Anda di halaman 1dari 12

KEBUTUHAN NUTRISI

PADA LANSIA
OLEH: YUYUN S. Kep,. Ns

LATAR BELAKANG
Menurut UU No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan usia pada Bab
Pasal 1 Ayat 2 yang berbunyi lanjut usia adalah seorang yang
mencakup usia 60 tahun keatas
Sedangkan seorang menjadi lanjut usia dikerenakan adanya beberapa
proses individual, antara lain :
1. Umur biologis
2. Umur Psikogis
3. Umur social
4. Umur fungsional

TUJUAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA LANSIA.


Terpenuhinya kebutuhan jasmani, rohani, sosial dan

psikologis lanjut usia secara memadai serta teratasinya


masalah-masalah akibat usia lanjut.

Terlindunginya lanjut usia dari perlakuan yang salah


Terlaksananya kegiatan-kegiatan yang bermakna bagi lanjut

usia.

Terpeliharanya hubungan yang harmonis antara lanjut usia

dengan keluarga dan lingkungan.

Terbentuknya keluarga dalam menjalankan tugas dan

tanggung jawab pelayanan terhadap lanjut usia.

Melembaganya nilai-nilai penghormatan terhadap lanjut usia.


Tersedianya pelayanan alternative diluar pelayanan panti

TINJAUAN TEORITIS
KEBUTUHAN NUTRISI PADA LANSIA

Bagi lansia pemenuhan kebutuhan gizi yang diberikan dengan baik dapat
membantu dalam proses beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perubahanperubahan yang dialaminya selain itu dapat menjaga kelangsungan pergantian selsel tubuh sehingga dapat memperpanjang usia.
Berdasarkan kegunaannya bagi tubuh, zat gizi dibagi ke dalam tiga kelompok
besar, yaitu;
1.

Kelompok zat energi, termasuk ke dalam kelompok ini adalah: Bahan makanan
yang mengandung karbohidrate & bahan makanan yang mengandung lemak.

2. Kelompok zat pembangun Kelompok ini meliputi makanan makanan yang

banyak

mengandung protein, baik protein hewani maupun nabati.

3. Kelompok zat pengatur Kelompok ini meliputi bahan-bahan yang banyak

mengandung vitamin dan mineral

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


KEBUTUHAN GIZI PADA LANSIA
1. Berkurangnya kemampuan mencerna makanan
2. Berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan

penurunan terhadap cita rasa manis, asin, asam,


dan pahit

3. Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran.


4. Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
5. Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan

biasanya menimbulkan konstipasi.

6. Penyerapan makanan di usus menurun.

APA SAJA MASALAH GIZI PADA


LANSIA???
1.

Gizi berlebih

Kegemukan merupakan salah satu pencetus berbagai penyakit,


misalnya :
penyakit jantung, kencing manis, dan darah tinggi.
2. Gizi kurang

Apabila konsumsi kalori terlalu rendah disertai dengan


kekurangan protein menyebabkan kerusakan-kerusakan sel yang
tidak dapat diperbaiki, akibatnya rambut rontok, daya tahan
terhadap penyakit menurun, kemungkinan akan mudah terkena
infeksi.
3. Kekurangan vitamin

Akibat yang dtimbulkan karena kurang nya konsumsi buah,


sayuran dan protein bisa mengakibatkan nafsu makan berkurang,
penglihatan menurun, kulit kering, penampilan menjadi lesu dan
tidak bersemangat.

PEMANTAUAN STATUS NUTRISI


1. Penimbangan Berat Badan

2. Kekurangan kalori protein

Dilakukan secara teratur min 1x/minggu


dan waspadai peningkatan BB atau
penurunan BB lebih dari 0.5 Kg/minggu.

Kurangnya asupan protein bai


lansia bias mengakibatkan mudah
sakit dan tidak bersemangat.

Menghitung BB ideal pd org dewasa:


Rumus :
Berat badan ideal =
0.9 x (TB dalam cm 100)

3. Kekurangan vitamin D

Biasanya terjadi pada lansia yang


kurang mendapatkan paparan sinar
matahari, jarang atau tidak pernah
minum susu, dan kurang
mengkonsumsi vitamin D

PERENCANAAN MAKANAN
UNTUK LANSIA
Perencanaan makan secara umum
1.

Makanan harus mengandung zat gizi dari makanan


yang beraneka ragam.

2. Perlu diperhatikan porsi makanan, dengan konsep

makan dalam porsi kecil namun sering.

3. Banyak minum dan kurangi garam, dengan banyak

minum dapat memperlancar pengeluaran sisa


makanan, dan menghindari makanan yang terlalu
asin akan memperingan kerja ginjal serta
mencegah kemungkinan terjadinya darah tinggi.

4. Batasi makanan yang manis-manis atau gula,

minyak dan makanan yang berlemak

LANJUTAN,,,,

5. Bagi pasien lansia yang proses penuaannya sudah lebih lanjut perlu

diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Makanlah makanan yang mudah dicerna


Hindari makanan yang terlalu manis, gurih, dan goreng-gorengan
Makanan harus lunak/lembek atau dicincang
Makan dalam porsi kecil tetapi sering
Makanan selingan atau snack, susu, buah, dan sari buah
6. Batasi minum kopi atau teh, boleh diberikan tetapi harus diencerkan

sebab berguna pula untuk merangsang gerakan usus dan menambah


nafsu makan.

7. Makanan mengandung zat besi


8. Lebih dianjurkan untuk mengolah makanan dengan cara dikukus,

PEMENUHAN NUTRISI UNTUK


LANSIA
1. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip

kebutuhan gizinya yaitu kebutuhan energi


memang lebih rendah dari pada usia dewasa
muda
2. Menu yang disajikan untuk lansia harus

mengandung gizi yang seimbang yakni


mengandung sumber zat energi, sumber zat
pembangun dan sumber zat pengatur.
3. Karena lansia mengalami kemunduran dan

keterbatasan maka konsistensi dan tekstur


atau bentuk makanan harus disesuaikan.

LANJUTAN,,,
4. Makanan yang kurang baik bagi lansia adalah makanan berlemak tinggi,

Karena seperti prinsip yang disebutkan tadi bahwa kebutuhan lemak


lansia berkurang dan pada lansia mengalami perubahan proporsi
jaringan lemak. Hal ini bukan berarti lansia tidak boleh mengkonsumsi
lemak. Lansia harus mengkonsumsi lemak namun dengan catatan sesuai
dengan kebutuhannya

5. Lansia harus diberi pengertian untuk mengurangi atau kalau bisa

menghindari makanan yang mengandung garam natrium yang tinggi.

6. Lansia harus memperbanyak makan buah dan sayuran, karena sayur

dan buah banyak mengandung vitamin, mineral dan serat.

7. Selain konsumsi sayur dan buah, Lansia harus banyak minum air putih.

Kebutuhan air yakni 1500 2000 ml atau 6 -8 gelas perhari.

FINISH ,,,,

Anda mungkin juga menyukai