Anda di halaman 1dari 24

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT DANTIDUR


Oleh:
YUYUN, S.Kep,.Ns

Konsep Fisiologis Istirahat Dan Tidur


Istirahat adalah suatu keadaan dimana kegiatan
jasmaniah menurun yang berakibat badan menjadi
lebih segar.
Tidur adalah suatu keadaan relative tanpa sadar
yang penuh ketenangan tanpa kegiatan yang
merupakan urutan siklus yang berulang-ulang dan
masing-masing menyatakan fase kegiatan otak dan
badaniah yang berbeda.

Tidur adalah suatu keadaan yang berulang-ulang,


perubahan status kesadaran yang terjadi selama
periode tertentu. Jika seseorang memperoleh
periode tidur yang cukup, mereka merasa tenaganya
telah pulih, hal ini diyakini bahwa tidur memberikan
waktu untuk perbaikan dan penyembuhan system
tubuh untuk periode keterjagaan yang berikutnya
(Potter & Perry, 2005)

Dapat di kategorikan sedang tidur jika terdapat


tanda-tanda sebagai berikut:
1. Aktivitas fisik minimal
2. Tingkat kesadaran yang bervariasi
3. Terjadi berbagai perubahan fisiologis tubuh:
Penurunan tekanan darah, denyut nadi;
Dilatasi pembuluh darah perifer;
Relaksasi otot-otot rangka;
4. Penurunan respon terhadap rangsaan dari luar

Tahapan Tidur
Tidur NREM
Terdiri dari 4 tahap yaitu :
1. Tahap 1 (NREM Tahap I)
Tahap transisi antara keadaan bangun (terjaga)
Berlangsung antara 1-7 menit
Orang ini dalam keadaan relaksasi dengan mata tertutup
dan pikiran yang belum tidur sepenuhnya.
Apabila orang ini dibangunkan pada tahap ini, maka
mereka akan mengatakan bahwa mereka belum tertidur.

2. Tahap 2 (NREM Tahap 2) atau tidur ringan


Mulai relaksasi otot
Berlangsung 10-20 menit,
Dapat dibangunkan dengan mudah.
Fungsi tubuh berlangsung lambat
3. Tahap 3 (NREM Tahap 3)
Awal tahap dari keadaan tidur nyenyak
Sulit dibangunkan
Relaksasi otot menyeluruh
Tanda tanda vital menurun tetapi tetap teratur
Berlangsung 15-30 menit

4. Tahap 4 (NREM Tahap 4)


Tidur nyenyak
Sulit untuk dibangunkan,
Otot otot akan sangat rileks pada tahap ini

Tidur REM (Rapid Eye Movement)


Tahapan Tidur REM
Paradoksical sleep sebagai puncak Tidur
Lebih sulit dibangunkan dibandingkan dengan tidur
NREM
Pada orang dewasa normal REM yaitu 20-25% dari
tidur malamnya
Jika individu terbangun pada tidur REM maka
biasanya terjadi mimpi
Tahap ini biasanya dimulai sekitar 90 menit setelah
mulai tidur.

FUNGSI TIDUR
Dalam tidur NREM, fungsi biologis menurun,
tidur
yang
nyenyak
bermanfaat
dalam
memelihara fungsi jantung
Tidur REM penting untuk pemulihan kognitif.
Selama tidur, otak menyaring informasi yang
disimpan tentang aktivitas hari tersebut.

POLA TIDUR NORMAL BERDASARKAN TINGKAT USIA


Usia Tingkat perkembangan Jumlah kebutuhan tidur Pola tidur
normal
1. 0-1 bulan Masa Neonatus
Membutuhkan tidur 14-18 jam/hari, Pernafasan
teratur gerak tubuh sedikit, 50% tidur
NREM.,
banyak waktu
tidurnya di
lewatkan pada tahap II
dan IV tidur
NREM, setiap siklus sekitar 45-60
menit

2. 1 bulan-18bulan Masa Bayi


Membutuhkan 12-14 jam/hari 20%-30% tidur REM, tidur
lebih
lama pada malam hari, punya pola terbangun
sebentar.

3. 18 bulan-3 tahun Masa Anak


Membutuhkan 11-12 Jam/Hari 25% tidur REM banyak
tidur pada malam hari,terbangun dini hari berkurang, siklus
bangun tidur normal sudah menetap pada umur 2-3 tahun

4. 3-6 tahun Masa prasekolah

Membutuhkan 11 jam/hari 20 % tidur REM , periode


terbangun kedua hilang pada umur 3 tahun, umur 5 tahun
tidur tidak ada kecuali kebiasaan tidur sore hari.
5. 6-12 Tahun Masa sekolah

Membutuhkan 10 jam/hari 18,5% tidur REM, sisa


tidur relative kostan.
6. 12-18 Tahun Masa Remaja

Membutuhkan 8,5jam/hari 20% tidur REM.

waktu

7. 18-40 Tahun Masa dewasa muda


Membutuhkan 7-8 jm/hari 20-25% tidur REM, 5%-10%
tidur
tahap I, 50% tidur tahap II, dan 10-20% tidur tahap
III dan IV.
8. 40-60 Tahun Masa paruh baya
Membutuhkan 7 jam/hari 20% tidur REM,
mengalami insomnia dan sulit untuk dapat tidur.

mungkin

9. 60 tahun ke atas Masa dewasa tua


Membutuhkan 6 jam/ hari 20%-25% tidur REM, tidur tahap
IV nyata berkurang terkadang tak ada, mungkin menngalami
insomnia dan sering terbangun sewaktu tidur malam hari.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur

1. Penyakit
Seseorang yang mengalami sakit memerlukan waktu
tidur yang lebih banyak dari normal. Namun
demikian, keadaan sakit menjadikan pasien kurang
tidur atau tidak dapat tidur, misalnya pada pasien
degan gangguan pernafasan seperti asma,bronkitis,
penyakit kardiovaskuler dan lain-lain.

2. Lingkungan

Lingkungan dapat meningkatkan atau menghalangi


seseorang untuk tidur. Pada lingkungan yang tenang
memungkinkan seseorang dapat seseorang dapat tidur
dengan nyenyak dan sebaliknya.
3. Motivasi
Motivasi dapat mempengaruhi dan dapat menimbulkan
keinginan untuk tetap bangun dan menahan tidak
tidur sehingga dapat meanimbulkan gangguan proses
tidur.

4. Kelelahan
Kelelahan dapat mempengaruhi pola tidur seseorang,
kelelahan tingkat menengah orang dapat tidur dengan
nyenyak, sedang pada kelelahan yang berlebihan akan
menyebabkan periode tidur REM lebih pendek.
5. Kecemasan
Pada keadaan cemas seseorang mungkin meningkatkan
saraf simpatis sehingga mengganggu tidurnya.
6. Alkohol
Alkohol menekan REM secara normal, seseorang yang
tahan minum alkohol dapat menyebabkan insomnia dan
lekas marah.

7. Obat obatan
Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan
gangguan tidur yaitu :
Diuretik
: menyebabkan imsomnia
Anti depresan : mempercepat REM
Kafein
: Meningkatkan saraf simpatis yang
menyebabkan kesulitan tidur.
Beta Bloker : Menimbulkan Insomnia.
Narkotika
: mempercepat REM sehingga
mudah mengantuk.
Amfetamin : Menurunkan tidur REM

8. Nutrisi.
Makanan yang banyak mengandung L-Triptofan yang
merupakan asam amino dari protein yang di cerna
seperti keju,susu,daging
dan ikan tuna dapat
mamperceapat terjadinya proses tidur.

Gangguan Tidur

1. Insomnia, merupakan suatu


keadaan di mana seseorang
sulit untuk memulai atau
mempertahankan
keadaan
tidurnya.
Penyebab insomnia adalah
ketidakmampuan
fisik,
kecemasan,
dan
kebiasaan
minum alcohol dalam jumlah
banyak.

Ada 3 macam jenis insomnia yaitu:


a. Initial Insomnia:
ketidakmampuan untuk tidur tidak ada.
b. Intermitent Insomnia:
Merupakan ketidakmampuan untuk tetap
mempertahankan tidur sebab sering terbangun.
c. Terminal Insomnia:
Bangun lebih awal tetapi tidak pernah tertidur
kembali.

2. Narcolepsy
Merupakan suatu keadaan tidur di mana seseorang
sulit mempertahankan keadaan terjaga/bangun/sadar.
Penderita akan sering mengantuk hingga dapat
tertidur secara tiba-tiba.

3. Enuresis
Adalah kencing yang tidak disengaja (mengompol).
Tejadi pada anak-anak dan remaja, paling banyak
terjadi pada laki-laki. Penvebab secara pasti belum
jelas, tetapi ada beberapa faktor yang dapat
menyebabkan enuresis seperti gangguan pada bladder,
stres, dan toilet training yang kaku

4. Nocturia
Merupakan suatu keadaan di mana klien sering terbangun
pada malam hari untuk buang air kecil/BAK.
5. Apnoe tidur dan mendengkur
Mendengkur bukan dianggap sebagai
gangguan tidur, namun bila disertai
apnoe maka
biasanya jadi masalah.
Mendengkur disebabkan
oleh adanya
rintangan pengeluaran udara dihidung
dan dimulut. Apnoe adalah gangguan
yang dicirikan dengan kurangnya aliran
udara
melalui hidung dan mulut selama
periode 10 detik
atau lebih pada saat
tidur.

6. Night terrors
Adalah mimpi buruk. Umumnva terjadi pada anak usia
6 tahun atau lebih. Setelah tidur beberapa jam, anak
tersebut langsung terjaga dan berteriak, pucat dan
ketakutan.
7. Mengigau

Hampir semua orang pernah


mengigau,hal itu terjadi
sebelum tidur REM.