Anda di halaman 1dari 23

Bab 1 Atom dan Molekul x

1. Jelakan definisi Kimia Organik!


Kimia organik adalah studia kimia yang menitikberatkan pada
pembahasan mengenai senyawa yang mengandung unsur karbon
2. Apa perbedaan rumus empirik, rumus molekul dan rumus struktur, berikan
contohnya untuk satu jenis senyawa hidrokarbon?
Rumus empiric menunjukkan perbandingan dari unsur-unsur penyusun
suatu senyawa, rumus molekul menunjukkan komposisi lengkap dari
unsur-unsur penyusun suatu senyawa, dan rumus struktur menunjukkan
bentuk dari suatu senyawa.
3. Mengapa senyawa hidrokarbon rantai kontinyu mempunyai titik didih lebih
tinggi daripada senyawa berantai?
Pada senyawa HC rantai lurus panjang, resultan gaya ikat yang berada
diantara dua unsur karbon lebih besar dibandingkan dengan resultan gaya
pada unsur karbon yang mengikat 3 atau 4 unsur karbon lainnya.(kalau
ada jawaban yang lebih tepat, silahkan diperbaiki)
Bab 2. Orbital dan Peranannya dalam Ikatan Kovalen
1. Apa yang dimaksud dengan Ikatan Sigma?
Ikatan sigma adalah ikatan yang dimiliki oleh electron pada orbital sigma,
yaitu orbital molekul yang simetrik sekeliling sumbu yang
menghubungkan inti.
2. Apa yang dimaksud dengan Ikatan pi?
Ikatan pi adalah ikatan pada suatu orbital molekul yang menggabungkan
dua atom karbon dan terlokasi di atas dan di bawah dari ikatan sigma.
3. Mengapa atom karbon dapat membentuk ikatan tunggal, rangkap dua dan
rangkap tiga? Jelaskan dan berikan contohnya?
Atom karbon memiliki kemampuan unuk berada pada kondisi hibridisasi
sp3, sp2, dan sp. Pada kondisi hibridisasi sp3, electron yang digunakan
untuk berikatan dengan hidrogen berjumlah 3, dan electron yang tersisa
digunakan untuk berikatan dengan atom karbon lainnya dengan ikatan
sigma. Pada kondisi hibridisasi sp2, selain 2 elktron digunkan untk
berikatan dengan 2 hidrogen, 1 elektron digunakan untuk berikatan
dengan atom karo lain menggunakan ikatan sigma, dan 1 elektron sisanya
digunakan untuk berikatan dengan 1 elekron lain dari atom karbon
pasangan. Sedangkan pada kondisi hibridisasi sp, 1 elektron untuk
hidrogen, 1 elekron untuk atom karbon pasangan, dan 2 elektron untuk 2
elektron lain pada atom karbon pasangan.
Contohnya,
4. Ada berapa jumlah ikatan sigma dan pi dalam senyawa hidrokarbon yang
membentuk ikatan tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga? Jelaskan dan
berikan contohnya.
Pada senyawa karbon ikatan tunggal, tiap atom karbonnya memiliki 4
ikatan sigma, contohnya pada senyawa CH4, ikatan sigmanya berada
diantara tiap pasang C-H. Pada senyawa ikatan rangkap 2, tiap atomnya
memiliki 3 ikatan sigma dan satu ikatan pi, contohnya pada senyawa C 2H4,
3 ikatan sigma dimiliki pasangan 2 C-H dan C-C, dan satu ikatan pi dimiliki
oleh electron lain pada atom karbon yang sefase dengan electron pada
pasangan atom karbon lain. Pada senyawa ikatan rangkap 3, tiap atomnya

memliki 2 ikatan sigma dan 2 ikatan pi, contohnya pada senyawa C2H2, 2
ikatan sigma dimiliki oleh pasangan C-H dan C-C, dan 2 ikatan pi dimiliki
oleh 2 pasang electron dariatom-atom yang berlainan tapi sefase.
Bab 3. Isomeri, Tata Nama, dan Alkana
1. Apa yang dimaksud dengan isomer struktrur senyawa hidrokarbon dan
berikan contohnya!
Isomer struktur pada senyawa hidrokarbon adalah senyawa-senyawa
hidrokarbon yang meiliki nomor molekul yang sama, namun memiliki
orientasi bentuk struktur yang berlainan.
2. Apa yang dimaksud dengan ......?
a. Hidrokarbon jenuh
Hidrokarbon jenuh adalah hidrokarbon yang tidak bereaksi dengan
hidrogen akibat sudah terpenuhinya batas ikatan sigma maksimal
oleh tiap electron. Biasanya diwakili oleh senyawa alkane dan
sikloalkana. Untuk senyawa yang memiliki ikatan pi (biasanya
mengandung ikatan rangkap) maka disebut hidrokarbon tak jenuh.
b. Alkana
Alkane adalah senyawa hidrokarbon jenuh yang membentuk rantai
lurus terbuka.
c. Sikloalkana
Sikloalkana adalah senyawa hirokarbon jenuh yang membentuk
rantai siklik
d. Alkana asiklik
Alkane asiklik adalah senyawa senyawa alkane yang tidak
membentuk rantai siklik, dengan kata lain sama seperti senyawa
alkane biasa
e. Nama trivial
Nama trivial adalah nama dari suatu senyawa yang terbentuk
dengan pendekatan ilusratif yang didasarkan pada sifat-sifat yang
dimiliki senyawa tersebut atau oleh hal-hal lain yang berkaitan
dengan hal itu.
f. Gugus butil primer, sekunder, tersier
Gugus butyl primer adalah rantai samping empat karbon yang
memiliki struktur lurus panjang. Gugus isobutyl memiliki suatu
cabang metil di ujung rantai. Gugus sekunder butyl memiliki 2
karbon yang diikat pada atom karbon kepala atau lekatan. Gugus
tersier butyl memiliki 3 atom karbon yang terikat pada atom karbon
kepala.
g. Alkena
Alkena adalah senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang memiiki
setidaknya 1 ikatan rangkap 2 antar senyawa karbon.
h. Alkuna
Alkuna adalah senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang memiiki
setidaknya 1 ikatan rangkap 3 antar senyawa karbon
i. Alkohol
Alcohol adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki gugus hidroksil
j. Amina
Amina adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki gugus NH 2, NH,
atau N.
k. Aldehide

l.

m.

n.

o.

p.

q.

r.

s.

t.

u.

v.

w.

x.

y.

Aldehida adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki gugus karbonil


(-CO-) pada ujung rantai
Keton
Keton adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki gugus karbonil (CO-) tidak pada ujung rantai.
Asam Karboksilat
Asam karboksilat adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki gugus
karboksil (-COO-) pada ujung rantai dan diikat pada sebuah atom
hidrogen (-H)
Ester
Ester adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki gugus karboksil (COO-) pada ujung rantai, dan diikat oleh ugus alkil (-R)
Benzena
Benzene adaah senyawa hidrokarbon aromatic yang memiliki rumus
molekul C6H6 .
Fenil
Fenil adalah gugus turunan dari senyawa benzene yang memilki
rumus molekul C6H5
Senyawa alifatik
Senyawa alifatik adalah senyawa alkane hidrokarbon rantai panjang
yang tidak larut pada air.
Senyawa aromatik
Senyawa aromatic adalah senyawa hidrokarbon yang dikonotasikan
sebagai senyawa benzene dan turunanya akibat adanya elekron
yang beresonansi.
Parafin
Parafn adalah sebutan bagi senyawa alkane dan sikloalkana karena
memiliki sifat kurang reaktif terhadap senyawa-senyawa organik
yang memiliki gugus fungsional.
Pirolisis
Pirolisis adalah pemecahan termal molekul-molekul besar menjadi
molekul-molekul kecil tanpa kehadiran oksigen.
Pembakaran sempurna
Pembakaran sempura adalah pembakaran yang melibatkan cukup
oksigen sehingga dihasilkan senyawa CO2 dan H2O.
Pembakaran tak sempurna
Pembakaran tak sempurna adalah pembakaran yang tidak
melibatkan cuup oksigen sehingga hanya dihasilkan senyawa CO
atau jelaga (C) dan H2O.
Kalor pembakaran
Kalor pembakaran adalah energy yang dibebaskan bila suatu
senyawa teroksidasi menjadi CO2 dan H2O
Gas alam
Gas alam adalah gas yang terbentuk melalaui peluruhan anaerobic
tumbuhan, yang komposisinya terdiri dari 60-90% metana, etana,
propana, bersama-sama nitrogen dan karbon diokasida, serta
helium.
Minyak bumi
Minyak yang berasal dari peluruhan tumbuhan dan hewan, yang
masih terdiri dari berbagai macam senyawa hidrokarbon yang
memiliki fraksi yang berbeda-beda,

z. Pengilangan
Pengilangan adalah proses memisah-misahkan komponen dari dari
dalam minyak mentah.
aa.Distilasi
Distilasi adalah tahap pertama dari pengilangan yang didasarkan
pada perbedaan titik didih dari masing-masing komponen penyusun
minyak.
ab.Kertakan katalitik
Kertakan katalitik adalah proses memanaskan bahan bertitik didih
tinggi dibawah tekanan dengan hadirnya katalis.
ac. Kertakan kukus
Kertakan kukus adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengbah
alkena menjadi alkane.
ad.Bilangan oktana
Bilangan oktana adalah bilangan yang menyatakan kualitas dari
suatu bahan bakar dengan membandingkannya menggunakan
campuran isooktana dan n heptane. Semakin besar bilangan oktan
suatu bahan bakar, maka semakin baik kualitas dari bahan bakar
tersebut.
ae.Batubara
Batubara adalah materi yang terbentuk dari peluruhan tumbuhan
oleh bakteri di bawah aneka ragam tekanan.
af. Distilasi merusak
Distilasi merusak adalah prses disrilasi batubara tanpa hadirnya
udara yang menghasilkan 3 macam produk kasar, yaitu gas
batubara (komponen utama: CH4 dan H2), ter batuara (distilat
terembunkan), dan kokas (coke, residu).
ag.Gasifikasi batu bara
Gasifikasi batubara adalah pengubahan batubara menjadi gas bakar
menggunaan proses lurgi. Reaksinya:

2 H 2 , katalis CH 4 + H 2 O

C + H 2 O kalor CO + H 2

ah.Pencairan batu bara


Pencairan batubara adalah pengubahan batubara menjadi bahan
bakar cair yang terdiri atas alkane cair menggunakan proses klasik
sisntesis Fischer-Tropsch. Reaksinya:

C+ H 2 O kalor CO+ H 2 2 H 2 , katalis Fe , kalor , tekanan alkana+ H 2 O

Bab 4. Stereokimia
1. Apa yang dimaksud dengan stereokimia?
Stereo kimia adalah studi mengenai molekul-molekul dalam ruang tiga
dimensi- yakni bagaimana atom-ato dalam sebuah molekul ditata dalam
ruangan satu relative terhadap yang lain.
2. Apa yang dimaksud dengan isomeri geometrik, berikan contoh!
Isometric geometric adalah isomer dari suatau senyawa yang muncul
akibat adanya ketegaran dalam molekul dan hanya dijumpai dalam dua
jenis senyawa, yaitu akena dan senyawa siklik. Isomer ini muncul akibat
adanya ikatan pi yang menyebabkan pergerakan atom-atom dalam

senyawa menjadi tertahan. Contohnya:


3. Bagaimana sistem tata nama (E) dan (Z) dalam senyawa hidrokarbon,
berikan contoh!
Sistem tata nama (E) dan (Z) didasarkan pada suatu pemberian prioritas
kepada atom atau gugus yang terikat pada masing-masing atom karbon
ikatan rangkap (jangan dikeluarkan dengan prioritas tata nama). Jika atom
atau gugus yang berprioritas tinggi berada pada sisi yang berlawanan
pada ikatan pi, maka isomer itu adalah (E). jika gugus prioritas itu berada
pada sisi yang berlawanan, maka isomernya disebut (Z). jika kedua atom
pada masing masing atom karbon ikatan rangkap itu berbeda, maka
prioritas didasarkan pada bobot atom( dari) atom-atom yang berikatan

langsung pada karbon ikatan rangkap. Atom dengan bobot molekul yang
lebih besar memiliki prioritas yang lebih tinggi. Contohnya,

4. Bagaimana isomeri geometrik dalam senyawa siklik, berikan contohnya!


Isomer geometris pada senyawa siklik biasa digambarkan dengan
orientasi tegak lurus terhadap bidang gambar. Garis yang lebih tebal
berada mendekati pembaca, dan garis yang lebi tipis menjauhi pembaca.

5. Apa yang dimaksud dengan konformasi senyawa hidrokarbon den jelaskan


tiga jenis rumus untuk menyatakan konformasi!
Konformasi senyawa hidrokarbon adalah kemampuan untuk menyatakan
penataan dalam ruang secara berbeda-beda. Ada 3 rumus yang biasa
digunakan untuk melakukan konformasi, yaitu rumus dimensional, rumus
bola dan pasak, dan proyeksi neyman
Rumus dimensional dan pasak menyatakan representasi 3 dimensi dari
model molekul suatu senyawa. Sedangkan proyeksi neyman adalah
pandangan ujung ke ujung dari dua atom karbon saja dalam molekul
tersebut.
Contoh proyeksinya untuk satu senyawa, yaitu etana (C 2H6)

6. Apa yang dimaksud dengan kiralitas senyawa hidrokarbon? Berikan contoh


senyawa hidrokarbon kiral dengan enantiomernya!
Kiralitas adalah ketidakmampuan sebuah senyawa untuk diimptkan
dengan bayangannya. Suatu senyawa dikatakan memiliki kiralitas apabila
mengandung unsur karbon dengan hibridisasi sp3 dan mengikat 4 gugus
berbeda. Contohnya,

7. Apa yang dimaksud dengan proyeksi Fischer dan berikan contohnya?


Proyeksi fischer adalah rumus proyeksi untuk menunjukkan penataan
ruang dari gugus di sekitar atom kiral. Contoh proyeksi fischer ditunjukkan

dalam gambar berikut.


Dalam menggambarkan suatu proyeksi fischer, diandaikan bahwa molekul
itu diukur sepenuhnya dalam bidang kertas dengan semua sustituenya
eklips, tanpa memedulikan konformasi apapun yang disukai. Rumus-rumus
gliseraldehid tersebut menunjukkan konformasi yang digunakan untuk
proyeksi fischer. Gugus karbonil, atau gugus berpriorias tata nama
tertinggi, ditaruh pada atau di dekat ujung teratas. Jadi karbon teratas
adalah karbon 1. Tiap titik potong garis horizontal dan vertical
menyatakan seuah atom karbon kiral. Tiap garis horizontal melambangkan
suatu ikatan ke arah pembaca, sementara garis vertical melambangkan
ikatan ke belakang menjauhi pembaca.

8. Jelaskan apa perbedaan (+)-gliseraldehida dan (-)-gliseraldehida!


(+)-gliseraldehida memutar bidang polarisasi ke arah kanan, sedangkan
(-)-gliseraldehida memutar bidang polarisasi ke kiri. Untuk lebih jelasnya
silahkan lihat gambar di bawah ini dan tafsirkan sendiri yaa

[ ]20
D =+ 8,7

[ ]20
D =8,7

9. Gambarkan rumus untuk (R)-3-bromoheptana dan (S)-2-pentanol.

(S)-2-pentanol.
(R)-3bromoheptana

10.Bagaimana cara memisahkan suatu campuran rasemik?


Salah satu cara memisahkan campuran rasemik, atau sekurangnya
mengisolasi satu enantiomer murni, adalah mengolah campuran itu
dengan suatu mikroorganisme, yang hanya akan mencerna salah satu dari
kedua enantiomer tersebut.
Bab 5 Alkil Halida; Reaksi Substitusi dan Eliminasi
1. Apa yang dimaksud dengan reaksi substitusi dan eliminiasi alkil halida,
berikan contohnya!
Reaksi subtitusi alkil halide adalah reaksi kimia yang melibatkan alkil
halide dengan melibatkan atom, ion, atau gugus yang akan digantikan
dengan atom, ion, dan gugus dari senyawa lain. Contohnya adalah reaksi

berikut
Reaksi eliminasi adalah reaksi yang terjadi akibat suatu alkil halide
bereaksi dengan suatu basa kuat sehingga menyebabkan enyawa tersebut
kehilangan atom-atom atau ion-ion dari dalam strukturnya. Contoh
reaksinya adalah sebagai berikut:
2. Bagaimana mekanisme reaksi SN2 dan berikan contohnya?

Mekanisme SN2 adalah proses satu tahap yang dapat digambarkan

sebagai berikut:
Nukleofil menyerang dari belakang ikatan C-X. Pada keadaan transisi,
nukleofil dan gugus pergi berasosiasi dengan karbon di mana substitusi
akan terjadi. Pada saat gugus pergi terlepas dengan membawa pasangan
elektron, nukleofil memberikan pasangan elektronnya untuk dijadikan
pasangan elektron dengan karbon.
Notasi 2 menyatakan bahwa reaksi adalah bimolekuler, yaitu
nukleofil dan substrat terlibat dalam langkah penentu kecepatan reaksi
dalam mekanisme reaksi. Adapun ciri reaksi SN2 adalah:
1. Karena nukleofil dan substrat terlibat dalam langkah penentu
kecepatan reaksi, maka kecepatan reaksi tergantung pada
konsentrasi kedua spesies tersebut.
2. Reaksi terjadi dengan pembalikan (inversi) konfigurasi. Misalnya jika
kita mereaksikan (R)-2-bromobutana dengan natrium hidroksida,
akan diperoleh (S)-2-butanol.

Ion hidroksida menyerang dari belakang ikatan C-Br. Pada saat


substitusi terjadi, ketiga gugus yang terikat pada karbon sp3 kiral itu
seolah-olah terdorong oleh suatu bidang datar sehingga membalik.
Karena dalam molekul ini OH mempunyai perioritas yang sama
dengan Br, tentu hasilnya adalah (S)-2-butanol. Jadi reaksi SN2
memberikan hasil inversi.
3. Jika substrat R-L bereaksi melalui mekanisme SN2, reaksi terjadi lebih
cepat apabila R merupakan gugus metil atau primer, dan lambat jika
R adalah gugus tersier. Gugus R sekunder mempunyai kecepatan
pertengahan. Alasan untuk urutan ini adalah adanya efek rintangan
sterik. Rintangan sterik gugus R meningkat dari metil < primer <
sekunder < tersier. Jadi kecenderungan reaksi SN2 terjadi pada alkil
halida adalah: metil > primer > sekunder >> tersier.

4. Bagaimana mekanisme reaksi SN1 dan berikan contohnya?

Mekanisme SN1 dalah proses dua tahap. Pada tahap pertama, ikatan
antara karbon dengan gugus pergi putus.
Gugus pergi terlepas dengan membawa pasangan elektron, dan
terbentuklah ion karbonium. Pada tahap kedua (tahap cepat), ion
karbonium bergabung dengan nukleofil membentuk produk.
Pada mekanisme SN1, substitusi terjadi dalam dua tahap. Notasi 1
digunakan sebab pada tahap lambat hanya satu dari dua pereaksi yang
terlibat, yaitu substrat. Tahap ini sama sekali tidak melibatkan nukleofil.
Berikut ini adalah ciri-ciri suatu reaksi yang berjalan melalui
mekanisme SN1:
1. Kecapatan reaksinya tidak tergantung pada konsentrasi nukleofil.
Tahap penentu kecepatan reaksi adalah tahap pertama di mana
nukleofil tidak terlibat.
2. Jika karbon pembawa gugus pergi adalah bersifat kiral, reaksi
menyebabkan hilangnya aktivitas optik karena terjadi rasemik. Pada
ion karbonium, hanya ada tiga gugus yang terikat pada karbon
positif. Karena itu, karbon positif mempunyai hibridisasi sp2 dan
berbentuk planar. Jadi nukleofil mempunyai dua arah penyerangan,
yaitu dari depan dan dari belakang. Dan kesempatan ini masingmasing mempunyai peluang 50 %. Jadi hasilnya adalah rasemit.

Misalnya, reaksi (S)-3-bromo-3-metilheksana dengan air


menghasilkan alkohol rasemik.
Spesies antaranya (intermediate species) adalah ion karbonium
dengan geometrik planar sehingga air mempunyai peluang menyerang
dari dua sisi (depan dan belakang) dengan peluang yang sama
menghasilkan adalah campuran rasemik.

Reaksi substrat R-X yang melalui mekanisme SN1 akan berlangsung


cepat jika R merupakan struktur tersier, dan lambat jika R adalah struktur
primer. Hal ini sesuai dengan urutan kestabilan ion karbonium, 3o > 2o>>
1o
3. Bagaimana mekanisme reaksi E1 dan berikan contohnya?
Mekanisme E1 mempunyai tahap awal yang sama dengan
mekanisme SN1. Tahap lambat atau penentuan ialah tahap ionisasi dari

substrat yang menghasilkan ion karbonium.


Kemudian, ada dua kemungkinan reaksi untuk ion karbonium. Ion
bisa bergabung dengan nukleofil (proses SN1) atau atom karbon
bersebelahan dengan ion karbonium melepaskan protonnya, sebagaimana
ditunjukkan dengan panah lengkung, dan memebentuk alkena (proses E1).
4. Bagaimana mekanisme reaksi E2 dan berikan contohnya?
Reaksi E2 adalah proses satu tahap. Nukleofil bertindak sebagai basa
dan mengambil proton (hidrogen) dari atom karbon yang bersebelahan
dengan karbon pembawa gugus pergi. Pada waktu yang bersamaan,
gugus pergi terlepas dan ikatan rangkap dua terbentuk.

Konfigurasi yang terbaik untuk reaksi E2 adalah konfigurasi dimana


hidrogen yang akan tereliminasi dalam posisi anti dengan gugus pergi.
Alasannya ialah bahwa pada posisi tersebut orbital ikatan C-H dan C-X
tersusun sempurna yang memudahkan pertumpangtindihan orbital dalam
pembentukan ikatan baru.

5. Jelaskan faktor-faktor yang mengatur reaksi eliminasi (E1 dan E2) dan
substitusi (SN1 dan SN2) pada alkil halida, berikan contohnya!
Perbedaan antara mekanisme eliminasi E1 dan E2
E1
- membentuk karbokation
- karbokation memberi proton pada basa lalu terbentuk alkena
- basa merebut proton dari atom C (beta, C yang berdampingan dengan
C+)
E2
- nukleofil langsung mengambil proton dari atom C (beta) pada atom C
gugus pergi
- tidak terjadi pembentukan karbokation
- pembentukan secara serempak
Perbandingan E1 dan E2
E1 terjadi pada:
- konsentrasi basa rendah
- dengan pelarut basa
- dengan substrat tersier dan beresonansi (alkil halida)
E2 terjadi pada:
- pada basa kuat dengan konsentrasi tinggi
Alkil halida+basa kuat+panas -> E2
Alkil halida+asam kuat+panas -> E1
Alkohol+asam kuat+panas -> E1
Mekanisme substitusi SN1 dan SN2
Mekanisme SN1
Substitusi berlangsung dengan pembentukan karbokation lalu gugus pergi
lepas.
Mekanisme SN2
Substitusi berlangsung dengan serentak, dibutuhkan kenukleofilan yang
kuat untuk mendorong gugus pergi lepas dari ikatan C induk.
Faktor faktor yang mengatur reaksi eliminasi dan substitusi
1. Kebasaan
Kemampuan pereaksi dalam menerima proton dalam reaksi asam-basa
(penting untuk eliminasi). Semakin kuat basa reaksi eliminasi lebih
disukai.
Urutan sifat kebasaan dari rendah ke kuat
I- Br- Cl- ROH. H2O. CN- OH- OR2. Kenukleofilan
Ukurran kemampuan pereaksi dalam memberikan elektron. Penting untuk
substitusi. Makin kuat nukleofil substitusi lebih terjadi.

Urutan kenukleofilan dari rendah ke kuat


H2O. ROH. Cl- Br- OH- OR- I- CNCatatan penting:
Alkil halida primer: SN 2 lebih utama, E2 reaksi lambat
Alkil halida sekunder: bisa semua reaksi; SN2 dan E2 (utama); SN1 dam E1
(sampingan)
Alkil halida tersier: E2 utama, dengan basa kuat OH- dan ORSedangkan SN1 dan E1 sampingan, dengam basa lemaj H2O dan ROH)
Halida Alilik dan Benzilik: SN1 (dengan nukleofil lemah) dan SN2 (dengan
nukleofil agak kuat)
3. Sifat Pelarut
Pengaruh pelarut adalah pada kemampuan mensolvasi ion-ion,
karbokation, nukleofil atau basa, dan gugus-gugus pergi. Dilihat dari
tetapan dielektrik.
Pelarut polar -> SN1
Pelarut kurang polar -> SN2 dan E2
Semakin tinggi tetapan dielektrik semakin tinggi kepolaran semakin SN1
disukai.
4. Temperatur
Relatif mendukung reaksi eliminasi pada suhu tinggi. Reaksi eliminasi
berlangsung cepat pada suhu tinggi.
5. Pengaruh struktur+nukleofil
- alkil halida primer+nukleofil kuat -> reaksi yang mungkin terjadi SN2
- alkil halida sekunder+nukleofil kuat -> reaksi yang mungkin terjadi SN2
- alkil halida sekunder+nukleofil lemah SN1 (utama) dan E1 (sampingan)
6. Pengaruh struktur+kebasaan
- alkil halida sekunder+basa kuat -> reaksi yang mungkin terjadi E2
- alkil halida tersier+basa kuat -> reaksi yang mungkin terjadi E2
- alkil halida tersier+basa lemah -> reaksi yang mungkin terjadi SN1.
Bab 6 Reaksi Radikal Bebas; Senyawa Organologam
1. Apa dan bagaimana mekanisme reaksi radikal bebas, berikan contohnya!
Mekanisme reaksi radikal bebas terdiri dari 3 tahapan, yaitu permulaan
(Inisiasi), perambatan (propagasi), dan pengakhiran (terminasi). Sebagai
contoh kita mengambil reaksi yang terjadi pada klorinasi metana.
a. Inisiasi
Tahap inisiasi adalah tahapan pembentukan awal radikal-radikal
bebas. Untuk tahapan ini, klorin (Cl 2) akan terurai menjadi 2 radikal
bebas bebas klor.

b. Propagasi
Pada tahapan ini, terjadi serangkaian reaksi yang mengakibatkan
terbentuknya radikal bebas baru. Secara kolektif, reaksi-reaksi ini
disebut tahap-tahap propagasi.
Tahap propagasi yang pertama , radikal bebas klor yang bebas
reaktif itu merebut sebuah atom hidrogen, sehingga menghasilkan
radikal-bebas metil dan HCl. Radikal-bebas metil ini juga bersifat
reaktif. Dalam tahap propagasi kedua, radikal bebas metil merebut
sebuah atom klor dari klorin. Reaksi selengkapnya dapat dilihat

pada gambar dibawah ini.


c. Terminasi
Daur propagasi terputus oleh reaksi-reaksi pengakhiran. Reaksi apa
saja yang memusnahkan radikal bebas atau mengubah radikal
bebas menjadi radikal bebas yang stabil dan tidak reaktif, dapat
mengakhiri daur proses propagasi radikal bebas. Klorinasi metana
diakhiri terutama oleh bergabungnya radikal-radikal bebas; inilah
proses pemusnahan radikal bebas. Seperti yang ditunjukkan pada
gambar dibawah ini.

Untuk reaksi yang kedua merupakan contoh dari reaksi kopling:


penggabungan dua gugus alkil.
2. Jelaskan mengenai stereokimia halogenasi radikal bebas!

Suatu karbon radikal bebas berada dalam keadaan hibridisasi sp2. Ketiga
orbital sp2 itu planar dan electron tak berpasangan berada dalam orbital
p. strukturnya sangat serupa dengan struktur karbon kation, kecuali
sp2
H

H
H

satu elektron terdapat dalam orbital p

CH3

bahwa pada karbokation orbital p-nya kosong.


Bila suatu enantiomer murni dari suatu alkil halide kiral menjadi reaksi Sn1
pada karbon kiralnya, dijumpai rasemiasi. Rasemiasi terjadi karena
nukleofil mampu menyerang salah satu cuping orbital p yang kosong dari
karbokation. Jika sebuah hidrogen direbut dari karbon kiral suatu
enantiomer murni dalam suat reaksi radikal bebas, juga akan terjadi
rasemiasi

Reaksi tersebut diatas dapat menghasilkan sejumlah produk, terdapat lima


atom karbon dalam molekul itu yang dapat kehilangan sebuah hidrogen
dan memperoleh sebuah klor. Juga dinantikan sebuah produk: alkane
trikloro, alkane tetrakloro, dan seterusnya. Tetapi yang diperhatikan di sini

hanyalah satu produk yang telah mengalami klorinasi pada karbon kiral.
Bila produk ini diisolasi, ternyata produk ini berupa campuran rasemik dai
enantiomer-enantiomer (R) dan (S) tepat sama seperti reaksi Sn1, fakta ini
mendorong ke kesimpulan bahwa radikal bebas datar (hibrida sp2) dan
bahwa atom klor dapat terikat pada salah satu bagian orbital p (dengan
peluang yang sama antara cuping-cuping itu).

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan inisiator dan inhibitor radikal bebas,
berikan contohnya!
Inisiator radikal bebas adalah zat apa saja yang dapat mengawali suatu
reaksi radikal-bebas. Senyawa apa saja yang mudah terurai menjadi
radikal bebas dapat bertindak sebagai inisiator. Satu contoh ialah
peroksida (ROOR). Mereka mudah memebentuk radikal bebas karena
energy disosiasi ikatan RO-OR hanyalah sekitar 35 kkal/mol, lebih rendah
daripada kebanyakan ikatan. Benzoil peroksida dan asam peroksibenzoat

adalah dua peroksida yang lazim digunakan sebagai pasangan brominasi


NBS.
Inhibitor radikal bebas adalah zat apa saja yang menghambat suatu
reaksi radikal bebas. Sebuah inhibitor kadang-kadang dirujuk sebagai
suatu perangkap radikal bebas. Kerja yang lazim dari sebuah
inhibitor radikal-bebas ialah bereaksi dengan radikal bebas reaktif
membentuk radikal bebas tak reaktif dan relative stabil.
Suatu inhibitor yang digunakan untuk menghambat auto-oksidasi disebut
antioksidan, atau dalam industry pangan disebut sebagai pengawet.
Fenol-fenol, senyawa dengan gugus OH yang terikat pada karbon cincin
aromatic, merupakan anti-oksidan yang efektif, produk radikal bebas
senyawa-senyawa ini terstabilkan secara resonansi dank arena itu tak

reaktif dibandingkan dengan kebanyakan radikal lain.


4. Jelaskan bagaimana mekanisme reaksi suatu reagensia Grignard, berikan
contohnya!
Perlu diketahui bahwa yang disebut sebagai reagensia Grignard adalah
senyawa organomagnesium halide. Reagensia Grignard adalah produk
reaksi radikal-bebas antara logam magnesium dan suatu senyawa
organohalogen dalam suatu pelarut eter.

Reaksi terpenting pada reagensia Grignard adalah dengan senyawasenyawa gugus organil.
a. Reaksi RmgX dengan keton

Produk reaksi RMgX dengan keton ialah garam magnesium dari


suatu alcohol. Bila diolah dengan air atau asam dalam air, maka
garam magnesium ini akan menghasilkan alcohol dan garam
magnesium campur. Produk reaksi suatu keton dengan reagensia
Grignard, setelah dihidrolisis, ialah suatu alcohol tersier.

Meskipun mereka merupakan reaksi berderetan dan terpisah,


biasanya kedua tahap reaksi Grignard digabung menjadi suatu
persamaan:

b. Reaksi RmgX dengan aldehida


Suatu pengecualian terhadap aturan umum bahwa reaksi Grignard

menghasilkan alcohol sekunder, ialah reaksi formaldehida. Aldehida


ini menghasilkan alcohol primer dalam reaksi Grignard itu.

Reaksi antara reagensia Grignard dengan karbon dioksida(sering


sebagai es kering) tidak menghasilkan alcohol, melainkan suatu
garam magnesium karboksilat. Garam magnesium ini tidak larut
dalam eter yang digunakan sebagai pelarut dalam reaksi Grignard;
oleh karena itu hanya salah satu dari kedua ikatan pi dari CO2 yang
bereaksi. Bila garam magnesium yang tak karut itu diolah dalam

suatu asam, akan diperoleh asam karboksilat.


5. Jelaskan bagaimana prosedur analisis retrosintetik dalam sintesis senyawa
kimia organik!
Analisis retrosintetik adalah teknik penulisan prosedur secara terbalik
terhadap sintesis suatu senyawa. Agar lebih mudah dalam memahaminya,
langsung saja ikuti penjabarannya dalam sebuah contoh berikut ini.
Contoh:
Tunjukkan dari persamaan aliran bagaimana membuat 3-deuterio-1propena dari suatu hidrokarbon tak berdeuterium, reagensia anorganik
standar dan pelarut yang sesuai!
1) Tulis struktur produk.

2) Carilah, bukan suatu hidrokarbon awal yang mungkin, melainkan


suatu reaksi yang langsung menghasilkan produk ini. Suatu
reagensia Grignard, yang diolah dengan D2O, memberikan suatu
cara untuk memasukkan deuterium ke dalam struktur. Tulis
persamaan untuk reaksi ini.

3) Kemudian, reagesia apa saja yang diperlukan untuk membuat


reagensia Grignard Alil? (sekali lagi, ini bekerja mundur).
4) Akhirnya, reaksi apa yang dapat digunakan untuk membuat alil

bromide.
5) Karena proses mundur ini telah sampai ke suatu hidrokarbon tak
berdeuterium, maka problem ini telah terpecahkan. Sekarang,
jawaban itu ditulis maju, bukannya mundur.

Bab 9 Alkena dan Alkuna


1. Berikan salah satu contoh pembuatan senyawa Alkena dan Alkuna!
Alkena dapat dibuat dengan reaksi eliminasi alcohol (dalam asam kuat)
atau alkil halide (dalam basa). Contoh reaksinya

Alkuna dapat dibuat dengan reaksi eliminasi, namun diperlukan kondisi


yang lebih kuat untuk mengenyah-ionkan halide yang kedua. Contoh
reaksinya adalah,
2. Bagaimana aturan Markovnikov dalam reaksi adisi senyawa Alkena?
Berikan contohnya!
Leluhur kita, Markovnikov, memberikan sebuah statement tentang rumus
empiric, yang bunyinya, dalam adisi HX kepada alkena tak simetris, H +
dari HX akan menuju pada karbon ikatan rangkap yang memiliki jumlah
hidrogen lebih banyak. Contohnya, reaksi antara HCl dan propena akan
menghasilkan 2-kloropropana. Reaksinya:

3. Apa yang dimaksud dengan reaksi Hidrogenasi Katalitik senyawa Alkena


atau Alkuna? Berikan contohnya.
Hidrogenasi katalitik adalah reaksi adisi yang menggunakan hidrogen
sebagai reduktor untuk mengubah senyawa hidrokarbon tak jenuh yang
memiliki ikatan pi menjadi alkane dengan menggunakan bantuan katalis
Pt.
Contohnya,

4. Apa yang dimaksud dengan reaksi Diels-Alder? Berikan contohnya!


Reaksi Diels-Alder adalah reaksi yang melibatkan senyawa diena (memiliki
2 ikatan rangkap 2) yang dipanaskan bersama-sama dengan senyawa tak
jenu kedua, yang disebut dienofil, dan menghasilkan suatu produk yang
mengandung cincin enam anggota.

Biasanya, dalam penggambarannya, reaksi diels alder ini menggunakan


rumus garis untuk memudahkan.
Konvensi lain adalah mengenai penggunaan istilah s-cis dan s-trans untuk
mennggambarkan konformasi diena konjugasi (huruf s digunakan karena
geometri di sekitar ikatan tunggal (single) pusatlah yang menentukan
konformasi itu). Masih belum jelas?? Liat aja gambar di bawah..

Contoh reaksinya:
5. Jelaskan dua cara terjadinya reaksi polimerisasi! Berikan contohnya!
1) Polimer radikal bebas
Polimer radikal bebas adalah polimer yang dibentuk dengan jalan

menggunakan radikal bebas. Polimerisasi ini dimulai oleh suatu


katalis atau suatu pemula (inisiator) seperti O 2, atau suatu
peroksida. Polimer yang terjadi terbentuk oleh suatu proses
perambatan-rantai (propagasi rantai). Contoh reaksinya dapat
dilihat pada reaksi pembentukan polipropilena berikut ini.
2) Polimer adisi ionik
Polimerisasi adisi ionic adalah prose pembentukan polimer melalui
zat antara karbokation, dan menggunakan suatu katalis asam Lewis
untuk awal pembentukan karbokationnya. Dalam contoh reaksi
berikut, asam lewis BF3 dengan sekelumit air merupakan katalis
yang efektif.