
Google Earth memiliki cakupan satelit Lebih dari seperempat permukaan
daratan di dunia, mencakup lebih dari 75% populasi dunia, berada dalam
resolusi tinggi sub-meter yang berarti setiap piksel mewakili suatu area
yang lebih kecil dari satu meter persegi.
Bangunan 3D
Ratusan ribu model 3D yang tersedia di Google Earth untuk merender
tampilan kota atau bangunan tertentu yang sangat realistis.
Medan: Gunung, lembah, dan dasar lautan

Selain bangunan, Google Earth menawarkan pengukuran berbasis citra


medan di seluruh dunia. Tampilkan gunung, tebing, lembah, bahkan palung
dan kaki benua di bawah permukaan laut.
Data peta paling lengkap
Google Earth berbagi data jalan, tengara, dan perbatasan yang sama yang
dipercayai oleh ratusan juta pengguna Google Maps. Kami juga menawarkan
data peta yang dikontribusikan oleh pengguna dari lebih dari 170 negara dan
wilayah melalui program Google .
Citra historis
Google Earth memberikan citra yang diambil dalam kurun beberapa tahun
terakhir dari seluruh dunia. Di AS dan beberapa lokasi tertentu, google telah
memperoleh citra lawas, beberapa di antaranya bahkan berasal dari masa
Perang Dunia II.

3.4. Google Map


Google Maps adalah sebuah jasa peta globe virtual gratis dan online
disediakan oleh Google dapat ditemukan di http://maps.google.com.
Pada situs tersebut dapat dilihat informasi geografis pada hampir semua
permukaan di bumi kecuali daerah kutub utara dan selatan.

Layanan ini dibuat sangat interaktif, karena di dalamnya peta dapat digeser
sesuai keinginan pengguna, mengubah level zoom, serta mengubah tampilan
jenis peta.
Google Maps mempunyai banyak fasilitas yang dapat dipergunakan
misalnya pencarian lokasi dengan memasukkan kata kunci, kata kunci yang
dimaksud seperti nama tempat, kota, atau jalan, fasilitas lainnya yaitu
perhitungan rute perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Cara kerja Google Maps
Google Maps dibuat dengan menggunakan kombinasi dari gambar peta,
database, serta obyek-obyek interaktif yang dibuat dengan bahasa
pemrograman HTML, Javascript dan AJAX, serta beberapa bahasa
pemrograman lainnya.
Gambar-gambar yang muncul pada peta merupakan hasil komunikasi
dengan database pada web server Google untuk menampilkan gabungan dari
potongan - potongan gambar yang diminta.
Keseluruhan citra yang ada diintegrasikan ke dalam database pada Google
Server, yang nantinya akan dapat dipanggil sesuai kebutuhan permintaan.
Bagian- bagian gambar map merupakan gabungan dari potongan gambargambar bertipe PNG yang disebut tile yang berukuran 256 x 256 pixel
seperti gambar berikut.

Tiap-tiap potongan gambar diatas, mewakili gambar tertentu dalam


longitude, latitude dan zoom level tertentu. Kode Javascript yang
digunakan untuk menampilkan peta Google Maps diambil dari link URL.
Jadi untuk menampilkan peta suatu lokasi yang diinginkan, dapat dengan cara
mengirimkan URL yang diinginkan.
Google Maps juga menawarkan peta yang dapat diseret dan gambar satelit
untuk seluruh dunia dan baru-baru ini, Bulan, dan juga menawarkan
perencana rute dan pencari letak bisnis di U.S., Kanada, Jepang, Hong Kong,
Cina, UK, Irlandia (hanya pusat kota) dan beberapa bagian Eropa. Google
Maps masih berada dalam tahap beta.
3.5. Archgis
ArcGIS adalah paket perangkat lunak yang terdiri dari produk perangkat
lunak sistem informasi geografis (SIG) yang diproduksi oleh Esri.

Perangkat lunak ArcGIS yang memungkinkan kita memanfaatkan data


dari berbagai format data. Dengan ArcGIS kita memanfaatkan fungsi desktop
maupun jaringan. Dengan ArcGIS kita bisa memakai fungsi pada level
ArcView, ArcEditor, Arc/Info dengan fasilitas ArcMap, ArcCatalog dan
Toolbox. Materi yang disajikan adalah konsep SIG, pengetahuan peta,
pengenalan dan pengoperasian Arc GIS, input data dan manajemen data
spasial, pengoperasian Arc Catalog, komposisi/ tata letak peta dengan
ArcMap. ArcGIS meliputi perangkat lunak berbasis Windows sebagai
berikut:
a. ArcMap adalah komponen utama dari ESRIs ArcGIS yang
merupakan program pengolah geospasial, dan digunakan terutama
untuk melihat, mengedit, menciptakan, dan menganalisis data
geospasial.. ArcMap memungkinkan pengguna untuk mencari data
dalam kumpulan data, melambangkan fitur sesuai, dan membuat
peta.
b. ArcMap berfungsi untuk membuat dan memanipulasi set data
untuk memasukkan berbagai informasi. Sebagai contoh, peta yang
dihasilkan di ArcMap umumnya termasuk fitur seperti panah utara,
bar skala, judul, legenda, dll paket perangkat lunak mencakup
gaya-set fitur ini.
c. ArcReader, yang memungkinkan pengguna menampilkan peta
yang dibuat menggunakan produk ArcGIS lainnya;
d. ArcGIS Desktop, memiliki tiga tingkat lisensi:
- ArcView, yang memungkinkan pengguna menampilkan
data spasial, membuat peta berlapis, serta melakukan
analisis spasial dasar;
- ArcEditor, memiliki kemampuan sebagaimana ArcView
dengan tambahan peralatan untuk memanipulasi
berkas shapefile dabgeodatabase;
- ArcInfo, memiliki kemampuan sebagaimana ArcEditor
dengan tambahan fungsi manipulasi data, penyuntingan,
dan analisis.
Terdapat pula produk ArcGIS berbasis server, serta produk ArcGIS
untuk PDA. Ekstensi dapat dibeli secara terpisah untuk meningkatkan
fungsionalitas ArcGIS.
3.5.1 Aplikasi Dasar ArcGIS
ArcGIS desktop sendiri teridiri atas 5 aplikasi dasar yakni :
ArcMap
ArcMap merupakan aplikasi utama yang digunakan dalam
ArcGis yang digunakan untuk mengolah (membuat / create),
menampilkan (viewing), memilih (query), editing, composing
dan publishing) peta.
ArcCatalog
ArcCatalog adalah aplikasi yang berfungsi untuk
mengatur/mengorganisai berbagai macam data spasial yang
digunakan dalam pekerjaan SIG. Fungsi ini meliputi tool untuk
menjelajah (browsing), mengatur (organizing), membagi

3.5.2

(distribution) dan menyimpan (documentation) data data


SIG.
ArcToolbox
Terdiri dari kumpulan aplikasi yang berfungsi sebagai
tools/perangkat dalam melakukan berbagai macam analisis
keruangan.
ArcGlobe
Aplikasi ini berfungsi untuk menampilkan peta-peta secara 3D
ke dalam bola dunia dan dapat dihubungkan langsung dengan
internet.
ArcScene
ArcScene merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengolah
dan menampilkan peta-peta ke dalam bentuk 3D

Prosedur converting Map Info to ArcGIS


1. Buka Software Map Info.
2. Pilih Menu tools dan submenu Universal translator

3. Pada kotak dialog Universal translator pada kolom source pilih


format MapInfo TAB dan pilihlah file yang akan dikonversi (yaitu
kec_lowokwaru.TAB). kemudian pada kolom destination pilih
format ESRI Shape dan isikan tempat hasil penyimpanannya

4. Jika sudah successful, maka bukalah software ArcGis


5. Add content pada arcgis dan pilih file yang telah dikonversi tadi.
Masukkan seluruh file satu persatu

6. Akan muncul hasil pada arcgis sebagai berikut

7. Tambahkan nama desa pada peta.


8. Klik kanan pada kec.lowokwaru.region kemudian propertis

9. Pilih menu label dan isikan jenis label yang akan ditampilkan
(yaitu DESA)

10. Hasilnya adalah berikut ini

3.6. ArcView
ArcView merupakan salah satu perangkat lunak (software) desktop Sistem
Informasi Geografis (SIG) dan pemetaan yang dikembangkan oleh ESRI.
ArcView memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan visualisasi, mengexplore, menjawab query (baik basis data spasial maupun non-spasial),
menganalisis data secara geografis, dan sebagainya. Secara umum kemampuan
ArcView dapat dilihat melalui uraian berikut :
Pertukaran data, membaca dan menuliskan data dari dan ke dalam
format perangkat lunak SIG lainnya.
Melakukan analisis statistik dan operasi-operasi matematis
Menampilkan informasi (basis data) spasial maupun atribut
Menghubungkan informasi spasial dengan atribut-atributnya yang
terdapat (disimpan) dalam basis data atribut
Melakukan fungsi-fungsi dasar SIG seperti analisis sederhana spasial
Membuat peta tematik
Meng-customize aplikasi dengan menggunakan bahasa skrip atau
bahasa pemrograman sederhana

Melakukan fungsi-fungsi SIG khusus lainnya (dengan menggunakan


extension yang ditujukan untuk mendukung penggunaan perangkat lunak
SIG ArcView)
3.7. Latitude
Latitude / Garis Lintang : garis khayal yang digunakan untuk menentukan
lokasi di Bumi terhadap garis khatulistiwa (utara atau selatan). Posisi lintang
biasanya dinotasikan dengan simbol huruf Yunani f. Posisi lintang merupakan
penghitungan sudut dari 0 di khatulistiwa sampai ke +90 di kutub utara dan
-90 di kutub selatan. Dalam bahasa Indonesia lintang di sebelah utara
khatulistiwa diberi nama Lintang Utara (LU), demikian pula
lintang di sebelah selatan khatulistiwa diberi nama Lintang
Selatan (LS).
Berikut nilai-nilai yang dijadikan patokan ukuran garis
lintang ini.
1. Garis paling atas (kutub utara) = 90
2. Garis paling tengah (equator) = 0
3. Garis paling bawah (kutub selatan) = -90
Longitude / Garis Bujur : Menggambarkan lokasi sebuah tempat di timur
atau barat Bumi dari sebuah garis utara-selatan yang disebut Meridian Utama.
Longitude diberikan berdasarkan pengukuran sudut yang berkisar dari 0 di
Meridian Utama ke +180 arah timur dan -180 arah barat.
3.8. Longitude
Longitude atau garis bujur adalah garis
membujur yang menghubungkan antara sisi utara dan
sisi selatan bumi (kutub). Garis bujur ini digunakan
untuk mengukur sisi barat-timur koordinat suatu titik
di belahan bumi.
Sama seperti equator pada latitude yang berada
ditengah dan memiliki nilai 0 (nol) derajat, pada
longitude, garis tengah yang bernilai 0 (nol) derajat
disebut garis prime meridian. Sedangkan garis yang
berada paling kiri memiliki nilai -90 derajat, dan yang
paling kanan memiliki nilai 90 derajat.
Longitude juga dibedakan menjadi 2 wilayah, yaitu bujur timur dan bujur
barat, dimana koordinat yang berada di timur selalu bernilai negatif, dan
sebaliknya yang berada di barat selalu positif.
Posisi Koordinat Geographic sendiri adalah gabungan antara koordinat
Longitude, Latitude misalkan letak Kota Banjarmasin berada pada Posisi
Longitude : 114.4xxxx dan Posisi Latitude : -3.2xxxx (dapat dilihat pada
gambar)

Posisi Koordinat Universal Transverse Mercator (UTM) sendiri adalah


metode menentukan posisi koordinat bumi dengan memetakannya secara 2
dimensi dimana dibagi-bagi menjadi kotak-kotak kecil (lokal). Saya
contohkan disini misalkan Kota Banjarmasin berada pada Zona 50 S
( South / Selatan). (dapat dilihat pada gambar)

Cara Mendapatkan Longitude & Latitude Dari Google Maps

1) Klik kanan pada daerah yang anda tuju, lalu klik Ada apa disini?
atau jika anda pengguna dengan bahasa inggris silakan klik whats
here?

2) Setelah itu lihat pada panah hijau yang muncul, kalau sudah tepat
di tempat yang dituju, maka di search bar google maps akan muncul
longitude serta latitude-nya dan yang tertulis sebelum koma adalah
latitude, serta yang tertulis sebelum koma adalah longitude-nya.

Latitude = -7,941182
Longitude= 112,622715
X = 112,6226 o (Desimal
Konversi (DMS ke DD)
Degree)
X = 112o3724 BT
o
Y = -7 5628 LS
1o = 60 (1 Derajat = 60
Menit)
1 = 60 (1 Menit = 60 Detik)
DD = Derajat + (Menit/60)
1o = 60x60 = 3600 (1
+ (Detik/3600)
Derajat = 3600 Detik)

Koordinat Y (Lintang)
Koordinat X ( Bujur )
Y
= 7o5628 LS
37 = 37/60 = 0.616o
= 7 + (56/60) + (28/3600)
(37 Menit = 0.616 Derajat)
= 7 + 0.9333 + 0,0077
24 = 24/3600 = 0.0066o
= 7,941o ( Decimal Degree )
(24
Detik = 0.0066
Y= 7,941o ( Decimal Degree)
Derajat)
Sehingga Koordinat :
3745 = 0.616 + 0.0066 =
X,Y = (112,6226 o, - 7,941o)
0.6226 o

5. Masalah
a. Plot lokasi BTS kecamatan lowokwaru menggunakan map info,
b. Plot data BTS keseluruhan,
c. Plot jarak antar BTS kec.lowokwaru,
d. Plot coverage area BTS di kecamatan Lowokwaru,
e. Plot map info konversi ke google earth,
f. Plot map info konversi ke google map,
g. Plot map info konversi ke archgis,
h. Input koordinat 36 BTS menggunakan google map,
i. Input koordinat 36 BTS menggunakan google earth,
j. Input koordinat 36 BTS menggunakan arcgis,
k. Konversi dari map info ke arcview.
6. Solusi
a. Hasil plot lokasi BTS kecamatan lowokwaru

Lokasi BTS yang berada di dalam


BTS AB, BTS AF, BTS AJ, dan BTS AZ.
Titik koordinat masing-masing BTS:
a. BTS AB
Longitude : 112o 37 1,90
b. BTS AF
Longitude : 112o 37 59,1
c. BTS AJ
Longitude : 112o 36 12,3
d. BTS AZ
Longitude : 112o 36 59,0

kecamatan Lowokwaru adalah

Latitude : -07o 57 08,1


Latitude : -07o 57 05,8
Latitude : -07o 56 47,1
Latitude : -07o 56 27,7

b. Hasil plot lokasi data BTS keseluruhan

c. Hasil jarak antar BTS di kecamatan Lowokwaru

Jarak antara BTS AJ dan BTS AZ: 1,547 Km


Jarak antara BTS AJ dan BTS AB: 1,696 Km
Jarak antara BTS AZ dan BTS AF: 2,168 Km
Jarak antara BTS AF dan BTS AB: 1,757 Km
Jarak antara BTS AZ dan BTS AB: 1,262 Km
Jarak antara BTS AJ dan BTS AF: 3,262 Km
d. Hasil plot coverage area BTS di kecamatan Lowokwaru

e. Hasil plot map info konversi ke google earth

f. Hasil plot map info konversi ke google map

g.

Hasil plot map info konversi ke archgis

h. Hasil input koordinat 36 BTS menggunakan google map

i. Hasil input koordinat 36 BTS menggunakan google earth

j. Hasil input koordinat 36 BTS menggunakan arcgis

k. Hasil konversi dari map info ke arcview

7. Kesimpulan

8. Refrensi
Materi Ploting BTS Existing
Maps.google.com
Panduan MapInfo
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_geografis
http://keprcayaan.blogspot.com/2014/02/pengertian-google-earth.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Latitude
http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_bujur
Dasar teori Arcview | Scribd https://www.scribd.com/collections/2365060/Dasar-teori-Arcview