Anda di halaman 1dari 79

INTRODUKSI SURAT-SURAT PENJARA

1. INTRODUKSI SURAT –SURAT PENJARA

Paulus menulis empat surat waktu dia dipenjarakan oleh pemerintah Romawi. Itulah
Efesus, Kolose dan Filipi.1 Surat Filemon juga di tulis pada waktu yang sama. Surat-surat ini
dibuat kira-kira tahun 61-62 di Roma. Memang nama kota Roma tidak ada dalam surat-surat
tersebut, tetapi Paulus berbicara tentang Istana Kaisar (Fil. 1:13, 4:22), dan itu memang menuju
ke Roma.2 Itu juga kota besar dengan orang dari banyak bangsa dan suku. Oleh karena itu kota
ini aman untuk seorang budak yang melarikan diri (Filemon). Dalam Kisah Rasul 27:2 kita
mendengar bahwa Aristarkus menemani Paulus waktu dia berjalan ke Roma. Dalam Kol. 4:10
adal salaman justru dari Aristarkus. Hal yang sama juga berlaku untuk Lukas (Kis. Rasul 28:
14-16; Kol 4:14). Surat Efesus dan Kolose dikirim dengan Tikhikus (Ef. 6:21 dan Kol. 4:7).
Oleh karena itu kita percaya bahwa kedua surat itu ditulis pada waktu yang sama dari kota
Roma.
Paulus dipenjarakan di Roma selama dua tahun, lalu dia bebas lagi. Paulus endiri kira-kiar
65 tahun pada waktu itu. Paulus menulis diri sendiri seperti orang tua dalm surat Filemon.
Walaupun Paulus dipenjarakan dalam periode ini, dia cukup bebas dan bertemu

dan berbicara dengan orang lain. (Bacalah Kisah Rasul 28:16-31). Kita bisa melihat bahwa
dia tidak hidup dalam penjara biasa, tetapi dalam suatu rumah yang biasa, dengan seorang
prajurit yang mengawalnya. Orang banyak datang ke rumahnya dan dia bersaksi dan
memberitakan Injil kepada mereka.
Dari Kolose 4:16 kita lihat bahwa Paulu mengharapkan lebih banyak orang daripada suatu
jemaat untuk membaca surat-suratnya. Kita juga mau memperlihatkan bahwa pada waktu itu
Paulus sudah menulis banyak surat, yaitu Galatia, 1 dan 2 Tesalonika, 1 dan 2 Korintus, dan
Roma.

1
Dalam semua surat-surat ini paulus menulis bahwa dia adalah dalam penjara. Ef 3:1; 4:1 6:20; Fil:1:7;
Kol 4:3,18; Filemon 10,13,22,23
2
Tidak ada orang yang setuju bahwa Paulus menulis surat-surat ini pada waktu ia dipenjarakan di kota
Roma. Kota-kota lain yang diusulkan adalah Sesarea (Kis. Rasul 23) dan Efesus. Dalam 1 Kor. 15:32 Paulus
menulis bahwa dia pernah berjuang melawan binatang buas di Efesus. Kalau s\artinya sungguh-sungguh atau
bahasa gambaran kita tidak tahu. Markion dalam prolognya menulis bahwa surat Kolose ditulis dari Efesus, tetapi
dia jga menulis bahwa surat Filemon ditulis dari kota Roma.
di kota Sesarea kita tahu bahwa paulus dipenjarakan dalam keadaan yang tidak terlalu berbeda dengan di Roma.
Tetapi apakah Paulus pada waktu itu mempunyai harapan bahwa dia akan cepat dibebaskan.

1
2. SURAT EFESUS

2.1. PENULIS

Sebelum pertengahan abad yang kedua, surat ini dikenal di antara seluruh umat Kristen.3
Itu berarti bahwa semua menerima Paulus seperti penulis surat Efesus.
Keraguan yang dibuat teologia medern, tidak tahan kritik. Memang bisa dikatakan bahwa
kalimat-kalimat lebih panjang dalam surat ini, dan juga ada banyak genetif. Tetapi kita harus
memperhatikan bahwa bahasa satu orang sering mengubah kalu dia menulis pada kelompok-
kelompok tertentu yang berbeda. Masalah bahasa yang sering disebut memang tidak berlaku
kalu Paulus sewaktu-waktu memaki sekretaris. Dan isinya surat Efesus sesuai dengan ajaran
Paulus yang lain.
Padahal beberapa orang mau menjauhkan buku ini dari surat-surat Paulus yang lain, juga
ada orang yang bilang bahwa surat Efesus terlalu banayak kesamaan dengan surat
Kolose.mereka bermaksud bahwa surat Efesus ditulis oleh orang lain yang pakai surat Kolose
unutk membuat satu surat ini ditulis pada waktu yang sama, kesamaan memang masuk akal.
Kita menerima kenyataan bahwa si penulis adalah Paulus.

2. 2. ALAMAT SURAT EFESUS


Dalam naskah-naskah ada tiga versi dari kalimat yang pertama dari surat Efesus:
1. Paling banyak mengucapkan Efesus sebagai alamat dalam 1:1 (Sinaitikus A,B2,D,F,G,
Mayority t, latt, sy, co).
2. Ada beberapa naska yang tidak memberi alamat dalam 1:1 (p46,sinaitikus*,B*. tetapi
diantara naskah-naskah ini hanya p46 yang tidak dalam subscript memberi Efesus sebagai
alamat).
3. Marcion memberi Laodikia sebagai alamat, tetapi tidak ada

3
O. Tuluan: Introduksi Perjanjian Baru, hal.110.Tertulian lihat di teks, Eusebius
menghiutng empat belas surat Paulus, dan menurut dia hanya surat Ibrani yang
diragukan orang lain (abad IV). Origenes bilang ini Rasul Paulus berkata “ kemudian
dia mengutip Ef. 2:3. Ireneus Adv. Haeresies I viii.5 menulis: ini Rasul Paulus berkata
dengan kata-kata demikian” lalu dia mengutip Ef. 5:13. dalam banyak buku yang lain
ada kutipan dari surat Efesus , misalanya: Herms, Didace, Barnabas, Polycarp,
Ignatsius, Cement dan juga bapa gonstic (Hippolytes, Basilides, Valitinians). Untuk
lebih dalam lihat : Hendriksen, Ephesians, hal. 54-56.

2. Oleh karena saya dibesarkan di beberapa kota, bahasa dan ontonasi saya sering
mengikuti orang lain. Kalai saya berbicara tentang isteri saya, bahasa saya berubah
menjadi dekat dengan bahasa dia. Hal ini berlaku juga di zaman dulu. Juga kita boleh
katakan bahwa tulisan seorang dalam buku harian dia, surat kepada teman, surat kepada
pemerintah dan dalam surat kabar sangat berbeda.

2
naskah yang lain yang memberi Laodikia sebagai alamat.

Kita tahu bahwa dalam gereja tua Markion 1 adalah salah satu yang memberi nama
Laodikia kepada surat ini. Kita membaca dari Tertulianus : Adv.Marc. 5,17 : “salah satu
kebebaran yang diketahui gereja itulah bahwa surat ini dikirim ke Efesus dan tidak ke
Laodikia tetapi Marcion sungguh ingin menggantikan satu nama yang lain supaya dia
diperhatikan sebagai ahli yang paling hebat dalam hal inipun. Tetapi nama tidak terlalu
berarti karena kalau dia (rasul) menulis dia menulis ke seluruh jemaat bumi dan tidak
kepada salah satu jemaat saja. 2 dari hal ini kita melihat bahwa ada berlawanan antara
gereja mula dan ajaran palsu pada abad kedua tentang hal ini. Kita percaya bahwa Laodikia
dimasukan oleh Markion karena ada refrensi ke satu surat Efesus. Dalam II Tim 4: 12
dikatakan bahwa Tikhikus diutus ke Efesus.
Tinggal dua kemungkinan, ke Efesus atau ke beberapa jemaat di Asia Kecil. Kita
sulit untuk mengetahui apa yang benar dan apa salah. Memang tidak ada banyak salam
dalam surat ini seperti biasanya dalam surat –surat yang lain. Paulus memang pernah
melayani di Efesus selama dua tahun lebih. Tetapi dari segi lain Tertulianus tepat :”Tetapi
kita percaya bahwa nama (jemaat) tidak terlalu berarti.”
Jawab peertanyaan diatas mungkin bahwa surat Efesus ditulis kepaa jemaat di Efesus
dengan tujuan bahwa jemaat-jemaat di dekat juga aakan membacanya (Kol.4:15). Kita
tahun bahwa surat-surat lain juga di kopi dan nama jemaat dihilangkan (misalnya surat
Roma. Dalam naskah yang bernama G nama kota Roma tidak ada) Itu memang tidak
berarti bahwa Roma tidak ada alamat surat Roma.

2.3. KOTA EFESUS

Efesus adalah kota besar pada zaman Paulus. Ada tiga kota yang meimpin
perdagangan dunia, yaitu Efesus, Alexandria dan Antiokhia. Kota ini pada mulainya di
bangun oleh pendatang-pendatang Yunani. Efesus mempunyai pelabuhan yang bagus, dan
kota ini terletak ditengah jalan dari Roma ke timur tengah dan Mesir. Prokurator Romawi
untuk Asia Kecil tinggal di kota ini.
Ada banyak orang ilmiah, filsafat, penulis, pelukis dan seterusnya di kota Efesus,
hanya Korint yang terletak sebelah laut Egeer dalam negara Yunani yang begitu maju
dalam hal ilmu-ilmu dan dua kota ini memang berlawan.
Dalam hal agama “Diana” dari Efesus memang terkenal dalam dunia zaman itu.
Diana adalah dewa semesta alam, tanah dan hutan. Dalam mytologi Yunani dia semcam
dewa yang digambarkan sebagai

-------------------------------------------------------
1. Markion adalah salah satu teolog dalam gereja pemula yang tertarik dengan gnostik.
Dia mempunyai Alkitab yang sangat kecil. Dalam perjanjian baru hanya ada Injil Lukas
dan beberapa surat Paulus.

2. A.F.J.Klijn, An Introduction to the New Tesstament, hal. 99

3
Gadis yang belum kenal laki-laki. Tetapi dalam Asia kecil gambaran ini diubah. Ada dewa-
dewa lain yang disembah di daerah itu yang hampir sama, tetpai mempunyai hubungan dengan
berbuah/beranak. Itu kita bisa melihat dari gambar Diana di Efesus yang berdada banyak
sekali. Bait dewa ini dirusak pada tahun 356 S.M. dan dibangun lagi Alexander Agung dengan
besar 50kali 104 meter. Itu dihitung sebagai salah satu yang terkenal.Penyembahan Diana
mempunyai banyak kesamaan dengan penyembahan yang demikian. Hal ini perlu kita ketahui
kalau kita belajar dari surat Efesus.
Efesus juga mempunyai syanagoge yang besar dan tua karena banyak orang yahudi
datang ke Efesus.syanogoge yang pertama di Efesus mungkin dibangun 200 S. M.

2.4 JEMAAT DI EFESUS

Surat ini tidak satu-satunya sumber untuk kita tahu tentang keadaan di Efesus. Dalam
Alkitab ada beberapa surat dan cerita yang berhubungan dengan kota ini . satu murid Rasul
Paulus yang cukup erat bekerja sama dengan Paulus ditinggalkan di kota itu untuk melayani
mereka, yaitu Timoteus. 1 .Timotius di tulis pada waktu Timoteus ada di Efesus . pada akhir
abad yang pertama rasul Yohanes melayani di Efesus, dan surat-suratnya, injilnya di tulis di
sana. Kitap wahyu di tulis pada waktu Yohanes berada di pulau patmos, dekta dengan
Efesus.salah satu di antara ke tujuh surat ke jemaat-jemaat di asia kecil wahyu 2-3 adalah
Efesus.
Dalam kis.Ras. 19-20 kita bisa mengerti bagaimana besar diana ada di Efesus (19:27-
28), dan bagaimana bayak yang pakai kuasa kegelapan disana (19:13-19). Paulus sungguh tahu
bahwa situasi disana akan menjadi sulit, itu kita mengerti dari katanya kepada majelis gereja di
Efesus sebelum dia berangkat ke Yerusalem (20:17-38). Dalam jemaat ini paulus tinggal lebih
lama daripada di jemaat-jemaat yang lain, dua tahun (Kis.ras. 19:10).
Dalam surat Efesus kita melihat latar belakang ini (Ef. 1:19-2:13). Paulus
menggambarkan hidup mereka sebagai orang kafir pada zaman dulu, dan bagaimana mereka
diselamatkan melalui darah Yesus. Dan dia juga mengingatkan orang-orang yang ada di
Efesus, supaya mereka hidup menurut Roh Kudus dan tidak menurut daging. Salah satu hal
yang Paulus menunjuk dalam jemaat ini adalah mereka saling mengasihi.
Dalam wahyu kita melihat bahwa jemaat di Efesus masih kuat secara rohani, mereka
tahu apa yang benar dan apa yang ajaran palsu, mereka tahu dalam penderitaan. Tetapi ada satu
hal yang tidak cukup. Mereka tidak sungguh-sungguh mengasihi seperti dulu.

Pada waktu paulus menulis surat Efesus hanya enam tahun berlalu setelah dia
meninggalkan kota itu (55 M). semua ajaran Kristen di sana masih muda sebagai orang
Kristen. Kebanyakan diantara mereka dari latar belakang kafir, tetapi orang Yahudi juga ada
(Kis. Ras. 19:10,17). Pada waktu Yohanes menjadi pemimpin rohani disana, Efesus sudah
menjadi kota yang memimpin misi dunia, menggantikan Antiokhia di Siria yang sebelum itu
menggantikan Yerusalem. Tidak salah kalau kita memperhatikan bahwa Efesus

4
adalah jemaat yang pertama di Wahyu Yohanes.

2.5. BAHASA YANG KHUSUS

Kalau kita memperhatikan bahasa surat ini, kita bisa melihat bahwa kalimat-
kalimatnya lebih panjang daripada biasa dalam surat-surat Paulus (kalimat kedua adalah 1:3-
14). Kalimat ini juga mempunyai bahasa yang poetis dan mulia Paulus memakai banyak kata
untuk memuji Allah. Juga ada kalimat yang dikatakan seperti pengakuan iman 4:4-6.
Ada empat puluh dua kata yang tidak ada dalam buku lain dalam Perjanjian Baru, dan
empat puluh tiga yang tidak ada dalam tulisan Paulus yang lain. Tetapi hal ini tidak khusus
untuk surat ini. Sebenarnya bahasa dalam surat Kolose lebih berbeda dengan surat-surat
pertama Paulus daripada surat Efesus. Buku ini tidak ditulis dengan berlawanan problem-
problem tertentu, lebih untuk menghibur orang Kristen untuk lebih memperhatikan Yesus dan
relasi mereka kepada Dia. Rahasia yang ada dalam buku ini lain daripada surat ke Galatia.

“ Aku heran bahwa begitu lekas berbalik daripada Dia” (Gal.1:6)” Hai orang
Galatia yang bodoh” (Gal. 3:1) “ Karena aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan
Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang khudus, akupun tidak berhenti
mengucap syukur karena kamu. (Ef. 1:15).

2.6. SURAT EFESUS DAN SURAT KOLOSE

Secara umum bisa dikatakan bahwa surat Kolose dan surat Efesus mempunyai banyak
kesamaan. Diantara 155 ayat dalam surat Efesus. 78 mempunyai ucapan yang dekat ucapan
dalam surat Kolose. Tetapi surat Kolose lebih kuat berlawanan dengan Ajaran yang tidak
benar. Kalau kita mau mengambil satu contoh , kita bisa membaca salam dari paulus kepada
kedua jemaat tersebut (Ef.1 :15-16, Kol. 1:3-4) juga ada instruksi kepada setiap manusia
sebagai suami –istri, orang tua-anak dan tuan pembantu (Ef.5. 20-6:9, Kol 3: 18-22).
Kesamaan yang lain masih banyak.tetapi juga ada perbedaan, kalau surat Efesus berbicara
tentang jemaat sebagai tubuh kristus, surat kolese menitikbenarkan yesus sebagai kepala
jemaat.

2.7. TEOLOGIA SURAT EFESUS

Dalam surat Efesus seperti surat-surat lainnya paulus mengambarkan dua faktor
dalam perjanjian baru, yaitu hukum dan injil. Hukum adalah apa yang Allah harapkan dari
manusia , hukum bilang harus. Injil memberi apa yang hukum tidak bisa memberi, YESUS,
dan hidup kekal. Ini kita juga bisa melihat dalam struktur surat ini. Fasal-fasal yang pertama
berbicara tentang injil , dan fasal-fasal terakhir hidup orang kristen kita bisa melihat.

-----------------------------
1. Jensen Survey of the New Testament, hal.317

5
Bagaiamana Paulus memakai Hukum :

2.71. Hukum akan dilakukan oleh semua manusia. Hukum diberikan supaya semua
orang hidup sesuai dengan hukum itu. Hal ini lebih jelas diucapkan dalam surat Roma 2:13.
memang hukum Taurat diberi supaya manusia melakukannya. Dan karena hanya ada satu
Allah dan satu Hukum semua orang layak menurutinya.

2.7.2. Hukum menyadarkan orang tentang kegagalan dalam hal dosa. Orang yang
belum mengenal hukum mungkin tidak merasa berdosa. Tetapi kalau orang bertemu dengan
dan mendengarkan Hukum Taurat, mereka akan menyadari bahwa mereka adalah orang
berdosa kesadaran ini kita bertemu dengan dalam surat Efesus 2:2. hal ini berlaku baik untuk
orang yang belum mengenal Yesus, dan untuk orang yang sudah bertobat.
2.7.2.1. Orang yang belum mengenal Tuhan Yesus. Untuk apa mereka perlu Yesus
kalau mereka tidak tahu bahwa mereka adalah orang berdosa, yang dibawah hukuman Allah.
Tetapi kalau mereka sadar tentang dosa mreka, baru mereka perlu darah Yesus.
2.7.2.2. Kalau orang yang belum bertobat didorong kepada darah Yesus oleh karena
mereka sadar dosa, apa lagi kita yang sudah mengenal Dia. Roma 7:24-25.
2.7.3. Hukum akan memimpin dan membetulkan jalan hidup orang Kristen. Seperti
dikatakan diatas orang Kristen masih mempunyai tubuh yang ingin berdosa. Walaupun kita
diselamatkan dan disucikan oleh darah Kristus, hidup kita belum kudus. Kita perlu diajar oleh
hukum. Hal ini cukup jelas dalam surat Efesus 4:21-32. orang Efesus yang sudah diselamatkan
perlu memperhatikan hidup mereka sendiri.

2.7.4. Kita juga bisa melihat bagaimana Paulus menulis tentang Injil. Injil adalah
pekerjaan keselamatan yang dibuat oleh Yesus, dan yang kita menerima dalam kepercayaan.
Injil tidak ada dalam pekerjaan kita, tidak semua hukum, tetapi sebaliknya . kalau kita melihat
buku-buku apa yang bernama Injil, kita melihat bahwa itu buku-buku yang memberitakan
pekerja Kristus. Itu juga kita melihat dalam surat Efesus 2:4-9.

----------------------------
1. Roma 2:13 karena bukannlah orang yang mendengar Hukum Taurat yang benar dihadap
Allah, tetapi orang yang melakukan Hukum Taurat akan dibenarkan.

2. Ef. 2:2 sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung diantara ,mereka, ketika kita hidup
dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada
dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

3. Roma 7:24-25 Aku manusia celaka. Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut
ini. Syukurlah kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, jadi dengan akal budiku aku
melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

6
2.8. JEMAAT DALAM SURAT EFESUS
Dalam surat ini gereja dikatakan dibangun atas dasar para Rasul-rasul dan nabi-nabi. Hal ini
memang berhubung dengan kata Tuhan Yesus kepada Rasul Peter yang dikatakannya fondasi
gereja ( MT. 16:18). Dan kata gereja hanya dipakai dalam bentuk gereja secara umum, dan
tidak tentang satu gereja yang lokal. Tetapi juga dalam surat-surat yang lain kata “ gereja”
dipakai tentang gereja umum.

2.9. KAMU DISELAMATKAN OLEH ANUGERAH, HIDUPLAH DALAM ROH.


Surat Efesus sangat kuat dalam dua bidang antara ke empat yang diatas. Surat Efesus sangat
memperhatikan Injil, dan keselamatan tanpa bekerja oleh manusia. Dan surat Efesus juga
sangat menitikberatkan hidup orang Kristen seperti dikatakan dalam pergunaan hukum yang ke
tiga diatas. Surat ini sangat berlawanan dengan kesombongan rohani, yang bisa dikatakan dosa
yang khusus untuk orang Kristen.

2.10. PERTANYAAN

2.10.1. Bacalah semua yang ditulis tentang kota Efesus dalam Perjanjian Baru
( Kis.Ras.2 : 9; 19:1-20: 38, Wahyu 2:1-7,1.Tim.1:3 berarti bahwa Timotius menerima surat-
surat Timotius pada waktu dia ada di Efesus).
2.10.2. Bagaimana menurut Kisah Para Rasul keadaan Paulus waktu tertahan di Roma

2.10.3. Mengapa surat kepada jemaat di Efesus yang pertama dalam Wahyu ?
2.10.4. Bacalah seluruh surat Efesus dan membuat outline. Menulislah 2-3 kalimat
tentang isi setiap bagian, dan pakai kata-kata sendiri, jangan pinjam kata dari sumber lain.
2.10.5. bagaimana perasaan Paulus terhadapa jemaat di Efesus pada waktu dia
menulis buku ini.
2.10.6. menulis lima kata yang penting dalam buku ini.
2.10.7. Menulis bagian kecil yang terpenting dan cocok untuk dikhotbahkan.
2.10.8. Ada beberapa bagian surat ini yang harus dikuasai dalam bahasa Yunani. Itu
ayat-ayat yang berikut : Ef. 1:1-2, 2:8-10, 4:4-6,4:1-2. bagian pertama diantara keempat bagian
ini sudah waktunya untuk belajar

-----------------------------------
1. 1.Kor.12:28, 15:29, Gal.1:13, Kol.1:18,24. ( bandingkan Kol.4:15-16).

7
2. 11. STRUKTUR SURAT EFESUS

1:1-2. Alamat dan pengirim , salaman


1:3-3:21 Dasar keselamatan
1:3-14 Paulus memuji Allah
1:3-6 eulogia (1:3 pleonasme, 3 kali satu kata)
1:7-10 Dalam dia kami menerima pengampunan dosa
1:11-12 Dalam dia kami (orang israel)
1:13a Dalam dia kamu (orang kafir) mendengar
1:13b-14 Dalam dia kamu menerima roh khudus

1:15-23 Doa dan pujian tentang keadaan orang Efesus


2:1-10 Di selamatkan oleh anugrah iman
2:1-3 Keadaan dulu sebelum di selamat
2:4-10 Keadaan sekarang diselamat
2:11-22 Kesatuan orang israel dan orang kafir dalam yesus
2:11-12 Keadaan dulu sebelum selamat
2:13-22 Keadaan sekarang selamat
3:1 Saya berlutut : Rasul paulus berdoa untuk jemaatnya
3:1-12 Parantesis: Apostel untuk orang kafir
3:13-21 Saya berlutut: doa untuk orang Efesus
4:1-20 Hidup orang kristen dalam dunia yang jahat

4:1-16 Di jemaat : kesatuan dan bertumbuhan


4:17-5:20 Di masyarakat: Hidup baru tidak seperti dulu
5:21-6:9 Di keluarga besar : hidup yang teratur
5:21 Umum
5:22-33 Suami dan istri
6:1-4 Orang tua dan anak
6:5-9 Tuan dan budak

6:10-20 Di antara kuasa jahat: prajurit kristen

6:21-24 Salam dari Paulus

8
3. EKSPOSISI SURAT EFESUS

3.1 Alamat dan pengirim, salam1:1-2

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di
Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari
Allah Bapa kita dan dari Tuhan yesus Kristus menyertai kamu.

Pembukaan surat ini mengikuti kebiasaan orang Yunani pada waktu mereka mau menulis
satu surat. Biasanya mereka menulis demikian : “A kepada B. menulis salam, saya senang
karena ---- (misalnya: kamu berbahagia). Dalam salam ini si penulis diucapkan lebih dulu,
dalam bentuk nominatif. Lalu nama orang yang akan menerimanya diucapkan dalam bentuk
Datif. Kita bisa melihat bahwa Paulus, walaupun dia memakai salam yang biasa, salam itu
dirubah menjadi Kristen. Juga bisa dikatakan bahwa setelah setiap nama ada informasi lebih
lengkap. Ini tidak satu orang yang bernama Paulus, tetpai seorang yang khusus. Demikian juga
dengan jemaat di Efesus.

Salam ini terlalu jauh dari surat-surat Paulus yang lain, Paulus sering bilang bahwa dia
seorang Rasul. Pertama-tama kata rasul dipakai untuk dua belas murid Tuhan Yesus.
Selanjutnya nama itu juga dipakai untuk orang misioneries. Tetapi kalau paulus bilang bahwa
dia adalah seorang rasul memang itu berarti sama dengan dua belas murid itu. Karena dia
dipanggil
-----------------------------
1. “Dari” dan “kepada” tidak ada dalam bahasa aslinya. Itu karena maksud bisa jelas melalui
kasus, lihat eksposisi.

2. “kudus yang ada di Efesus,--“ dalam bahasa aslinya di antara kudus dan di Efesus
dimaksudkan dua kata yaitu “ tois ousin” = yang ada. Oleh karena itu menterjemahkan yang
lama lebih tepat disini daripada menterjemahkan yang baru.
Seperti kita sudah tahu nama kota Efesus tidak ada dalam beberapa naskah yang pertama.
Disussi tentang hal itu ada dalam introduksi. Dari segi bahasa memang lebih cocok kalau ada
nama kota disini, karena tanpa itu ada lobang, dan bahasanya kurang lancar.

3. “ menyertai kamu” tidak ada dalam bahasa aslinya, lebih tepat menterjemahkan lama.
Walaupun begitu boleh dikatakan bahwa ini sebenarnya maksud Paulus pada waktu dia
menulis.

4. C. Leslie Miton, Ephesians, The New Century Bible Commentary. Buku ini termasuk
golongan liberal. Misalnya, si penulis tidak setuju bahwa Paulus yang menulis surat ini
hal.11.
5. Rasul dalam bahasa Yunani adalah “Apostelos”. Itu berhubungan dengan kata “Apostello”
yang berarti mengutus. Seorang apostel adalah seorang yang datang seperti wakil bagi

9
orang lain. Salah satu contoh adalah seorang duta besar yang diutus untuk mewakili
pemerintahnya.

langsung oleh Yesus sendiri dan diutusnya.


Paulus memakai dua kata untuk menjelaskan keadaan orang yang menerima surat ini,
yaitu “orang kudus” dan “orang percaya” orang kudus disini artinya tidak dalam bentuk eetika.
Artinya hampir sama dengan yang dipanggil (Rom. 1:7, 1 Kor. 1:2) atau terpilih (Kol. 3:22,
Rom. 3:12). Kata ini dipakai sebagai pengganti kata dibenarkan. Begiru dalam 1 Kor. 6:11: “
tetapi kamu telah dimandikan, dikuduskan, dan dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus
dan Roh Allah kita.” Paulus tidak berbicara satu elite Kristen, tetapi dia bebrbicara tentang
bangsa Allah. Dulu bangsa Israel dikatakan bangsa yang kudus, sekarang bangsa itu diganti
oleh orang Kristen yang adalah umat kudus.
“orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. “ kata “pistos” yang kita terjemahkan
“orang percaya” (aktif) juga bisa diterjemahkan “orang setia” (passsif). Tetapi kitaa pikir
bahwa artinya disini sama dengan kata “pistis” dalam Gal. 3:9 kedua kata ini dipakai dengan
arti yang sama . Paulus juga memanggil umat kristen dengan nama “anggota rumah tangga
kepercayaan” (kawan-kawan kita seiman) (Gal. 6:10). Kita percaya bahwa artinya yang aktif
yang dipakai disini.
Ada dua kemungkinan tentang arti kata “dalam” disni. Dalam bisa dihubungi dengan
percaya, menjadi percaya dalam /kepada . Hal ini terjadi kemudian dalam 1:15. tetapi ada satu
kemungkinan yang lain, yaitu “dalam Kristus Yesus” dianggap berdiri sendiri. Konklusi ini
didorong oleh permulaan surat Paulus yang lain. Dalam surat Kol 1:2 ditulis “orang percaya
saudara dalam Kristus” dan dalam surat Fil. 1:1, “orang kudus dalam Kristus”. Dalam surat-
surat inipun “pecaya” tidak langsung dihubungi dengan “dalam Kristus”.
Kita melihat bahwa orang ini tidak hanya hidup dalam Efesus dan dunia ini, tetapi
mereka juga hidup dalam Kristus. Satu kesalahan besar di antara orang Kristen itu bahwa kita
lupa salah satu diantara dua hal itu. Entah kita ditarik kepada Kristus supaya kita mundur diri
secara total dari dunia, atau kita begitu mementingkan dunia bahwa kita pada akhirnya lupa apa
yang kita

-----------------------------
1. Kis. Ras. 26:16-18, 1 Kor. 9:1,
2. Dalam bahasa Yunani : tois hagiois tois ousin en Efeso kai pistois en xristo Iesou.
3. Colin Brown, vol II, al. 229.
4. “memberi dirimu” --, kata-kata ini tidak ada dalam bahasa aslinya. “dimandikan” artinya
dibaptiskan menurut sprachliche schlussel zum griechischen neuen testamenten al.363.
5. J.R.W. Stoot, The message of Ephesians, al 22: Yang ada dalam Kristus itu orang yang
secara pribadi disatukan dengan Kristus, seperti cabang kepada pohon anggur.

10
Dalam Kristus.

Salam Paulus kepada jemaat ini memang seperti biasa dalam banyak di antara surat-
suratnya. Tetapi itu berarti bahwa salam ini kurang penting, justru sebaliknya. Dalam salam ini
kita melihat hal-hal yang penting. Harapan paulus adalah bahwa jemaat ini menerima anugerah
dan damai. “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus
Kristus.”
Dua kata ini memang mempunyai arti yang sangat dalam dan sangat sentral dalam
kesaksian Paulus tentang kerajaan Allah. Dalam bahasa Indonesia kita memakai dua kata untuk
“xaris”, yaiut anugerah dan kasih karunia. “xaris” adalah “expression of favour” dan berarti “to
have somes goodwill”, and does not designater only the goodwill of the gods but also that of
man (e.g. the emperors dispensations).
Dalam Septuaginta (LXX) “xaris” mengganti “hen” (bh. Ib.), dan artinya : “it denotes
the stronger who comes to the help of the weaker who stands in need pf help by reason of his
circumstances and natural weakness”. Kalau “xaris” dipakai itu selalu berarti bahwa sang raja
berbuat sesuatu atau seorang walaupun dihakimi di bebaskan dari membayar/dipenjarakan.
Dalam tulisan-tulisan Paulus “xaris” adalah satu kata yang lawannya “hukum”
(nomos). Kata ini justru dipakai untuk melawan pikiran para Rabbi tentang keselamatan
melalui pekerjaan atau “synergisme”. Kita diselamatkan oleh anugerah “xaris” melalui
kepercayaan dan itu adalah pemberian Allah tidak dari pekerjaan menurut ( Ef. 2:8).
Menurut kamus umum bahasa Indonesia artinya seperti berikut :
1. Anugerah, pemberian atau ganjaran dari pihak atas kepada pihak bawah
(dipakai dalam terjemahan lama).
2. Kasih karunia terdiri dari dua kata : Kasih, perasaan sayang; dan karunia, kasih
atau pemberian sebagai tanda kasih.
“ Damai” atau “eirene” (bh.Yu) artinya sama dengan “shalom” (bh.Ib) yang adalah
“general well-being”, “including everything given by god”. Kata lawan dari “damai” P.B.
adalah “perang”. Hal ini tidak sama dengan “shalom”. Dalam hubungan

---------------------------------------
1. C.Brown, Dictionary of N.T. Theology, al. 115: xaris adalah ekspresi dari
anugerah/karunia dan berarti memperoleh bahagia dari seorang lain dan tidak selalu
berbicara tentang kebahagiaan dari Allah atau para dewa tetapi juga dari orang
( misalnya anugerah dari si kaisar ).

11
2. C.Brown, Dictinonary of N.T. Theology, al. 116 : ini berarti yang kuat datang untuk
menolong yang lemah, yang peru ditolong oleh karena keadaannya dan kelemahannya
sendiri.
3. Bibelsk oppslagsbok, al.684
4. C.Brown. al.119
5. C.Brown al. 779-780
dengan keselamatan dasar damai adalah kerja Allah melalui Yesus. Kalau kita mempunyai
damai dengan Allah maksudnya bahwa semua relasi baik, dan tidak ada halangan lagi. Kita
melihat bahwa damai menggantikan “hidup” dan keadaan selamat (Rom. 8:6-7, Ef. 6:15). Kata
damai disini berbicara tidak tentagn perasaan damai sejahter, tetapi tentang keadaan damai
sejahtera diantara kita dan Allah. Hal ini kita lihat dari sumber damai itu : “dari Allah Bapa kita
dan Tuhan Yesus Kristus. “damai ini diberitakan kepada gembala di Betlehem waktu Yesus di
lahirkan : “ kemudian bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi ----“
(Luk. 2:14)
Kita melihat bagaimana pikiran Paulus menitikberatkan nama yesus. Dalam hampir
setiap kalimat dalam permulaan surat Efesus nama ini muncul. Hal ini cukup indah, dan bisa
mengajar kita supaya juga dalam kesaksian kita nama Yesus yang muncul dan yang
dimuliakan, bukan nama kita sendiri.
Pada zaman dahulu ada satu kebiasaan di Norwegia. Orang yang masuk satu rumah
bersalaman : “ Damai sejahtera Allah dalam rumah ini.” Itu satu salam yang berarti, satu salam
yang murid-murid diajar oleh Yesus (Luk. 10:5).
Damai dari Allah oleh karena anugerah dalam yesus Kristus.

3.2. DASAR KESELEMATAN 1:3 – 3:21

Jelas sekali bahwa surat Efesus di bagi dua, satu yang berbicara tentang dasar
keselamatan dan yang diakhiri dengan Amen dalam 3:21. kemudian Paulus berbicara tentang
hidup orang orang Kristen di dunia ini dalam bagian yang berikut. J.R.W.Stott membagikan
bagian pertama dalam dua bagian yaitu 1) 1:3-2:10 hidup baru yang kita diberi dalam Yesus
Kristus. 2) masyarakat baru yang diciptakan Allah melalui Kristus. Kalau kita mengikuti ini,
bagian pertama itu terdiri dari pujian, doa dan pengajaran.

3.2.1. PAULUS MEMUJI ALLAH 1:3-14

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah
mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah
telah memilih kita sebelum dunia di jadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di
hadapanNya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk
menjadi anak-anakNya, sesuai dengan

12
---------------------------------
1. J.R.W. Stott, The message of ephesians, al. 25
2. Bisa diterjemahkan begini : “----- tak bercacat di hadapanNya dalam kasih. Ia telah
menentukan -----“. Dalam pengertian ini kasih diikat dengan orang Kristen (3:17; 4:2,
15,16;5:2) dan tidak dengan Allah dalam kalimat yang kemudian.

Kerelaan kehendakNya, supaya terpujilah kasih karuniaNya yang mulia, yang


dikaruniakanNya kepada kita dalam dia, yang dikiasihiNya. Sebab di dalam Dia dan oleh
darahNya kita beroleh penebusan yaitu pengampunan dari dosa, menurut kekayaan kasih
karuniaNya, yang dilimpahkanNya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Sebab Ia
telah menyatakan rahasia kehendakNya kepada kita, dari semula yang ditetapkanNYa di
dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Krsitus
sebagai kepala segala sesuatu, baik yang di sorag maupun yang di bumi. Aku katakan di
dalam Kristus, karena didalam Dialah kami dapat bagian yang dijanjikan- kami dari semula
ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang dalam sesuatu
bekerja menurut keputusan kehendakNya- supaya kami yang sebelumnya telah menaruh
harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaanNya. Di dalam Dia kamu juga
karena kamu telah mendengar Firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu- di dalam Dia
kamu juga, ketika kami percaya, dimateraikan dengan Roh Kudus, yang di janjikanNya itu.
Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian ktia sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu
penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaanNya.

BAGIAN PUJIAN

Bagian ini harus direnungkan. Kita mau membacanya beberapa kali dalam sikap
renungan, supaya firmanNya menjadi berkat bagi kita. Cepat kita bisa menghilangkan artinya,
jika kita membuat teori dan terlalu pikir : “ maksudnya apa?”. Itupun ada waktunya, tetapi
tidak terlebih dahulu.

----------------------------------------

1. ten eudokian tou thelemates, artinya kata yang pertama kehendak dengan maksud baik, dan
yang kedua kemauan. Kata ini dipakai tentang rencana Allah yang ditentukan sebelumnya.

2. Di sini ada problem untuk si penterjemah karena setelah di bumi bahasa Yunani mengulangi
“dalam dia”. Dua kata itu bisa diikat dengan kalimat yang berikut, seperti dalam Alkitab
bahasa Indonesia (terjemahan baru). Oleh karena itu dimasukan dalam bahasa Indonesia “Aku
katakan di dalam Kristus, karena “---- tetapi itu tidak perlu. “dalam dia” lebih baik diikat
dengan kalimat sebelumnya : “mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus (dengan dia
sebagai kepala), yang di sorga dan yang di bumi – ( dalam dia), di dalam Dia-----. “ terjemahan
lama mungkin lebih lancar, dan hanya pakai kata-kata yang tebal.

3. ho estin arrabon tes kleronomias : yang menjadi jaminan bagi warisan kita. eis apolutrosin :
untuk penebusan. tes peripoieseos : milik. Milik dalam arti ini dalam PL dipakai untuk bangsa
Israel yang adalah milik Allah. Disini milik atau bangsa milik dipakai untuk orang kafir. Dia

13
adalah jaminan untuk warisan kita, sampai penebusan (bangsa) milik (Nya), untuk
mendatangkan pujian bagi kemuliaanNya.

Bapa Tuhan Yesus yang mengaruniakan segala berkat rohani

Dalam bagian ini Allah maju sebagai trinitas. Tidak Bapak atau Anak atau Roh
Kudus saja, tetapi tiga-tiganya. Kita bertemu dengan Allah Bapa yang memilih (4-6) Yesus
Kristus yang menyelematkan (7-12) dan Roh Kudus yang materaikan (13-14). Tetapi tidak
begitu terpisah karena pilihan Allah ada dalam Yesus, dan Allah mempersatukan (memper- se-
kepala-kan) kita dalam Kristus.

3.2.1.1. “EULOGIA 1:3-6

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah
mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah
telah memilih kita sebelum dunia di jadikan, supaya kita Kudus dan tak bercacat di
hadapanNya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semulla oleh yesus Kristus untuk
menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya, supaya terpujilah kasih
karuniaNya yang mulia, yang di karuniakanNya kepada kita dalam dia, yang di kasihiNya.
Ayat-ayat ini dikatakan “eulogia” karena kata pertama adalah “eulogetos”. Kata ini
diulangi tiga kali dalam kalimat yang pertama. Dalam bahasa Indonesia itu terjemhakan “
Terpujilah, mengaruniakan (kata kerj. Dan berkat (kata benda). Dalam bahasa Inggris ini
diterjemahkan dengan kata “to bless”. Blessed (1) be the god and the Father of our Lord Jesus
Christ, who has heavenly places. Kalau dikatakan dalam bahasa para ahli bahasa, ini suatu
“polytoton”, yang berarti satu kata diulangi dalam bentuk “kata benda” dan bentuk “ kata
kerja” dengan arti yang sama (2) &(3) untuk menitikberatkan hal tersebut. Di sini juga ada
dalam konteks yang sama (1)/(2). Memang “blessing” kita terhadap Allah tidak sama dengan
“blessing Allah terhadap kita. hal ini jelas dari kata-kata ini : “eulogetos hanya bisa dipakai
tentang kerja Allah.

Kemudian kita melihat bahwa berkat Tuhan dalam Perjanjian Baru adalah rohani
(1:3) dan tidak seperti dalam Perjanjian Lama dimana berkat Tuhan sering dikatakan jasmani
(Ul. 28:1:1-14. memang juga dalam PB ada berkat jasmani (Mt. 6:31), tetapi “the distinetive
blessing of the New Convenant are spiritual, not material, for example, --- personal knowledge
of god and forgiveness of sin (Yes. 31:31-34).

14
------------------------

1. Bullinger, figures of speech used in the bible, al. 281

2. Bullinger, figures of speech, al. 292

Ness of sin (Yes.31:31-34).


Sebenarnya apa yang dikatakan dalam ayat 3 itulah luar biasa. Kita yang ada dalam
Yesus Kristus, kita diberi segala berkat rohani, tidak setengah berkat Tuhan, tetapi seluruh
berkat Roh Kudus.

Dalam Kalimat-kalimat ini diucapkan tentang predestinasi. Kita tidak akan


mengulangi diskusi itu sekarang. Hanya kita memperhatikan bahwa paulus di sini berbicara
tentang pemilihan di dalam Kristus. Ia mengingatkan kita lagi bahwa keselamatan ada dalam
Kristus. Di Luar Dia tidak ada keselamatan.
Dari semua golongan di titiberatkan bahwa predestinasi tidak ada satu tempat tidur
untuk orang yang sudah melayani Tuhan.dan lebih enak tidur dalam dosa. Hal ini justru kita
melihat dari surat ini, yang begitu menitikberatkan bahwa sumber keselamatan adalah Kristus.
Walaupun begitu paulus dalam bagian yang kedua mengajar orang untuk hidup dalam Yesus
dan tidak seperti dunia.
Ada juga orang yang sudah bertobat lalu mereka meninggalkan Yesus. Memang tidak
ada satu dosa yang tidak yesus mau mengampuni kalau kita mengakuinya terhadap dia. Dia
tidak terbatas dalam hal ini.tetapi kalau kita mau meninggalkan dia dan tidak lagi mau hidup
didalam pertobatan sehari-hari, dia akan mengijinkan itu untuk terjadi. “ beberapa orang telah
menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka., di antaranya
Himneus dan Alexander” ( 1 Tim. 1:19-20).

Dalam ayat lima keadaan kita ini di katakan sebagai menjadi anak angkat-Nya
(terjemahan lama), atau menjadi anak-anakNya (M.Y.B). kata “hyothesia” (BY) nerarti
menjadi anak angkat. Menurut hukum Romawi anak angkat mempunyai hak yang sama dengan
anak yang biasa. Yohanes memang tidak memakai kata anak Allah tentang orang kecuali
Yesus. Dia saja Anak Allah. latar belakang ini memang menitikberatkan bagaimana Allah mau
mengangkat kita dari bawah ke dalam kerajaanNya. Kalau Yohanes berbicara tentang kelahiran
kembali, Paulus berbicara tentang anak angkat. Dan kedua-duanya menitikberatkan bahwa kita
di selamatkan oleh Anugerah, oleh pekerjaan Yesus.
Dalam tulisan penulis Anak angkat dipakai dalam dua waktu :

1. Tentang hari yang akan datang : “sambil menantikan pengangkatan sebagai anak
Tuhan” (Rom. 8:23). Dalam ayat ini Paulus berbicara tentagn orang yang sudah menerima Roh
Kudus.

--------------------------------

1. J.R.W. Stott, al.35: Berkat dari Perjanjian Baru adalah rohani dan tidak jasmani, misalnya----
mengenal Allah secara pribadi dan pengampunan dosa.

15
2. Melihat Lecture outline untuk Injil Yohanes, al. 9b-10b,a. synergisme (pelagius) b.
predestinasi yang ganda (calvin) c. predestinasi dalam melihat kepada kepercayaan (luther).

3. J.R.W. Stott, al. 39.

2. Tentang hari ini, keadaan kita di dunia ini : “dan karena kamu adalah anak” (Gal.
4:6).

Hal ini memang tidak terlalu mengherankan, karena kita memang sudah di
selamatkan tetapi belum di sorga. Kita sudah dalam Kristus di sucikan dari segala dosa, tetapi
selama kita hidup dalam dunia ini yang kotor, kita masih menderita di bawah hukum dosa
seperti dikatakan Paulus dalam Roma 7-8.
Pada akhirnya Paulus memakai satu gambaran tentang Kristus yang indah, dia adalah
“Dia, yang di kasihiNya.” Itu memang bebricara untuk kita menjadi Anaknya, kalau Dia
mengorbankan darah anakNya yang kekasih.

3.2.1.2. DALAM DIA KITA MENERIMA PENGAMPUNAN DOSA 1:7-10

Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan
dari doa, menurut kekayaan kasih karuniaNya, yang dilimpahkanNya kepada kita dalam
segala hikmat dan pengertian. Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendakNya kepada kita,
sesuai dengan rencana kerelaanNya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah
ditetapkanNya di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di
dalam Kristus sebagai kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Dalam ayat-ayat ini kita diajar bagaiman kita dapat hak untuk dijadikan anak Allah,
yaitu lewat darah Tuhan Yesus. Darah memang penting karena menurut surat Ibrani tidak ada
pengampunan dosa kecuali kalau darah turun (Hebr. 9:22). Dan justru itu yang terjadidi
Golgota. Dan itu memang langsung menghubungi dengan penebusan dari dosa. Dosa memang
satu kata yang penting di sini. Dosa yang menghalangi hubungan antara Allam dengan
manusia.

Untuk kata doa disini Paulus mamakai “paraptomaton” (Bh.Yu.) dan tidak kata yang
biasa “amartia” (BY). Tetapi perbedaan tidak terlalu jauh. Kalau kita melihat surat ini
selanjutnya, dua-duanya dipakai bersama-sama : kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-
pelanggaran (paraptomasin) dan dosa-dosamu (amartiais). Kita melihat bahwa ada dua kata ini
mewakili segala dosa manusia. Kalau ada perbedaan itu bahwa kata “paraptomatos” dipakai
dengan arti “emphsize strongly the deliberate act. “

--------------------------

1. C.Brown, Dictionary of N.T. Theology,vol I, al. 289 : “Paulspeak of receiving adoption as


sins which is linked with Baptism in Gal. 3:23-29. but in the NT baptism never is treated as a
rite sperable from faith.

2. Begitu juga dalam Rom. 5:20

16
3. C.Brown op.ci., al.586, “menitikberatkan sesuatu yang dibuat dengan ketentuan keinginan”.

Tetapi pada umumnya dosa adalah satu kuasa dalam manusia yang berjalan dalam dan lewat
tangan seorang manusia.
Menurut surat Roma dosa datang ke dunia dengan satu orang, Adam, dan oleh karena
itu semua orang menjadi orang berdosa (Rom. 5:15). Dosa memang satu keadaan manusia, itu
kita juga melihat dalam Ef. 2:1 : “ kamu sebelumnya sudah mati karena pelanggaran-
pelanggaran dan dosa-dosamu.” Dan itu tidak hanya berlaku untuk orang kafir tetapi juga
untuk orang Yahudi (Ef. 2:3). Dan Paulus mengartikan keadaan semua manusia yang di luar
Yesus dengan kat : “orang yang harus dimurkai” (Ef. 2:3). Akibat dosa satu orang mempunyai
akibat yang sama hebatnya kerja Kristus, tetapi akibatnya terbalik. Lewat Adam semua orang
yang dilahirkan, dilahirkan dengan dosa dalam dosa dan dibawah murka Allah. tetapi di dalam
Yesus semua orang diundang dibawah Anugerah Allah (Rom. 5:18-19).

“The law watches over men, and keeps them for that purpose (to learn us about sin),
but it is not itself a way of salvation. Gods righteosness cannot be attained by the way of the
law. Law sin death that’s the fateful road men treads without faith.

Dalam teks kita ada satu kata yang menggantikan akibat dosa, dan itulah penebusan
“Apolytrosin” (BY), satu kata yang dalam bahasa perdagangan berarti membayar seorang
budak menjadi merdeka . untuk orang kristen dalam abad pertama yang dihukum, mereka
sering diberi “apolutrosin”secara jasmani, kalau mereka meninggalkan kristus. Dalam
perjanjian baru artinya memang tidak jasmani, tetapi justru keselamatan , kemerdekaan , dibeli
dengan darah yesus. Tetapi kata ini menitikberatkan siapa yang bekerja dalam keselamatan kita
. tuhan yesus yang membeli kita dengan uang yang merah, dengan darahnya. Karena didalam
darahnya ada “pengampunan dosa.”

Hal yang berikut dalam ayat 8-10 adalah kesatuan dalam kristus. Kata yang dipakai
adalah “anakefalaq” (BY) yang berarti mempersatukan , tetapi dalam kata ini ada satu
gambaran yang menarik. “ana-kefala-q” dari root “kefala yang hampir sama dengan kepala
dalam bahasa indonesia. Oleh karena itu diterjemahkan dipersatukan dengan kristus sebagai
kepala.hal Ini memang membawa pikiran kita kepada teologia tentang jemaat sebagai badan
dan yesus kristus sebagai kepala. Kita dipersatukan tidak oleh teori, tetapi dalam keselamatan
yang sama. Tidak ada orang kristen yang lebih kristen daripada orang lain.ada orang kristen
dan ada orang non-kristen .semua orang masuk salah satu diantara dua kelompok ini .orang
kristen dipersatukan dalam darah yesus dan pengampunan dosa.kita sama-sama anak ?Allah ,
dan yesus

--------------------

1. c.brown , dictionary of n.t. theology , vol.111, al.580: hukum mengawasi manusia, dan
berjuang dengan mereka degan tujuan itu (untuk mengajar mereka tentang dosa), tetapi hukum
sendiri tidak ada satu jalan untuk keselamatan .kebenaran di hadapan Allah tidak bisa

17
dimenangkan lewat jalan hukum. Hukum dosa mati, itulah masa depan dan jalan yang orang
berjalan tanpa kepercayaan.

3.2.1.3. DALAM DIA KAMI ORANG ISRAEL ----1:11-12

(Aku katakan “di dalam Kristus”, karena ) di dalam Dialah kami dapat bagian yang
dijanjikan – kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan
maksud Allah- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh
menjadi puji-pujian bagi kemuliaanNya.

Di sini sedikit sulit untuk mengetahui kapan Paulus mulai berbicara tentang orang
Israe. Menurut pandangan si penulisn seluruh perikop ini ( 11-12) berbicara tentagn orang
Israel. Selanjutnya paulus balik dan berbicara tentang orang kafir. Itu memang membawa kita
kepada salah satu masalah surat ini. Boleh dikatakan bahwa hal ini tidak aneh. Justru dalam
kota ini kita tahu bahwa ada satu synagoge yang pada waktu paulus menulis sudah ratusan
tahun berfungsi. Banyak orang Yahudi tinggal di Efesus. Memang dari segi kebudayaan/latar
belakang agama sulit bagi orang yahudi untuk hidup berama orang kafir dalam satu jemaat.
Misalnya mereka tidak bisa makan bersama. Hal ini laratbelakang konflik diantara dua
kelompok ini ( Kristen yahudi dan kristen kafir).
Kita akan memperhatikan bahwa paulus biang orang yahudi dapat bagian dalam
Kristus. Dan akibatnay bahwa orang ini dijadikan keselamatan di luar Kristus. Kata-kata ini
(“epainon dokses”) kita bertemu dengan tiga kali dalam 1:3-14 (1:6, 1:12, 1:14) dan setiap kali
menutup satu bagian. Oleh karena itu kalimat ini harus dihubungkan dengan apa yang
dikatakan dalam ayat-ayat tersebut. Kita melihat bahwa dalam ayat 1:6 apa yang dikatakan

--------------------------

1. Kalimatnyua sebenarnya mulai di sini dalam bahasa Yunani.

2. Kita akan memperhatikan bahwa keputusan kehendaknya adalah positif, supaya orang
diselamatkan. Lenski, Efesians, al. 378.

3. untuk tujuan atau akibat, Bl.D. 402.2.

4. Hal ini tidak disetujui Lenski. Dia katakan bahwa tidak masuk akal bahwa paulus selama
1:3-10 memakai kita tentang Paulus dan orang Kristen di efesus dan seluruh dunia, lalu balik
kita menjadi kami orang Yahudi. Lenski al.380.

5. Orang Yahudi tidak mau makan bersama dengan orang kafir karena orang kafir dianggap
tidak suci dan semua alat mereka juga dianggap tidak suci/bersih. Oleh karena itu seorang
Yahudi yang berjalan dipaksa untuk makan hanya sayur dan buah yang tidak direbus (dalam
alat orang kafir).

18
6. Kis. Ras. 10:1-33, 15:1-31, 2:11-14

Itulah:
“eis apainon tes xaritos autou” )1:6)
“ eis epainon dokses autou” (1:12)

Kita melihat bahwa kali pertama kata “xaritos” atau anugerah yang dimuliakan, anugera
yang di anugerahkan dalam yang kekasih, yaitu Yesus. Kalau kita bandingkan dengan kalimat
yang terakhir (1:14), kita melihat bahwa disana juga pengampunan dosa dan Roh Kudus yang
dicurahkan yang menjadi dasar pujian kemuliaan Dia. Begitu juga disini dasar kemuliaan itu
bahwa kita mempunyai pengharapan kepada Kristus. “supaya kami boleh menjadi puji-pujian
bagi kemuliaanNya, sebagai orang yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus.”

3.2.1.4. KAMU DIMATERAIKAN DENGAN ROH KUDUS 1:13-14

Di dalam Dia kamu juga –karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil
keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimateraikan dengan Roh
Kudus, yang dijanjikanNya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita
memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji
kemuliaanNya.

Dalam bagian ini kita bertemu dengan Roh Kudusyang adalah materai kita, dia yang
dulu dijanjikan. Boleh dikatakan bahwa kalau bagian ini adalah bagian tentang Roh Kudus, dan
1:3-6 bagian tentang Allah Bapa, tinggal 1:7-12 tentagn Yesus Kristus sebagai Juruselamat
kita. tetapi dalam setiap bagian Yesus di utamakan karena keselamatan dari Allah Bapa melalui
Kristus, dan Roh Kudus adalah materai keselamatan kita yang ada dari Kristus.
Kita melihat bahwa paulus sekarang melihat kepada orang kafir diantara orang Efesus.
Tidak hanya orang Yahudi yang mendengar tetapi sekarang juga orang kafir. Dan kita mengerti
bahwa Injil tentang keselamatan dihargai, karena itu dikatakan.

--------------------------------------
1. Bullinger al. 379.

2. “kai---kai”, artinya tidak “dan-dan”, melainkan “dari satu segi ----dari lain segi:/ “dari satu
pihak---- dari pihak yang lain” / “baik ---- maupun”. Bl.D. 444.3

3. “ho estin arrabon tes kleronomias” : Yang menjadi jaminan bagi warisan kita, “eis
apolutrosin” : untuk penebusan. “tes peripoieseos” : milik. Milik dalam arti ini dalam PL
dipakai untuk bangsa israel yang adalah milik Allah. disini milik atau bangsa milik dipakai
untuk orang kafir. Dia adalah jaminan untuk warisan kita, sampai penenbusan (bangsa)
milik(Nya), untuk mendatangkan puji bagi kemuliaanNya.

19
4. J.R.W. Stott, Ephesians, al. 45.

Firman kebenaran. Itu memang harus menjadi sikap kitapun terhadapa firman Allah. dan kita
melihat sekali lagi bagaimana tujuan jelas disini, Injil yang dititikberatkan dan itu tidak Injill
apa saja tetapi “Injil tentang keselamatan”. Itu cukup jelas menunju tujuan paulus.
Tetapi Injil ini tidak usah kalau tidak diberi kepada orang, oleh karena itu paulus
mengikutsertakansatu kata “ Injil tentang keselamatan kamu”.

Tidak hanya disini yang memakai mendengarkan dan percaya bersama-sama. Hal ini
memang dititikberatkan dalam Rom. 10:11-18. kita p[ercaya karena kita mendengarkan Firman
Tuhan. Tidak mungkin orang menjadi percaya sebelum mendengarkan Injil Yesus. Disini kita
melihat bagaimana Allah mulai mendekati manusia dengan Injil lalu manusia menjadi percaya.
Itu kuasa Firman Tuhan.

Bagaimana kita dapat Roh Kudus. Hal ini dijelaskan disini. Kita dapat Roh Kudus
kalau kita menjadi percaya. Kata percaya disini adalah “ Pisteu-antes”, yaitu Aorist partisipp.
Itu satu aorist yang ingresid, yaitu berbicara tentang permulaan kepercayaan. Kalau
diterjemahkan “dalam Dia kamu juga dimateraikan dengan Roh Kudus, ketika kamu menjadi
percaya,” itu lebih tepat. Disini kita melihat bahwa menjadi percaya dan penerimaan Roh
Kudus itulah sama. Hal ini juga jelas dari kalimata yang berikut (1:14a).
“ Arrabon” (B.Y.) berarti jaminan yang diberi kalau satu barang di pesan. Maksudnya
bahwa kalau barang diberi, seluruhnya akan dilunaskan. Uang muka itu adalah “ arrabon”.
Satu janji bisnis diikuti oleh jaminan begitu sebagai tanda bahwa ini sungguh –sungguh akan
terjadi. Disini jaminan mempunyai isi yaitu “ jaminan warisan (bagian yang dijanjikan kepada)
kita “ (down payyment of our inheritance). Kita disini melihat bahwa jaminan itu ada tentang “
kleronomias”atau warisan ( bagian), yaitu keselamatan.
Sebelum bagian ini diakhiri sebagaimana ayat 6 dan 12, kita mendengar tentang milik
Allah. kita mau menterjemahkan : “ penebusan milik Allah”. kata milik disini satu kata yang
berkaitan dengan bangsa Allah. dalam Perjanjian Baru kata ini dipakai untuk bangsa milik
Allah yang baru, yaitu jemaat Allah. Apa yang dibicarakan disini adalah keadaan dimateraikan
Roh Kudus sampai penebusan yang terakhir pada waktu Tuhan datang kembali ( di bebaskan
ke sorga). Kita sebagia jemaat adalah milik Allah sampai kita diambil ke sorga.

---------------------------------

1. Menterjemahkan yang lama memakai kata warisan, yang baru tidak.

2. Lenski, al. 385.

3. Begitu Bruce, the epistle to the col to phil. And Ef. Al. 267, Lenski, al. 386

20
4. I pet.. 2:9, Kis.Ras. 20:28

Ef . 1:15-23

3.2.2 . DOA PAULUS UNTUK JEMAAT DI EFESUS 1:15-23

Seperti doksologi yang tadi juga doa ini adalah satu kalimat. Dan doa ini mempunyai
dua tema , yaitu doa yang sesungguhnya untuk jemaat di efesus , dan kemudian kesaksian
tentang kristus. Kita akan melihat bagaimana paulus berdoa untuk kebaikan jemaat
diefesus.untuk berbagai doa ini sulit tetapi kita bagai dalam bagian yang ada dalam bagian
alkitab bahasa indonesia , walaupun ini satu keseluruhan.

3.2.2.1 KEGEMBIRAN DAN DOA 1:15-17

Karena itu,setelah aku mendengar tentang imanmu dalamTtuhan yesus dan tentang
kasihmu terhadap semua orang kudus , akupun tidak berhenti mengucapkan syukur karenamu
dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita yesus
kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepada kamu Roh hikmat dan wahyu
untuk mengenal dia dengan benar

Kita bisa melihat kegembiraan rasul Paulus dalam bagian ini. Dia telah menerima berita
sukactira, yaitu tentang iman dan kasih yang ada dalam jemaat di Efesus. Dalam ayat-ayat ini
sebenarnya Paulus juga menyaksikan kesetiaanNya dalam doa, yaitu saya selalu mengingat
kamu dalam doaku. Kita melihat langsung ke dalam satu hati yang sering berdoa, tetapi itu
bukan pokok dari kalimat ini. Paulus sebenarnya menyaksikan kegembiraan, karena dia bilang
dia tidak berhenti mengucapkan syukur. Dan ini kita sesuatu yang menarik dalam diri Paulus
bahwa dia sungguh bergembira dengan kemajuan jemaatnya.
Ada satu kesulitan dalam ayat ini. Itu bahwa paulus berdoa supaya orang di Efesus
untuk menerima roh hikmat dan wahyu. Kita harus mengakui bahwa ada satu kemungkinan
disini bahwa maksud paulus adalah Roh Kudus. Tetapi hal ini tidak sesuai dengan kalimat
berikut. Hal ini sedikit kurang jelas karena dalam bahasa Indonesia ada titik di sini. Tetapi
dalam bahasa aslinya jelas bahwa ayat 18 adalah satu aposisi untuk ayat 17. itu berarti bahwa
“diberi (Allah) roh hikmat dan wahyu” sama dengan “(Allah) menerangkan mata hari kita”.
Waktu disini tidak berarti kita diajar oleh Allah, yaitu sama dengan hikmat.
Hal ini didorong oleh Kol. 1:9, “ kami meminta supaya kamu menerima segala hikmat
dan pengertian yang benar, unutk mengetahui hikmatTuhan dengan sempurna, ---“. Kita
melihat bahwa itu juga berikut pendengaran tentang situasi si Kolose. Berarti cukup dekat. Kita
juga memperhatikan bahwa kata Roh di sini tidak ambil kata sandang, satu hal yang
mendorong pandangan kita.
Dari apa yang berikut kita melihat bahwa justru hikmat,
---------------------------

21
1. Hendriksen al. 97 argumentasinya bahwa hanya Roh Kudus yang bisa memberi wahyu.
Pengertian dia tentang penerimaan Roh yang kedua kali ada bahwa yang sudah ada harus
dikuatkan.

2. Begitu Lensi, al. 393, Bruce al. 269.


Ef. 1:15-23

Berarti pengertian , dan justru memfokuskan Kristus.

3.2.2.2. KEKAYAAN KITA 1:18-19

Dan supaua ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan
apakah yang terkandung dalam panggilanNya : betapa kayanya kemuliaan bagian yang
ditentukanNya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasnya bagi kita yang percaya
sesusai dengan kekuatan kuasaNya.

Sebenarnya mata yang salam akusatif di sini, itu menggantikan roh dalam ayat
sebelumnya (juga akusatif). Dua-duanya menerangkan “kamu” dalam ayat 17. kita mengerti
bahwa Paulus berdoa supaya orang Efesus lebih dalam mengenal. Dan apa yang mereka akan
lebih dalam mengenal dibuka dalam tiga pertanyaan. “from the hope ini our hearts Paul looks
up to the object of that hope, the heavenly inheritance, and then looks still farther to the divine
power which guarantee this inheritance for us.”

3.2.2.3. ALLAH DAN KERJANYA DALAM KRISTUS 1:20-23

yang dikerjakanNya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang
mati dan mendudukan Dia di sebelah kananNya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala
pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat di
sebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala
sesuatu diletakanNya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikanNya kepada jemaat
sebagai kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuhNya, yaitu kepenuhan Dia,
yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Bagian sebelumnya mengakhiri dengan kuasa Allah yang bekerja di dalam orang
kudus, yaitu jemaat Allah. dan justru kuasa ini yang diperdalam kemudian. Yang pertama itu
kuasa kebangkitan Kristus. Kita melihat bahwa apa yang penting untuk paulus dalam doa dia,
itu apa yang Allah kerjakan.
Kita mau memfokuskan kepada doa ini. Karena kita melihat bahwa walaupun paulus
berdoa untuk orang lain, doa dia berisi kemuliaan Allah. tetapi tidak hanya dalam kata-kata
yang bersifat umum. Ada sebabnya dia mau meninggikan Allah, yaitu karena kebangkitan
Kristus, kuasa dan kedudukan Kristus dan bagaimana Kristus adalah yang mempersatukan
jemaatnya sebagai kepalanya.
Dari ayat 21-22 kita melihat kemuliaan Kristus yang diatas segala sesuatu, tidak hanya
di dunia ini (bandingkan Luk. 4:6-8) tetapi di dalam dunia yang akan datang. Itu kedudukan
Allah sendiri.

22
-----------------------------------

1. Lenski al. 396, dari pengharapan dalam hati kita paulus melihat kepada apa yang kita harap,
yaitu warisan kita di soraga dan kemudian kepada kuasa Allah yang membuat warisan ini pasti.

Ef. 2:1-10

3.3. SATU BADAN DENGAN YESUS SEBAGAI KEPALA

3.3.1. DISELAMATKAN OLEH ANUGERAH MELALUI IMAN 2:1-10

Seperti bagian-bagian sebelumnya bagian inipun terdiri dari satu kalimat (2:1-10).
Bagian ini mulai dengan menjelaskan tentang keadaan manusia tanpa Yesus. Sebenarnya
“kamu” dalam ayat satu mulai satu kalimat yang diteruskan dalam ayat 5. kalimat ini mulai
dengan “dan kamu” lalu adalah satu aposissi yang panjang, “yang dahulu sudah---“. Dalam
kalimat-kalimat berikut ada banyak partisip. Sebenarnya seluruh 1-3 menjelaskan kata “kamu”.
Lalu permulaan ayat satu diuangi dalam ayat lima untuk meneruskan pikiran Paulus.
Kita melihat bagaimana paulus menjelaskan latar belakang orang kafir dan orang
Yahudi. Lalu dia terus untujk menjelaskan keselamatan. Dalam bagian selanjutnya kita akan
melihat bagaiman paulus menitiberatkan keselamatan melalui iman.

3.3.1.1. ORANG YANG SEHARUSNYA DIMURKAI

1) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.


Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karean kami menaati
penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang bekerja diantara orang-orang durhaka.
Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam
hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Paa dasarnya
kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sam seperti mereka yang lain.

1) Kita melihat bagaimana paulus menggambarkan latar belakang manusia disini.


Seperti di katakan di atas seluruh perikop 1-3 adalah satu aposissi bagi “kamu”. Paulus
sekarang menjelaskan tentang keadaan orang Efesus dulu. Dia memakai partisip dari “adalah”
(eimi) dalam waktu sekarang. Itu berarti bahwa dia menjelaskan tentang sesuatu keadaan
(duratif) dan tidak salah satu peristiwa. Hal ini didukung oleh dua kata yang berikut yang
dalam jumlah banyak : pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa. Dua kata ini dipakai secara
umum disini, tidak untuk dua macam dosa tetapi untuk menjelaskan keadaan kita (doa
berjumlah banyak).
Dan oleh karena dosa kamu adalah mati (duratif, terus menerus). Seperti dalam kejadia
dosa dan kematian dihubungi : sebab pada hari engkau memakannya pasti engkau akan mati”
(Kej. 2:17). Dosa Adam, memang membawa kematian kepada Adam dan anak-anaknya. Adam
memang meninggal dan menjadi tanah kembali. Tetapi tidak hanya itu hasil dosa Adam adalah
kematian rohani. Dalam ayat ini kita melihat bagaimana : “kamu sudah mati oleh karena dosa
----“.

--------------------------

23
1. Kata demi kata : “dan kamu yang dahulu mati -----“

2. Melihat al. 16-17

Ef. 2: 1-10

Dosa dan pelanggaran adalah datif yang memberi sebabnya. Kita mati oleh karena dosa kita.
“mati” disini adalah persiapan untuk apa yang berikut. Kita akan “dihidupkan” kembali
(2:5). Hal ini dihubungkan dengan Yesus, dalam Kol. 2:13 paulus juga berbicara tentang
kematian rohani : “kamu juga, meskipun dulu mati oleh pelanggaran -------, dihidupkan oleh
Allah bersama dia. “ kematian mempunyai tida fase dalam Firman Tuhan, yaitu kematian
rohani, kematian jasmani, kematian keka dan semua tiga ini adalah hasil dari dosa. Tanpa dosa
manusia tetap di taman Eden.

2) Permulaan ayat ini sedikit sulit untuk menterjemahkan kepada bahasa Indonesia.
Kita melihat bagaimana aposissi ini lebih lebar : “kamuj yang mati karena dosa, “dalam yang
(yaitu dalam dosa) kamu dulu berjalan menurut aion (BY) dunia ini” paulus memakai dua kata
di sini untuk mengucapkan salaj satu hal.
“aion’ itu memang satu periode yang panjang dalam bahasa filsafat / agama. Kata ini
berkaitan dengan ‘aionos’ yaitu kekalan. Paulus berbicara tentang ‘aion’ini dan aion’ yang
akan datang dalam Ef. 1:21. dalam bahasa Indonesia ‘aion’ diterjemahkan dunia di sana. Ada
perbedaan antara dua ‘aion’ ini. Yang akan datang, itu berkaitan dengan kedatangan Tuhan
Yesus dan penciptaan baru. Secara diam-diam ‘aion’ yang akan datang sudah mulai dengan
kedatangan Yesus pertama kali, yang telah menyerahkan diriNya karena dosa-dosa kita, untuk
melepaskan kita dari ‘aion’ (dunia) jahat yang sekarang ini “(Gal. 1:4;bd. Ef. 1:2). Kita melihat
bahwa dari satu segi kita sudah lepas dari ‘aion’ ini. Tetapi dari segi lain kita masih
menungguh pelepasan itu secara terbuka padsa waktu Yesus kembali kedua kali. Karena kalau
Paulus berbicara tentang ‘aion’ yang akan datang itu seperti ‘aion’ itu belum ada (Ef. 1:21).
Kalau Pauus berbicara tentang ‘aion’ ini dihubungkan dengan dosa. Paulus berkata :
jangan kamu menjadi serupa dengan aion (dunia) “ (Rom. 12:2). Evaluasinya jelas kalau dia
katakan : ‘aion’ (dunia) jahat” (Gal. 1:4).

Dunia (‘kosmos houtos’) adalah kata yang kedua dengan arti yang hampir samadengan
aion. Kita sudah melihat dalam banyak tempat aion diterjemahkan dunia dalam Alkitab bahasa
Indonesia. Dua kata ini memang dekat. Istilah ‘aion’ ini melawan istilah ‘aion’ yang akan
datang. Dunia ini melawan kerajaan sorga. Dan dunia ini mempunyai konotasi yang hampir
sama dengan ‘aion’. Tetapi ‘aion’ menitikberatkan waktu yang panjang. Dunia ini
menitikberatkan keadaan dan sistem dunia setelah kematian menguasainya. Kejahatan dunia
sekarang, dan secara khusus manusia yang dalam keadaan jahat.

“to walk ‘in accord with the eon of this world ‘ is to live in a way that harmonize with
the whole age in its poresent corupt and debased order which is due to the fallen state of
mankind and

24
------------------------
1. Lenski, al 407 “causal datif”

Thus contorary to the kingdom of heaven which shall last forever.”

2b) Kalimat yang berikut juga berhubungan dengan kata “berjalan”. Orang Efesus dulu
“berjalan menurut aion dunia ini, menurut penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sedang
bekerja antara orang-orang durhaka. Dan dari penguasa kerajaan angkasa kita langsung
dibawah ke sumbernya yaitu iblis, roh yang bekerja dalam orang durhaka. Orang durhaka
dalam bahasa aslinya ‘tois huois tes apeitheias’. ‘ apeitheias’ artinya bisa dua, yaitu tidak
setia/durhaka, atau tidak percaya. Memang ada hubungan diantara dua arti ini. Karena ketidak
setiaan yang paling besar itulah tidak percaya. Kata ini dari ‘root’ yang sama dengan ‘pistis’ =
percaya.

3) ayat ini bersambung dengan kalimat sebelumnya. Sekarang Paulus ganti subjek
untuk partisip yang berikut. Sekarang subjeknya “kita semua” (tidak lagi kamu ). Termasuk
orang Yahudi, orang Yunani, paulus dan kita ini. Partisip ini artinya hampir sama dengan yang
sebelumnya. Kita menterjemahkan hidup. Kata ini selalu ada penjelasan tentang bagaimana
kita hidup secara praktis. Begitu juga disini : dalam hawa nafsu daging, dan menuruti kehendak
daging dan pikiran kami. “ dalam kalimat ini juga ada istilah-istilah yang penting.

Daging/tubuh (‘sarx’) adalah satu kata dengan pengertian yang luas. Sewaktu-waktu
kata ini berarti daging dari orang atau binatang secara hurufia. Tetapi dalam tulisan paulus kata
ini tidak begitu banyak digunakan dengan arti itu. Sewaktu-waktu ‘sarx’ menggantikan
“manusia” secara selurh. Kalau Paulus menulis : “menurut ukuran manusia tidak banyak orang
yang bijak” (1 Kor.1:26). Dalam bahasa asli itu dikatakan ‘sofoi kata sarx’/ kita melihat bahwa
‘sarx’ diberi pengertia “menurut ukuran manusa”. Dalam ayat tersebut ‘sarz’ mempunyai arti
yang lebar. Itu dalam kalimat ini ‘sarx’ tidak hanya berarti daging, tetapi daging dan akal.
Kita juga bisa memperhatikan bawhas kata sarx mempunyai kata lawan yaitu ‘penuma’
(roh, Rom.8:4). Kata ‘sarx’ sering dipakai oleh paulus dan biasanya dalam arti yang
berhubungan dengan dosa atau manusia yang duniawi. Begitu juga dalam ayat kami. Itu bisa
dikatakan penggunaan sarx dalam sifat etis. “ fles in Paul has

----------------------

1. Lenski, al. 408. untuk berjalan menurut ‘aion’ dunia ini, itulah untuk hidup dalam harmoni
dengan keadaan manusia sekarang yang penuh dengan korupsi dan tidak diatur, sebab manusia
dalam keaadan jatuh dan bertentangan dengan kerajaan sorga yang akan terus sampai
kekekalan.

2. Bauer Arndt Gingerich, al. 81-82

25
3. Ladd, Theology of the new testament, al. 469. daging menurut Paulus adalah istilah dengan
maksud tertentu, yaitu manusia yang jatuh yang berdosa, yang memberontak terhadap Allah.

A distinotive useage it designate man in his falenness, his sinfulness, his and his rebellion to
god. “ itu berarti bahwa ‘sarx’ tidak berbicara tentang badan, tetapi manusia secara keseuruhan
di hadapan Allah yang suci.
“daging dan pikiran” disini tidak berlawanan tetapi berbicara tentang manusia yang
lahiria. Kita melihat bagaimana kalimat ini maju. Dari keinginan daging, kita dibawah kepada
pekerjaan daging dan pikiran, lalu situasi kita semua. Kita adalah anak murka. Anak dari
murka Allah. dibawah murka Allah. dan itu tidak keadaan satu bagian manusia, itu berlaku
untuk semua sebelum dilahirkan kembali. Paulus berbicara tentang kita semua lalu dia
mengakhiri : “seperti juga yang lain”.
Anak murka Allah itulah satu keadaan manusiaa pada waktu kita masuk dunia ini.
Tidak ada satu orang yang tidak dibawah murka Allah pada waktu lahir. “apa yang lahir dari
daging (tes sarx) adalah daging (sarx), tetapi apa yang lahir dari Roh (tou pneumatos) adalah
roh (pneuma) (Yoh. 3:6). Hal ini diucapkan dalam hubungan dengan kelahiran kembali dan
masuk sorga./ kita juga melihat bahwa dalam Ef. 2:3 keadaan kita sebagai anak murka Allah
itu dihubungkan dengan ‘fusis’ yaitu ‘by nature children of the wrath’. Kata yang kita
terjemahkan anak disini adalah ‘tekna’ yang dari ‘tikto’ melahirkan, maksudnya anak. Boleh
dikatakan bahwa itu berarti bahwa kita dilahirkan sebagai anak murka Allah, yang berhak
dihukum kekal. Kita tidak dilahirkan sebagai anak Allah.

3.3.1.2. KEADAAN SEKARANG : SELAMAT 2:4-7

Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasihNya yang besar, yang
dilimpahkanNya kepada kita, setelah menghidupkan kita bersama-sama dengan kristus,
sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita –oleh kasih karunia kamu di
selamatkan dan di dalam Kristus yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan
tempat bersama-sama dengan Dia di Sorga supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukan
kepada kita kekayaan kasih karuniaNya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikanNya
terhadap kita dalam Kristus Yesus.

Dari murka Allah Paulus balik untuk memfokuskan kebaikan Allah. apa yang
dirusakkan dosa itu ditutupi anugerah Allah. kita mati, dimurkai, tetapi kita dihidupkan dan
dikasihi. Paulus sekarang balik dari keadaan sebelum pertobatan kepada keadaan orang
Kristen. Dalam ayat ini dan ayat berikut Paulus mermakai tiga kata yang menjelaskan kebaikan
Allah, yaitu : ‘eleei, agapen, xariti’ (rahmat, kasih, anugerah) dalam kata-kata in

---------------------------
1. Ladd, Theology of the new testament, al. 406. daging menurut paulus adalah istilah dengan
maksud tertentu, yaitu manusia yang jatuh, yang berdosa, yang memberontak terhadap Allah.

26
2. Begitu Lenski, al. 412-413, Bruce, al. 284-285, valen Senstad, Kristus dogmatik al. 200.
melihat juga stott, Ephesians al. 76078, Mazm. 51:7, Ayub 14:4, Rom. 8:7.

Kita bertemu dengan sikap Allah terhadap kita yang seharusnya dimurkai. Kemurahan Tuhan
kita luar biasa.
Bagian ini memberi alasan Dia untuk menolong kita yaitu rahmaatnya dan kasihnya.
Disini kasih Allah dititikberatkan dalam bahasa Yunani kata benda kasih diulangi sebagai kat
kerja., “KasihNya yang Dia mengasihi kita dengan”. Pengulangan kata adalah satu alat bahasa
untuk menitikberatkan sesuatu.
Kasih disini, adalah kasih yang paling luas dan dalam, yaitu kasih Allah kepada
manusia. Sering kalau Alkitab berbicara tentang Yesus yang mati untuk dosa kita, dan Yesus
yang membebaskan kita dari hukuman kekal itu disambung dengan kasih Allah. kata yang
dipakai adalah ‘agape’ atau kasih yang bersifat sempurna (bd. Fileq). Kita melihat kombinasi
ini juga dalam Yoh. 3:13, dan itupun dititikberatkan dalam Ef. 1:5.
Kasih adalah satu hubungan di atnara Allah dan manusia. Sering kata lawannya murka
Allah. kalau kita membaca 1 Kor. 13 kita bertemu tidak hjanya satu hukum taurat yang baru,
melainkan pekerjaan Allah diantara manusia. Allah begitu disamakan dengan kasih bahwa
kasih Allah sewaktu-waktu bisa menggantikan nama Allah. kasih Allah satu ciri khas Allah.
walaupun begitu tidak benar kalau kita mengasingkan murka Allah dari diri Allah. Allah tidak
begitu “baik” bahwa semua dosa tidak diperhatikan. Orang yang tidak percaya akan bertemu
dengan murka Allah dan hukum kekal.
Nanti kita akan bertemu dengan satu gambaran dari kasih Allah dalam Ef. 5:22-33.
Disana kasih Kristus kepada kita digambarkan seperti kasih antara suami istri. Tetapi Yesus
juga menggambarkan kasihNya seperti kasih dari ibu ke anak : “Yerusalem, Yerusalem,---
Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan
anak-anaknya dibawah sayapnya,---“ (Luk. 13:34). Justru dalam kasih Tuhan yang penderitaan.
Karena Tuhan Yesus mengabarkan keturunan dan hukuman Yerusalem dalam saat yang sama.
Kasih memang sebab keselamatan yang paling dalam. Kita diselamatkan oleh karena
kasih Allah, tidak karena kebaikan kita.

Kalau kita membuat pertentangan di antara kasih Allah dan murka Allah, itu tidak
benar. Padahal Alkitab berbicara hal itu sebagai dua ciri khas Allah. kita tidak setuju. Kita
harus memperhatikan bahwa kasih tidak adasatu ember kosong yang kita mengisi menurut
kehendak kita. sebaliknya kasih adalah satu istilah dengan isi. Kita bisa katakan : “kasih”tidak
memurkai, tidak bisa menghukum. Tetapi itu berarti bahwa “kasih” itu lain daripada kasih
Allah. dalam Firman Allah kasih di hubungkan dengan kebenaran, dan keadilan. Hal ini
penting sekali. Kasih tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran (1 Kor.
13:6). Oleh karena itu orang berdosa tidak mungkin di hadirat Tuhan, kecuali mereka
dibenarkan Allah.

Padahal paulus disini mengulangi permulaan ayat satu, dia juga sebelum waktunya
masuk kalimat yang terpenting daam bagian 8-10. itu berarti di dalam ayat ini seluruh perikop
1-10 disambung. Oleh karena itu kita justru harus memperhatikantiga bagian dari ayat ini :

27
a) pada waktu kita dalam keadaan mati oleh kesalahan-kesalahan kita
b) kita dihidupkan aorist) bersama dengan Kristus
c) - Oleh kasih karunia kamu diselamatkan-

5a) Kita melihat bagaimana keselamatan kita digambarkan disini. Ayat 1-3
menggambarkan manusia lahiria yang gelap. Dibawah murka Allah, di kuasai iblis, hidup
dalam hawa nafsu daging tidak ada sesuatu yang tertarikdari gambaran ini. Tidak ada unsur
baik dalam manusia. Baik orang Yunani maupun orang Yahudi hilang. John Stott katakan
dengan tiga kalimat yang singkat : “kita sudah mati, kita sudah sebagai budak (dosa), kita
sudah dihukum.
5b) Lalu apa yang terjadi. Kita dihidupkan bersama dengan Kristus. Kata yang dipakai
disini adalah ‘sun-zoo-peresen’. ‘ sun’ artinya bersama/dengan, zoo artinya hidup, dan poleo
artinya membuat. Paulus sebenarnya berbicara tentang mati dengan Kristus dan di hidupkan
dengan Kristus. Sebenarnyta, kita tidak dalam proses menjadi hidup, tetapi kita dijadikan hidup
pada saat tertentu (aorist). Tema mati dengan Kristus, hidup dengan Kristus sering diucapkan
paulus : “ apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus” (Kol. 2:20). “karena itu,
kalau kamu dibangkitkanbersama dengan Kristus (Kol 3;1). “jadi ketika kita mati dengan dia,
kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia” (Rom. 6:8). F.F. Bruce mengatakan
bahwa kita melalui satu “faith union” dengan Dia meninggal eksistensi yang lama dan
eksistensi yang baru muncul. Kalau kita melihat konteks dalam Kol. 2:11-14 bahwa kematian
dan kebangkitan dalam Kristus itu di gabungkan dengan pembabtisan : “dengan Dia kamu
dikuburkan dalam pembabtisan, dan dalam pembabtisan itu kami dibangkitkan dengan dia oleh
iman kepada kerja kuasa Allah yang membangkitkan Dia dari keadaan mati. Tidak salah kalau
kita katakan bahwa dalam Firman Tuhan hidup: “dengan Dia kamu dikuburkan dalam
pembabtisan, dan dalam pembabtisan itu kami dibangkitkan dengan dia oleh iman kepada kerja
kuasa Allah yang membangkitkan Dia dari keadaan mati. Tidak salah kalau kita katakan bahwa
dalam Firman Tuhan hidup bersama dengan Kristus.
5c) Kalimat teerakhir ini sungguh penting, itu jelas dari pengulangan. Kalimat ini
dimasukkan di luar konteks, dan tidak langsung sambung dengan apa yang sebelum atau
setelahnya. Hal ini

-----------------------------

1. J.R.W. Stott, Ephesians, al. 71,72, 75.

2. F.F. Bruce, the epistel to the Col., to Filem., and to the Efesians, al.285. tetapi kalau kita
membandingkan Rom. 6:8 dengan ayat-ayat sebelumnya kita akan melihat bahwa
konteksnya.disana apa yang terjadi dalam pembabtisan.Roma 6:4, “dengan demikian kita
sudah dikuburkan dengan dia dalam pembabtisan untuk kematian,supaya sama seperti kristus
dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemulian bapa, demikian kita juga akan hidup dalam
hidup yang baru.”

3. kita akan kembali kepada hal ini dalam surat kolese.Tit .3:5, Gal.3:27, yang berbunyi
demikian : “kamu sebagaimana banyak (hosoi) yang sudah dibaptiskan kepada kristus,

28
sudah mengenakan kristus.” (kalau diterjemahkan semua, artinya semua terbatas, hanya
semua mereka yang sudah dibaptiskan).

Cukup menarik perhatian kita terhadap ucapan ini kita memperhatikan bahwa paulus dari
kejelekan kita putar kepada apa yang kita ada dalam Kristus, lalu kita mendengar bagaimana
itu mungkin. Hanya kata anugerah yang bisa menjelaskan hal itu.
Kita juga akan memperhatikan bahwa kata “ kamu” telah diselamatkan “ itu perifrastik
partisip, dan artinya hasil yang tetap dari kejadian yang terjadi dulu (*-----). Kita dalam
keadaan selamat, karena kita sudah diselamatkan baik waktu tertentu dulu

6) Ayat ini meneruskan apa yang dikatakan dalam ayat 5b). kita di hidupkan bersama
dengan Kristus. Dia membangkitkan kita dengan Dia, dan memberi kita tempat bersama-sama
dengan Dia di sorga. Dihidupkan, dibangkitkan dan diberi tempat di sorga (tiga hal). Ini
memang sesuai dengan apa yang dikatakan tentang diri Yesus dalam pengakuan iman. Yesus
bangkit dan duduk di sorga. Tetapi heranlah bahwa di sini tidak Yesus tetapi kita yang
dibicarakan. Kita akan memperhatikan bahwa semua tiga kata kerja : “hidupkan, bangkitkan
dan memberi”, tiga-tiganya ambil “sun” sebagai awalan. Dan ‘sun’ ini berhungan dengan
Kristus. Karena bersama dengan dia kita dibangkitkan dan diberi tempat di sorga. Tiga hal
yang diatas itu memang isi keselamatan, dan sebabnya keselamatan juga tiga : kasih, rahmat
dan anugerah (2:4-5).
Kita tahu bahwa Yesus katakan bahwa kerajaan dia bukan didunia ini (Yoh. 18:36).Di
datang untuk katakan, kerajaan sorga sudah dekat. Kita sebenarnya warga negara sorga :
“kewarganegaraan kita da dalam sorga, dari sana kita juga menantikan Tuhan Yesus Kristus
sebagai Juruslamat” (Fil. 3:20). Ayat ini memang menjelaskan kebenaran bahwa kita sudah
warga negara sorga, tetapi masih menantikan kedatangan Yesus dari sana yang kedua kali,
untuk mengangkat kita.

7) Selanjutnya Paulus menjelaskan tentang kekalan. “Dunia yang akan datang” itu
justru kekalan. Dan di sana kita akan menerima berlimpah-limpah. Paulus menjelaskan bahwa
ini adalah tujuan dari keselamatan. Juga dalam dunia yang baru, kerajaan Allah, semua ada dari
anugerah. Juga ayat ini berhenti dengan ucapan”dalam Dia” (1:1, 2:6). Baik di sini maupun di
ayat sebelumnya itu dikatakan tentang Yesus yang dimuliakan. Itu berarti bahwa kita
memperoleh kekayaan kasih karuniaNya. Dan itu yang dikatakan “kebaikanNya terhadapa
kita.”

3.3.1.3. DISELAMATKAN OLEH ANUGERAH

Sebab kasih karunia kamu di selamatkan oleh iman itu bukan hasil usahamu, tetapi
pemberian Allah. itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri.
Karena ktia ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,
yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya ktia hidup dalamnya.

29
8) kita melihat bahwa paulus di sini mengulangi satu ucapan yang penting sekali. Itu
sudah dijelaskan lewat tiga kata (kasih, rahmat dan kebaikan) yang memperdalam kata
anugerah. Tetapi masih tidak cukup jelas. Oleh karena itu paulus meneruskan mulai dengan
“sebab”. Kali ini kalimatnya lebih panjang.

- oleh anugerah kamu di selamatkan


- sebab oleh anugerah kamu diselamatkan oleh iman.

Kita melihat bahwa dasarnya itulah anugerah. Pengucapan dasar itu kalimat yang
pertama. Anugerah ini memang diterima dalam iman. Tetapi itu tidak berarti bahwa iman
adalah usaha kita. “one oftehn meet careless statements such as : “ Grace is Gods part, faith is
ours’. “ jelas sekali daam Alkitab bahwa kita tidak menciptakan iman kita. juga dalam hal
percaya kepada orang lain hal ini berlaku. Sayang tidak membuat saya percaya kepada orang
lain. Kalau saya percaya kepada seseorang, itu karena apa yang dia buat terhadap saya.
Pekerjaan dia menciptakan kepercayaan saya dalam dia. Begitu juga dengan Tuhan. Iman
adalah hasil pendengaran Firman Tuhan : “ jadi iman timbul dari pendengaran “ (Rom. 10 :17).
Kepercayaan atau iman (‘pistos, pisteuo) memang satu istilah yang dititikberatkan
Paulus. Tetapi kata ‘iman’ tidak berdiri sendiri. Juga melihat bahwa objek kepercayaan itulah
Kristus : “the object of faith means acceptance of this work of God in Christ. “ Anugerah
Tuhan tidak bisa dipisahkan dari iman/kepercayaan. Kita melihat bahwa Paulus memanggil
orang Kristen dengan nama : orang percaya atau orang beriman.” (Rom. 1:16, 3:22, 4:11). Dan
Paulus juga berbicara tentang ini. Injil juga bisa melihat bagaimana Yesus yang mati dan
bangkit adalah isi kepercayaan dalam jemaat yang pertama (1 Kor. 15: 1-11). Sebenarnya
Alkitab tidak berbicara tentagn iman yang dipisahkan dari anugerah. “ Grace and faith is
always corelative”

8b) Dan kalau apa yang dikatakan tidak cukupm paulus melanjutkan : “itu bukan hasil
usahamu, tetapi pemberian Allah” “itu” disini tidak berarti iman. “itu” disini mempunyai
refrensi kepada seluruh kalimat, yaitu keselamatan, iman dan anugerah. Kita pikir ini benar
karena “iman” adalah kata benda feminim, dan ada usaha kita, melainkan anugerah Tuhan
100%.

------------------------------

1. Lenski, al. 422, disetujui oleh : Bruce, al. 289-290 , Hendriksen, al. 121-125, Stott, al.83

2. Ladd, Theology of the new testament al. 449


3. Guthrine, New Testament Theology, al. 591
4. Lenski, al. 423

30
5. Begitu Hendriksen, al. 124-125
6. Begitu : Lenski, al. 422, juga Stott al. 83

Ef. 2:1-10
‘ theou ton doron’ pemberian Allah. kita melihat bagaimana Allah ditaruh di muka
untuk dititkberatkan. Kalimat ini sangar saingkat. Tidak ada kata kedrja hanya ada dua kata.
Genetif ini adalah genetif subjek atau sumber. Allah adalah sumber untuk pemberian itu.

9) Dan selanjutnya paulus menitikberatkan bahwa pekerjaan kita tidak menolong. “


tidak dari pekerjaan.” Hal ini melanjutkan kalimat “ itu bukan hasil usahamu (itu bukan dari
kamu)”. Tetapi sebenarnya hubungan dengan “pemberian Allah” juga cukup dekat. Karena
pekerjaan berhasil dan pemberian menerima, pekerjaan dan pemberian itulan kata lawan.
Keselamatan dengan sumber dalam diri kita, dan keselamatan yang didasarkan anugerah
berlawan.
Bermegah tidak mungkin terhadap Tuhan. Kalau kita diselamatkandidasarkan
pekerjaan, kerohanian kita yang kuat dan bagus, itulah sesuatu yang kita bisa bermegah. Tetapi
dalam Kristus bermegah tidak mungkin. Kita tidak memberi kontribusi apapun kepada
keselamatan kita. “ supaya tidak ada orang yang bermegah. “ itu karena Allah menyelamatkan
kita.

10) setelah paulus mengucapkan ini, dia juga menjelaskan tentang pekerjaan kita. dan
justru dalam menjelaskan hal ini dia mengitikberatkan bahwa kita diciptakan kembali. Yaitu
keselamatan kita digambarkan sebagai penciptaan baru.lain tempat dipakai kata dilahirkan
kembali/lahir baru.kita diciptakan kembali dalam kristus (bd.11. kor. 5:17).
Kita memang diciptakan baru untuk pekerjaan yang baik, untuk berbuah. Orang yang
belum diciptakan kembali tidak bisa berbuah. Tetapi mereka yang diciptakan, mereka
diciptakan supaya berbuah. Dan buah-buah itu dipersiapkan Allah. itu tidak berarti bahwa kita
setelah bertobat mampu untuk melakukan pekerjaan yang baik dari diri kita sendiri. Sebaliknya
kita tidak mampu berbuat baik. Kita melihat bahwa semua pekerjaan baik itu hasil dari kuasa
keselamatan Allah. kita tidak melakukan pekerjaan baik supaya diselamatkan, tetapi oleh
karena kita sudah dalam keadaan selamat.
Apa itu pekerjaan yang baik? Tidak apa yang manusia fikir baik, tetapi apa yang baik
menurut Allah. dan hanya apa yang sungguh adalah buah yang timbul dari pohon anggur itulah
buah yang baik. Dengan lain kata semua sudah disiapkan, untuk kita berjalan dalamnya. Dan
semua hanya untuk kemulian Tuhan (soli deo gloria), hanya dari kepercayaan (sola fide).
Kesimpulan yang kita tarik dari bagian firman Tuhan ini itulah bahwa orang tidak bisa
diselamatkan melalui pekerjaan atau sesuatu yang dari dirinya. Oleh anugerah lewat iman kita
disellamatkan oleh hukum. Hukum tidak menolong orang lebih dekat Tuhan. Hukum
mendorong kita kepada anugerah Tuhan. Oleh anugerah kita diselamatkan. Kita menyaksikkan
bahwa paulus selalu dalam suratnyamemberitakan Injil, biasanya dulu. Dia juga menceritakan

31
keadaan manusia yang belum bertobat, orang berdosa. Lalu atas dasar keselamatan dari doa
oleh iman dia memberi peringatan kepada jemaat-jemaat tentag hidup orang Kristen.

3.3.2. KESATUAN ORANG ISRAEL DAN ORANG KAFIR DI DALAM TUHAN


3.3.2.1. Keadaan dahulu sebelum di selamatkan 2:11-12

karena itu ingatlan bahwa dahulu kamu-sebagai orang-orang bukan Yahudi


menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan
dirinya “sunat” yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, - 12 bahwa
waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewarganegaraan Israel dan tidak
mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tampa pengharapan dan
tanpa Allah dalam dunia”.

11) apa yang dimaksudkan sebeumnya sekarang dikatakan dengan jelas. Di sini kita
bertemu dengan “kamu” yaitu orang kafir. Dan pauus memfokuskan satu hal : mereka tidak di
sunat. Tetapi selanjutnya dia bandingkan orang kafir dengan orang Yahudi yang disunat.
Dalam perbandingan itu kita mengerti bahwa paulus tidak terlalu di titikberatkan bahwa orang
Yahudi di sunat. Itu sebenarnya tidak ada arti lagi untuk orang Yahudi, selain mereka rasa
lebih baik daripada orang lain. Itu dikatakan disunat dalam daging dengan tangan manusia.
Kita hampir melihat dibelakang ini Perjanjian baru dan ucapan tentang disunat dalam hati
secara rohani. Sebenarnya keadaan orang Yahudi, yang kita melihat dibelakang ucapan ini,
sama jeleknya seperti ornag kafir. Waaupun begitu benar apa yang dikatakan dalam ayat yang
kemudian tentang orang kafir.

12) mereka adalah orang yang di luar perjanjian lama, yang tidak mempunyai harapan
di hadapan Tuhan. Sebenarnya isi ayat ini dekat dengan apa yang dikatakan dalam 2:1-3,
perbedaannya memang bahwa orang kafir tidak hanya di luar perjanjian itu, mereka tidak
mempunyai harapan. Mereka tidak menunggu satu Juruslamat, satu Messias. Mereka tanpa
harapan sama sekali. Hal ini adalah satu peringatan bagi kita, karena masih ada banyak orang
demikian dalam dunia ini. Tanpa Allah dan tanpa harapan.

3.3.2.2. Keadaan sekarang di selamatkan 2:3-22

Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ‘tahu’ sudah menjadi
‘dekat’ oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersaatukan
dua pihak dan telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan matinya
sebagai manusia Ia telahj membatalkan Hukum Taurat dengan segala perintah dan
ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru dalam diriNya, dan
dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, dalam satu
tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Ia datang

32
untuk memberikan damai sejahtera kepada kamu yang ‘tahu’ dan damai sejahtera kepada
mereka yang ‘dekat’ karena oleh Dia kita kedua pihak dallam satu Aroh beroleh jalan masuk
kepada Bapa.

Kita melihat bahwa Paulus mengganti dahulu ayat 12 menjadi sekarang dalam ayat ini.
Keadaan yang dulu tanpa harapan sekarang lain, kita melihat bahwa orang Efesus di
selamatkan melalui DARAH KRISTUS. Itu sebenarnya keselamatan. Kalau ada orang yang
berbicara tentang keselamatan yang tidak terhubung dengan darah Yesus, itu bukan
keselamatan tetapi sesuatu yang lain. Darah itu memberi keselamatan lewat kepercayaan.
Darah di sini berhubungan dengan ‘daging Dia’ (ay. 15) dan Kayu Salib (ay. 16). Darah
Kristus lebioh konkret berbicara tentang inkarnasi Kristus daripada kematian Kristus. Oleh
karena itu banyak, orang yang tidak suka dengan kata “darah Kristus”, terutama kaum
rasionalistis. Karena darah Kristus berhubungan dengan dosa kita, dan penebusan dan
pengampunan dosa tidak mungkin tanpa darah (Ib. 9:22)

Dalam dua ayat ini kita bertemua dengan satu ucapan yang mengherankan : sebab
dengan matinya sebagai manusia Ia teah membatalkan Hukum Taurat dengan segala perintah
dan ketentuannya. Bagaimana kita bisa mengerti kalimat ini sebenarnya Yesus mengatakan
sebaliknya dalam Mt.5:17 janganlah kamu menyangka , bahwa Aku datang untuk meniadakan
Hukum Taurat, ----, melainkan untuk menggenapinya. Dua-dua ucapan ini membuat hubungan
yang erat diantara hidup Tuhan Yesus dan penggenapan/penutupan Hukum Taurat. Bagaimana
maksud ini, secara hurufia atau-------?
Untuk datang dengan arti yang tepat kita harus membaca dalam konteks. Itu satu hal
yang penting. Yang kitu-iktu kalau satu kalimat ditarik dari konteksnya.
Yang kita harus memperhatikan di sini bshwa secara konkret seluruh Hukum Taurat
dibatalkan :

‘ton nomon ton entolon en dogmasin katargeses’ Hukum Taurat perintah dalam
peraturan membatalkan

Saya rasa bahwa Bruce tepat kalau dia menghubungkan kalimat ini dengan Rom. 6:6: “
manusia lama kita telah turut disalibkan. “ karena dalam konteks kita dibicarakan “manusia
baru” hubungan disini adalah kematian Kristus (darah/salib/kematian. Sebagai manusia). Dan
justru dengan Krists tubuh kita yang lama mati. Itu berarti bahwa kita tidak lagi ada di bawah
hukum taurat tetapi dibawah anugerah (Rom. 6:14). Hukum sebagai jalan keselamatan sudah
dibatalkan, karena sebenarnya tidak mungkin. Dan justru hal ini yang menggabungkan dan
memperasutakn orang Yahudi dengan orang kafir. Kita semua lewatr jalan diciptakan baru
lewat anugerah dan kepercayaan.
Tembok yang memisahkan orang yahudi dan orang kafir itulah Hukum Taurat. Tetapi
sekarang mereka telah mati terhadap hukum dalam Tubuh Yesus. Itu berarti bahwa alasan
perpisahan itu tidak ada lagi. Karena dalam Kristus Hukum Taurat digenapi.
Kalau kita bandingkan dengan surat Kolose kita melihat bahwa Paulus juga disana
berbicara tentang : disunat/tidak disunat. Selanjutnya dia berbicara peraturan makan, minum
seterusnya yang dibatalkan. Dari segi praktis peraturan itu memang berhenti

33
--------------------------------

1. Lenski, al. 437.

2. Bruce, al. 300

Dengan Kristus, korban tidak perlu lagi, karena tidak ada korban untuk dosa selain dari
darah Kristus. Dan kalau orang Yahudi akan hidup bersama orang kafir dalam jemaat
Perjanjian Baru, mereka harus meninggalkan semua peraturan tentang makan dll.
Hal ini tidak berarti bahwa bagian Hukum Taurat tidak benar. Kala kitamau
tahu hubungan ini leboh dalam kita membaca Ro. 7:7-8:15.

Ayat 18 menceritakan satu keadaan yang luar biasa. Kita tidak hanya dekat
Allah. kita beroleh jalan untuk masuk ke Allah Bapa. Dan sini tidak ada permusuhan
antara orang Yahudi dan orang kafir yang dibicarakan, tetapi permusuhan antara Allah
dengan manusia. Itu memang jelas dari hubungan dengan kayu salib. Oleh karena kita
semua satu tubuh sebagai jemaat dalam Kristus, kita juga dipersatukan. Dalam satu roh,
yaitu Roh Kudus.

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan
sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun
diatas dasar para rasul dan para nabi, dengan Yesus kristus sebagai penjuru. Di dalam
Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi Bait Allah yang kudus, di dalam
Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di
dalam Roh.

Di sini jemaat Kristus di ceritakan sebagai satu bangunan yang di dasarkan


Kristus, dan juga nabi-nabi dan rasul-rasul. Hal ini memang dua dasar jemaat, yaitu
Yesus Kristus dan Firman Tuhan. Nabi-nabi berarti Perjanjian Lama dan Rasul-rasul
berarti Perjanjian Baru. Dan tidak hanya satu bangunan tetapi Bait Allah, dan tidak
hanya seluruh daerah bait Allah tetapijustru gedung Bait Allah dengan dua kamar tempat
suci dan tempat maha suci (‘naos’ dan tidak ‘hieron’).
Hal ini memang ajaib, dan menjelaskan bagaimana tinggi kedudukan kita
sebagai orang Kristen dan orang percaya. Kita adalah dalam keluarga anak sebagai anak
angkat.

34
----------------------------

1. Lenski, al. 450-455. Lenski mengevaluasi kalau itu bisa berarti nabi-nabi dari PB atau
PL. kami setuju dengan evaluasi dia.

3.4. RASUL ORANG KAFIR DAN DOA UNTUK ORANG KAFIR 3:1-21
3.4.1. Rasul untuk orang kafir 3:1-12

Itu sebabnya aku ini, Paulus, orang yang di penjarakan karena Kristus Yesus untuk
kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah- memang kamu telah mendengar tentang
tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,
yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah ku
tulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari
padanya pengertianku akan rahasia Kristus, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu
tidak diberitakan sepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam
Roh keapda Rasul-rasul dan nabi-nabiNya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan
Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan
peserta dalam Injil yang diberikan dalam Kristus Yesus. Dari Injil itu aku teah menjadi
pelayanannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku
sesuai dengan pengerjaan kuasaNya.

Ayat 1-7 seperti bagian sebelumnya merupakan satu kalimat yang panjang. Ayat 8-
12 yang berikut juga merupakan satu kalimat. Dan kalimat itu berfungsi sebagai aposisi
untuk bagian sebelumnya.

1) kalimat ini sebenarnya tidak diselesaikan dalam ayat-ayat ini, tetapi diulangi
dalam ayat 13. itu berarti bahwa apa yang dikatakan dalam ayat 2-12 merupakan satu
parentheses. Tetapi itu tidak berarti bahwa itu kurang penting. Di sini kita dulu dapat satu
gambar dari paulus sendiri. Kita melihat bahwa paulus mengatakan bahwa dia adalah
orang tahanan oleh karena orang kafir. Di sini kata ‘ethnos’ dipakai dan maksudnya tidak
orang yang tidak percaya. Kata lawan ‘ethnos bukan orang percaya ‘pistos’ melainkan
orang Yahudi ‘Loudaios’. Itu berarti bahwa terjemahan lama benar kalau dikatakan ‘kamu
orang kafir’. Kita juga bisa menterjemahkan ‘ orang tidak Yahudi’.
Mengapa dikatakan bawha paulus adalah orang tahanan oleh karena orang kafir.
Kalau kita evaluasi hidup paulus sampai saat dia tiba di Roma, justru orang kafir yang
menjadi ladang pelayanan dia. Tetapi tidak hanya itu. Kita juga bisa melihat bagaimana
orang Yahudi tidak mau menerima justru hal itu dalam pelayanan paulus. Justru hal itu
yang membuat orang Yahudi menyiksa dia di Yerusalem sebelum dia ditangkap: “tetapi
kata Tuhan kepadaku : ‘ pergilah, sebab aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepda
orang kafir’ (etnos). Rakyat mendengarkan pauluis sampai perkataan ini, tetapi sesudah
itu, mereka mulaiu berteriak, katanya: “enyahkan orang ini dari muka bumi! Ia tidak layak
hidup! (Kis. Ras 22:21-22). Kita melihat bahwa justru hal “orang kafir” yang membuat

35
orang Yahudi mau membunuh dia (Kis.Ras. 21:27-30) Justru mis Paulus untuk menginjili
orang kafir yang tidak diterima oleh orang yahudi dan membuat dia masuk penjara dan
pada akhirnya dibawah ke Roma.

-----------------------
1. “kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah” menterjemahkan kata ‘ethnon’ yang
berarti “ orang kafir”, orang bukan Yahudi.

Tetapi Paulus dikatakan salah satu tahanan, tetapi tahanan yesus Kristus. Dia
dalam pengajaran oleh karena nama yesus dan panggilan dia untuk melayani.

2) “jikaau kamu memang mendengar tentang”. Dengan kata ini Paulus sedikit
membelok dari apa yang dia mau katakan kemudian. Introduksi ini berarti bahwa sebagian
dari pendengar-pendengar surat ini belum bertremu dengan Paulus. Memang beberapa
tahun sudah berlalu seteah dia melayani
Apa yang mereka dengarkan itulah tentang the stewardship of God’s grace that
was given to me for you” (tugas penyelenggaraan anugerah Allah). dan apa yang
dikatakan “stewardship” disini (oikonomian) itu dengan refrensi kepada aktivitas paulus.
Bagaimana Paulus menjalankan tugas itu. Satu tugas yang paulus berikan untuk orang
lain, yaitu orang kafir.

3) Dalam ayat-ayat ini paulus menitikberatkan dirinya sendiri. Dia berbicra


tentang pengalaman dia dengan Tuhan. Kita melihat bawha dalam ayat 1,2,3,4, dan 7 kita
ketemua kata “aku”. Dan disini dia berbicara bukan tentang rahasia yang dia terima dari
orang lain, tetapi rahasia yang dia terima dari Tuhan Yesus. “Rahasia” ( musterion) yang
dibicarakan di sini itu bukan sesuatu yang masih tertutup bagi orang, melainkan sesuatu
yang tidak bisa orang tahu kalau Tuhan belum memberi wahyu tentang itu. Justru oleh
kaena itu rahasia Yesus dulu ditutup untuk manusia (ay.5).
Apa isi dari “rahasia” itu, yang dibicarakan secara singkat sebelumnya. Apakah
itu satu surat yang lain? Tetapi tidak seharusnya begitu. Kalau kita melihat kemudian,
justru isi rahasia ini yang dibicarakan dalam ayat enam. Rahasia yesus itulah keselamatan
daam kristus, yang berlaku tidak hanya untuk orang Yahudi tetapi juga untuk orang kafir.
Hal ini memang ada secara singkat sebelumnya dalam surat ini (2:11-22; 1:9-10)

Arti dari istilah “rahasia yesus” memang mempunyai beberapa kemungkinan.


Genitif dari nama Yesus yang dipakai di sini artinya bukan milik, rahasia yang Yesus
miliki, tetapi rahasia tentang Yesus dan dari Yesus. “ the misteri of which Christ is both
the source and the substance”

---------------------

1. ada orang yang mempersoalkan siapa menulis surat ini oleh karena kalimat ini. Mereka pikir
bahwa paulus yang dua tahun melayani di Efesus tidak akan mengatakan “jikalau” tetapi “
seperti saudara sudah tahu” tetapi itu tidak benar karena ‘ei ge’ tidak begitu membuat satu

36
kondisi. Sewaktu-waktu arti jakalau oleh karena “jikalau (=oleh karena) kita tidak tahu kapan
kita akan meninggal, kita harus siap sekarang, (Hendriksen, al. 152; B.A.G. al. 151, 3a).

2. RSV, Revised Standar Version.

Kalau kita merasa bahwa paulus terlalu memperhatikan diri sendiri di sini, mungkiin kita
mengubungkan ayat-ayat ini dengan ayat delapan. Paulus tidak memfokuskan dirinya, tetapi
wahyunya. Apa yang Tuhan sudah buka untuk dia tentang pekerjaan Allah. itupun yang
dibicarakan dalam surat yang lain (2 Kor. 12). Kalau Paulus bermegah dia selalu kembali
kepada kelemahan yang dia punyai sendiri. Sebagai rasul dia berbicara dengan otoritas yang
besar karena dia dipanggil untuk itu.

5) Paulus sendiri tidak penting, tetapi apa yang dibuka untuk dia, itu penting. Dan itu di
fokuskan. Karena itu tidak diketahui “anak-anak manusia” dari dulu. Lawan kata untuk anak-
anak manusia, itu bukan nabi-nabi dan rasul-rasul, tetapi bangsa Yahudi. Kemungkinan juga
bahwa artinya sama dengan seluruh umat manusia. Apa maksud dengan ucapan bahwa “itu
tidak diketahui” hal ini tidak berlawanan dengan keselamatan sebagai penggenapan Perjanjian
Lama. Itu sudah diajar dengan jelas dalam selurh Perjanjian Baru. Itu perjanjian kepada
Abraham sebelumnya (Gal. 3:8). Justru dalam Messias ada harapan untuk orang kafir yang
percaya (Rom. 15:8-12).
Tetapi itu tidak berarti bahwa paulus tidak bisa berbicara tentang sat rahasia yang dulu
terlindung (Rom. 16:25). Begitu dia juga berbicara tentang “rahasia yang sudah tersembunyi
berzaman-zaman dan turun-temurun” (Kol. 1:25-27). Mungkin kalau kita pikir tentang
pertentangan antara orang Yahudi dan orang Kristen, tidak aneh itu dikatakan belum terbuka.
Sama saja dengan orang kafir. Mereka juga tidak sesungghnya tahu. Apa lagi kalau Rasul
Peterpan perlu diajar dalam hal ini dua kali (Kis. Ras. 10:11; Gal. 2:11-16).
Dalam hal ini Hendriksen benar kalau dia katakan : “ not made known to men as-
meaning’ as clearly as’ – it has now been revealed by the spirit”
Dan justru rasul-rasul dan nabi-nabi yang dalam perjanjian baru membuka hal ini untuk
orang Yahudi dan orang kafir. Artinya bukan nabi dari Perjanjian Lama. Nabi merupakan
sesuatu yang juga ada pada zaman perjanjian Baru. Paulus bisa katakan bahwa dia berbicara
kepada orang “dalam kata-nabi” (1 Kor. 14:6; ‘en profeteia’) Dua kelompok itu ada dalam
jemaat yang semula, itu jeals dari surat-surat Paulus (1 Kor. 12:28-29, ef. 4:11). Dan mungikin
juga bahwa para nabi dan rasul membuat satu kelompok disini (ayat 5), karena jelas bahwa
para rasul menerima wwahyu dari Allah.

6) Ayat ini penting sekali dan dalam sekali, karena di sini justru “rahasia yang telah
sudah dibicarakan, justu isi kata itu yang dibuka. Dan itu dibuka dalam tiga kata :
“sugklerenoma” ‘sussoma’ dan ‘ summetoxa’ (ahli—ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan
peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus). Kita melihat bahwa setiap dari tiga
kata ini teridiri dari kata ‘ sun’ dengan kata pelengkap

37
-------------------------
1. Hendriksen al. 153
2. Melihat Bruce, al. 314
3. Hendriksen al. 154.

(waris, tubuh dan janji) leboh dalam apa yang dikatakan disini dari pada menterjemahkan
bahasa Indonesia. Artinya bahwa orang kafir mempunyai warisan bersama dengan orang
Yahudi. Kita melihat bahwa Paulus menitikberatkan kesatuan orang kafir dan orang Yahudi.
Itulah yang penting di sini.
Hal ini memang cukup dalam dan berarti bahwa ‘the old theocracy woulld be fully
abolished, itu yang baru berlaku setelah yesus datang. Sekarang bangsa Allah tidak lagi bangsa
Yahudi tetapi orang percaya. Walaupun hal ini dibicarakan dalam perjanjian lama belum
dibuka sedalam-dalamnya tetapi itu yang sekarang ada dalam injil. Kita bersama dengan orang
Yahudi mempunyai bagian dari perjanjian yang berhubungan dengan Kristus dalam Injil.

7) dan untuk diri paulus hal ini berarti bahwa dia diberi tugas yang tertentu : dari Injil
itu aku telah menjadi pelayannya. Dan seperti dalam ayat dua. Kita melihat bagaiman itu
terjadi oleh karena amugerah Tuhan. Juga keduabelas murid yang lain begitu. Mereka juga
melayani oleh karerna panggilan Tuhan. “bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang
memilih kamu” (Yoh. 15:16) dan untuk paulus ini benar-benar anugerah Tuhan seperti
dikatakan kemudian (Ef. 3:8).
Seperti anugerah Tuhan adalah satu sebab untuk pertobatan dan pelayanan Paulus, yang
kausa Tuhan menjadi sebab kedua. Dua hal ini dikatakan “menurut (‘kata’) dalam ayat ini.
Paulus menjadi pelayan juga menurut pekerjaan kuasaNya. Itu memang juga membawa pikiran
kita ke jalan di luar Damaskus dimana Paulus bertemu Tuhan Yesus pertama kali. Boleh
dikatakan dia bertemua kuasa Tuhan (Kis. Ras. 9:1-19).

Kepadaku yang paling hina diantara orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia
ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak
terdugaitu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang berabad-abad
tersembunyi dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya berbagai nikmat Allah
kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa disorga, 11 sesuai dengan maksud
abad, yang telah dilaksanakannya, dalam yesus kristus, tuhan kita. 12 didalam dia kita beroleh
keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita
kepadanya.

--------------------
1. Hendriksen, al. 154

2. begitu menterjemahaan yang lama: menurut karunia anugerah Allah yang dikarunikan
kepadaku, menurut seperti kuat kuasanya itu.

38
8)satu kali lagi paulus mulai dengan diri sendiri, tetapi kita melihat bagaimana dia tidak
bermegah.sebaliknya dia ambil satu kata khusus untuk merendahkan diri. Elaxistoterw berarti
“lebih kecil daripada yang paling kecil”. Paulus merupakan yang “paling terkecil antara semua
orang kudus.” Dan disini seperti dulu, orang kudus pengganti orang Kristen.
Kita memperhatikan bahwa menurut perasaan Paulus, dia makin lama makin kecil.
“yang paling kecil antara orang suci” (1 Kor. 15:9). ‘yang peling terkecil antara terkecil antara
orang suci “ (Ef. 3:8). Alamatkan orang berdosa , dan diantara mereka akulah yang paling
berdosa “ ( 1 Tim, 1:15).
Sebenarnya orang kecil ini (paulus) adalah objek untuk satu peberian. Sebenarnya
subjek atau apa yang diberi, itulah anugerah itu : “anugerah itu (bd.ay.7) diberi kepada saya,
yang ---“ lalu dalam bagian berikut anugerah atau tugas itu dijelaskan (ay. 8b).

8b-10 sebenarnya dalam bagian ini paulus mengulangi apa yang dikatakan sebelumnya
tentang tugas dia sebagai rasul untuk orang kafir, dan untuk membuka rahasia yang tertutup.
Bahasa sekarang menjadi mulia dengan banayak genitif dan kata kerja dalan infinitif. Di sini
Allah sebagai pencipta yang menyembunyikan rahasia ini, da itu akan dibuka untuk seluruh
bumi dan kuasa-kuasa di sorga. Memang rahasia tentang orang kafir ini yang membuat orang
Yahudi kaget. Seperti dikatakan “ tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul sebab sampai
hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, , jika mereka membaca Perjanjian
lama tanpa disingkapkan, --- (2 Kor. 3:14). Orang Yahudi membaca perjanjian lama hanya
sebagai hukum dan tidak pernah menyadari tentang Injil.
Kita mau memperhatikan bahwa jemaat allah (eklesia) diberi satu posisi yang tinggi. Itu
pusat satu kejadian yang kuasa-kuasa di sorga hanya bisa menyaksikan. Mereka disini menjadi
semacam penonton yang menyaksinkan kerja keselamatan Allah. yaitu bahwa Dia membuat
gerejaNya atas dasar Kristus. Ada orang yang mau membuat, pemerintah-pemerintah dan
penguasa-penguasa di sorga” membuat mereka menjadi kuasa di dunia ini, yaitu pemerinta
dan seterusnya. Kita pikir itu terlalu jauh dari arti hurufia karena sebenarnya dikatakan “di
sorga disini”.

11) Paulus lagi kembali kepada kehendak dan tujuann Allah dari sebelum waktu, apa
yang dilakukannya dalam yesus Kristus Tuhan kita. kita melihat bahwa rahasia lagi dihubungi
dengan Injil secara seuruh, yang berlaku untuk semua (‘pantas’ ay. 9),

---------------------------

39
1. ‘ elaxistoterw’ adalah dari ‘elaxistos’ = superlatif dari ‘mikros’. ‘elaxistos artinya ‘ terkecil’.
Tetapi ‘elaxistoterw’ adalah dari ‘ elaxistos’ + - ‘oteros’ (yaitu akhiran komporatif).

2. 1 Pet, 1:12 Things into which angels long to look.

3. Melihat J. Stott, al. 125.

Bsik orang Yahudi maupun orang kafir. Dia adalah Tuhan KITA. yaitu baik kamu orang
Efesus maupun saya seorang Yahudi.

12) Saya rasa ini satu kalimat tentagn relasi antara Yesus dan orang percaya yang
sangat dalam dan indah. Sebenarnya ada hubungan yang erat dengan 2:18. tetapi di sini kita
melihat apa yang memberia relasi yang akrab ini kepada Tuhan, yaitu iman. ; pistews autou’
mungkin berarti kepercayaanNya. Tetapj genitif ini bukan milik tetapi objek. Itu berarti bahwa
genmitif sebagai objek kalau kata sebenarnya dijadikan kata kerja. “kita percaya kepada Dia”
(‘emeis pisteuomen autos’).
Boleh disimpukan dari ayat ini bahwa tidak ada hal yang menghindari kita untuk masuk
di hadirat Allah, seperti anak masuk ke bapanya. Kita melihat dalam 2:18 justru Bapa dipakai.

13 Sebab itu aku minta kepadamu supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakannu
karena iman kamu, kesesakan itu adalah kemuliaan.

13) ‘ now suffering ang glory are constantly couple in the New testament” kemuliaan
geraj itu memang penderitaan. Kita melihat bagaimana paulus rela untuk menderia karena
keselamatan orang kafir. Bawha dia rela dan Tuhan mengijinkan dia untuk menderita untuk
keselamaatan orang kafir, itu adalah satu kesaksian tentang kepentingan Injil. Memang ada
orang Kristen dalam gereja pemula yang mau ikut-ikut orang dengan ajaran Yahudi. Yaitu
ajaran palsu. Mungkin paulus takut bahwa ada orang Yahudi, yang oleh karena penderitaannya
menjadi takut, seperti Peter dulu. Tetapi kesaksian dari seluruh perjanjian baru itulah bahwa
penderitaan adalah kemulian orang Kristen (Kis. Ra. 5:40-41).

40
3.4.2. ISI DOA PAULUS UNTUK ORANG KAFIR

14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa 15 yang dari padaNya semua turunan yang
di dalam sorga dan diatas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut
kekayaan kemuliaanNya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya didalam batinmu
17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di
dalam kasih. 18 Aku berdoa supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat
memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan
dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa supayan
kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

14-19 Pertama-tama kita mau memperhatikan bahwa doa ini sebenarnya diisi denga
trinitas Tuhan. Dalam ayat 14-15 kita bertemu Bapa, dalam ayat 16 RohNya dan dalam ayat
17-18 kita kemudian bertemua Kristus. Lalu semua dikumpul dalam ayat 19 dimana nama
Allah atau ‘Theos’ (bh. YU.) dipakai.

14) dalam ayat ini paulus ambil kalimat yang dimulai dalam 3:1 dan menyelesaikannya
kalimat pertama dalam ayat ini mempunyai refrensi kepada 2:11-22, tetapi disini juga 3:2-13
masuk karean isinya tidak terlalu jauh. Kata yang dipakai disini artinya berlutut dalam doa. Di
katakan ‘kamptw ta gonata mou’ (bh.Yu.), yaitu “bengkok lutut”. Dan itu tidak sia-sia karena
tiga pasal pertama ini penuh dengan doa dan sukur paulus kepada Tuhan. Cara yang paling
biasa antara orang Yahudi pada waktu mereka berdoa itulah untuk berdiri. Tetapi paulus
memang sungguh-sungguh berlutut. Tidak salah kalau kita belajar untuk ambil posisi itu dalam
doa kita sewaktu-waktu. Seperti dikatakan Lenski : “carless , thoughtless attitude of body are
not good. Formalism, is no more to be feard than thoughtlessness of meaningless attitudes.

15) pertama-tama paulus mengitikberatkan relasi kita terhadap Allah bapa. Justru
dihadapan Allah bapa sikap berlutut diucapkan. Dan dalam ayat kemudian ini, justru relasi kita
kepada Allah yang difokuskan. Karena Allah bapa memberi nama. Kalau kita memperhatikan
kalimat-kalimat sebelumnya kita melihat bahwa bapa biasanya dipakai dalam hubungan
penyelamatan dan bukan pencitaan. Dan itu berhubung dengan ‘patria’ (bh. Yu.) keluarga/
marga/ turunan/ bangsa. Kita juga harus memperhatikan kata ‘pasa’(bh. Yu.) yang mempunyai
dua arti: 1) tiap-tiap 2) seluruh. Kalau kita melihat kontekst disini memang tidak banyak
keluarga yang dibicarakan, tetapi satu keluarga atau satu oikeio (bah.yu.), yaitu satu rumah
tangga. Dan justru satu rumah tangga yang dimiliki bapa. Dan itu tidak dua tetapi satu bagian
(2:14),

41
--------------------

1. stott, J.R.W., al. 134, (lihat lk. 18:11, 13).

2. lenski al. 490

Satu tubuh (2:16) dan satu roh (2:18). Ada dua terjemahaan yang mungkin.
1) yang dari padanya semua turunan yang didalam sorga dan diatas bumi menerima
namanya.
2) from whom all the family on earth and in heaven is named.
Sebenarnya juga ada satu pandangan lagi yang katakan bahwa ‘patria’ berarti fatherhood
(‘patros’ dan ‘patria’) karena memang jelas ada bermain kata disini. Tetapi terjemahaan tidak
hanya bisa melihat kepada pergulangan kata. Peterjemahaan hanya sesuai dengan isi. Justru
peterjemahaan yang kedua lebih sesuai dengan maksud perikope ini. Justru dari bapa, kita ini
dapat hak menjadi anaknya, sebagi satu keluarga besar, yaitu jemaat Allah. dan jemaat Allah
berada baik di bumi maupun disorga.

16-17) “roh Allah” dan “kristus” yang tinggal didalam hati dan menguatkan diri kita. dua
kalimat ini memang saling memperdalam. Kalau perjanjiaan baru berbicara tentang roh kudus
atau kristus yang tinggal dalam hati kita, artinya sama. Karena kristus hidup dalam kita dalam
roh kudus. Roh yang disini dikatakan roh Allah juga bisa dikatakan Roh kristus (1.pet. 1:11).
Betul dari satu segi kalau dikatakan “aku berdoa supaya”(LAI), walaupun dalam bahasa
asli hanya dikatakan “supaya” (‘ina’). Isi yang kemudian itu justru apa yang didoakan paulus.
Itulah doa dia untuk jemaat di Efesus . bukan pertobatan yang dibicarakan disini, tetapi
pertumbuhan kritus dalam hati setelah dia masuk. Itu juga dikatakan sebelumnya kalau
dikatakan dikuatkan.
Sebetulnya tiga kata yang dipakai tentang kuasa dari Allah disini (‘dunamis’, ‘kratos’ dan
dalam 3:18 ‘isxus’ bd. 1:19-20). Dalam peterjemahaan lama persamaan ini ditemukan dalam
istilah “dikuatkan dengan kuasaNya oleh RohNya”. Kita melihat bahwa satu istilah
menguatkan yang lain.kita melihat bahwa proses ini menjadi pasif kalau kita subyeknya (3:16)
dan aktif kalau yesus ialah subyeknya. Karena ini memang sesuatu yang datang dari atas dan
dari luar diri kita. dan apa yang dikuatkan itulah batin kita

--------------------

1. begitu menterjemahaan baru dan lama (LAI), dan juga menterjemahaan yang lain (new
English bible, revised standar version).

2. lenski, al. 489, “yang dari padanya seluruh keluarganya di atas bumi dan didalam surga ada
nama”. Begitu juga Stott, al. 133, Wood, dalam F.E Gabelein ed., The expositors bible
commentary al. 50-51, Hendriksen al. 168. (bandingkan beberapa menterjemahkan AV, NIV,
NEB margin).

42
3. Bruce, al. 323-325
4. Dua-duanya adalah akusatif dengan infinitif : ‘human krataiothenai’ dan ‘ katoikesai
ton christon’. Dua-duanya juga sebagai aposisi terhadap memberi (‘dos’).

Atau hati kita, apa yang ada di dalam.


Dalam bahasa Yunani ada dua kata untuk tinggal, yaitu tinggal sebagai tamu untuk
sementara (paroikeo) dan tinggal tetap (‘katoikeo’) kita melihat bahwa kata terakhir dipakai
disini. Stott katakan : “thus Paul prays to the father that Christ by his spirit will be allowed to
settell down in their hearts, and from this throne both control and sterngthen them.”
Kita juga melihat bagaimana hubungan dekat antara iman dan yesus yang tinggal dalam
hati.
18) Kita melihat bahwa di sini Paulus muai satu kalimat lagi dengan “supaya” (‘hina’).
Paulus meneruskan doa dia untuk orang Efesus. Sebenarnya akhir ayat 17 bergabung dengan
apa yang berikut. Kita mau menterjemakan : “Dan kamu, yang telah diberi akar dan di
fondasikan dalam kasih, bersama-sama dengan segala orang kudus, supaya kamu kuat untuk
memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, ---“.
Kita melihat bagaimana pengetahuan tentang kasih ini datang dari Roh Allah melalui
kepercayaan dan hasilnya kasih.
Kita juga memperhatikan nahwa proses ini untuk mengenal kasih Allah dikatakan tidak
hanya “supaya memahami” tetapi supaya (kamu) kuat untuk memahami. “ paulus ambil satu
kata yang dekat dengan apa yang dikatakan dalam ayat 16.
Kasih Kristus di sini dikatakan lebar, tinggi, panjang, dan dalam. Ada banyak esposisi
dari ini yang tidak tepat. Tetapi tidak salah kalau tidak menyambung dengan Rom.8:37-39.
pokoknya untuk menjelaskan kebesaran kasih Kristus.

19) Dan kasih itu yang terlebihbesar, dikatakan lebih besar daripada kita bisa
memahami, dan kita justru perlu memahami kasih itu. Mungkin lebih tepat kalau kita
mengatakan bahwaa kita akan mengalami kasih Kristus. Kita akan mengalami dan mengetahui
apa yang bisa diketahui. Karena kasih Kristus itu terlebihbesar.
Dan perikop ini diakhiri dengan satu kata yang diucapkan dua kali. ‘pleroma’ =
kepenuhan. Kita dipenuhi dengan kepenuhan, itu berarti sungguh dipenuhi, dan kita juga
melihat bahwa sebelum kepenuhan dikatakan seluruh, “ seluruh kepenuhan Allah”. kita lagi
melihat bagaiman refrensinya kepada yesus yang bertumbuh dalam diri kita.

---------------------------------
1. J.R.W. Stott : al. 136. “akhirnya Paulus berdoa kepaa Allah Bapa supaya Kristus bisa ambil
tempat tinggal tetap dalam hati mereka dan dari dalam mengontrol dan menguatkan mereka.

2. Lenski al. 494-495, Hendriksen 172 dll.

43
3. Salob Yesus, yang ditaman didirikan dan dua tangan yang diundang kita ke Kristus; tetapi
ini tidak eksposis atau eksegesis tetapi boleh dikatakan eisegesis, yaitu kita menamam satu arti
dalam teks tersebut yang tidak ada dari sebelumnya. (alegorisasi yang tidak benar).

20 Bagi Dialah, yang dapat melalukan jauh lebih banyak dari pada kita doakan atau
pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita 21 Bagi Dialah kemuliaan
di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun temurun sampai selama-lamanya, amin.

20) Kita lagi melihat bahwa satu kata diulangi, sekarang : “kuasa”. Kalau dalam bahasa
Indonesia dikatakan “dapat” bahasa aslinya mempunyai “ berkuasa untuk.” Artinya memang
sama, tetapi kita langsung melihat bagaimana kata kuasa terdapat juga dalam bagian kedua
dari ayat ini. Kita melihat bagaimana paulus disini membuat satu pleonasme. Artinya bahwa
paulus memakai jauh lebih banyak kata daripada apa yang perlu.
Ada superlatif banyak disini. Seperti kemuliaan Allah tidak habis-habisnya di ceritakan
dan di muliakan. Dan disini itu dibandingkan tidak hanya dengan apa yang kita mengerti, tetapi
apa yang bisa kita minta, isi doa kita. dia bisa membuat jauh lebih banyak daripada kita bisa
doakan. Kuasa Allah tidak ada batas-batasnya.
Tetapi kuasa ini tidak jauh dari kita melainkan bisa dirasakan, itulah kuasaNya yang
bekerja dalam kita. Allah kita bukan Allah yang jauhdan tidak campur tangan, sebaliknya,
kuasaNya ternyata dalam hidup kita. Paulus tidak berbicara tentang kuasa sebagai omnipotens
di sini, dan tidak tentang kuasa yang tidak dapat dihindari. Dalam hal keselamatan memang ada
kepastian kalau kita belajar dari Paulus Rom. 8. kita yang percaya pasti akan diselamatkan,
tetapi kita juga bisa membalik seperti dikatakan dalam pasal kemudian (11:20-22). Ketakutan
terhadap kemungkinan bahwa kita bisa dipotong itu sesuatu yang tepat dalam hidup orang
Kristen (“takutlah” Rom. 11.20) hal yang sama kita juga melihat dalam 1 Kor. 1:8. paulus
yakin bahwa orang-orang di Korintus akan diteguhkan sampai kesudahannya. Tetapi kemudian
juga jelas ada kemungkinan untuk jatuh dari keadaan selamat (1 Kor. 10:1-). Paulus sendiripun
menjaga diri supaya dia tidak akan jatuh dari anugerah Tuhan (1 Kor. 9:25-27). Kalau
kehendak Allah saja yang mengatur, memang semua di selamatkan. (karena Allah
berkehendakkan sekalian manusia beroleh selamat” 1 Tim. 2:4).
Ayat ini mengabarkan kebaikan Allah. tidak seorangpun mampu dalam doanya
mengucapkan segala sesuatu yang Allah bisa membuat. Oleh karena itu Tuhan memberi lebih
daripada apa yang kita bisa minta. Dan kuasa itu yang kita merasa dalam hidup kita masing-
masing.
21) Paulus menutup dengan memuliakan dan meninggikan Allah. dan itu dalam bentuk
selama-lamanya. Itu dari kata ‘tou aionos ton aionon’ (bh.Yu.). Kekalan yang dari kekalan-
kekalan. Dibandingkan dengan kata ini selama-lamanya tidak cukup. Tetapi kata lain mungkin
tidak ada (terlebih- selama-lamanya).
Kita juga melihat dari mana kemuliaan datang, yaitu dalam jemaat Kristen dan dalam
Nama Tuhan yesus.emuliakan dan meninggikan Allah. dan itu dalam bentuk selama-lamanya.

44
Itu dari kata ‘tou aionos ton aionon’ (bh.Yu.). Kekalan yang dari kekalan-kekalan.
Dibandingkan dengan kata ini selama-lamanya tidak cukup. Tetapi kata lain mungkin tidak ada
(terlebih- selama-lamanya).
Kita juga melihat dari mana kemuliaan datang, yaitu dalam jemaat Kristen dan dalam
Nama Tuhan Yesus. Mereka yang berhubungan dengan Dia. Yang juga memuliakan dia
sampai kekalan.

----------------------------

1. Begitu Lenski al. 499-500, tetapi Hendriksen tidak setuju al. 170 dalam catatan kaki.
3.5. HIDUP KRISTEN DALAM DUNIA YANG JAHAT 4:1-6:20

3.5.1. Di Jemaat : Kesatuan dan bertumbuh 4:1-16

Sebab itu aku menasihati kamu , aku orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya
hidupmu sebagai orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah
kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukanlah kasihmu dalam hal saling
membantu. Dan berusahalah memelihara kesetiaan oleh ikatan damai sejahtera : satu tubuh,
dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu tubuh pengharapan yang
terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu Baptisan, satu Allah dan Bapa
dari semua, Allah yang diatas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Dari pengajaran dan doa paulus balik kepada nasehat. Gampang sekali untuk kita
mengerti hal ini, karena paulus mengatakan sendiri : “sebab itu aku menasehati kamu. “ dan
apa yang datang kemudian memang terutama nasehat. Hidup orang Kristen yang
dititikberatkan. Kita melihat bagaimana Paulus berhenti dengan Amen, dalam bagian besar
yang pertama dan lalu langsung mulai dengan nasehat.
Dalam surat ini Paulus berulang-ulang kali menyaksikan keadaaannya, bahwa dia
ditangkap dan ditahan, dia dianggap jahat oleh pemerintah (3:1,13,4:1, 6:20). Dan Dia takut
orang Efesus di kecut hati mereka. Mereka perlu penghiburan dan paulus yang sebenarnya
di dalam kegoncangan yang harus menghibur. Mari kita belajar dari hal ini. Karena hal ini
satu kebenaran tidak selalu kita merasa kuat untuk menjalankan tugas kita dalam jemaat.
Mungkin kita sendiri rasa kita perlu diisi. Justru dalam situasi kegoncangan jemaat, kita
yang terlebih ragu-rasgu. Apa yang harus kita lakukan, apakah kita yang tidak berhasil
tidak ada jalan dalam kehendak Tuhan. Dan itu memang mungkin, dan harus betul-betul
digumuli.
Tetapi kita harus waspada, karena kegoncangan selali ada untuk mereka yang melayani
Tuhan. Sebenarnya kita harus lebih takut kalau semua aman. Apakah iblis tidak perlu
mengganggu kita lagi. Justru dalam pergumulan kita melihat perlawanan iblis dan kuasa
Tuhan. Kita tidak perlu melihat kepada perasaan kita sendiri. Paulus tidak membuat itu,
walaupun dia minta doa supaya dia diberi kata yang tepat kalau berbicara (6:19-20).
Walaupun begitu paulus yang perlu hiburan justru dia yang terus melayani daam kuasa
Allah.

Kita akan memperhatikan salah satu kata dalam ayat ini, yaitu ‘kalew’ (bh.yu) kata ini
terdapat tiga kali : ‘paraklew’ (menasehati), klewes, (panggilan), ‘eklethete’ (dipanggil).

45
Dan juga kata yang sama yang ada dalam kata ‘eklesia’ (jemaat/gereja 3:21). Kalau kita
melihat kepada kata benda dari ‘kalew’ yaitu kletos (yang dipanggil), artinya hampir sama
dengan “yang mengasihi Tuhan” (Rom. 8:28), “orang suci” (Rom. 1:7, 1 Kor. 1:2),
Yaitu orang kristen. ‘klesis’ (panggilan) dipakai dengan arti “harapan” (Ef. 1:18, 4:4).
Panggilan ini memang berhubungan dengan satu kelompok orang, yaitu orang Kristen, dan
dengan harapan orang Kristen. Justru dalam kata ‘ek-klesia’ (jemaat), “orang yang
dipanggil”, kita melihat hubungan ini lebih jelas.
Dan justru “panggilan” pertama yang hasilnya mereka sudah menjadi percaya, itu yang
ada dibelakang kalimat ini. Dan hasilnya memang harapan, yaitu harapan orang Kristen.
“satu harapan”, satu Tuhan dan satu baptisan.” Dengan kalimat ini : jelas harapan di
hubungi dengan Kristus. Tetapi tidak hanya Kristus, juga dengan Roh Kudus (4 :4).

Kemudian di katakan bahwa jalan hidup orang yang dipanggil akan berpadanan dengan
panggilan mereka. Kerja mereka akan seimbang denganb panggilan mereka sebagai anak
Tuhan. Itu berarti bahwa merek yang sudah dipanggil dan menjadi anak Tuhan (dibenarkan
Allah /sudah suci), mereka juga harus hidup sesuai dengan status mereka sebagai orang
suci (akan di sucikan). Lebih jelas dikatakan. Kita sudah suci oleh karena darah Kristus
tetapi dalam dunia ini kita harus disucikan meninggalkan dosa-dosa.

Kalau kita bertanya, apa itu jallan benar, itu langsung di jawab. Dan di sini di pakai
banyak kata yang memimpin kepada kesatuan. Sebelum paulus ucapkan “kesatuan” dia
menjelaskan jalan yang kita harus ikuti. Setelah mengucapkan tentang kesatuan dia
mengucapkan isi kesatuan. Kita harus memperhaiakn apa itu kesatuan sebelum kita
lanjtkan . kita melihat bahwa di sini kesatuan dihubungi dengan Roh. “ kesatuan Roh”
berdasarkan Roh Kudus, yang kita menerima. Kesatuan ini lebih jelas lagi dibicarakan
kemudian (4:13). Kita akan melihat sebelumnya bahwa kesatuan di sana dikatakan :
“kesatuan dalam kepercayaan kepada dan pengetahuan tentang anak Allah, -----,
sehingga kita tidak lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran,
oleh permainan palsu, ----, tetapi teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih ----“
(Ef. 4:13-15).
Hal ini kita akan melihat nanti. Kita hanya mau memperhatikan bahwa kesatuan itu
mempunyai isi pengajaran dan Roh yang sama. Lenski berkata : “ Doctrine and life,
confession and practice are to be one. Kita akan kembali kepada hal ini (4: 16-18), tetapi
sebelumnya kita mendengar tentang cara kita dapatkan kesatuan. F.F. Bruce. Berkata :

--------------------------

1. Collin Brown, vo. 1, al. 298, bagian 3 : “for this reason he can speak of the ‘kletoi’, the
called, when he means the Christian community.

2. Ingat kata reformasi tentagn keadaan manusia : “simill justus et epccator” (bh. Latin),
“at the same time just and sinner”.

3. Lenski, al. 509

46
Whether spoken or expressed in action, the truth is never to be dissocistrd from love.
The confession of the Chirstian faith can be cold and indeed unattractive if it is not acompanied
by the spirit of Christian love. It may not be irrelevant to recall the testimony of the Fourth
Evangelist. That “grace and truth” came through Jesus Christ” (John 1:17)
In Truth and love together, then, the readers are exhorted to grow up in al parts of their
being so that the body of Christ may be properly proportioned ini relation to the head. “

Sebelum paulus ucapkan “kesatuan” dia menjelaskan jalan yang kita harus ikuti. Justru
hal bertumbuh tubuh Kristus yang diajar dalam ayat dua. Tiga hal yang dititikberatkan : rendah
hati. Lemah lembut dan sabar. Tiga faktor yang penting dalam relasi antara manusia. Tiga buar
Roh yang dibutuhkan, karena ini betul-betul buah Roh.
Tetapi hal yang terpenting itulah yang terkahir : tunjukanlah kasihmu dalam hal saling
membantu. Penterjemahan ini sedikit miring. Dalam teks bahasa asli tidak ada kata-kata
“tunjukan” dan “membantu”. Apa yang ada itulah :

----------------------------------------

1. Bruce, al. 352, “apakah dibicarakan atau dijalankan, kebenaran tidak boleh dipisahkan
dari kasih. Pengakuan iman Kristen bisa menjadi dingin dan kurang menarik, kalau tidak
diikutsertakan dengan roh kasih. Tidak salah kalau kita ingat kata penginjil yang keempat : “
tetapi anugerah dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. “ (Yoh. 1:17).
Dalam kebenaran dan kasih terhadap sesama, orang yang membaca di dorong supaya
semua anggota tubuh bertumbuh, supaya kepala tubuh menjadi seimabng dengan kepalanya.

2. Bruce : bearing with one another in love. Lenski : Bearing up with each other in love.
Hendriksen : Enduring one another ini love. Stott : Forbearing one another in love.
Penterjemahan lama : “menaruh sabar sama sendiri dalam kasih.” (LAI).

47
CREDO, DASAR KESATUAN

Inilah “credo” jemaat yang pertama (credo maksudnya “ saya percaya” atau pengakuan
iman). Tidak hanya disini terdapat credo semacam ini, tetapi yang ada di sini cukup indah. Kita
melihat bahwa kesatuan itu tidak kosong. Dengan kesatuan dan maksud. Kita juga
memperhatikan bahwa ada sembilan anggota bagian ini, tetapi hanya tujuh kali satu. Dua
nomor yang dua-duanya mempunyai arti (7= 3 (Allah) + 4 (dunia), 9 = 3x3 (Trinitas)

Satu tubuh dan satu roh sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan
dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, semua dan oleh semua dan di dalam
semua.
Hal ini sangat dekat dengan pengakuan iman dalam gereja Kristen semula. Kita
bertemu dengan hal ini dalam satu pengakuan iman namanya “ Nikenum” yang masih diakui
oleh banyak gereja. Dan semua hal yang diucapkan dalam pengakuan iniberhubungan dengan
keselamatan. Satu Allah, yang Tritunggal, dan pengharapan, satu iman, satu baptisan, satu
tubuh dan satu Roh. Boleh di katakan bahwa hal-ha yang diucapkan itulah tanda orang Kristen,
yang seharusnya ada.

Kita melihat dalam bagian ini bagaimana Paulus berbicara tentang latar belakang
kesatuan jemaat Allah. Dasar kesatuan itu bukan pekerjaan orang, tetapi kesatuan dalam Allah.
kita tidak bisa melihat satu pertentangan antara roh dan tubuh. Sebaliknya kita harus melihat
hubungan yang erat antarts dua istilah ini. Kalau jemaat Kristen dibandingkan dengan tubuh,
itu selalu berhubungan dengan Kristus. Tubuh dan roh memang ada dua baagian

----------------------------------

1. 1. Kor. 8:6, 12:4-6.

2. Meland, J.O. Konkordieboken al. 18 : saya percaya kepda satu Allah, Bapa yang
mahakuasa, yang menciptakan langit dan bumi, semua yang bisa dilihat dan yang tidak bisa
dilihat.
Dan kepada Roh Kudus yang adalah Tuhan dan membangkitkan hidup, yang keluar
dari Bapa dan Anak.
Saya satu gereja yang kudus dan umum dari rasull-rasul. Kebangkitan orang mati,

48
3. Symbolum Nicenum – Constantinopoitanum yang dibuat mungkin untuk bertemu
gereja di Constantinopel (381 M0, dan pasti diakui dalam pertemuan gereja di Calcedon (451).
Pengakuan ini yang paling umum (oikumene). Pengakuan ini diakui gereja Katolik, gereja
ortodoks, gerak anglikan dan gereja Lutheran. Dalam gereja-gereja “reformed” hampir tidak
digunakan.

Dari manusia, dan begitu juga Kristus merupakan tubuh dan Roh. Orang Kristen adalah tubuh
Kristus dan dap[at Roh Kristus, yaitu Roh Kudus. Kesatuan ini tidak mungkin dibagi atau
dipisahkan. Tidak ada satu anggota dari tubuh Kristus yang tidak mempunyai Roh Kudus.
Justru kesatuan ini dititiberatkan dalam surat yang pertama ke Korintus (1 Kor. 12-16)
Kalimat yang terkahir dalam ayat ini, menitikberatkan panggilan orang Efesus. Tidak
panggilan secara umum, tetapi panggilan yang konkret. Mereka dipanggil itu justru satu
pengharapan. Dan sebenarnya isi panggilan itu justru satu pengharapan. “sebagaimana kamu
telah dipanggil kepad satu pengharapan. Yangterkandung dalam panggilanmu.” Orang Efesus
betul-betul disatukan, tetapi dasar kesatuan dengan hidup orang Kristen sendiri. dulu
panggilanini dihubungkan dedngan hidup orang Kristen (4:1). Sekarang dengan harapan orang
Kristen, yaitu hidup kekal.

Tidak aneh bahwa “iman, pembabtisan dan Kristus dihubungkan dalam perikop ini
Tiga hal ini cukup dekat dalam surat-surat paulus. Dalam injil-injilpun iman dan pembabtisan
dihubungkan. Untuk bagian ini kita mau melihat kepada surat kolose justru di sana iman dan
pembabtisan dikatakan dasar keselamatan. Kita memperhatikan bahwa tidak ada dua baptisan,
satu dalam roh dan satu dalam air, tetapi satu pembabtisan saja. Grosheide baptized in the same
manner.”
Kalau dikatakan “satu iman” itu sebetulnya mempunyai refrensi kepada isi iman. “satu
iman” dan “satu pengharapan” merupakan ucapan-ucapan yang cukup dekat. Kita telah melihat
bahwa harapan Kristen mempunyai isi. Begitu juga dengan iman Kristen, iman itu berisi
pengharapan Kristen. Pengharapan adalahpengharapan kita, dan kita adalah bagian dan
dibabtis, kita adalah keluarga Allah. begitu iman juga adalah “iman kita” itu sesungguhnya
iman kita, dan tidak iman secara umum ditarik dari pribadi-pribadi. Seperti dikatakan
kemudian : “tetapi kepada kita masing-masing.

Kita melihat bagaimana kesatuan jemaat di dasarkan Allah tritunggal. Satu demi satu
Roh Kudus, Kristus dan Allah Bapa
--------------------------

1. Kol. 2:11-12, Rom. 6:3-11, Ef. 5:26-27, Tit. 3:4-8a, Gal. 3:26-27

2. Mk. 16:16, Mt. 28:19-20, melihat juga 1 Pet. 3:21

3. “ Dalam Dia kamu telah disunat dengan satu sunat yang bukannya dengan tanggan, dengan
menanggalkan tubuh yang berdosa’ (sarx) dengan sunat Kristus, pada waktu kamu dikuburkan
dengan Dia dalam pembabtisan, dalam yang (baptisan) kamu juga dibangkitakan bersama Dia

49
oleh iman kepada kuasa kerja Allah, Dia yang membangkitkan dari antara ornag mati. (Kol
2:11-12).

4. Dikutip oleh Hendriksen, al. 187.

Menjadi dasar kesatuan jemaat. Dan seperti hubungan kita dengan Roh Kudus dan Kristus
digambarkan sebelumnya, Allah Bapa juga digambarkan dalm hubungan Dia dengan kami
yang percaya kepada Nya. Kita semua anakNya, dan dia ada di dalam dan diatas dan kepada
semua. Tetapi tidak jelas disini siapa “ semua”. Mungkin kita harus mengerti hal ini seperti
dalam 1 Kor. 12:6 : “ Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang
mengerjakan semuanya dalam semua orang. Semua orang disini berarti baik orang bukan
Yahudi maupun orang Yunani. Kita memang mendengar tentagn kesatuan jemaat Kristen.

Tatapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran
pemberian Kristus. Itulah sebabnya kata nas : “tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa
tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. Bukanlah “Ia telah
naik” berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun,
Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua llangit, untuk memenuhkan segala
sesuatu.
Kita melihat bagaimana Paulus terus dari kesatuan, kepada anugerah yang dibagi.
Kalau dikatakan ‘eni de ekasto’ (bh.Yu.) kita melihat lagi refrensi kepada “satu tubuh,-----“.
Tetapi di sini paulus dibagi kepada istilah “satu demi satu.” Itu sesuatu yang kita sering melihat
kalau paulus memakai tubuh sedbagai gambar dari Kristus, tubuh merupakan gambaran yang
dalam, karena mempunyai banyak anggota. Kita cepat melihat kesatuan dalam perbedaan.
Sekarang Paulus membalik justru kepada perbedaan anggota-anggota tubuh (4:11-12). Boleh
dikatakan bahwa anggota-anggota jemaat yang berbeda membangun satu jemaat bersama-
sama.
Kita melihat bahwa satu demi satu kita menerima anugerah yang sama dari Allah.

Bagian ini adalah kesaksian tentang yesus. Karunia apa yang diberikan kepada masing-
masing anggota jemaat ? itu tema yang pertama di sini. Untuk menjelaskan hal ini dia
mengutip Mazmur 68:19. tetapi sebelum paulus memakai ayat itu, dia menjelaskan bagaiamana
ayat tersebut berbicara tentang Kristus.
Kita harus memperhatikan bahwa pokok mazmur tersebut menjelaskan Allah yang
menang atas musuhnya, dan naik ke sorga sebagai pemenang. Kutipan paulus di sini sedikit
bebas dari teks Perjanjian Lama yang kita terima. Perbedaannya bahwa dalam surea Efesus,
Allah memberi; tetapi dalam mazmur 68 Dia menerima. Kutipan ini sesuai denha Targum
seperti di katakan dalam Peshitta: “ Tatkala engkau teah naik ke tempat tinggi, Engkau telah
membawa tawanan-tawan, Engkau telah memberi pemberian kepada manusia. “ kita melihat
bahwa teks ini cukup dekat dengan teks kita. Mungkin teks ini yang di kutip. Kita tahu bahwa
targum seweaktu-waktu dipakai oleh rasul paulus, kalau cocok untuk apa yang dititikberatkan.
Dan seperti dikatakan JRW. Stott. :

50
----------------------------------

1. Melihat Bruce, al. 342-343

“the two renderings are formally but not substantially contradictionary”. Ini berhubungsn
dengan apa yang terjadi kalau seorang raja yang menang pulang, hasil yang dia dapat dalam
perang, hasil itu yang dibagikan kepada masyarakat.
Yesus turun dan naik, itulah pokok di sini. Kalau di katakan bahwa dia turun ke bagian
yang bawah dalam dunia ini, itu berarti ke ‘Hades’, atau dunia orang mati. Neraka merupakan
apa yang dialami yesus setelah dia meninggal di Kayu Salib. Dan justru di sana kemenangan
terjadi terhadap iblis.
Tetapi ceritanya tidak berhenti di sana. Justru Dia yang turun, Dia lalu naik ke tempat
tinggi di soraga. Dan dia dijadikan pemenang yang memberi berkat. Kita tidak tahu seratus
persen ke mana Kristus turun, kita bisa melihat dengan Stott : perhaps however to the deptd of
humiliation when he came to earth. “ kalau kita melihat apa yang terjadi kemudian pada waktu
dia di muliakan di sorga. Dan itu yang dititiberatkan di sini.

Dan ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupuin nabi-nabi pemberita-pemberita


Injil, maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapau orang-orang
kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Ada satu hal lagi yang kita harus perhatikan kalau kita belajar tentang karunia-karunia
yang diberikan Allah. Karunia-karunia itu sering diberi nama karunia Roh dan diikat
denganRoh kudus saja. Tetapi kita harus memperhatikan di sini bahwa karunia-karuni diberi
oleh Yesus. Begitu juga dalam Roma 12 kita bisa melihat bahwa karunia-karunia yang sama
diberi oleh Allah Bapa sendiri, kita tidak boleh menghubungkan karunia-karunia tersebut
dengan Roh kudus saja. Kita sangat setuju dengan apa yang dikatakan Stott : “It is always
misleading to sperate the three persons of the Trinity, the Father, The Son and The Holy Spirit.
Together they are involved in every aspect of the church’s well-

-------------------------------

1. Stott, al. 157, dua ucapan ini scara formal tidak sama, tetapi isinya sebenarnya sama.

2. Kita memperhatikan bawha justru Mazmur ini dipakai dalam sinagoge pada waktu hari raya
pentakosta. (Wood, dalam, Gabelain ed., Expository bible commentary, al. 57-58).

51
3. Ini sesuai dengan bapa-bapa gereja semula, Stott, al. 158. Stott sendiri tidak setuju dengan
pandangan ini, menurut dia turun menjelaaskan inkarnasi.

4. Stott al. 158

Being. “
Dan tidak hanya itu, kita juga harus memperhatikan bahwa karunia-karunia itu tidak
diberikan kepada semua orang, tetapi kepada yang diinginkan Alah Tritunggal. Selalu karunia-
karunia dihubungkan dengan gereja sebagai Tubuh Yesus; dengan banyak anggota, yang
memang berbeda (demikianlah di sini, dan di 1 Kor. 12, dan di Rom. 12 dll.).
Ada banyak karunia-karunia yang diberikan kepada orang Kristen, tetapi tidak semua di
hitung di sini, sebagaimana juga tidak semua terdapat dalam 1 Kor. 12. tetapi apa yang kita
temui di sini kita akan memperhatikan :
Rasul-rasul : Kata ini dipakai dengan tiga arti. Setiap orang Kristen yhang diutus oleh
Allah (Yoh. 13:16, 17:18, 20 :21). Misionari-misionari yang diutus jemaat-jemaat yang
pertama (2 Kor. 8:23, Fil. 2:25), Satu kelompok kecil, yaitu 11 murid, ditambah dengan paulus,
Yakobus saudara Yesus dan Mattias, pengganti Yudas Iskariot. Dalam 1 Kor. 12:28, Rasul-
rasul juga diucapkan lebih dulu dalam daftar karunia. Di sana dikatakan : “rasul-rasul
pertama,” dan itu artinya disini juga. Seperti sebelumnya dalam surat ini (Ef. 1:1, 2:20, 3:5),
juga di sini kata rasul di pakai dalam arti yang ketiga.
Nabi-nabi : dalam surat ini istilah nabi dipakai bersama dengan rasul (2:20, 3:5). Kita
tahu bahwa kata nabi dipakai dengan arti yang berbeda dalam perjanjian baru. Mengenai nabi-
nabi dalam perjanjian lama. Mengenai nabi-nabi yang memberi informasi tentang waktu yang
dekat dalam Perjanjian baru. Tentang anggota-anggota jemaat yang mempunyai fungsi untuk
memberi ‘apokalupsis’ (bh. Yu.) dalam jemaat (1 Kor.14:26). Apakah kelompok yang kedua
dan yang ketiga merupakan yang sama tidak jelas. Juga mungkin bahwa ada hubungan erat
antara rasul-rasul dan nabi-nabi. Paulus diberi kata dari Allah, kata nubuatan. Kita tidak bisa
bahas sedalam-dalamnya arti kata ini, tetapi kita bisa belajar sedikit. Nabi-nabi seharusnya
tidak ramai-ramai bicara tetapi satu demi satu dan dengan teratur, karena mereka sendiri
menguasai diri dan roh tidak berfungsi sebagai automat berbicara, tetapi berbicara dengan akal.
(1 Kor. 14:19, memperhatikan bahwa paulus dalam bagian ini membandingkan bahasa Nabi
dan bahasa roh). Mereka akan menghibur dan mengajar dan orang mendengar harus
mengevaluasi perkataan mereka, kalau sesuai dengan Firman Tuhan yang tertulis (1 Kor. 14).
Ada wanita yang menjadi Nabi (Kis. Ras. 21:9).
Pemberita-pemberita Injil : Istilah ini dipakai tentang dua orang dalam Perjanjian Baru,
yaitu Philip salah satu dari antara tujuh ‘diakonos’ dan Timoteus (Kis. Ras. 21:8, 2 Tim. 4:5).
Isitlah ini (‘euanggelistos’, ) berarti seorang yang memberitakan Injil, dan bukan sorang yang
menulis satu Injil. Kita mau memperhatikan bahwa istilah ‘diakonos’ juga dipakai tentang
wanita (Rom. 16:1, bd. 1 Tim. 3:11).

-----------------------------------------

52
1. Stott, al.159, selalu jalan salah kalau kita memisahkan tiga persona dari Trinitas, Bapa,
Anak dan Roh Kudus. Bersama sama mereka ikut dan bekerja dalam segala hal untuk
kebaikan jemaat-jemaat.

Gembala-gembala dan pengajra-pengajar : Dua hal ini merupakan satu posisi dalam
jemaat yang pertama, dan juga dikatakan tua-tua majelis. Kalau kata ‘pendeta’ tidak ada
dalam Alkitab, isi kata iut sebenarnya ‘gembala’/tua jemaat/pengajar’. Mereka tidak
beridiri ditengah-tengah jemaat dan Allah, seperti para iman dan nabi pada zaman
Perjanjian Lama. Semua orang Kristen adalah anak Tuhan dan mempunyai hubungan
langsung dengan Allah lewat Kristus. Mereka sebenarnya menjalankan tugas mereka atas
panggilan Tuhan dan panggilan jemaat.
Pengajar/majelis/gembala terdapat banyak di dalam satu jemaat. Kita tidak tahu tentang
wanita, yang mendapat posisi itu dalam jemaat yang pertama (1 Tim. 2:11-15, 1 Kor.
14:34-40).

Kita melihat bahwa karunia-karunia yang diberikan bukan diberi untuk orang
menikmatinya sendiri. karunia Kristus diberikan supaya tubuh dibangun dan orang menjadi
siap untuk saling melayani.

Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang
Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat poertumbuhannya sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin
pengajran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka menyesatkan, tetapi
dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalak kasih kita bertumbuh di dalam segala
hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah kepala.

Kalau kita tadi mengatakan bahwa kesatuan iman berhubungan dengan isi iman, itu
juga jelas dari perikop ini. Apa yang diajarkan itu : bukan menerima ajaran apapun supaya
aman. Justru ajaran tertentu yang mempersatukan jemaaat Allah. kalau kita bandingkan
dengan Injil-Injiol, ini bisa disamakan dengan orang yang membangun rumah diatas batu.
Kalau ada banjir rumah itu tidak diombang-ambingkan. Dan apa yang bisa mengombang-
ambingkan dikatakan jelas, itulah pengajaran palsu.

Kita akan memperhatikan bahwa kita :‘dengan teguh akan berpegang kepada
kebenaran’ “ dan kita melihat bahwa kebenaran itu berhubungan dengan kasih. Karena
dalam kerajaan Allah, kasih selalu seusai dengan kebenaran, dan kebenaran dijalankan
dalam kasih. (1 Kor. 13:6). Paulus menegur jemaat Galatia dengan keras karena mereka
mengikuti ajaran palsu. Dalam jemaat itu ada orang yang menyelesaikan keselamatan
(melalui anugerah) dalam pekerjaan yang di usahakan sendiri (Gal. 2:16). Kebenaran hanya
satu, dan Injil hanya satu (Gal. 1 :6-9).

53
Dari padaNyalah seluruh tubuh, yang rapi tersususn dan diikat menjadi satu oleh
pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima
pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Kita melihat dari satu pihak karunia dibagikan dari pihak yang lain adalah satu, dan
disatukan. Tidak ada bertentangan antara dua hal ini. Walaupun tidak semua diberi tuga
yang lain dalam jemaat, semua pekerjaan yang ditugaskan penting. Dihadapan Tuhan
pendeta tidak lebih penting daripada orang lain kita hanya dapat satu janji, yaitu bahwa kita
akan menerima hukuman yang lebih keras (Yak. 3:1)
Kita juga bisa memperhatikan bahwa Kristus sebenarnya adalah sumber pertumbuhan
gereja. “ Dari padaNyalah seluruh tubuh menerima –pertumbuhannya.” Satu tubuh, satu
kebenaran dan satu kasih.

3.5.2. Hidup dalam masyarakat 4:17-5:20


Hidup baru dan tidak seperti dulu
Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan : jangan hidup lagi
sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan
pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan
yang ada dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul,
sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah
segala macam kecemaran.
Ini tidak pertama kali latar belakanfg orang efesus dibicarakan dalam surat ini (2:1-3).
Tetapi sebelumnya Paulus hanya berbicara tentang situasi dulu dan situasi sekarang.
Perobahan itu pernah terjadi, itu yang mendorong Paulus untuk memperingatkan mereka,
supaya tidak lagi hidup sebagaimana orang kafir. Sumber hidup orang kafir itu ada dalam
4:18 : “kebodohan” yaitu ‘ignorance’ (bh. Ing). Dan kedegilan hati mereka. Justru
kekerasan hati yang mengakibatkan mereka tetap dalam dosa. Ada empat langkah dalam
hal ini :
1) Keras hati, kedegilan hati ( Ef 4:18c, Rom. 1:18.21)
2) Kebodohan (Ef. 4 : 18c, Rom. 1:21)
3) Penghukuman Allah (Ef. 5:18b, Rom. 1:24)
4) Akibat penghukuman, kecemaran (Ef.4:19, Rom. 1: 24).

Sebelum kejatuhan Adam ke dalam dosa manusia hidup dalam persekutuan dengan Allah.
itu keadaan semua manusia. “tidak ada yang benar, seorangpun tidak ada---- tidak ada
seorang yang mencari Allah, ---- . karena semua orang telah membuat dosa dan telah
kehilangan kemuliaan Allah” (Rom. 3:1—11,23). Kita melihat bagaimana tubuh lama yang
berdosa menguasai seluruh umat manusia, dari bayi dan anak kecil, sampai nenek dan tua-
tua.
Dalam bagian ini kita diminta : jangan hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal
Allah. “ kita telah dikenakan manusia baru, sebagaimana kita juga diberi pakaian yang
baru. Itu dihubungkan dengan manusia lama, yang kita telah menanggalkan (Kol. 3:9-10).
Dengan manusia yang lama, kita mengerti apa yang ada sebelum Yesus datang dan
menyelamatkan seseorang. “apa yang dilahirkan oleh daging adalah daging” (Yoh. 6:6).
Paulus berbicara tentang kebodohan, dan kekosongan, tetapi itu tidakn berarti bahwa
akal mereka tidak mempunyai isi. Memang

54
-----------------------------
1. Pengertian ini berhubungan dengan aliran Lutheran : “Semua orang manusia yang
dilahirkan sebagaimana biasa, setelah kejatuhan Adam, dilahirkan dengan dosa, artinya
tanpa takut akan Allah, tanpa percaya kepada Allah, dan dengan keinginan untuk berdosa.
Kesakitan ini yang diterima sebagai warisan, itu betul-betul dosa, yang dihukum dan
mengakibatkan kematian yang kekal bagi mereka yang tidak dilahirkan kembali dalam
pembabtisan dan Roh khudus. (Confessio Augustana II, tentang warisan dosa).

Orang kafir banyak oebrfikir dan membuat macam-macam hal. Tetapiu pikiran mereka
tidak menuju kepada sesuatu. Mereka sebetulnya mengasihi kegelapan lebih daripada
terang (Yoh. 3:9). Oleh karena itu dikatakan bahwa pengertian mereka “gelap”.
Gambaran yang diberi tentang keadaan orang kafir sungguh gelap di sini. Dan
akibatnya lebih gelap lagi kalau kita membaca ayat yang kemudian.

Kita melihat bahwa Tuhan membiarkan orang itu dalam dosa, dan seperti dikatakan
dalam Roma 1, hukuman mereka adalah hidup dalam dosa yang berat. Kita tidak langsung
tahu dosa apa yang dimaksud disini. Memang mungkin bahwa artinya : dosa seks dan dosa
dengan uang, mungkin dengan prostitusi. Itu memang termasuk, tetapi tidak itu saja. Kita
memperhatikan bahwa teks kita berbicara tentang “segala macam kecemaran dalam
kelobaab:. Kecemaran di sini dalam pengertian yang luas. Kita juga melihat bahwa tidak
ada “rem” lagi, tetapi mereka memberi diri untuk hal-hal demikianb dengan kelobaab,
sepeerti orang yang lapar sekali. Kita mengerti bagian ini sebagai gambaran kelaparan dosa
secara umum.
Hal ini memang tidak hanya terdapat di antara orang kafir, tetapi juga mungkin di
antara orang yahudi (Rom. 1:18-32).

Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu
telah mendengar tentang Dia dan meneria pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran
yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu. Berhubung dengan kehidupan kamu yang
dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya
yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan
manusia baru, yang telah di ciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan
kekudusan yang sesungguhnya.
Teks ini berbicara tentang apa yang kita belajar tentang Kristus. “tetapi bukannya
begitu kamu ini telah belajar Kristus. Belajar Kristus, tidak hanya berbati belajar Kristus,
tetapi Kristus juga menjadi isi pelajaran tersebut, belajar tentang Kristus. Dibelakang hal
belajar Kristus ada hal mengajar Kristus. Untuk belajar Kristus berarti percaya kepada
pengjaranan itu, dan menerima dia sebagaimana Kristus ada.

--------------------------

1. Lenski, al. 558, menulis tentang ‘aselgeia’ : In passages where this word is used as one
item in a list, it gets to mean sexual excess (Mk. 7:22, Rom. 13:13, II Kor. 12:21, Gal.
5:19); not so where, as here in II Pet. 2, 7,18; Jude 4, it is used as a mdifier or in the general
sense; then it retains its unmodified meaning “excess,” plural “ excesses”.

55
2. Penterjemahan ini yang didasarkan atas penterjemahan Lenski (al. 599-560) sedikit
berbeda dengan LAI. Menurut pandangan saya kamu (‘umeis’) itulah subjek bagi kata kerja
belajar ( ‘emathete’).

Kalau kita belajar seperti di katakan di atas kita juga mengerti bahwa kebenaran
dihubungkan dengan diri Yesus. Memperhatikan bahwa nama Yesus yang disebut. Tidak
hanya satu, Kristus tetapi Yesus itu. Kalimat ini dimulai dengan satu pertanyaan dalam
bahasa Yunani : “jikalau sungguh kamu sudah mendengarkaan Dia, dan sudah diajari di
dalamnya, sebagaimana kebenaran itu ada dalam Yesus. Dalam ucapan ini tidak ada
kemungkinan bahwa mereka tidak diajar. Paulus memang dua tahun leboh mengajar
mereka sendiri. tetapi pertanyaannya apakah mereka belajar sia-sia, dengan kurang
perhatian. Apakah merreka mengerti kata Yesus “Akulah kebenaran” (Yoh. 14:6).

Bagian ini bebrbicara tentang dua hal, yaitu kelahiran baru dan proses dalam orang
Kristen untuk makin lama makin suci berhubungan dengan ayat ini F.F. Bruce
mengatakan : “ be what you are”. Dalam bagian ini dibicarakan untuk menanggalkan dan
menekankan, manusia lama (4:22) dan manusia baru (4 :24). Manusia baru itu satu kata
yang berhubungan dengan Kristus. Kristus sering di katakan Paulus : Adam yang kedua.
Ada dua penterjemahan yang mungkin dalam bagian ini :

1) seperti dalam menterjemahkan LAI dengan imperatif, kamu harus


menanggalkan/mengenakan.
2) Dengan Stott/Lenski : “That you put away from yoyu once and for all. “ dengan
refrensi kepada pertobatan.

Kita harus memperhatikan bahwa kedua kata kerja ini dipakai dalam bentuk aorist
infinit. Dan itu mendorong kita untuk mengerti sesuatu yang dibuat pada satu saat
tertentu. Itu berarti bahwa menanggalkan dan mengenakan, artinya bertobat (Ef. 4:22,
24). Kita juga memperhatikan bahwa dalam surat Kolose ada satu bagian yang hampir
sama, dan di sana aorist partisipp yang dipakai. “ dan telah mengenakan manusia baru
yang terur menerus di perbaharui “ (Kol. 3:9-10). Dalam bagian ini jelas bahwa ada dua
ha terjadi, yaitu mengenakan dulu (telah) lalu diperbaharui yaitu secara proses yang
lama (terus menerus). Proses memperbaharuoi itu kita juga ketemu dalam surat Efesus,
dalam ayat yang kemudian.

Ayat ini kata kerjanya dalam infinitif dan waktu sekarang, atau dengan maksud
dan pengertian “terus menerus”. Tiga-tiga infinitif ini (4:21-23) sebenarnya tidak berhu
bungan dengan waktu, tetapi dengan aspek. Apakah lahiran kembali sudah terjadi, atau
nanti akan terjadi tidak jelas. Apa yang jelas itu bahwa

--------------------------------------

56
1. Begitu penterjemahan lama dari LAI.

2. 1 Kor. 5:7-8, Bruce al. 357.

3. Menterjemahkan dari Lenski al. 562-564. Stott memberi arti yang sama kepada dua
ayat tersebut : “put off our old nature in that decicive act of repentance called
conveersion. “Stott, al. 180

Kelahiran baru terjadi pada satu waktu tertentu. Dan setelah itu, setelah kelahiran baru,
pembaharuan teerus menerus dilangsungkan. Dan justru proses ini yang difokuskan dalam ayat
23 ini. Dalam ayat ini proses itu dikatakan “untuk dibaharui dalam roh pikiranmu.” Kita
melihat bahwa apa yang perlu dibaharui itulah apa yang ada di dalam diri kita. karena problem
manusi itu manusia sendiri.
Ayat ini tidak langsung berbicara tentang Roh kudus. Seperti dikatakan Lenski, Alkitab
berbicara tentang Tuhan kita, dan Allah kita, tetapi “scripture dose not use even the posessive
‘our’ Spirit” kita harus membedakans Roh Kudus dan roh kita. dalam ayat ini roh kita yang
dibicarakan, walaupun Allah yang memang subjek untuk kata kerja dalam ayat ini. Kita
diperbarui dalam roh pikiran kita oleh Allah.

Kita harus memperhatiukan bagaimana manusia menjadu manusia baru. Itu dikatasakan
“penciptaan” penciptaan baru itu apa yang terjadi kalau seorang dilahirkan kembali. Dan hal ini
memang menunjukan bahwa synergisme tidak mungkin. Pertobatan bukan kerjasama, tetapi
kerja dan penciptaan Allah.
Kita jufa memperhatikan manusia baru, yang diciptakan dengan Allah sebagai
gambaran, di dallam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Penterjemahan ini lebih
jelas daripada teksnya dalam bahasa Yunani, tetapi kita pikir justru itu yang dimaksudkan.
Dalam kalimat ini ada gambar Allah, juga penciptakaan baru menurut ukuran Dia. Tetapi
penciptaan baru kuasanya dari anugerah. Itu berarti bahwa manusia masih bisa mengeraskan
hati mereka dan tidak menerima anugerah.

Buanglah!
Karena aitu buanglah dusat dan berkatalah benar seorang kepda yang lain,
karena kita adalah sesama anggota. Apabila kamu menjadi marah, janganlahh kamu membuat
dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah memberi
kesempatan kepada Iblis.
Karena itu (dusta telah dibuang) berkatalah (terus menerus) benar. Kita melihat
bagaimana apa yang telah tejadi pada waktu tertentu, penciptaan baru, diikutsertakan dengan
pembuangan sebagai proses (terus menerus). Di sini kita lagi melihat bagaimana kata kerja
yang pertama merupakan ‘aorist’, dan yang beriktu “waktu sekarang”. Itu berarti bahwa dusat
dan pada waktu penciptaan baru, telah dibuang. Dan dusata dalam jeleknya itu merupakan
problem manusia terutama. Itu kita melihat jeleknya dalam Rom. 1:18-32. tetapi apa yang telah
di buang, harus di buang terus menerus. Kalau kita sudah menerima kebenaran keselamatan,
tidak ada ruang untuk dusta lagi.
Dibawah perkataan ini ada satu pertanyaan. Apakah benar untuk seorang Kristen untuk
berkata seusatu yang tidak benar. Jelas bahwa perkataan ini tidak bisa dipakai untuk bilang

57
bahwa kita hanya harus berkta benar kepada kawan seiman. Hanya orang yang beriman
(percaya kepada kerja keselamatan Yesus) yang merupakan anggota Tubuh Kristus. Tetapi
perkataan ini lebih luas, karena kita tidak boleh bohong terhadap tentangga (‘plesion’). Itu kata
yang saya yang dipakai dalam perkataan Yesus : “ kasihilah sesamamu manusia seperti diri
sendiri” (Mat. 22:39).
Setelah peringatan pertama ini, Yesus meneruskan dengan kemarahan. Dan kemarahan
tidak dilarang. Itu kita bisa mengerti karena Yesuspun pernah marah (Mk. 3:5). Paulus juga
berkata demikian dalam khotbah diatas bukit : “setiap orang yang marah terhadap saudaranya
tanpa alasan, dia harus dihukum. “ kita juga diajar untuk menegur anak-anak kami (Ibr. 12:9)
sewaktu-waktu ada hal yang dimarahi. Ayat ini sebenarnya mengutip mazmur empat : Biarlah
kamu marah dan jangan berbuat dosa “ (Maz. 4:5). Dari segi bahasa penterjemahan ini lebih
tepat.
Tetapi walaupun kita benar-benar harus marah, itu tidak berarti bahwa dosa tidak bisa
timbul waktu kita memarahi orang. Oleh karena itu kita harus waspada. Itu berarti bahwa kita
boleh marah terhadap dosa. Kita harus mengasihi orang berdosa dan membenci dosa. Dan
dalam hal ini kita perlu pertolongan yesus, dan anugerah dari Tuhan, dan justru itu yang
dikatakan di sini, supayua kita tidak mencamput benci dan dosa lain dalam kemarahan yang
benar.”
Satu gambaran yang bagus dipakai rasul paulus untuk kita mengerti maksudnya. Jangan
mata hari turun sebelum kita melepaskan kemarahan kita. marah tanpa alasan yang tepat,
memang dosa. Tetapi juga marah yang benar, tidak diijinkan terlalu lama tinggal di hati. Itu
satu peringatan yang kita harus menghargai. Kita juga melihat bagaimana praktisnya, supaya
kita diingatkan matahari yang setiap hari tenggelam. Marah ntidak boleh disimpan, kalau
disimpan artinya sudah benci.
Ayat ini menjelaskan ayat sebelumnya. Problemnya bahwa marah yang disimpan akan
dipakai iblis. Oleh karena itu jemaat di Efesus”. Justru kalau kita menyimpan kemarahan itu
merupakan tempat bagi Iblis dalam diri kta. Dengan membenci datang kekerasan hati.
Hubungan antara ayat ini dengan ayat sebelumnya jelas, juga dari segi struktur kalimat. Tetapi
juga hal yang berikut mempunyai hubungan dengan ucapan ini. Karena setiap dosa yang

-----------------------------------

1. tanpa alasan/’eike’ tidak adaz dalam semua naskah-naskah, tetapi memang terdapat dalam “
mayoritytext”.

2. Lenski, al. 577

3. Hendriksen al. 218

4. Menterjemahan lama (LAI)

58
Diijinkan dalam diri kita, sebenarnya merupakan tempat untuk iblis.

Orang yang mencuri, janganlah mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras melakukan
pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri. supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada
orang berkekurangan. Janganlah ada perkataan kotor yang keluar dari mulutmu, tetapi pakailah
perkataan perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu supaya mereka yang
mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Disini kita melihat bagaiamana hubungan antara pemalas dan pencuri. Pencuri ingin
mendapatkan barang dengan tidak berusaha sendiri. Ada macam-macam caras mencuri.
Sewaktu-waktu orang mencuri tanpa melanggar hukum negara. Disini kita melihat bahwa apa
yang dikatakan lebih difokuskan secara positif. Apakah kita bisa membagikan kepada oprang
lain. Tidak selalu orang kaya yang lebih pintar membagikan. Disini tidak ada kata banyak, atau
yang tidak berhasil tidak di hukum. Sebaliknya Allah bergumul dengan dia, supaya dia dapat
berkat ewat temannya. Setiap anggota masyarakat yang bekerja, melayani Tuhan dalam
pekerjaan itu. Dan kita menunggu Allah sendiri sebagai tamu.
Hal ini harus dikhotbahkan. Kita tidak boleh menyembunyikan Firman Tuhan. Orang
harus tahu bahwa Tuhan ingin hati yang memberi dengan kerelaan. Ada banyak yang tidak
mau mendengar kata “pekerja keras”, tetapi itulah Firman Tuhan. Dan kita harus mengajar
orang supaya mereka mengedrti bahwa : kerja kita sehari-hari perlu dikerjakan dan disiapkan
sebagaimana kita mau melakukannya kalau kita menunggu Tuhan Yesus datang kembali
besok. Karena kerja kita sehari-hari itu tugas yang kita diberi oleh Allah.

Seperti ayat yang sebelumnya, ayat ini lebih daripada melarang perkataan kotor. Mulut
kita betul-betul mempunyai kuasa, itu benar. Kuasa itu mungkin melayani iblis, tetapi juga
mungkin melayani Yesus. Mulut kita tidak boleh keluarkan kata yang “busuk” (bh. Ing. :
rotten). Kita tahu bagaimana lidah dibandingkan dengan api kecil yang biasa membakar hutan
besar. (Yak. 3:5).
Tugas kita lain, yaitu membangun dan menyalurkan anugerah. Itu satu ayat yang
sungguh penting. Tujuan pergaulan kita itulah membagikan Anugerah Tuhan.

Hamba Tuhan

Untuk seorang hamba Tuhan ayat 28-29 berhubung. Karena panggilan dan kerja kita itu
untuk membagikan anugerah Tuhan. Kita diminta kerja keras. Dan setiap pelayanan kita
dianggap penting. Karena tidak jumlah anggota yang dibicarakan di sini, tetapi apakah kita

59
membagi berkat, yaitu anugerah Tuhan. Apakah persiapan kita sesuai dengan siapa yang akan
mendengar? Apakah kita siap untuk melayanai jumlah orang yang kecil? Kita harus
memperhatikan bahwa tugas kita, yang paling penting, itu untuk mengundang kepada anugerah
Tuhan.

Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memateraikan kamu
menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah
hendaklah dibuang dari antara kami, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu
ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaiamana
Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Roh Kudus sering dibicarakan dalam surat ini. Hendriksen menghitung 30 yang jelas,
yaitu Roh Kudus/Roh Allah/Roh Yesus. Dia juga menghitung bahwa kata Roh 70 kali dengan
arti yang sama. Itu tidak berarti bahwa selalu ada kesamaan dari segi bahasa. Dalam bagian ini
kita bertemu ucapan : Roh Kudus Allah, dan kekudusan dititikberatkan. Biasanya kata
sandang tidak dipakai bersama dengan Roh/Kudus. Tidak hanya Roh Kudus yang dikatakan :
“yang Khudus” dalam Alkitab juga Allah dan Yesus Kristus (Yoh. 6:69, Why.4:8). Dan
melihat hubungan antar ketiga orang dalam Allah.
Kita dimateraikan untuk hari penebusan. memang hari itu juga dikatakan hari Tuhan
dan hari keselamatan. Maksudnya hari kedatangan Yesus kedua kali. Collin Brown
menjelaskan dimateraikan demikian : “this sealing is symbolized by baptism which paul
associates with the gift of the spirit.
Dengan cara menulis paulus membuat kita membaca cepat di sini. Dia hanya
mengucapkan beberapa dosa. Rupayan dia sudah memperdalam beberapa, dan yang lain cukup
diucapkan supaya jelas apa yang dimaksudkan. Kita melihat artinya bersama dengan J.R.W.
Stott.

Pikria = ‘bitterness”, kepahitan


thymos = ‘wrath’ kegeraman
orge = “anger”, kemarahan
krauge = “angry shouting”, berteriak dg. Marah, pertikaian
blasthemia = “baspheem”, menghina Allah, fitnah.

Kita melihat bagaiaman semua ini adalah hal yang berhubungan dengan relasi manusia
sesama. Dan Paulus menutup secara umum. Itu akan dibuang bersama dengan segala
kejahatana, kemudian kita akan meningkatkan relasi yang baik.

-------------------------------------

1. Hendriksen al. 221.

60
2. C. Brown, vol. III, al 499. begitu juga Lenski yang katakan “by baptism ther Holy spirit was
given to us the seal” (al. 584). Stott tidak setuju : “But baptism is the outward and visible sign
or seal, whereas the inward and invisible seal --- is the presence of his spirit in the their hearts.
(al. 49 note 3)

3. Stott, al. 190.

Kita akan ambil relasi yang lain, yang sungguh berarti yaitu relasi ‘xrestos’ = “kind”,
ramah. Kita harus memperhatikan kata ini, karena bunyinya sama dengan Kristus, ‘Xristos’,
bedanya antara ‘xrestos dan xristos’ hanya satu huruf ‘e’ dan ‘i’.
Tetapi pada waktu abad yang pertama perbedaan antar adua huruf tersebut tidak ada lagi. ‘I’
diucapkan sebagaiamana kita sekarang mengucapkan ‘e’. oleh karena itu kata ini memang
dipakai dengan arti yang sungguh dalam.
Ada dua kata lagi yang dipakai, yaitu’eusplagchnoi’ yang artinya hampir sama. Lalu
kata terakhir berbicara tentang mengampuni, sebagaimana diampuni. Hubungan ini selalu ada
antara, mengampuni dan diampuni.
Kita mengerti bagaiman hal “pengampunan” penting bagi paulus, dan itu merupakan
kata kerja dari dasar ‘xaris’ yang berarti anugerah.

61
Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah
di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus jmuga telah menyerahkan diriNya untuk kita
sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Paulus di sini meneruskan apa yang dibicarakan dalam pasal sebelumnya. Dasarnya
bahwa kita akan saling mengampuni seperi Allah mengampuni kita dalam Kristus. Lalu kita
melihat bagaimana kasih Allah kepada kita sebagaia anakNya mendorong kita untuk menjadi
penurutNya. Ucapan ini memang sungguh dalam, kita merupakan “anak Allah yang dikasihi.”
Hal ini merupakan sesuatu yang diulangi terus menerus dalam Firman Allah. dan itu sesuatu
yang memberi sukacita dan gembira ke dalam hati kita. dalam ucapan ini kita mengerti bawha
kita sebetulnya sangat berarti bagi Allah.
Justru dalam bagian ini kita juga memperhatikan bahwa kesamaan kita dengan Allah
didasarkan atas anugerah Tuhan (4:32. Tetapi itu tidak akan mengurangi apa yang diharap
di sini, bahwa kita menjadi ‘penurut Allah”. hal ini tidak berarti bahwa kita selalu berhasil. Itu
tidak berarti bahwa kita menjadi duplikasi dari Allah, karena itu tidak mungkin. Sebaliknya
Allah menjadi sumber untuk mengkopy. Dan hal ini berarti kita bersandar kepada Allah dalam
segala hal.

Hal yang penting yang kita belajar dari Tuhan itu justru untuk mengasihi. Kasih itu
memang perasaan dan sifat hati yang dalam. Dan itu memang yang menjadi tujuan terutama
dalam hidup seorang Kristen. Kita tahu bahwa kasih menjadi ciri khas jemaat pertama. Orang
memperhatikan bahwa mereka saling mengasihi (Yoh. 13:35). Tidak cukup untuk berhenti
membuat hal yang salah, dan menolong orang lain. Kita juga harus mengasihi mereka, yaitu
musuh-musuh kita, dengan segenap hati ( Mt. 5: 33-34).
Kalau kita ingin tahu apa itu kasih kita bisa melihat justru dalam bagian kedua dalam
ayat dua ini,. Karena contoh kasih yang akan dituruti itu justru kasih yang Yesus melihatkan
atas kayu salib (1 Yoh. 3:16). Dan justru tanda kasih itu berkenan di hadapan Allah. itu bukan
kasih yang mendatangkan hormat dan kemuliaan kepada orang yang turut mengasihi orang
lain. Sebaliknya kasih yang rela dihina, kasih yang murni. “hidup dalam kasih” dalam bahasa
aslinya dikatakan “ peripateite” (B.Y.) artinya berjalan. Itu berhubung dengan dorongan untuk
menjadi penurut Allah.
Tetapi kalau kita memperhatikan ayat-ayat yang kemudian, kita harus mengakui bahwa
tidak hanya kasih terhadap manusia yang dimaksudkan di sini, tetapi kasih terhadap Allah.
karena justru hidup dalam dosa melihatkan bahwa orang menyembah dewa-dewa. Sebetulnya
“dosa” bisamenjadi “dewa” kita (5:5). Kasih terhadap

----------------------------

62
1. Stott, J.R.W. al. 191 : “ sebagaimana anak menurun orang tuanya, begitu kita juga perlu
menurun Bapa kita, yaitu Allah, seperti dikatakan TuhanYesus kepada kita.

Allah merupakan tema yang terpenting di sini, dan justru kasih Allah itulah sumber kasih kita
(1 Yoh. 4:19).

Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan
diantara kamu, sebagaiamana sepatutnya bagi orang kudus. Demikian juga perkataan yang
kotor, yang kosong atau yang sembrono-karena hal-hal ini tisakm pantas tetapu sebaliknya
mengucapkan syukur.

Dari kasih yang sungguh dan indah, pauluisd putar kepada percabulan dan segala
macam dosa seks, yaitu percabulan dan kecemaran. Dan dengan ini juga dikatakan keserakahan
yang tidak hanya berbicara tentang seks, tetapi merupakan dosa terhadap hukum yang
kesembilan dan kesepuluh, antara sepuluh hukum. Justru keinginan untuk memperoleh milik
tenaga yang dilarang. Keinginan itulah dosa. “jangan mengingini rumah sesamamu; jangan
mengingini isterinya, ---- (Kel 20:17). Kita melihat bahwa keinginan yang jahat itu dilarang.
Dan itu juga yang difokuskan disini. Hal ini juga berhubungan dengan kata Yesus sendiri
dalam khotbah di bukit : “ tetapi aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang
perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Mt. 5:28)
dosa ini adalah satu yang sesungguhnya bisa merusak jemaat Allah, karena orang cepat terikat
dibawahnya. Itu juga yang membuat paulus memperingatkan orang Efesus supaya gaya bahasa
mereka di sesuaikan dengan tujuan ini. Mereja juga harus hati-hati supaya mereka membuat
baju yang kotor. Itu memangsesuatu yang cepat terjaadi. Dan ada hubungan dengan bagaimana
kita berbicsra dan timbulnya dosa : “lidahpun merupakan api, ---- sebagaia sesuatu yang dapat
menodai seluruh tubuh dan menyalakana roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan
oleh api neraka” (Yak.:3:6).
Masalah dosa seks dan bahasa yang kotor memang suatu masalah yang besar dalam
kota Efesus. Karena disana dewa Diana kuat, seperti kita sudah mengetahui. Dan terikat
dengan penyembahan Diana orang juga berbuat hal yang sedemikian . oleh karena itu standar
yang dibicarakan oleh paulus di sini sangat tinggi kalau dibandingkan dengan keadaan
masyarakat umum. Tetapi justru dalam keadaan seperti itu orang khudus harus diingatkan
tentang kekhudusan mereka, supaya mereka hidup dalam ternag Tuhan.
Hidup itu yang diberi kepada suami isteri, itu sesuatu yang indah, sesuatu yang
memuliakan Allah. oleh karena itu orang Kristen disini diminta supaya mengucapsyukur atas
kebaikan Allah. Hidup suami-isteri itu satu bahagia yang diberi kepada manusia dari Allah,
sesuatu yang menjadi sumber mengucap syukur kepada Dia. Di sini kita melihat bahwa
pengucapan syukur itu berlawanan dengan perkataan kotor, seperti dikatakan Stott: “in itself
thanksgiving is not an obvious substitute for vulgarity, since the latter is essentially self-
centred, and the former god-centred. But perharps that is the point that Paul is making.

63
Karena ingatlah ini baik-baik; tiadak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah,
artinya penyembah berhala, yang mendapatkan bagian dalam kerajaan Kristus dan Allah.
janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian
mendatangkan murka Allah ataas orang-orang durhaka. Sebab itu jangan kamu berkawan
dengan mereka.

Hidup dalam dosa dan hidup dalam Tuhan tidak bisa di jalankan bersama-sama. Orang
yang hidup dalam dosa dikatakan “anak durhaka” (Ef. 2:2), tidak mungkin untuk menjadfi
hamba setan dan untuk dan hamba Allah pada waktu yang sama. Orang yang memberi
hidupnya untuk dosa, dan pada waktu yang sama pikir dia bisa tetap melayani Tuhan, dia
bohong. Ada banyak seperti itu dalam dunia pada masa kini. Mreka pikir bahwa dosa tidak
terlalu berarti. Tuhan akan menyelamatkan semua pada akhirnya. Itu yang dikatakan
“universalisme”. Seluruh dunia akan diselamatkan pda hari Tuhan. Tetapi hal itu tidak benar
dan tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Justru itulah kata-kata yang hampa (ay. 6).
Sebensarnya murka Allah ada diatas semua yang hidup dalam dosa.
Tetapi ada satu pertanyaan dalam hati banyak orang yang mendengar ayat ini : Apakah
satu pikiran, atau perbuatan dosa cukup untuk menutupi pintu sorga? Stott menjawab :
pertanyaannya memang apa yang membuat dengan dosa mereka. Apakah mereka pergi ke kayu
salib Kristus atau tidak. Dan justru di sana kita melihat bahwa murka Allah ada diatas mereka
yang berdosa. Murka Allah yang Tuhan Yesus hadapi dengan kata: eloi, eloi lamak sabaktani
(Allah, Allah mengapa engaku meninggalkan aku). Kalau Yesus takut akibat dosa dunia,
apalagi kita.

-------------------------------

1. Stott, al. 192 secara langsung “ucapan syukur” tidak merupakan kata lawan “perkataan
sembrono”, karena yang kedua memusatkan diri sendiri, dan yang pertama memusatkan Allah.
tetapi mungkin justru itulah maksud Paulus.

2. Stott, al. 197, artinya di sini tidak bahwa setiap pikiran perkataan atau pekerjaan yang kotor,
salah satu cukup supaya seseortang tidak mungkin masuk sorga, karena kalau begitu siapa yang
layak masuk? Tidak, karena mereka yang jatuh dalam dosa karena kelemahan mereka, tetapi
nanti menyesal dengan malu dan rendah hati, untuk dia ada pengampunan. Orang sesat dan
kotor yang dimaksudkan di sini itulah mereka yang meberi diri mereka kepada dosa tanpa malu
dan menjalankan hidup itu, ---- yaitu mereka yang menyembah baal.

64
Kita sebagai orang Kristen harus hati-hati supaya kita tidak dibawah orang lain kepada
hidup dalam dosa. Memang orang berdosa tidak pernah senang berdosa sendiri. selalu mereka
ingin orang lain lebih jahat daripada mereka. Justru itu yang kita ingat tentang dalam ayat ini.
Berkawan dengan mereka mempunyai arti yang jelas, yaitu berkawan dalam hal berbuat dosa.
‘ ‘summetoxoi’ (bh. Yu.) ‘ share with. Dalam Ef. 3:6 kata ini dipakai tentang orang kafir yang ‘
menjadi peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus. “ tetapi dalam pasal lima ini artinya
ikut dalam keselamatan, tetapi dalam pasal lima artinya : menjadi peserta dalam perbuatan
mereka, yang jahat. Kita memang boleh kenal dan berbicara dengan mereka, dan bersaksi
terhadapa mereka tetapi kita tidak boleh ikut dalam pekerjaan mereka ayang jahat.
“ for if we share in their practices, as Lot was warened in sodom, we run the risk of sharing
intheir doom.”

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam
Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan
dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.

Yang pertama kita meperhatikan di sini itu berbeda antara dulu dan sekarang. Itu salah
satu hal yang penting untuk kita sebagia orang Kristen. Kita yang telah menerima
keselamaatan, kita sudah menjadi terang. Walaupun kita asudah terang ada satu dorongan
supaya kita membuat dua hal : “berjalan” (ayat 8) dan “ menguji” sebagai anak terang, dan kita
juga diminta untuk menguji apa yang kita perbuat. Itu berarti bahwa tidak ada automatik
bahwa seorang yang sudah bertobat tidak berdosa lagi dan hidup dalam kegelapan. Jusrtru itu
yang diingatkan kepada kita lebih dalam pada akhir surat ini. (Ef. 6:10-20).

----------------------------

1. Bauer, Arnt, Gingrich, A greek english lexicon of the New Testasment and other early
chirstian literatur, al. 786

2. Stott, al 198, karena kalau kita mengikuti pekerjaan mereka, seperti diperingatkan Lot di
Sodoma, kemungkinan besar kita ikut dalam penghukuman mereka.

65
Dan jelas sekali apa artinya terang di sini, yaitu apa yang dikatakan “buah terang”. Di
sini ada beberapa naskah yang menggantikan kata terang dengan kata Roh: “ buah Roh”. Apa
yang benar tidak mudah diketahui, tetapi perbedaan arti tidak ada. Kita memang tahu dari Injil
Yohanes bahwa terang sebetulnya bisa menggantikan nama Tuhan. Di sini kita dikatakan “
anak terang” dan lawan kata itulah “anak kegelapan”, yaitu anak Iblis. Kata buah sering
dipakai alkitab untuk kerja manusia baru. Kata “buah” menitikberatkan sumber kerajaan itu,
bahwa itu ada hasil dari kerja rohkudus atau kerja terang, yaitu kerja Kristus. Buah terang
bahwa pikiran kepada hal yang dikerjakan oleh Roh Kudus, dan tidak perlu disembunyikan
dari mata Tuhan Yesus. Satu terbukaan terhadap Dia yang adalah ciri khas orang Kristen, yaitu
mereka yang hidup dalam terang. Dan buahnya memang kebernaran, kebaikan dan keadilan.

Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak


berbuahkan apa-apa, tetapi sebaiknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab
menyebutkanlah sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi
telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi
nampak, sebab semua yang nama adalah terang.

Di sini Paulus mengulangi apa yang di katakan di atas bahwa orang Kristen tidak boleh
ambil bagian dalam kerja kegelapan. Kita melihat perbedaan antara orang dalam kegelapan dan
orang dalam terang. Karena yang terakhir ada dalam keadaan berubah, tetapi yang pertama
adalah dalam keadaan “ tidak berbuah”. Tidak dikatakan bahwa kegelapan berbuah dengan
buah jahat. Sebetulnya mereka tidak perlu sumber kejahatan diluar diri mereka sendiri. mereka
bisa mengambil kejahatan dari diri mereka yang penuh dosa. Buah Roh itu lain, itu merupakan
buah Roh, kerja Roh Khudus.
Ada satu kalimat yang tidak selalu ditaati di sini, yaitu kalimat terkahir dalam ayat 11,
“telanjangilah”. Dosa akan ditegur. Mungkin gampang untuk menegur masyarakata umum dan
dosa yang berat, tetapi tidak selalu gampang kalau mereka yang membuatnya mempunyai
kedudukan. Kalau kita melihat kepaa keadaan gereja pada masak ini, kita bisa melihat kepada
kedudukan. Peneguran itu perlu di dalam jemaat Allah, dan harus di buat sesuai dengan
instruksi Tuhan Yesus (Mt. 15:18), dan dalam kasih.

Paulus di sini membuat saatu gambaran tentang terang. Kita sudah tahu bahwa kita
harus ujilah apa yang berkenan terhadap Allah (ayat 10). Dan justru satu ujian seperti itu yang
dimaksudkan di sini. Kalau sesuatu ada di dalam terang, tidak ada tuang untuk sesuatu
disembunyikan. Tetapi apa artinya kalau paulus mengatakan “karena segala seusatu yang
nampak adalah terang”. Segala sesuatu itu mempunyai refrensi kepada dosa, yang menjadi
nampak dalam terang. Ada dua solusi:

66
1) Bahwa paulus di sini berbicara tentang kuasa terang untuk menyelamatkan .
menurut Stott artinya bahwa orang yan g percaya menerangi orang lain supaya mereka bertobat
(melihat ayat kemudian).
2) Bahwa Paulus di sini berbicara tentang kuasa terang yang membuka dan bahwa
kedalam terang dosa, supaya jelas bahwa dosa adalah dosa.
Tidak ada kesalahan dogmatis dalam dua maksud ini. Bisa terjadi bahwa orang yang
bertemu terang bertobat. Tetapi dari segi lain juga apa yang dimaksud dalam terang menjadi
nampak, dan dosa dilihat sebagia dosa (Rom. 1:18-32). Dan pengertian terakhir mungkin lebih
sesuai dengan maksud Paulus.
Oleh sebab itu dikatakan : Bangunlah hai orang yang tidur dan bangkitlah dari antara
orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.
Apa yang dikatakan dalam ucapan ini lebih penting daripada sumbernya. Itu satu
dorongan kuat untuk bertobat. Strukturnya sangat indah .

Hal ini mulai sebagai satu kutipan, tetapi tidak gampang untuk ketahui kalimat ini
dikutip dari mana. Ada yang katakan Yes. 60:1, tetapi menurut pandangan si penulis itu terlalu
jauh dari teks kita. lebih mungkin hal ini adalah satu ucapan atau lagu yang dipakai dalam
jemaat yang pertama.
Apa yang dikatakan dalam ucapan ini leboh penting daripada sumbernya. Itu satu
dorongan kuat untuk bertobat. Strukturnya sangat indah :

Bangunlah ( yang ) tidur 1) Dorongan kuat


Bangkitlah dari kematian 2) Leboh kuat, sama
Akan bercahanya untuk kamu Kristus 3) paling hebat, tidak sama.

Kita melihat bagaiaman dipakai baik kontrast dan paralel. Itu berita Injil, yang selalu
harus di dengar kalau orang di tegur. Dan itu memang melihatkan bahwa teguran mempunyai
tujuan baik. Supaya Kristus bisa menyelamatkan orang.
Kita juga harus memperhatikan bahwa dalam ayat ini jelas sekali bahwa justru Yesus
yang adalah terang bagi Paulus, seperti juga dalam Yohanes 1 : 4. hidup dan terang itu sesuatu
yang berhubungan dekat. Gambar yang dipakai tentang orang yang belum percaya juga sangat
dalam : tidur/mati.

----------------------------------

1. Stott, al. 200 : “it is possible (after all it happened to you) for the light to turn the things it
shines upon into light.
Bagian ini yang dikutip dari philips modern translation of NT, juga dikutip oleh wood, in
Gaebelein ed., Expository bible comentary, al. 70 : tetapi wood tidak ambil pengertian ini
sendiri.

2. Wood, op.cit. al. 70, Lenski al. 610, Hendriksen 234.

67
3. Lenski al. 611, Lenski katakan bahwa kalimata ini tidak di ambil dari Alkitab, dari Apokryfa
atau dari sumber kafir Iran. Hendriksen, al. 235. tidak setuju, tetapi dia juga berbicara tentang
kutipan tak langsung.

Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup janganlah sebagia
orang bebal, tetapi orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah
jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak
Tuhan.dan jangan kamu mabuk oleh Anggur, karena Anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi
hendaklah kamu penuh dengan roh, dan berkata-katalah seorang terhadap yang lain dalam
mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Beryanyi dan bersoraklah bagi tuhan dengan
segenap hati. Ucapkanlah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama tuhan kita tuhan
yesus kristus kepada Allah dan bapa kita,

Kita lagi bertemu dengan kata “jalan hidup”, sebetulnya disini dikatakan: “karena itu,
perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu berjalan “atau perhatikanlah, sejauh mana
kamu berjalan dengan seksama” tidak jelas kalau seksama harus bersama melihat atau berjalan.
Tetapi hal itu tidak terlalu berarti, yang penting perhatian terhadap jalan hidup. Itu satu kalimat
yang sering muncul dalam surat-surat paulus, bahwa kita harus hati-hati supaya tidak iblis yang
menang dalam hidup kita. supaya kita tidak mengikuti keinginan daging, dan hidup dalam
dosa. Dan justru perbedaan antara orang arif dan orang bebal yang dijelaskan kemudian. Dan
kita harus memperhatikan bahwa kita tidak diminta menjadi orang arif, tetapi berjalan seperti
orang arif. Ada satu hubungan yang erat antara pengetahuaan / pengajaran dan jalan hidup kita
masing-masing.

Kalau kita membandingkan ucapan ini dengan surat kolose kita mengerti bahwa itu
salah satu dorongan untuk missi untuk beritakan injil. “hiduplah dengan penuh nikmat terhadap
orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada” (kol.4:5). Disini kata orang luar jelas
melihatakan tujuan yang ada dalam hal ini. Paulus mau supaya orang diselamatkan. Oleh
karena itu orang kristen diEfesus dan dikolose dan semua orang kristen diminta untuk memakai
waktu balik supaya orang bertobat.

Tidak semua orang ingin mengerti kehendak Allah, karena itu terlalu repot untuk
mereka. Itu semacam kristen yang mengombang-ambingkan firman Allah. atau orang yang
seperti dikatakan diatas, hidup mereka tidak diawasi. Justru satu contoh yang muncul dalam
bagian ini dan itulah mabuk. Disini juga dikatakan mengapa orang tidak boleh mabuk, karena
itu menjatuhkan orang. Hawa nafsu muncul dan menguasai orang yang mabuk. Boleh
dikatakan bahwa hal mabuk cepat bisa merusak orang kristen yang selain itu hidup mereka
benar. Karena akibat kemabukan dan hawa nafsu itulah dosa, dan dosa merusak hubungan
terhadap Allah dan orang lain. Oleh karena itu kita harus berkata seperti paulus, jangan mabuk,
karena itu adalah langkah pertama untuk merusak hidup, baik rohani maupun jasmani.

68
--------------------

1.begitu Lenski al. 613

Sebaliknya kita akan dipenuhi oleh roh kudus. Bahwa dua hal ini berlawang kita mengerti,
tetapi mungkin orang diEfesus lebih mengerti lagi. Dalam penyembahan mereka terhadap para
dewa minuman keras sering dipakai untuk berkomunikasi dengan dewa-dewa tersebut . itulah
sesuatu yang kalau dibawa kedalam jemaat kristen akan merusak. Itu selalu bahaya kalau orang
bertobat bahwa mereka membawa fikiran yang dari dulu supaya dilakukan dalam jemaat.
Sebaliknya mereka harus dipenuhi roh kudus. Kita memperhatikan bahwa kata dipenuhi dalam
bentuk passif. Itu tidak sesuatuyang dikerjakaan mereka sendiri. seperti dikatakan stott: “there
is no technique to learn and no formula to recite. What is essential is such a believing openness
to him that nothing hiders him from filling us. “kita juga harus memperhatikan bahwa kata
dipenuhi adalah dalam waktu sekarangdan bukan aorist. Itu berarti bahwa paulus menjelaskan
tentang satu proses yang lama, yang terus menerus berlangsung dalam hidup orang Kristen.
Dan justru apa yang berat merupakan haasil dari kerja Roh Kudus itu.

Bagian ini mengakhiri satu bagian dalam surat ini, tetapi ayat berikut juga termasuk
dalam kalimat yang sama. Itu berarti bahwa antara bagian ini dan bagian yang berikut ada satu
hubungan yang akrab. Karena apa yang diberi Paulus itu terus menerus nasihat.
Kita diundang untuk senantiasa mengucapsyukur. Walaupun syukur ini dikatakan
syukur dalam hati, kata yang dipaki di sini ‘psallo’ nerarti untuk menyanyi dengan
menggunakan alat-alat instrument. Hal ini kita juga mengerti dari kata-kata pertama dalam
bagian ini: “ berkata-katalah”. Kalau jelas ini berbicara tentang nyanyian yang seusngguhnya,
kita harus mengerti bahwa sikap hati masih penting waktu kita menyanyi. Pujian yang tidak
muncul dari dalam hati, tidak diinginkan Tuhan. Itu hanya pujian mulut saja.

------------------------------------------

69
1. Di isini ‘pneuma’ (bh. Yu). Bisa berarti roh dengan r kecil, tetapi kita setuju dengan
Hendriksen yang menulis bahwa biasanya kalau orang “dipenuhi Roh” dalam perjanjian baru,
itu berarti dipenuhi Roh Kudus. Hendriksen, al. 239.

2. Stott, al. 209

3.5.3. HIDUP DALAM LINGKUNGAN KELUARGA

Dan rendahkalah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Kalimat ini seperti dikatakan adalah lanjutan dari bagian yang sebelumnya. Tetapi
waaupun begitu kalimat ini juga berhubungan dengan yang berikut . kata tunduklah yang
adalah penting dalam ayat ini, juga penting dalam ayat yang berikut. Kita harus
memperhatikan bahwa dari segi tema, Paulus balik dalam ayat ini. Dari perbedaan hidup
rohani/hidup jasmani kepada hidup yang baik dalam keluarga.
Walaupun apa yang dikatakan kemudian tidak berlawanan dengan ayat ini, boleh
dikatakan dalam ayat ini sangat umum. Kata ‘allelwn’ (bh., Yu.) dipakai se\perti berikut “
“when a plural subject is represented by an interchange of the action signified in the verb, it is
called a resiprocal construction—‘these men are injuring one another.’ Dari hal ini kita harus
mengerti bahwa itulah sesuatu yang harus dibuat dalam arti ‘ saling membuat’ (Rom. 12:10,
Fil. 2:3). Dan itu tidak berlawanan. Sesuatu yang kita bisa belajar dari Rasul Petrus:
“demikianlah juga kamu hai orang muda, tunduklah kepada orang-orang tua. Dan kamu semua,
rendahkanlah dirimu satu terhadap yang lain, sebab: ‘Allah menentang orang yang congkak,
tetpau mengasihi orang yang rendah hati bisa dihubungkan dengan organisasi dalam
masyarakat di mana orang diminta menundukan diri terhadap orang lain.
Akita mau menitikberatkan tiga hal dengan Stott sebelum kita melanjutkan, karena
sering kata-kata dalam bagian Firman Tuhan ini dipakai untuk memukul orang lain. Tetapi itu
tidak maksudnya. Luther katakan tentang bagian Firman Tuhan ini, bahwa semua harus
memegang Firman yang diberi kepada mereka sendiri :

“jika semua b’lajar Firmannya sendiri,


rumah baik dan kuat berdiri

--------------------------------------

1. “rendahkanlah” dalam bahasa aslinya ‘upotasso’, artinya tunduklah. Kata ini yang dipakai
dalam ayat yang kemudian.

2. Stott katakan bahwa kata ini tidak diulangi, tetapi kalau kita melihat kesaksian dari naskah
yang tidak ada kata itu (Stott al. 215).

3. H.E. Dana, A manua grammar of the greek New Testament al. 131, saya tidak
menterjemahkan tetapi mengulangi arti : satu struktur yang resiprokal itulah sebagai berikut :

70
subjek, yang dalam jumlah banyak baik, adalah ‘subjek’ dan ‘objek’ dari kata kerja. Itu lebih
jelas dengan satu contoh. Orang-orang itu saling mengasihi satu sama yang lain.

4. Katekismus kecil oleh Luther, “haustafel” (peraturan rumah tangga). Die bekenntnis
schriften der evangelichen luterichen

EXPOSISI SURAT FILEMON

1. INTRODUKSI

Walaupun sifatnya pribadi, surat Filemon ini mempunyai satu tema yang umum. Jelas hanya
satu sebab bahwa surat ini terdapat dalam kitab suci, yaitu supaya kita belajar tentang relasi
antara tuan dan budak dalam terang Firman Allah. jelas dari surat-surat yang lain bahwa Paulus
tidak mau membuat revolusi yang jasmani dalam hal ini. Tetapi secara rohani surat ini
merupakan suatu revolusi yang kecil. Surat ini ditulis kepada seorang yang tinggal di Kolose.
Hal itu kita bisa menyimpulkan dari nama Arkhipus. Dia menerima salam di surat ini, dan di
surat Kolose (Kol. 4:17).
1.1. Outline.
A. Salaman a. (1,2) Nama mereka yang ada bersama Paulus.
b. (3) Doa berkat
B. ( 4-6 ) Doa Paulus untuk Filemon
C. ( 7 ) Kasih Filemon
D. ( 8 ) Paulus bebas untuk meminta kepada Filemon
E. ( 9 ) Permohonan Paulus yang hangat
F. ( 10 ) Onesimus anak buah pelayanan Paulus
G. (11a) Onesimus dulu tak berguna, sekarang berguna
H. (11b-12) Bagaimana Filemon harus menerima Onesimus
I. ( 13 ) Onesimus mengganti Filemon melayani Paulus
J. ( 14 ) Paulus tidak mau memaksa kebaikan Filemon
j. ( 15 ) Onesimus diambil supaya Filemon dapatnya.
i. ( 16 ) Onesimus saudara kekasih Paulus dan Filemon
h. ( 17 ) Bagaimana Filemon harus menerima Onesimus
g. ( 18 -19a) Kerugian Filemon dari dulu di bayar Paulus
f. ( 19b) Filemon anak buah Pelayanan Paulus
e. ( 20 ) Permohonan Paulus yang hangat
d. ( 21a ) Paulus percaya bahwa taat Filemon
c. ( 21b ) Filemon mau membuat lebih daripada yang diminta
b. (22 ) Doa Filemon untuk Paulus
a. Salaman A. (23-24) Nama mereka yang bersama Paulus
B. ( 25 ) Doa berkat

1.2. Exposisi
1.2.1. Salam dari Paulus dan kawanNya (1-3, 23-25)

71
Salam dalam permulaan dan akhir hampir sama. Di beri salam dari sejumlah besar dari
kawan paulus, lalu Philemon mendengar kata yang biasa dalam surat-surat Paulus, lalu
Anugerah dan damai sejahtera menyertai kamu sekalian.
Dari Paulius sorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudar
kita. kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja

-------------------------
1. Bullinger, figueres of speech. Al. 379. tetapi dia membagi sedikit berbeda.

Kami dan Apfia saudara perempuan kita dan kepada arkhipus teman seperjuangan kita dan
kepada jemaat di rumahmu : Anugerah dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari
Tuhan Yesus Kristus.

Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, dan dari
Markus, Aristarkus, Demas, dan Lukas, teman-teman sekerjaku. Anugerah Tuhan Yesus
Kristus menyertai roh kamu.
Kita akan memperhatikan beberapa hal dari pembukaan dan penutupan ini. Yang
terutama siapa yang ikut Paulus pada waktu ini, yaitu : Timoteus, Markus, Aristarkus, Demas,
dan Lukas.
Paulus tidak sendiri pada waktu ini, tetapi banyak anatara teman-teman sekerja yang
mengikuti dia dan melayani dia di penjara. Kita juga mengerti bahwa surat ini akan dibaca
dalam jemaate di Rumah Filemon, karena seluruh jemaat itu diberi salam. Itu juga berarti
bawha Filemon sungguh membuka rumahnya untujk persekutuan, tidak hanya untuk orang
penting tetapi untuk jemaat. Dan satu jemaast pasti terdiri dari lebih penting tetapi untuk
jemaat. Dan budak, daripada orang penting.

1.2.2. Paulus dan Filemon saling mendoakan

Aku selalu mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam
doaku, karena aku mendengar tetang kasihmu kepada semua orang khudus dan imanmu kepada
Tuhan Yesus. Aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan
akan yang baik di antara kita untuk Kristus.

Doa merupakan sesuatu yang penting dalam hidup seorang Kristen. Kita melihat bahwa
Paulus dan Filemon saling mendoakan paulus juga cukup bergembira karena apa yang dia
dengan dari orang lain. Dan itu satu hal yang kita harus belajar darinya, untuk mengucap
syukur karena orang lain, untuk berterima kasih kepada Tuhan atas pekerjaan Tuhan lewat
orang lain.

Terjemahan dalam ayat lima mungkin lebih tepat : “karena aku mendengar tentang
kasihmu dan kesetiaanmu terhadap Tuhan Yesus Kristus dan semua orang kudus” kita
menterjemahkan “kesetiaan” dan bukan “iman”, karena obyeknya baik Tuhan Yesus maupun
orang Khudus. Tidak sesuai dengan Firman Tuhan untuk mengatakan bahwa kita percaya
kepada orang, dan itu juga dihindari dalam terjemahan bahasa Indonesia. Tetapi kata ‘pistin—
pros’ (bh. Yu.) di sini berarti “kesetiaan—terhadap” (1 Tes. 1:8). Kasih dan kesetiaan terhadap

72
saudara seiman, itulah latar belakang yang baik untuk permintaan yang Paulus mau membahas
dalam surat ini.
Kalau Paulus berkata bahwa dia mendengar tentang kasihnya, sumbernya Onesimus
dan Epafras. Satu kesaksian tentang perubahan sikap dalam hati Onesimus.

6) Kalimat ini sungguh sulit untuk dimengerti, dan solusinya banyak, Rupperht menulis
: “with equal certainty one might suggest that 1) Paul pray that Philemon’s participation in the
faith will be made effective because of his ful understanding of God’s goodness to both of
them;
Ada satu hal kita mau memperhatikan dalam doa ini. Paulus belum tahu apakah dia
akan dibebaskan atau tidak, tetapi dia mengharapakan itu. Kalau dia tidak mengharapkan
bahwa dia akan dibebaskan sebentar lagi, dia tidak akan minta tempat penginapan disediakan.
Mungkin proses di pengadilan hampir selesai, hanya tinggal penghukuman apa yang diberi.
Kita tidak tahu tepat bagaimana situaasinya. Apa yang kita tahu itulah bahwa Tuhan menolong
dia dalam prosesnya. Justru doa saudara-saudara seiman yang memungkinkan bahwa
pembebasan Paulus sudah dekat. Setelah dua tahun di penajra di Roma, serta dua di Kaisarea
itu satu berita sukacita bagi semua temannya. Kita tahu bagaimana Peter diterima oleh jemaat
pertama kalau dia dibebaskan setelah beberapa hari di penjara (Kis. Ras. 12:13-17). Apalagi
Paulus, missionaris Asia kecil, kalau dia keluar setelah empat sampai lima tahun di penjara!
Hal ini kita harus ingat kalau Paulus kemudian diminta Filemon untuk menerima Onesimus
seperti dirinya sendiri.

1.2.3. Kasih yang setia

Dari kasihmu sudah beroleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang
Khudus telah kau hiburkan, saudaraku.

Aku tahu, lebih daripada permintaanku ini akan kau lakukan.

Kita melihat bagaimana kasih dan iman membuat Filemon menolong orang lain. Dia
menghiburkan orang lain. Kita sudah tahu bahwa dia memakai kesempatan untuk mengundang
orang ke rumahnya untuk persekutuan (ayat 2). Kita juga melihat apa yang bisa menghiburkan
rasul paulus, yaitu kalau jemaat dibangun dan di hibur. Justru kasih Filemon yang penting,
karena kasih itu membri pengharapan untuk Paulus.
Kita ingin memprhatikan kata ‘adelfe’ yang merupakan akhir kalimat ini. Paulus
memanggil Filemon ‘saudara’ dalam vokatif. Dengan kata ini Paulus mengakui Filemon
sebagai saudara seiman, dan perbuatannya sebagia perbuatan seorang saudara seiman.

Walaupun ayat ini tidak berbicara tentang kasih, kita

-------------------------------

1. Rupprecht, The Expository Bible Commentary, vol 11, al. 459. Ada dua kemungkina : 1)
Pengertian yang penuh akan kebaikan Allah terhadap keduanya, membuat dia aktif dalam
imannya. 2) aktifitas Filemon dalam imannya, akan membuat Filemon mengerti akan kebaikan
Allah terhadap keduanya.

73
Mengerti latar belakang ayat ini justru kasih. Kasih justru membuat lebih daripada apa yang
seharusnya. Kasih tidak membuat karena dipaksa, tetapi dengan sukarela. Justru apa yang
Filemon buat untuk orang lain yaang membawa kepercayaan dalam hati Paulus bahwa dia juga
akan membuat baik lagi.

1.2.4. Paulus bisa memerintahkan tetapi dia hanya minta

8 Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk
memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan.
9 Tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu, aku Paulus,
yang sudah menajdi tua, lagipula sekarang di penjarakan karena Kristus.

20 Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan : Hiburkanlah hatiku


dalamKristus !
21 Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu.

8) Paulus belum membuka apa yang dia akan minta. Dia belum minta apa-apa, dan juga
dalam bagian ini dia belum minta secara konkret. Apa yang difokuskan dalam bagian ini, itulah
relasi Paulus dan Filemon. Baik secara negatif, maupun secara positif.
Paulus memang mempunyai wibawa untuk memerinta terhadap Filemon, sesuatu yang
dia juga pikir bahwa Filemon akan menerima. “karena itu”, kesetiaan Filemon terhadap
saudara seiman membuat Paulus merasa bahwa, dia bisa berbicara secara langsung kepada
Filemon. Paulus bisa berbicara dengan bebas, dan dia yakin Filemon akan terima. Tetapi dia
tidak mau memerintahkan dalam hal ini.

Dan justru kasih Filemon yang dititikberatkan. Kasih itu yang meyakinkan Paulus
bahwa apa yang di minta, akan di beri tanpa dipaksa. Inilah gembala dan bapa rohani yang
memberi hormat kepada anak buahnya. Dia yakin bahwa Filemon akan membuat apa yang
diminta.
Kita juga melihat bagaiman Paulus berbicara tentang diri sendiri, sebagai orang yang
tua dan lama menderita untuk Injil, sekarang dalam penjara. Kita melihat bagaimana Paulus
mengingatkan Filemon tentang dirinya sendiri, tetapi dia juga memperhatikan diri Filemon.

20-21) bagian ini mengulangi apa yang dititikberatkan di ata. Paulus (yang di dalam
penjara ) minta hiburan dari Filemon. Paulus lagi minta dengan hangat supaya Filemon akan
menghiburnya, dan dia percaya bahwa itu akan terjadi, bahwa Filemon akan menuruti katanya,
walaupun Paulus tidak memaksa. Bagaimana Paulus minta dengan hangat kita melihat dari

74
kata “ Ya saudaraku”. Kita sudah bertemu dengan ucapan ini satu kali, dan disini di ulangi
untuk menitikberatkan pengharapan Paulus terhadap saudaranya ini.
Kita mau menitikberatkan satu hal lagi. Kalau Paulus katakan bahwa Dia ingin supaya
Filemon “berguna” bagi Paulus dia memakai kata ‘onaimen’ (= berguna). Nama ‘onesimon’
mempujnyai kata dasar yang sama. Mungkin justru hal ini menjadi satu permintaan kata,
dimana Filemon akan menjadi, ( sebagaiaman Onesimus sudah menjadi), berguna bagi Paulus.

1.2.5. Permintaan hangat tentang Onesimus

10 menjauhkan permintaan kepadamu mengenai anakmu yang kudapa selagi aku dalam
penjara, yakni Onesimus 11- dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat
berguna baik bagimu bagiku.

18 Dan kaulah dia merugikan engaku ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah


semuanya itu kepadaku- 19 aku, Paulus, menjaminkannya dengan tulisan tanganku sendiri.
aku akan membayarnya – agar jangan kukatakan : “Tanggungkanlah semuanya itu
kepadamu’!- karena engkau berhutang kepadaku, yaitu dirimu sendiri.

Mengapa Paulus bisa meminta dengan wibawa dan keakraban pada waktu yang sama/
itu jelas karena dia merupakan bapa rohani baik untuk Onesimus maupun untuk Filemon.

10 sekarang baru muncul permohonan Paulus terhadap Filemon. Dia mau berbicara
kepadanya mengenai Onesimus. Dan kita melihat bahwa yang pertama dia memperhatikan
tentang Onesimus itulah bahwa dialah anaknya, yang dia dapat dalam penjara. Kita melihat
bagaimana nama Onesimus di tempatkan pada akhirnya kalimat. Onesimus tidak dibicarakan
sebagai saudara seiman, atau sebagaa ‘huios’ (bh. Yu.) anak laki-laki. Kata yang dipakai di sini
adalah ‘tekna’ (bh. Yu.) atau anak kecil. Sebetulnya dia baru dilahirkan secara rohani di
penjara di roma. Dalam ucapab ‘tou emou teknou’ ( bh. Yu.) Paulus memakai kata yang
menitikberatkan rasanya terhadat Onesimus. “the posessive adjective ‘ my own’, is stronger
than the personal pronoun ‘my’ “kemudian kita akan melihat kasih Paulus terhadap Onesimus.

11) setelah paulus mengucapkan tema permohonannya, dia langsung mengaku bahwa
dia tahu latar belakang Onesimus. Dia tahu bahwa dulu Onesimus tidak berguna buat Filemon.
Dan dari apa yang akan kita lihat kemudian, mungin Filemon justru rugi karena budanya ini
Onesimus. Tetapiu Paulus juga tahu perbedaan antara Onesimus yang dulu dan Onesimu yang
sekarang. Dan paulus menitikberatkan bahwa dia sudah mengalami bahwa Onesimus sangat
berguna bagi dia, pasti juga untuk Filemon.

18-19) Dari ayat-ayat ini kita melihat bagaimana Paulus merelakana diri untuk
membayar hutang Onesimus kepada Filemon. Mungkin ada kejahatan yang Onesimus perbuat
dulu. Banyak budak-budak yang melarikan diri mencuri harta benda dari tuannya. Tetapi hal
itu tidak boleh merusak relasi antara dua saudara Paulus ini.

75
Paulus merelakan diri untuk membayar hutang orang lain, dan dengan demikian
membebaskan dia dari tanggung jawabnya. Itu sesuatu yang sangat berarti dalam hal yang
digumuli di sini, yaitu relasi tuan budak. Paulus menghubungkan itu dengan Satu

-----------------------------------

1. Lenski al. 962

Hutang yang lain, yaitu hutang yang dibayar Kristus. Jelas hal itu yang dimaksudkan paulus,
kalau dia katakan bahwa Filemon berhutang dirinya sendiri kepada Paulus.
Dalam bagian ini Paulus menulis beberapa kata dengan tangannya sendiri, lalu dia
menanda tangani dengan namanya, PAULUS. Dia akan tanggung hutang Onesimus, tetapi
bagaiman dengan hutang Filemon, siapa akan membayarnya. Mungkin jawabnya bahwa
Onesimus di ijinkan meneruskan pelayanannya sebagai teman sekerja Paulus. sebetulnya
Paulus ingin Onesimus untuk melayani bersama-sama dengan Paulus (ay. 13).

19b) apa yang dimaksudkan dalam bagian ini itulah bahwa Filemon berhutang kepada
Paulus, karena dia selamat lewat pelayanan Paulus. tetapi Paulus mengatakan bawha dia tidak
mau berbicara tentang hutang itu. Dengan demikian Filemon diingatkan apa yang sebetulnya
tanggung jawabnya. Tidak ada orang yang menanggung hutang Filemon. Dengan demikian
baik Filemon maupun Onesimus tetapi berhutang terhadap Paulus, karena keduanya dalam satu
kelas, sebagai anak buah rohani Paulus.

1.2.6. Kata Paulus, terimalah dia seperti diriku

12 Dia kusuruh kembali kepadamu – dia yaitu buah hatiku-

17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.

12) kalau kita menterjemahkan ayat ini, kita mungkin mau kata-kata : “yang saya untuk
kembali kepadamu, dia, itulah hati saya sendiri”. ‘splagxna’ yang diterjemahkan hati, arti
dasarnya apa yang ada di dalam baadan. Tetapi dalam bahsa Alkitab itu dipakai sebagai pusat
perasaan orang, yaitu pusat kasih. Mungkin kita bisa menterjemahkan “dialah anak
kekasihku/anak kesayanganku”. Rasa Paulus seperti dia menarik hatinya keluar dari badannya
dan mengirimnya kepada Filemon.

17) Apa yang Paulus minta dari Filemon tidak sedikit. Dengan menitikberatkan
persekutuan Paulus dan Filemon, paulus minta Onesimus diterima seperti Paulus sendiri. kita
tahu bahwa Paulus dalam surat ini merencanakan untuk bertemu dengan Filemon, supaya
permintan ini sungguh konkret. Mereka memang mau mempersiapkan kedatangan Paulus,
tetapi sebelumnya mereka harus mempersiapkan kedatangan Onesimus. Filemon tidak akan
membedakan. Kalau kita membandingkan dengan situasi kita, kita sudah sulit tidak
membedakan, apa lagi Filemon yang dulu adalah tuan Onesimus.

76
1.2.7. Tidak dengan paksa, relasi Onesimus / Paulus / Filemon

13 sebenarnya aku mau menahan dia disini sebagai gantimu, untuk melayani aku
selama aku dipenjarakan karena Injil, 14 Tetapi tanpa sepersetujuanmu, aku tidak mau berbuat
sesuatu, supaya yang baik itu jangan engaku lakukan seolah-olah paksa, melainkan dengan
sukarela.
15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau
dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16 bukan lagi sebagai budak, melainkan lebih dari
budak, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik
secarea manusia maupun di dalam Tuhan.
Di sini kita melihat bagaimana Paulus menghubungi tiga relasi, yaitu : Paulus /
Onesimus; Paulus / Filemon ; dan Filemon / Onesimu. Paulus sangat menjaga hubungan antara
tiga pihak ini. Seperti kita sudah melihat, Filemon mempunyai hutang terhadap Paulus, dan
dengan halus paulus memungkinkan bagi Filemon untuk mengembalikan Onesimus kepada
dia. Tetapi Paulus tidak mau itu dibuat dengan paksa. Dia minta dari Filemon, tetapi tidak
memaksa Filemon.

13) Dalam ayat ini kita melihat bahwa Paulus sungguh membutuhkan pelayanan
Onesimus ini. Tetapi dia tidak merasa bebas, karena secara hukum, Onesimus memang seorang
yang berbuat salah. Mungkin tidak aneh bahwa dia bertobat di penjara. Setelah dia ditangkap.
Tetapi hal ini kita tidak tahu dengan pasti.

14) Kita melihat bahwa Paulus sama sekali tidak mau memaksa. Sebaliknya sekarang
paulus telah memutuskan bahwa Onesimus harus kembali kepada Filemon. Paulus mau
mengijinkan Filemon untuk berbuat yang baik, dengan sukarela dan tidak dipaksa.
Hal ini satu kebenaran rohani yang cukup dalam. Tuhan tidakj mau memaksa orang.
Tuhan tidak senang di layani karena dipaksa. Tuhan tidak ingin orang Kristen yang relasinya
kepada Allah sebagai seorang budak. Kita sudah menjadi anak. Sebab Allah mengasihi orang
yang meberi dengan sukacita” (2 Kor. 9 :7b). kalau kita memberi dengan sedih hati, itu tidak
benar. Kalau kita memberi karena harus terpaksa, itu juga tidak benar. Begitu dengan segala
hal dalam kehidupan seorang Kristen. Oleh karena itu dikatakan : “kasih tidak berbuat jahat
terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah penggenapan hukum Taurat: (Rom. 13:10).
Kalau tujuan ada di dalam kata kita harus, itu sebetulnya tidak menurut kehendak Allah. Tuhan
hendak kesukarelaan yang dari dalam, dan bukan semacam pertujukan. Kerelaan yang
dilahirkan oleh anugerah Allah, dan hidup dari anugerah Allah.

15) dalam situasi yang sulit untuk Onesimus ini, paulus melihat rencana Tuhan. Justru
apa yang Onesimus membuat yang jahat. Dan yang membuat Filemon menderita, justru itu
Allah membalik kepada sesuatu yang luar biasa baik. Lewat peristiwa tersebut, Onesimus
bertemu Paulus dan Kristus, dan waktu Onesimus kembali dia kembali sebagai saudara seiman.
Mereka akan hidup sebagai saudara sampai kekekalan. Apa yang Paulus kirim kembali, itui
bukan budak Filemon, tetapi anaknya sendiri. kita mungkin tidak merasa aneh kalau Paulus
mengatakan bahwa Onesimus adalah “anaknya” dan lupa mengatakan bahwa dialah budak
milik Filemon. Tetapi bagi mereka hal itu pasti diperhatikan.

77
16) Paulus pasti sadar apa yang dia katakan. Paulus menolak pikiran bahwa Onesimus
kembali sebagaimana budak Filemon. Sekarang dia datang tidak lagi sebagai budak tetapi
sebagai “saudara seiman”. Lebih daripada budak, sebagai saudara, katanya Paulus. dan kita
juga melihat bahwa Paulus menganggap kedua temannya sebagai saudara, tidak hanya di
dalam Tuhan Yesus, yaitu secara rohani, tetapi juga dalam daging, yaitu secara jasmani.
Memang kalau Filemon pulang, secara hukum dia masih merupakan budak kalau Filemon
kecuali Filemon membebaskan dia secara hukum.

Tidak gampang untuk Filemon menerima satu budak yang telah melarikan diri, tanpa
menghukum dia. Itu karena orang lain dalam masyarakat akan menunggu penghukuman. Itu
tidak penting supaya budak-budak yang lain meninggalkan tuan-tuan mereka. Filemon berdiri
diantara hukum manusia dan hukum sorgawi. Tetapi jelas bahwa dorongan di bawa surat ini
ada satu kasih yang dalam terhadap seorang budak, satu penghargaan terhadap manusia
sesama. Kemudian hari justru itu yang mengakhiri sistem budak-budak.

1.3. Kata Penutup

Bagian Fimran Tuhan ini harus dipelajari bersama bagian-bagian lain dalam Perjanjian
Baru yang berbicara tentang relasi tuan-budak, atau tuan-hamba. Dalam surat Efesus kita
melihat bahwa hidup itu diatur dengan baik, seperti juga relasi-relasi yang lain dalam
lingkungan keluarga. Tetapi ada satu perbedaan antara relasi tuan-budak dan hubungan yang
lain. Relasi suami / isteri dan relasi orang tua / anak-anak, diatur demikian dari penciptaan.
Relasi suami / isteri diatur dalam surat Efesus 5, 1 Kor. 11& 14, 1 Tim. 2 dengan latar
belakang penciptaan, dan kejatuhan dalam dosa. “Adam barulah hawa. Lagipula bukan Adam
yang tergoda, melainkan perempuan yang tergoda dan jatuh kedalam dosa” ( 1 Tim. 2:13-14).
Hal ini merupakan latar belakang nasihat kepada para perempuan supaya mereka tunduk
kepada suami mereka.
Begitu juga relasi orang tua / anak-anak diatur dalam sepuluh hukum, yaitu dikatakan :
“Hormatilah ibu bapamu (maka itulah hukum yang pertam dengan suatu perjanjian. “ (Ef. 6:2)
menurut terjemahan lama). Hal ini sangat mendasar, dan tidak bisa dirobah.
Tetapi kalau kita belajar tentang relasi tuan / budak, kita langsung melihat suatu
perbedaan. Satu peringatan yang paling jelas dalam surat Filemon ini : sebetulnya perbedaan
antara sesama manusia tidak diatur dengan satu struktur dimana harus ada budak-budak. Apa
yang jelas itu bahwa pemerintah itulah penciptaan Allah. dan dalam hubungan ini kita harus
mengerti apa yang dikatakan tentang tuan / budak. “ tiap-tiap orang harus takluk kepada
pemerinta yang diatasnya, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah” (Rom.
13:1). Dalam konteks ini kita memang mengerti bahwa pemerintah bisa berobah, tetapi tanpa
pemerintahan dunia tidak berfungsi menurut kehendak Tuhan.

1.4. Konklusi

78
Boleh dikatakan bahwa dalam surat ini Paulus sebetulnya minta supaya seorang budak
di hormati seperti bebas oleh tuannya sendiri. walaupun Paulus tidak mau memaksa Filemon
untuk membuat sesuatu, jelas bahwa dia menghendaki Onesimus bebas dan kembali kepadanya
di Roma. Dan ini berlaku tidak hanya secara rohani tetapi juga secara jasmani. Justru
kebebasan untuk saling melayani yang Paulus inginkan. Itu tidak berarti bahwa tidak ada lagi
atas dan bawah, bahwa semua harus sama. Pemerintah harus ada dalam semua tingkat dalam
masyarakat, tetapi pemerintah itu harus berfungsi dalam kasih. (Ef. 5:25, Filemon 9).

79