Anda di halaman 1dari 4

Cara Melunasi Hutang Riba (Kisah

Inspiratif)
24/02/2015 Category: Artikel, Kisah Sukses

Tobat dari Riba, Hutangpun Sirna!!


Dalam sebuah milis yang dikelola oleh PengusaMuslim.com ada sebuah pertanyaan yang
diajukan oleh member sebagai berikut:
Assalaamu'alaikum warahmatullah.

Ustadz yang saya hormati,


Akhir-akhir ini saya beserta istri sedang galau. Ceritanya begini. Saya seorang pegawai
yang bekerja di instansi pemerintah yang alhamdulillah telah beristri (Insya Allah) salehah
dan Allah mengaruniakan kami 5 orang anak.
3 tahun yang lalu kami meneken akad kredit pada salah satu bank pemerintah dengan
nominal lumayan besar untuk mendaftar haji 2 orang (saya dan istri) dengan perhitungan
ketika tahun pemberangkatan haji, hutang kami telah lunas.
Setelah kami banyak membaca dan belajar hukum Islam, kami meyakini bahwa kami telah
menanggung dosa riba (astaghfirullah). Kami kemudian berusaha keluar dari belitan dosa
riba, diantaranya dengan keluar dari Koperasi (KPRI) dan sekarang mencoba keluar dari
kubangan riba yang lain, yakni hutang kami ke bank tersebut, dengan cara kami berencana
menjual barang-barang yang kami miliki, namun menurut hitung-hitungan saya tidak akan
mencukupi untuk melunasi hutang tersebut, sedangkan apabila mencari pinjaman kepada
Saudara tidak mungkin mengingat semua keluarga kami dalam kondisi ekonomi yang
alhamdulillah pas-pasan.
Apakah saya harus menjual sebidang tanah yang saya miliki agar dapat melunasi hutang
kami? (Saya memiliki sebidang tanah yang apabila dijual mungkin hampir dapat melunasi
hutang).
Demikian, mohon solusinya. Terima kasih.
Wassalaam,
Hamba Allah-Purbalingga, Jawa Tengah.
Tanggapan dari ikhwan member milis PM-Fatwa:
Bismillah ,sekedar berbagi pengalaman tentang terjerat riba. Pengalaman bapak pernah
saya alami sebelumnya dan saya selain hutang riba juga terjerat kartu kredit sampai 11
kartu. Setelah saya mengikuti pengajian sana sini dan membaca buku akhirnya saya

bertobat dari riba. Karena riba membuat hidup kita merasa hina dikejar kejar hutang dan
debitur.
Walaupun orang lain melihat kehidupan kita punya mobil ,rumah besar dll. tapi semua itu
hasil riba. Dan itu semua tidak akan membawa berkah dan ketenangan bagi hidup kami.
Maka akhirnya saya sekeluarga bertobat untuk menghindari riba dan kartu kredit.
Akhirnya saya jual semuanya yang saya miliki mobil, trayek jemputan, rumah, motor dan
semua yang saya miliki dari hasil riba saya jual guna menutupi hutang-hutang riba. Saya
mulai dari kehidupan dasar lagi dengan mengontrak rumah kecil di area pesantren karena
anak-anak kami sekolah di pesantren .
Dengan keikhlasan kita dan benar-benar taubat, maka Allah mengabulkan permintaan saya
sekeluarga. Dan saat itu pula setelah saya jual semua yang saya punyai dari hasil riba, saya
dapat panggilan kerja ke Saudi arabia di sebuah perusahaan perminyakan. Dan akhirnya
saya sekeluarga hijrah ke Saudi Arabia sampai sekarang. Dan Alhamdulilah, Allah
kembalikan harta kami dengan segala kelebihannya dan saya sekeluarga bisa pergi haji
bersama setelah tinggal satu tahun di Saudi. Alhamdulillah, semuanya dimudahkan segala
urusan saya sekeluarga serta bisa melunasi semua hutang-hutang riba dan kartu kredit.
Dan yang membuat saya sangat bahagia adalah tempat kerja sekarang dekat dengan
Mekkah dan Madinah, sehingga tiap bulan kami bisa umroh .
Inilah kisah pengalaman saya yang terjerat riba semoga Bapak sekeluarga tidak usah ragu
untuk menutup hutang riba, pertolongan Allah sangat cepat
Wassalamualaikum
Dari Bpk Edi di Saudi Arabia
========

Ayo bergabung di Milis pm-fatwa. Milis ini disediakan khusus untuk mengajukan
pertanyaan tentang hukum dan fatwa yang terkait dengan perdagangan (jual beli) dan
semua yang terkait dengan masalah ini, seperti hukum jual beli, aqad/perjanjian jual beli,
zakat perniagaan, hutang piutang, riba, bank syariah, gaji karyawan, asuransi, dan berbagai
masalah agama lainnya