Anda di halaman 1dari 7

2009 STANDARD PROGRESS REPORT FOR UNFPA 7TH CP

INDONESIA DISTRICTS AND PROVINCES

DISTRICT : ACEH BESAR


PROVINCE : ACEH
DISTRICT/ MANAGER NAME : T.RADEN SULAIMAN
DATE OF SUBMITTING THIS REPORT : 28 JANUARI 2010

Section 1: Outcome and Output indictors reporting


Please fill in the excel file to inform us about the progress that was made in 2009. If you don’t have the
information just write down Information not available. If for 2009 in your district you didn’t work on this
area just right down Not Applicable. (Terlampir File Section 1)

BAB 2.

Kabupaten Aceh Besar salah satu daerah yang telah bekerja sama dengan UNFPA CP 7 sejak
September tahun 2006 .Tujuan keseluruhan program adalah untuk meningkatkan kualitas program demi
terwujudnya pencapaain kualitas hidup yang lebih baik melalui focus program yaitu :

• Kesehatan Reproduksi yang lebih baik.


• Keseimbangan antara kedinamikan kependudukan,SDA dan Pembangunan Ekonomi.
• Kesetaraan dan keadilan Gender.

Penjabaran program tersebut diatas dituangkan dalam Annual Work Plan yang telah mendapat
persetujuan dari UNFPA Jakarta. Kabupaten Aceh Besar salah satu dari empat Daerah di Provinsi Aceh yang
berkerja sama dengan UNFPA siklus ke 7. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar selama ini sangat kooperatif
dan berkomitment membantu baik dalam proses maupun dalam pelaksanaan program seperti adanya dana
pendamping untuk kelancaran program.Pelaksana kegiatan dilaksanakan oleh beberapa Dinas yang telah
bekerjasama dalam Program CP 7 yaitu :

1. Bappeda
2. Dinas Kesehatan
3. BKSPP&PA
4. Dinas pendidikan
5. BPS
6. Fatayat NU

Tahun 2009 merupakan pelaksanaan program yang telah memasuki tahun ke empat tentunya banyak
keberhasilan yang telah dicapai diantaranya sosialisasi kespro dan gender yang dilaksanakan oleh TOMA
dan TOGA sudah sampai pada tingkat desa, sosialisai kespro dan gender dan konseling perkawinan untuk
75 pasang calon pengantin, walaupun belum semua desa di Aceh Besar terpenuhi.dalam tahun 2009 ada
beberapa program yang telah diselesaikan sesuai dengan target AWP 2009 dan ada beberapa kegiatan yang
tertunda dan ditangguhkan pelaksanaannya yang disebabkan oleh beberapa factor antara lain :

1. Keterlambatan dalam persetujuan AWP.


2. Untuk Kabupaten Aceh Besar program kegiatan 2009 baru disetujui pelaksanaannya pada bulan Mei
Quartal II tahun 2009.
3. Padat nya kegiatan Implementing Partner.
4. Ada beberapa program harus menunggu pemateri dan materi dari Provinsi dan Pusat

1
5. Adanya program yang sama dan berjenjang antara provinsi dan kabupaten sehingga program baru
dapat dilaksanakan dikabupaten setelah selesai pelaksanan program kegiatan di Provinsi.
6. Kegiatan yang berupa kegiatan tindak lanjut dari kegiatan yang lain (saling keterkaitan program
kegiatan dalam pelaksanaanya)
7. Adanya kegiatan yang tidak disetujui untuk dilaksanakan walaupun dalam AWP sudah disetujui.

Pencapaian pelaksanaan program tahun 2009 sebagai berikut :

Output R101
A. Hasil
- Pelaksana kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk series meeting antara lain membahas
kepengurusan RH komsi yang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang karena adanya
perubuhan nama dan struktur pada SKPD dan sudah dibentuk kepengurusan yang baru untuk
diajukan kepada pemerintah daerah untuk disahkan, kegiatan ini juga membahas
pengembangan TOR dan WP, Penguatan rule dan mekanisme dan CCS tetapi kegiatan ini
belum ada hasil seperti yang diharapkan karena pada kegiatan tersebut hanya dibahas
persoalan RH, FP, HIV/AIDS dan gender yang berkembang di Aceh Besar.

B. Hambatan
- Peserta belum memahami tentang fungsi dan peran dari RH komisi
- Tidak adanya guideline tentang RH komisi
- Program atau kegiatan tidak dapat dilaksanakan disebabkan karena harus menunggu juklak
dan juknis dari UNFPA Jakarta.
- Keterkaitan program provinsi dan Kabupaten yang menyebabkan pelaksanaan kegiatan harus
menunggu selesainya pelaksanaan di Prov
- Saling keterkaitan program (series activity)
- Pada training RHCS para peserta tidak representatif dan tidak memiliki latar balakang
logistic dan kurang mahir menggunakkan komputer.

C. Pembelajaran dan rekomendasi.


- Adanya guideline tentang RH Komisi dan CCS dari Prov dan Pusat.
- Adanya sosialisasi RH, FP dan Gender untuk RH Komisi.
- Peserta yang dikirim untuk mengikuti kegiatan harus sesuai dengan criteria yang ditetapkan
oleh pelaksana kegiatan.

Output R105
A. Hasil.
Kegiatan ini telah melatih 25 TOMA, TOGA tentang RH, FP, HIV/AIDS dan Gender setelah
kegiatan ini peserta telah melaksanakan fasilitasi pada pertemuan kelompok di desa yang
telah disepakati seperti kelompok masyarakat, kelompok pengajian, dan kelompok remaja
dengan penambahan materi RH, FP, HIV/AIDS dalam materi ceramah yang
sampaikannya. Kegiatan Training RH dan Gender for Marriage Counselor telah melatih 25
peserta dan peserta yang telah dilatih telah melaksanakan kegiatan fasilitasi dan
conseling untuk pasangan calon pengantin sebanyak 75 pasang calon pengantin.

B. Hambatan
- Kurang nya waktu untuk pelatihan menyebabkan materi yang disampaikan tidak tuntas.
- Peserta tidak sesuai dengan criteria yang diharapkan oleh pelaksana kegiatan .
- Tidak adanya panduan dan bahan ajar pada kegiatan pada kelompok masyarakat dan
kegiatan fasilitasi pre marriage counsellor, sehingga tidak ada standard dalam kegiatan
memfasilitasi

2
C. Pembelajaran dan Recomendasi.
- Adanya guideline tentang RH Komisi dan CCS dari Prov dan Pusat.
- Adanya sosialisasi RH, FP dan Gender untuk RH Komisi.
- Peserta yang dikirim untuk mengikuti kegiatan harus sesuai dengan criteria yang ditetapkan
oleh pelaksana kegiatan.

Output R301
A. Hasil
Pada Output ini kegiatan Training on RH and Gender issues for Family Planning field
workers & midwives at District Level telah melatih 20 peserta yang terdiri dari PLKB,
Bidkor, dan Bidan KB yang selanjutnya mereka telah melaksansakan kegiatan fasilitasi pada
kegiatan conduct community meeting to promote IERH services, RH Issues and GBV di 16
desa dari 4 kecamatan intervensi UNFPA dengan jumlah participant 640 peserta. Pada
kegiatan ini fasilitator mendistribusikan brosur dan poster sekaligus menjelaskan pointer dari
brosur dan poster tersebut. Tindak lanjut dari kegiatan ini ketua kelompok atau yang
mewakili dari masyarakat desa sejumlah 20 orang melaksanakan kegiatan FGD untuk
mengevaluasi sejauh mana pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap RH, Gender
issues , serta Family Planning pada desa masing-masing
Kegiatan Talkshow dilaksanakan 12 kali penyiaran di RRI Pro3 FM dengan masa siar 1 jam
per episode dengan nara sumber sesuai dengan topic yang dibahas seperti RH, Gender, ARH,
FP, HIV/AIDS.

B. Hambatan
- Kurang nya waktu untuk pelatihan menyebabkan materi yang disampaikan tidak tuntas.
- Peserta tidak sesuai dengan criteria yang diharapkan oleh pelaksana kegiatan .
- Tidak adanya panduan dan bahan ajar pada kegiatan pada kelompok masyarakat dan
kegiatan fasilitasi pada rapat-rapat tingkat desa, sehingga tidak ada standard dalam kegiatan
tersebut.
- Fasilitator tidak mampu memfasilitasi disebabkan kurangnya penguasan materi dan
pengalaman dalam memfasilitasi rapat-rapat pada tingkat desa.

C. Pembelajaran dan Recomendasi.


- Adanya guideline tentang RH, Gender HIV/AIDS, FP
- Adanya materi KIT untuk kegiatan sosialisasi RH, FP dan Gender, pada tingkat desa.
- Peserta dan fasilitator yang dikirim untuk mengikuti kegiatan harus sesuai dengan criteria
yang ditetapkan oleh pelaksana kegiatan

Output P101
A. Hasil
Pada kegiatan ini disepakati untuk memasukan 31 indikator tambahan yang menjadi
intervensi UNFPA yaitu RH, ARH, Gender dan forum ini juga menyepakati untuk
melibatkan semua sektor pada jajaran PEMDA Aceh Besar dan forum data base lintas sector
diganti dengan nama forum data base pembangunan Aceh Besar.
Setelah pelaksanaan kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan kapasitas para petugas
penyedia data dan pengolahan data ditiap sektor dan juga diharapkan adanya perbaikan
kualitas pencacatan, sistem penyiapan data dan pengumpulan data sektor yang dapat
dituangkan dalam bentuk perbaikan penyajian hasil data pada tabel dan grafik.
Penambahan pencetakan 50 Eks DDA Aceh Besar dengan penambahan 31 Indikator yang
sesuai mandat UNFPA untuk Tahun 2008

3
Terindikasinya data yang dibutuhkan oleh pengguna data serta tabel-tabel yang harus
disajikan dalam publikasi DDA
Kegiatan ini juga mengevaluasi indikator data penting yang akan ditampilkan ke dalam DDA,
memastikan dimasukkannya indikator-indikator Kependudukan, Kesehatan Reproduksi dan
Gender yang telah disepakati ke dalam DDA. Pada setiap penerbitannya tanpa bergantung
pada dukungan dana dari UNFPA demi kesinambungan DDA
peningkatan kapasitas bagi perencana dan pengambil kebijakan di tiap sektor sehingga dapat
menampilkan data yang berkualitas dalam DDA Aceh Besar serta dapat diaplikasikan dalam
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan

B. Hambatan
- pada kegiatan ini tidak dibahas bagaimana penggunaan data untuk di aplikasikan ke dalam
program pembangunan.
- Peserta yang hadir tidak sesuai dengan criteria dari kegiatan.

C. Pembelajaran dan Recomendasi.


- Untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya agar diterapkan satu sistem penggunaan data yang dapat
digunakan sebagai data base pembangunan daerah yang dapat diakses oleh semua lintas
sector.

Output G101
A. Hasil
Pada kegiatan series of meeting to develop workplan rules and fungtion of GBV Forum telah
dilaksanakan dengan melibatkan Forum GBV serta lintas sector dan telah menghasilkan rule
dan mechanisme, rencana kerja serta SOP dari Forum GBV dan P2TP2A, pada kegiatan ini
juga susunan pengurus P2TP2A di revisi karena sudah tidak sesuai dengan kondisi SKPD
sekarang ini, dan telah diajukan ke pemerintah daerah untuk disahkan.

B. Hambatan
- Belum semua pengurus dari Forum GBV/ P2TP2A memahami Gender secara baik.

C. Pembelajaran dan Recomendasi.


- Perlunya dukungan dari Pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kegiatan-kegiatan
yang telah dibahas pada kegiatan diatas.
- Perlunya kegiatan tindak lanjut dari kegiatan berupa Capacity Building untuk pengurus dan
sektoral terkait.

Section 3: Monitoring

• Dalam pelaksanaan kegiatan, implementing partner masih terkendala dalam penyiapan TOR dan
Laporan Kegiatan.
• Implementing Partner sulit mengalokasikan waktu untuk kegiatan disebabkan padatnya kegiatan dari
SKPD.
• Banyaknya program kegiatan yang ditangani oleh satu orang penanggung jawab.
• Seringnya Mutasi pada SKPD yang menyebabkan kendala dalam pelaksanaan kegiatan karena staff
tersebut tidak lagi pada SKPD yang bekerjasama dengan Country Program Siklus 7.

4
Section 4: Trainings and workshops all components:

1. How many people were trained for each output? (if not available just write down NA)
Indicator Planned to be Actually trained
Output trained
Male Female Total
Mechanism to
promote Reproductive
Health, HIV AIDS
and CCS are
R101 20 5 15 20
functioning in 6
provinces and all
districts,

The number of men,


women and young
people attended
R301 activities promoting 680 84 596 680
RH/FP especially
IERH and prevention
of GBV

At least 25 religious
leaders in each district
and all marriage
counselors at sub-
district level received
training on how to
R105 225 116 209 325
communicate RH, FP
and gender related
issues to their
followers and/or
prospective couples

R205 0 0 0 0

P101 a. Sub-national 150 98 40 138


Statistical Year Book
(Province/District
in Figures, DDA) in
each district and
province incorporated
disaggregated data on
population,

5
reproductive health,
adolescent
reproductive health,
STIs including
HIV/AIDS, gender,
and poverty and is
available for planning
and program
implementation

GBV prevention and


management include
monitoring and
evaluation system are
integrated and
G101 functioning in 45 16 39 45
provinces and districts
related sectors work
plans and local
budget.

2. How many workshops/trainings/meetings were held in 2009


Workshops Coordination Total
Trainings meetings
R101 1 1 3 5

R301 1 18 19

R105 2 13 15

R205

P101 2 1 3 6

G101 1 2 3
Programme Management (such as
quarterly coordination meeting with 3 3
Bappeda and PPMs

6
SECTION 4. Financial implementation

Implementation
Output Budget Expenses Rate
R101 Rp. 40.350.000;- Rp. 26.375.000;- 65 %
R301 Rp. 153.085.000;- Rp. 69.860.000;- 46 %
R105 Rp. 83.950.000;- Rp. 79.425.000;- 95 %
R205 - - -
P101 Rp. 224.972.700;- Rp. 212.527.500;- 94 %
G101 Rp. 46.785.000;- Rp. 46.785.000;- 100 %
Total Rp. 549.142.700;- Rp. 434.972.500;- 79 %

Before submitting please check whether you have attached all the required attachments.