Anda di halaman 1dari 9

2009 STANDARD PROGRESS REPORT FOR UNFPA 7TH CP

INDONESIA DISTRICTS AND PROVINCES

DISTRICT:KUPANG
PROVINCE:NTT
DISTRICT/PROVINCE MANAGER NAME: NIKEN SAVITRI
DATE OF SUBMITTING THIS REPORT: 19 JANUARI 2010

PURPOSE
1. To report on the progress achieved in 2009 as per the approved Country Programme Action Plan and
Annual Work Plan.
2. To accompany the Annual Workplan Monitoring Tool as a narrative and provide an assessment of
progress made in achieving CP outputs, challenges faced and obstacles met.

Section 1: Outcome and Output indictors reporting


Please fill in the excel file to inform us about the progress that was made in 2009. If you don’t have the
information just write down Information not available. If for 2009 in your district you didn’t work on this
area just right down Not Applicable.

Section 2. Summary of 2009 Programme (max 2.5 page and KEEP IT SIMPLE and TO THE POINT)
Summarize the main constraining and facilitating factors affecting implementation and the achievement of
results. Identify key lessons learned in addressing constraints and taking advantage of facilitating factors.

Output R101
A. Results of programme in 2009 (please refer to Progress Towards Target file and elaborate on
achievements (so don’t summarize all activities just mention how the progress has been achieved)
1. Komisi Kesehatan Reproduksi yang dibentuk pada tahun 2007 pada tahun
ketiga ini melakukan kegiatan koordinasi sebanyak tiga kali.Dari kegiatan
koordinasi tersebut yang pertama mendiskusikan tentang peranan dari
komisi kespro berkaitan dengan tugas dan fungsinya.Hal ini dilakukan oleh
karena pada jajaran tingkat RKPD di kabupaten Kupang mengalami
pergantian personal – mutasi besar-besaran oleh karena proses dari
pergantian pimpinan daerah.Selain dari itu personal yang bertanggungjawab
terhadap kegiatan komisi kespro ini juga staf yg baru bergabung dalam
aktifitas yang selama ini sudag diawali oleh tim sebelumnya.sedangkan
diskusi pd pertemuan berikutnya lebih menjelaskan lagi tentang fungsi
koordinasi dan tugas pokja yang ada dalam SK terkait perubahan personal
dalam pokja. Diskusi terakhir komisi ini dipimpin oleh kabag yang baru dan
menuntaskan tugas komisi dalam perencanaan kerja tim berdasarkan SK
yang ditinjau kembali .peserta yang hadir mewakili sector terkait menjadi
kunci dalam perencanaan penyusunan rencana kerja 2010 . Dan pimpinan
rapat (Binsos ) mencoba membuatkan panduan dengan mengacu pada
permen 13 tahun 2006 tentang rincian Program dan Kegiatan dari masing-
masing SKPD sesuai tupoksi.Dalam kesepakatan bersama juga
mengharapkan melalui pokja masing-masing SKPD yang terkait saling
berkoordinasi – berkomunikasi untuk melaporkan kegiatan yang berkaitan
dengan isu kesehatan reproduksi kepada Komisi RH sebagai laporan kepada
Bupati.

1
2. Sedangkan kegiatan inklusi KRR dalam kurikulum masih tetap dijalankan oleh
Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang. Hal ini di dukung dengan kegiatan
pemetaan status data KRR di sekolah yang selama ini menjadi
focus.Kemudian ditindak lanjuti lagi dengan workshop yang menyapaikan
tentang kebijakan berkaitan dengan program KRR di sekolah bahwa pada
dasarnya pemkab Kupang mendukung segala upaya berkaitan dengan
program KRR di sekolah namun pelaksanaannya belum bias secara
menyuluruh oleh karena perlu dukungan dari semua pihak untuk
menyampaikan program ini kepada sekolah-sekolah yang lain yang belum
pernah terlibat dengan program KRR ini. Dinas Pendidikan juga menfasilitasi
kegiatan untuk menyusun Silabus dan RPP berdasarkan kurikulum KRR yang
ada. Dengan hasil silabus untuk mata pelajaran IPA, Biologi, Penjasorkes
telah tersusun. Di dalam perencanaan tahun 2009 diharapkan bahwa silabus
yang tersusun ini akan menjadi panduan untuk menyusun bahan ajar
dalamm kurikulum KRR namun dana dukungan yang telah disiapkan oleh
UNFPA pada triwulan ke empat tidak disetujui.

B. Constraints and obstacles faced in trying to achieving the annual targets (you can mention here big
issues such as lack of time, lack of commitment from politicians and policy makers unclear targets,
not enough IEC material available, better trainers needed, need for more technical support, etc)

1. Komisi Kesehatan Reproduksi masih perlu untuk dilibatkan dalam setiap


kegiatan besar yang melibatkan Komisi Kespro di TK. Propinsi dan Nasional
dengan harapan bahwa pengelola ( Binsos ) me yang terkait dengan isu-
isndapatkan pelajaran yang berharga dalam mengembangkan strategi bagi
forum ini selain harus memaju komitmen pemda dalam penangan kasus-kasus
yang ada dalam program Kespro di Kabupaten.

2. Kondisi pengelola Program kerjasama ini di Dinas pendidikan seperti


kurang berkomitmen terhadap program yang menjadi tanggungjawabnya, hal ini
ditunjukkan dengan minimnya keterlibatan pengelola / pimpro – Kabid yang
bertanggungjawab terhadap program ini dalam setiap kegiatan baik itu
koordinasi di DPCU, persiapan pengelolaan kegiatan dan tindak lanjut dari
pelaksanaan kegiatan.Selama ini yang di beri tugas untuk melaksanakan dan
bertanggungjawab menyiapkan kegiatan adalah bendahara yang dengan
inisiatifnya melibatkan bidang lain sebagai pendukung ( bidang kurikulum )
dalam setiap pelaksanaan kegiatan .

C. Lessons learned and recommendations


1. Binsos ( pengelola program Komisi Kespro ) yang baru sangat proaktif dan
inovatif untuk memunculkan ide bagi pengembangan forum ini.Hal ini juga
diharapkan dapat didukung oleh sector terkait yang ada dalam komisi RH.
Pemerintah Daerah Kab Kupang memalui pimpinan daerah telah membuka
kesempatan bagi setiap SKPD untuk mengembangkan diri sesuai dengan tupoksi
masing-masing . Dukungan dari pimpinan daerah sangat bagus .

2. Silabus dan RPP yang sudah menjadi lampiran hasil workshop merupakan arah
yang sudah jelas tentang program KRR dalam inklusi di kurikulum sekolah
( sekolah contoh ). Dukungan dari kepala sekolah dan guru yang sudah terlibat

2
menjadi modal utama untuk pengambangan program ini. Dengan masukkannya
isu tentang sekolah yang sensitive gender dari donor lain / AUSAID menambah
dukungan terhadap program kespro remaja yang sensitive gender. Hal ini baru
dikembangkan pada sekolah focus di program ini.

Output R105
A. Results of programme in 2009 (please refer to Progress Towards Target file and elaborate on
achievements (so don’t summarize all activities just mention how the progress has been achieved)
1. Untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemuka
agama ( pendeta,pastor) dan tokoh adat tentang Kesehatan reproduksi
, KB dan Gender serta mampu mengintegrasikan isu-isu tersebut ke
dalam kegiatan keagamaan maka perlu dilakukan pelatihan konseling
kepada pemuka agama ( pendeta,pastor ) dan tokoh adat di wilayah
tiga (3) kecamatan focus, yaitu kecamatan kupang timur, kecamatan
kupang tengah dan kecamatan kupang barat. Tugas yang akan
dilakukan pemuka agama ( pendeta,pastor ) ,tokoh adat dan konselor
perkawinan adalah menyampaikan materi yang berkaitan dengan
kesehatan reproduksi , Keluarga berencana dan gender kepada
masyarakat – umatnya pada setiap acara keagamaan. Sesuai dengan
substansi tugas, maka kemampuan yang diharapkan dalam kegiatan
ini adalah : Para pemuka agama ( pendeta, Pastor ), tokoh adat dan
konselor perkawinan mampu menyampaikan materi yang berkaitan
dengan kesehatan reproduksi, KB dan gender dalam setiap kegiatan
mimbar keagamaan kepada masyarakat / umatnya, dengan :
Menguasahi isi pesan Kesehatan reproduksi, KB dan gender dalam
perspektif Kristen maupun Katholik. Peserta terampil melakukan
integrasi isu Kesehatan Reproduksi, KB dan Gender dalam khotbah
keagaaman kepada umat /kegiatan keagamaan

B. Constraints, obstacles and opportunities (such as supportive environment from legislatures) faced in
trying to achieving the annual targets (you can mention here big issues such as lack of time, unclear
targets, not enough IEC material available, better trainers needed, need for more technical support,
etc)
1. Kendala yang di sampaikan oleh peserta dalam kegiatan training tersebut
adalah para pemuka agama ( pendeta-pastor ) ,tokoh adat dan konselor
perkawinan tidak mempunyai literature untuk materi kespro, KB dan gender
selain itu media untuk konseling pun mereka tidak memiliki.

C. Lessons learned and recommendations


1. Para pemuka agama ( pendeta, Pastor ), tokoh adat dan konselor
perkawinan mampu menyampaikan materi yang berkaitan dengan
kesehatan reproduksi, KB dan gender dalam setiap kegiatan mimbar
keagamaan kepada masyarakat / umatnya, dengan : Menguasahi isi
pesan Kesehatan reproduksi, KB dan gender dalam perspektif Kristen
maupun Katholik. Peserta terampil melakukan integrasi isu Kesehatan

3
Reproduksi, KB dan Gender dalam khotbah keagaaman kepada umat
/kegiatan keagamaan

Output R301
A. Results of programme in 2009 (please refer to Progress Towards Target file and elaborate on
achievements (so don’t summarize all activities just mention how the progress has been achieved)

1. Mengingat pentingnya kesehatan reproduksi dan gender maka perlu terus


menerus dilakukan promosi dan penyuluhan baik melalui pertemuan langsung
dengan masyarakat maupun melalui mimbar keagamaan atau melalui poster
dan siaran radio. Dari responden contoh ( pegawai, ibu rumah tangga ) ; 15
orang per tiga kecamatan ; Kupang Tengah, Kupang Timur dan Kupang Barat
yang di evaluasi berkaitan dengan seberapa pernah mereka mendengar,terlibat
dlm pertemuan dan melihat poster berkaitan dengan promosi program
kesehatan reproduksi, KB dan gender maka hampir 80 % responden contoh
menjawab pernah melihat,mendengar siaran radio dan terlibat dlm kegiatan
promosi Kespro.

B. Constraints and obstacles faced in trying to achieving the annual targets (you can mention here big
issues such as lack of time, lack of commitment from politicians and policy makers unclear targets,
not enough IEC material available, better trainers needed, need for more technical support, etc)

1. Metode yang dipakai dalam evaluasi belum sepenuhnya mengikuti procedure


yang benar mempengaruhi hasil dalam evaluasi.

C. Lessons learned and recommendations


1. Sebaiknya dalam mengevaluasi responden harus memperhatikan metode yang
akan dipakai dalam evaluasi.

Output R205
A. Results of programme in 2009 (please refer to Progress Towards Target file and elaborate on
achievements (so don’t summarize all activities just mention how the progress has been achieved)
1. Dinas kesehatan kabupaten Kupang telah menyelesaikan kegiatan yang
direncanakan pada tahun 2009 dengan baik. Hasilnya adalah melalui
peningkatan kualitas pelayanan puskesmas dan peren canaan dan strategi
Revolusi KIA ( salah satunya adalah persalinan harus di tenaga kesehatan )
maka di tiga puskesmas terpilih ( Puskesmas Tarus, Puskesmas Oesao dan
Puskesmas Batakte )telah dibenahi baik dari sisi kualitas pelayanan yang
didukung oleh training untuk Bidan / bidan desa ( APN, ABPK, Konseling IMS-
HIV ), dan sisi managemen alur pelayanan, system rujukan dan sistem
pencatatan - pelaporan dibenahi dengan dukungan kebijakan kepala Dinkes Kab
Kupang berupa penyediaan jaringan telkomsel flash untuk memperlancar
pelaporan kasus.Oleh karena setiap kasus AKI / AKB harus segera dilaporkan
untuk mendapatkan perhatian dari dinas kesehatan kab jika terjadi

4
keterlambatan dalam melaporkan maka puskesmas akan mendapatkan sanksi.
Selain itu 3 puskesmas ini juga mengembangkan layanan yang diharapkan
menyerupai standard yang ada di puskesmas untuk persiapan pelayanan
persalinan aman . Dukungan dari dana additional UNFPA telah membantu untuk
menyiapkan tenaga bidan dan bidan desa di wilayah 3 puskesmas focus untuk
dilatih dalam asuhan persalinan normal dengan standard yang ada.Selain itu
peralatan seperti gynbad,sterilisator listrik, incubator dewasa-bayi dan sarung
tangan steril telah disiapkan dari dana tersebut. Sedangkan pembangunan
ruangan / gedung untuk tiga pustu ini merupakan dukungan dari dana DHS II .
Ketiga Pustu / tempat tinggal bidan desa yang di set up untuk pelayanan
persalinan; menyediakan kamar bersalin tersebut di wilayah kupang Tengah
terletak di pustu Penfui Timur, di Kupang Timur terletak di pustu Oefafi,
sedangkan di Kupang Barat terletak di rumah tinggal bides di desa Oematnunu.

B. Constraints and obstacles faced in trying to achieving the annual targets (you can mention here big
issues such as lack of time, lack of commitment from politicians and policy makers unclear targets,
not enough IEC material available, better trainers needed, need for more technical support, etc)

1. Untuk mendukung promosi kesehatan dan layanan yang ada ke tiga pustu ini
masih membutuhkan media KIE sebagai sarana penunjang konseling dan
promosi.

C. Lessons learned and recommendations


Untuk mengantisipasi kekurangan dana dalam pembangunan dan pengembangan
layanan berkualitas khususnya dalam pelayanan persalinan aman Dinas Kesehatan
Kabupaten Kupang telah membuat strategi untuk mengkolaborasikan lintas
donor . Meskipun hasilnya belum maksimal namun strategi ini membantu
penyebaran layanan oleh tenaga kesehatan di wilayah yang dianggap rawan untuk
kasus maternal dan neonatal.

Output P101
A. Results of programme in 2009 (please refer to Progress Towards Target file and elaborate on
achievements (so don’t summarize all activities just mention how the progress has been achieved)
1. Forum Data Base yang terbentuk mulai tahun 2007 belum berfungsi secara
maksimal. Pada pertengahan periode tahun 2009 terjadi mutasi di lingkup kab
kupang.Hal ini juga berpengaruh terhadap keanggotaan dari forum data base
yang ditetapkan oleh SK Bupati yang lama.Dalam tahun 2009 empat kali
pertemuan yang direncanakan dalam satu tahun hanya mampu dijalankan dua
kali.Agenda yang pertama mendiskusikan tentang keanggotaan forum oleh
karena dampak mutasi di pemkab.Hasilnya bahwa ada beberapa personal dan
sector yang dianggap oleh forum kurang kompeten di hilangkan seperti dinas
peternakan.Sedangkan rekomendasinya adalah memdiskuskan kemungkinan
diproses ulang SK forum ini.Pada pertemuan yang kedua membahas data dan
indicator yang diharapkan dapat di tampilkan dalam Kupang Dalam angka
2009.Rekomendasinya bahwa perlu ada dukungan data untuk perencanaan
kesehatan ,kependudukan dan gender.

5
B. Constraints and obstacles faced in trying to achieving the annual targets (you can mention here big
issues such as lack of time, lack of commitment from politicians and policy makers unclear targets,
not enough IEC material available, better trainers needed, need for more technical support, etc)

Dalam pelaksanaan training untuk programmer dan planner penyedia data


Kespro,Kependudukan dan gender personal yang dikirim oleh sector hampir sebagian
besar tidak sesuai rekomendasi undangan yang disampaikan kepada sector.Sehingga
Tindak lanjut dari kegiatan ini juga mengalami kendala karena staf yang hadir ( yg
tidak sesuai dengan seharusnya peserta yg hadir ) tidak bias menjamin keberlanjutan
hasil training.

C. Lessons learned and recommendations


1. Waktu dan proses yang akan terjadi selama pelaksanaan kegiatan harus
direncanakan dengan sebaik mungkin oleh BPS. Setiap kali kegiatan yang
dilakukan oleh BPS di akhir tahun terkesan kurang dipersiapkan secara baik
sehingga peserta yang dihadirkan/menghadiri kegiatan hanya sebatas mengisi
porsi daftar hadir.

Output G101
A. Results of programme in 2009 (please refer to Progress Towards Target file and elaborate on Results
of programme in 2008 (please refer to Progress Towards Target file and elaborate on achievements
(so don’t summarize all activities just mention how the progress has been achieved)
1. Kelompok A_Z yang menjadi kelompok PKDRT berbasis komunitas di Tarus Kupang Tengah
menjadi kelompok pertama yang mampu memberikan pendampingan layanan PKDRT di
masyarakat. Jejaring yang terbentuk masih terbatas pada jejaring antar personal yang dikenal
baik itu di kepolisian maupun di Puskesmas dan LSM. Kelompok ini juga telah mengembangkan
system pencatatan dan pelaporan yang sesuai dengan standart yang ada. Kasus yang didampingi
kurang lebih berjumlah 10 kasus, semua berada dalam proses sedang dalam proses
houkum/polisi, proses pendampingan dan proses damai.

B. Constraints and obstacles faced in trying to achieving the annual targets (you can mention here big
issues such as lack of time, lack of commitment from politicians and policy makers unclear targets,
not enough IEC material available, better trainers needed, need for more technical support, etc)

Komunitas PKDRT: A_Z Tarus ini masih memiliki sekretariate yang masih
tergantung dengan fasilitas PKK kecamatan Kupang Tengah.Pendanaan
operasional mereka sangat terbatas sehingga mengandalkan anggotanya untuk
membiayaai setiap kegiatan pendampingan korban.

Dalam rapat koordinasi jejaring untuk PKDRT di Tarus dimintakan dukungan dari
UNFPA berupa dana sekretariate dan biaya untuk sosialisasi kepada desa-desa di
wilayah Kupang tengah.

C. Lessons learned and recommendations


Kelompompok PKDRT berbasis masyarakat A_Z di Tarus merupakan kelompok
pertama yang di Kupang Tengah. Kasus-kasus yang di dampingi berasal selain
dari wilayah Kupang tengah juga dari daerah diluar kecamatan Kupang Tengah.
Dukungan yang diharapkan dapat memperluas layanan PKDRT di desa-desa

6
lainnya dan bias menjadi komunitas percontohan bagi daerah yang rawan kasus
kekerasan berbasis gender di Kabupaten Kupang

Section 3: Monitoring

Summarize what knowledge and insights you have gained from monitoring activities conducted in the course
of the year and assess how this knowledge was used to improve project performance (keep it short and to the
point).
1. Dalam AMP ( audit Maternal Perinatal ) yang dilakukan oleh Dinkes Kab Kupang
akhir Desember 2009 bahwa narasumber ahli merekomendasikan bahwa setiap
puskesmas diharapkan dapat menyiapkan layanan persalinan aman , oleh
karena itu perlu di dukung pelatihan MTBS ( dokter, bidan dan Perawat ) dan
manajeman afeksia .Selain pengadaan peralatan untuk penanganan kasus
kegawat daruratan ( Puskesmas PONED )
2. Sedangkan untuk Penguatan inklusi KRR di sekolah diperlukan dukungan untuk kegiatan dalam
penyusunan Modul – Bahan Ajar KRR untuk SMP-SMA se Kabupaten.

Section 4: Trainings and workshops all components:

1. How many people were trained for each output? (if not available just write down NA)
Indicator Planned to be Actually trained
Output trained
Male Female Total
Workshop hasil 12 8 20
pengumpulan
status data KRR di
R101 sekolah 20
Workshop 12 8 20
endorsement of
the new curricula
& identication of
school for
implementation of
the new curricula
20
Counselor 8 16 24
Training about RH
issues,FP and
Gender for
religious leader
and traditional
R105 leaders 24
Counselor 24 12 24
Training about RH
issues,FP and
Gender for
marriage
counselor 24
R205 APN training 24 0 24 24
Training ABPK 6 0 6 6

7
Training Konselor 1 4 5
IMS-HIV/AIDS 5
Training Refrehing 0 4 4
PKRE u RH
Fasilitator 4
Training on RH 9 14 23
and Gender isues
for Family
Planning Field
workers &
midwise at district
R301 level 23
Training to 12 8 20
improve the
quality of data on
RH, Population
and Gender for
programmer/statis
tical personnel at
local government
institution or other
government
personnel
P101 20
Training on data 11 9 20
utilization for
planners from
related sectorals
20
G101 NA

2. How many workshops/trainings/meetings were held in 2009


Workshops Coordination Total
Trainings meetings
R101 2 Na 5 7

R105 Na 2 Na 2

R205 1 4 Na 5

R301 Na 1 Na 1

P101 Na 2 2 4

G101 1 Na 2 3
Programme Management (such as Na 6 6
quarterly coordination meeting with
Bappeda and PPMs Na

8
SECTION 4. Financial implementation

Implementation
Output Budget Expenses Rate
R101 274,622,350 256,460,900 93%
R301 62,605,000 45,840,000 73%
R105 691,494,000 647,069,000 94%
R205 87,090,000 62,995,000 72%
P101 68,385,000 58,535,000 84%
G101 45,615,000 38,515,000 84%
Total 1,229,816,350 1,109,414,900 90%

Before submitting please check whether you have attached all the required attachments.