Anda di halaman 1dari 6

GERAKAN-GERAKAN SOSIAL DAN PARTAI POLITIK

Pengantar
Hidup masyarakat ditata berdasarkan norma - norma sosial dan peraturan - peraturan
institusional. Norma - norma sosial mendefinisikan apa yang hendaknya dilakukan masyarakat
dalam berbagai situasi, namun bentuk-bentuk kehidupan sosial tidak selamanya berjalan sesuai
aturan yang berlaku. Hal ini tampak jelas dalam perilaku kolektif.

Perilaku Kolektif:
Seing terjadi selama masa-masa perubahan sosial
Memberikan suatu dorongan ke arah perubahan sosial secara signifikan
Ditandai dengan spontanitas dan ketiadaan struktur internal

Gerakan Sosial:
Memiliki tatanan internal dan merupakan tindakan bertujuan
Aktivitas kelompok-kelompok sosial dalam menyampaikan aspirasi mereka kepada
pemimpin masyarakat atau negara (cara kelompok-kelompok berpartisipasi dalam
politik)
Sifatnya kurang terorganisir,dan tidak kontinu (sementara)
Didasarkan atas rasa simpati terhadap pandangan sosial atau doktrin tertentu yang
dianggap relevan untuk dibela
Keangotaannya bersifat sementara

Partai Politik:
Cara partisipasi yang lebih terorganisir dan kontinu
Keanggotaannya tetap

Perilaku Kolektif
Termasuk dalam perilaku kolektif adalah :
Rumor: Suatu keping informasi yang sulit diverifikasi kebenarannya yang beredar dari
mulut ke mulut dengan cara yang relatif cepat.
Gaya: Suatu kebiasaan yang diulang dalam pola yang sama yang berlaku untuk sementara
waktu dan diterima luas di dalam masyarakat.
Contoh: Gaya berpakaian, desain model, dan arsitektur rumah

Model: Suatu folkway yang berlaku untuk sementara waktu dan diterima hanya oleh
lingkungan atau kelompok sosial tertentu.
Contoh: Hiburan, permainan-permainan baru, lagu-lagu baru, langkah-langkah tarian, dll.
Kegemaran: Model yang menjadi keasyikan bagi seseorang yang mengadopsinya.
Histeria massa: Mencakup penyebaran yang cepat akan rasa takut dan aktivitas yang hiruk
pikuk di kalangan sejumlah besar orang yang merasa terancam oleh suatu kekuatan
misterius.
Contoh: Penyakit menular, pemerkosa dan psikopat lepas dari penjara, dll.
Kepanikan: Pelarian tidak beraturan orang-orang karena takut akan terjadinya suatu bahaya.
Publik dan Opini Publik
Publik: Kumpulan orang yang memiliki minat terhadap suatu isu dan berusaha untuk
mempengaruhi tindakan para pembuat keputusan (tidak memiliki keanggotaan tetap)
Opini publik: Perilaku publik yang muncul dari proses give and take di kalangan orang orang yang terbagi berdasarkan suatu isu (diskusi pribadi individual-individual yang akan
menjadi semacam opini publik)
Kerumunan Massa
Gerakan-Gerakan Sosial
Suatu upaya yang kurang lebih keras dan terorganisisr di kalangan orang-orang yang relatif
besar jumlahnya,entah untuk menimbulkan perubahan atau menentag perubahan. (Melakukan
intervensi dalam proses perubahan sosial)
Tipe-tipe Gerakan Sosial
Berdasarkan tujuan-tujuan ideologis:
1. Gerakan-gerakan Revolusioner: Gerakan sosial yang menantang nilai-nilai fundamental.
2. Gerakan-gerakan Reformasi: Gerakan sosial yang bertujuan untuk memodifikasi kerangka kerja
dari skema nilai yang ada.
3. Gerakan Perlawanan: Gerakan sosial yang muncul tidak hanya untuk tujuan pelembagaan
perubahan, tetapi juga untuk memblokir perubahan atau mengeliminasikan perubahan yang
sudah dilembagakan sebelumnya.
4. Gerakan-gerakan Ekspresif: Gerakan sosial yang berusaha merenovasi atau memperbaharui
orang-orang dari dalam (sering menjanjikan suatu pembebasan di masa depan).
Revolusi sosial

Revolusi sosial mencakup penumbangan negara nasyarajat dan struktur kelas serta
penciptaan pengaturan - pengaturan sosial yang baru. Dengan demilikian suatu transformasi yang
sangat luas dan mendasar terjadi sebagai akibat dari suatu pergolakan yang membuka era baru
dalam hidup manusia
Kondisi yang memungkinkan adanya revolusi menurut Skocpol, Taylor, dan Goldstone:
1. Adanya kekuatan politik yang sangat terkonsentrasu pada negara, sehingga terdapat aparatur aparatur pemerintahan yang sentralistis.
Contoh: Sistem monarki di Perancis sebelum tahun 1789.
2. Aliansi militer dengan rezim yang mapan diperlemah, sehingga militer tidak lagi menjadi sarana
yang diandalkan untuk memmberangus kekacauan domestik.
Contoh: Kejatuhan rezim Marcos pada Februari 1986 di Filipina
3. Terjadi sejumlah krisis politik yang memperlemah rezim yang ada dan yang berandil bagi
kehancuran aparatur negara (berkaitan dengan konflik internasional).
Contoh: Kekalahan Cina oleh Jepang dalam Perang Dunia II
4. Suatu lapisan penting pendudukharus dikerahkan untuk melakukan pemberontakan yang
membawa suatu elite baru kepada tampuk kekuasaan.
Contoh: Revolusi kaum petani karena kenaikan harga sewa tanah.
Terorisme
Penggunaan kekuatan atau kekerasan terhadap orang - orang atau harta milik untuk
mengintimidasi atau memaksa suatu pemerintah atau organisasi formal, atau penduduk sipil untuk
mencapai tujuan - tujuan politik, agama, dan sosial tertentu. Contoh: Peledakan (Bangunan, Kapal
Laut, Pesawat Udara), Pembunuhan, Penyanderaan.
Aksi terorisme ini tidak mengenal batas negara, dan terjadi dimana saja dan kapan saja bisa
terjadi. Di masa sekarang ini kita melihat terorisme sebagai suatu cara perjuangan baru dengan
impikasi - implikasi yang lebih jauh jangkauannya. Terorisme ini berperan sebagai suatu sarana
ekspresi politik bagi kelompok - kelompok miliitan, entah dimotivasikan oleh ideologi, etnis,
maupun oleh agama. Namun terorisme kontemporer tidak banyak ditentukan oleh motif-motif
semacam itu melainkan lebih karena keterlibatan negara dalam melaksanakan maskud-baik dan
aksi-aksi yang sangat destruktif terhadap bangsa - bangsa yang dianggap musuh. Ciri lain terorisme
kontemporer adalah bahwa para teroris melakukan aksi teror semata-mata untuk publikasi (agar
aspirasi/tuntutan para pelaku diketahui oleh media massa di seluruh dunia). Pelaku terorisme ini
seringkali melihat diri mereka sebagai korban yang diperlakukan secara tidak layak/tersisihkan.

Penyebab Gerakan Sosial


1. Pendekatan Konflik
Gerakan sosial disebabkan oleh kesengsaraan, terutama karena masalah sosial dan
kesukaran ekonomis. Menurut Karl Marx kesengsaraan dan kemiskina progresif kelas
pekerja merupakan akibat dari eksploitasi kapitalis, yang lama kelamaan kondisi ini akan
ditentang keras oleh para pekerja (timbuk kesadaran dari kaum pekerja).
2.

Pendekatan Mobilisasi Sumber Daya


Menurut pendekatan ini para pendukung pendekatan ini mempertanyakan,
Bagaimana orang-orang dapat mengorganisir dan menggunakan berbagai sumber daya
mereka secara efektif? Para pendukung gerakan ini beranggapan bahwa gerakan sosial
muncul karena ketidakpuasan yang kurang lebih bersifat konstan, maka persoalan itu pun
selalu terdapat di dalam masyarakat modern.

Partai Politik
Partai politik merupakan salah satu bentuk gerakan sosial yang lebih sistematis, teratur, dan
bersifat jangka panjang. Dengan adanya partai politik masyarakat dapat memiliki peluang untuk
menata kembali struktur masyarakat, terutama ketika mereka berhasil menduduki kursi kekuasaan
politik. Partai politik ini pertama kali muncul di negara - negara Eropa Barat. Kelahiran partai
politik pada dasarnya dipicu oleh meluasnya kesadaran bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu
diperhitungkan sekaligus diikutsertakan dalam proses politik. Dalam konteks ini partai politik
berperan sebagai penghunbung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain.
Partai sosialis umumnya merupakan perluasan gerakan sosial atau gerakan massa yang ada
ke dalam linkungan pemilihan politik. Partai sosialis memandang diri mereka sebagai suatu kelas
yang berusaha untuk melahirkan suatu jenis masyarakat baru. Dan bagi mereka, perjuangan merebut
kekuasaan oleh kaum buruh atau para pekerja merupakan suatu tugas yang sangat penting. Dalam
sudut pandang ini, politik pemilihan hanya merupakan salah satu aspek dari perjuangan tersebut,
dan kedudukan pemimpin parlemen dipandang lebih rendah daripada pemimpin partai massa.
Partai konservatif dan partai liberal memandang diri mereka sebagai partai - partai yang
berusaha memelihara tertib sosial dan politik yang telah mapan. Partai ini menjunjung tinggi
parlemen sebagai pemegang kekuasaan yang agung. Karena itu para pemimpin parlemen

mendominasi partai massa, yang hanya dipandang sebagai sarana persaingan dalam pemilihan
umum.
Dalam sejarah perkembangannya, partai - partai politik di lingkungan sosialis terbelah
dalam 2 kubu, yaitu kubu partai-partai pembaharu dan kubu partai-partai revolusioner. Partai partai pembaharu berusaha melakukan perubahan-perubahan berupa modifikasi atas hal-hal yang
mau tidak mau harus diubah atau melakukan perubahan-perubahan sistem sosial dan politik yang
ada tanpa perlu mengantikan sistem lama. Sedangkan partai-partai revolusioner bermaksud
membangun suatu sistem baru.
Pengertian Partai Politik
Secara umum partai politik didefinisikan sebagai suatu kelompok yang terorganisir dengan
tujuan memperoleh jabatan-jabatan pemerintahan. Anggota - anggota kelompok tersebut memiliki
orientasi, nilai-nilai, dan cita - cita yang sama. Guna mencapai tujuannya partai politik perlu
melakukan beberapa hal:
1. Merekrut pengikut-pengikut mereka, mencari dana.
2. Merumuskan dan mempromosikan kebijakan - kebijakan yang merupakan cerminan opini
publik. (Penghubung antara rakyat yang diwakili dengan pemerintah)
3. Menolong mengorganisir institusi-institusi utama pemerintah.
Menurut Carl J. Friederich partai politik adalah suatu kelompok manusia yang
diorganisasikan secara stabil dengan tujuan mengamankan atau memelihara penguasaan para
pemimpinnya atas suatu pemerintahan, dengan demikian dapat memberikan anggota - anggotanya
keuntungan serta kelebihan ideal dan material.
Menurut R.H. Soltou partai politik adalah suatu kelompok warga yang kurang lebih
terorganisir, yang bertindak sebagai suatu unit politik dan yang berdasarkan kekuatan voting,
mereka bermaksud untuk mengontrol pemerintah dan melaksanakan kebijakan umum mereka.
Menurut Sigmund Neumman partai politik adalah organisasi penghubung yang terdiri dari
pelaku politik aktif dalam suatu masyarakat, yang menaruh perhatian pada pengendalian kekuasaan
pemerintahan yang berkompetisi dengan kelompok lain atau dengan kelompok - kelompok yang
memiliki pandangan yang berbeda dalam rangka memperoleh dukungan rakyat.
Partai Politik, Gerakan Sosial, dan Kelompok Penekan
Gerakan sosial dilakukan oleh kelompok atau golongan yang bermaksud melakukan
perubahan-perubahan pada lembaga - lembaga politik atau kadang bermaksud menciptakan suatu
tatanan masyarakat yang baru. Gerakan sosial mempunyai tujuan yang lebih terbatas dan

fundamental sifatnya, kadang bersifat ideologis. Orientasi ideologis ini yang merupakan perekat
yang kuat bagi persatuan para anggotanya dan menjadi penentu identitas kelompok.

Kelompok Penekan atau Kelompok Kepentingan


- Memperjuangkan suatu kepentingan.
- Mempengaruhi lembaga - lembaga politik yang ada untuk mengeluarkan kebijakan - kebijakan
yang menguntungkan kelompoknya.
- Yang diperjuangkan adalah agar memiliki pengaruh atas partai - partai politik yang berpengaruh
atas sejumlah menteri yang berwenang mengeluarkan kebijakan kebijakan.
Fungsi Partai Politik
1. Partai politik sebagai sarana komunikasi politik (penghubung antara rakyat dan pemerintah)
2. Partai politik sebagai sarana sosialisasi politik (pendidikan politik)
3. Partai politik sebagai sarana rekrutmen politik
4. Partai politik sebagai saran pemberes konflik