Anda di halaman 1dari 6

1. Gambarkan hubungan antara Vp dengan Porositas !

Untuk menggambarkan kurva hubungan Vp dengan porositas, dapat menggunakan dua


pendekatan persamaan, yaitu :
a. Persamaan yang ditemukan oleh Raymer dan kawan-kawannya pada tahun 1980,
persamaannya sebagai berikut :

Vp (1 )2Vsolid V fluid
250

Kurva hubungan Vp dan


Porositas

200
Vp(Km/s)

(1)

150
100
50
0
0

0.1

0.2

0.3

0.4

Porositas

b. Pendekatan dengan persamaan yang ditemuka oleh Gardener, yang mengambil


referensi persamaan yang di ungkapkan oleh RHG dan GGG. Persamaannya sebagai
berikut:

(1 ) s f
Vp

0.23

(2)

Kurva Hubungan Vp dan


Porositas

12000
10000
Vp (km/s)

8000
6000
4000
2000
0
0

0.1

0.2

0.3
Porositas

0.4

0.5

0.6

2. Kenapa pada kurva hubungan Vp dengan Porositas untuk fluida yang berbeda menghasilkan
kurva yang memiliki kelengkungan yang berbeda
12000

Kurva Hubungan Vp dan Porositas

10000

Vp(Km/s)

8000
Oil

6000

Air

4000

Oil+Air

2000
0
0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.2

Porositas

Jawab : Kurva diatas dapat dijelaskan dengan konsep massa jenis, Air memiliki massa jenis
yang lebih besar jika kita bandingkan dengan oil, massa jenis yang lebih besar berarti
memiliki kerapatan partikel yang lebih rapat jika dibandingkan dengan fluida yang memiliki
massajenis yang lebih kecil. Kita tau bahwa gelombang P dalam perambatanya itu terjadi
karena tumbukan antar partikel medium, semakin rapat susunan partikel dalam medium
maka, tumbukan yang terjadi pun akan semakin banyak, sehingga gelombang tersebut akan
memiliki kecepatan penjalaran yang lebih cepat jika dibandingkan dengan medium yang
memiliki kerapatan yang lebih longgar. Dari hal ini maka dapat disimpulkan bahwa
penjalaran gelombang P melewati medium air ( massa jenis 1 gr/ cm 3) akan memiliki
kecepatan penjalaran yang lebih besar jika dibandingkan dengan dengan penjalaran melalui
medium oil (massa jenis 0.9 gr / cm3) seiring membesarnya nilai porositas ( porositas besar
maka fluida yang ada di dalamnya akan semakin banyak). Untuk medium yang berisi
campuran antara air dan oil, dapat kita pandang sebagai medium yang memiliki massa jenis
rata- rata ( antara oil dan air) sehingga nilai massa jenisnya lebih besar daripada massa jenis
oil,( memberikan konsekuensi kecepatan penjalaran lebih besar daripada kecepatan
penjalaran dalam medium oil), dan memiliki massa jenis yang lebih rendah dibandingkan
dengan massajenis air,( memberikan konsekuensi kecepatan penjalaran lebih kecil daripada
kecepatan penjalaran dalam medium air), segingga pada kurva hubungan Vp dengan
Porositas untuk pori yang berisi campuran oil dan air kelengkungannya berada diantara
kelengkungan oil dan air.

3. Jelaskan grafik hubungan Vp dengan Sw

Jawab : Penurunan nilai kecepatan penjalaran gelombang P dikarenakan beberapa hal


diantaranya :
a. Adanya efek pelunakan sement saat air masuk kedalam batuan, pelunakan ini
mengakibatkan penurunan densitas cement, penurunan densitas menyebabkan
kerapatan partikel berkurang, kita tahu bahwa penjalaran gelombang seismic akan
lebih cepat jika melalui medium yang kompak (massajenis yang besar) karena
tumbukan partikel mudah terjadi, kalau suatu medium dengan kerapatan partikel
yang lebih longgar untuk terjadinya tumbukan sedikit memerlukan waktu, sehingga
menyebabkan penjalaran gelombang seismic mengalami penurunan kecepatan.
b. Pengembangan Clay ( cement ) saat terisi oleh air (Clay swelling ) hal ini juga dapat
menurunkan nilai densitas dari batuan.
c. Efek permukaan, pada permukaan batuan permukaan yang sangat kering ( sebelum
terisi oleh air) akan saling tarik menarik satu sama lain melalui gaya kohesif. Adanya
gaya kohesi ini akan memberikan efek mekanik yang menyerupai dengan
peningkatan tegangan efektif. Adanya air / fluida lain dalam pori akan merusak/
menurunkan nilai tegangan evektif ini, sehingga mengakibatkan nila kecepatan
gelombang P menurun.
4. Penurunan persamaan gelombang Vp dan Vs

xx

yx
xx

; yx
; zx zx tekanan yang dialami oleh kubus berukuran x,y,z
x
x
x

yx zx

F xx

dxdydz Gaya yang dialami kubus


y
z
x

2u
F ma va (dxdydz ) 2 Berdasarkan hokum newton II
t

2u

(dxdydz ) 2 xx yx zx dxdydz
y
z
t x
2u xx yx zx
2

y
z
t x

2u

2 xx xy xz
y
z
t x
xy



'
2 xx xz
xz
y
z
y
z
x
2
2
2
2
2

u u u w u
'
2 2
2
2
x
x xy y xz z
'

u v w
2u

x
x x y z

2u
x
2
u 2u 2u
2u 2 2 2
x
y
z
'

2v

'
2 v
2
t
y

2w

'
2 w
2
t
z
2
2 2 2
u v w
u v w
2 ' 2 2 2 2

t x y z
y
z
x y z
x

2
2 ' 2 2
t

2
2
2

'

' 2 2
Vp

w v
2 w v
2

2
t y z
y z

2
2 x
2 x
t
2
2 x
2 x
t

2
Vs