Anda di halaman 1dari 17

Menara Alarm Pendeteksi Banjir

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu yang mempelajari gejala alam disebut sains. Sains berasal dari kata
Latin yang berarti mengetahui. Sains terbagi atas beberapa cabang ilmu,
diantaranya adalah fisika. Fisika mempelajari gejala-gejala alam seperti banjir.
Oleh karena itu, dimusim penghujan ini kami terinspirasi untuk membuat menara
alarm pendeteksi banjir.
Perubahan global berlangsung cukup cepat menempatkan fisika sebagai
salah satu ilmu pengetahuan yang merupakan tulang punggung teknologi
terutama teknologi manufaktur dan teknologi modern. Teknologi modern seperti
teknologi informasi,

elektronika,

komunikasi,

dan

teknologi

transportasi

memerlukan penguasaan fisika yang cukup mendalam.


Salah satu visi pendidikan sains adalah mempersiapkan sumber daya
manusia yang handal dalam sains dan teknologi serta memahami lingkungan
sekitar melalui pengembangan keterampilan berpikir, penguasaan konsep
esensial, dan kegiatan teknologi. Kompetensi rumpun sains salah satunya adalah
mengarahkan sumber daya manusia untuk mampu menerjemahkan perilaku
alam.
Bencana alam merupakan salah satu bencana yang timbul akibat tindakan
manusia yang berbuat ceroboh dan merusak. Bencana alam apapun itu pasti

akan menimbulkan kerugian, baik itu materil maupun psikologis. Bencana alam
menyebabkan

banyak

orang

kehilangan

tempat

tinggal,

sumber

mata

pencaharian, anggota keluarga, dan sebagainya Bencana alam juga dapat


menimbulkan trauma bagi korban-korbannya,

oleh sebab itu, bencana alam

apapun itu harus dicegah agar bencaba tidak terjadi demi tercapainya hidup yang
aman dan tentram. Adapun salah satu jenis bencana alam itu adalah banjir.
Banjir timbul akibat hutan dan pepohonan tidak dapat lagi menahan air
yang berlebih. Ketika hujan air akan diserap oleh tumbuhan dan pepohonan, dan
air yang tidak terserap akan mengalir ke sungai. Ketika air sungai tidak dapat lagi
meneruskan atau mengalirkan air tersebut, air akan meluap ke daratan. Banjir
biasanya terjadi ketika hujan turun deras secara terus menerus. Banjir tidak
hanya merusak barang berharga serta lingkungan, membahayakan hidup
manusia dan binatang, namun Banjir juga mempunyai efek lain juga. Banjir yang
berkecepatan tinggi menyebabkan erosi lahan seperti halnya permasalahan
pemecahan sedimen ke arah muara. Juga merusak tempat ikan bertelur dan
kehidupan rimba, tempat kediaman binatang rimba juga sering dibinasakan.
Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, mengalami gagal panen,
terputusnya roda perekonomian di daerah. Yang terkena banjir, seperti jalan
terendam banjir, maka kendaraan untuk distribusipun terhenti karena tidak bisa
lewat. Banyak Pelajar tidak bisa sekolah, karena sekolahnya terendam banjir,
padahal sekolah salah satu cara meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia)
Indonesia. Kerugian keuangan karena banjir ditaksir sekitar jutaan Dolar Amerika
per tahun. Untuk itu, diperlukan sebuah alat yang bisa mencegah terjadinya

kerugian-kerugian akibat banjir ini. Salah satu alat itu adalah Menara Alarm
Pendeteksi Banjir.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana prinsip kerja Menara Alarm Pendeteksi Banjir?
2. Bagaimana penerapan Menara Alarm Pendeteksi Banjir dalam kehidupan
sehari-hari?

C. Tujuan
1. Untuk mendeskripsikan prinsip kerja Menara alarm Pendeteksi banjir.
2. Untuk mengetahui penerapan menara alarm pendeteksi banjir dalam
kehidupan sehari-hari.

D. Manfaat
1. Untuk mengetahui prinsip kerja Menara Alarm Pendeteksi Banjir.
2. Untuk mengetahui penerapan Menara Alarm Pendeteksi Banjir dalam
kehidupan sehari-hari.

E. Kegunaan
Alarm Banjir berfungsi untuk memperingatkan apabila akan terjadi banjir.
Cara kerjanya menggunakan sensor air hujan dan akan memberi sinyal
apabila debit air hujan yang turun sudah melebihi batas.

BAB II
PEMBAHASAN

MENARA ALARM PENDETEKSI BANJIR


A. Prinsip Kerja Menara Alarm Pendeteksi Banjir
1. Hukum Archimedes
Archimedes adalah seorang ilmuwan terbesar pada zamannya. Ia lahir di
kota Syracuse, Sisilia pada tahun 287 SM dan meninggal pada tahun 212 SM.
Archimedes dikenal sebagai ahli fisika, matematika, optika dan astronomi.
Archimedes terkenal juga dengan teorinya tentang hubungan antara permukaan
dan volume dari sebuah bola terhadap selinder. Dia juga dikenal dengan teori
dan

rumus

dari

prinsip hydrostatic dan

peralatan

untuk

menaikkan

air

Archimedes Screw atau sekrup Archimedes, yang sampai sekarang masih


banyak digunakan di negara-negara berkembang. Walaupun pengungkit atau
ungkitan telah ditemukan jauh sebelum Archimedes lahir, Archimedes yang
mengembangkan

teori

untuk

menghitung beban

yang

dibutuhkan

untuk

pengungkit tersebut. Archimedes juga digolongkan sebagai salah satu ahli


matematika kuno dan merupakan yang terbaik dan terbesar di jamannya. Ia
dijuluki sebagai Bapak Eksperimen, karena mendasarkan penemuannya pada
percobaan tentang hukum Archimedes. Hukum Archimedes mengatakan:
Benda

yang

dimasukkan

atau

dicelupkan

sebagian

atau

seluruhnya

dalam zat cair akan mendapatkan gaya yang arahnya ke atas dan besarnya
sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda itu.
Gaya ke atas yang dialami oleh benda tersebut disebut dengan gaya
apung. Gaya apung sama dengan berat benda di udara dikurangi dengan berat
benda di dalam air.

F A = w u - wa
4

Ada tiga kemungkinan peristiwa yang terjadi jika sebuah benda dimasukkan ke
dalam zat cair, sebagai berikut:

Benda Terapung

Benda dikatakan terapung jika sebagian


benda masih muncul diatas permukaan
zat cair. Benda terapung jika :

B < c , Massa jenis benda (B )


lebih kecil dari massa jenis zat cair
(c).

FA = wB , Besar gaya apung (FA)


sama dengan berat benda.

Benda Melayang

Benda dikatakan melayang jika benda


berada dalam zat cair, tetapi tidak berada
di dasar zat cair. Benda melayang jika :

B = c, Massa jenis benda (B )


sama atau hampir sama dengan
massa jenis zat cair (c).

FA = wB, Besar gaya apung (FA)


sama atau hampir sama dengan
berat benda.

Benda Tenggelam

Benda dikatakan tenggelam jika berada di


dasar zat cair. Benda tenggelam jika :

B > c, Massa jenis benda (B )


lebih besar dari massa jenis zat
cair (c).

FA 6< wB, Besar gaya apung (FA)


lebih kecil dari berat benda.

2. Rangkaian Listrik
Rangkaian listrik adalah susunan komponen-komponen elektronika yang
dirangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang memiliki fungsi
dan kegunaan tertentu. Arus listrik dalam suatu rangkaian listrik hanya dapat
mengalir jika rangkaian listrik tersebut berada dalam keadaan terbuka.
Rangkaian listrik ada dua macam yaitu rangkaian listrik terbuka dan rangkaian
listrik tertutup. Rangkaian listrik terbuka adalah rangkaian listrik yang memiliki
ujung-ujung rangkaian. Sedangkan rangkaian listrik tertutup adalah rangkaian
listrik yang tidak memiliki ujung-ujung rangkaian. Di dalam rangkaian listrik
tertutup ini arus listrik dapat mengalir mengikuti jenis suatu rangkaian. Syarat dari
rangkaian tertutup adalah sebagai berikut:
a. Arus listrik hanya dapat mengalir dalam rangkaian tertutup dari
potensial tinggi ke potensial rendah atau dari kutub (+) ke kutub (-).
b. arus listrik pada penghantar searah dengan gerak muatan (+) dan
berlawanan dengan gerak muatan (-).
3. Alarm
Alarm

adalah bunyi peringatan

atau

pemberitahuan.

Dalam

istilah jaringan, alarm didefinisikan sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika


terjadi

penurunan

atau

kegagalan

dalam

penyampaian sinyal komunikasi data ataupun ada peralatan yang mengalami


kerusakan (penurunan kinerja). Pesan ini digunakan untuk memperingatkan
operator atau administrator mengenai adanya masalah (bahaya) pada jaringan.
Alarm memberikan tanda bahaya berupa sinyal, bunyi, ataupun sinar. Praktikum
ini

tentang

pembuatan

alarm

banjir.

Alarm

Banjir

berfungsi

untuk

memperingatkan apabila akan terjadi banjir. Cara kerjanya menggunakan sensor

air hujan dan akan memberi sinyal apabila debit air hujan yang turun sudah
melebihi batas.
B. Dasar Teori
Pembuatan Menara alarm ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena
saat musim hujan negeri kita sering dilanda bencana banjir. Alat ini
dapat digunakan di rumah, sungai atau di tempat yang bisa kemungkinan terjadi
banjir saat hujan deras. Alat ini diletakkan di tempat yang terbuka dan bisa
dijangkau air dalam jumlah yang banyak sehingga alat ini bisa berfungsi dengan
maksimal.

C. Susunan Alat dan Bahan


a. Alat
1. Gergaji

2. Paku

3. Gunting

b. Bahan-bahan:
1. Balok kayu (50cm X 3cm)

2. Kayu Penusuk (30 cm)

3. Bola lampu 3 buah

4. Lem ( double tape, lakban, lem plastic)

5. Bel Listrik 12 Volt

6. Aluminium Foilt

7 Cat

8. Kabel
9. Batu baterai 4 buah, 9 volt

10. Bola Mainan Ukuran Kecil

D. Cara Membuat
Prosedur kerja yang dilakukan dalam eksperimen ini adalah sebagai berikut:

10

1. Potonglah kayu dengan gergaji sebanyak 4 buah dengan ukuran


50cmX3cm, kemudian buatlah 2 kayu penyangga yang berukuran
30cmX5cm.
2. Buatlah kerangka segitiga dari balok kayu tadi, untuk menghubungkn kayu
satu sama lain dengan paku berukuran kecil.
3. Pada bagian atas segitiga tersebut dibuat menara untuk meletakkan 3
buah lampu dan bel alarm.

4. Setelah kerangka selesai dibuat, maka catlah bagian balok kayu tersebut.

5. Selanjutnya, buatlah kayu penusuk sepanjang 30 cm.

11

Kayu penusuk

6. Kemudian tempelkan alluminium poilt dengan double tape dibagian


belakang menara sebanyak 3 buah dan susun lampu secara berurutan
diatas aluminium tadi.
7. Lubangi bola dan tempelkan dengan lem plastic ke kayu penusuk.
8. Setelah terpasang, kayu penusuk tadi letakkan di posisi bawah aluminium
poitl, ujung kayu penusuk tersebut di baluti dengan sedikit aluminium poilt,
hal ini berfungsi sebagai penghantar aliran energy dari batre ke lampu.
9. Lalu, siapkan kabel, kemudian sambungkan ke lampu sesuai dengan
kutub positif maupun negative. Seperti pada gambar:

10. Kemudian, pasangkan bel alarm dibagian atas menara.

12

11. Sedangkan 4 buah batre di posisikan di kaki menara dengan


menempelkan lakban hitam.

12. Finishing, tes bel alarm dan lampu. Pastikan semua terpasang dan
pengetesan berhasil dilakukan dan menara alarm siap digunakan.
Pengetesan lampu-1:

13

Penegetesan lampu ke-2:

Pengetesan lampu ke-3

14

E. Hasil Eksperimen

BAB III

15

PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari eksperimen ini adalah sebagai berikut:
Prinsip kerja menara alam pendeteksi banjir ini adalah memanfaatkan prinsip
rangkaian tertutup digabung dengan hukum Archimedes. Hukum Archimedes
Benda

yang

dimasukkan

atau

dicelupkan

sebagian

atau

seluruhnya

dalam zat cair akan mendapatkan gaya yang arahnya ke atas dan besarnya
sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda itu.
Alarm Banjir berfungsi untuk memperingatkan apabila akan terjadi banjir. Cara
kerjanya menggunakan sensor air hujan dan akan memberi sinyal apabila debit
air hujan yang turun sudah melebihi batas.

B. Saran
Sebelum melakukan eksperimen ini, seharusnya kita sudah mengetahui arah
aliran arus dari lampu ke aluminium, agar tidak terjadi kesalahan dalam
merangkaikannya dengan kabel penghubung.
Diharapkan sebelum membuat alat ini, kita harus teliti dalam mengukur panjang,
lebar dan tinggi dari balok yang akan digunakan. Apabila mengalami kesulitan
mintalah

bantuan

dengan

orang

yang

kerangkanya.

16

bias

membantu

merangkaikan

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

http://afriathinks.blogspot.com
http://fisikasmasmk.blogspot.com
http://afriathinks.blogspot.com
http://fisika.org
www.wikipedia.hukumarchimedes.com
www.duniafisika.bagaimanacaramerangkaialarmbanjir.com
www.wikipedia.pendeteksi.org
www.attayaya.net
www.dashart.net

17