Anda di halaman 1dari 3

1.

Soal tabung reaksi


a. Gimana kejernihan smpel urin ? keruh seperti susu
b. Kelainan infeksi Uretritis, cystitis.
2. Soal Dispstik
a. Dipstik eritrosit --- tergantung di tabung--- +1. +2, +3
b. Kelainan Trauma, BSK, ISK, Keganasan
3. Soal gambar eritrosit
a. Eritrosit dismorfik
b. Glomerulonefritis, sindrom nefritik
4. Soal gambar Leukosit
a. Leukosit
b. Nilai normal 1-4/lpb
5. Soal gambar
a. Kristal triple fosfat
b. Drajat interpertasi N N 0-1/lpb
2-5/lpb +
5-10/lpb ++
10-30/lpb +++
>30/lpb ++++
6. Soal Dipstik
a. Nitrit ----- +
b. infeksi bakteri penghasil urase proteus, kliebsiella,
enterobakter sistitis, pielonefritis,
7. Soal dipstik
a. Glukosa liat berapa positifnya....
b. DM, Acute Kidney Injury
8. Soal Gmambar
a. silindir hialin
b. normal kalau ditemukan 1/LPB
c. terdapat proteinuria (glomerulonefritis, Gagal ginjal) dan
dehidrasi
9. Soal Gambar
a. Kristal kalsium oksalat
b. Kubis, asparagus, teh, kopi
10. soal dipstik
a. protein liat berapa + nya

b. Sindrom nefrotik, sindrom nefritik, gagal ginjal.


11. Gambar
a. kristal cystin
b. cistinuria dan homosistinuria | kelainan genetik gangguan
reabsorbsi cistin di tubulus ginjal, kelainan metabolisme sistin.
12. Gambar leukosit
a. Leukosituria
b. Infeksi pielonefritis, sistitis, uretritis.
13. Gambar
a. Silinder epitel tubulus
b. Tubular nekrosis akut, ---14. Gambar
a. Sel epitel transisional
b. kerusakan/peradangan ureter, vesika, uretra posterior
15. Gambar
a. Trikomonas Vaginalis/ leusin
b. tirosinosis (kalo leusn) | trikomoniasis
Interpretasi Dipstik
1. SG berat Jenis Urin Normal 1,003 1,030 | BJ rendah DI, banyak
minum, udara dingin | BJ urin tinggi dehidrasi, DM, proteinuria
2. Ph normal 4,8 7,5 6 | ph urin tinggi (alkalis) infeksi
(pielonefritis, sistitis dll)| Ph urin rendah asam batu asam urat, -------

pH basa : setelah makan, vegetarian, alkalosis sistemik, infeksi saluran kemih


(Proteus atau Pseudomonas menguraikan urea menjadi CO2 dan ammonia), terapi
alkalinisasi, asidosis tubulus ginjal, spesimen basi.

pH asam : ketosis (diabetes, kelaparan, penyakit demam pada anak), asidosis sistemik
(kecuali pada gangguan fungsi tubulus, asidosis respiratorik atau metabolic memicu
pengasaman urine dan meningkatkan ekskresi NH4+), terapi pengasaman.

3.
4.
5.
6.

Leu infeksi
Prot glomerulonefritis, gagal ginjal, sindrom nefrotik
Nit infeksi bakteri penghasil urase (proteus, dll)
Glu DM, AKI,

7. Keton + DM (gangguan metabolisme karbohidat), asupan karbohidrat


kurang, gangguan absorbsi karbohidrat (kelainan GI)

8. Urobilinogen destruksi hemoglobin berlebihan (ikterik hemolitika atau anemia


hemolitik oleh sebab apapun), kerusakan parenkim hepar (toksik hepar, hepatitis
infeksiosa, sirosis hepar, keganasan hepar), penyakit jantung dengan bendungan
kronik, obstruksi usus, mononukleosis infeksiosa, anemia sel sabit
9. Bilirubin ikterus parenkimatosa (hepatitis infeksiosa, toksik hepar), ikterus
obstruktif, kanker hati (sekunder), CHF disertai ikterik.
10. Eritrosit | HB sindrom nefritik, BSK, ISK,
11. BPH, keganasan.