Anda di halaman 1dari 5

FRAKTUR

Fraktur
Fraktur atau patah tulang adalah keadaan dimana terjadi hilangnya kontinuitas
jaringan tulang. Tanda atau gejalanya, antara lain :

Korban merasa tulangnya patah dan mendengar suara tulang patah


Tenderness yaitu jaringan yang berada langsung di atas fraktur terasa sangat lunak.

Point tenderness di daerah cedera merupakan indikator kuat kemungkinan fraktur


Nyeri
Deformitas
Bila ukuran dari anggota gerak berbeda dalam bentuk, ukuran atau panjang antara
kanan dan kiri, dicurigai terjadinya fraktur pada alokasi tersebut. Jika tulang atau sendi

terlihat mempunyai sudut yang tak biasa, hal ini merupakan tanda reliebel dari fraktur.
Pembengkakan, terjadi dalam waktu yang tidak lama
Hematom, tampak memar hitam atau biru dalam beberapa jam
Krepitus, mendengar dan merasakan sensasi berkeretak
Fungsiolesa (kehilangan fungsi)
Kehilangan denyut nadi distal, menandakan adanya gangguan sirkulasi
Kehilangan sensasi
Luka yang terlihat
Gerakan yang abnormal
Spasme otot pada ekstremitas yang cedera.
Jenis Jenis Fraktur

Berdasarkan Etiologisnya :
a. Fraktur traumatik, disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba berlebihan berupa
benturan, pemukulan, penghancuran, perubahan pemuntiran atau penarikan. Bila
tekanan kekuatan langsung tulang dapat patah pada tempat yang terkena dan
jaringan lunak juga pasti akan ikut rusak.
b. Fraktur stress, disebabkan oleh peristiwa kelelahan atau tekanan. Retak dapat
terjadi pada tulang seperti halnya pada logam dan benda lain akibat tekanan
berulang-ulang. Keadaan ini paling sering terjadi pada tibia, fibula atau metatarsal
terutama pada atlet, penari.
c. Fraktur patologik, disebabkan oleh kelemahan pada tulang. Fraktur dapat terjadi
oleh tekanan yang normal kalau tulang tersebut lunak (misalnya oleh tumor) atau
tulang-tulang tersebut sangat rapuh.

Fraktur menurut sudut patahannya


1. Fraktur transversal adalah fraktur yang garis patahnya tegak lurus terhadap sumbu
panjang tulang.
2. Fraktur oblik adalah fraktur yang garis patahnya menbentuk sudut terhadap tulang.
3. Fraktur spiral adalah fraktur yang timbul akibat torsi pada ekstremitas.

gambar 27. Fraktur Menurut Sudut


Fraktur multipel pada satu tulang
Patahannya

1. Fraktur segmental adalah dua fraktur berdekatan pada satu tulang yang
menyebabkan terpisahnya segmen sentral dari suplai darahnya.
2. Fraktur kominuta adalah serpihan-serpihan atau terputusnya keutuhan jaringan

dengan lebih dari dua fragmen tulang.


Fraktur impaksi
Fraktur kompresi terjadi ketika dua tulang menumbuk tulang ke tiga yang berada
diantaranya, seperti satu vertebra dengan dua vertebra lainnya.

gambar 28. Jenis-Jenis Fraktur

Fraktur beban
Fraktur beban adalah fraktur yang terjadi pada orang-orang yang baru saja menambah
tingkat aktivitas mereka, seperti baru diterima untuk berlatih dalam angkatan bersenjata

atau orang-orang yang baru memulai latihan lari.


Fraktur greenstick
Fraktur green stick adalah fraktur tidak sempurna dan sering terjadi pada anak-anak.
Fraktur avulsi
Fraktur avulsi adalah fraktur yang memisahkan suatu fragmen tulang pada tempat insersi
tendon ataupun ligamen.
Fraktur menurut bentuknya
1. Fraktur terbuka yaitu tulang patah disertai kerusakan jaringan lunak sebelah luar
karena fraktur menembus kulit, dalam hal ini mungkin terdapat bagian tulang yang
keluar menembus kulit; dan penetrasi luka yang menyebabkan fraktur dimana lukanya
terbuka dari kulit sampai ke tulang yang cedera.
2. Fraktur tertutup adalah terjadi ketika tulang mengalami retak atau patah tetapi tidak
ada perluasan penetrasi dari fraktur yang menembus kulit, atau dengan kata lain
pecahan atau bagian tulang tidak keluar menyobek kulit, sehingga tempat fraktur tidak
tercemar oleh lingkungan.

gambar 29. Jenis Fraktur Menurut


Bentuknya

Luas dan Garis Fraktur :


a. Fraktur komplit adalah patah atau diskontinuitas jaringan tulang yang luas
sehingga tulang terbagi menjadi dua bagian dan garis patahnya menyeberang dari
satu sisi ke sisi lain serta mengenai seluruh korteks.
b. Fraktur inkomplit adalah patah atau diskontinuitas jaringan tulang dengan garis
patah tidak menyeberang, sehingga tidak mengenai korteks (masih ada korteks
yang utuh).

Berdasarkan radiologist
a. Lokalisasi
-

Diafisial

Metafisial

Intra-artikuler

Fraktur dengan dislokasi

b. Konfigurasi
-

Fraktur transversal yang garis patahnya melintang.

Fraktur spiral, yang garis patahnya melingkar

Fraktur Z

Fraktur segmental

Fraktur komunitif, lebih dari dua fragmen.

Fraktur depresi, karena trauma langsung

Fraktur avulsi, fragmen kecil tertarik oleh otot atau tendo, misalnya fraktur
epikondilus humeri, fraktur trokanter mayor.

Fraktur impaksi

Fraktur pecah/burst, dimana terjadi fragmen kecil yang berpisah, misalnya


pada fraktur vertebra, patela, talus, kalkaneus.

c. Menurut hubungan antar-fragmen


-

Tidak bergeser/undisplaced

Bergeser/displaced (bersampingan, angulasi rotasi, distraksi, impaksi,


over-riding)

Komplikasi fraktur

Malunion : tulang patah yang telah sembuh dalam posisi yang tidak seharusnya,
mebentuk sudut atau miring.
Delayed union : proses penyembuhan terus berlangsung tetapi dengan kecepatan
yang lambat dari keadaan normal
Nonunion : tulang yang patah tidak menyambung kembali
Compartment Syndrom : suatu keadaan peningkatan tekanan yang berlebihan di
dalam suatu ruangan disebabkan oleh pendarahan masif.
Shock
Fat embolism Syndrom : tetesan lemak masuk ke pembuluh darah yang
mengakibatkan nterjadinya emboli lemak
Tromboemboli compilaction : trombo vena dalam, sering terjadi pada individu
yang immobile dalam waktu yang lama karena trauma.
Avascular Nekrosis
Refleks Syhmpatetic Distrophy : disebebkan ileh hipreaktif sistem saraf
simpatik.