Anda di halaman 1dari 28

Serial Raddusy Syubuhat

SHAHIH
AL-MA’TSURAT
Hasan Al-Banna

ABA abDULLAAH

al-ikhwan.net
DAFTAR ISI

Al-Ma’tsurat Dha’if? (Sebuah Pengantar)


o Bagian I
o Bagian II
Shahih Al-Ma’tsurat
o Ta’awwudz
o Membaca Al-Fatihah
o Membaca Ayat Kursy
o Membaca Akhir Surat Al-Baqarah
o Membaca Surah Al-Ikhlash
o Membaca Al-Mu’awwidzatan
o Membaca Do’a-do’a Yang Shahih
Penutup
Catatan kaki

al-ikhwan.net
AL-MA’TSURAT DHA’IF? (SEBUAH PENGANTAR)

Bagian I

AlhamduliLLAAHi wash Shalatu was Salamu ‘ala RasuliLLAAHi wa ‘ala ‘alihi,

Ikhwah wa akhwat fiLLAAH,

Semoga ALLAH SWT senantiasa mengumpulkan kita semua setiap waktu dalam
manisnya ibadah, lisan yang basah dengan dzikruLLAAH, tubuh yang penat & letih dalam
memperjuangkan ummat & membela agama ALLAH, hati yang ikhlas dan jauh dari hasad
& ghill, aamiin ya RABB…

Dan segala puji bagi ALLAH jua, yang dengan nikmat-NYA telah menunjukkan kepada
dakwah ini sebagian hasil dari perjuangan para mujahid-NYA, dakwah ini sedikit demi
sedikit telah mulai mewarnai kehidupan berpolitik & bernegara, sekalipun masih belajar &
walaupun dengan tertatih-tatih & terjungkal disana-sini, ia telah mulai menampakkan
berbagai hasil positifnya bagi para penanamnya, liyu’jibuz-zurra’a liyaghizha bihimul
kuffar, yang tidak akan diingkari kecuali oleh orang-orang yang menzhalimi dirinya
sendiri…

Sekalipun dihujani berbagai kritik & bahkan juga tuduhan, baik secara langsung maupun
melalui media massa, tetapi mereka yang berada di dalam sistem dapat melihat adanya
perkembangan arus kebaikan & perbaikan yang signifikan dengan masuknya para da’i
dalam sistem tersebut, lambat tapi pasti kebatilan mulai tergeser & al-haqq mulai
menunjukkan pengaruhnya, waLLAAHu musta’an…

Ikhwah wa akhwat fiddin,

Beberapa hari yang lalu, ada beberapa ikhwah yang mengirim email maupun SMS ke ana,
meminta menjelaskan tentang “Dzikir Al-Ma’tsurat” yang ditulis oleh Imam Al-Banna -
rahimahuLLAAH- yang katanya banyak disebut sebagai kumpulan dzikir yang dha’if &
maudhu’, oleh sebagian saudara kita fiddiin…

Ana teringat beberapa waktu yang lalu, saat berkesempatan mengunjungi Islamic
Development Bank (IDB) Jeddah bersama beberapa asztidz, saat kami berada di Jeddah,
kami bertemu dengan ikhwah disana, dan diminta memberikan taujih. Setelah selesai
menyampaikan taujih, nampak ada seorang ulama Jeddah (yang menurut ikhwah disana
tidak suka dengan harakah & hizb), ia bertanya demikian: Mengapa Al-Ikhwan
mengamalkan doa Al-Ma’tsurat yang merupakan kumpulan hadits-hadits dha’if?

Saat itu saya tidak berkesempatan menjawabnya, karena telah dijawab oleh beberapa
ikhwah yang lain, namun nampaknya beliau -hafizhahuLLAAH- merasa tidak puas. Maka
saat ramah-tamah, saya mendekatinya & terjadi dialog sbb:

al-ikhwan.net
Saya: Apakah antum sudah membaca kitab-kitab kumpulan doa & dzikir yang ditulis oleh
para ulama kita Salafus Shalih?

Beliau: Sudah, bini’matiLLAAH…

Saya: Apakah antum bisa menunjukkan kepada saya, satu saja dari kitab kumpulan doa
mereka itu yang tidak berisi hadits-hadits dha’if?

Beliau: Maksud ustadz?

Saya: Saya memohon jika bisa ditunjukkan kepada saya, ada 1 saja kitab kumpulan
doa/dzikir yang ditulis ulama salaf yang bersih dari hadits-hadits dha’if.

Beliau: Wah, ana belum pernah tuh mencek semuanya..

Demikianlah potongan diskusi kami dengan beliau -semoga ALLAH SWT mengampuni
saya & beliau-, yang kesemuanya ini menunjukkan substansi masalah yang sebenarnya,
yaitu telah beredarnya berbagai isu & fitnah seperti malam yang gelap gulita diantara para
aktifis Islam, tanpa didasari sikap husnuzhan & rihabatus-shudur…

Seandainya kita semua berpijak pada prinsip husnuzhan & rihabatush-shudur kepada
sesama aktifis & da’i Islam, maka kita bisa membagi pekerjaan dakwah ini untuk
menggarap berbegai segmen berdasarkan karakteristik khusus (khashais) & spesialisasi
(takhassusiyat) dari masing-masing gerakan Islam, dan tidak perlu disibukkan untuk
membantah tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh sesama saudara sendiri, yang malah
amat sangat membantu & menguntungkan para musuh-musuh Islam untuk memecah-
belah ummat, wabiLLAAHi nasta’in..

Kembali ke permasalahan Al-Ma’tsurat, maka ketahuilah wahai ikhwah wa akhwat


fiLLAAH a’anakumuLLAAH jami’an, bahwa kalau seorang yang alim, maka mereka
akan tahu bahwa tidak ada satupun kitab yang ditulis ulama salafus-shalih yang khusus
berisi kumpulan doa & dzikir yang tidak berisi hadits-hadits dha’if, sekedar untuk
menyebutkan contoh, sampai kita Al-Adab Al-Mufrad karangan Kibarul Muhaddits
(Tokoh Terbesar para Ahli Hadits) yaitu Imam Abi AbdLLAAH Muhammad bin Isma’il
bin Ibrahim bin Bardizbah Al-Bukhari (Imam Bukhari) juga banyak mengandung hadits-
hadits dha’if…

Demikian pula kitab Al-Amalul Yaumi wa Laylah (baik yang ditulis oleh Imam An-
Nasa’i, maupun oleh Imam Ibnu Sunni), kitab Al-Adzkar karangan Imam An-Nawawi,
dan bahkan kitab Al-Kalimut Thayyib yang dikarang oleh salah seorang pelopor mujaddid
pembersihan bid’ah & khurafat, yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahuLLAAH-
(yang telah di-syarah/diberi penjelasan oleh muridnya Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya
Al-Wabilus Shayyib) juga bertaburan hadits-hadits dha’if…

al-ikhwan.net
Lalu mengapa dengan banyaknya hadits-hadits dha’if dalam tulisan para ulama tersebut
lisan mereka diam & tidak menyebarkan fitnah, sementara terhadap Al-Ma’tsurat (yang
kalaupun ada hadits dha’ifnya, maka tidaklah sebanyak dalam kitab Al-Kalimut Thayyib-
nya Syaikhul Islam) lisan mereka mencaci-maki kepada penulisnya, yang telah
mempersembahkan hidupnya untuk Islam & disaksikan oleh banyak orang, kemudian
lisan mereka sibuk menyebarkan aib & menggunjingkannya?!

Hanya salah satu dari 2 alasan, apakah karena mereka tidak berilmu, ataukah karena ghill
(kedengkian) yang telah bersarang di dalam hati mereka, dan apapun dari kedua sebab itu
adalah sangat menyedihkan dan merupakan sebuah kerugian besar..

Ikhwah wa akhwat fiddiin rahimakumuLLAAH,

Jika kita benar-benar berusaha memahami ilmu hadits, maka akan kita ketahui pendapat
para muhaddits tidaklah sama, tash-hih maupun tadh’if juga dapat saja berbeda antara
seorang muhaddits dengan muhaddits yang lain, maka berpegang kepada pendapat
seseorang seperti Syaikh Al-Albani -rahimahuLLAAH- misalnya dalam perbedaan
pendapatnya dengan Syaikh Syakir dalam men-shahih-kan & men-dha’if-kan adalah
dibolehkan, namun jika menyatakan pasti Syaikh Albani-lah yang benar, maka hal
tersebut perlu ditinjau dalam beberapa sisi.

Pertama, apakah yang berkata adalah seorang ahli hadits, sehingga pendapatnya bisa
diterima atau yang bicara hanya seorang thalabul-ilmi? Kedua, kalaupun dia seorang ahli
hadits maka apakah penelitiannya diterima semua peneliti hadits atau berbeda dengan
penelitian orang lainnya? Ketiga, kalaupun ada beberapa peneliti menyatakan hal yang
sama, maka apakah orang-orang menerima keadilan mereka itu atau merasa tidak
ithmi’nan karena dianggap mewakili & memiliki “sikap keberagamaan yang tertentu”, dst.

Saya pribadi pernah menemui hal seperti di atas, saat di sebuah web milik saudara kita
dikatakan bahwa hadits Piagam Madinah tidak shahih, mu’dhal, dst. Sebagai orang yang
ber-husnuzhan pada saudaranya maka saya ber-istighfar karena saya telah berpegang
kepada hadits-hadits tersebut (lih. Tulisan saya di millist & Web ini tentang: Koalisi
Politik dalam Islam), sayapun ingin merujuknya, namun iseng saya membuka beberapa
tulisan di web berkenaan tentang hadits Piagam Madinah tersebut, lalu kemudian saya
menemukan bantahan terhadap hal tsb dari sebuah tulisan Syaikh Akram Dhiyauddin Al-
Umary yang meneliti masalah tersebut & menemukan bahwa hadits-hadits tersebut
walaupun secara tekstual dha’if namun sebenarnya ada di-isyaratkan dalam shahih Al-
Bukhari.

Demikianlah ikhwah wa akhwat fiLLAAH rahimakumuLLAAH, maka terus-terang


masalahnya tidak sesederhana yang dikira oleh sebagian orang, dan tentang Al-Ma’tsurat
maka sudah banyak orang yang berusaha men-tahqiq hadits-hadits-nya, seperti Syaikh
Ridhwan Muhammad Ridhwan, Syaikh DR AbduLLAAH Azzam, Syaikh Prof DR Abdul
Halim Abu Syuqqah, dll. Maka kalaupun ingin dilakukan diskusi dalam masalah ini, maka
tidak boleh dengan hujatan, tuduhan, dsb; karena para peneliti tersebut adalah orang yang

al-ikhwan.net
berkafa’ah di bidangnya sebagai muhaddits. Karena itu, tidaklah semua itu tuduhan,
cercaan & fitnah itu disebarkan, kecuali makin menunjukkan sedikitnya ilmu & rendahnya
akhlaq seseorang.

Maka di akhir tulisan ini ana ingin menyampaikan kepada antum semua bahwa kita (AL-
IKHWAN) tidak menyukai mengamalkan hadits-hadits yang dha’if apalagi maudhu’, kita
selalu berusaha berpegang kepada yang shahih semampu kita, hal ini bisa dilihat oleh
orang-orang yang inshaf (adil) pada buku-buku tulisan para ulama kita, jikapun ditemui
adanya hadits dha’if maka itu bukanlah karena disengaja, melainkan kekhilafan belaka,
bedakan dengan saudara kita dari sebagian kaum Sufi atau lainnya, yang memang secara
sengaja mengumpulkan kitab dari hadits-hadits dha’if, seperti dalam kitab Durratun
Nashihin, Fadha’ilul A’mal, dsb…

Rabbanaghfirlanaa wa li ikhwaninalladzina sabaquna bil iman, wala taj’al fi qulubina


ghillan lilladzina amanu…

Bagian II

AlhamduliLLAAHi wash Shalatu was Salamu ‘ala RasuliLLAAHi wa ‘ala ‘alihi,

Ikhwah wa akhwat fiLLAAH,

Permasalahan kedua yang ingin ana bahas berkaitan dengan tema wirid Al-Ma’tsurat
adalah berkaitan dengan kayfiyyat (tatacara) membacanya, karena banyak orang yang
mempertanyakan mengapa sebagian ikhwah ada yang membacanya sendiri-sendiri (dan
ini disepakati kesunnahannya), namun adapula yang membacanya secara berjama’ah
(bersama-sama) bukankah cara yang kedua ini termasuk bid’ah?

Dalam kesempatan ini ana akan mencoba membahas (sesuai dengan kebiasaan ana) yaitu
menjelaskan duduk permasalahan serta metode istinbath (pengambilan hukum) yang
dilakukan para ulama salaf dari Al-Qur’an & As-Sunnah. Dan setelah itu ana akan
mencoba menjelaskan bagaimana sampai terjadi ikhtilaf (perbedaan pendapat di kalangan
salaf) tentang masalah tsb.

Dan dalam masalah ini ana akan konsisten untuk menjelaskan duduk masalah ikhtilaf di
kalangan mereka tsb sepanjang ia masih disandarkan pada dalil yang shahih. Dan sekali
lagi, tsumma sekali lagi, ana akan konsisten mengajak ummat ini untuk mengetahui letak
perbedaan pendapat tsb dan ana tidak akan mengarah-arahkan ummat pada satu pendapat
tertentu atau kesimpulan tertentu yang ana pilih ataupun sesuai dengan pendapat Syaikh
Fulan atau Lajnah Fulan yang “lebih baik” dari pendapat Si Fulan atau Hizb Fulan.

Sebab sebagaimana dikatakan oleh Fadhilatu Syaikh DR Yusuf Al-Qaradhawi –


hafizhahuLLAAH- bahwa terjadinya ta’ashub (fanatik) golongan & tafarruq di antara
ummat [1] bukan disebabkan karena banyaknya kelompok, partai, dan hizb, melainkan

al-ikhwan.net
pangkal mula dari para muta’ashshibin tsb adalah jika suatu kelompok sudah merasa
dirinya “paling benar” atau “paling berhak” untuk menafsirkan atau menyimpulkan hukum
dan kemudian mulai membawa “palu bid’ah” atau “mukhalifu-sunnah” untuk dipukulkan
kepada mereka yang berbeda dengannya.

Kembali ke pokok tema kita hari ini. Tentang pendapat yang menganjurkan untuk dzikir
secara sendiri-sendiri dengan tidak berjama’ah atau tidak dalam satu suara, ana tidak akan
membahasnya disini, karena insya ALLAAH hal ini sudah muttafaq ‘alayh (disepakati
adanya). Namun yang akan ana bahas adalah mengenai adakah dalilnya bagi mereka yang
berdzikir secara berjama’ah menurut Al-Qur’an, As-Sunnah serta mafahim Ulama Salafus
Shalih? Jawabannya bi-idzniLLAAH adalah sbb;

Dalil al-qur’an dan tafsirnya:

ِْ َ‫! ْ ٍء َو‬


َ ِْ ِْ ِ َ"#
ِ ِْ $
َ %ْ &َ
َ َ 'ُ َ (
ْ ‫ن َو‬
َ ‫* ) ُِ
ُو‬ ِ َ ْ ‫ن َر  ُْ ِ ْ َ
َا ِة وَا‬َ ُْ
َ 
َ ِ‫ُ ِد ا‬ْ َ َ‫َو‬

َ %ِ+ِ ,‫ ا‬
َ ِ ‫ن‬َ ُ-.َ /َ ْ‫ ُ َد ُه‬ ْ .َ /َ ‫! ْ ٍء‬
َ ِْ ِْ %ْ &َ
َ $ َ ِ َ"#ِ

“Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang
hari, sedang mereka menghendaki keridhaanNya. kamu tidak memikul tanggung jawab
sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab
sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka,
(sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim).” [2]

Berkata Imam Abu Ja’far dalam tafsirnya [3], para ulama ahli tafsir berbeda pendapat
tentang makna “ad-du’a” yang dipanjatkan oleh para kaum dhu’afa tsb. Ada yang
memaknainya shalat fardhu, ada yang memaknainya tempat di-shaff belakang saat shalat
berjama’ah, dan ada yang memaknainya PARA AHLI DZIKIR, dan ada pula yang
memaknainya mempelajari Al-Qur’an & membacanya, dan ada pula yang mengartikannya
ibadah mereka. Lalu Imam At-Thabari menguatkan bahwa maknanya adalah berdoa
kepada ALLAAH baik dengan memujinya, mensucikannya baik melalui lisan dan
perbuatan [4].

1َ 2َ ِ‫ ُْ ُِ ُ


ز‬2ْ 
َ ‫ك‬
َ َ2%ْ 
َ
ُ ْ َ َ‫( َ ُ' َو‬
ْ ‫ن َو‬
َ ‫* ) ُِ
ُو‬ ِ َ ْ ‫ن َر  ُْ ِ ْ َ
َا ِة وَا‬ َ ُْ
َ  َ ِ‫ ا‬5َ َ $
َ" َ 6ْ 7َ ْ8ِ 9ْ ‫وَا‬
ًCُ /ُ <ُ ُ ْ ‫ن َأ‬
َ َ‫ َهَا ُ< َوآ‬5َ 8َ ‫َ وَا‬7ِ ‫ْ ِذ ْآ‬ َ 'ُ 8َ &ْ >َ َ2&ْ 6َ ?
ْ ‫ْ َْ َأ‬5ِ ُ َ‫َ َو‬%7ْ
@ ‫َ ِة ا‬%A
َ ْ ‫ا‬

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di


pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu
berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu
mengikuti orang yang hatinya Telah kami lalaikan dari mengingati kami, serta menuruti
hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” [5]

Imam Abu Ja’far berkata bahwa maknanya ialah: “Bersabarlah engkau wahai Muhammad
bersama para sahabatmu dalam bertasbih, bertahlil, bertahmid, berdoa dan beramal shalih
(baik dengan shalat fardhu maupun sunnah) yang kesemuanya itu untuk mengharapkan

al-ikhwan.net
keridhoan ALLAAH SWT dan tidak mengharapkan dengan semua perbuatan tsb
keuntungan sesaat di dunia saja.” [6]

Berkaitan dengan makna yang kita pilih (dzikir bersama dalam satu majlis) dalam konteks
ini Imam Abu Ja’far –rahimahuLLAAH- meriwayatkan sebuah hadits sbb; “Telah
menceritakan kepada kami Ar-Rabi’ bin Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Ibnu
Wahhab, mengkabarkan padaku Usamah bin Zaid, dari Abu Hazim, dari
AbduRRAHMAN bin Sahl bin Hunaif, dari AbduRRAHMAN bin Sahl bin Hunaif
berkata bahwa ayat ini turun saat nabi SAW sedang berada di salah satu rumah istrinya,
maka beliau SAW segera keluar dan menemui suatu kaum sedang sama-sama berdzikir
kepada ALLAAH SWT, dst…, lalu beliau SAW ikut duduk bersama mereka…” [7]

Imam – Muhyis Sunnah – Abu Muhammad Al-Baghawi juga meriwayatkan hadits senada
dengan ini dalam tafsirnya[8] dari Qatadah RA: “Ayat ini turun berkenaan dengan Ahlus
Shuffah, yaitu sekitar 700 orang shahabat di masjid nabi SAW yang (tidak punya
pekerjaan tetap), tidak berdagang, tidak bertani & tidak memerah susu, sehingga mereka
sering menyambung shalat & menunggu antara waktu-waktu shalat menunggu (dengan
berdzikir & berdoa), dst.” [9]

Dalil as-sunnah dan syarah-nya:

‫@ا‬+&ُ‫َ َدوْا َه‬2َ 'َ &‫ن ا‬ َ ‫(


ُوا َ>ًْ َْ ُآُو‬ َ ‫ذَا َو‬Dِ/َ ، ِ ‫ ا ) ْآ‬F َ ‫ن َأ ْه‬َ ُ"+ِ .َ &ْ َ ، ‫ق‬ ِ ُ @ ‫ ا‬Hِ/ ‫ن‬ َ ُ/َُ 1ً -َ Iِ J َ َ 'ِ &ِ ‫ن‬ ‫ِإ‬
‫ل‬
ُ ُOَ َ ُْ 2ْ ِ ُ &َ
ْ ‫ُ ُْ َر @ ُْ َو ْه َ َأ‬Nَ"
ْ %َ /َ ‫ل‬َ َ> . َ%7ْ
@ ‫َ ِء ا‬+"  ‫ ا‬Hَ‫ ِْ ِإ‬.ِ A َ 2ِ (
ْ Nَ ِ ُْ 7َ @6Aُ %َ /َ ‫ل‬
َ َ> . ْ-ُ .ِ (
َ َ# Hَ‫ِإ‬
‫ل‬
َ َ> Hِ7ْ‫ْ َرَأو‬F‫ل َه‬ ُ ُO%َ /َ ‫ل‬ َ َ> . $ َ 7َ ‫
ُو‬P ) +َ ُ ‫ َو‬$َ 7َ ‫
ُو‬+َ A
ْ َ ‫ َو‬، $ َ 7َ ‫ُو‬8) -َ ُ ‫ َو‬، $ َ 7َ ُA8) " َ ُ ‫ن‬ َ ُُOَ ‫َ دِى >َ ُا‬8 ِ
، ‫َ َد ًة‬8
ِ $ َ َ
 !
َ ‫ُا َأ‬7 َ‫ك آ‬ َ ْ‫ن َْ َرَأو‬ َ ُُOَ ‫ل‬ َ َ> Hِ7ْ‫ َْ َرَأو‬S َ %ْ ‫ل َو َآ‬ ُ ُO%َ /َ ‫ل‬َ َ> . ‫ك‬ َ ْ‫ وَا& ِ' َ َرَأو‬R َ ‫ن‬ َ ُُO%َ /َ
َ‫ْ َرَأوْه‬F‫ل َو َه‬ ُ ُOَ ‫ل‬َ َ> . 1َ 2 Pَ ْ ‫ ا‬$َ 7َ ُNَ"
ْ َ ‫ل‬ َ َ> Hِ7ُNَ" ْ َ َ+/َ ‫ل‬ ُ ُOَ ‫ل‬ َ َ> . ًA%ِ8" ْ َ $َ َ َ Tَ ‫ َوَأ ْآ‬، ‫
ًا‬%ِP+ْ َ $ َ َ
 !
َ َ‫َوأ‬
‫ُا‬7 َ‫ ُْ َرَأوْهَ آ‬7‫ن َْ َأ‬ َ ُُOَ ‫ل‬ َ َ> َ‫ ُْ َرَأوْه‬7 ‫ َْ َأ‬S َ %ْ -َ /َ ‫ل‬ُ ُOَ ‫ل‬ َ َ> . َ‫ب َ َرَأوْه‬ ) ‫ وَا& ِ' َ َر‬R َ ‫ن‬ َ ُُOَ ‫ل‬ َ َ>
‫ل‬
َ َ> . ‫ ِر‬2‫ ا‬ َ ِ ‫ن‬ َ ُُOَ ‫ل‬ َ َ> ‫ن‬ َ ‫ َ ذُو‬.َ َ  +ِ /َ ‫ل‬
َ َ> . 1ً 8َ ?
ْ ‫َ َر‬%ِ/ َ , َ ْ ‫ َوَأ‬، ً8&َC َ ََ
 ! َ ‫ َوَأ‬، ً9ْ# ِ َ%ْ &ََ 
! َ ‫َأ‬
‫ُا‬7 َ‫ن َْ َرَأوْهَ آ‬ َ ُُOَ ‫ل‬ َ َ> َ‫ َْ َرَأوْه‬S َ %ْ -َ /َ ‫ل‬ ُ ُOَ ‫ل‬
َ َ> . َ‫ وَا& ِ' َ َرَأوْه‬R َ ‫ن‬ َ ُُOَ ‫ل‬ َ َ> َ‫ْ َرَأوْه‬F‫ل َو َه‬ ُ ُOَ
1ِ -َ Iِ J
َ +َ ْ ‫ ا‬َ ِ ٌ$&ََ ‫ل‬ ُ ُOَ ‫ل‬ َ َ> . ُْ َ ‫ت‬ ُ ْ6َ ? َ ْ
>َ H)7‫! ِ ُ
ُآْ َأ‬ ْ Nُ/َ ‫ل‬ ُ ُO%َ َ/ ‫ل‬
َ َ> . 1ً /َ َVَ ََ
 ! َ ‫ َوَأ‬، ‫َارًا‬/ِ َ 2ْ ِ
 ! َ ‫َأ‬
ُْ "
ُ %ِ&(
َ ِْ ِ HَO* ْ َ Rَ ‫َ&"َ ُء‬P ُ ْ ‫ل ُه ُ ا‬
َ َ> . 1ٍ ( َ َAِ ‫َ (َ َء‬+7 ‫ ُْ ِإ‬2ْ ِ Y َ %ْ َ ٌ‫ن‬J َ /ُ ِْ%ِ/

“Sesungguhnya ALLAAH SWT memiliki para Malaikat yang selalu berkeliling kemana-
mana untuk mencari para Ahli Dzikir, apabila mereka menjumpai SEKELOMPOK
KAUM YANG SEDANG BERDZIKIR kepada ALLAAH SWT maka merekapun saling
berseru: Ayo kesini! Inilah kebutuhan yang kita cari! Lalu merekapun membentangkan
sayap & menyelimuti mereka dengan sayap-sayapnya hingga sampai ke langit dunia.
Maka ALLAAH SWT bertanya pada mereka (padahal IA lebih mengetahui dari mereka):
Apa yang dikatakan oleh para hamba-hamba-KU itu? Maka jawab para malaikat: Mereka
semua bertasbih, bertakbir, bertahmid memuliakan ENGKAU. Maka ALLAAH SWT
berfirman: Apakah mereka bisa melihat-KU? Maka jawab para malaikat: Tidak demi
ALLAAH mereka tidak bisa melihat-MU. Maka firman ALLAAH SWT: Bagaimana jika
mereka bisa melihat-KU? Jawab Malaikat: Jika mereka dapat melihat-MU maka mereka

al-ikhwan.net
akan lebih hebat lagi beribadah, memuliakan, bertasbih. Maka firman-NYA: Apa yang
mereka minta? Jawab Malaikat: Mereka meminta Jannah. Firman-NYA: Apakah mereka
sudah melihatnya? Jawab malaikat: Belum demi ALLAAH mereka belum pernah
melihatnya. Maka firman-NYA: Bagaimana jika mereka melihatnya? Jika mereka pernah
melihatnya niscaya mereka akan lebih lagi menginginkan, memintanya dan mengejarnya.
Firman-NYA: lalu terhadap apa mereka meminta perlindungan? Jawab Malaikat:
Terhadap neraka. Firman-NYA: Apakah mereka sudah melihatnya? Jawab Malaikat:
Belum demi ALLAAH mereka belum pernah melihatnya. Maka firman-NYA: Bagaimana
jika mereka melihatnya? Jika mereka pernah melihatnya niscaya mereka akan lebih lagi
melarikan diri, merasa takut kepadanya. Firman-NYA: Maka saksikanlah oleh kalian
bahwa aku telah mengampuni mereka semua. Maka berkata salah satu Malaikat: Disana
ada Fulan yang bukan termasuk mereka, ia Cuma datang karena ada keperluan saja.
Firman-NYA: Mereka ada dalam satu majlis, maka tidak rugilah orang yang ada dalam
majlis tsb.” [10]

Berkata Imam –Al-Hafizh- Ibnu Hajar Al-Asqalaniy dalam syarah-nya atas hadits ini sbb:
“Bahwa yang dimaksud majlis Dzikir adalah majlis berdzikir kepada ALLAAH SWT
seperti bertasbih, bertakbir, tilawah Qur’an, berdoa untuk kebaikan dunia & akhirat,
membacakan hadits-hadits Nabi SAW, mempelajari ilmu-ilmu syariat, berkumpul untuk
melakukan shalat sunnah, dst… (sampai kata-katanya) dan ini menunjukkan keutamaan
Majlis Dzikir dan MAJLIS ORANG-ORANG YANG BERDZIKIR dan KEUTAMAAN
BERKUMPUL UNTUK MELAKUKAN ITU SEMUA.” [11]

Berkata Imam Ibnu Baththal dalam syarah-nya: “Dzikir itu ada dua macam. Pertama
adalah dengan mengingat perintah & larangan-NYA, dan kedua adalah berdzikir dengan
lisan. Kedua jenis dzikir tsb mendapatkan pahala.. dst, sampai kata-katanya: Keutamaan
pada keduanya itu, pahala & kemuliaannya itu lebih besar lagi jika melakukannya secara
bersama-sama (ijtima’)…” [12]

ُ ‫ َو َذ َآ َ ُه‬1ُ 2َ %ِ-"
 ‫ ِ ُ ا‬%ْ &َ
َ ْZَ[َ 7َ ‫ َو‬1ُ َ+#
ْ  ‫ ُ ُ ا‬.ْ %َ *
ِ?
َ ‫ َو‬1ُ -َ Iِ J
َ +َ ْ ‫ ُ ُ ا‬.ْ 6 #
َ R
 ِ‫ إ‬F
(
َ ‫ [ َو‬
َ 'َ &‫ن ا‬
َ ‫ ُ ُ
َ>ْمٌ َْ ُآُو‬Oْ َ R
َ

َ 2ْ 
ِ ْ+َ %ِ/ 'ُ &‫ا‬

“Tidaklah duduk suatu kaum untuk berdzikir kepada ALLAAH ‘Azza wa Jalla, kecuali
Malaikat menutupi mereka (dengan sayap-sayap mereka), mereka pun diliputi oleh kasih
sayang ALLAAH SWT, dan turun ketenangan dari sisi ALLAAH dan ALLAAH
menyebut (nama-nama) mereka di kalangan para malaikat yang disisi-NYA.” [13]

Berkata Imam An-Nawawi –rahimahuLLAAH- dalam kitab syarah-nya sbb [14]: “Dalam
hadits ini jelas disebutkan tentang keutamaan berdzikir & keutamaan Majlis-majlis untuk
itu, duduk-duduk bersama ahli dzikir sekali pun ia tidak BERDZIKIR BERSAMA-
BERSAMA MEREKA, serta keutamaan majlis orang-orang shalih serta barakah bersama
mereka, waLLAAHu a’lam.”

al-ikhwan.net
، Hِ"6ْ 7َ Hِ/ 'ُ ُ ْ‫" ِ' َذ َآ‬
ِ 6ْ 7َ Hِ/ Hِ7َ ‫نْ َذ َآ‬Dِ/َ ، Hِ7َ ‫َ َ َ ُ' ِإذَا َذ َآ‬7‫ َوَأ‬، Hِ ‫
ِى‬8ْ  َ )] َ
َ 2ْ 
ِ َ7‫ َأ‬Hَ ََ 'ُ &‫ل ا‬ ُ ُOَ
H
 َ‫ب ِإ‬
َ  Oَ َ ْ‫ َوِإن‬، ً‫ ِ' ِذرَا‬%ْ َ‫ ِإ‬Z
ُ ْ  َOَ ٍ 8ْ *
ِ ِ H
 َ‫ب ِإ‬
َ  Oَ َ ْ‫ َوِإن‬، ُْ 2ْ ِ ٍ %ْ _
َ ^ٍ َ Hِ/ 'ُ ُ ْ‫^ َذ َآ‬ ٍ َ Hِ/ Hِ7َ ‫َوِإنْ َذ َآ‬
1ً َ‫ ُ' َهْ َو‬.ُ%ْ َ ‫ َأ‬Hِ*+ْ َ Hِ7 َ‫ َوِإنْ َأ‬، ً َ 'ِ %ْ َ‫ ِإ‬Z
ُ ْ  Oَ َ ً‫ِذرَا‬

“Berfirman ALLAAH SWT (dalam hadits Qudsiy): AKU tergantung prasangka hamba-
KU terhadap-KU, dan aku bersamanya jika ia mengingat-KU, jika ia mengingat-KU di
dalam hatinya maka aku mengingatnya di dalam hati-KU, dan jika ia mengingat-KU
DALAM SUATU KELOMPOK maka AKU mengingatnya dalam kelompok yang lebih
baik dari mereka, dan jika ia mendekat sejengkal maka AKU mendekat padanya sehasta,
jika ia mendekat sehasta maka AKU mendekat padanya sedepa, dan jika ia mendekat
pada-KU dengan berjalan maka AKU mendekat padanya dengan berlari.” [15]

Berkata Imam Ibnu Hajar bahwa makna “Mala’in” adalah jama’ah [16]; demikian pula
pendapat Imam Al-Aini dlm syarah-nya terhadap hadits ini [17]. Pengarang Tuhfatul
Ahwadzi menambahkan [18]: “Yaitu berdzikir bersama jama’ah kaum muslimin ataupun
di hadapan mereka.” Sekedar menambahkan sampai Imam An-Nawawi –
rahimahuLLAAH- dalam kitabnya yang terkenal Riyadhus-Shalihin mengumpulkan
beberapa hadits dalam bab [19] yang diberinya judul “Keutamaan Halaqah Dzikir &
Disunnahkan Komitmen Dengannya Serta Dilarang Memisahkan Diri Darinya Tanpa
Adanya Uzur”, tentunya kita memahami bahwa yang disebut halaqah dzikir bisa dimaknai
orang yang berdzikir bersama-sama dalam satu jama’ah, sekalipun makna berdzikir
sendiri-sendiri di suatu tempat bisa juga diterima.

Demikianlah wahai ikhwah wa akhawat fiLLAAH, a’anakumuLLAAHa jami’an, apa


yang ana sampaikan ini tidaklah berarti menafikan keutamaan dzikir masing-masing
(munfarid), bahkan sebenarnya inilah (munfarid) yang lebih utama & lebih sering
dilakukan oleh kalangan Salaf. Namun jikapun ada yang melakukannya secara bersama-
sama maka hendaklah tidak dianggap bid’ah, karena masalah ini merupakan makanul-
khilaf, karena sebagaimana saya tunjukkan bahwa dalil-dalil yang ada masih
memungkinkan adanya perbedaan dalam penafsiran, sehingga yang dapat kita lakukan
adalah memilih salah satu pendapat yang lebih kuat (berdasarkan penelitian) tapi
menghormati bagi yang ingin memilih pendapat yang lain.

WaLLAAHu a’lamu bish Shawaab…

al-ikhwan.net
SHAHIH AL-MA’TSURAT

1. TA’AWWUDZ :

ِ %ْ (
ِ  ‫ن ا‬
ِ َ%ْ *
 ‫ ا‬
َ ِ `
ِ ِ ‫ْ ُذ‬
ُ ‫َا َء ِة َأ‬Oِ ْ ‫ ا‬F
َ 8ْ >َ ‫ل‬
ُ ْOُ َ ‫ن‬
َ َ‫ ُ' آ‬7‫& َ َأ‬a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ `
ُ ‫ ا‬H&9
َ 8ِ 2 ‫ ا‬b
ُ ْ
ِ #
َ [20]

Hadits bahwa Nabi SAW biasanya sebelum qira’ah membaca:

ِ %ِ( ‫ن ا‬ِ َ%ْ *  ‫ ا‬َ ِ 'ِ & ِ ‫َأُ ُذ‬
ِ "
ِ +ْ ُ H.#
َ %ِ( ‫ن ا‬
ِ َ%ْ *
 ‫ ا‬ َ ِ ِ %ِ&َ ْ ‫ ا‬5ِ %ِ+"
 ‫ َأُ ُذ ِ & ِ' ا‬c
ُ 8ِ d
ْ ُ 
َ %ِ# ‫ل‬
َ >َ َْ [21]

“Barangsiapa membaca di pagi hari:

"
ِ +ْ ُ H.#
َ ‫ن‬
ِ َ%ْ *
 ‫ ا‬
َ ِ َ %ْ (
ِ ‫ ُأ‬%ِ( ‫ن ا‬
ِ َ%ْ *
 ‫ ا‬
َ ِ ِ %ِ&َ ْ ‫ ا‬5ِ %ِ+"
 ‫َأُ ُذ ِ & ِ' ا‬

maka ia akan dilindungi ALLAAH dari Syetan sampai sore hari.”

%ِ( ‫ن ا‬
ِ َ%ْ *
 ‫ ا‬
َ ِ ِ %ِ&َ ْ ‫ ا‬5ِ %ِ+"
 ‫ أو َأُ ُذ ِ & ِ' ا‬%ِ( ‫ن ا‬
ِ َ%ْ *
 ‫ ا‬
َ ِ 'ِ & ِ ‫ َأُ ُذ‬: ‫ل‬
ُ ْOُ َ ‫ َ  ُذ‬.َ َ ‫ن‬
َ َ‫[ آ‬22]

“Adalah Nabi SAW jika membaca ta’awwudz dengan bacaan:

%ِ( ‫ن ا‬
ِ َ%ْ *
 ‫ ا‬
َ ِ 'ِ & ِ ‫َأُ ُذ‬

atau

%ِ( ‫َ ِن ا‬%ْ *


 ‫ ِ ِ َ ا‬%ِ&َ ْ ‫ ا‬5ِ %ِ+"
 ‫َأُ ُذ ِ & ِ' ا‬

ِ *
ْA
َ ْ ‫ُ َر ِة ا‬a ِ _
ِ f ِْ ‫ت‬ٍ َf ‫ث‬ َ J َ hَ ‫ ِ َو‬%ِ( ‫َ ِن ا‬%ْ *
 ‫ ِ ِ َ ا‬%ِ&َ ْ ‫ ا‬5ِ %ِ+"
 ‫ َأُ ُذ ِ & ِ' ا‬cُ 8ِ d
ْ ُ َ %ِ# ‫َْ >َ َل‬
[23] cِ َ 8d ْ ُ H.#َ $َ ِ‫ َذ‬Fُ Tْ +ِ /َ ‫ َوِإنْ >َ ََ َ"َ ًء‬، H َ" ِ +ْ ُ H.#َ 'ِ %ْ &ََ ‫&@ َن‬d َ ُ $ ٍ &ََ Sَ ْ َ‫ َ أ‬%ِ8ْ a
َ 'ِ ِ 'ُ &‫ ا‬Fَ ‫َو آ‬

“Barangsiapa membaca di pagi hari:%ِ(


 ‫ ِن ا‬
َ %ْ *
 ‫ ِ ِ َ ا‬%ِ&َ ْ ‫ ا‬5ِ %ِ+"
 ‫ َأُ ُذ ِ & ِ' ا‬dan 3 ayat di
akhir surah Al-Hasyr maka ALLAAH SWT menugaskan 70.000 malaikat yang
mendoakannya sampai sore, jika ia membacanya sore hari akan diberikan hal yang sama
sampai pagi hari”

ِ *ْA َ ْ ‫ُ َر ِة ا‬a ِ _


ِ f ِْ ‫ت‬ ٍ َf ‫ث‬ َ َ&hَ ‫ ِ َو‬%ِ( ‫َ ِن ا‬%ْ *  ‫ ِ ِْ ا‬%ِ&َ ْ ‫ ا‬5ِ %ِ+"
 ‫ َأُ ُذ ِ & ِ' ا‬cُ 8ِ d
ْ ُ َ %ِ# ‫َْ >َ َل‬
ْ‫ َوِإن‬، cِ8d ْ ُ H.#َ $َ ِ‫ َذ‬Fُ Tْ +ِ /َ ‫" َ َوِإنْ >َ ََ َ"َ ًء‬ ِ +ْ ُ H.#َ 'ِ %ْ &ََ ‫&@ َن‬dَ ُ $ ٍ &ََ Sَ ْ ‫ َ َأ‬%ِ8ْ a
َ 'ِ ِ 'ُ &‫ ا‬Fَ ‫َو آ‬
[24] 1َ[ ِ 2ْ +َ ْ ‫ ا‬$
َ &ْ .ِ ِ ‫" آَ َن‬
ِ +ْ ُ َ %ْ #
ِ : ََ َ> َْ ‫ َو‬، ‫
ًا‬%ْ ِ ! َ ‫ت‬ َ َ ‫ْ ِم‬%َ ْ ‫ ا‬$
َ ِ‫ َذ‬/ِ ‫ت‬ َ َ

“Barangsiapa membaca saat pagi hari 3x:%ِ(


 ‫َ ِن ا‬%ْ *
 ‫ ِ ِ َ ا‬%ِ&َ ْ ‫ ا‬5ِ %ِ+"
 ‫ َأُ ُذ ِ & ِ' ا‬lalu ia
membaca 3 ayat terakhir QS Al-Hasyr maka ALLAAH SWT menugaskan 70.000 malaikat

al-ikhwan.net
yang mendoakannya sampai sore hari, dan jika ia mati di hari tsb maka ia mati syahid,
dan barangsiapa yang membacanya di sore hari maka ia mendapat pahala yang demikian
pula.”

2. MEMBACA AL-FATIHAH :

‫ب‬
ِ َ.-ِ ْ ‫ ا‬1ِ A
َ ِ َ/ F
ِn
ْ /َ ‫ َ ب‬

Dlm shahih Al-Bukhari terdapat bab khusus dengan judul: “Keutamaan Surah Al-Fatihah”
[25]

‫ َ ِة‬Oَ 8َ ْ ‫_ ِ ا‬
ِ f ِْ 
ِ %ْ .َ َ oْ‫ ِ>َا َء ِة ا‬Hَ&
َ b
) A
َ ْ ‫ َ ِة وَا‬Oَ 8َ ْ ‫ُ َر ِة ا‬a ِ %ِ‫_َا‬
َ ‫ َو‬1ِ A
َ ِ َ6ْ‫ ا‬F
ِn
ْ /َ ‫ َ ب‬

Dalam shahih Muslim terdapat bab khusus berjudul: “Keutamaan surat Al-Fatihah dan
Akhir Surah Al-Baqarah dan Anjuran Membaca 2 Ayat Terakhir surat Al-Baqarah” [26]

َ Z
ُ &ْ >ُ ‫ج‬ َ ُ V ْ 7َ ْ‫َ َأن‬7ْ‫ َأ َرد‬+&َ/َ ‫
ِي‬%َ ِ َ _
َ Nَ/َ
ِ P
ِ" ْ +َ ْ ‫ج ِْ ا‬َ ُ V
ْ َ ْ‫ َأن‬F َ 8ْ >َ ‫ن‬
ِ fْOُ ْ ‫ ا‬/ِ ‫ُ َر ٍة‬a َ , َ ْ ‫ َأ‬$َ +ُ &) َ ‫ل َأَ ُأ‬
َ َ>
7ِ َT+َ ْ ‫ ا‬5ُ 8ْ "
 ‫ ِه َ ا‬ َ %ِ+َ َْ ‫ب ا‬
) ‫ ُ
ِ& ِ' َر‬+ْ A
َ ْ ‫ل ا‬ َ َ> ‫ن‬
ِ fْOُ ْ ‫ُ َر ٍة ِْ ا‬a َ ,َ ْ ‫ َأ‬$
َ 2 +َ &)
َ Nَُ Z
َ &ْ >ُ $
َ 7 ‫ل ا& ِ' ِإ‬
َ ُa‫َر‬
'ُ.%ِ‫ ُ اِي أُو‬%ِ,َ ْ ‫ن ا‬ ُ fْOُ ْ ‫وَا‬
ُ
“Bersabda Nabi SAW kepada Abu Sa’id bin Mu’alli RA: maukah kamu aku ajarkan surah
yg paling agung di dlm Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid? Maka beliau SAW
memegang tanganku, sehingga ketika kami akan keluar dari masjid aku berkata: Wahai
RasuluLLAAH, engkau telah berkata akan memberitahu saya, surah yg paling agung dari
Al-Qur’an? Jawab beliau SAW: َ %ِ+َ َْ ‫ب ا‬
) ‫ ُ
ِ& ِ' َر‬+ْ A
َ ْ ‫ ا‬ia adalah 7 ayat yg diulang2 dan Al-
Qur’an yg agung yg diturunkan.” [27]

‫ ِ
ي‬8ْ َ ِ َ6ُ d ْ 7ِ ‫َ ِ َو‬6ُ d ْ 2ِ /َ 
ِ %ْ 6َ d
ْ 7ِ ‫
ِي‬8ْ  َ  َ %ْ َ ‫ َو‬2ِ %ْ َ -1ُ A
َ ِ َ6ْ ‫ ا‬2ِ ْ َ - ‫ َة‬Jd‫ ا‬Z ُ +ْ " َ >َ : F( َ ‫ [ َو‬ َ 'ُ &‫ل ا‬َ َ>
'ُ &‫ل ا‬ُ ُOَ ( َ %ِ+َ َْ ‫ب ا‬) ‫ ُ
ِ& ِ' َر‬+ْ Aَ ْ ‫ ُ
)ا‬8ْ َ ْ ‫ل ا‬
ُ ُOَ : &a‫' و‬%& `‫ ا‬H&9 'ِ &‫ل ا‬ ُ ُa‫ل َر‬ َ َ> ‫ل‬
َ Nَa َ َ ‫
ِي‬8ْ َ ِ‫ َو‬،

ُ 8ُ ْ 7َ ‫ك‬َ ‫ )ِإ‬:
ُ 8ْ َ ْ ‫ل ا‬
ُ ُOَ ‫
ِي‬8ْ  َ  &َ َ Hَ2hْ ‫ َأ‬: 'ُ &‫ل ا‬ ُ ُOَ (ُ %ِ# ‫ ا‬ ُ +َ #
ْ  ‫ ُ
)ا‬8ْ َ ْ ‫ل ا‬
ُ ُOَ ‫
ِي‬8ْ  َ 7ِ
َ +ِ # َ :
َ %ِO.َ "ْ +ُ ْ ‫ط ا‬
َ ‫َا‬d) ‫َ ا‬7
ِ ‫ )ا ْه‬:
ُ 8ْ َ ْ ‫ل ا‬ ُ ُOَ ‫ل‬ َ Nَa َ َ ‫
ِي‬8ْ َ ِ‫
ِي َو‬8ْ  َ َ%ْ َ ‫ َو‬2ِ %ْ َ 1ُ َ t‫ َ ِ ِ< ا‬/َ ( ُ %ِ.َ "
ْ 7َ ‫ك‬
َ ‫َوِإ‬
‫َل‬Na َ َ ‫
ِي‬8ْ َ ِ‫
ِي َو‬8ْ َ ِ ‫ ِء‬Rُvَ /َ ( َ %) n‫ ا‬Rَ‫ و‬، ِْ %ْ &َ َ ‫ب‬ ِ ُn ْ +َ ْ ‫ ِ ا‬%ْ ? َ ِْ %ْ &َ َ Z َ +ْ َ 7ْ ‫ َأ‬
َ ِ‫ط ا‬َ ‫َا‬9ِ

ALLAAH SWT berfirman (dlm hadits Qudsiy): “AKU membagi shalat –maksudnya Al-
Fathihah- untuk-KU dan untuk hamba-KU ke dalam 2 bagian dan bagi hamba-KU apa yg
ia minta. Maka bersabda Nabi SAW: Berkata hamba (
َ %ِ+َ َْ ‫ب ا‬
) ‫ ُ
ِ& ِ' َر‬+ْ A
َ ْ ‫ )ا‬maka ALLAAH
SWT berfirman: hamba-KU telah memuji-KU. Lalu berkata hamba: (%#‫ ا‬+#‫ )ا‬maka
ALLAAH SWT berfirman: hamba-KU telah memuja-KU. Lalu berkata hamba: ( ‫ م‬$ 
‫ )ا
ي‬maka ALLAAH SWT berfirman: hamba-KU telah memuliakan-KU. Lalu berkata

al-ikhwan.net
hamba: (%."7 ‫
وإ ك‬87 ‫ )إ ك‬maka ALLAAH SWT berfirman: Inilah antara AKU dan
hamba-KU dan bagi hamba-KU apa yg ia pinta. Maka berkata hamba:
(% n‫ ا‬R‫ و‬%& ‫ب‬n +‫ ا‬%? %& Z+7‫اط ا أ‬9 %O."+‫اط ا‬d‫ ا‬7
‫ )اه‬maka
ALLAAH SWT berfirman: Itu semua untuk hamba-KU dan bagi hamba-KU apa yg ia
minta.” [28]

ْZOَ /َ ‫َا‬/َ 
َ %ِf ‫َ ِء‬+"
 ‫ ا‬/ِ 1ُ -َ Iِ َ&+َ ْ ‫ْ ا‬Zَ َ>‫ َو‬
َ %ِf ْ‫ ُ
ُآ‬#
َ ‫ل َأ‬
َ َ> ‫ل ِإذَا‬
َ َ> َ &a
َ َ‫ ِ' و‬%ْ &ََ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ 'ِ &‫ل ا‬ َ ُa‫ن َر‬  ‫َأ‬
'ِ87ْ ‫ 
َم ِْ َذ‬Oَ َ َ 'ُ َ َ 6ِ ?
ُ ‫_َى‬ْ Nُْ ‫َ ا‬+‫
َا ُه‬#
ْ ‫ِإ‬

Bersabda Nabi SAW: “Jika salah seorang diantara kalian berkata: Aamiin, maka
berkatalah para Malaikat di langit: Aamiin, dan bersamaan antara keduanya, maka
diampunilah dosanya yang telah lalu.” [29]

3. MEMBACA AYAT KURSY:

7ِ َNَ/َ ‫ن‬
َ َnَ ‫ َزآَ ِة َر‬w ِ 6ْ A
ِ ِ َ &aَ ‫ْ ِ' َو‬%&َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9َ 'ِ &‫ل ا‬ُ ُa‫ َر‬2ِ &َ‫ل َو آ‬ َ َ> ُ'2ْ َ 'ُ &‫ َ ا‬x ِ ‫ْ َأ ِ ُه َ ْ َ َة َر‬ َ
b
َ ِ
A َ ْ ‫ ا‬y
 Oَ /َ َ &a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &ََ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ ِ'&‫ل ا‬ ِ ُa‫ َر‬Hَ‫ ِإ‬$ َ 2 َ /َ ْ‫ر‬Nََ Z
ُ &ْ Oُ /َ 'ُ ُ ْ_
َ Nَ/َ ‫َ ِم‬ ‫ُ ِْ ا‬TAْ َ F َ َ P
َ /َ ‫ت‬
ٍ f
c
َ 8ِ dْ ُ H.# َ ٌ‫َ ن‬%ْ !َ $ َ ُ َ Oْ َ َ‫ َو‬wٌ /ِ َ# 'ِ &‫ ِْ ا‬$َ َ َ ‫ل‬
َ ‫ ) َْ َ[َا‬a ِ ْ-ُ ْ ‫ ا‬1َ َ f ْ‫َ ْ> َأ‬/ $َ! ِ ‫َا‬/ِ Hَ‫ ِإ‬Z
َ ْ ‫ل ِإذَا َأ َو‬َ َO/َ
ٌ‫َ ن‬%ْ !
َ ‫ك‬َ ‫ َو ُه َ َآُوبٌ ذَا‬$ َ >َ
َ 9
َ َ &a َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9
َ @ 8ِ 2 ‫ل ا‬ َ َ>‫َو‬

“Dari Abu Hurairah RA berkata: Nabi SAW menugaskanku untuk menjaga zakat
Ramadhan, maka datang ‘sesuatu’ padaku yg mencuri makanan, maka aku tarik dia dan
kukatakan: Akan kulaporkan kamu pada Nabi SAW, maka makhluq itu berkata: Kalau
kamu mau tidur bacalah ayat Kursiy, maka engkau akan selalu ada yg menjaga dari sisi
ALLAAH, dan tidak akan ada Syaithan yg bisa mengganggumu sampai pagi. Maka
(kuceritakan pada Nabi SAW lalu) Nabi SAW bersabda: Dia sudah berbicara benar
padamu, padahal ia adalah pembohong besar, dia itu Syaithan.” [30]

. ( ٌ" َ#َ ) . { 'َ C َ } ‫ن { َو‬ َ ‫َا‬+ْ  ِ ‫ل‬ ِ f } ‫ َ ِة { َو‬Oَ 8َ ْ ‫ } ا‬/ِ : ٌ‫ث‬J َ hَ ‫ن‬ِ fْOُ ْ ‫ ا‬ َ ِ ‫ َ ٍر‬a
َُ /ِ ِ , َ ْzَ ‫`ا‬ ِ ‫ُ ا‬aْ‫ا‬
َ ‫ ُه‬R
 ‫ إَ َ' ِإ‬R
َ `
ُ ‫}ا‬: a ِ ْ-ُ ْ ‫ ا‬1ِ َ f /ِ َ ‫ذَا ُه‬Dِ/َ { ‫ َ ِة‬Oَ 8َ ْ ‫ } ا‬/ِ Z
ُ " ْ +َ .َ ْ َ/ : 
ِ +َ #
ْ  ‫ ِ
ا‬8ْ 
َ ُ ‫ ُ َأ‬a ِ َOْ ‫ل ا‬
َ َ>
} : { 'َ C َ } /ِ ‫ْ ُم { َو‬%@ Oَ ْ ‫ @ ا‬A
َ ‫ ُه َ ا‬R
 ‫ ِإَ َ' ِإ‬R
َ ` ُ ‫ } ا‬: َ.ُ A
َ ِ َ/ { ‫ن‬ َ ‫َا‬+ْ  ِ ‫ل‬ ِ f } /ِ ‫ْ ُم { َو‬%@ Oَ ْ ‫ @ ا‬A َ ْ ‫ا‬
[31] { ‫ْ ِم‬%@ Oَ ْ ‫ ) ا‬A َ &ْ ِ <ِ ْ(
ُ ُ ْ ‫ ا‬Z
ِ 2َ 
َ ‫َو‬

“Nama-nama ALLAH yang paling agung dalam surah-surah Al-Qur’an ada 3: Di surah
Al-Baqarah, Ali Imran dan Thaha. Maka berkata Al-Qasim abu AbduRRAHMAN: Maka
kucari dalam surat Al-Baqarah, maka kudapatkan ia pada ayat Kursy ( @ A َ ْ ‫ ُه َ ا‬R
 ‫ إَ َ' ِإ‬R
َ `
ُ ‫ا‬
‫ْم‬%@ Oَ ْ ‫)ا‬, dan pada Ali Imran yaitu pada awalnya (‫ْم‬%@ Oَ ْ ‫ @ ا‬A
َ ْ ‫ ُه َ ا‬R
 ‫ إَ َ' ِإ‬R
َ `
ُ ‫)ا‬, dan pada
Thaha, yaitu (‫ْم‬%@ Oَ ْ ‫ ) ا‬A
َ &ْ ِ <ِ ْ(
ُ ُ ْ ‫ ا‬Z
ِ 2َ 
َ ‫) َو‬.”

al-ikhwan.net
"
ِ +ْ ُ 
َ %ْ #ِ ََ >َ َْ (552 ‫ َ ُة‬Oَ 8َ ْ ‫ْم )ا‬%@ Oَ ْ ‫ @ ا‬A
َ ْ ‫ ُه َ ا‬R  ‫ إَ َ' ِإ‬Rَ `ُ ‫ َ ِة ا‬Oَ 8َ ْ‫ْ َر ِة ا‬a
ُ /ِ .ِ ‫ ا‬1ُ َ t َ ‫ل َه ِ ِ< ا‬
َ َ>
H&9
َ ` ِ ‫لا‬ ُ ْa ُ ‫ َر‬Hَ‫ َأ‬c َ 8َ 9
ْ ‫ َأ‬+&َ/َ " ِ +ْ ُ H.# َ َ2ْ ِ َ %ْ (
ِ ‫ ُأ‬c
ُ 8ِ dْ ُ  َ %ْ #
ِ ََ َ> َْ‫ َو‬c َ 8َ d
ْ َ H.# َ َ2ْ ِ َ %ْ (
ِ ‫ُأ‬
'ُ َ w
ُ 6ْ &‫ ٍ
وَا‬%) (
َ ‫َ ٍد‬2a
ْ Dِ ِ 7ِ ‫َا‬8ْ 
 ‫ وَا‬Iِ " َ 2‫ َروَا ُ< ا‬. b ُ %ْ 8ِ V
َ ْ ‫ق ا‬
َ
َ 9
َ ‫ل‬ َ َO/َ 'ُ َ $ َ ِ‫ َ َآ َ َذ‬/َ َ &a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ `ُ ‫ا‬

“Ayat ini di surah Al-Baqarah, 552 (‫ْم‬%@ Oَ ْ ‫ @ ا‬A


َ ْ ‫ ُه َ ا‬R
 ‫ إَ َ' ِإ‬R
َ `
ُ ‫) ا‬, barangsiapa yang
membacanya di petang hari maka ia akan diberi pahala sampai paginya, dan
barangsiapa membacanya di pagi hari maka akan diberi pahala sampai sorenya. Saat
pagi hari, tibalah Nabi SAW maka diceritakan kisah ini kepada beliau SAW, maka
jawab beliau SAW: Si Jahat itu, telah berkata benar padamu.” [32]

‫ُ َر ُة‬a ‫ن‬


ِ fْOُ ْ ‫َ َم ا‬2a
َ ‫ن‬ ‫َ مٌ َوِإ‬2a َ ‫ْ ٍء‬H!
َ F
) -ُ ِ : -&a‫' و‬%& `‫ ا‬H&9- 'ِ &‫ل ا‬ ُ ُa‫ل َر‬ َ َ> ‫ل‬َ َ> ‫ ُه َ ْ َ َة‬Hِ ‫ْ َأ‬ َ
c
ٍ ِ َ9 ِ ‫ْ َأ‬ َ ِ %ْ 8َ ( ُ ِ ْ ِ %ْ -ِ #
َ َْ ‫ْ ِِي‬.) ‫ َروَا ُ< ا‬H
)a
ِ ْ-ُ ْ ‫ ا‬1ُ َ f H
َ ‫ن ِه‬
ِ fْOُ ْ ‫ى ا‬
ِ f ‫ َ
ُة‬%) a
َ Hَ ‫ ِه‬1ٌ َ f َ%ِ/‫ َ ِة َو‬Oَ 8َ ْ ‫ا‬
ٌْ ِ ? َ ٌbْ
ِ #َ ‫ل‬ َ َ>‫ْ َأ ِ ُه َ ْ َ َة َو‬ َ

”Dan dari Abu Hurairah RA berkata, bersabda Nabi SAW, segala sesuatu memiliki
ujung/puncaknya, maka puncak dari Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah, yang
didalamnya ada 1 ayat, yang merupakan tuan bagi seluruh Al-Qur’an.” [33]

4. MEMBACA AKHIR SURAT AL-BAQARAH :

‫ َ ِة‬Oَ 8َ ْ ‫_ ِ ا‬
ِ f ِْ 
ِ %ْ .َ َ oْ‫ ِ>َا َء ِة ا‬Hَ&
َ b
) A
َ ْ ‫ َ ِة وَا‬Oَ 8َ ْ ‫ُ َر ِة ا‬a ِ %ِ‫_َا‬
َ ‫ َو‬1ِ A
َ ِ َ6ْ‫ ا‬F
ِn
ْ /َ ‫ َ ب‬

Dalam Shahih Muslim terdapat bab berjudul: Keutamaan surah Al-Fatihah, akhir surah
Al-Baqarah dan anjuran Membaca 2 Ayat Terakhir surah Al-Baqarah. [34]

‫ َ ِة‬Oَ 8َ ْ ‫ُ َر ِة ا‬a َ %ِ‫_َا‬


َ َ
ِ
ْ ‫ َوُأ‬Y
َ +ْ V
َ ْ ‫ت ا‬
ِ ‫َ&َا‬d
 ‫ َ ا‬
ِْ ‫ً ُأ‬h َ&hَ َ &a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ 'ِ &‫ل ا‬ُ ُa‫ َ َر‬ ِ ْ Nُ/َ
ً€%ْ !
َ 'ِ .ِ  ‫* ِكْ ِ & ِ' ِْ ُأ‬
ْ ُ َْ ْ+َ ِ َ 6ِ ?
ُ ‫َو‬

“Maka Nabi SAW diberikan 3 hadiah: Shalat 5 waktu, akhir surah Al-Baqarah, dan
ampunan bagi yang tidak berbuat syirik kepada ALLAAH sedikitpun dari umatnya.” [35]

ِْ ٌ‫ل َهَا َ ب‬ َ َO/َ 'ُ a َ ْ‫ َرأ‬5َ /َ َ /َ 'ِ >ِ َْ/ ِْ ًn%ِO7َ 5َ +ِ a َ َ &a َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ ) 8ِ 2 ‫
َ ا‬2ْ  ِ ٌ
 ِ َ> F ُ ِ8ْ (ِ َ+2َ %ْ َ
‫ْ َم‬%َ ْ ‫ ِإ ا‬
@ >َ ْ‫ ِ[ل‬2ْ َ َْ ‫ض‬ ِ ْ‫ر‬Nَْ ‫ ا‬Hَ‫ل ِإ‬ َ [َ 7َ ٌ$&ََ ‫ل َهَا‬ َ َO/َ ٌ$&ََ 'ُ 2ْ ِ ‫ل‬ َ [َ 2َ /َ ‫ْ َم‬%َ ْ ‫ ِإ ا‬
@ >َ ْc.َ 6ْ ُ َْ ‫ْ َم‬%َ ْ ‫ ا‬c
َ .ِ /ُ ‫َ ِء‬+"
 ‫ا‬
‫ف‬
ٍ ْA َ ِ ‫ ََأ‬Oْ َ َْ ‫ َ ِة‬Oَ 8َ ْ ‫ُ َر ِة ا‬a ُ %ِ‫ب َو_ََا‬ ِ َ.-ِ ْ ‫ ا‬1ُ A
َ ِ َ/ $
َ &َ8ْ >َ „ 8ِ 7َ َ+ُ َ ْvُ َْ َ+ُ .َ %ِ‫ أُو‬ِ ْ ‫ُ َر‬2 ِ ْ* ِ ْ ‫ل َأ‬
َ َ>‫"& َ َو‬َ /َ
'ُ .َ %ِ ْ ‫َ ِإ ُأ‬+ُ 2ْ ِ

“Ketika Jibril duduk disisi Nabi SAW, terdengarlah suara dari atas mereka, maka (Jibril-
pun) mengangkat kepalanya, dan berkata: Ini adalah sebuah pintu di langit yang baru
dibuka pada hari ini dan belum pernah dibukakan kecuali pada hari ini. Maka turunlah
seorang malaikat, maka (Jibril-pun) berkata lagi: Ini adalah Malaikat yang diturunkan ke

al-ikhwan.net
bumi, yang belum pernah sekalipun diturunkan kecuali pada hari ini, maka (malaikat
tersebut) mengucapkan salam, lalu berkata: Bergembiralah (wahai Muhammad) dengan 2
cahaya yang diberikan kepadamu, yang belum pernah diberikan kepada seorang nabipun
sebelummu, yaitu surah Al-Fatihah dan akhir dari surah Al-Baqarah, tak seorangpun
yang membacanya, kecuali setiap hurufnya akan diberikan padanya (cahayanya).” [36]

<ُ َ.6َ ‫ َآ‬1ٍ &َ%ْ َ /ِ ‫ َ ِة‬Oَ 8َ ْ ‫ُ َر ِة ا‬a ِ _


ِ f ِْ 
ِ %ْ .َ َ oْ ِ ‫َْ َ> ََأ‬

“Barangsiapa yang membaca 2 ayat terakhir surah Al-Baqarah di malam harinya, maka
akan mencukupinya”. [37] [38]

5. MEMBACA SURAH AL-IKHLASH

b
َ &ُhُ ْ‫ َأ‬Oْ َ S
َ %ْ ‫ن >َ ُا َو َآ‬
ِ fْOُ ْ ‫ ا‬b
َ &ُhُ 1ٍ &َ%ْ َ /ِ ‫ ََأ‬Oْ َ ْ‫ ُ
ُآْ َأن‬#
َ ‫ ُ[ َأ‬P
ِ ْ َ ‫ل َأ‬
َ َ> َ &a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&َ9 ) 8ِ 2‫ْ ا‬ َ
‫ن‬
ِ fْOُ ْ ‫ ا‬b
َ &ُhُ ‫ل‬ ُ
ِ ْ َ ٌ
#
َ ‫ْ ُه َ ا& ُ' َأ‬F>ُ ‫ل‬
َ َ> ‫ن‬
ِ fْOُ ْ ‫ا‬
“Dari Nabi SAW bersabda: Apakah kalian semua tidak sanggup untuk membaca dalam
tiap malam 1/3 dari Al-Qur’an..?! Maka mereka menjawab: Bagaimana caranya orang
bisa membaca 1/3 dari Al-Qur’an (dlm tiap malam)..?! Maka jawab Nabi SAW: ( َ ‫ْ ُه‬F>ُ ‫ل‬
َ َ>
ٌ
#
َ ‫ )ا& ُ' َأ‬itu setara dengan 1/3 dari Al-Qur’an.” [39]

‫ج‬
َ َ _
َ  hُ
َ *
َ# َ َْ
َ *َAَ /َ ‫ن‬
ِ fْOُ ْ ‫ ا‬b
َ &ُhُ ْ-ُ %ْ &َ
َ ‫ ْ> َُأ‬Nَa
َ 7) Dِ/َ ‫*
ُوا‬ ُ# ْ ‫& َ ا‬a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &ََ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ 'ِ &‫ل ا‬ ُ ُa‫ل َر‬ َ َ>
<ُ ‫ٌ (َ َء‬8َ _َ ‫ ُأرَى َهَا‬7) ‫… ِإ‬ ٍ ْ 8َ ِ َ2n
ُ ْ َ ‫ل‬َ َO/َ F َ_َ ‫  َد‬hُ ٌ
#
َ ‫ْ ُه َ ا& ُ' َأ‬F>ُ ‫ ََأ‬Oَ /َ َ &a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ 'ِ &‫ @ ا‬8ِ 7َ
b
َ &ُhُ ْ-ُ %ْ &َ
َ ‫ ْ> َُأ‬Nَa
َ ْ-ُ َ Z
ُ &ْ >ُ 7)‫َ لَ ِإ‬O/َ َ &a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ 'ِ &‫ @ ا‬8ِ 7َ ‫ج‬ َ َ _ َ  hُ 'ُ &َ_َ ْ‫ك اِي َأد‬ َ ‫َا‬/َ ‫َ ِء‬+"  ‫ِْ ا‬
‫ن‬
ِ fْOُ ْ ‫ ا‬bَ &ُhُ ‫ل‬ ُ
ِ ْ َ َ7 ‫ن َأَ ِإ‬
ِ fْOُ ْ ‫ا‬
Bersabda Nabi SAW: Bersiap2 lah..! Karena sesungguhnya aku akan membacakan atas
kalian 1/3 dari Al-Qur’an, lalu keluarlah Nabi SAW dan beliau SAW membaca ( 'ُ &‫ ا‬ َ ‫ْ ُه‬F>ُ
ٌ
#
َ ‫)َأ‬, lalu beliau SAW masuk, maka berkatalah sebagian kami pada sebagian yg lain:
Sesungguhnya aku berpendapat ada kabar yg datang dari langit, sehingga membuat
beliau SAW masuk! Tiba2 beliau SAW keluar, lalu bersabda: Sesungguhnya aku berkata
pada kalian akan membacakan 1/3 dari Al-Qur’an, ketahuilah bahwa ia (ٌ
#
َ ‫ْ ُه َ ا& ُ' َأ‬F>ُ )
setara dengan 1/3 dari Al-Qur’an. [40]

.‫ رآ‬/ +‫ؤه‬O ‫ن وآ ن‬fO‫ ا‬5 ‫ون 


ل ر‬/ -‫  أ ا‬F> ‫ن و‬fO‫ ا‬b&h ‫

ل‬#‫ ه ا` أ‬F>
P6‫ا‬

al-ikhwan.net
Bersabda Nabi SAW: (ٌ
# َ ‫ْ ُه َ ا& ُ' َأ‬F>ُ ) setara dengan 1/3 Al-Qur’an, sedangkan ( ‫  أ‬F>
‫ون‬/ -‫ )ا‬setara 1/4 dari Al-Qur’an, dan adalah beliau SAW membaca kedua surah tsb
dalam 2 raka’at sunnah Fajar.” [41]

 F> ‫ن و‬fO‫ ا‬b&h ‫



ل‬#‫ ه ا` أ‬F> ‫ و‬. . . . . . . . . . . . . . &a‫' و‬%& `‫ ا‬H&9 `‫ل ا‬a‫> ل ر‬
‫ن‬fO‫ ا‬5 ‫ون 
ل ر‬/ -‫أ ا‬

“Bersabda Nabi SAW: ….. dan (


#‫ا` أ‬ ‫ ه‬F> ‫ )و‬setara 1/3 Al-Qur’an dan ( ‫  أ‬F>
‫ون‬/ -‫ )ا‬setara 1/4 Al-Qur’an.” [42]

6. MEMBACA AL-MU’AWWIDZATAN:

'ِ "
ِ 6ْ 7َ Hَ&
َ ‫ َُأ‬Oْ َ Hَ-.َ !
ْ ‫ن ِإذَا ا‬ َ َ‫َ& َ آ‬a‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ 'ِ &‫ل ا‬ َ ُa‫ن َر‬  ‫َ َأ‬2ْ 
َ 'ُ &‫ َ ا‬xِ ‫ َر‬1َ * َ Iِ َ ْ َ
َ.ِ ‫ ِ
ِ< َر(َ َء َ َ َآ‬%َ ِ c
ُ"َ ْ ‫ ِ' َوَأ‬%ْ &َ
َ ‫ َأ ْ>َُأ‬Z
ُ 2ْ ‫( ُ ُ' ُآ‬
َ ‫ 
َو‬.َ !
ْ ‫ ا‬+&َ/َ b
ُ 6ُ 2ْ َ ‫ت َو‬
ِ ‫َ )ذَا‬+ُ ْ ِ

“Dari Aisyah RA berkata: bahwa jika Nabi SAW merasa tidak enak/sakit maka beliau
membacakan surah 2 perlindungan (Al-Falaq dan An-Nas) dan meniupkannya untuk diri
beliau, dan jika beliau sakitnya parah maka aku yang membacakannya untuk beliau tapi
aku usapkan menggunakan tangan beliau karena mengharapkan barakah dari kedua tangan
beliau tersebut.” [43]

‫ ََأ‬Oَ /َ َ+ِ %ِ/ b


َ 6َ 7َ  hُ 'ِ %ْ 6 ‫ َآ‬5َ +َ (
َ 1ٍ &َ%ْ َ F
 ‫! ِ' ُآ‬
ِ ‫َا‬/ِ Hَ‫ن ِإذَا َأوَى ِإ‬ َ َ‫& َ آ‬aَ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ َ ُ'&‫ ا‬H&9 َ  8ِ 2‫ن ا‬  ‫ َأ‬1َ *
َ Iِ َ ْ َ

ِ " َ( َ ِْ ‫ع‬ َ َ.َ a ْ ‫َ َ ا‬+ِ ِ c ُ"َ +ْ َ  hُ ‫س‬ِ 2‫ب ا‬) َ ِ ‫ْ َأُ ُذ‬F>ُ ‫‰ َو‬ ِ &َ6َ ْ ‫ب ا‬
) َ ِ ‫ْ َأُ ُذ‬F>ُ ‫
ٌ َو‬# َ ‫ْ ُه َ ا& ُ' َأ‬F>ُ َ+ِ %ِ/
‫ت‬
ٍ ‫ث َا‬ َ َ&hَ $
َ ِ‫ َذ‬F
ُ َ 6ْ َ <ِ
ِ "
َ(
َ ِْ F َ 8َ >ْ ‫( ِ ِ' َوَ َأ‬
ْ ‫ ِ' َو َو‬a
ِ ْ‫ َرأ‬Hَ& َ َ+ِ ِ ‫ َ
ُأ‬8ْ َ

“Dari Aisyah RA sesungguhnya Nabi SAW jika berada di atas tempat tidurnya, setiap
malam beliau mengumpulkan kedua tangannya, lalu meniup pada keduanya, lalu
membaca pada keduanya (ٌ
#َ ‫ْ ُه َ ا& ُ' َأ‬F>ُ ) dan (‰
ِ &َ6َ ْ ‫ب ا‬
) َ ِ ‫ )َأُ ُذ‬dan (‫س‬
ِ 2‫ب ا‬
) َ ِ ‫ْ َأُ ُذ‬F>ُ ) lalu
beliau mengusap dengan kedua tangannya apa yang bisa dijangkau dari tubuhnya, beliau
memulai dari kepalanya, lalu wajahnya, lalu apa yg mampu dicapai dari badannya, beliau
melakukan yang demikian itu sebanyak 3x.” [44]


@ >َ 
 ُ &ُTْ ِ َ ُ َْ 1َ &َ%ْ &‫ْ ا‬Zَ[ِ 7ْ ‫ت ُأ‬
ٍ َf َ َ َْ‫& َ َأ‬a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9
َ 'ِ &‫ل ا‬
ُ ُa‫ل َر‬ َ َ> ‫ َ ِ ٍ >َ ل‬ ِ ْ 1َ 8َ Oْ 
ُ ْ
َ
‫س‬
ِ 2‫ب ا‬) َ ِ ‫ ُذ‬
ُ ‫ْ َأ‬F>ُ ‫‰ َو‬
ِ &َ6َ ْ ‫ب ا‬
) َ ِ ‫ْ َأُ ُذ‬F>ُ

Dari ‘Uqbah bin Amir berkata: Bersabda Nabi SAW: “Tidakkah kalian tahu ada beberapa
ayat yang diturunkan semalam, yg tidak pernah ada yang menyamainya sedikitpun..?
Yaitu “qul ‘audzu birabbil falaq” dan “Qul ‘audzu birabbinnas” [45]

al-ikhwan.net
َ &a
َ ‫ َ' َو‬%ْ &َ
َ `ُ ‫ا‬H  &َ9  8ِ 2 ‫ ا‬ُ &ُ ْ 7َ ‫! ِ
ْ َ
ٍة‬
َ 1ٍ +َ &ْ ]
ُ ‫ ٍ َو‬ َ َ 1ِ &َ%ْ َ /ِ َ2( ْ َ _
َ : %8_  `‫
ا‬8 ‫و> ل‬
َ : Z ُ &ْ >ُ ” ْF>ُ ” : ‫ل‬ َ َ> ً€%ْ !
َ ْF>ُ ‫َ&ْ َأ‬/َ ” ْF>ُ ” : ‫ل‬ َ َ>  hُ ً€%ْ ! َ ْF>ُ ‫َ&ْ َأ‬/َ ” ْF>ُ ” : ‫ل‬ َ َO/َ <ُ َ2‫دْ َر ْآ‬Nَ/َ َ2َ &)dَ %ُ ِ
$
َ %ْ 6ِ -ْ َ ‫ت‬ ٍ ‫ث َا‬ َ Jَ hَ c
ُ 8ِ d
ْ ُ 
َ %ْ #
ِ ‫" َو‬ ِ +ْ ُ َ %ْ #ِ ِ %ْ َ ‫ َ ) َذ‬+ُ ْ ‫ ُ
َو ا‬#
َ ‫` َأ‬ ُ ‫ْ ُه َ ا‬F>ُ : ‫ل‬
َ َ> ‫ل ؟‬ ُ ْ>ُ ‫` َ َأ‬ ِ ‫لا‬ َ ْa
ُ ‫َر‬
‫! ْ ٍء‬َ F ) ‫ِْ ُآ‬

Berkata AbduLLAAH Ibnu Khubaib RA: Kami keluar pada suatu malam yang hujan lebat
dan gelap gulita luar biasa untuk meminta Nabi SAW untuk mendoakan kami, maka kami
menemui beliau SAW, lalu langsung beliau SAW bersabda: Katakanlah..! Maka kami
tidak satupun yang berkata apa-apa, maka kata beliau lagi: Katakanlah..! Maka kami
masih tidak satupun yang berkata apa-apa, maka kata beliau lagi: Katakanlah..! Maka aku
berkata: Apa yang harus kukatakan..? Maka beliau bersabda: (:
#‫ ه ا` أ‬F>) dan surah 2
perlindungan. Bacalah itu setiap sore dan tiap pagi 3x, akan mencukupimu dari segala
masalah.” [46]

‫ة‬J9 F‫ د  آ‬/ ‫ذات‬+‫ا>ءوا ا‬

“Bacalah surah 2 perlindungan pada tiap ba’da shalat.” [47]

'ُ َ xَ َ /َ ‫
ًا‬Oَ  ُ 'ُ َ
َ Oَ َ /َ [ 'ُ 2َُ ْNَ ‫ن‬
َ َ‫ ] َوآ‬، َ &a َ ‫ ِ' َو‬%ْ &ََ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ ) 8ِ 2 ‫ ا‬Hَ& َ F ُ_ُ ْ
َ [ ‫ ُْ ِد‬%َ ْ ‫ ا‬
َ ِ ] ٌF( ُ ‫ن َر‬ َ َ‫آ‬
‫ن‬
ِ َ-&ََ <ُ َNَ/َ [ ( ٍ ُ ! ْ ‫ َأ‬1َ .َ a
ِ : 1َ * َ Iِ َ b ِ ْ
ِ #َ /ِ ‫ ) َو‬، ً ‫ َأ‬$ َ َِ ِ Hَ-.َ ! ْ َ/ ] ،ِ‫َ ر‬d7ْ z َ ‫ا‬ َ ِ F ٍ( ُ ‫ ِ ْ€ ِ َر‬/ِ
ٌ‫ن‬Jُ/ : ‫ل‬ َ َ> ‫( ُ ُ' ؟‬ َ ‫ َأ َ
ْرِي َ َو‬: َ+‫ ُ
ُه‬# َ ‫ل َأ‬ َ َO/َ ، 'ِ %ْ &َ(ْ ‫ َ
ِر‬2ْ  ِ ُ _ َ t‫'ِ وَا‬a ِ ْ‫ َ
َرأ‬2ْ ِ َ+‫ ُ
ُه‬# َ ‫ َ َ
َأ‬Oَ /َ ، 'ِ 7ِ ‫َُدَا‬
َ _
َ ‫ َوَأ‬، ٌF( ُ ‫ ِ' [ َر‬%ْ َ‫ ] ِإ‬F َa ِ ْ‫َ&ْ ُأر‬/َ ، ‫ي‬ ) ‫َ ِر‬d7ْ z َ ‫نا‬ ٍ Jُ/ ِ €ْ ِ /ِ <ُ َOْ Nََ/ ‫
ًا‬Oَ  ُ 'ُ َ
َ Oَ 
َ 'ِ %ْ &َ
َ F ُ_ ُ ْ
َ [ ‫ن‬ َ َ‫اِي ] آ‬

َ ِ J ً( ُ ‫ن َر‬  ‫ ِإ‬: ‫ل‬ َ َ> ‫ َو‬، (  ِ %ْ َ ‫ َ ) َذ‬+ُ ْ ‫ ِ' ِـ ) ا‬%ْ &ََ ‫ل‬ َ [َ 2َ /َ Fُ ْ ِ 8ْ (
ِ <ُ َNَ/َ ] ،6َ 9 ْ ‫َ َء َ> ِ
ا‬+ْ ‫( َ
ا‬ َ َ َ
َ Oَ ُ ْ ‫ ُ' [ ا‬2ْ ِ ]
%&ِ
َ b َ َ 8َ /َ : ‫_َى‬ ْ ‫‰ ُأ‬
ٍ ْ ِ C
َ /ِ ‫ ) َو‬Jُ(‫ َر‬b َ َ 8َ /َ : ‫ل‬ َ َ> [ : ‫ل‬ َ َ> ، ‫ن‬ ٍJ َ /ُ ِ €ْ ِ /ِ ُ A ْ" ) ‫ َو ا‬، ‫ك‬ َ َ A َa َ ِ‫ ُْد‬%َ ْ ‫ا‬
[ 1ً َ f ‫ َُأ‬Oْ َ ‫ َ
َو‬Oَ ُ ْ ‫ ا‬F
A ُ َ ْ‫ َ َ ُ< َأن‬Nَ/َ ] ، [ َ ِ ‫َ َء‬P/َ ]
َ Oَ ُ ْ ‫_ َ ا‬ َ Nَ/َ [ َ 6َ 9 ْ ‫َ َء َ>
ْ ا‬+ْ ‫( َ
ا‬ َ َ /َ ] ( 'ُ 2ْ  َ ` ُ ‫ ا‬x ِ ‫َر‬
‰
ِ ْ ِ  ‫ ا‬/ِ ‫ ) َو‬، ‫ ََأ‬8َ /َ [ 1ً 6 _ ِ $ َ َِ ِ
َ (
َ ‫ َ
ًة َو‬Oَ 
ُ F # َ َ+&‫ ُآ‬F َ َ P َ /َ ] ، [ F A ُ َ ‫ َُأ َو‬Oْ َ Fَ َ Pَ /َ ] َ&A َ /َ ،
Hَ& َ F ُ_ ُ ْ
َ $ َ ِ‫ َ ْ َ
َذ‬F ُ( ُ  ‫ن ا‬ َ َ‫ل ( َوآ‬ ٍ َO ِ ِْ  َ* َ 7َ َ+7 Nَ‫& َ َآ‬a َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ ` ُ ‫ ا‬H&9 َ ` ِ ‫لا‬ ُ ْa
ُ ‫َ َم َر‬O/َ : ‫_َى‬ ْz ُ‫ا‬
‫ت‬
َ َ H.# َ  @ >َ ] ‫ ُم‬J"‫ ِ' ا‬%ْ &َ َ 'ُ 8ْ ِ َُ َْ‫ ُ' َو‬2ْ ِ ً€%ْ !َ 'ُ َ ْ‫َ&ْ َْ ُآ‬/َ َ &aَ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&َ9 ) 8ِ 2 ‫“ ] ا‬.

“Ada seorang laki-laki Yahudi masuk ke tempat Nabi SAW –ia sudah dipercaya oleh
Nabi SAW– lalu ia tiba-tiba membuat sebuah buhul (simpul ikatan) lalu ia
membenamkannya ke dalam sumur milik seorang Anshar, maka Nabi SAW menjadi sakit
selama beberapa hari (dalam riwayat Aisyah RA: selama 6 bulan), maka turunlah 2 orang
malaikat menjenguk beliau, yang seorang duduk di dekat kepala beliau yang satunya
duduk di dekat kedua kaki beliau, maka berkata salah satu malaikat : Tahukah kamu apa
penyakitnya? Dijawab yang kedua: Karena si Fulan, yang pernah membuatkan satu buhul
baginya, dan melemparkannya ke dalam sumur milik si Fulan, seorang Anshar. Maka
seandainya ia (maksudnya Nabi SAW) mengutus seseorang untuk mencari buhul tersebut,
maka ia akan menemukan sumur tersebut airnya telah berwarna kuning. Maka saat itu
turunlah Jibril AS pada nabi SAW dengan membawa surah 2 perlindungan
(Mu’awwidzatan: Al-Falaq dan An-Nas) lalu Jibril berkata: Seorang Yahudi telah
menyihirmu (wahai Muhammad), dan (benda) sihir tsb diletakkan di sumur si Fulan.

al-ikhwan.net
Maka Nabi SAW pun mengutus seseorang (dalam riwayat yang lain dikatakan: yang
diutus adalah Ali RA), maka ia menemukan sumur tersebut airnya telah berwarna kuning,
maka dicarilah buhul tersebut, lalu ditemukan. Maka Nabi SAW memerintahkan untuk
membukanya sambil membaca surah (2 perlindungan), maka beliau SAW membaca ayat
sambil membuka tiap buhul, dan tiap terbuka 1 ikatan dari buhul itu nabi SAW merasa
badannya menjadi lebih segar (dalam riwayat lainnya dikatakan saat semua buhul tersebut
terbuka maka Nabi SAW langsung berdiri seolah-olah beliau baru lepas dari ikatan). Dan
orang yang telah melakukan sihir tersebut tetap masuk ke rumah beliau seperti biasa, dan
Nabi SAW tidak pernah berbicara sepatah katapun soal perbuatan orang itu kepadanya,
dan tidak pula beliau menghukumnya sedikitpun sampai orang itu meninggal.” [48]

7. Membaca Do’a-do’a Yang Shahih


َ #
ْ ‫ ُ
ِ& ِ' َ ِإَ َ' ِإ ا& ُ' َو‬+ْ A
َ ْ ‫ ِ& ِ' وَا‬$
ُ &ْ +ُ ْ ‫ ا‬Hَ"ْ ‫َ َوَأ‬2%ْ " َ ْ ‫ل َأ‬ َ َ> Hَ"ْ ‫& َ ِإذَا َأ‬a َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ 'ِ &‫ @ ا‬8ِ 7َ ‫ن‬ َ َ‫آ‬
<ِ ِ ‫ َه‬/ِ َ َ %ْ _ َ $ َ ُNَa
ْ ‫ب َأ‬ ) ‫ !َ ْ ٍء َ>
ٌِ َر‬F ) ‫ ُآ‬Hَ&َ َ ‫ ُ
َو ُه‬+ْ A َ ْ ‫ َوَ ُ' ا‬$
ُ &ْ +ُ ْ ‫ َ ُ' ا‬
 ِ %ِ/ ‫ل‬َ َ> <ُ ‫ل ُأرَا‬
َ َ> 'ُ َ $َ ِ! َ َ
‫ُ ِء‬a‫ َو‬F ِ"َ -َ ْ ‫ ِْ ا‬$ َ ِ ‫ب َأُ ُذ‬ ) ‫! ) َ َ ْ َ
هَ َر‬ َ ‫ َو‬1ِ &َ%ْ &‫ َه ِ ِ< ا‬/ِ َ ) ! َ ِْ $ َ ِ ‫ َ َ َ ْ َ
هَ َوَأُ ُذ‬%ْ _َ ‫ َو‬1ِ &َ%ْ &‫ا‬
c
َ 8َ 9
ْ ‫َ َوَأ‬2A ْ 8َ 9ْ ‫ً َأ‬nْ ‫ َأ‬$ َ ِ‫ل َذ‬ َ َ> c َ 8َ 9ْ ‫ ِ َوِإذَا َأ‬8ْ Oَ ْ ‫ ا‬/ِ ‫ب‬ ٍ ‫َا‬ َ ‫ ِر َو‬2‫ ا‬/ِ ‫ب‬ ٍ ‫ َا‬ َ ِْ $ َ ِ ‫ب َأُ ُذ‬ ) ‫ ِ َر‬8َ -ِ ْ ‫ا‬
'ِ &ِ $
ُ &ْ +ُ ْ ‫ا‬

Adalah nabi SAW jika waktu sore hari berdoa: “Kami bersore hari di dalam kerajaan
ALLAAH, segala puji bagi ALLAAH, tiada Ilah selain ALLAAH..” Berkata perawi: Aku
merasa setelahnya beliau SAW melanjutkan dengan berdoa: “Bagi-NYA kerajaan dan
bagi-NYA puji dan DIA adalah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya RABB aku
memohon apa-apa yang baik yang ada pada malam ini dan apa yang ada setelahnya, dan
aku berlindung kepada-MU apa-apa yang buruk yang ada pada malam ini dan apa yang
ada setelahnya, ya RABB aku berlindung kepada-MU dari kemalasan dan keburukan sifat
sombong, RABB aku berlindung kepada-MU dari azab yang ada di neraka, dan dari azab
yang ada di kubur.” Dan jika tiba waktu pagi maka beliau SAW berdoa seperti itu dengan
kata2 : “Kami berpagi hari di dalam kerajaan ALLAAH…” [49]

َ %ْ ‫َ ِإ ْ َا ِه‬2%ْ ِ ‫ َأ‬1ِ &ِ ‫َ& َ َو‬a


َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ `
ُ ‫ ا‬H&9
َ
ٍ + A
َ ُ َ2%)8ِ 7َ 
ِ ْ ‫ص َو ِد‬
ِ J
َ_
ْِ ‫ ا‬1ِ +َ &ِ‫ ِم َو َآ‬J
َa ْِ ‫ َ ِة ا‬
ْ /ِ H
َ &َ َ2Aْ 8َ 9
ْ ‫َأ‬

َ %ْ ‫* ِ ِآ‬
ْ +ُ ْ ‫ ا‬
َ ِ ‫ن‬
َ َ‫َ ( َوَ آ‬+&ِ" ْ ُ ) ً6%ْ 2ِ #
َ

Nabi SAW berdoa : “Kami berpagi hari di dalam fithrah Al-Islam, kalimah Al-Ikhlas dan
agama Nabi kami Muhammad SAW, dan millah nenek-moyang kami Ibrahim yang lurus
(boleh ditambah dengan: …dan muslim), dan ia (Ibrahim) bukanlah termasuk orang-
orang yang musyrik.” [50]

ُ %ْ 
ِ [ ‫ ا‬7َ Nَ/َ ، : 1ٍ َ ‫ ِروَا‬/ِ ‫ َو‬.1َ 2 P
َ ْ ‫ْ َ ُ' ا‬Z8َ (
َ ‫ َو‬R
ً ْa
ُ ‫ ٍ
َر‬+ A
َ +ُ ِ ‫ً َو‬2ْ‫ ٍم ِد‬J
َa
ْ
ِ ِ ‫` َر  َو‬ ِ ِ Z ُ %ْ x
ِ ‫ َر‬: ‫ل‬ َ َ> َْ
1َ 2P
َ ْ ‫_َ& ً' ا‬
ُ ْ‫ َأد‬H.# َ <ِ
ِ %َ ِ ‫ن‬
 َ _
ُt

al-ikhwan.net
Bersabda Nabi SAW : “Barangsiapa yg berkata: Aku ridha terhadap ALLAAH sebagai
RABB-ku, terhadap Al-Islam sebagai dien-ku dan terhadap Nabi Muhammad SAW
sebagai Rasul.. Maka wajib atasnya Syurga. [51] Dalam riwayat yang lain: Maka aku
sebagai jaminan yang akan menuntun tangannya sampai memasukkannya ke dalam
Syurga” [52]

/ِ َ ‫ َو ِه‬c
َ 8ْ d
@ ‫ ا‬H&9 َ  َ %ِ# ‫ َ ًة‬-ْ ُ َ‫ ِ
ه‬2ْ 
ِ ِْ ‫ج‬ َ َ _
َ َ &a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9
َ  8ِ 2 ‫ن ا‬  ‫ َأ‬: 1َ َ ِ ْ َ (
ُ ْ
َ
‫ل‬
ِ َAْ ‫ ا‬Hَ&
َ Z
ِ ْ ‫ل َ ِز‬ َ َO/َ 1ٌ "َ ِ َ( َ ‫ َو ِه‬HَAx ْ ‫ َ ْ َ
َأنْ َأ‬5َ (
َ ‫  َر‬hُ َ‫ ِ
ه‬P
ِ"ْ َ

َْ ‫ت‬ٍ ‫ث َ ا‬ َ َ&hَ ‫ت‬ٍ َ+&ِ‫ َآ‬5َ َ ْ‫ك َأر‬


ِ
َ ْ َ Z
ُ &ْ >ُ ْ
َOَ َ &a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ @ 8ِ 2 ‫ل ا‬
َ َ> َْ 7َ ْZَ َ> َ%ْ &َ َ $ِ .ُ >ْ ‫َ َر‬/ .ِ ‫ا‬
'ِ ِ َ+&ِ‫! ِ' َو ِ
َا َد َآ‬
ِ ْ
َ 1َ 7َ ‫" ِ' َو ِز‬ِ 6ْ 7َ َx‫ ِ' َو ِر‬Oِ &ْ _
َ ‫ َ
َد‬ َ <ِ
ِ +ْ A
َ ِ ‫ن ا& ِ' َو‬
َ َA8ْ a
ُ  ُ .ْ 7َ ‫ْ ِم َ َ َز‬%َ ْ ‫ ُ ا‬2ْ ُ Z
ِ &ْ >ُ َ+ ِ ْZ7َ ‫ُو ِز‬

Dari Juwairiyyah RA berkata : Sesungguhnya Nabi SAW pergi dari sisinya pada suatu
pagi saat tiba waktu shalat Shubuh, saat Juwairiyyah berada di tempat shalatnya, lalu
beliau SAW kembali setelah tiba waktu Dhuha dan Juwairiyyah masih duduk di
tempatnya. Maka Nabi SAW bertanya : “Apakah kamu masih disana,
melakukan urusanmu dari sejak aku tinggalkan kamu tadi..?” Maka ia menjawab : Benar.
Maka bersabda Nabi SAW : “Sungguh aku telah berkata setelah meninggalkanmu tadi
hanya 4 kalimat saja, diulang 3x, tetapi seandainya ia ditimbang dengan apa yang engkau
baca sejak tadi sampai sekarang ini niscaya ia
mampu menyamainya, yaitu (bacaan): Maha Suci ALLAAH dengan memuji-NYA,
sebanyak makhluk-NYA, seridho diri-NYA, seberat ‘Arsy-NYA, dan sepanjang kalimah-
NYA.” [53]

‫ض‬
ِ ْ‫ر‬z
َ ‫ ا‬/ِ ٌ‫! ْء‬
َ 'ِ +ِ a
ْ ‫ ا‬5َ َ @ n
ُ َ R
َ ‫" ِ ا`ِ اِي‬
ْ ِ : 1ٍ &َ%ْ َ F
 ‫ َْ ٍم َو َ"َ ٍء ُآ‬F ) ‫ح ُآ‬ ِ َ89 َ /ِ ُ‫ْل‬Oُ َ
ٍ 8ْ  َ ِْ َ
ٌ‫! ْء‬
َ <ُ @ nُ َ J َ /َ ‫ت‬ ٍ ‫ث َا‬ َ Jَ hَ ُ %ْ &َِ ْ ‫ ا‬5ُ %ْ +ِ "
 ‫َ ِء َو ُه َ ا‬+"
 ‫ ا‬/ِ Rَ ‫َو‬

Bersabda Nabi SAW : “Tidaklah ada seorang hamba yang membaca pada pagi hari dan
sore hari setiap hari doa ini : Dengan nama ALLAAH yang bersama nama-NYA tidak bisa
memadharatkan sesuatu apapun di bumi dan di langit, dan DIA Maha Mendengar dan
maha Mengetahui. Dibaca 3x tidak bisa memadharatkannya sesuatu apapun.” [54]

'ِ %ْ Oِ . 7َ S
َ %ْ ‫ل َو َآ‬َ ْOُ َ ْ‫` َأن‬
ُ ‫ل َ'ُ َْ !َ َء ا‬ َ َO/َ . F ِ +ْ 2 ‫ ا‬
ِ %ْ ِ ‫ ِْ َد‬Hَ6_ْ ‫' َأ‬7Dِ/َ ‫ك‬
َ ْ*) ‫ْا َهَا ا‬Oُ  ‫س ا‬ ُ 2‫َ َأ @ُ ا‬
'ُ +ُ &َْ 7َ ً€%ْ !
َ $ َ ِ ‫ك‬َ ِ * ْ 7ُ ْ‫ ِْ َأن‬$
َ ِ ‫ ُْ ُذ‬7َ 7‫ ا& ُ  ِإ‬:‫ ُ>ُْا‬:‫ل‬ َ َ> `
ِ ‫لا‬َ ْa
ُ ‫ َ َر‬F ِ +ْ 2 ‫ ا‬ ِ %ْ ِ ‫ ِْ َد‬Hَ6_ ْ ‫َو ُه َ َأ‬
'ُ +ُ &َْ 7َ َ َ+ِ ‫ك‬
َ ُ 6ِ ْ .َ "
ْ 7َ ‫َو‬

Bersabda nabi SAW : “Wahai sekalian manusia, takutlah kalian dari syirik ini karena ia
lebih halus dari langkah semut.” Maka berkatalah salah seorang yang dikehendaki
ALLAAH : Wahai RasuluLLAAH, bagaimana kami bisa selamat darinya sedangkan ia
lebih halus dari langkah semut..? Maka jawab Nabi SAW : Ucapkan oleh kalian : “Ya
ALLAAH sesungguhnya kami berlindung kepada-MU dari menyekutukan-MU sedikitpun
yang kami ketahui dan kami memohon ampun atas berbuat syirik yang tidak kami
ketahui.” [55]

al-ikhwan.net
‫ل‬
َ َ>  hُ ً[ِ 2ْ َ ‫ل‬
َ [َ 7َ َْ ‫ل‬ ُ ُOَ َ &a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9
َ 'ِ &‫ل ا‬
َ ُa‫ َر‬Z ُ ْ +ِ a
َ :‫ل‬ُ ُOَ 1َ % +ِ &َ"
@ ‫ ٍ ا‬%ِ-#َ Z
َ 2ْ ِ 1َ َْ_
َ
$
َ ِ‫ ِ[ِ ِ' َذ‬2ْ َ ِْ FَAِ َ َْ H.# َ ٌ‫! ْء‬ َ <ُ  n
ُ َ َْ ‰
َ &َ_
َ َ ) !َ ِْ ‫ت‬ِ  .‫ت ا& ِ' ا‬ ِ َ+&ِ-َ ِ ‫َأُ ُذ‬

Khaulah binti Hakim As-Sulamiyyah berkata: Aku mendengar nabi SAW bersabda :
“Barangsiapa yg datang ke suatu tempat lalu berdoa : Aku berlindung dg kalimah
ALLAAH yg Maha Sempurna dari kejahatan makhluq-NYA.” Maka tidak akan
memadharatkannya sesuatu apapun sampai ia pindah dari tempat itu. [56]

ِْ $
َ ِ ‫ َأُ ُذ‬7)‫ل ا& ُ  ِإ‬
ُ ُOَ ‫ًا‬%ِT‫ ُ ُ' َآ‬+َ a
ْ ‫ َأ‬Z
ُ 2ْ -ُ /َ ‫ل‬َ [َ 7َ ‫& َ ِإذَا‬a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ 'ِ &‫ل ا‬ َ ُa‫_ ُ
ُم َر‬ ْ ‫ َأ‬Zُ 2ْ -ُ /َ
‫ل‬
ِ َ() ‫ ا‬1ِ 8َ &َ?
َ ‫ َو‬ِ ْ
 ‫ ا‬5ِ &َx
َ ‫ َو‬ ِ 8ْ Pُ ْ ‫ وَا‬F
ِV ْ 8ُ ْ ‫ وَا‬F
ِ"
َ -َ ْ ‫ ِ[ وَا‬P
ْ َ ْ ‫ن وَا‬
ِ [َ A
َ ْ ‫ا ْ َ ) وَا‬

Aku membantu Nabi SAW jika ia pergi ke suatu tempat, maka aku mendengar beliau SAW
banyak membaca : “Aku berlindung kepada-MU dari kesulitan dan kesedihan, dari
kelemahan dan kemalasan, dari kekikiran dan pengecut, dan dari lilitan hutang dan
paksaan orang.” [57]

7
/ 2/  &‫ ” ا‬: ‫ ?
اة‬F‫ 
 آ‬$+a‫ أ‬7‫ إ‬1 ‫  أ‬: '% z ‫' > ل‬7‫ة أ‬- ‫  أ‬+#‫
ا‬8
%# hJh‫ و‬c8d %# hJh ‫
ه‬% ” Z7‫ أ‬R‫ إ' إ‬R ‫ي‬d / 2/  &‫ ا‬+a / 2/  &‫ا‬
: ‫ل‬O‫' و‬.2" .a‫ أن أ‬#‫ أ‬7N/  
 &a‫' و‬%& `‫ ا‬H&9 `‫ل ا‬a‫ ر‬Z+a 7‫ إ‬: ‫ ل‬O/ ‫" ؟‬+
hJh ‫
ه‬% ” Z7‫ أ‬R‫ إ' إ‬R 8O‫  اب ا‬$ ‫ أذ‬7‫ ا& إ‬O6‫ وا‬6-‫  ا‬$ ‫ أذ‬7‫” ا& إ‬
8O‫ أذ `  اب ا‬: 1‫ روا‬/‫' و‬.2" .a‫ أن أ‬#N/  
./ "+ %# hJh‫ و‬c8d %#

AbduRRAHMAN bin Abi Bakrah berkata kepada ayahnya: Wahai ayah, aku mendengar
anda berdo’a setiap pagi: Ya ALLAAH sehatkanlah fisikku, Ya ALLAAH sehatkanlah
pendengaranku, Ya ALLAAH sehatkanlah penglihatanku, Tiada Ilah selain ENGKAU.
Lalu engkau ulangi itu 3x di pagi hari dan 3x di sore hari. Maka jawab ayahnya:
“Sungguh aku mendengar nabi SAW berdoa dengan doa tersebut, maka aku cinta untuk
berpegang kepada sunnah beliau SAW, lalu beliau SAW berdoa: “Ya ALLAAH sungguh
aku berlindung kepada-MU dari kekufuran dan kefakiran, ya ALLAAH aku berlindung
kepada-MU dari azab qubur, tiada Ilah selain ENGKAU.” Diulangi 3x di pagi hari dan
3x di sore hari, maka aku cinta untuk berpegang kepada sunnah beliau SAW. [58] Dalam
riwayat lain dikatakan: “Aku berlindung kepada ALLAAH dari azab kubur.” [59]

Z
َ 7ْ ‫ل ا& ُ  َأ‬
َ ُOَ ْ‫َ ِر َأن‬6 ْ .ِ a
ْ ِ‫ ُ
ا‬%) َa َ &a
َ ‫ ِ' َو‬%ْ &َ
َ 'ُ &‫ ا‬H&9 َ ) 8ِ 2 ‫ْ ا‬ َ : 'ُ 2ْ 
َ 'ُ &‫ َ ا‬x ِ ‫س َر‬ ٍ ْ‫ َأو‬ ُ ْ ‫!
ا ُد‬ َ 2ِ hَ
 #
َ
Z
ُ ْ 2َ 9 َ َ ) ! َ ِْ $ َ ِ ‫ َأُ ُذ‬Z ُ ْ َ .َ aْ ‫ك َ ا‬ َ
ِ 
ْ ‫ك َو َو‬ َ
ِ ْ 
َ Hَ& َ َ7‫ك َوَأ‬
َ
ُ 8ْ 
َ َ7‫ َوَأ‬2ِ .َ Oْ &َ_َ Z َ 7ْ ‫َر ) َ ِإَ َ' ِإ َأ‬
‫َ ِر‬2  ْ2ِ ََ َ> َْ ‫ل َو‬َ َ> Z َ 7ْ ‫ب ِإ َأ‬َ ُ7@ ‫ ُ ا‬6ِ ْ َ َ 'ُ 7Dِ/َ ِ ْ6ِ ?ْ َ/ 8ِ 7ْ َ ِ $
َ َ ‫َ&  َوَأ ُ ُء‬ َ $ َ .ِ +َ ْ 2ِ ِ $ َ َ ُ‫َأ ُء‬
F
َ 8ْ >َ ‫ت‬َ َ+/َ َ ِ ٌ>ِ ُ َ ‫ َو ُه‬F ِ %ْ &‫ َو َْ >َ ََ ِْ ا‬1ِ 2 P َ ْ ‫ ا‬F
ِ ‫ ُ َ ِْ َأ ْه‬/َ َ "ِ +ْ ُ ْ‫ َأن‬F
َ 8ْ >َ 'ِ ِ َْ ِْ ‫ت‬ َ َ+/َ َ ِ ً2>ِ ُ
1ِ 2P
َ ْ ‫ ا‬F
ِ ‫ ُ َ ِْ َأ ْه‬/َ c َ 8ِ d
ْ ُ ْ‫َأن‬

Telah menceritakan kepadaku Syaddad bin Aus semoga ALLAAH meridhoinya: Dari
Nabi SAW bahwa tuannya doa istighfar (maksudnya doa istighfar yg paling sempurna –
pen) adalah kamu mengucapkan: Ya ALLAAH ENGKAU-lah RABB-ku tiada Ilah selain
ENGKAU, ENGKAU telah menciptakan aku dan aku adalah hamba-MU, dan aku

al-ikhwan.net
memegang dalam janji-MU dan prasetia-MU sekuat tenagaku, maka aku berlindung
kepada-Mu dari keburukan diriku, aku mengakui pada-MU atas nikmat-MU padaku dan
aku mengakui pada-MU atas dosa-dosaku, maka ampunilah aku karena sesungguhnya
tiada yang mengampuni dosa selain ENGKAU. Maka barangsiapa yang berdoa dengannya
di waktu siang dengan sepenuh keyakinannya lalu ia mati di hari itu sebelum sore maka ia
termasuk penduduk Syurga, dan barangsiapa yang berdoa dengannya di waktu malam
dengan sepenuh keyakinannya lalu ia mati di hari itu sebelum pagi maka ia
termasuk penduduk Syurga”. [60]

‫ ا` اي‬6 .a‫ أ‬: ‫ ”  > ل‬: &a‫' و‬%& `‫ ا‬H&9 `‫ل ا‬a‫ > ل ر‬: ‫' > ل‬2 `‫ ا‬x‫ ا  "د ر‬
S#[‫  ا‬/
> ‫ ' وإن آ ن‬7‫ت ذ‬6? '%‫م وأب إ‬%O‫ ا‬A‫ ه ا‬R‫ إ' إ‬R “

Dari Ibnu Mas’ud RA berkata: Bersabda Nabi SAW: “Barangsiapa berdoa: Aku mohon
ampun kepada ALLAAH yang tiada Ilah selain DIA, yang Maha Hidup lagi terus-menerus
mengurus makhluq-NYA dan aku bertobat kepada-NYA. Maka diampuni dosa-dosanya
walaupun ia pernah lari dari medan pertempuran.” [61]

H& Z%&9 +‫
آ‬+A ‫ل‬f H&‫
و‬+A H& F9 &‫& >ا ا‬a‫' و‬%& `‫ ا‬H&9 `‫ل ا‬a‫> ل ر‬
%‫ل إ اه‬f H&‫ و‬%‫ إ اه‬H& Z‫ رآ‬+‫
آ‬+A ‫ل‬f H&‫
و‬+A H& ‫ و رك‬%‫ل إ اه‬f H&‫ و‬%‫إ اه‬
7 ‫ أ‬: ‫ ري > ل‬d7z‫  أ "د ا‬: 1‫ روا‬/‫ و‬..+&
> +‫م آ‬J"‫
وا‬%P
%+# $7‫ إ‬%+ ‫ ا‬/
$%& &d7 ‫ ا` أن‬7‫
أ‬a  %* ‫ ل‬O/ ‫ دة‬8 
a Y&P / &a‫' و‬%& `‫ ا‬H&9 `‫ل ا‬a‫ر‬
h 'N"  '7‫ أ‬2%2+ H.# &a‫' و‬%& `‫ ا‬H&9 `‫ل ا‬a‫ ر‬Z-"/ ‫ > ل‬$%& &d7 S%-/ `‫ل ا‬a‫ ر‬
H& Z%&9 +‫
آ‬+A ‫ل‬f H&‫
و‬+A H& F9 &‫ ا‬: ‫ ) >ا‬: &a‫' و‬%& `‫ ا‬H&9 `‫ل ا‬a‫> ل ر‬

%P
%+# $7‫ إ‬%+ ‫ ا‬/ %‫ل إ اه‬f H& Z‫ رآ‬+‫
آ‬+A ‫ل‬f H&‫
و‬+A H& ‫ و رك‬%‫ل إ اه‬f
.+& +‫م آ‬J"‫) وا‬

Bersabda Nabi SAW: Ucapkan oleh kalian semua: Ya ALLAAH berikanlah shalawat
kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana ENGKAU
memberikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berikanlah barakah
kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana ENGKAU
memberikan barakah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, di seluruh alam ini hanya
ENGKAU lah yang Maha Terpuji lagi Maha Terhormat, sedangkan ucapan salam adalah
seperti yang telah kalian ketahui.[62] Dalam riwayat yang lain: Dari Abu Mas’ud Al-
Anshary berkata: Nabi SAW datang kepada kami di majlis Sa’ad bin Ubadah, maka
berkatalah Basyir bin Sa’d: ALLAAH telah memerintahkan kepada kita untuk ber-
shalawat kepada anda wahai RasuluLLAAH, maka bagaimana caranya kami ber-shalawat
kepada anda..? Maka Nabi SAW diam sampai kami berharap seandainya ia tidak bertanya
demikian, lalu tiba-tiba beliau menjawab: Ucapkan oleh kalian semua: Ya ALLAAH
berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana
ENGKAU memberikanshalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berikanlah barakah kepada
Muhammad dankepada keluarga Muhammad, sebagaimana ENGKAU memberikan
barakah kepada keluarga Ibrahim, di seluruh alam ini hanya ENGKAU lah yang Maha

al-ikhwan.net
Terpuji lagi MahaTerhormat, sedangkan ucapan salam adalah seperti yg telah kalian
ketahui [63].

” 18%C 12P‫ أن ا‬: ‫ه‬8_‫م و أ‬J"‫ ا‬2 $.‫


أ>ئ أ‬+A  : ‫ ل‬O/ ، ‫ي‬a‫ أ‬1&% %‫ إ اه‬Z%O
1‫ روا‬/‫ ” و‬8‫ ا` و ا` أآ‬R‫ إ' إ‬R‫
` و‬+A‫ ن ا` و ا‬A8a a‫ ?ا‬، ‫ ن‬%> 7‫ ء و أ‬+‫ ا‬1  1 .‫ا‬
‫ء‬+& H/. c d‫ و ا
ا‬8‫ ا` و ا` أآ‬R‫ إ' إ‬R ‫
` و‬+A‫ ن ا` و ا‬A8a : ‫[ان‬%+‫ ا‬/ &Oh‫  أ‬:
`‫ ?س ا‬8‫ ا` و ا` أآ‬R‫ إ' إ‬R ‫
` و‬+A‫ ن ا` و ا‬A8a : ‫ ”  > ل‬: 1‫ روا‬/‫' “و‬8".A%/ &"+‫ا‬
12P‫ ا‬/ ‫ة‬P! 2 ‫
ة‬#‫ وا‬F-

Sabda Nabi SAW: Aku bertemu dg nabi Ibrahim di malam aku di-Isra’-kan dan ia berkata:
Wahai Muhammad sampaikan kepada ummatmu salam dari-Ku dan sampaikan kepada
mereka: Sesungguhnya Syurga itu tanahnya amat bersih dan berkilauan dan airnya amat
sangat segar diminum, dan amat sangat indah (pemandangannya), rumput-rumputnya
adalah kalimat Maha Suci ALLAAH dan segala puji bagi ALLAAH dan Tiada Ilah selain
ALLAAH dan ALLAAH Maha Besar, dan anak-anak kecil yang meninggal dari seorang
muslim namun ia mampu bersabar. [64] Dlm riwayat yang lain dikatakan: Barangsiapa
yang mengucapkan: Maha Suci ALLAAH dan segala puji bagi ALLAAH dan Tiada Ilah
selain ALLAAH dan ALLAAH Maha Besar, maka ALLAAH SWT menciptakan dari tiap
kalimat yg diucapkannya itu sebuah pohon yang bermacam-macam di Syurga untuknya.
[65]

‫ن‬
َ َ‫* َ َِا ٍر آ‬
ْ
َ ٌِ
>َ ‫! ْ ٍء‬
َ F
) ‫ ُآ‬Hَ&
َ َ ُ‫ ُ
َوه‬+ْ A
َ ْ ‫ َوَ ُ' ا‬$
ُ &ْ +ُ ْ ‫ َ ُ' َ ُ' ا‬$
َ ِ! َ َ <ُ
َ #
ْ ‫ل َ ِإَ َ' ِإ ا& ُ' َو‬ َ َ> َْ
F
َ %ِ+َ aْ ‫ ِْ َوَ ِ
ِإ‬Yٍ 6ُ 7ْ ‫ َأ‬1َ َ َ ْ‫‰ َأر‬
َ .َ 
ْ ‫ْ َأ‬+َ ‫َآ‬

Barangsiapa yang mengucapkan: Tiada Ilah selain ALLAAH yang Esa tiada sekutu bagi-
NYA, bagi-NYA kerajaan dan bagi-NYA puji dan DIA Maha Berkuasa atas segala
sesuatu. Diulang 10x maka sebanding pahalanya dengan memerdekakan 4 orang dari
keturunan Nabi Ismail”. [66]

، $%‫ك و أب إ‬6 .a‫ أ‬Z7‫ أ‬R‫ إ' إ‬R ‫


ك أ!
أن‬+A ‫ ا& و‬$7 A8a <
+A ‫ ن ا` و‬A8a : ‫ > ل‬
' ‫ رة‬6‫ آ‬Z7 ‫   آ‬Y&P /  >  ‫' و‬%& 58 5  ‫ آ‬Z7 ‫ ذآ آ‬Y&P /  O/

Barangsiapa berkata: Maha Suci ALLAAH dg memuji-NYA, maha Suci ENGKAU ya


ALLAAH
dengan memuji-MU, aku bersaksi tiada Ilah selain ENGKAU, aku mohon ampun kepada-
MU dan aku bertobat kepada-MU. Lalu ia membacanya di majlis dzikir maka ia bagaikan
stempel yang menutup/ menyempurnakan dzikir-dzikir tersebut, dan barangsiapa yang
mengucapkannya di majlis senda gurau maka ia menjadi penebus/ kafarat bagi dosanya”.
[67]

al-ikhwan.net
PENUTUP

Ikhwah wa akhwat fiLLAAH,

Demikianlah doa Al-Ma’tsurat karangan Al-Imam Al-Mujaddid Hasan Al-Banna


rahimahuLLAAH telah kami takhrij dan sekaligus tahqiq hadits-haditsnya menurut yang
hal-hal yang telah disepakati oleh para muhaddits, selain dari yang telah aku tuliskan
disini kami dapati ada beberapa masalah dalam hadits-haditsnya, baik yang dha’if, munkar
ataupun maudhu’ menurut sebagian ulama, sehingga kami tidak mencantumkannya, demi
menjaga kaidah: Keluar dari pertengkaran adalah lebih utama (Fn/‫ف أ‬JV‫)_وج  ا‬..

Adapun jika yang ingin membaca do’a-do’a yang lain (baik dari do’a Al-Ma’tsurat yang
tidak dicantumkan disini maupun ditambah dangan doa-lain-lainnya) maka sepanjang
tidak diniatkan sebagai hadits Nabi SAW maka diperbolehkan, karena para ulama salaf-
pun telah berdoa dengan berbagai doa yang lain, yang telah mereka buat dan susun sendiri,
dan semua doa mereka itu telah dicantumkan dan dapat dibaca pada
muqaddimmah maupun khawatim kitab-kitab mereka..

Maka selesailah kutaib ini dengan idzin ALLAAH Ta’ala.. Dan kami tutup tulisan ini
dengan doa dua orang hamba yang amat shalih dalam Al-Qur’an: “Ya ALLAAH terimalah
pekerjaan kami ini, sesungguhnya ENGKAU Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui…”[68]

al-ikhwan.net
CATATAN KAKI

[1] Lih. Kitab beliau Ash-Shahwah Al-Islamiyyah Bayna Al-Ikhtilaf Al-Masyru’ wat
Tafarruq Al-Madzmum.

[2] QS Al-An’am, 6/52

[3] Imam At-Thabari, Jami’ul Bayan Fi Ta’wilil Qur’an, XI/381

[4] Ibid, XI/387

[5] QS Al-Kahfi, 18/28

[6] Op.cit, XVIII/5

[7] Ibid, XVIII/6; Saya berkata: Hadits ini Rijal-nya di-taustiq oleh Imam Ibni Hajar Al-
Haitsami dlm kitabnya Majma’uz Zawa’id (VI/384, hadits no. 10998) sbb : “Hadits ini di-
takhrij oleh Imam At-Thabrani dan Rijal-nya adalah Rijal Shahih.”

[8] Ma’alimut Tanzil, V/166

[9] Lih. Juga tafsir Ad-Durrul Mantsur, V/380 dan Ibnu Katsir, III/82

[10] Al-Jami’us Shahih Lil-Bukhari, XXI/252

[11] Fathul Bari’ Libni Hajar, XVIII/212 no. 5929

[12] Syarh Ibnu Baththal, XIX/184

[13] Shahih Muslim, XVII/312, bab “Keutamaan Ijtima’ (Berkumpul) Membaca Al-
Qur’an dan Berdzikir”

[14] Syarhun Nawawi ‘Ala Muslim, XVII/15

[15] HR Bukhari, XXIV/246 bab “Wa YuhadzdzirukumuLLAAHu Nafsah” no. 7404;


Muslim, XVII/253 bab “Al-Hatstsu ‘Ala DzikriLLAAHi Ta’ala” no. 6981

[16] Fathul Bari’, XX/481 no. 6856

[17] Umdatul Qariy, XXXVI/38

[18] Tuhfatul Ahwadzi, VIII/500, no. 3527

al-ikhwan.net
[19] Riyadhus Shalihin, Kitabul Adzkar, Bab Fadhlu Halqudz Dzikri Wan Nadbu Ila
Mulazamatiha, hal. 424

[20] Mukhtashar Irwa’ Al-Ghalil, I/69 hadits no. 342

[21] HR Ibnu Sunni, no. 48 dari Daud bin Salik dari Yazid dari Anas RA; tidak ada yg
menganggapnya tsiqah kecuali Ibnu Hibban, dan di dalam At-Taqrib dikatakan: Dia
maqbul (yaitu dalam mutaba’ah)

[22] HR Ibnu Abi Syaibah, I/92 hadits no.1 dengan sanad shahih, semua rijal-nya tsiqah
dan merupakan rijal Syaikhan, seandainya Ibnu Juraij tidak mudallis, namun dlm lafzh
hadits ini ia benar2 menggunakan ‘an’anah.

[23] HR Tirmidzi, II/151; Ad-Darami, II/458; Ahmad, V/26; Ibnu Sunni dlm Amalul
Yaum wal Laylah, no. 78; semuanya dari jalan Khalid bin Thahman, berkata Tirmidzi:
Hadits ini Gharib aku tidak mengetahuinya kecuali dari bentuk ini. Berkata Ibnu Ma’in:
Khalid ini dha’if, karena 10 th sebelum wafatnya ingatannya tercampur, adapun
sebelumnya ia tsiqah. Berkata Adz Dzahabi: Tirmidzi tidak pernah meng-hasan-kannya.
Ana men-takhrij hadits ini dan hadits berikutnya bukan untuk ber-hujjah dengannya,
namun hanya untuk memperkuat hadits yg sebelumnya.

[24] HR As-Suyuthi dan di-dha’if-kan oleh Albani dlm Dha’if Al-Irwa’ no. 342; juga dlm
Ta’liq At-Targhib, II/225; dan dlm Dha’iful Jami’ hadits no.5732

[25] HR Bukhari, Kitab Kutamaan Al-Qur’an, Bab Keutamaan Al-Fatihah, XV/409

[26] HR Muslim, Kitab Shalat Musafir dan Qasharnya, Bab Keutamaan Al-Fatihah, Akhir
Al-Baqarah dan 2 Ayat Terakhir Al-Baqarah, IV/233

[27] HR Bukhari, bab Keutamaan Al-Qur’an, XV/410 hadits no.4622

[28] HR Muslim, bab Wajibnya Membaca Fatihah di Tiap Raka’at, II/352 hadits no. 598;
Shahih Ibnu Majah no. 838 oleh Albani; juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, I/143;
dan At-Thahawi, I/127

[29] HR Bukhari, bab Keutamaan Membaca Amin, III/246 hadits no. 739; dan Muslim,
bab At-Tasmi, wat-Tahmid wat-Ta’min, II/380 hadits no.619

[30] HR Bukhari, Kitab Fadha’ilul Qur’an, XV/413 hadits no. 4624

[31] HR Abu Daud no. 1341, dengan sanad shahih (lih. Juga Al-Fath, XI/225)

[32] Di-shahih-kan oleh Albani dlm Shahih At-Targhib, I/161 no. 662

[33] Di-shahih-kan oleh Albani dlm Shahih At-Targhib, II/87

al-ikhwan.net
[34] HR Muslim, Kitab Shalat Musafir dan Qasharnya, Bab Keutamaan Al-Fatihah, Akhir
Al-Baqarah dan 2 Ayat Terakhir surat Al-Baqarah, IV/233

[35] HR Muslim, Penyebutan Sidratil Muntaha, I/405, hadits no. 252

[36] HR Muslim, IV/234 hadits no. 1339

[37] HR Bukhari, bab Keutamaan surat Al-Baqarah, XV/413 hadits no. 4624

[38] Sebagian menafsirkan makna mencukupi: untuk melindunginya dari keburukan di


malam tersebut, sebagian lagi mengartikannya: Mencukupi dari Qiyamu Layl.

[39]. HR Muslim, IV/241, hadits no. 1344

[40]. HR Muslim, IV/242, hadits no. 1345

[41]. Berkata Albani dlm Shahih At-Targhib wat Tarhib, (I/141, hadits no. 583): Shahih
Lighairihi, diriwayatkan oleh Abu Ya’la dengan sanad hasan, juga At-Thabrani dlm Al-
Kabir dan ini adalah lafzh-nya. Berkata Albani

[42]. HR Al-Hakim, dia berkata: Sanad-nya shahih, berkata Albani dlm Shahih At-
Targhib wat Tarhib, (II/92): Hasan Lighairihi, sanad-nya muttashil dengan para perawi
yg tsiqah dan masyhur. Lih. Juga komentarnya di kitabnya yg lain, Shahih wa Dha’if
Sunan At-Tirmidzi, VI/394, hadits no. 2894; juga dlm Shahih wa Dha’if Al-Jami’us
Shaghir, XVII/2, hadits no. 7855

[43]. HR Bukhari, XV/422, bab Keutamaan Mu’awwidzatain, hadits no. 4629

[44]. HR Bukhari, XV/423, bab Keutamaan Mu’awwidzatain, hadits no. 4630

[45]. HR Muslim, IV/246, bab Keutamaan membaca Mu’awwidzatain, hadits no. 1348

[46]. Al-Kalimut Thayyib, Ibni Taimiyyah dan di-shahih-kan oleh Al-albani (lih. Tahqiq-
nya atas hadits tsb, juz I/68, hadits no.19)

[47]. HR Nasa’i, I/196; Ibni Khuzaimah, no. 755; Abu Daud, no. 1523; Ibni Hibban, no.
2347; Ahmad, IV/159; di-shahih-kan oleh Al-albani (lih. Ash-Shahihah, II/144, hadits no.
645)

[48]. HR At-Thabrani dalam Al-Kabir, V/210, hadits no. 5011; Al-Hakim, IV/360-361;
HR Ibnu Sa’d, dlm At-Thabaqat, II/199; An-Nasa’i, II/172; Ibnu Abi Syaibah, dlm Al-
Mushannaf, VIII/29-30, hadits no. 3569; Ahmad, III/67; berkata Al-Hafizh Al-Iraqi dlm
Takhrij Al-Ihya’ (II/336): Shahih sesuai syarat Muslim. Dan disepakati oleh Al-albani
(Ash-Shahihah, II/260 hadits no. 2761)

al-ikhwan.net
[49]. HR Muslim, XIII/253, hadits no. 4901

[50]. HR Nasa’i, dlm Amalul Yaumi wal Laylah, (I/133); juga kitab yg sama tulisan Ibnu
Sunni (XII/32); Ad-Darami, II/292; At-Thabrani dlm Ad-Du’a, II/926; Ahmad, III/407;
Ibnu Abi Syaibah, dlm Al-Mushannaf, IX/71; di-shahih-kan oleh Albani dlm Ash-
Shahihah, VI/488 hadits no. 2989

[51]. HR Abu Daud, hadits no. 1529; di-shahih-kan oleh Albani dlm Ash-Shahihah, I/589

[52]. HR Al-Mundziri, dlm At-Targhib, I/229; Al-Haitsami dlm Al-Majma’, X/116; di-
shahih-kan oleh Albani dlm ash-Shahihah, VI/421

[53]. HR Muslim, XIII/258, hadits no. 4905

[54]. HR Ibnu Majah, hadits no. 3869; Turmudzi, hadits no. 3388; Abu Daud, hadits no.
5088; di-shahih-kan oleh Albani di beberapa kitabnya, spt dlm Takhrij Al-Mukhtarah, no.
291-292, At-Ta’liiq Ar-Raghiib, I/226-227

[55]. HR Ahmad, XL/98 hadits no. 18.781; Ibnu Abi Syaibah, VII/88; di-shahih-kan oleh
Albani dlm Shahih At-Targhib wat Tarhib, I/9 hadits no. 36

[56]. HR Muslim, XIII/231, hadits no. 4881; juga di beberapa tempat di kitabnya

[57]. HR Bukhari, X/21, hadits no. 2679

[58] HR Abu Daud, dalam Al-Adab, hadits no. 5090; Nasa’i, dlm Amalul Yaumi wal
Laylah, XXII/572; Ibnu Sunni, hadits no. 67; Ahmad, V/42; di-hasan-kan oleh Albani
dalam Tamamul Minah, I/232

[59] Zhilalul Jannah, II/119 hadits no. 119 no. 872

[60] HR Bukhari, XIX/363, hadits no. 5831

[61] HR Al-Hakim, I/692, hadits no. 1884 dan ia berkata : Shahih sesuai syarat Syaikhan,
dan disepakati oleh Albani di beberapa tempat dlm tulisannya, seperti dalam Shahih At-
Targhib wat Tarhib, II/125 no. 1622; Shahih wa Dha’if Sunan Abi Daud, IV/17 no. 1517;
Shahih wa Dha’if Sunan At-Tirmidzi, VIII/77 no. 3577; dan dalam Tahqiq Riyadhus
Shalihin, I/639 no. 1883 ia berkata: Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Hakim dengan sanad
yang kuat, adapun yang dikeluarkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari jalan Zaid maula
Nabi SAW dlm sanad-nya ada orang yang tak dikenal, tetapi sebagai syahid maka tidak
mengapa dan hadits ini memiliki beberapa penguat yang lainnya.

[62] HR At-Turmudzi, hadits no. 3220 dan di-shahih-kan oleh Albani dlm beberapa
kitabnya, yaitu dalam Shahih wa Dha’if Sunan At-Turmudzi, VII/220 no. 3450; dalam
Shahih wa Dha’if Sunan An-Nasa’i, III/429; dan dalam Shahih Sunan Abi Daud, no. 901

al-ikhwan.net
[63] HR Ibnu Mas’ud dalam Fadhlus Shalah ‘alan Nabiyy SAW, Al-Juhdhiy Al-Malikiy,
I/59 hadits no. 63, dg tahqiq Albani dan di-shahih-kannya [47]. Dalam 2 riwayat hadits di
atas, sengaja ana mencantumkan shalawat yang menggunakan lafzh: “di seluruh alam ini”
(%+ ‫ ا‬/) untuk menunjukkan bahwa tambahan ini adalah shahih, berbeda dangan
sebagian orang yang menuduh bahwa tambahan yang demikian dha’if, waLLAAHul
musta’an

[64] HR At-Turmudzi, II/258 dan di-shahih-kan Albani dlm Ash-Shahihah, I/165

[65] HR Ibnu Hibban, hadits no. 2328; Al-Hakim, I/511; dan di-shahih-kan Albani dalam
Ash-Shahihah, III/202

[66] HR At-Thabrani dalam Al-Ausath, II/235 dan di-shahih-kan Albani dalam Ash-
Shahihah, VI/890; dan tentang penyebutan 100x di-shahih-kannya dalam Shahih At-
Targhib wat Tarhib, I/160 no. 658

[67] HR Muslim, XIII/203, hadits no. 4859

[68] HR At-Thabrani, I/79 hadits no. 2; Hakim, I/537 dia berkata : Shahih sesuai syarat
Muslim, dan diperkuat oleh Al-Mundziri, II/236 dia berkata : Rijal-nya adalah Rijal hadits
shahih. Disepakati pula oleh Al-Haitsami, X/142-423 dan juga oleh Albani, dlm Ash-
Shahihah, I/120

al-ikhwan.net