Anda di halaman 1dari 8

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVI

Program Studi MMT-ITS, Surabaya 14 Juli 2012

DETEKSI RISIKO DINI SAHAM GABUNGAN DENGAN


MENGGUNAKAN VALUE at RISK
Haryono, Muhammad Sjahid Akbar dan Sony Sunaryo
Statistics, Sepuluh Nopember Institute of Technology
Keputih Sukolilo, Surabaya, 60111, Indonesia
e-mail: haryono@statistika.its.ac.id
m_syahid_a@statistika.its.ac.id, sonny_s@statistika.its.ac.id
ABSTRAK
Investasi dalam saham adalah suatu bentuk investasi yang paling umum di pasar modal.
Saham merupakan surat berharga sebagai bukti penyertaan modal pada satu perusahaan atau
beberapa perusahaan. Investasi dalam saham mengandung unsur resiko kalau harga saham
mempunyai fluktuasi tinggi yang sangat dipengaruhi oleh kondisi perusahaan (faktor teknik)
dan kondisi fundamental. Kondisi-kondisi ini disebabkan adanya pengaruh ketidakpastian.
Sehingga jika investor menginginkan tingkat keuntungan yang tinggi maka investor harus
berani menanggung resiko yang tinggi juga. Pengukuran resiko investasi yang popular adalah
dengan pendekatan Value-at-Risk (VaR). Pada penelitian ini ditunjukkan secara empiris bahwa
investasi pada salah satu saham memiliki risiko kerugian maksimum lebih besar daripada
investasi secara diversifikasi pada beberapa saham (Portofolio).
Kata kunci : Saham, Portofolio, Investasi, VaR
PENDAHULUAN
Investasi merupakan salah satu cara alternatif yang dapat digunakan untuk
meningkatkan nilai aset di masa depan. Investasi disebut juga sebagai penanaman modal
merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan
ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu
harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan.
Seiring dengan semakin baiknya iklim investasi di Indonesia, maka peranan pasar
modal (capital market) akan meningkat dimasa-masa yang akan datang. Pasar modal memiliki
peranan penting untuk mengembangkan dunia investasi suatu negara. Beberapa peran pasar
modal dalam mengembangkan dunia investasi antara lain pertama, sebagai sarana untuk
mendapatkan dana secara cepat dengan biaya murah dapat dikumpulkan dari masyarakat
(investor). Kedua, pasar modal sebagai sarana untuk berinteraksi dalam instrumen keuangan.
Dengan berbagai instrumen keuangan, para investor dapat mengalokasikan dana yang dimiliki
untuk berbagai investasi atau portofolio sehingga mendapatkan keuntungan maksimal dengan
resiko kerugian yang minimal.
Investasi dalam saham adalah suatu bentuk investasi yang paling umum di pasar
modal. Saham merupakan surat berharga yang merupakan bukti penyertaan modal pada satu
perusahaan atau beberapa perusahaan. Dengan berinvestasi pada berbagai saham perusahaan,
investor ingin mendapatkan return yang setinggi-tingginya. Namun investasi dalam saham
juga mengandung unsur resiko kalau harga saham mempunyai fluktuasi tinggi yang sangat
dipengaruhi oleh kondisi perusahaan (faktor teknik) dan kondisi fundamental baik
perencanaan domestik maupun regional dan internasional. Jadi dalam investasi saham terdapat
dua unsur yang saling mempengaruhi yaitu tingkat keuntungan (return) dan resiko (risk) yang
ISBN : 978-602-97491-5-1
A-42-1

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVI


Program Studi MMT-ITS, Surabaya 14 Juli 2012

harus ditanggung karena adanya pengaruh ketidakpastian tersebut. Jika investor


menginginkan tingkat keuntungan yang tinggi maka investor harus berani menanggung resiko
yang tinggi juga. Oleh karena itu mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola resiko pada
saham-saham yang dipilih merupakan hal yang sangat penting dalam berinvestasi pada pasar
modal.
Adanya resiko dalam berinvestasi saham, maka sebaiknya investor melakukan analisis
terhadap berbagai saham yang ada sesuai dengan kondisi terkini dan kemudian memilih yang
dianggap mempunyai resiko terkecil dan dapat menghasilkan keuntungan optimal. Salah satu
cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengalokasikan dananya secara diversifikasi pada
berbagai produk investasi atau berbagai jenis saham. Dengan berbagai pilihan investasi ini,
investor dapat memilih kombinasi diversifikasi pengalokasian dana sehingga memperoleh
keuntungan optimal dengan resiko minimal (Rockfeller, dkk., 2010). Pengukuran resiko
investasi yang popular digunakan adalah dengan pendekatan Value-at-Risk (VaR). Pendekatan
VaR ini akan menaksir tingkat kerugian investor yang akan terjadi dengan tingkat keyakinan
tertentu (Jorion,2001).
Penelitian ini akan mengidentifikasi dan mengukur risiko berinvestasi pada sahamsaham yang dipilih dari saham-saham yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dan
termasuk dalam indeks LQ45. Alat ukur risiko yang digunakan untuk menghitung risiko pada
masing-masing saham dan saham gabungan (portofolio) adalah VaR. Hasil perhitungan risiko
ini, dapat digunakan para investor menjadi bahan pertimbangan dalam menginvestasikan
modalnya.
METODE
Return Saham
Return saham adalah keuntungan yang dinikmati investor atas investasi saham yang
dilakukannya. Return tersebut memiliki dua komponen yaitu current income dan capital gain
(Wahyudi, 2003). Return saham dapat dibedakan menjadi dua yaitu return realisasi dan return
ekspektasi. Return realiasai merupakan return yang telah terjadi sedangkan return ekspektasi
merupakan return yang diharapkan akan diperoleh investor di masa yang akan datang
(Jogiyanto, 2003).
Hanafi dan Halim (1996) menyatakan bahwa return saham disebut juga sebagai
pendapatan saham dan merupakan perubahan nilai harga saham periode t dengan t-1, sehingga
semakin tinggi perubahan harga saham maka semakin tinggi pula return saham yang
dihasilkan. Hanafi (2009) menyatakan nilai return dalam perhitungan VaR dapat dihitung
dengan rumus sebagai berikut.
[ Pt P(t 1) ]
Return=
x 100
(1)
P(t 1 )
Pt merupakan saham pada hari t dan Pt1 menyatakan saham pada hari t-1. Ekspektasi
tingkat pengembalian aset dan portofolio adalah :

E ( Ri )

R
j 1

ij

dan E(Rp) p Wi 1

N
i 1
Varians return saham individu dan portofolio dapat ditulis sebagai berikut.
n

(R
i 1

E ( Ri )) 2
N

ISBN : 978-602-97491-5-1
A-42-2

(2)

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVI


Program Studi MMT-ITS, Surabaya 14 Juli 2012

12

12 13 1N W1

W2
2

(3)
p (W1 ...Wn )

2
n1 n 2 n 3 n Wn
Definisikan adalah matriks kovarian, varians tingkat pengembalian portofolio dapat ditulis
lebih lanjut sebagai berikut.
2
p W ' W
(4)
2
2 2
2 2
2 2
2 2
p =w1 1 + w2 2+ w3 3 + w4 4 +2 12 w 1 w2 +2 13 w1 w3
+2 14 w1 w 4 +2 23 w2 w3 +2 24 w2 w 4 +2 34 w3 w 4

W adalah bobot masing-masing saham. Dalam bentuk nilai investasi x dapat ditulis sebagai
berikut.
2
p W 2 x' x
Tingkat keuntungan yang diharapkan untuk portofolio adalah rata-rata tertimbang dari return
aset individualnya. Apabila aset berbentuk portofolio yang terdiri dari berbagai macam aset,
maka return portofolio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
4

R( p ,t ) wi R(i ,t )
i 1

(5)

R( p ,t )
R
Keterangan:
merupakan return portofolio berdasarkan waktu ke-t; (i ,t ) menyatakan
return pada saham ke-i pada waktu ke-t; dan w i menunjukkan persentase investasi
portofolio (bobot) pada saham ke-i, i=1,2,..,n dengan wi =1 (Crouhy dkk, 2001). Bobot
yang jumlahnya satu, dihitung berdasarkan nilai persentase masing-masing asset w i
tehadap total nilai pasar portofolio w. Untuk penyingkatan penulisan, laju pengembalian
model ditulis secara matriks sebagai berikut.

R1
R
R p w1 R1 w2 R2 ...wn Rn ( w1 , w2 ,..., wn ) 2 w ' R

Rn
(6)

Keterangan: w merupakan waktu transpose dari bobot, dan R vektor kolom yang memuat
tingkat pengembalian masing-masing asset.
Value at Risk (VaR)
Menurut Hanafi (2009) dalam manajemen risiko, VaR merupakan metode pengukuran
risiko yang mengembangkan lebih lanjut konsep kurva normal, dimana VaR digunakan salah
satunya untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut ini. Jika besok adalah hari yang jelek,
berapa besar (nilai rupiah) dan berapa besar kemungkinan (probabilitas) kerugian yang bisa
ISBN : 978-602-97491-5-1
A-42-3

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVI


Program Studi MMT-ITS, Surabaya 14 Juli 2012

dialami perusahaan besok (atau beberapa hari mendatang)? Jawaban tersebut akan terbentuk
kalimat seperti berikut ini besok ada kemungkinan sebesar 5 persen bahwa kerugian
perusahaan (karena pergerakan harga pasar yang tidak menguntungkan) sebesar Rp. 10 juta
atau lebih. Dari kalimat tersebut VaR menjawab pertanyaan bahwa dengan memberikan nilai
uang dari kerugian tersebut (Rp. 10 juta), dan besar kemungkinannya (5 persen). Jawaban
tersebut akan memberikan informasi yang berguna untuk manajer, karena manajer mempunyai
perkiraan besarnya kerugian dan kemungkinan terjadinya kerugian tersebut.
Menurut Jorion (2001) Value at Risk merupakan metode untuk menilai risiko yang
menggunakan teknik statistik standar yang secara rutin digunakan di bidang teknik lainnya.
Jorion (2002) juga memaparkan bahwa VaR merupakan alat ukur yang dapat menghitung
besarnya kerugian terburuk yang dapat terjadi dengan mengetahui posisi asset, tingkat
kepercayaan akan terjadinya risiko, dan jangka waktu penempatan asset (time horizon).
Berdasarkan definisi di atas maka VaR dapat diartikan sebagai kerugian terburuk dari suatu
aset pada suatu jangka waktu tertentu dengan suatu tingkat kepercayaan tertentu. Definisi VaR
secara umum dapat dituliskankan sebagai berikut.
P ( r VaR )=1

(7)

Keterangan: r adalah return selama periode tertentu dan adalah tingkat kesalahan.
Pengukuran risiko berbasis VaR secara umum akan mengarahkan pada manajemen
risiko yang lebih baik. Dalam manajemen risiko dikatakan bahwa VaR mampu
mengkomunikasikan risiko dengan baik karena VaR dapat mengukur risiko sebuah portofolio.
Tujuan utama sistem VaR adalah menaksir risiko pasar yang berdasarkan pada perubahan
harga pasar (Jorion, 2002).
Best (1998) menyatakan VaR adalah suatu metode pengukuran risiko secara statistik
yang memperkirakan kerugian maksimum yang terjadi atas suatu portofolio pada tingkat
kepercayaan (level of confidence) tertentu. Nilai VaR selalu disertai dengan probabilitas yang
menunjukkan seberapa mungkin kerugian yang terjadi akan lebih kecil dari nilai VaR
tersebut.
VaR Metode Analitis
Metode analitis biasanya mengasumsikan distribusi tertentu yang mendasari return
atau harga. Biasanya distribusi normal yang diasumsikan mendasari pergerakan harga
tersebut. Dalam langkah metode analitis ini, setelah distribusi tersebut diasumsikan
selanjutnya dapat menghitung nilai yang diharapkan (misal rata-rata) dan penyimpangan nilai
yang diharapkan tersebut (misal standar deviasi). Selanjutnya VaR bisa dihitung dengan
menggunakan parameter yang diambil dari distribusi tersebut (Hanafi, 2009).
Perhitungan VaR untuk aset menggunakan rumus dari Jorion (2001) adalah sebagai
berikut.
VaR Z A

Keterangan: Z

(8)
adalah nilai probabilitas pada tingkat kepercayaan , A menunjukkan nilai

posisi aset; dan menyatakan standar deviasi dari aset individual. Apabila VaR dihitung
dengan memperhitungkan lama waktu investasi t (holding period), maka dapat dihitung
dengan rumus sebagai berikut.
VaR Z i A t
(9)

ISBN : 978-602-97491-5-1
A-42-4

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVI


Program Studi MMT-ITS, Surabaya 14 Juli 2012

Jika return saham yang digunakan merupakan return saham gabungan dari beberapa
aset (Portofolio) maka perhitungan VaR menjadi
VaR Z p A t
(10)
2

Dengan p = akar dari p pada persamaan (4)


Varians (Nilai Ragam)
Variansi merupakan salah satu ukuran sebaran yang paling sering digunakan dalam
berbagai analisis statistika yang didefinisikan sebagai rata-rata dari skor penyimpangan
kuadrat (Walpole, 1995).
n

(x
i 1

)2

(11)

Keterangan : adalah rata-rata populasi; xi menyatakan jumlah interval data, i=1,2,,n; dan
N menunjukkan jumlah populasi
Studi Kasus
Penelitian ini menggunakan data return saham yang terdaftar dalam Bursa Efek
Indonesia dan termasuk dalam Indeks LQ45 dari Maret 2008 hingga Februari 2012 pada
saham perusahaan tertentu. Saham yang digunakan pada penelitian ini adalah saham PT. Indo
Tambangraya Megah, Tbk (ITMG), Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk (BBRI), dan PP
London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Pemilihan ketiga saham ini berdasarkan hasil analisis
faktor dan nilai Price earning Ratio (PER) terkecil. Return saham diperoleh dengan
menghitung besar perubahan closing price (penutupan harga saham) pada masing-masing
saham seperti pada persamaan (1). Satuan harga saham yang digunakan dalam penelitian ini
adalah rupiah dengan satuan return saham berupa persentase. Masing-masing data harga
penutupan saham tersebut dapat diakses pada situs www.yahoo.finance.com.
Langkah Analisis
1. Menghitung return masing-masing saham saham ITMG, BBRI, dan LSIP.
2. Menghitung besarnya risiko investasi masing-masing saham ITMG, BBRI, dan LSIP (Var
ITMG, Var BBRI, dan Var LSIP).
3. Menghitung weighted dari masing-masing saham ITMG, BBRI, dan LSIP.
4. Menghitung return portofolio dari saham ITMG, BBRI, dan LSIP.
5. Menghitung besarnya risiko investasi pada return saham portofolio (Var Portofolio).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data yang digunakan adalah data close price saham. Alasan menggunakan data ini,
karena data close price yang digunakan sebagai harga pembukaan pada hari berikutnya. Nilai
Return dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (1). Hasil Return dari ketiga saham
seperti pada Tabel 1. Besar risiko kerugian maksimal dalam berinvestasi pada masing-masing
saham untuk kurun waktu tertentu dapat dihitung dengan persamaan (9). Besar risiko kerugian
maksimal untuk masing-masing saham, jika investor berinvestasi sebesar Rp. 1 milyar dalam
kurun waktu 5 hari (satu minggu) dengan tingkat kepercayaan 95% seperti pada Tabel 2
Tabel 1. Data Return saham ITMG, BBRI, dan LSIP
Data

Tanggal

ITMG

ISBN : 978-602-97491-5-1
A-42-5

BBRI

LSIP

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVI


Program Studi MMT-ITS, Surabaya 14 Juli 2012

Ke1
2
3
4
5
.
.
.
897
898

29/02/2012
28/02/2012
27/02/2012
24/02/2012
23/02/2012
.
.
.
25/03/2008
24/03/2008

0,003472
0,031026
-0,01412
-0,02074
-0,0023
.
.
.
0,024259
-0,02368

0,037594
0
-0,02206
-0,0073
-0,01439
.
.
.
0,130841
-0,01835

0,039216
0,009901
-0,0098
-0,03774
-0,01852
.
.
.
-0,0202
0,03125

Tabel 2. besar risiko kerugian


Saha
m
ITM
G
BBRI
LSIP

VaR
141.655.26
4,12
136.173.88
2,51
164.548.57
0,41

Jika seorang investor menanamkan sahamnya pada PT. Indo Tambangraya Megah, Tbk
sebesar Rp. 1.000.000.000,- dengan waktu t selama 5 hari maka ada peluang 1 hari mengalami
potensi kerugian maksimal sebesar Rp. 141.655.264,- dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Jika seorang investor menanamkan sahamnya pada Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
sebesar Rp. 1.000.000.000,- dengan waktu t selama 5 hari maka ada peluang 1 hari mengalami
potensi kerugian maksimal sebesar Rp. 136.173.883,- dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Begitu juga jika seorang investor menanamkan sahamnya pada PP London Sumatra Indonesia
Tbk sebesar Rp. 1.000.000.000,- dengan waktu t selama 5 hari maka ada peluang 1 hari
mengalami potensi kerugian maksimal sebesar Rp. 164.548.570,- dengan tingkat kepercayaan
95 persen.
Jika investor melakukan divesifikasi dalam berinvestasi pada ketiga saham tersebut,
maka langkah pertama adalah menentukan besarnya bobot pada masing-masing ketiga saham
(ITMG, BBRI, LSIP) supaya diperoleh nilai risiko kerugian yang minimal. Pada penelitian ini
bobot pada masing-masing saham dicari dengan menggunakan data return masa lalu. Hal ini
dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat volalitilitas return. Semakin besar tingkat
volalitilitas maka semakin besar pula risiko yang ditanggung oleh investor. Bobot dari ketiga
saham tersebut dapat dicari dengan metode Markowitz. Hasil perhitungan bobot ketiga saham
seperti pada Tabel 3.
Tabel 3. Bobot pada
masing-masing saham
Saham
Bobot
ITMG
0,3692
BBRI
0,3704
LSIP
0,2605

Pada Tabel 3 nampak untuk saham yang mempunyai tingkat risiko yang besar memiliki bobot
paling kecil, pada kasus ini saham LSIP memiliki bobot yang paling kecil dan saham BBRI
memiliki bobot paling besar.
ISBN : 978-602-97491-5-1
A-42-6

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVI


Program Studi MMT-ITS, Surabaya 14 Juli 2012

Jika bobot masing-masing saham diketahui, maka langkah selanjutnya adalah


menghitung return portofolio dengan menggunakan persamaan (5). Setelah return portofolio
diperoleh maka langkah selanjutnya adalah mencari besar risiko kerugian maksimal dalam
berinvestasi pada saham portofolio untuk kurun waktu tertentu dengan menggunakan
persamaan (10). Besar risiko kerugian maksimal untuk saham potofolio, jika investor
berinvestasi sebesar Rp. 1 milyar dalam kurun waktu 5 hari dengan tingkat kepercayaan 95%
adalah Rp. 90.374.222,-. Artinya jika seorang investor berinvestasi sebesar Rp.
1.000.000.000,- pada ketiga saham dengan komposisi seperti pada Tabel 3 dengan waktu t
selama 5 hari maka ada peluang 1 hari mengalami potensi kerugian maksimal sebesar Rp.
90.374.222,- dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil analisis ini menunjukkan jika kita
berinvestasi pada salah satu saham memiliki risiko lebih tinggi dari pada berinvestasi lebih
dari satu saham. Redusi risiko kerugian maksimal antara investasi pada satu saham dengan
diversifikasi saham sebesar 45,7 juta.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa investasi pada satu
saham tertentu memiliki risiko kerugian maksimal lebih besar dari pada investasi secara
diversifikasi pada beberapa saham. Hal ini sesuai dengan pendapat Rockfeller, dkk, bahwa
salah satu cara untuk mengalokasikan dana adalah melakukan diversifikasi dana investasi
pada berbagai jenis saham. Dengan berbagai pilihan investasi ini, investor dapat memilih
kombinasi diversifikasi pengalokasian dana sehingga memperoleh resiko minimal.
Saran pada penelitian ini adalah penggunaan metode VaR baik untuk aset individu
maupun portofolio dengan asumsi data memiliki distribusi normal, saling independen dan
memenuhi sifat-sifat Coherent. Tetapi pada umumnya tingkat kerugian mempunyai distribusi ekor
gemuk khususnya Distribusi Pareto Umum. Dimana untuk metode VaR baik individu maupun
potofolio tidak memiliki sifat-sifat Coherent. Sehingga untuk mendapatkan hasil pengukuran
resiko yang lebih baik dikembangkan pengukuran Conditional Value-at-Risk (CVaR) dan Fungsi
Copula. Metode CVAR memiliki sifat-sifat Coherent individu maupun potofolio
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, K., 2005 Dasar-dasar Manajemen Investasi dan Portofolio. Jakarta, PT. Rineka
Cipta.
Artzner, P., Delbaen, F., Eber, J., Heath, D.,1999, Thinking coherently, Risk Magazine, Vol. 10
No.11, pp.68-71
Best, P. 1998. Implementing Value at Risk. John Willey & Sons Ltd. England.

Bodie. et al. 2004. Essentials of Investments. United States of America: McgrawHill-Irwin.


Crouhy, M., Galai, D., and Mark, R. 2001. Management Risk. McGraw-Hill Companies, Inc. New
York.
Daniel, W. W. 1989. Statistika Non Parametrik Terapan. Jakarta : PT.Gramedia.
Hanafi, M. dan Halim, A. 1996. Analisa Laporan Keuangan. UPP-AMP YKPN. Yogyakarta.
Hanafi, M. M. 2009. Manajemen Risiko, Edisi Ke- 2. UPP STIM YKPN. Yogyakarta.
Husnan, S. 2003. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Ke-3, Cetakan Ke-3.
UPP AMP YKPN. Yogyakarta.
ISBN : 978-602-97491-5-1
A-42-7

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVI


Program Studi MMT-ITS, Surabaya 14 Juli 2012
Jogiyanto, H. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi Ke-3. BPFE. Yogyakarta.
Johnson, N. and Wichern, D. 1998. Applied Multivariate Statistical Analysis, Prentice-Hall, Upper
Saddle River, N.J.
Jorion, P. 2001. Value at Risk, 2nd ed. McGraw-Hill Companies, Inc. New York.

Klugman, Stuart A, Harry A., Panjer and Gordon, E., Willmod, 2008, Loss Models : From
Data to Decision, Mc Grawhill.
Lewis, Nigelda, 2004, Operational Risk With Excel and VBA : Applied Statistical Methods for
Risk Management, John Wiley
Markowitz, H. 1952. Portofolio Selection, Journal of Finance, Vol. VII, No. 1, pp.77-91.

Panjer, 2002, Measurement of risk, Solvency Requirements and allocation of Capital within
Financial Conglomerates. University of Woterloo, Canada
Rencher, A. C. 2002. Methods of Multivariate Analysis, Second Edition. Wiley-interscience, Brigham
Young Universitu. United States of America.

Rosenberg, J. dan Schuermann, T., 2006, A General Approach to Integreted Risk


Management, Journal of financial Economics, Vol. 80 (March), pp.569-614
Rockfeller, T., dan Uryasev, S., 2010, Conditional Value-At-Risk for General Loss
Distributions, Journal of Banking & Finance, Vol. 26, pp.1443-1471
Sarykalin, S., Serraino, G.,Uryasev, S. , 2008, Value-At-Risk vs Conditional Value-At-Risk in
Risk Management and Optimization, Tutorial in Operations Research, INFORMS
2008, Institute for Operations Research and the Management Science, Hanover, MD
Sharma, S. 1996. Applied Multivariate Techniques, New-York: John Wiley & Sons, Inc.
Sunaryo, T. 2007. Manajemen Risiko Finansial. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Walpole, E. R. 1995. Pengantar Statistika edisi ke-3. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 978-602-97491-5-1
A-42-8