Anda di halaman 1dari 13

Agnesia Naathiq

H1A012004

Terapi Nutrisi Pada


Stroke

Pendahuluan
Stroke

masih merupakan penyebab kematian ketiga di


negara maju setelah penyakit jantung koroner dan kanker
Insidensi stroke diprediksi semakin meningkat 5 sampai
10 tahun ke depan sebanyak 12% pada populasi umum
dan 20% pada populasi dengan pemasukan rendah
Pada stroke stage akut, terdapat 30-50% pasien yang
mengalami disfagia
Pasien dengan disfagia dapat mengalami komplikasi
seperti malnutrisi dan pneumonia aspirasi
Malnutrisi yang terjadi ini dapat meningkatkan resiko
terjadinya infeksi, ulkus dekubitus, perdarahan saluran
pencernaan, dan sering dihubungkan dengan penurunan
status fungsional, depresi pasca-stroke, menambah
lamanya perawatan di rumah sakit, dan meningkatkan
kematian

Syarat Diet Stroke


Energi

cukup, yaitu 25-45 kkal/kgBB. Pada fase akut


energi diberikan 1100-1500 kkal/hari.
Protein cukup yaitu 0,8-1 g/kgBB. Apabila pasien berada
dalam keadaan gizi kurang, protein diberikan 1,2-1,5
g/kgBB. Apabila penyakit disertai komplikasi gagal ginjal
kronik, protein diberikan rendah yaitu 0,6 g/kgBB.
Lemak cukup, yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total.
Utamakan sumber lemak tidak jenuh ganda, batasi
sumber lemak jenuh yaitu < 10% dari kebutuhan energi
total. Kolesterol dibatasi < 300 mg.
Karbohidrat cukup, yaitu 60-70% dari kebutuhan energi
total.
Vitamin cukup, terutama vitamin A, ribovlavin, B6, asam
folat, B 12, C, dan E.

Syarat Diet Stroke


Mineral

cukup, terutama kalsium, magnesium, dan


kalium. Penggunaan natrium dibatasi denagan
memberikan garam dapur maksimal 1,5 sendok teh/ hari
(setara dengan + 5 gram garam dapur atau 2 g natrium).
Serat cukup, untuk membantu menurunkan kadar
kolesterol darah dan mencegah konstipasi.
Cairan cukup, yaitu 6-7 gelas/hari, kecuali pada keadaan
edema dan asites, cairan dibatasi, minuman hendaknya
diberikan setelah selesai makan agar porsi makan dapat
dihabiskan. Untuk pasien dengan disfagia, cairan
diberikan secara hati-hati. Cairan dapat dikentalkan
dengan gel atau guarcol .
Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan pasien.
Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering.

Diet Berdasarkan Fase


Stroke
Fase

akut (24- 48 jam

Diberikan makanan parenteral (NPO/ nothing

per oral) dan dilanjutkan dengan makanan


erenteral (naso gastric tube / NGT)
Kebutuhan energi pada NPO total adalah AMB x
1 x 1,2; protein 1,5 g/kgBB; lemak maksimal 2,5
g/kgBB; dekstrosa maksimal 7 g/kg BB.
Fase

pemulihan

Makanan diberikan diberikan per oral secara

bertahap dalam bentuk makanan cair, makanan


saring, makanan lunak , makanan biasa.

Jenis Diet Stroke


Diet

Stroke I

Diberikan kepada pasien dalam fase akut atau

bila ada gangguan fungsi menelan


Makanan diberikan dalam porsi kecil tiap 2-3 jam
Bahan Makanan

Berat (gram)

URT

Maizena

25

5 sendok makan

Telur ayam

50

1 butir

Susu penuh bubuk

25

5 sendok makan

Susu skim bubuk

120

24 sendok makan

Buah

120

2 potong sedang papaya

Minyak jagung

20

2 sendok makan

Gula pasir

100

10 sendok makan

Cairan

1500 ml

6 gelas

Jenis Diet Stroke


Diet

Stroke II

Diberikan sebagai makanan perpindahan

dari diet stroke I atau kepada pasien


pada fase pemulihan
Diet stroke IIA: Makanan cair dan bubur
saring (1700 kkal)
Diet stroke IIB: Lunak (1900 kkal)
Diet stroke IIC: Biasa (2100 kkal)

Jenis Diet Stroke


Diet

Stroke II

Bahan

Diet Stroke II A

Diet Stroke II B

Diet Stroke II C

Berat (g)

URT

Berat (g)

URT

Berat (g)

URT

Beras

200

4 gls tim

250

3 gls

Tepung Beras

125

20 sdm

Maizena

20

4 sdm

20

4 sdm

20

4 sdm

Telur Ayam

50

1 btr

50

1 btr

50

1 btr

Ikan

75

1 ptg bsr

100

2 ptg sdg

100

2 ptg sdg

Tempe

50

2 ptg bsr

100

4 ptg sdg

100

4 ptg sdg

Sayuran

100

1 gls

150

1 gls

200

2 gls

Pepaya

300

3 ptg sdg

200

2 ptg sdg

200

2 ptg

Minyak Jagung

25

2 sdm

30

3 sdm

35

3 sdm

Gula pasir

40

4 sdm

50

5 sdm

30

3 sdm

Gula merah

25

2 sdm

Susu skim bubuk

80

16

40

8 sdm

40

8 sdm

Makanan

Terapi Nutrisi di Ruang


Rawat RS
Nutrisi

enteral paling lambat sudah harus diberikan


dalam 48 jam, nutrisi oral hanya boleh diberikan
setelah hasil tes fungsi menelan baik.
Bila terdapat gangguan menelan atau kesadaran
menurun makanan, nutrisi diberikan melalui pipa
nasogastrik.
Pada keadaan akut, kebutuhan kalori 25-30
kkal/kg/hari dengan komposisi:
Karbohidrat 30-40 % dari total kalori;
Lemak 20-35 % (pada gangguan nafas dapat lebih tinggi

35-55 %);
Protein 20-30% (pada keadaan stress kebutuhan protein
1.4-2.0 g/kgBB/hari (pada gangguan fungsi ginjal <0.8
g/kgBB/hari).

Terapi Nutrisi di Ruang


Rawat RS
Apabila

kemungkinan pemakaian pipa


nasogastrik diperkirakan >6 minggu,
pertimbangkan untuk gastrostomi.
Pada keadaan tertentu yaitu pemberian nutrisi
enteral tidak memungkinkan, dukungan nutrisi
boleh diberikan secara parenteral.
Perhatikan diet pasien yang tidak
bertentangan dengan obat-obatan yang
diberikan. Contohnya, hindarkan makanan
yang banyak mengandung vitamin K pada
pasien yang mendapat warfarin.

Perubahan Gaya Hidup


Berhenti

merokok, bisa ditunjang


dengan terapi pengganti nikotin
Menjaga asupan makanan
Meningkatkan olahraga fisik
Mengurangi asupan alkohol

Daftar Pustaka
Almatsier,

S. 2004. Diet Penyakit Stroke. Dalam Buku Penuntun


Diet Edisi Terbaru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Bouziana, SD dan Tziomalos K. 2011. Malnutrition in Patient with
Acute Stroke. Journal of Nutrition and Metabolism (edisi online).
Available from:
http://downloads.hindawi.com/journals/jnme/2011/167898.pdf
Accessed on April 22, 2015.
Larsson, SC dan Hakansson N et al. 2015. Dietary Cysteine and
Other Amino Acids and Stroke Incidence in Women. American
Heart Association (edisi online). Available from:
http://stroke.ahajournals.org/content/46/4/922.full.pdf Accessed
on April 22, 2015.
Lindley, R dan Bernhardt J et al. 2010. Clinical Guideline for Stroke
Management. National Stroke Foundation (edisi online). Available
from:
https://www.nhmrc.gov.au/_files_nhmrc/publications/attachments/
cp126.pdf Accessed on April 22, 2015.

Daftar Pustaka
Mosselman,

MJ dan Kruitwagen CLJJ et al. 2013. Malnutrition and Risk of


Malnutrition in Patients With Stroke: Prevalence During Hospital Stay.
Journal of Neuroscience Nursing (edisi online). Available from:
http://www.researchgate.net/profile/Thora_Hafsteinsdottir/publication/243
968047_Malnutrition_and_Risk_of_Malnutrition_in_Patients_With_Stroke_P
revalence_During_Hospital_Stay/links/00b4952a0880380060000000.pdf
Accessed on April 22, 2015.
PERDOSSI. 2011. Penatalaksanaan Umum di Ruang Rawat. Dalam
Guideline Stroke. Jakarta: PERDOSSI.
Reddy, KS dan Katan MJ. 2004. Diet, Nutrition And The Prevention Of
Hypertension And Cardiovascular Diseases. Public Health Nutrition (edisi
online). Available from:
http://www.who.int/nutrition/publications/public_health_nut5.pdf
Accessed on April 22, 2015.
Wirth, R dan Smoliner C et al. 2013. Guideline Clinical Nutrition In
Patients With Stroke. Experimental & Translational Stroke Medicine (edisi
online). Available from: http://www.etsmjournal.com/content/pdf/20407378-5-14.pdf Accessed on April 22, 2015.