Anda di halaman 1dari 7

PEMERIKSAAN UROLOGI

- 3 macam pemeriksaan subjektif anamnesis


Objektif pemeriksaan fisis
penunjang menunjang diahnosis lab, imaging | spesialistik
uroflometri/urodinamika = u/ mengetahui kekencangan aliran
kencing pem. Prostat/ kelaianan sal kemih | elektromiografi
keadaan otot|endourologi prosedur bedah minimal invasif |
laparoskopi prosedur bedah abdomen pke alat dgn d kecil +
kamera dimaksukan tersambung monitor.

-Anamnesis KU, RPD + keluarga, RPS


KU sistemik penyulit gagal ginjal malaise, pucat, uremia
infeksi urosepsis demam dan menggigil
lokal nyeri, kel. Miksi, benjolan, disfungsi seksual, infertilitas.
Hesitansi yaitu memulai kencing yang lama dan seringkali disertai dengan
mengejan yang disebabkan oleh karena otot destrussor buli-buli memerlukan
waktu beberapa lama meningkatkan tekanan intravesikal guna mengatasi
adanya tekanan dalam uretra prostatika.
NYERI
urogenital 2 macam lokal daerah kostovertebra | referred pain kolik
ureter nyeri sampai inguinal, testis dan tungkai bawah.
inflamasi akut tergantung tempat sangat nyeri berkapsul (krn
regangan pd kapsul) pielonefritis, prostatitis, epididimitis akut | berongga
ga nyaman vesika urinaria, dan uretra.
Nyeri Ginjal
Nyeri
kolik
ureter & ginjal

Nyeri vesika
(buli)
Nyeri prostat
Nyeri
testis
(epididimis)

Nyeri penis

Regangan pd kapsul ginjal pielonefritis akut edema.


Obstruksi hidronefrosis, kista dan tumor.
Spasme otot ureter/kalises ginjal ger. Peristaltik terhambat
batu, bek. Darah/ bnda asaing sangat sakit + hilang timbul
menjalae (awal kostovertebra abdomen ventral inguinal
kmaluan )
+ keluhan GI tract mual dan muntah.
Suprasimfisis overdistensi vesika (retensi urin) + inflamasi
(sistisis interstisialis, tuberkulosis, sistosomiasis) suprapubik
discomfort muncul (buli penuh berkurang setelah miksi)
+ stranguria nyeri ditusuk saat akhir miksi + hematuria
Inflamasi edema + distensi kapsul prostat - daerah
abdomen bawah, inguinal, lumbosakral, perineal, rektum. + kel.
Miksi frekuensi, disuria, retensi urin
Nyeri skrotum Penyebab 2 lokal (organ di skrotum torsio
testis atau torsio apendiks testis, epididimitis/orkitis akur/
trauma
testis
|
reffered
pain.
inflamasi akut distensi kapsul nyeri sangat
Nyeri tumpul varikokel, hidrokel dan tumor testis.
Tidak ereksi referred pain inflamasi mukosa buli/uretra

trutama di daerah MUE.


--> peradangan prepusium, glans penis dan parapiriformis
nyeri ujung penis
Ereksi peyronie (ada pla jar. Fibrotik tunika albugenia korpus
karvenosum bending (melengkung) saat ereksi)
Priapismus ereksi ters menerus _ tnpa ereksi glans + tanpa
hasrat seks sangat nyeri.
KELUHAN BERKEMIH 3 Penyimpanan (storage) gejala iritasi frekuensi,
poliuri, urgensi, disuria, nokturia | pengeluaran (voiding) gejala obstruksi
hesitansi, mengejan saat miksi, pancaran urin melemah, intermitensi | keluhan
pasca miksi air kencing menetes, kencing tidak puas, tersa ada sisa kencing |
inkontinensia, enuresis. LUTS (lower urinary tract symptoms).
> STORAGE
Urgensi
Frekuensi
Polakisuria

Nokturia

Disuria

Rasa sangat ingin kencing (sakit) inflamasi hiperaktifitas


dan hiperiritabilitas buli krn inflamasi, bnda asing di buli,
obstruksi infravesika, kelainan buli nerogen.
5-6 kali, vol -+ 300 ml/miksi | polakisuria frekuensi > 8 kali/
hari.
penyebab 2 1. Produksi urin berlebih (poliuria) DM, DI,
asupan cairan berlebih | 2. Menurunnya kapasitas buli
obstruksi infravesika, komplians menurun, buli contracted,
inflamasi/ iritasi o/ benda asing.
Berkemih >1 kali pd malam hari,
Penyebab minum banyak air trutama alkohol dan kopi
sebelum tidur
produksi urin meningkat CHF, odem perifer.
orang tua kegagalan ginjal melakukan pemekatan urine.
Nyeri saat miksi inflamasi buli/ uretra nyeri (palin sakit
MUE)nyeri di awal (uretra) | akhir miksi pd buli
Stranguria nyeri saat miksi + hematuria

> VOIDING
Obstruksi infravesika hesitansi awal keluar urin lbh lama + perlu mengejan
pancaran lemah, tidak jauh, kecil, bercabang dan bisa intermitensi
(terputus).
-obstruksi uretra Striktura uretra ant panvaran kecil, deras, bercabang,
kadang berputar.

> PASCA MIKSI


Perasaan tidak puas terasa masih ada sisa urin krn masih keluar tetesan urin
(terminal dribbling)
Buli ga bisa kosongin isi retensi urine nyeri suprapubik + urgensi penuh
inkontinesia paradoksa (menetes tanpa disadari).

>HEMATURIA
ada sel darah merah dlm urin harus dibedain bloody urethral discharge
(perdarahan keluar dr MUE tanpa miksi trauma/tumor urethra) |
Pseudohematuria/falsehem warna kemerahan tapi bukan SDM hbnuria,
mioglobinuria, asam urat meningkat, makan/minum mengandung pigmen
merah, minum obat (fenotiazina, piridium, porfirin, rifampisin, fenolftalein).
Visual dibagi 2 makroskopis (kasat mata terlihat merah) | mikroskopis ga
terlihat kasat mata, mikros >2 SDM/ lp pandang
Hematuria makros terus-menerus 1. Gumpalan darah menyumbat aliran
urin
2. Eksanguinasi syok hipovolemik n anemi
urosepsis
Penyebab hematuria
Darah, SLE

luar urogenitalia kelainan hematologi, pemb.

urogenital infeksi keganasan (waspadai keganasan


painless hematuria)
1. Infeksi/inf

pielonefritis,
glomerulonefritis,
ureteritis, sistitis, uretritis
2. Tumor

Wilm,
Grawitz,
pielum,ureter,buli,prostat,hiperplasi prostat jinak
3. Kelainan bawaan kisata ginjal,ren mobilis
4. Trauma mencederai sistem urogenitalia
5. Batu sal. Kemih
Pertanyaan yng harus digali bagaimana warna ?? merah segar darah
baru buli, prostat, uretra| darah lama/ dr glomerulus kecoklatan sperti
cacing (vermiform)
apa diikuti dengan bekuan drah?
bagian hematuria ? inisial(awal) uretra| total
ginjal, ureter, buli| terminal leher buli.
sakit ? bagian atas kolik/ gejala iritasi | bawah
disuria, stranguria.
>PYURIA mikroskopis Cuma terlihat dibawah mikroskop jumlah sedimen
SDP abnormal | Makroskopis kasat mata urin keruh/pus.
> INKONTINENSIA
bulidisadari/tidak.
(BPH)

URIN

ga

mampu

menahan

urin

yang

keluar

dr

paradoksa urin keluar saat buli penuh pada obstruksi infravesika


Stres -- tekanan abdomen meningkat kelemahan otot panggul
urge -- ada keinginan kencing sistisis, buli nerogen

continuous/true urin selalu keluar fistel vesiko/uretero vagina,


ureter ektopik, kerusakan sfingter uretra.

> ENURESIS penyebabnya apa ??


Bedwetting keluar urin waktu tidur sejak lahir enuresis primer | makin
bertambah usia angka makin menurun.
>Pneumaturia bercampur udara penyebab Fistula abnormal antara buli/
fermentasi glukosa jd CO2 dalam urin (DM).
> HEMATOSPERMIA
Ada darah dalam cairan ejakulat (semen) -+ usia 30-40 thn (usia paling
banyak) 85-90%-berulang
Krn kelainan prostat dan vesikula seminalis (asal cairan smen paling banyak)
inflamasi/infeksi, karsinoma prostat, tbc prostat.
>KELUHAN pd SKROTUM dan isinya
-buah zakar membesar (tumor testis, hidrokel, spermatokel, hematokel, hernia
sakrotalis) , varikokel (bentukan berkelok seperti cacing), kriptokismus.
> KELUHAN DISFUNGSI SEKSUAL
-libido menurn, ereksi menurun, ejakulasi retrograd (airmani ga kelar waktu
ejakulasi), ga pernah rasa oegasmus, ejakulasi dini.
PEMERIKSAAN FISIS keadaan umum dan urologi
pemeriksaan ginjal, buli, genitalia eksterna, neurologi.
> GINJAL
1. Inspeksi abdomen atas simetris/ga ? pembesarn hidronefrosis,
abses paranefrik, tumor ginjal/tumor pd organ retroperitoneum lain.
2. Palpasi bimanual dengan 2 tangan kiri (sudut kostovertebra) u/ angkat
ginjal ke atas | kanan raba ginjal dr depan bawah arkus kosta normal ginjal
kanan masih teraba (normal anak dan dewasa kurus) kanan ga teraba
karena letak lebih tinggi. | bayi dan neonatus palapsi ibu jari 4 jari lain
post (sudut kostovertebra)
3. Perkusi ketokan sudut kostovertebra pemb ginjal hidronefrosis/tmar
palpasi=teraba, perkusi=nyeri
4. auskultasi stenosis arteri renalis (bruit epigastrium/ abdomen bag atas) +
bisa disertai aneurisma/ malformasi arteriovenous.

> BULI-BULI
Normal sulit diraba bisa diraba udah ada urin min 150 mL.

Inspeksi suprasimfisisnya benjolan (tumor ganas/terisi penuh)/masaa, jar


parut/bekas operasi
Palpasi pem bimanual pembiusan wanita 1 diatas abdomen, lain
menekan vagina
Pria yang lain colok dubur
> GENITALIA EKSTERNA
Inspeksi meatus dan glas terutma = sulkus koronarius | ada/ga
mikropenis, makropenis, hipospadia, kordae, epispadia, stenosis meatus uretra
eksterna, fimosis/parafimosis, fistel uretrokutan, ulkus/tumor penis.
-Striktura uretra ant fibrosis korpus spongiosum spongiofibrosis keras
saat diraba mungkin peny. Peyrone.

> PEMERIKSAAN SKROTUM dan ISInya


Inspeksi pembesaran, hipoplasi klit (kriptokismus),
trnasluminasi bedain massa padat/kistus menerawang transiluminasi
+ dan diafanoskopi+
Palpasi nyeri ?

> COLOK DUBUR


Masukan jari telunjuk + pelicin lubang dubur | dinilai :
1. Tonus sfingter ani & refleks bulbokarvenosus - adanya jepitan dr sfingter
ani pd jari akibat rangsangan sakit pd glans penis/klitoris. | wanita +
colok vagina kelainan massa di serviks/buli, darah di vagina.
2. Kemungkinan massa lumen rektum
3. Nilai keadaan prostat
> PEM. NEUROLOGI
Buli neurogen kelainan neurologi kelainan sis. Urogrnital
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Urinalisis 1. Makroskopik warna, bau, BJ
2. kimia (dipstik) ph(normal 5,5-6,5 basa - infeksi bakteri pmcah
urea| asam batu as.urat/asidosis tub. ginjal, prot, glukosa glukosaria
DM/nilai ambang glukosa rendah pem lanjut glukosa puasa dan 2
jam stlah makan (glukosa darah)| proteinuria persisten pem urin 24
jam.
3. mikros (uda di sentrifugasi) sel darah(eri (> 2/lp cedera sis. Sal
kemih), leu (>5/lp/ piuria inf sal kemih), plasma), sel dari sal repro pria
(epitel,sperma), sel luar sal kemih (bakteri, fungi parasit), silinder (hialin,

granul, waxy)/kristal (oksalat dan urat)| silinder(cast) mukoprot/elemen


dr parenkim ginjal tercetak dalam tubulus(kerusakan parenkim ginjal)
-nitrat/ leukosit urin infeksi/inflamasi.
-BJ kemampuan ginjal u/ memekatkan urin (to concentrate) BJ rendah
<1008 insufisiensi ginjal, asupan air banyak, poliuria, SIADH.
Pemeriksaan Darah
1. Darah rutin kadar Hb, leu, LED, hitung jenis leukosit, hitung trom.
2. Faal ginjal kadar kreatinin, ureum / BUN (blood urea nitrogen) & klirens
kreatinin abnormal 2/3 fungsi ginjal hilang.
-Kreatinin hasil katabolisme otot skeletal ekskresi ga dipengaruhi
oleh hidrasi konstan +- 1 mg/menit nilai tergantung usia tua makin
tinggi, laki>perempuan, besardan vol otot.
-kenaikan BUN /ureum ga spesifik (kelainan ginjal, dehidrasi, asupan
prot tinggi, katabolisme meningkat (infeksi&demam)| kadar kreatinin
relatif ga dipengaruhi.
-uji faal palin akurat GFR tambahin zat yang hanya filtrasi di
glomerulus injeksi inulin, radioisotop cromium 51-EDTA, Iiothalamate51, 99m Tc-DTPA, radiokontras ioheksol (ga praktis + mahal)
periksa klirens kreatinin mendekati 80% GFR, 20% sekresi dr
tubulus. normal 80-120ml/menit, wanita x 0,85(harus di periksa 24
jam.--> ada formula shg ga perlu periksa 24jam bisa u/ periksa fungsi
ginjaltp ga akurat u/ nilai gagal ginjal + dipengaruhi massa tot dan asuan
prot | cystasi C berat mol rendah difiltrasi semua di gloerulus lebih
teliti dri kadar kreatinin sedikit tergantung usia, JK, ras dan massa
otot.+ dipengaruhi oleh penyakit kanker, disfungsi tiroid, perokok,
terapi glukortikoid, infeksi HIV.
3. Elketrolit Na, Ca (Kalsium), Fosfat
Kadar natrium pasien dengan tindakan reseksi prostat transuretra
(TURP) banyak cairan sirkulasi hiponatremia relatif pem. Sbagai
acuan saat op.
Pem. Elektrolit lain
fosfat, magnesium

pediposisi pem. Batu sal. Kemih kalsium,

Deteksi sindroma paraneoplastik pd tumor Grawitz.


4. Faal Hepar, Faal Pembekuan, dan Profil Lipid
Hepar metastasis/fungsi hepar scr umum
Hemostasis mempersiapkan pasien jlang op diperkirakan banyak
perdarahan
Lipid monitor ES sulih hormon testosteron krn dpat merubah profil
lipid pd pasien andropouse.
5. Pemeriksaan penanda tumor (tumor marker)
PAP (Prostatic acid phosphatase), PSA (prostate specific antigen)
menegakan tumor prostate.
AFP (fetoprotein) 7 human chorionic gonadotropin (HCG) deteksi tumor
testis non seminoma
VMA (Vanyl Mandelic acid) deteksi neuroblastoma,

Analisis Semen u/ pasien varikokel/ infertilitas pria diagnosis, perkembangan


terapi, pasca bedah. vol ejakulat, mortilitas, morfologi, jumlah sperma + kel
genitalia interna (leu, SDM, fruktosa rendah).

Analisis Batu utama inti batu gangguan met pemb inti batu u/
mencegah kekambuhan tau jenis batu pengaturan diet + obat.
Kultur Urin u/ ISK pria urin porsi tengah (mid stream urine) , wanita
kateterisasi, bayi aspirasi suprapubik dan alat penampung urin. kuman
dibiakan jenis kuman + sensitivitas antibiotik
Sitologi urin perm itopatologi urotelium terlepas + ikut urin klasifikasi
jadi 5 normal, atipik, sel yang mengalami peradangan, diduga sel ganas, sel
yang berubah morfologi sel ganas.
Histopatologi PA biopsi jarop jar normal, inflamasi, pertm. Benigna,
pertm. Maligna + st. Patologi + drajat diferensiasi keganasan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------PEMERIKSAAAN RADOLOGI (PENCITRAAN)
Foto polos, foto+kontras, USG + radionuklir.