Anda di halaman 1dari 2

Peran Transportasi Darat di Kabupaten Bekasi Terhadap Penggunaan Bahan Bakar

Fosil Dengan Memperbaiki Fasilitas Umum Kunci Keutamaan Kemandirian Energi


Oleh: Supianudin
Jurusan Teknik Perminyakan, Fakultas Teknik dan Desain
Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB)
Jl. Ganesha Boulevard, Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi 17653 Indonesia
e-mail: iyansofyan19@gmail.com
Abstrak :
Transportasi merupakan pergerakan manusia dan atau barang dari satu lokasi ke lokasi
lainnya. Transportasi bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan suatu turunan dari kebutuhan.
Dan ini sangat berpengaruh terhadap terwujudnya kemajuan suatu bangsa. Karena dengan
pertumbuhan ekonomi dan tingginya urbanisasi, sistem jaringan transportasi darat menjadi
pilihan utama dalam menggerakkan siklus ekonomi. Transportasi darat pada khususnya
mengalami perkembangan yang sangat pesat pada akhir-akhir ini. Tingginya konsumsi bahan
bakar fosil pada saat ini menjadikan transportasi umum menjadi pilihan utama masyarakat
Kab. Bekasi dalam mengurangi dan bijak dalam pemakaian bahan bakar fosil. Peran
transportasi darat berpengaruh langsung terhadap penggunaan bahan bakar fosil dan dengan
memperbaiki fasilitas umum di Kab. Bekasi adalah kunci keutamaan terwujudnya
kemandirian energi.
Perencanaan pengembangan yang baik membutuhkan masukkan dari berbagai sektor,
sehingga terintegrasi oleh kesiapan sistem kelembagaan, seperti aspek legal, aspek organisasi,
aspek SDM, dan aspek keuangan. Namun integrasi yang ada pada transportasi darat masih
dilakukan secara sekuensial belum secara utuh diantara aspek-aspek yang terkait tersebut.
Fakta memperlihatkan bahwa studi lapangan terintegrasi saat ini umumnya hanya dilakukan
sebagai bagian dari proses sekuensial yang belum terintegrasi secara kontinyu.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membantu optimasi terhadap transportasi darat
Kab. Bekasi, untuk menerapkan pengembangan transportasi tersebut dengan perbaikan
fasilitas umum yang terpadu. Karena dengan masyarakat Kab. Bekasi memanfaatkan
transportasi darat khususnya transportasi umum akan mempengaruhi dalam penggunaan
energi, jikalau bijak hal ini akan berpengaruh besar terhadap perbaikan fasilitas umum yang
secara langsung dirasakan oleh masyarakat Kab. Bekasi.
Dengan kata lain, pengembangan fasilitas umum pada transportasi darat bergerak dari
fleksibilitas menjadi efisiensi. Maksud dari tulisan ini adalah untuk mendiskusikan
parameter-parameter utama yang harus dilakukan dalam merancang fasilitas transportasi
darat pada khususnya transportasi umum dan menunjukkan bagaimana transportasi umum di
Kab. Bekasi sangat berpengaruh dalam mengatasi ketergantungan pemakaian energi fosil
yang terjadi pada saat ini demi tercapainya kemandirian energi.
Kata kunci: transportasi umum; sekuensial; kemajuan bangsa; fasilitas transportasi umum;
kemandirian energi.

Bagaimana ide peserta untuk melakukan perbaikan infrastruktur yang mensupport angkutan
massal dan barang. Sehingga angkutan massal tersebut dapat memenuhi asas good transport.
Ada beberapa asas good transport, diantaranya yakni aman, nyaman, murah, dan reliable.
Bagaimana ide peserta untuk membuat konsep sistem transportasi massal yang baik.
Peserta memperbaiki sistemnya sesuai dengan regulasi jalur darat yang berlaku di Indonesia
saat ini.
Bagaimana ide peserta untuk mendesain konsep angkutan massal yang sesuai untuk
perkotaan. Sehingga dapat tercipta konsep inovasi moda transportasi massal.
Dari cluster Jalan Raya Darat YES Summit 2014, diharapkan dapat tercipta konsep
perbaikan Infrastruktur yang dapat mensupport angkutan massal dan barang di jalan raya
darat. Yang sesuai dengan fokusan pemerintah yakni membangun angkutan massal yang
baik, menggantikan moda transportasi single. Tidak hanya itu, tercipta sebuah solusi dari
mahasiswa sains dan teknik se-Indonesia terkait sistem transportasi massal yang
membutuhkan inovasi atau perbaikan. Misalnya, dari segi keselamatan penumpang,
sistem ticketing, dan sebagainya. Sehingga dapat terwujud sistem dan moda
transportasi masal yang baik terutama untuk kota kota besar di indonesia dengan tidak
mengabaikan budaya lokal yang ada.