Anda di halaman 1dari 5

A.

Pengertian maharah Kitabah


Sebagaimana kita ketahui bahwa Maharah Kitabah atau yang
biasa dikenal ketrampilan menulis merupakan salah satu dari empat maharah
(ketrampilan) yang harus dikuasai dalam mempelajari bahasa, baik bahasa
Indonesia, Inggris maupun bahasa Arab. Ketrampilan menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas.
Sedangkan

menurut

Dunette

ketrampilan

adalah

mengembangkan

pengetahuan yang didapatkan melalui training dan pengalaman dengan


melaksanakan beberapa tugas. Sedangkan menulis itu sendiri merupakan
kegiatan komunikasi yang dilakukan tanpa didukung oleh tekanan suara,
nada, mimik, gerak gerik dan tanpa situasi seperti yang terjadi pada kegiatan
komunikasi lisan.
Dalam KBBI menulis mengandung beberapa pengertian yang
pertama, membuat huruf, angka, dan sebagainya dengan pena, pensil, dan
sebagainya, kemudian yang Kedua, melahirkan pikiran atau perasaan seperti
mengarang, membuat surat, dan sebagainya dengan tulisan.
Menurut Thuaimah dalam buku yang berjudul

Teknik

Pembelajaran Keterampilan Bahasa Arab karangan Hasan Saefuloh


mengemukakan bahwa ada kalangan yang memandang sempit terhadap
pembelajaran menulis, yaitu sebatas mengajarkan siswa agar bisa menulis
dalam arti membuat lambing- lambang tulisan. Dalam pengertian ini menulis
hanyalah keterampilan mekanistik yang tidak membutuhkan pemikiran.
Kalangan lain, memandang kegiatan menulis sebagai aktivitas kognitif yang
memerlukan pemikiran yang matang, sistematika yang baik, serta penyajian
yang menarik untuk menyampaikan gagasan atau perasaan yang ada dalam
pikirannya.
Dari pandangan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa menulis
dalam arti yang lebih luas adalah kegiatan terstruktur dan disengaja yang
dilakukan seseorang untuk menuangkan pikiran dan perasaannya, sehingga
tulisannya tersebut dapat menunjukkan sudut pandangnya dan dari tulisannya
itu orang dapat menilai karakter penulisnya. Sedangkan Keterampilan
menulis (maharah Al-kitabah/ writing skill) adalah kemampuan dalam

mendiskripsikan atau mengungkapkan isi pikiran, mulai dari aspek yang


sederhana seperti menulis kata-kata sampai kepada aspek yang kompleks
yaitu mengarang.
B. Tujuan belajar Maharah Kitabah
tujuan pembelajaran

ketrampilan

menulis

berdasarkan

tingkatannya diantarannya:
1. Tingkat pemula
Mampu Menyalin satuan-satuan bahasa yang sederhana
Mampu Menulis satuan bahasa yang sederhana
Mampu Menulis pernyataan dan pertanyaan yang sederhana
Mampu Menulis paragraf pendek.
2. Tingkat menengah
Menulis pernyataan dan pertanyaan
Menulis paragraph
Menulis surat
Menulis karangan pendek
Menulis laporan.
3. Tingkat lanjut
Menulis paragraph
Menulis surat
Menulis berbagai jenis karangan
Menulis laporan.
C. Jenis- jenis kemampuan menulis
Menulis terbagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Merangkai huruf / rasm al-huruf, Yaitu keterampilan yang bersifat
psikomotorik mekanistik dan diarahkan pada kemampuan kelancaran
menulis, kejelasan tulisan, dan penggunaan tanda baca
2. insya, Yaitu keterampilan berfikir kognitif dan diarahkan pada
kemampuan siswa untuk menuangkan gagasan, diliht dari segi kebahasaan
berupa penggunaan ejaan termasuk kaidah imla dan jenis khat, pemilihan
kata, penggunaan struktur kalimat, dan penerapan tata bahasa.
Menurut Ilyan dalam buku yang berjudul Teknik Pembelajaran
Keterampilan Bahasa Arab karangan Hasan Saefuloh mengemukakan bahwa
menulis terdiri dari tiga macam yaitu:
1. Menulis praktis fungsional
Karakteristik tulisan fungsional diantaranya: bahasanya baku, kosa
katanya sederhana dan tidak mengandung pengertian ganda, menggunakan

gaya ilmiyah yang mudah dicerna, dan tidak memerlukan bakat khusus.
Contoh: merangkum sebuah judul, menulis laporan, menulis surat, menulis
pembukaan dan penutup sambutan, mengisi formulir dan sebagainya
2. Menulis kreatif satrawi
karakteristik tulisan jenis ini adalah berkaitan dengan daya kreatifitas
penulis dan gaya bahasa sastra, penulisnya harus mempunyai bakat
kesastraan, memiliki perasaan daya imajinasi tinggi, berkaitan dengan
pengalaman. Contoh: menulis cerita, drama, biografi, dan sebagainya.
3. Menulis kreatif fungsional
Jenis menulis ini merupakan perpaduan antara menulis fungsional dan
menulis kreatif, seperti menulis makalah, menulis komentar, menulis teks
ceramah dan sebagainya.
D. Teknik Pembelajaran Menulis
Pembelajaran menulis dalam konteks pembelajaran bahasa Arab dapat
dilakukan dalam tiga tahap:
1. Tahap pra menuis (persiapan)
a. Menulis huruf secara terpisah sebelum huruf sambung.
b. Menulis huruf berurut berdasarkan urutan abjad.
c. Menulis huruf sebelum suku kata dan kata.
d. Menulis satu atau dua huruf baru pada tiap pelajaran
e. Memberikan contoh cara penulisan huruf di papan tulis sebelum
menyuruh siswa menulisnya.
2. Imla
Tahapan imla terdiri dari:
a. Imla manqul (Menyalin)
Tujuan yang hendak dicapai dari pembelajaran menulis melalui imla
manqul adalah agar siswa mampu menulis huruf, kata, dan kalimat
bahasa arab dengan baik dan benar. Tahap ini dinamakan fase
menyalin. Kegiatan imla manqul sebagai berikut:
a) Menyajikan pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam
teks bacaan.
b) Menyajikan beberapa kata secara acak dan meminta siswa
untuk menyusunya menjadi kalimat yang benar.
c) Meminta siswa menyalin paragraf pendek sesuai dengan
pilihan siswa.
d) Latihan menulis kalimat tidak lengkap yang kemudian
dilengkapi oleh siswa dengan kata yang tersedia.

a. Imla Mandzur (Menyadur)


Berbagai variasi yang bisa dilakukan guru dalam melatih imla mandzur
diantaranya sebagai berikut:
a) Siswa diminta menyiapkan teks bacaan untuk diimlakan. Siswa
membaca teks tersebut di rumah masing-masing. dikelas, guru
menuliskan teks tersebut dipapan tulis dan mendiskusikannya
bersama siswa, menanyakan kata-kata yang dirasa sulit oleh mereka.
Guru menjelaskan kata tersebut dan cara penulisannya. Setelah dirasa
cukup, baru teks tersebut diimlakan.
b) Siswa diminta menghafal teks pendek sederhana. Kemudian, guru
meminta mereka untuk menuliskan teks yang sudah dihafalnya.
c) Guru menyajikan beberapa paragraf yang telah mereka baca dengan
membuang beberapa kta kunci lalu meminta siswa untuk menulis
paragraf secara lengkap.
d) Guru menulis dipapan tulis beberapa kata yang dianggap sulit dari
teks yang sudah dipelajari. Siswa diminta menuliskannya beberapa
kali di buku latihan. Setelah itu guru mengimlakan teks secara utuh.
b. Imla Ikhtibari
Melatih siswa agar terampil dalam tiga hal yaitu kemampuan
menyimakdan mengikuti alur pembicaraan, kemampuan mengingat yang
didengar, dan kemampuan menuliskan apa yang di dengarnya. Langkahlangkah latihan imla ikhtibari sebagai berikut:
1. Persiapan
2. Pengimlaan
3. Pengoreksian
4. Diskusi
5. Penulisan Ulang
2. Insya
Dan pengajaran insya ini diklasifikasikan menjadi dua yaitu:
a. Insya Muwajjah
Siswa mula-mula berlatih menulis satu atau dua paragraf seputar tema
yang mereka pernah dengar dan baca. Tujuan dari insya ini adalah
untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penggunaan gaya
bahasa, susunan kalimat, pemilihan kosa kata, penerapan gramatika
b.

dan sebagainya
Insya Hurr

Dalam tahap ini siswa diberi kebebasan untuk menuangkan segala


kemampuannya dalam memilih kosa kata dan struktur kalimat.
Tahapan menulis bebas dimulai dengan memilih tema yang sudah
dipelajari sebelumnya pada ketrampilan berbicara dan ketrampilan
membaca dengan melakukan pengembangan dan improvisasi.