Anda di halaman 1dari 8

PAPER RINGKASAN MATERI LANDASAN PENDIDIKAN

BAB VI PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM


Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Landasan Pendidikan
Dosen Pengampu : Drs. Saring Marsudi, SH, M.Pd.

Disusun Oleh :
Faisal Azmi Bakhtiar

(A510100256)

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013

A. Pengertian dan Ciri-Ciri Sistem

Sistem merupakan istilah yang memiliki makna sangat luas dan dapat
digunakan sebagai sebutan yang melekat pada sesuatu. Suatu perkumpulan
atau organisasi adalah sebagai sistem, yang kemudian orang menyebutnya
dengan istilah sistem organisasi. Pendidikan sebagai sebuah sistem, yang
kemudian orang menyebutnya dengan istilah sistem

pendidikan. Begitu

seterusya, bahwa setiap, jenis organisasi, apapun bentuknya, Ia disebut


sistem.
Sistem menurut para tokoh diantaranya Bela H. Banathy dalam
bukunya Instructional System mengemukakan bahwa sistem berarti satuan
objek yang disatukan oleh suatu interaksi atau saling ketergantungan.
Menurut Suhardjo sistem adalah kesatuan fungsional daripada unsur-unsur
yang ada untuk mencapai tujuan. Jadi, sistem terdiri dari unsur-unsur, fungsi
dari masing- masing unsur, ada kesatuan fungsi dari setiap unsur, dan ada
tujuan yang ingin dicapai. Setiap organisasi yag ada dalam kehidupan ini
dapat disebut sebagai sistem, walaupun di setiap organisasi memiliki batasanbatasan yang berbeda. Sama halnya dengan pendidikan juga merupakan
sistem yang memiliki batasan yang berbeda pula. Dibalik perbedaan dari
setiap sistem ada persamannya oleh Mudhoffir dikatakan bahwa persiapan
dari setiap sistem terletak pada ciri-ciri sebagai berikut:
1. Tujuan

Tujuan merupakan sesuatu yang akan dicapai oleh sebuah sistem.


Misalnya: manusia sebagai sistem, tujuannya untuk kebahagiaan didunia
dan akherat. Pendidikan sebagai sistem, tujuannya untuk memberikan
layanan bagi yang memerlukan. Pengajaran sebagai sistem tujuannya agar
siswa belajar untuk dapat menampilkan perilaku tertentu., begitu
seterusnya.

2. Fungsi

Merupakan suatu aktivitas sistem untuk dapat mencapai tujuan


sistem itu sendiri. Misal : manusia mencapai tujuan hidup dituntut adanya
fungsi-fungsi. Apabila salah satu diantaranya tidak menunjukkan fungsi
maka sistem tersebut akan mengalami gangguan, kegagalan, atau tidak
bermanfaat sama sekali.
3. Komponen

Komponen merupakan bagian yang ada dalam suatu sistem yang


melakukan atau memainkan fungsi tertentu dalam rangka mencapai tujuan
sistem. Dalam suatu sistem pasti memiliki tujuan yang akan dicapai karena
sistem sangat erat hubungannya dengan tujuan jika tujuan tidak ada dalam
sistem maka tidak bisa dikatakan sebagai sistem. Untuk mencapai tujuan
di dalam sebuah sistem memiliki komponen-komponen

yang bekerja,

berinteraksi, dan memiliki ketergantungan antara yang satu dengan yang


laiinya sehingga menjalankan roda grigi komponen-komponen dalam
suatu sistem. Satu komponen tidak dapat bekerja dengan maksimal maka
akan mempengaruhi komponen yang lain dan akan mempengaruhi sistem
untuk mencapai tujuannya.
Komponen sistem juga merupakan subsistem dari suatu sistem
yang lebih besar atau setiap sistem terdiri dari sub-subsistem. Namun
demikian menurut fungsinya tidak semua komponen sistem tersebut
memiliki hubungan langsung dengan komponen yang lain. Dapat
dikatakan bahwa dalam suatu sistem ada komponen sistem integral dan
ada komponen sistem tidak integral.
Komponen sistem integral mempunyai keterkaitan fungsi secara
langsung sedang komponen sistem tidak integral adalah komponen sistem
yang mempunyai arti bagi subsistem lain. Contoh : sekolahan sebagai
sistem, komponen integralnya adalah guru, siswa, perpustakaan, papan
tulis, kapur, penghapus. Komponen tidak integralnya adalah kipas angin,

lampu neon, dan kantin. Komponen tidak integral ini bila tersedia
menambah lancarnya pencapaian tujuan.
4. Interaksi atau saling hubungan

Secara fungsional setiap komponen dalam sistem itu tidak berdiri


sendiri tetapi saling mempunyai keterkaitan bahkan dikatakan saling
ketergantungan antara komponen satu dengan yang lain. Apabila suatu
sistem diharapkan dapat mencapai tujuan sistem dengan baik harus
ditunjang oleh fungsi yang baik dari tiap komponen sistem yang ada.
5. Penggabungan yang Menimbulkan Jalinan Keterpaduan

Dalam rangka mencapai tujuan sistem harus merupakan suatu


kesatuan yang terpadu. Keterpaduan komponen sistem tersebut akan
memperkuat kerja dan fungsi sistem karena masing-masing komponen
merupakan jalinan yang saling menunjang.
6. Proses Transformasi
Proses transformasi merupakan suatu aktivitas untuk mengubah
masukan menjadi suatu produk. Produk

ini akan tersalurkan menjadi

masukan sistem lain, sistem lain ini juga akan dilakukan proses
transformasi, demikian seterusnya. Setiap sistem terdiri dari sub-subsistem
dan setiap subsistem merupakan sistem tersendiri. Proses transformasi
pada suatu sistem bisa terjadi berrtingkat-tingkat. Suatu sistem tidah hanya
melakukan sebuah proses tranformasi tetapi juga bisa menjadi serangkaian
proses transformasi menjadi sistem-sistem bercabang dari induk sistem.
7. Umpan Balik
Umpan balik merupakan aktivitas pemantauan kontrol terhadap

efektivitas dan efisiensi kerja sistem.


8. Daerah batasan dan lingkungan

Suatu sistem akan berinteraksi berhadapan dengan sistem lain atau


lingkungan sistem yang berada di luar sistem. Karena lingkungan yang ada

diluar sistem itu juga merupakan sistem sendiri, perlu ada ketegasan
batasan tentang sistem tertentu. Secara otomatis akan terdapat macam
sistem yang merupakan suatu sistem yang lebih besar yang disebut Supra
sistem.

B. Pendidikan Sebagai Suatu Sistem

Setiap unit usaha atau organisasi merupakan sebuah sistem yang


terdiri dari berbagai macam komponen yang saling mendukung daam rangka
mencapai tujuan. Secara umum suatu unit pendidikan dapat digambarkan
sebagai berikut.
Raw input, Instrumental input dan Enviromental input masuk dalam
proses pendidikan yang menghasilkan output. Raw input merupakan bahan
mentah/ calon siswa. Instrumental input merupakan unsur pendukung yang
mempengaruhi aktivitas organisasi atau unit usaha dan dapat dirancang oleh
unit usaha tersebut. Dalam pendidikan adalah unsur sumber daya manusia,
sistem administrasi sekolah, kurikulum, anggaran pendidikan, sarana dan
prasarana. Enviromental input merupakan faktor lingkungan yang
mempengaruhi aktivitas suatu organisasi atau unit usaha tetapi tidak dapat
dirancang. Dalam pendidikan adalah pengaruh tv, ekonomi, politik,
sosbud,dll.

C. Sistem Pendidikan dan Sub sistem Pendidikan dalam Supra Sistem

Pendidikan sebagai suatu sistem merupakan subsistem dari supra


sistem, disamping mempunyai sub-subsistem pendidikan. Supra sistem

(masyarakat) itu terdapat beberapa sistem, misalnya sistem ekonomi, politik,


pendidikan, keamanan,dll.
Tingkatan Sistem dan Subsistemnya
Tingkat

Sistem

Sub Sistem

Sub-Subsistem

Sub-Sub Sistem

Keumuman
I

Pendidikan

Sekolah

Kurikulum

Kelompok

Formal

Menengah

Sekolah

Pelajaran

Sekolah

Kurikulum

Menengah
Kelompok MataMata Pelajaran

Menengah

Sekolah

Pelajaran

Kurikulum

Menengah
Kelompok

Mata Pelajaran

Pokok bahasan

Sekolah

Mata

Menengah
Kelompok

Pelajaran
Mata

Pokok bahasan

Sub

II

III

IV

Mata Pelajaran Pelajaran

Mata

Pokok

bahasan

D. Kesimpulan

Sistem merupakan kesatuan fungsional yang didalamnya terdapat


komponen-komponen

yang

komponen

saling

tersebut

memiliki

fungi

berinteraksi,

masing-masing.
berhubungan,

dan

Disetiap
saling

ketergantungan antara komponen satu dengan komponen yang lain sehingga


dengan adanya kompnen yang baik dalam suatu sistem dapat mencapai tujuan

suatu sistem yang ingin dicapai.

Di dalam kehidupan terdapat berbagai

macam sistem yang beragam di setiap sistem memiliki perbedaan antara


sistem yang satu dengan yang lain. Namun sistem juga memiliki kesamaan
yang terletak pada ciri-ciri sistem yaitu: tujuan, fungsi, komponen, interaksi,
penggabungan,transformasi, umpan balik, dan lingkungan.
Suatu sistem dapat berkembang menjadi subsistem yang tidak hanya
satu namun bisa berkembang menjadi rangkaian sub sistem yang menginduk
pada sistem utama. Hal tersebut dinamakan proses transformasi sistem dan
jika lebih banyak maka disebut serangkaian proses transformasi sistem.
Sama halnya dengan sistem pendidikan di indonesia merupakan sub
sistem dari supra sistem yang disubut juga dengan masyarakat. Di dalam
sistem pendidikan yang termasuk sub sistem juga memiliki sub-sub sistem
yang saling berhubungan satu sama lain.