Anda di halaman 1dari 1

IV.

PEMBAHASAN
Telah dilakukan percobaan yang berjudul penentuan laju reaksi iodinasi aseton dalam
suasana asam. Tujuan dari percobaan ini yaitu menentukan laju iodinasi aseton. Prinsip yang
digunakan pada percobaan ini yaitu kinetika kimia dan penggunaan spektrofotometer UVVIS.
Pada percobaan ini digunakan tiga larutan yaitu aseton, HCl, dan iodin. Aseton adalah
larutan yang akan dicari reaksinya, iodin adalah larutan yang bertindak sebagai reagen yang
diamati absorbansinya dan untuk memperoleh nilai lamda maksimum dan nilai absorptivitas.
Sedangkan HCl adalah katalisator dan pemberi suasana asam. Pada percobaan pertama
dilakukan kalibrasi iodin dengan konsentrasi +1/3 konsentrasi larutan iodin yang
dicampurkan. Dalam pengukuran kakibrasi digunakan blanko aquades dan didapatkan
panjang gelombang maksimum pada 533 nm. Panjang gelombang maksimum ini
menunjukkan bahwa kromofor (zat warna) dari larutan iodin mampu terserap oleh alat
spektrofotomer UV-VIS dengan panjang gelombang 533 nm.
Pada percobaan kedua dilakukan pengukuran absorbansi dengan variasi suhu 0, 60,
90, 120, dan 150 sekon dan digunakan larutan iodin dengan variasi volume 3, 6, 9, 12, larutan
HCl dan aseton masing-masing 5 ml. Pada variasi HCl digunakan variasi volume 4, 8, 12,
dan 16 ml, larutan iodin dan aseton masing-masing 5 ml. Pada variasi aseton digunakan
volume 2, 4, 6, dan 8 ml, larutan iodin dan larutan HCl sebanyak 5 ml. Dalam percobaan ini
tidak dilakukan pengenceran terlebih dahulu sebelum dilakukan pengukuran pada
spektrofotometer UV-VIS karena adanya penambahan aseton dan HCl menyebabkan larutan
iodin dapat dibaca oleh spektofotometer UV-VIS meskipun warna larutan iodin masih terlalu
pekat. Saat mereaksikan dicampurkan aseton dan HCl terlebih dahulu karena agar bereaksi
terlebih dahulu, dan pada saat dimasukkanya larutan iodin harus segera dicampur dan
dinyalakan stopwatch pertama karena saat larutan iodin dimasukan itulah waktu yang dicatat
dalam penentuan laju reaksi. Larutan HCl, aseton dan iodin direaksikan tidak boleh lebih dari
satu menit harus segera dimasukkan ke dalam kuvet dan dimasukkan ke dalam
spektrofotometer karena jika lebih dari satu menit akan berpengaruh terhadap nilai absorbansi
yang dihasilkan saat pengukuran. Penempatan kuvet dalam spektrofotometer UV-VIS juga
sangat penting untuk diperhatikan, karena jika penempatan kuvet salah maka akan
mempengaruhi nilai absorbansi yang dihasilkan bahkan nilai absorbansi tidak bisa terbaca
oleh alat.
Absorbansi yang dihasilkan dari variasi tiga larutan mempunyai nilai yang berbeda
meskipun perbedaan nilai tersebut tidak terlalu besar. Nilai absorbansi pada larutan iodin
lebih kecil dibanding nilai absorbansi larutan HCl dan nilai absorbansi nilai aseton. Hal ini
disebabkan karena iodin merupakan zat yang direaksikan. Pada variasi aseton semakin besar
volume maka semakin kecil nilai absorbansi karena semakin besar volume aseton dibanding
larutan iodin menyebabkan warna larutan iodin yang diserap akan semakin sedikit. Pada
variasi HCl semakin besar volumenya maka absorbansi yang dihasilkan akan semakin kecil
bahkan pada konsentrasi HCl 16 ml mempunyai nilai absorbansi yang sangat rendah hal ini
disebabkan kandungan larutan iodin yang sangat besar dibanding larutan HCl sehingga warna
yang diserap sangat sedikit yang akan menghasilkan nilai absorbansi minimum.