Anda di halaman 1dari 14

RPKPS

(RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN


SEMESTER)

PENYAKIT MIKROBIAL &


PARASITER II

PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2014

RPKPS
(RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER)
1. Nama matakuliah
2. Kode/SKS
3. Dosen Pengampu

:
:
:

4. Semester
5. Prasyarat

:
:

6. Status MK

Penyakit Mikrobial & Parasiter II


PKH4406/ 3-0 SKS
1.
Dahliatul Qosimah, Drh, Mkes (DQS) )Koordinator
2. Dr. Sri Murwani, Drh, MP (MUR
3. Prof. Dr. Pratiwi Trisunuwati, Drh, MS (PTS)
4. Drh. Rositawati Indrati, MP (RST)
5. Dr. Djoko Winarso, Drh., MP (DJW)
6. Drh Handayu Untari (HDY)
7. Drh Indah Amalia Amri, M.Vet (IAA)
8. Drh Riski Arya Pradikta, M.Vet (RAP)
9. Drh. Nurprimadita Rosendiani (NPR)
Lima (5)
1. Histologi
2. Patologi Anatomi
3. Imunologi
4. Mikrobiologi Veteriner
5. Parasitologi Veteriner
MK Wajib

A. LATAR BELAKANG
Rencana program dan kegiatan pembelajaran semester (RPKPS) merupakan
dokumen penting dalam pembelajaran. RPKPS diperlukan agar pelaksanaan proses
pembelajaran menjadi terarah karena telah terencana dengan baik, dapat berjalan
secara sistematik dan pencapaiannya dapat diukur dan dievaluasi, sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.
Matakuliah Penyakit Infeksi II merupakan MK Wajib yang diberikan pada
Semester V. MK ini merupakan kelanjutan dari MK Mikrobiologi dan Parasitologi
Veteriner. MK ini sangat diperlukan mahasiswa kedokteran hewan, dikarenakan
penyakit ini masih merupakan gangguan kesehatan yang angka kejadiannya
tertinggi di dunia, baik penyakit infeksi pada manusia maupun hewan.
Perkembangan IPTEK di bidang penyakit infeksi selalu digalakkan, di dunia medik
terutama dikembangkan untuk meningkatkan sarana diagnosis dan terapi. Pada MK
ini akan diajarkan penyakit-penyakit bakterial, viral, mikal dan parasiter yang
sedang dan sering terjadi sesuai kompetensinya, seperti mastitis, brucellosis,
salmonellosis, New Castle Disease, gumboro, Chronic respiratory disease, anthax,
foot and mouth disease, ringworm, toxoplasmosis, filariasis, fasciolosis. MK ini
merupakan kelanjutan dari MK Penyakit Infeksi I yang telah menjelaskan tentang
determinasi penyakit, agen penyakit, perubahan patologi anatomi, epidemiologi,
transmisi, manifestasi klinis, cara diagnosis, prevensi dan terapi dari masing-masing
penyakit. Dalam MK ini akan dijelaskan lebih mendetail tentang penyakit itu
sendiri, yaitu tentang agen infeksi, patogenesis, manifestasi klinis, epidemiologi,
patologi anatomi, imunitas, diagnosis, prognosis, pengendalian & prevensi, terapi.

RPKPS Penyakit Infeksi disusun dengan memperhatikan lima pilar utama


pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, materi pembelajaran perlu didekatkan
dengan persoalan nyata yang sedang terjadi. Untuk mencapai prespektif
internasional berbasis keunggulan nasional maka digunakannya buku teks yang
bertaraf internasional. Sedangkan untuk pemanfaatan teknologi informasi secara
optimal, juga untuk peningkatan kreativitas dan kepemimpinan, maka dalam
pelaksanaannya mahasiswa diminta aktif untuk mencari informasi dari internet dan
presentasi dari masing-masing kelompok dengan menggunakan media
pembelajaran elektronik.

B. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Mata kuliah Penyakit Infeksi akan mengajarkan dan mendikusikan beberapa
penyakit infeksi yang sedang dan sering terjadi pada hewan, terutama ditujukan
pada hewan-hewan ternak, karena sering menyebabkan kerugian ekonomi yang
tinggi. Mengajarkan mahasiswa bagaimana mengenali suatu penyakit infeksi dari
gejala klinis, sehingga diharapkan mahasiswa dapat menentukan diagnosis tentatif
sebelum diidentifikasi agen penyakit yang sebenarnya. Selain itu diharapkan
mahasiswa dapat menentukan diagnosis laboratoris yang sesuai, membaca hasil
diagnosis laboratoris, menentukan diagnosis defititif, prognosis dan terapi.
Diharapkan setelah menerima MK Penyakit Infeksi I & II, mahasiswa memahami,
mampu menjelaskan dan diharapkan mampu mengaplikasikannya apabila nanti
terjun di lapangan tentang penyakit infeksi.
1. Outcome Pembelajaran
:
Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa akan dapat :
- Menjelaskan terminologi penyakit infeksi
- Menjelaskan beberapa penyakit yang sedang dan sering terjadi, serta yang
dapat menyebabkan tingkat kerugian ekonomi yang tinggi, yang meliputi:
1. Agen infeksi
2. Epidemiologi
3. Cara-cara transmisi
4. Gejala klinis & symptoms
5. Perubahan-perubahan patologis
6. Imunitas
7. Diagnosis
8. Prognosis
9. Pengendalian & Prevensi
10. Terapi
- Lebih lanjut diharapkan mahasiswa dapat menentukan diagnosa tentatif,
membaca hasil diagnosis laboratoris dan menentukan diagnosis definitif,
yang akan berguna untuk menentukan jenis prevensi dan terapi penyakit
infeksi.

2. Jumlah Jam dan Pembagiannya


No
I.1

I. 2

Pokok Bahasan
Pendahuluan
penyakit
infeksi Viral, Mikal dan
Parasiter
Penyakit infeksi viral
pada ternak besar : IBD,
IBR, Jembrana, BSE

II.1

Penyakit infeksi viral


pada pet animal : Rabies,
Parvo,
Distemper,
Calicivirus,
Rhinotracheitis

II.2

Penyakit infeksi viral


pada pet animal : Rabies,
Parvo,
Distemper,
Calicivirus,
Rhinotracheitis

III.1

Penyakit infeksi viral


pada unggas : ILT, SHS,
Fowl pox, MarekS

III.2

Lanjutan Penyakit infeksi


viral pada unggas : ILT,
SHS, Fowl pox, MarekS

IV.1

Penyakit infeksi Jamur


pada unggas, pet animal
dan ternak besar :
superfisial, sistemik dan
opportunistik

IV.2

Lanjutan Penyakit infeksi

Sub Pokok Bahasan


overview

Agen infeksi, patogenesis,


gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,

Alokasi Waktu
50

100

50

100

50

100

50

100

Jamur pada unggas, pet


animal dan ternak besar :
superfisial, sistemik dan
opportunistik
V.1

Penyakit
viral
pada
ternak besar : PMK,
MCF, Rinderpest, Hog
Cholera, Orf

V.2

Penyakit
viral
pada
ternak besar : PMK,
MCF, Rinderpest, Hog
Cholera, Orf

VI.1
VI.2
VII.1

gejala klinis & symptoms,


epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.

Prsentasi
Lanjutan presentasi
Update penyakit viral Agen infeksi, patogenesis,
pada
unggas
di gejala klinis & symptoms,
patologi
Lapangan : ND, AI, IBD, epidemiologi,
anatomi, imunitas, diagnosis,
IB, EDS, MarekS

VIII.

UTS

IX.1

Helminthiasis nematoda

IX.2

Lanjutan Helminthiasis nematoda

X.1

Penyakit infeksi yang


disebabkan oleh
protozoa - Blood

X.2

Lanjutan Penyakit infeksi


yang disebabkan oleh

prognosis, pengendalian &


prevensi, terapi.
Penyakit infeksi bakterial,
mikal dan viral
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
epidemiologi,
patologi

50

100

50
100
150

50

100

50

100

protozoa - Blood
XI.1

XI.2

XII.1

XII.2

XIII.1

XIII.2

XIV.1

XIV.2

anatomi, imunitas, diagnosis,


prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Helminthiasis
Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
trematoda/ cestoda
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Lanjutan Helminthiasis Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
trematoda/ cestoda
epidemiologi,
patologi
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
Penyakit infeksi yang
gejala klinis & symptoms,
disebabkan oleh
epidemiologi,
patologi
protozoa - Luminal
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Lanjutan Penyakit infeksi Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
yang disebabkan oleh
epidemiologi,
patologi
protozoa - Luminal
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
Penyakit infeksi yang
gejala klinis & symptoms,
disebabkan oleh
epidemiologi,
patologi
protozoa-enzootik
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Lanjutan Penyakit infeksi Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
yang disebabkan oleh
epidemiologi,
patologi
protozoa-enzootik
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Agen infeksi, patogenesis,
Penyakit infeksi yang
gejala klinis & symptoms,
disebabkan oleh
epidemiologi,
patologi
Ektoparasit
anatomi, imunitas, diagnosis,
prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
Lanjutan Penyakit infeksi Agen infeksi, patogenesis,
gejala klinis & symptoms,
yang disebabkan oleh
epidemiologi,
patologi
Ektoparasit

50

100

50

100

50

100

50

100

anatomi, imunitas, diagnosis,


prognosis, pengendalian &
prevensi, terapi.
XV.1

Presentasi

XV.2

Lanjutan Presentasi

XV.

UAS

1. Penyakit
infeksi
Helminthiasis
2. Penyakit infeksi Protozoa
1. Penyakit
infeksi
Helminthiasis
2. Penyakit infeksi Protozoa
3. Penyakit
infeksi
Ektoparasit
1. Penyakit
infeksi
Helminthiasis
2. Penyakit infeksi Protozoa
3.
Penyakit
infeksi
Ektoparasit

50

100

C. PERENCANAAN MONITORING DAN UMPAN BALIK


Monitoring dilakukan untuk mengukur target pembelajaran, diharapkan dari
hasil monitoring dapat dipakai sebagai acuan untuk meningkatkan materi dan
tehnik pembelajaran. Monitoring dilakukan terhadap dosen pengampu, mahasiswa
dan sistem pembelajaran. Proses monitoring dalam kegiatan pembelajaran
dilakukan setiap minggu terutama untuk mengetahui apakah materi yang
ditargetkan untuk didiskusikan secara kelompok kecil mahasiswa dapat berjalan
sesuai rencana.
Monitoring terhadap dosen dilakukan dengan melihat hasil quis, tugas
mandiri, nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dan Nilai Akhir Semester. Monitoring
juga dapat dilakukan dengan melakukan kuisenair yang diisi oleh mahasiswa
terhadap dosen pengajar maupun sistem pembelajaran.
D. PERENCANAAN PENILAIAN
Penilaian didasarkan pada prestasi mahasiswa dalam mengerjakan aktivitas
pembelajaran, yaitu :
a. Ujian Tengah Semester dengan bobot 25 %
b. Ujian Akhir Semester dengan bobot 25 %
c. Presentasi dan diskusi dengan bobot 25 %
d. Quis 15 %
e. Aktivitas kelas 10%
Evaluasi terhadap hasil pembelajaran dapat dilihat dari hasil-hasil mandiri,
pekerjaan rumah (PR), tugas presentasi dan quis yang dilakukan secara berkala
sehingga diharapkan penguasaan materi oleh mahasiswa dapat tercapai dengan

baik. Kuliah ini dianggap berhasil jika jumlah mahasiswa yang mendapat nilai A,
B, dan C lebih dari 75%, atau nilai D dan E kurang dari 10 %.
Untuk mengevaluasi proses pembelajaran, maka rangkuman dari monitoring
kegiatan mingguan dapat dipelajari untuk selanjutnya diperlukan pemikiran tentang
perbaikannya. Perbaikan tersebut misalnya tugas kepada mahasiswa perlu
ditingkatkan atau tidak, atau apakah handout yang disediakan harus direvisi ulang,
dsb.
Hambatan-hambatan yang ditemukan selama pelaksanaan kuliah harus
dicatat. Jika memungkinkan, permasalahan tersebut harus langsung diatasi, tetapi
jika tidak memungkinkan, maka dapat dijadikan rekombinasi untuk perbaikan
sistem perkuliahan di tahun tahun berikutnya.

JADWAL KULIAH PENYAKIT MIKROBIAL DAN PARASITER II


PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UB
Kelas A : R. D1 Program Kedokteran Hewan UB
Hari/Jam : Kamis/09.20-10.15
Jumat/07.30-09.10
Kelas B : R. D2 Program Kedokteran Hewan UB
Hari/Jam : Kamis/09.20-10.15
Jumat/07.30-09.10
Kelas C : R. D3 Program Kedokteran Hewan UB
Hari/Jam : Senin/10.15-11.05
Selasa/13.00-14.40
Kelas D : R.D4 Program Kedokteran Hewan UB
Hari/Jam : Senin/10.15-11.05
Selasa/13.00-14.40

No

1.

Materi

Diskusi,
Perkuliahan

2.
Diskusi,
Perkuliahan

3.

Kelas A

Kelas B

Hari/Tanggal
Kamis (11/9/14)
Kamis (11/9/14)
Pendahuluan
Pendahuluan
penyakit infeksi penyakit infeksi
Viral, Mikal dan Viral, Mikal dan
Parasiter
Parasiter
(DQS)
(RAP)

Note
:
menyampaikan
tugas membuat
makalah untuk
dipresentasikan
2
minggu
menjelang UTS
Jumat (12/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada ternak
besar : IBD, IBR,
Jembrana BSE
(DQS)

Kamis (18/9/14)

Note
:
menyampaikan
tugas membuat
makalah untuk
dipresentasikan
2
minggu
menjelang UTS
Jumat (12/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada pet
animal : Rabies,
Parvo, Distemper,
Calicivirus,
Rhinotracheitis
(RAP)
Kamis (18/9/14)

Kelas C

Kelas D

Senin (8/9/14)
Pendahuluan
penyakit infeksi
Viral, Mikal dan
Parasiter
(DQS)

Senin (8/9/14)
Pendahuluan
penyakit infeksi
Viral, Mikal dan
Parasiter
(RAP)

Note
:
menyampaikan
tugas membuat
makalah untuk
dipresentasikan
2
minggu
menjelang UTS
Selasa (9/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada ternak
besar : IBD, IBR,
Jembrana BSE
(DQS)

Note
:
menyampaikan
tugas membuat
makalah untuk
dipresentasikan
2
minggu
menjelang UTS
Selasa (9/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada pet
animal : Rabies,
Parvo, Distemper,
Calicivirus,
Rhinotracheitis
(RAP)
Senin (15/9/14)

Senin (15/9/14)

4.

5.
Diskusi,
Perkuliahan

Pendahuluan
penyakit infeksi
Viral, Mikal dan
Parasiter
(RAP)

Pendahuluan
penyakit infeksi
Viral, Mikal dan
Parasiter
(DQS)

Pendahuluan
penyakit infeksi
Viral, Mikal dan
Parasiter
(RAP)

Pendahuluan
penyakit infeksi
Viral, Mikal dan
Parasiter
(DQS)

Note
:
menyampaikan
tugas membuat
makalah untuk
dipresentasikan
2 minggu
menjelang UTS
Jumat (19/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada pet
animal : Rabies,
Parvo, Distemper,
Calicivirus,
Rhinotracheitis
(RAP)
Kamis (25/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada unggas
: ILT, SHS, Fowl
pox, MarekS

Note
:
menyampaikan
tugas membuat
makalah untuk
dipresentasikan
2 minggu
menjelang UTS
Jumat (19/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada ternak
besar : IBD, IBR,
Jembrana BSE
(DQS)

Note
:
menyampaikan
tugas membuat
makalah untuk
dipresentasikan
2 minggu
menjelang UTS
Selasa (16/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada pet
animal : Rabies,
Parvo, Distemper,
Calicivirus,
Rhinotracheitis
(RAP)
Senin (22/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada unggas
: ILT, SHS, Fowl
pox, MarekS

Note
:
menyampaikan
tugas membuat
makalah untuk
dipresentasikan
2 minggu
menjelang UTS
Selasa (16/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada ternak
besar : IBD, IBR,
Jembrana BSE
(DQS)

(MUR)

6.
Diskusi,
Perkuliahan

Jumat (26/9/14)
Lanjutan Penyakit
infeksi viral pada
unggas : ILT, SHS,
Fowl pox,
MarekS
(MUR)

Kamis (25/9/14)
Penyakit infeksi
Jamur pada
unggas, pet
animal dan
ternak besar :
superfisial,
sistemik dan
opportunistik
(IAA)
Jumat (26/9/14)
Lanjutan Penyakit
infeksi Jamur
pada unggas, pet
animal dan
ternak besar :
superfisial,
sistemik dan
opportunistik
(IAA)

(MUR)

Selasa (23/9/14)
Lanjutan Penyakit
infeksi viral pada
unggas : ILT, SHS,
Fowl pox,
MarekS
(MUR)

Senin (22/9/14)
Penyakit infeksi
Jamur pada
unggas, pet
animal dan
ternak besar :
superfisial,
sistemik dan
opportunistik
(IAA)
Selasa (23/9/14)
Lanjutan Penyakit
infeksi Jamur
pada unggas, pet
animal dan
ternak besar :
superfisial,
sistemik dan
opportunistik
(IAA)

7.

Kamis (2/10/14)
Penyakit infeksi
Jamur pada
unggas, pet
animal dan
ternak besar :
superfisial,
sistemik dan
opportunistik
(IAA)
Jumat (3/10/14)
Lanjutan Penyakit
infeksi Jamur
pada unggas, pet
animal dan
ternak besar :
superfisial,
sistemik dan
opportunistik

8.

9.
55Diskusi,
Perkuliahan

Diskusi,
Perkuliahan

11.
55Presentasi
12.
13.

Presentasi
Diskusi,
Perkuliahan

14

UTS

(IAA)
Kamis (9/10/14)
Penyakit viral
pada ternak besar
: PMK, MCF,
Rinderpest, Hog
Cholera, Orf
(DQS)
Jumat (10/10/14)
Penyakit viral
pada ternak besar
: PMK, MCF,
Rinderpest, Hog
Cholera, Orf
Kamis (16/10/14)
DQS
Jumat (17/10/14)
DQS

Kamis (2/10/14)
Penyakit infeksi
viral pada unggas
: ILT, SHS, Fowl
pox, MarekS
(MUR)

Jumat (3/10/14)
Lanjutan Penyakit
infeksi viral pada
unggas : ILT, SHS,
Fowl pox,
MarekS
(MUR)

Senin (29/9/14)
Penyakit infeksi
Jamur pada
unggas, pet
animal dan
ternak besar :
superfisial,
sistemik dan
opportunistik
(IAA)
Selasa (30/9/14)
Lanjutan Penyakit
infeksi Jamur
pada unggas, pet
animal dan
ternak besar :
superfisial,
sistemik dan
opportunistik

(IAA)
Kamis (9/10/14)
Senin (6/10/14)
Penyakit viral
Penyakit viral
pada ternak besar pada ternak besar
: PMK, MCF,
: PMK, MCF,
Rinderpest, Hog
Rinderpest, Hog
Cholera, Orf
Cholera, Orf
(MUR)
(DQS)
Jumat (10/10/14)
Selasa (7/10/14)
Penyakit viral
Penyakit viral
pada ternak besar pada ternak besar
: PMK, MCF,
: PMK, MCF,
Rinderpest, Hog
Rinderpest, Hog
Cholera, Orf
Cholera, Orf
Kamis (16/10/14)
Senin (13/10/14)
MUR
RAP
Jumat (17/10/14)
Selasa (14/10/14)
MUR
RAP
Kamis (23/10/14) jam 13.00-15.30
DOSEN TAMU
(Kelas, A, B, C dan D)
Ujian Tulis (DQS, RAP, MUR, IAA)

Senin (29/9/14)
Penyakit infeksi
viral pada unggas
: ILT, SHS, Fowl
pox, MarekS
(MUR)

Selasa (30/9/14)
Lanjutan Penyakit
infeksi viral pada
unggas : ILT, SHS,
Fowl pox,
MarekS
(MUR)

Senin (6/10/14)
Penyakit viral
pada ternak besar
: PMK, MCF,
Rinderpest, Hog
Cholera, Orf
(MUR)
Selasa (7/10/14)
Penyakit viral
pada ternak besar
: PMK, MCF,
Rinderpest, Hog
Cholera, Orf
Senin (13/10/14)
IAA
Selasa (14/10/14)
IAA

15.
Diskusi,
Perkuliahan

16.
Diskusi,
Perkuliahan

17.
Diskusi,
Perkuliahan

18.
Diskusi,
Perkuliahan

19.
Diskusi,
Perkuliahan
20.
Diskusi,
Perkuliahan
21.
Diskusi,
Perkuliahan

22.
Diskusi,
Perkuliahan

23.
Diskusi,
Perkuliahan

Kamis (13/11/14)
Kamis (13/11/14)
Helminthiasis
- Penyakit infeksi
nematoda
yang disebabkan
oleh protozoa Blood
Jumat (14/11/14)
Jumat (14/11/14)
Lanjutan
Lanjutan Penyakit
Helminthiasis
- infeksi
yang
nematoda
disebabkan oleh
protozoa - Blood
Kamis (20/11/14)
Kamis (20/11/14)
Penyakit infeksi Helminthiasis
yang disebabkan nematoda
oleh protozoa Blood
Jumat (21/11/14)
Jumat (21/11/14)
Lanjutan Penyakit Lanjutan
infeksi
yang Helminthiasis
disebabkan oleh nematoda
protozoa - Blood
Kamis (27/11/14)
Kamis (27/11/14)
Helminthiasis
trematoda/
cestoda
Jumat (28/11/14)
Jumat (28/11/14)
Helminthiasis
trematoda/
cestoda
Kamis (4/12/14)
Kamis (4/12/14)
Penyakit infeksi Helminthiasis
yang disebabkan trematoda/
oleh protozoa - cestoda
Luminal
Jumat (5/12/14)
Jumat (5/12/14)
Penyakit infeksi Helminthiasis
yang disebabkan trematoda/
oleh protozoa - cestoda
Luminal
Kamis (11/12/14)
Kamis (11/12/14)
Helminthiasis Penyakit infeksi
trematoda/
yang disebabkan
cestoda
oleh protozoa Luminal

Senin (/10/11/14)
Senin (10/11/14)
Helminthiasis - Penyakit infeksi
nematoda
yang disebabkan
oleh protozoa Blood
Selasa (11/11/14)
Selasa (11/11/14)
Lanjutan
Lanjutan Penyakit
Helminthiasis - infeksi
yang
nematoda
disebabkan oleh
protozoa - Blood
Senin (17/11/14)
Senin (17/11/14)
Penyakit infeksi Helminthiasis
yang disebabkan nematoda
oleh protozoa Blood
Selasa (/18/14)
Selasa (18/11/14)
Lanjutan Penyakit Lanjutan
infeksi
yang Helminthiasis
disebabkan oleh nematoda
protozoa - Blood
Senin (24/11/14)
Senin (24/11/14)
Helminthiasis
trematoda/
cestoda
Selasa (25/11/14)
Selasa (25/11/14)
Helminthiasis
trematoda/
cestoda
Senin (1/12/14)
Senin (1/12/14)
Penyakit infeksi Helminthiasis
yang disebabkan trematoda/
oleh protozoa - cestoda
Luminal
Selasa (2/12/14)
Selasa (2/12/14)
Penyakit infeksi Helminthiasis
yang disebabkan trematoda/
oleh protozoa - cestoda
Luminal
Senin (8/12/14)
Senin (8/12/14)
Helminthiasis Penyakit infeksi
trematoda/
yang disebabkan
cestoda
oleh protozoa Luminal

24
Diskusi,
Perkuliahan

25.
Diskusi,
Perkuliahan

26.
Diskusi,
Perkuliahan

27.
Diskusi,
Perkuliahan

28.
Diskusi,
Perkuliahan

29

UAS

Jumat (12/12/14)
Jumat (12/12/14)
Selasa (9/12/14)
Helminthiasis Penyakit infeksi Helminthiasis
trematoda/
yang disebabkan trematoda/
cestoda
oleh protozoa - cestoda
Luminal
Kamis (18/12/14)
Kamis (18/12/14)
Senin (15/12/14)
Penyakit infeksi Penyakit infeksi Penyakit infeksi
yang disebabkan yang disebabkan yang disebabkan
oleh
protozoa- oleh Ektoparasit
oleh
protozoaenzootik
enzootik
Jumat (9/12/14)
Jumat (19/12/14)
Selasa (16/12/14)
Penyakit infeksi Penyakit infeksi Penyakit infeksi
yang disebabkan yang disebabkan yang disebabkan
oleh
protozoa- oleh Ektoparasit
oleh
protozoaenzootik
enzootik
Kamis (25/12/14)
Kamis (25/12/14)
Senin (22/12/14)
Penyakit infeksi Penyakit infeksi Penyakit infeksi
yang disebabkan yang disebabkan yang disebabkan
oleh Ektoparasit
oleh
protozoa- oleh Ektoparasit
enzootik
Jumat (5/12/14)
Jumat (5/12/14)
Selasa (2/12/14)
Penyakit infeksi Penyakit infeksi Penyakit infeksi
yang disebabkan yang disebabkan yang disebabkan
oleh Ektoparasit
oleh
protozoa- oleh Ektoparasit
enzootik
5/1/15 s/d 16/1/15

Dosen Pengasuh MK :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Dahliatul Qosimah, Drh, Mkes (DQS)


Dr. Sri Murwani, Drh, MP (MUR)
Prof. Dr. Pratiwi Trisunuwati, Drh, MS (PTS)
Drh. Rositawati Indrati, MP (RST)
Dr. Djoko Winarso, Drh., MP (DJW)
Drh Handayu Untari (HDY)
Drh Indah Amalia Amri, M.Vet (IAA)
Drh Riski Arya Pradikta, M.Vet (RAP)
Drh. Nurprimadita Rosendiani (NPR)

Selasa (9/12/14)
Penyakit infeksi
yang disebabkan
oleh protozoa Luminal
Senin (15/12/14)
Penyakit infeksi
yang disebabkan
oleh Ektoparasit
Selasa (16/12/14)
Penyakit infeksi
yang disebabkan
oleh Ektoparasit
Senin (1/12/14)
Penyakit infeksi
yang disebabkan
oleh
protozoaenzootik
Selasa (2/12/14)
Penyakit infeksi
yang disebabkan
oleh
protozoaenzootik