Anda di halaman 1dari 57

TERAPI CAIRAN

dan
ELEKTROLIT
Hermin Prihartini
24/04/15

Terapi Cairan

Cairan
intraseluler 40%

Cairan tubuh
60%BB

membran sel

Cairan
interstisial 15%

Cairan
ekstraseluler 20%
Plasma darah 5%

24/04/15

Terapi Cairan

Seorang dengan berat badan (BB) 50


kg :
Memiliki cairan tubuh sebanyak 60% BB atau 30
liter = TOTAL BODY WATER.

Terbagi di dalam 3 kompartemen.


Cairan dalam kompartemen Intra Sellular (40%
BB) atau 20 liter berada di dalam sel-sel.
Cairan dalam kompartemen Ekstra Sellular (20%
BB) atau 10 liter berada di luar sel-sel.
Yang berada di dalam pembuluh darah/Intra
Vaskular (5% BB) atau 2,5 liter.
Yang berada di dalam jaringan diantara selsel/Interstitial Terapi
(15%
24/04/15
Cairan BB) atau 7,5 liter.

Elektrolit
:Kation utama

Pada ICF adalah K


Pada ECF adalah Na

Anion utama

Pada ICF adalah PO4


Pada ECF adalah Cl

Protein bukan elektrolit, tapi berperan

sebagai anion pada ICF maupun ECF


Magnesium adalah kation utama pada ICF
dan kation kedua yang paling banyak di
ICF

24/04/15

Terapi Cairan

Manajemen pasien dengan


gangguan cairan & elektrolit
memerlukan pemahaman
tentang kompartemen cairan
tubuh serta metabolisme air
dan elektrolit.

Karakteristik Cairan
Tubuh
Cairan ekstraselular dan intraselular

Membran sel
=

membran semipermeabel, tapi


sangat
sangat permeabel terhadap air

Keseimbangan pertukaran
dijaga
dengan
beberapa
mekanisme:
Tekanan
hidrostatik
kapiler
Tekanan osmotik koloid
Semipermeabilitas dinding kapiler dan

membran sel
Drainase limfe
Turgor jaringan
Keseimbangan fisiokimiawi elektrolit

Konsentrasi

Air adalah pelarut


Material lain

adalah zat

terlarut

(elektrolit, protein, lemak, dll)

Komposisi
Cairan tubuh terbuat dari berbagai
bahan dan semuanya dalam komposisi
yang seimbang
Keseimbangan/Ketidakseimbangan Asam Basa
Hipokalemia / Hiperkalemia
Hiperkalsemia/ Hipokalsemia
Hipermagnesemia / Hipomagnesemia
Abumin / Protein

Terapi Cairan

Untuk mencapai perfusi normal,


keseimbangan cairan & elektrolit
menyesuaikan dengan keadaan stres
karena kondisi patologis

RESUSITASI

Kristaloid

Koloid

RUMATAN

Elektrolit

Nutrisi

REPAIR
Mengganti kehilangan akut
( hemorrhae, GI loss,
rongga ke3 )

24/04/15

Terapi Cairan

1. Kebutuhan normal
( IWL+urin+feses )
2. Dukungan nutrisi

12

MACAM CAIRAN

CAIRAN KRISTALOID BM rendah ( < 8000 dalton ).

24/04/15

Cairan yangberisi ion Na+ sebagai partikel


utama penentu osmolaritas .
Tekanan onkotik rendah --> cepat
terdistribusi ke ruang
ekstrasel(memberikan efek ekspansi
intravaskuler, over ekspansi interstitial).
Terbaik untuk dehidrasi (kehilangan cairan
ekstraseluler) atau perdarahan ringan.
Baik jika tidak terdapat kebocoran kapiler
Dengan atau tanpa glukosa.
Lebih murah & mudah didapat.
Contoh : RL, NaCl 0,9 %, D5% dll

Terapi Cairan

13

CAIRAN KOLOID (BM tinggi > 8000


dalton)
Tidak mudah menembus dinding
pembuluh darah.
Tekanan onkotik tinggi --> sebagian besar
menetap lebih lama di ruang
intravaskular.
Lebih baik untuk ekspansi volume plasma
yang
segera.
Lebih tepat untuk perbaikan Cardiac
Output % VO2 .
Mengurangi efek edema paru.
Resiko koloid sintetik : alergi, anafilaksis,
24/04/15
Cairan
gangguan Terapi
koagulasi.

14

ATLS
American College
of Surgeons
: classification
ofIV
Class I
Class II ATLS Class
III
Clas
haemorrhage severity
Blood Loss (mL)

< 750

750 - 1500

1500 - 2000

>2000

Blood volume(%)

< 15%

15% - 30%

30% - 40%

>40%

Pulse Rate

<100

>100

>120

>140

Blood Pressure

Normal

Normal

Decreased

Decreased

Pulse Pressure
(mmHg)

Normal or
decreased

Decreased

Decreased

Decreased

Respiratory rate

14 - 20

20 - 30

30 - 40

>40

Urine output
(mL/hr)

>30

20 - 30

5 - 15

Negligible

CNS/Mental status

Slightly anxious Mildly anxious

Anxious and
confused

Confused and
lethargic

Fluid replacement
(3:1 rule)

Crystalloid

Crystalloid and
blood

Crystalloid and
blood

24/04/15

Terapi Cairan

Crystalloid

16

Gejala dan Tanda Shock


Kesadaran
Takhikardia
Takhipnea
Tekanan Darah
Akral dingin

24/04/15

Terapi Cairan

17

Derajat Shock
Kls I

< 15 % vol darah hilang


< 750 cc

Kls II 15 30 % vol darah hilang


750-1500 cc
Kls III 30 40 % vol darah hilang
1500 2000 cc
Kls IV > 40% vol darah hilang
> 2000 cc
24/04/15

Terapi Cairan

18

Kls I
< 15 % vol darah
hilang
< 750 cc
HR
< 100
BP
normal
Resp
14 20 x/mnt
Urin
> 30 cc/jam
Kesadaran gelisah +

24/04/15

Terapi Cairan

19

Kls II 15 30 % vol darah


hilang
750 1500 cc
HR
> 100
BP
normal
Resp
20 30 x/mnt
Urin
20 - 30 cc/jam
Kesadaran gelisah ++

24/04/15

Terapi Cairan

20

Kls III
hilang
cc

30 40 % vol darah
1500 - 2000

HR
> 120
BP
turun
Resp
30 40 x/mnt
Urin
5- 15 cc/jam
Kesadaran gelisah +++
bingung
24/04/15

Terapi Cairan

21

Kls IV > 40% vol darah


hilang
> 2000 cc
HR
> 140
BP
turun
Resp
> 40 x/mnt
Urin
0 - 10 cc/jam
Kesadaran
bingung,mengantuk
24/04/15

Terapi Cairan

22

Penyebab Shock
Trauma : anggap dulu shock
hemorrhagic
Kemungkinan lain :
Kardiogenik

shock
shock Obstruktif
shock Distributif

24/04/15

Terapi Cairan

23

Jenis Perdarahan
Luar/eksternal
Dalam/internal
Toraks
Abdomen/Retroperitoneal
Pelvis
Tulang Panjang
24/04/15

Terapi Cairan

24

Tata-laksana mengatasi
perdarahan hebat
Airway
Breathing
Circulation

and

hemorrhage control

Shock position
Replace blood lose
Stop / minimize the bleeding process

24/04/15

Terapi Cairan

25

Stop Bleeding
Torniket hanya bila hancur/akan
diamputasi.
Klem tidak dianjurkan krn
merusak struktur lain.
Perdarahan luar : tekan
langsung/perban tekan.
Jahit hanya bila perlu.
24/04/15

Terapi Cairan

26

Stop Bleeding
Perdarahan dalam toraks/abd :
mungkin operasi.
Pelvis pasang pneumatik anti
syok /gurita.
Tulang panjang pasang
bidai/traksi
ringan.

24/04/15

Terapi Cairan

27

Perbaikan Volume
Infus 2 jalur dg iv catheter besar.
Ambil contoh darah unk cross
match.
Cairan RL(yang sudah
dihangatkan).
Tetesan cepat(guyur).
Pemberian cairan dapat diulang.

24/04/15

Terapi Cairan

28

Pasien shock/perdarahan.
Posisi shock
Angkat kedua tungkai
Pasang infus jarum besar ( G16/18 , 2 jalur).
Ambil sampel darah untuk cari donor

infus RL 1000 (+1000)

Perfusi HKM

Nadi < 100.

Sistol > 100.


Lambatkan
infus.

24/04/15

Terapi Cairan

Perfusi, Nadi, Sistol


belum naik, masih shock.
Tambah RL lagi sampai
2 4 x volume yang
hilang.
( kalau ada: transfusi ).
29

Monitoring Shock :
monitor terhadap pemberian cairan :
Perbaikan perfusi(akral hangat, nadi
lebih besar, kesadaran membaik,
dsb).
Pantau produksi urin
normal : Dws : 0,5 1
cc/kgBB/jam
24/04/15

Anak : 1 2 cc/kgBB/jam
Terapi Cairan

30

Monitoring respon pemberian


cairan :
Sementara : perlu darah OK cito.
Buruk/tdk ada respon : OK
sangat cito.
Baik : perdarahan terkontrol.

24/04/15

Terapi Cairan

31

Monitoring respon pemberian


cairan :
Bila respon terhadap cairan baik,
pertimbangkan kemungkinan shock
non hemorrhagik.
Bila respon buruk, kemungkinan
perdarahan berlanjut, cari sumber
perdarahan.

24/04/15

Terapi Cairan

32

Cari sumber perdarahan lain :


Jika ada perdarahan : stop
perdarahan.
Jika tidak ada, berarti non
hemorrhagik, terapi sesuai
penyebab.

24/04/15

Terapi Cairan

33

End-point of fluid resuscitation


Perfusi kembali hangat kering merah
BP sekitar 90-100 mmHg (MAP 65 90

mmHg
Urine 0,5 cc/kg/jam
CVP 12 mmHg
Ht 30%
Bukan BP normal resiko re-bleeding

24/04/15

Terapi Cairan

34

Osmolaritas Cairan
Cairan Isotonis
Osmolalitas : 300 mOsmol / L.
Konsentrasi partikel dalam larutan =
dibandingkan dengan konsentrasi
partikel di CIS.
Tidak menyebabkan pembengkakan/
pengerutan sel & tidak ada pergerakan
cairan melalui membran yang
semipermeabel.
Contoh : NaCl 0,9 %

Cairan Hipotonis
Osmolalitas : < 300 mOsmol / L.
Konsentrasi partikel dalam larutan <
dibandingkan intrasel.
Menyebabkan cairan dari extrasel
masuk ke intrasel pembengkakan
sel.
Contoh : NaCl 0,45 %

Cairan Hipertonis
Osmolalitas : > 300 mOsmol / L.
Konsentrasi partikel dalam larutan >
dibandingkan di intra sel.
Menyebabkan air dari intra sel keluar
& sel akan
mengkerut.
Contoh : NaCl 3 %, Dekstrosa 50 %

Efek volume infus 1L cairan pada kompartemen tubuh ( 70 kg


Larutan

Vol Plasma

Vol
Interstitial

Vol Intrasel

RL

200

800

NaCl 0,9%

275

825

-100

NaCl 0,45%

141

567

292

NaCl 5%

990

2690

-2950

85

255

660

700

300

D5%
Haemacel
Albumin5%,
Haes 6%

1000

Haes steril
10 %

1450

Gelo,Plasma,
Expafuchsin

1000

Dextran 40

1600

-260

-340

Dextran 70

1300

-130

-170

-450

Terapi Cairan Maintenance

Kebutuhan cairan maintenance norm

Kehilangan abnormal

Cairan Maintenance
Estimasi kehilangan normal dari:
Urine: 1 ml/kg/jam atau 25 ml/kg/hari
Keringat & uap air nafas (S&I loss): 700

ml/m2/hari
Natrium 2-3 mEq/kg/hari
Kalium 1-3 mEq/kg/hari
Estimasi 4-2-1 untuk tiap 10 kg
Estimasi 40 - 50 ml/kg/hari
24/04/15

Terapi Cairan

40

Maintenance pasien 50
kg

Estimasi kehilangan normal dari:


Urin: 25 ml/kg/hari 50 = 1250

2500
= 1050
Natrium: 2-3 mEq/kg/hari 50 = 100-150 mEq
Kalium: 1-3 mEq/kg/hari 50 = 50-150 mEq
S&I: 700 ml/m2/hari 1.5 m 2

Estimasi 4-2-1/10kg/jam
(4 10kg + 2 10kg + 1 30kg) 25
2250
Estimasi 40-50 ml/kg/hari
40-50 50kg

2000-2500
24/04/15

41

Maintenance pasien 20
kg

Estimasi kehilangan normal dari:


Urin: 25 ml/kg/hari 20 = 500
S&I: 700 ml/m2/hari 1.2 m2

= 800
Natrium: 2-3 mEq/kg/hari 20 = 50 mEq
Kalium: 1-3 mEq/kg/hari 20 = 40 mEq

Estimasi 4-2-1/ 10kg/jam


(4 10kg + 2 10kg) 25
1.500
Estimasi 50-50 ml/kg/hari
40 50 20kg

1.300

800-1.000
24/04/15

42

Maintenance pasien 10 kg (1
th)
Estimasi kehilangan normal dari:
Urin: 25 ml/kg/hari 10
= 250
S&I: 700 ml/m2/hari 1.0 m2
= 700
Natrium: 2-3 mEq/kg/hari 10
= 20 mEq
Kalium: 1-3 mEq/kg/hari 10

Estimasi 4-2-1/ 10kg/jam


(4 10kg) 25
=
1000
Estimasi 40-50 ml/kg/hari
40 50 10kg
=
500
Estimasi 100 ml/kg/hari
100 10kg
=
24/04/15

Terapi Cairan

950

= 20 mEq

400

1000
43

Cara Estimasi
Dewasa tua
Anak >2th dewasa
Anak 1-2 th / 10-15 kg
Bayi 1 bl-1 th / 3-9 kg

40 ml/kg/hari
50 ml/kg/hari
100 ml/kg/hari
150 ml/kg/hari

Hari 1
Hari 3

60
preterm
80
100
120
Dalam perhitungan
Hari 7
150
180 hanya selisih max 20%
3 bulan
120
1 tahun
100
> 1 tahun 10kg-1 10 kg-2 50, 10kg-3 20
24/04/15

Terapi Cairan

44

Cara Estimasi
Dewasa tua
Anak >2th dewasa
Anak 1-2 th / 10-15 kg
Bayi 1 bl-1 th / 3-9 kg

40 ml/kg/hari
50 ml/kg/hari
100 ml/kg/hari
150 ml/kg/hari

Cara ini tidak boleh dipakai pada pasien:


Critically ill
Multi trauma
Sepsis
Penyakit metabolik berat
Gagal jantung/ginjal
24/04/15

Terapi Cairan

45

Cara menghitung
Cukupi volume (ganti urine + S&I)
Cukupi Natrium 2-3 mEq/kg

(tubuh tidak punya cadangan)


Cukupi Kalium 1-3 mEq/kg
(tubuh cukup punya cadangan sampai 5 hari)
Cukupi Kalori 25 kCal/kg

24/04/15

Terapi Cairan

46

Berapa volume untuk BB 50


kg?
(BB 50kg luas permukaan tubuh 1.5 m2)

Urine

50 kg 25
ml/kg/hari
= 1250 ml
S&I 1.5 m2 700 ml/m2/hari
= 1050
ml
Jumlah semua

= 2300 ml

(boleh diberikan 2000 atau 2500 ml)

24/04/15

Terapi Cairan

47

Cairan maintenance dws 50


kg
Kebutuhan sehari
Volume :
Natrium:
mEq
Kalium :
Kalori :

2000 ml
100-200
50-150 mEq
1500 kCal

RD 1000 + D5 1000

NaCl 1000 + D5 1000

ml
Natrium
Kalium
Kalori

ml
Natrium
Kalium
Kalori

24/04/15

147
4
400
Terapi Cairan

150
0
200
48

Cairan maintenance dws 50


kg
Kebutuhan sehari
Volume :
Natrium:
mEq
Kalium :
Kalori :

RD 1000 + D5 1000

ml
Natrium
Kalium
Kalori
24/04/15

147
4
400
Terapi Cairan

2000 ml
100-200
50-150 mEq
1500 kCal

KaEnMg3 2000 ml

Natrium
Kalium
Kalori

100
40
800
49

Natrium (135-145 mMol/L)


Kation Utama CES
Mempertahankan osmolaritas

plasma
Keseimbangan Na diatur oleh ginjal
dan sistem endokrin : ADH

24/04/15

Terapi Cairan

50

Hiponatremi
Hiponatremia isoosmolar :

hiperlipidemia / meningkatkan
protein serum
Hiponatremia hiperosmolar
:
hiperglikemia
Hiponatremia hipoosmolar
:
kehilangan Na meningkat lewat
ginjal / intake cairan hipotonik
24/04/15

Terapi Cairan

51

Hipernatremi
Intake Na
Kehilangan free water / air bebas
Ginjal tidak berespon terhadap ADH
Osmotik diuretik, dll

24/04/15

Terapi Cairan

52

Kalium (3,5-5 mEq/L)


K adalah kation terbesar dalam sel
Pengaturan k dilakukan oleh ginjal

dan hormon aldosteron


Kerusakan jaringan luas
katabolisme meningkat k dalam
plasma

24/04/15

Terapi Cairan

53

Hipokalemi
Ekskresi ginjal, saluran cerna

meningkat
K ekstrasel intrasel
Gejala:
Gangguan otot skelet, polos, jantung
Arefleksia, paralisis sampai meninggal

24/04/15

Terapi Cairan

54

Hiperkalemi
Gangguan fungsi ginjal, kerusakan

jaringan luas
Intake meningkat
Cairan intrasel ekstrasel
Gejala:
Cardiovascular dan neuro muscular
Aritmia, blok konduksi jantung
Parestesia, paralisis-konvulsi

24/04/15

Terapi Cairan

55

Terapi
Hipo Na
Hiper Na

: Na x BB x 0,6
: cairan hipotonis

diuretik
Hipo K : K x BB x 0,3

Kepekatan 40 mEq/L

Kecepatan 20 mEq/jam
Hiper K: Insulin, bikarbonat, calsium,
agonist,dialisis/haemofiltration
24/04/15

Terapi Cairan

56

Terima kasih
24/04/15

Terapi Cairan

57