Anda di halaman 1dari 10

PRIORITAS 4  PENANGGULANGAN KEMISKINAN 

TEMA PRIORITAS Penurunan tingkat kemiskinan absolut dari 14,1% pada 2009 menjadi 8-10% pada 2014 dan perbaikan distribusi pendapatan
dengan pelindungan sosial yang berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat dan perluasan kesempatan ekonomi masyarakat
yang berpendapatan rendah
PENANGGUNGJAWAB Wakil Presiden
BEKERJASAMA DENGAN Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; Menteri Kesehatan; Menteri
Pendidikan Nasional; Menteri Sosial; Menteri Keuangan; Menteri Negara Koperasi dan UKM ; Menteri Negara Perencanaan
Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas

INDIKASI
N SUBSTANSI INTI /KEGIATAN TARGET PAGU (Rp. K/L
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
o PRIORITAS Milyar)
2010 2011 2012 2013 2014 TOTAL
1. BANTUAN SOSIAL TERPADU:
Integrasi program perlindungan sosial berbasis keluarga yang mencakup program Bantuan Langsung Tunai (BLT) baik yang bersifat insidensial atau kepada kelompok marginal, program keluarga harapan, bantuan pangan,
jaminan sosial bidang kesehatan, beasiswa bagi anak keluarga berpendapatan rendah, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Parenting Education mulai 2010 dan diperluas menjadi program nasional mulai 2011-2012
1 Pembinaan, Pengembangan Terumuskannya kebijakan 1. Persentase penduduk (termasuk seluruh 59 70,3 84,4 94,5 100 842,4 Kemenkes
Pembiayaan dan Jaminan pembiayaan dan jaminan penduduk miskin) yang memiliki jaminan
Kesehatan kesehatan kesehatan
2 Pelayanan Kesehatan Dasar Meningkatnya Pelayanan Jumlah puskesmas yang memberikan 8481 8608 8737 8868 9000 6.447,2 Kemenkes
Bagi Masyarakat Miskin Kesehatan Dasar Bagi Penduduk pelayanan kesehatan dasar bagi penduduk
(Jamkesmas) Miskin di Puskesmas miskin
3 Pelayanan Kesehatan Meningkatnya Pelayanan 1. Persentase RS yang melayani pasien 75 80 85 90 95 24.782,7 Kemenkes
Rujukan Bagi Masyarakat Kesehatan Rujukan Bagi penduduk miskin peserta program
Miskin (Jamkesmas) Penduduk Miskin di RS Jamkesmas

I.M - 30
INDIKASI
N SUBSTANSI INTI /KEGIATAN TARGET PAGU (Rp. K/L
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
o PRIORITAS Milyar)
2010 2011 2012 2013 2014 TOTAL
4 Pengembangan kebijakan Meningkatnya pembinaan, 1. Jumlah peserta KB baru miskin (KPS dan 3,75 3,80 3,89 3,97 4,05 4.378,2 BKKBN
dan pembinaan kesetaraan kesertaan, dan kemandirian ber- KS-I) dan rentan lainnya yang mendapatkan
ber-KB KB pembinaan dan alokon gratis melalui 23.500
klinik KB pemerintah dan swasta (juta)
2. Jumlah peserta KB aktif miskin (KPS dan 11,9 12,2 12,5 12,8 13,1
KS-I) dan rentan lainnya yang mendapatkan
pembinaan dan alokon gratis melalui 23.500
klinik KB pemerintah dan swasta (juta)
5 Peningkatan Kemandirian Meningkatnya pembinaan dan 1. Jumlah PUS anggota Kelompok Usaha 22.000 44.000 66.000 88.000 110.000 135,72 BKKBN
Ber-KB Keluarga Pra-S dan kemandirian ber-KB keluarga Pra- Ekonomi Produktif yang menjadi peserta KB
KS-1 S dan KS-1 mandiri 34 34 34 34 34
2. Jumlah mitra kerja yang memberikan
bantuan modal dan pembinaan
kewirausahaan kepada kelompok Usaha 3 3 3 3 3
Ekonomi Produktif
3. Jumlah mitra kerja yang menjadi
pendamping kelompok Usaha Ekonomi
Produktif
6 Kegiatan Penyediaan Subsidi Tersalurkannya subsidi Jumlah siswa SD/SDLB sasaran beasiswa 2.767.28 3.916.220 3.640.780 3.370.20 3.103.21 59.599,1*) Kemendiknas
Pendidikan SD/SDLB pendidikan bagi siswa SD/SDLB miskin 2 0 0
Berkualitas
7 Kegiatan Penyediaan Subsidi Tercapainya keluasan dan Jumlah siswa SMP/SMPLB sasaran beasiswa 966.064 1.395.100 1.346.020 1.275.84 1.195.70 31.512,2*) Kemendiknas
Pendidikan SMP/SMPLB kemerataan akses SMP bermutu miskin 0 0
dan berkesetaraan jender di
semua kabupaten dan kota
8 Kegiatan Penyediaan dan Tercapainya perluasan dan Jumlah siswa SMA sasaran beasiswa miskin 378.783 501.898 614.396 714.653 800.000 6.530,6 *) Kemendiknas
Peningkatan Pendidikan SMA pemerataan akses pendidikan

I.M - 31
INDIKASI
N SUBSTANSI INTI /KEGIATAN TARGET PAGU (Rp. K/L
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
o PRIORITAS Milyar)
2010 2011 2012 2013 2014 TOTAL
SMA bermutu, berkesetaraan
jender, dan relevan dengan
kebutuhan masyarakat di semua
kabupaten dan kota
9 Kegiatan Penyediaan dan Tercapainya perluasan dan Jumlah siswa SMK sasaran beasiswa miskin 305.535 390.476 475.417 560.358 645.298 9.243,0 *) Kemendiknas
Peningkatan Pendidikan SMK pemerataan akses pendidikan
SMK bermutu, berkesetaraan
gender dan relevan dengan
kebutuhan masyarakat di semua
kabupaten dan kota
10 Kegiatan Penyediaan Tersedianya keluasan dan Jumlah mahasiswa penerima beasiswa miskin 65.000 67.000 67.000 69.000 70.000 5.211,3*) Kemendiknas
Layanan Kelembagaan pemerataan akses PT yang
bermutu dan berdaya saing
internasional
11 Penyediaan Subsidi Tersedianya beasiswa miskin MI, 1. Jumlah siswa miskin penerima beasiswa 640.000 640.000 640.000 640.000 640.000 1.152,0 Kemen Agama
Pendidikan Madrasah MTs, dan MA miskin MI 540.000 540.000 540.000 540.000 540.000 1.944,0
Bermutu 2. Jumlah siswa miskin penerima beasiswa
miskin MTs 320.000 320.000 320.000 320.000 320.000 1.216,0
3. Jumlah siswa miskin penerima beasiswa
miskin MA
12 Penyediaan Subsidi Tersedianya beasiswa mahasiswa Jumlah beasiswa miskin penerima beasiswa 59.538 59.538 59.538 59.538 59.538 788,5 Kemen Agama
Pendidikan Tinggi Islam miskin PTA
13 Bantuan Tunai Bersyarat Terlaksananya pemberian Jumlah RTSM yang mendapatkan bantuan 816 ribu 1.116 ribu 1.516 ribu 1.404 1.170 8.985,0 Kemensos
bantuan Tunai Bersyarat bagi tunai bersyarat/PKH; RTSM RTSM RTSM ribu ribu
RTSM (PKH); RTSM RTSM
14 Penyediaan subsidi beras Penyediaan beras untuk seluruh Jumlah RTS penerima RASKIN (dengan 15 kg 17,5 juta 11.800,0 Kemenko
untuk masyarakat miskin rumah tangga sasaran dengan per RTS selama 12 bulan) Kesra/ Perum

I.M - 32
INDIKASI
N SUBSTANSI INTI /KEGIATAN TARGET PAGU (Rp. K/L
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
o PRIORITAS Milyar)
2010 2011 2012 2013 2014 TOTAL
(RASKIN) jumlah yang memadai dalam 1 Bulog
tahun
15 Pengelolaan Pertanahan Terwujudnya redistribusi tanah Terlaksananya redistribusi tanah (bidang) 210.000 210.000 210.000 210.000 210.000 912,70 BPN
Provinsi
16 Pengembangan dan Tersedianya pekerjaan untuk Jumlah penganggur yang mempunyai pekerjaan 24.000 90.000 90.000 90.000 90.000 856,7 Kemnakertrans
Peningkatan Perluasan sementara waktu bagi penganggur sementara orang orang orang orang orang
Kesempatan Kerja dan terbangunnya sarana fisik Jumlah kabupaten/kota yang 231 360 360 360 360
yang dibutuhkan masyarakat menyelenggarakan program pengurangan Kab/Kota Kab/Kota Kab/Kota Kab/Kota Kab/Kota
pengangguran sementara
17 Peningkatan Perlindungan Memfasilitasi pekerja anak untuk Jumlah pekerja anak yang ditarik dari BPTA 3.000 4.300 5.600 6.900 8.400 212,1 Kemnakertrans
Pekerja Perempuan dan kembali ke dunia pendidikan atau Persentase pekerja anak yang ditarik dari BPTA 100% 100% 100% 100% 100%
Penghapusan Pekerja Anak memperoleh pelatihan yang dikembalikan ke dunia pendidikan
keterampilan dan/atau memperoleh pelatihan keterampilan
Berkurangnya jumlah anak yang
bekerja pada bentuk-bentuk
pekerjaan terburuk untuk anak
2. PNPM MANDIRI:
Penambahan anggaran PNPM Mandiri dari Rp 10,3 trilyun pada 2009 menjadi Rp 12,1 trilyun pada 2010, pemenuhan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Rp 3 milyar per kecamatan untuk minimal 30% kecamatan termiskin
di perdesaan, dan integrasi secara selektif PNPM Pendukung
1 Pengaturan, Pembinaan, dan Pemberdayaan masyarakat dan Jumlah kelurahan/desa yang mendapatkan 8.500 7.482 desa 4.968 desa 552 desa 482 desa 5.980,0 Kemen PU
Pengawasan dalam Penataan percepatan penanggulangan pendampingan pemberdayaan sosial desa di di 805 kec. di 460 kec. di 460 di 460
Bangunan dan Lingkungan kemiskinan & pengangguran di 1.094 kec. kec.
Termasuk Pengelolaan Gedung kelurahan/ kecamatan kec.
dan Rumah Negara serta (PNPM Perkotaan)
Penyelenggaraan Bangunan
Gedung dan Penataan
I.M - 33
INDIKASI
N SUBSTANSI INTI /KEGIATAN TARGET PAGU (Rp. K/L
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
o PRIORITAS Milyar)
2010 2011 2012 2013 2014 TOTAL
Kawasan/Lingkungan
Permukiman

2 Peningkatan Kemandirian Pemberdayaan masyarakat dan 1. Cakupan penerapan PNPM-MP dan 4.791 kec 4.940 kec 4.943 kec 4.946 4.949 48.781,3 Kemendagri
Masyarakat Perdesaan percepatan penanggulangan Penguatan PNPM kec kec
(PNPM-MP) kemiskinan & pengangguran di 2. Cakupan wilayah kegiatan rekonstruksi dan 2 kab/9 39,8
kecamatan dan desa/(PNPM- rehabilitasi pasca bencana krisis di Kab. kec.
Perdesaan) Nias dan Nias Selatan
3 Pengaturan, Pembinaan, 237 kecamatan (RISE) 1. Jumlah kecamatan yang dilayani oleh 237 237 237 237 237 1.188,0 Kemen PU
Pengawasan dan infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi
Penyelenggaraan dalam dan sosial
Pengembangan Permukiman Percepatan penanggulangan 2. Jumlah desa tertinggal yang terbangun 3.900 2.450 1.237 1.237 1.226 3.198,0
kemiskinan melalui pembangunan prasarana dan sarana lingkungan
infrastruktur & pemberdayaan permukiman
masyarakat desa (RIS
PNPM+PPIP)
4 Pengaturan, Pembinaan, 210 kab/kota (SANIMAS) Pembangunan prasarana dan sarana air limbah 30 35 40 50 55 331,0 Kemen PU
Pengawasan, Pengembangan dengan sistem on-site (kab/kota) kab/kota kab/kota kab/kota kab/kota kab/kota
Sumber Pembiayaan dan system system on- system on- system system
Pola Investasi, serta on-site site site on-site on-site
Pengelolaan Pengembangan
Sanitasi Lingkungan
5 Pengaturan, Pembinaan, 4.650 desa Jumlah desa yang terfasilitasi 1.472 1.165 500 700 813 4.224,0 Kemen. PU
Pengawasan, Pengembangan (PAMSIMAS)
Sumber Pembiayaan dan
Pola Investasi, serta
Pengembangan Sistem

I.M - 34
INDIKASI
N SUBSTANSI INTI /KEGIATAN TARGET PAGU (Rp. K/L
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
o PRIORITAS Milyar)
2010 2011 2012 2013 2014 TOTAL
Penyediaan Air Minum

6 Pelayanan Usaha dan Meningkatnya keberdayaan dan Jumlah kelompok usaha mikro di kawasan 1.300,6 KKP
Pemberdayaan Masyarakat kemandirian 2 juta usaha skala pesisir dan pulau-pulau kecil yang bankable
mikro di seluruh kawasan 1. Pengembangan sarana usaha mikro LKM 100 unit 100 unit 100 unit 100 unit 100 unit
minapolitan pesisir, beroperasiny 2. Dana Pemberdayaan Masyarakat 120 120 120 120 120
sarana usaha mikro di 300 Desa/PNPM MK kab/kota kab/kota kab/kota kab/kota kab/kota
kabupaten/kota pesisir, dan 1 unit 3. Tenaga pendamping 480 480 orang 480 orang 480 480
BLU pembiayaan. orang orang orang
4. Kelompok Usaha Mikro 800.000 800.000 800.000 800.000 800.000
usaha usaha usaha usaha usaha
7 Pengembangan Usaha Peningkatan realisasi penyaluran 1. Realisasi penyaluran kredit program untuk 1,5 triliun 2 triliun 2 triliun 2 triliun 2,5 triliun 4.500,0 Kementan
Agribisnis Perdesaan (PUAP) kredit program (KKP-E dan KUR), pertanian (KKP-E dan KUR)
dan Penguatan Kelembagaan pembiayaan komersial, 2. Realisasi penyaluran pembiayaan Syariah 4 triliun 5 triliun 6 triliun 7 triliun 8 triliun
Ekonomi Perdesaan melalui pembiayaan syariah, dan pembiayaan komersial untuk sektor
LM3 pengembangan sentra usaha pertanian 200 200 200 200 200
pertanian perdesaan, dan 3. Jumlah sentra-sentra usaha pertanian di 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000
pengembangan Gapoktan PUAP perdesaan
4. Jumlah Gapoktan PUAP (unit)

8 Pengembangan Kebijakan, Meningkatnya pemulihan dan Jumlah kab, kec dan desa daerah tertinggal 51 kab, 80 kab **) 80 kab **) 80 kab 80 kab 2.491,1 **) KPDT
Koordinasi dan Fasilitasi pertumbuhan sosial ekonomi 186 kec, **) **)
Penguatan Kelembagaan daerah-daerah tertinggal 4.596
Pemerintah Daerah Tertinggal desa
(P2DTK/SPADA) – PNPM
9 Peningkatan PNPM Mandiri Meningkatnya jumlah desa wisata Jumlah desa wisata 200 450 550 450 350 406,0 Kemen
Bidang Pariwisata melalui PNPM bidang pariwisata Budpar

I.M - 35
INDIKASI
N SUBSTANSI INTI /KEGIATAN TARGET PAGU (Rp. K/L
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
o PRIORITAS Milyar)
2010 2011 2012 2013 2014 TOTAL
3. KREDIT USAHA RAKYAT (KUR):
Pelaksanaan penyempurnaan mekanisme penyaluran KUR mulai 2010 dan perluasan cakupan KUR mulai 2011
1 Dukungan Penjaminan Kredit Tersedianya anggaran Persentase tersedianya anggaran penjaminan 100% 100% 100% 100% 100% 10.000,0 Kemenkeu
Usaha Rakyat (KUR) penjaminan Kredit Usaha Rakyat KUR (Anggaran 99)
(KUR)
2 Koordinasi Kebijakan Kredit Meningkatnya koordinasi Persentase rekomendasi kebijakan KUR yang 60% 65% 70% 75% 80% 3,1 Menko
Usaha Rakyat (KUR) kebijakan Kredit Usaha Rakyat terimplementasikan Perekonomian
(KUR)
Akses Usaha Mikro dan Kecil kepada Sumber Permodalan
3 Perluasan pelayanan kredit/ Meningkatnya jangkauan 1. Kerja sama pembiayaan yang melibatkan 5 MOU 5 MOU 5 MOU 5 MOU 5 MOU 8,2 Kemeneg
pembiayaan bank bagi pelayanan kredit/pembiayaan bank dan lembaga keuangan/ pembiayaan KUKM
koperasi dan UMKM, yang bank bagi koperasi dan UMKM. lainnya.
didukung pengembangan 2. Terfasilitasinya Lembaga Penjaminan Kredit 7 Prov 8 Prov 9 Prov 10 Prov 10 Prov 15,7 Kemeneg
sinergi dan kerja sama Daerah (LPKD) yang melakukan co- KUKM
dengan lembaga keuangan/ guarantee dengan lembaga penjaminan
pembiayaan lainnya. nasional
3. Jumlah Koperasi yang dapat mengakses 100 100 100 100 100 1,8 Kemeneg
kredit/ pembiayaan bank melalui linkage KUKM
4. Jumlah LKM (koperasi dan BPR) yang 100 100 100 100 100 5,0 Kemeneg
melakukan kerjasama pembiayaan dengan KUKM
Bank
5. Jumlah Lembaga Penjaminan Kredit Daerah 2 2 2 3 3 10,0 Kemeneg
KUKM
4 Peningkatan peran lembaga Meningkatnya kapasitas dan Jumlah lembaga pembiayaan bukan bank yang 100 100 100 100 100 13,1 Kemeneg
keuangan bukan bank, seperti jangkauan lembaga keuangan dibentuk. KSP/KJK KSP/KJKS KSP/KJKS KSP/KJK KSP/KJK KUKM
KSP/KJKS, perusahaan bukan bank untuk menyediakan S 1 LMVD 1 LMVD S S

I.M - 36
INDIKASI
N SUBSTANSI INTI /KEGIATAN TARGET PAGU (Rp. K/L
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
o PRIORITAS Milyar)
2010 2011 2012 2013 2014 TOTAL
modal ventura, anjak piutang, pembiayaan usaha bagi koperasi 1 LMVD 1 LMVD 1 LMVD
sewa guna usaha, pegadaian dan UMKM.
dalam mendukung
pembiayaan bagi koperasi
dan UMKM, disertai dengan
pengembangan jaringan
informasinya.
5 Peningkatan kapasitas 1. Meningkatnya kapasitas Jumlah LKM yang terdaftar dan terakreditasi 100 LKM 100 LKM 100 LKM 100 LKM 100 LKM 2,5 Kemeneg
kelembagaan dan kualitas kelembagaan LKM. sesuai ketentuan hukum tentang LKM. KUKM
layanan lembaga keuangan 2. Meningkatnya kapasitas dan 1. Jumlah pengelola LKM yang mengikuti - 1.000 1.000 1.000 1.000 4,0 Kemeneg
mikro (LKM), termasuk untuk kualitas layanan lembaga pengelola pengelola pengelol pengelol KUKM
pelatihan.
akreditasi dan sertifikasi keuangan mikro (LKM). LKM LKM a LKM a LKM
pelayanan LKM, termasuk 2. Jumlah SDM Pengelola KSP/KJKS yang 1 200 org 1.200 org 1.200 Org 1.200 1.200 5,0
LKM yang berbadan hukum
bersertifikat Org Org
koperasi.
3. Jumlah LDP KJK dan TUK yang diperkuat - 2 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit 6,0
4. Jumlah Manajer/kepala cabang KJK yang 900 org 900 org 900 org 900 org 900 org 5,0
diikutkan diklat dan sertifikasi kompetensi
LKM
Kelembagaan Koperasi
6 Revitalisasi sistem Sistem pendidikan, pelatihan dan 1. Jumlah peserta peningkatan pemahaman 1000 org 1000 org 1000 org 1000 org 1000 org 2,5 Kemeneg
pendidikan, pelatihan dan penyuluhan perkoperasian bagi koperasi di kalangan masyarakat kelompok KUKM
penyuluhan perkoperasian anggota dan pengelola koperasi, strategis.
bagi anggota dan pengelola serta calon anggota dan kader
koperasi, serta calon anggota koperasi semakin efektif.
dan kader koperasi
2. Jumlah peserta pendidikan dan pelatihan - 1750 org 1750 org 1750 org 1750 org 6,0 Kemeneg
I.M - 37
INDIKASI
N SUBSTANSI INTI /KEGIATAN TARGET PAGU (Rp. K/L
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
o PRIORITAS Milyar)
2010 2011 2012 2013 2014 TOTAL
peningkatan pemahaman koperasi pada SDM KUKM
koperasi.
4. TIM PENANGGULANGAN KEMISKINAN:
Revitalisasi Komite Nasional Penanggulangan Kemiskinan (KNPK) di bawah koordinasi Wakil Presiden, penggunaan unified database untuk penetapan sasaran program mulai 2009-2010, dan penerapan sistem monitoring dan
evaluasi yang akurat sebagai dasar keputusan dan alokasi anggaran
1 Koordinasi Meningkatnya jumlah koordinasi, 1. Jumlah kegiatan dan koordinasi kebijakan, 10 15,1 Kemenko
Pengarusutamaan sinkronisasi, kajian serta sinkronisasi pelaksanaan, kajian kebijakan, kegiatan Kesra
Kebijakan dan Anggaran pemantauan dan evaluasi pemantauan dan evaluasi penanggulangan
Penanggulangan kebijakan penanggulangan kemiskinan di bidang pengarusutamaan
Kemiskinan kemiskinan di bidang kebijakan dan anggaran
pengarusutamaan kebijakan dan
anggaran
2 Koordinasi Penguatan Meningkatnya jumlah koordinasi, 1. Jumlah dan persentase hasil kegiatan 12 13,5
Kelembagaan TKPK sinkronisasi, kajian serta koordinasi kelembagaan TKPK kegiatan
pemantauan dan evaluasi 2. Jumlah dan persentase hasil kegiatan
kebijakan penanggulangan koordinasi pengendalian pelaksanaan
kemiskinan di bidang penguatan program penanggulangan kemsikinan
kelembagaan TKPK
3 Koordinasi Penguatan Meningkatnya jumlah koordinasi, 1. Jumlah kegiatan koordinasi pelaksanaan 8 7,6
Masyarakat dan Kawasan sinkronisasi, kajian serta kebijakan program pemberdayaan kegiatan
pemantauan dan evaluasi masyarakat
kebijakan penanggulangan 2. Jumlah sinkronisasi kebijkan program
kemiskinan di bidang penguaran pemberdayaan masyarakat di bidang
masyarakat dan kawasan penguatan masyarakat dan kawasan
4 Koordinasi Urusan Meningkatnya jumlah koordinasi, 1. Jumlah kegiatan dan persetnase 5 17,1
Kelembagaan dan sinkronisasi, kajian sera pelaksanaan rekomendasi hasil koordinasi kegiatan
Kemitraan pemantauan dan evaluasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di
I.M - 38
INDIKASI
N SUBSTANSI INTI /KEGIATAN TARGET PAGU (Rp. K/L
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR
o PRIORITAS Milyar)
2010 2011 2012 2013 2014 TOTAL
kebijakan penanggulangan bidang kelembagaan dan kemitraan
kemiskinan di bidang 2. Jumlah kegiatan dan persentase
kelembagaan dan kemitraan pelaksanaan rekomendasi sinkronisasi hasil
kebijakan penanggulangan kemiskinan di
bidang kelembagaan dan kemitraan
5 Koordinasi Urusan Meningkatnya jumlah koordinasi, 1. Jumlah pengusaha mirko yang telah 8 7,1
Keuangan Mikro dan sinkronisasi, kajian serta mendapatkan kredit modal usaha kegiatan
Pemanfaatan Teknologi pemantauan dan evaluasi 2. Jumlah kegiatan/lembaga hasil sinkronisasi
Tepat Guna kebijakan penanggulangan pengembangan akses sumber pendanaan
kemiskinan di bidang keuangan bagi usaha mikro
mikro dan pemanfaatan TTG 3. Jumlah kegiatan koordinasi pengembangan
teknologi tepat guna bagi usaha mikro
4. Persentase pelaksanaan rekomendasi
pembentukan LPDA-PK dan DME sebagai
program pemberdayaan masyarakat dan
usaha mikro
Catatan:
1. *) merupakan angka program, bukan angka kegiatan
2. **) masih merupakan usulan dari kegiatan P2DTK Fase II

I.M - 39