Anda di halaman 1dari 12

2014

MAKALAH TENTANG KOLOID


DIALISIS
(Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas Kimia)

DI SUSUN OLEH

Erina Aulia Rahmah


Eva Fauziah
Evi Rismawati
Ferhan Basandio
Ita Setiyawati
Irfan Nurdin
Lia Nurrahmah
Lina Herlina

KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN


TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SMK NEGERI RAJAPOLAH
KABUPATEN TASIKMALAYA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah


Karena kebanyakan zat dapat berada dalam keadaan koloid,

semua cabang ilmu kimia berkepentingan dengan kimia koloid


dalam satu atau lain cara. Semua jaringan hidup bersifat koloidal.
Banyak reaksi kimia yang kompleks yang perlu untuk kehidupan,
harus ditafsirkan secara kimia koloid. Bagian kerak bumi yang
dikatakan sebagai tanah yang bisa dicangkul terdiri dari bagianbagian yang bersifat koloid, oleh karena itu ilmu tanah harus
mencakup penerapan kimia kolois pada tanah.
Ilmu kimia koloid di terapkan dalam Proses seperti memutihkan,
menghilangkan bau, menyamak, mewarnai dan pemurnian,
pembuatan tinta, gel, mentega dan produk makan lainnya itu
menggunakan prinsip kerja koloid sampai pada keshatan saja
seperti penucian darah itu menggunakan sistem kerja sifat koloid
yaitu dialisis untuk itu ilmu kimia koloid berfungsi bagi kehidupan
sehari-hari.
1.2
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan penulis utarakan dalam
pembahasan di dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud Koloid dan apa saja sifatnya?
2. Apa yang di maksud sifat dialisis koloid?
3. Bagaimana cara kerja dialisis koloid ?
4. Bagaiamna penerapan sistem kerja dialisis koloid dan apa
1.3

manfaatnya pada kehidupan sehari-hari ?


Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini diantaranya sebagai

berikut :
1. Sebagai salah satu tugas materi dari mata pelajaran Kimia kelas XII
semester ganjil tahun pelajaran 2013 / 2014
2. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang sifat dialisis koloid
3. Mengetahui cara kerja dialisis koloid pada kehidupan sehari-hari
1.4
Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penyusunan makalah ini diantaranya sebagai
berikut :
1. Penulis dan pembaca dapat mengetahui tentang koloid dan sifat
dialisis koloid

2. Melatih penulis dalam menggunakan ejaan dan Bahasa Indonesia


yang baik dan benar
3. Menambah kreatifitas penulis dalam menyusun karya tulis ini
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Koloid
Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya
terletak antara larutan dan suspensi ( larutan kasar ). Sistem koloid ini
mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan ataupun
suspensi.Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat,
baik padat, cair maupun gas, dapat dapat dibuat dalam keadaan
koloid..
2.2
Sifat-sifat koloid
1. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Hal ini
disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar Contoh dari
efek tyndall antara lain : sinar matahari yang dihamburkan partikel koloid
di angkasa, hingga langit berwarna biru pada siang hari dan jingga pada
sore hari
2. Gerak Brown
Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa
bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan).Gerak
Brown juga dapat dikatakan sebagai gerak partikel koloid dalam medium
pendispersi secara terus menerus, karena adanya tumbukan antara
partikel zat terdispersi dan zat pendispersi.Karena gerak aktif yang terus
menerus ini, partikel koloid tidak memisah jika didiamkan
3. Adsorbsi
Beberapa partikel koloid mempunyai sifat adsorbsi (penyerapan)
terhadap partikel atau ion atau senyawa yang lain. Penyerapan pada
permukaan ini disebut adsorbsi
4. Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk
endapan Contoh kotoran pada air yang digumpalkan oleh tawas
sehingga air menjadi jernih.
5. Elektroforesis
Jika sepasang elektrode dimasukkan ke dalam sistem koloid, partikel koloid
yang bermuaran positif akan menuju elektrode negatif (katode) dan

partikel koloid yang bermuatan negatif akan menuju elektrode positif


(anode). Pergerakan partikel-partikel koloid dalam medan listrik ke masingmasing elektrode disebut elektroforesis
6. Dialisis
Dialisis adalah materi yang akan di bahas pada makalah ini.

BAB III
METODOLOGI
Metodologi / Pengumpulan data, metode - metode pengumpulan
data yang penulis gunakan sebagai rujukan dalam penyusunan
makalah ini adalah :
1.Metode Pustaka
Metode pustaka yaitu cara pengumpulan dan dengan cara membaca buku
ataupun brosur yang ada kaitanya terhadap obyek yang akan di bahas.
2.Metode Langsung
Metode langsung yaitu metode mencari data dengan mendatangi warnet
(Warung Internet ) untuk mencari informasi tentang dialisis koloid
3.Metode Diskriptif Analitik
Metode diskriptif analitik yaitu metode mendiskripsikan dan menganalisa
literature atau buku sebagai tambahan dalam kajian terhadap obyek yang
ditulis

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 . Pengertian Dialisis Koloid
Dialisis/ dialisa (pemurnian koloid) adalah
salah satu sifat koloid yang merupakan cara untuk mengurangi ion-ion
pengganggu yang terdapat dalam sistem koloid dengan menggunakan
selaput semipermeabel. Atau dari kata lain Proses penghilangan ion-ion
pengganggu dengan cara menyaring menggunakan membran / selaput
semipermeabel itu bisa disebut dialisis. Selaput semipermeabel adalah
sejenis alat saring yang dibuat khusus untuk keperluan dialisis koloid
yang memiliki daya saring sangat tinggi. Selaput semipermeabel ini
hanya melewatkan molekul air dan ion-ion saja, sedangkan partikel
koloid tetap tinggal.
Ion-ion pengganggu yang terdapat pada sistem kolid tersebut,
berasal dari larutan elektrolit yang ditambahkan ke dalam koloid untuk
mempertahankan kestabilan koloid, koloid dapat dipertahankan dengan
penambahan sedikit elektrolit dengan konsentrasi tepat. Apabila
konsentrasi elektrolit tidak tepat akan terbentuklah ion-ion yang
mengganggu kestabilan koloid. Adanya ion-ion pengganggu ini dapat
dicegah atau dihilangkan dengan cara dialisis. Alat yang digunakan
disebut dengan dialisator contoh proses dialisis ini pada pencucian
darah pada ginjal.
4.2 Proses kerja Dialisis
Proses dialisis dilakukan dengan cara
melewatkan pelarut pada sistem koloid melalui membran
semipermeabel. Kemudian dialiri cairan murni secara terus-menerus,
maka molekul kecil atau ion yang terdapat dalam koloid akan

menembus selaput semipermeabel dan terbawa keluar, sehingga koloid


akan tetap stabil dan murni kembali. Gambar dibawah menunjukkan
proses terjadinya dialisis :

Gambar 4.1 proses sederhana dialisis koloid


1. Koloid dimasukkan ke dalam sebuah kantong yang terbuat dari
selaput semipermeabel.Selaput ini hanya dapat melewatkan
molekul-molekul air dan ion-ion, sedangkan partikel koloid tidak
dapat melewatinya.
2. Jika kantong berisi koloid tersebut dimasukkan ke dalam sebuah
tempat berisi air yang mengalir, maka ion-ion pengganggu akan
menembus selaput bersama-sama dengan air, Ion-ion yang
keluar melalui selaput semipermeabel tersebut kemudian larut
dalam cairan murni. Dengan mengalirkan terus menerus cairan
murni, ion-ion yang berada dalam kantong semipermeabel akan
menembus keluar.
3. Keluarnya ion-ion dari kantong semipermeabel dapat dipercepat
dengan cara elektrodialisis yaitu suatu alat untuk mempercepat
proses dialisis mnggunakan elektrode-elektrode. Elektrodeelektrode ini berguna untuk menarik ion-ion di sekitar kantong.
Prinsip dialisis diterapkan dalam proses cuci darah bagi penderita
gagal ginjal. Proses ini dikenal dengan nama hemodialisis. Dimana
darah disini adalah sebagai koloidnya, sedangkan ion-ion
pengganggunya seperti urea, air, molekul sederhana (glukosa, protein).
Prinsip dialisis ini digunakan dalam proses pencucian darah orang yang
ginjalnya (alat dialisis darah dalam tubuh) tidak berfungsi lagi. Gambar

dibawah menunjukkan ilustrasi orang yang sedang melakukan cuci


darah.

Gambar 4.2 Proses Pencucian darah Dialisator


Peristiwa dialisis ini di gunakan dalam aplikasi pencucian darah di
dunia kedokteran Gambar Pada prinsip kerja dialisis pencucian darah
di atas sama sepert cara kerja dialisis pada Gambar 4.1
Dibawah merupaka gambar orang yang sedang pencucian alat
dengan menggunakan alat yang bernama dialisator

. Gambar 4.3 Alat Pencucian darah


untuk lebih jelas di pahami dapat di lakukan proses Pratikum
sederhana untuk membuktikan terjadinya dialisis dalam kehidupan
sehari-hari
4.3 Pratikum Sederhana
Agar lebih di pahami tentang dialisis dan
untuk membuktikan terjadinya dialisis dalam kehidupan sehari-hari kita
bisa melakukan praktikum sederhana seperti berikut :

e.

1. Alat dan bahan


a. Pasir
b. Serbuk kapur sirih sebagai ion pengganggu
c. Air secukupnya
d. Kain kasa
Gelas beker
2. Cara kerja
a. Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan
b. Campur pasir dengan serbuk kapur
c. Bungkus campuran pasir dengan serbuk kapur dengan kain kasa
d. Masukkan ke dalam air
e. Lihat apakah yang akan terjadi
Gambar dibawah merupakan ilustrasi percobaan diatas

Gambar
4.4 Percobaan dialisis
f. Kesimpulan : Air akan menjadi keruh, karena kapur larut dalam
air, sementara pasir akan tetap dalam kain kasa
Prinsip kerja di ata sama seperti gambar di bawah

Proses
Dialisis secara sederhana

Proses Dialisis pencucian darah


(Dialisator)

4.4 Kegunaan & Manfaat Dialisis Koloid


Prinsip dialisis diterapkan dalam proses cuci darah bagi penderita
gagal ginjal. Proses ini dikenal dengan nama hemodialisis. Dimana
darah disini adalah sebagai koloidnya, sedangkan ion-ion
pengganggunya seperti urea, air, molekul sederhana (glukosa, protein).
Contoh dalam kehidupan sehari-hari :
a. Prinsip ini diterapkan dalam proses cuci darah bagi penderita gagal
ginjal.
b. Proses pemisahan hasil-hasil metabolisme dari darah oleh ginjal

BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya
terletak antara larutan dan suspensi ( larutan kasar ). Sistem koloid ini
mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan ataupun

suspensi.Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat,
baik padat, cair maupun gas, dapat dapat dibuat dalam keadaan koloid
Dialisis/dialisa (pemurnian koloid) merupakan proses pemurnian
koloid dengan membersihkan atau menghilangkan ion-ion pengganggu
menggunakan suatu kantong yang terbuat dari selaput semi permiabel.
Caranya, sistem koloid di masukkan kedalam kantong semipermeabel,
dan diletakkan dalam air. Selaput semipermeabel ini hanya dapat dilalui
oleh ion-ion, sedang partikel koloid tidak dapat melaluinya, dengan
demikian akan diperoleh koloid yang murni. Ion-ion yang keluar melalui
selaput semipermeabel ini kemudian larut dalam air. Dalam proses
dialisis hilangnya ion-ion dari sistem koloid dapat dipercepat dengan
menggunakan air yang mengalir. Peristiwa dialisis ini diaplikasikan
dalam proses pencucian darah di dunia kedokteran seperti proses
pencucian darah
Sistem koloid sangat berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan
kita sehari-hari. Cairan tubuh, seperti darah adalah sistem koloid, bahan
makanan seperti susu, keju, nasi, dan roti adalah sistem koloid. Cat,
berbagai jenis obat, bahan kosmetik, tanah pertanian juga merupakan
sistem koloid.
5.2 Saran
Apabila ingin membuktikan prinsif kerja dialisis koloid pada
kehidupan sehari-hari maka lakukanlah praktek sederhana yang
dianjurkan dari makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://santi9f.wordpress.com/dialisis/kimia
Paryanto dan Ruratno. 2006. Kimia SMK kelas XI
Ari sulistiorini 2009. Buku Penuntun Biologi SMA kelas X.