Anda di halaman 1dari 4

INDIKATOR AREA KLINIS (IAK)

1) Asesmen Pasien:
1.

Pengkajian Awal Pasien Baru dalam 24 jam

2.

Pengkajian awal keperawatan dalam 24 jam

3.

Pengkajian awal medis dalam 24 jam

4.

Pre visit anestesi

5.

Pasien stroke yang dilakukan assesmen rehab medis

6.

Pasien stroke ischemic dan hemorrhagic yang telah dikaji untuk mendapatkan
pelayanan rehabilitasi

7.

Pemberian Aspirin pada pasien AMI dalam 24 jam setelah pasien tiba di RS

2) Pelayanan laboratorium:
1.

Angka keterlambatan penyerahan hasil pemeriksaan

2.

Angka kerusakan sampel darah

3.

Angka kesalahan menyampaikan hasil pemeriksaan

4.

Angka kesalahan pengambilan sampel

5.

Angka kesalahan pasien

6.

Pelaporan nilai kritis laboratorium

7.

Waktu Tunggu Hasil Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik Pemeriksaan Darah


lengkap dan Kimia klinik

8.

Waktu tunggu pemerikaan Lab cito

3) Pelayanan radiologi dan diagnostic imaging:


1.

Waktu tunggu Pelayanan Foto Thoraks

2.

Angka pemeriksaan ulang

3.

Angka penolakan expertise

4.

Angka keterlambatan penyerahan hasil

5.

Angka kesalahan posisi pemeriksaan

6.

Angka reaksi obat kontras

7.

Penyampaian hasil radiologis kristis kepada dokter pengirim

8.

Waktu Tunggu Pemeriksaan Radiologi cito

9.

Respon time pem cito dari IGD

10. Respon time USG cito dari IGD non obsgyn


11. ACEI (angiotensin converting enzyme inhibitor) or ARB (angiotensin receptor
blocker) untuk pasien yang menderita LVSD (Left Ventricular Systolic
Dysfunction) setelah mengalami AMI (acute myocardial infarction)
4) Prosedur bedah:
1.

Komplikasi pasca bedah

2.

Waktu tunggu sebelum operasi

3.

Angka penundaan operasi

4.

Angka keterlambatan dimulainya operasi

5.

Angka ketidak lengkapan informed concent

6.

Angka ketidak lengkapan laporan operasi

7.

Angka ketidak lengkapan laporan anestesi

8.

Insiden kesalahan jenis operasi

9.

Insiden kesalahan identifikasi pasien

10. Insiden kesalahan posisi


11. Insiden tertinggalnya kian kasa
12. Insiden tertinggalnya instrumen
13. Insiden operasi tanpa spesialis anestesi
14. Insiden operasi dengan kekurangan darah
15. Insiden konsultasi durente operasi
16. Insiden perluasan operasi
17. Kepatuhan melaksanakan proses time out pada pasien pre operasi
18. Ketidaksesuaian Diagnosis pra dan pasca bedah
19. Marking
20. Persentase tindakan Sectio Caesarea (SC) yang dilakukan pada primigravida
usia kehamilan 37-42 minggu dengan bayi posisi normal tunggal hidup
21. Ketidaksesuaian diagnosis pra dan pasca bedah
5) Penggunaan antibiotik dan obat lainnya:
1.

Kesalahan obat (medication error)&Kejadian Nyaris Cedera (KNC): Kesalahan


Pengerjaan Resep

2.

Penggunaan antibiotika di ICU sesuai dng hasil resistensi test

3.

Operasi Bersih tanpa Penggunaan Antibiotik Profilaksis

4.

Aspirin diresepkan untuk pasien dengan acute myocardial infarction (AMI) saat
pulang / keluar rumah sakit

6) Kesalahan obat (medication error)&Kejadian Nyaris Cedera (KNC:)


1.

Kesalahan Pengerjaan Resep

2.

Kesalahan Penulisan Resep (Prescription Errors)

3.

Ketepatan waktu pemberian antibiotika

4.

Ketetapkan waktu pemberian injectie antibiotik pada pasien rawat inap

5.

Kesalahan dan Kejadian Nyaris Cedera Medikasi, Pencegahan Adverse Drug


Event

6.

Kejadian Nyaris Cedera Peresepan Obat

7.

Pencegahan adverse drug event

7) Penggunaan Anestesi dan sedasi:


1.

Kelengkapan asesmen pre anestesia

2.

Pasien paska pembiusan di transfer dari recorvery room IBS ke ruang rawat inap
sesuai dengan Aldrette Score

3.

Efek samping anestesi pada pasien SC

4.

Efek samping sedasi pada pasien endoscopy

5.

Pengkajian pre-anasthesi dilaksanakan untuk pasien pra-operasi elektif dengan


anesthesi umum

6.

Desaturasi Oksigen Intra Anestesia Atau Sedasi

8) Penggunaan darah dan produk darah:


1.

Angka keterlambatan penyediaan darah untuk operasi elektif

2.

Angka kesalahan golongan darah

3.

Angka kesalahan jenis darah

4.

Angka reaksi transfusi darah

5.

Angka perbedaan hasil skrining

6.

Angka ketepatan pemberian transfusi darah pada pasien

7.

Efektifitas penggunaan darah cros macth dan yang dipakai

8.

Monitoring tidak terpakainya produk darah yang sudah di order

9) Ketersediaan, isi dan penggunaan catatan medik:


1.
2.
3.
4.
5.

Review Rekam Medik


Kelengkapan catatan laporan operasi
Tingkat kelengkapan RM: pilih 1 form yang dilakukan evaluasi
Waktu penyediaan dokumen rekam medik ranap < 15
Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medik 24 jam Sejak Setelah Selesai
Pelayanan Rawat Inap

6.
10) Pencegahan dan kontrol infeksi, surveilans dan pelaporan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Angka Phlebitis
Dekubitus
Angka kejadian dekubitus grII/Lebih akibat perawatan di rumah sakit
Infeksi transfusi darah
Infeksi Aliran Darah Primer (IADP)
Ventilator Associated Pneumonia (VAP)
Infeksi Luka Operasi (ILO)
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
HAP/ Hospital Acquired Pneumonia
IDO/ Infeksi Daerah Operasi Bersih
Angka kejadian dekubitus grII/Lebih akibat perawatan di rumah sakit Related to
JCIs Library Of Measures, I-NSC-2 :Patients that have hospital-acquired
(nosocomial) pressure ulcer(s) (category/stage II) on the day of the prevalence
study

11) Riset klinik:


1.

Penelitian dengan ethical clearance

2.

Kelengkapan Informasi Untuk Mendapatkan Persetujuan Pasien Pada setiap


Penelitian Klinis

3.

Jumlah Rekap Informed Consent yang Kembali Ke Bagian Penelitian dan


Pengembangan RSUP Sanglah, untuk Seluruh Subjek Penelitian Klinis

Anda mungkin juga menyukai