Anda di halaman 1dari 16

Agus Wiyono

Teknik Interpretasi
Alam
Forum Ekowisata Jatim

Teknik Interpretasi Alam


Suatu aktifitas bersifat mendidik
yang bertujuan untuk mengungkap
arti dan hubungan melalui
penggunaan obyek asli dan
pengalaman tangan pertama serta
dengan media ilustrasi, lebih dari
sekedar mengkomunikasikan
informasi aktual. Freeman Tilden,
interpreting our heritage (1957)

"Interpretasi utamanya adalah


merupakan proses komunikasi,
untuk mengungkapkan makna alam
dan budaya dengan cara yang
mengilhami dan mendidik.
-Jim Buchholz-

Dari pernyataaan-pernyataan di atas


dapat disarikan bahwa interpretasi
adalah :
Suatu proses komunikasi
Dilakukan langsung di tempat
Mengandung suatu pesan
Disampaikan dengan cara yang
mengilhami

Ingat interpretasi berbeda dengan pengajaran


atau kuliah ! Adalah sangat penting untuk
memahami siapa pendengar anda. Sifat para
pendengar yang menjadi sasaran dalam
interpretasi :
Sukarela
Tidak memiliki komitmen waktu
Tidak harus memperhatikan
Mengharapkan suasana tidak resmi
Mengalihkan perhatian bila bosan
Motivasinya untuk bersenang-senang, kesukaan,
mencari ketenangan, mencari inspirasi, mengisi
waktu kosong, dan lain-lain.

Tujuan Interpretasi
Meningkatkan kepuasan pengunjung
Meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan
penghargaan pengunjung terhadap alam dan
budaya
Meningkatkan dukungan terhadap kegiatan
pelestarian alam dan budaya
Mendorong pengunjung untuk meminimalisasi
dampak negatif yang ditimbulkan saat
melakukan kegiatan di alam.

Prinsip-prinsip Interpretasi
Alam

Enam prinsip dasar dari Tilden (1957) yang selama ini menjadi
acuan :
1. Interpretasi harus dihubungkan dengan kepribadian atau
pengalaman pengunjung
2. Informasi bukanlah Interpretasi, tetapi interpretasi adalah
pengungkapan berdasarkan informasi. Namun demikan
semua interpretasi termasuk informasi.
3. Interpretasi adalah seni, yang menggabungkan berbagai
seni, baik materi yang disajikan itu adalah ilmiah, sejarah
maupun arsitektur.
4. Tujuan utama Interpretasi bukan instruksi, tapi provokasi
5. Interpretasi harus bertujuan untuk menyajikan keseluruhan
daripada per bagian
6. Interpretasi ditujukan kepada anak-anak harus berbeda
dengan penyampaian pada orang dewasa.

Pendekatan untuk Interpretasi dari Ham


(1992) :

Interpretasi itu menyenangkan


Interpretasi itu relevan (memiliki
makna dan bersifat personal)
Interpretasi itu terorganisir
Interpretasi memiliki tema

Macam Interpretasi
Tulisan untuk papan informasi, display pameran,
brosur/leaflet.
Penjelasan verbal
Jalan setapak

Teknik Interpretasi
Interpretasi dalam tulisan
Pesan yang harus disampaikan harus jelas
Menggunakan cara :
Provoke (menggugah)---menarik perhatian
Relate (menghubungkan)---mengkaitan dengan
keseharian
Reveal (mengungkap) --- menyampaikan jawaban/pesan

Penjelasan Verbal
Struktur berbicara : provoke-relate-reveal
Mengatur suasana :

Datang lebih awal


Penampilan
Kontak pertama
Memulai
Masa kritis 30 detik
Tenang dan percaya diri
Menghilangkan pembatas dengan tamu
Catatan
Jangan menulis semua yang ingin anda bicarakan
Tulis garis besarnya saja
Jangan sembunyikan catatan

Suara
Spontan dan sederhana
Intonasi tidak datar

Kata Yang Dipergunakan


Spesifik
Mudah dipahami
Hindari kata-kata yang tidak perlu dipergunakan

Bahasa Tubuh
Komunikasi melalui ekspresi wajah
Komunikasi melalui postur tubuh
Hindari gaya yang mengganggu

Humor
Berhubungan dengan tema atau obyek
Spontan
Waktu yang tepat

Merencanakan Interpretasi
Memilih topik

Hutan pegunungan

Menentukan tema

Keaneka ragaman burung kehutanan

Riset tema

Mencari data dari :


Literatur di perpustakaan
Internet
Laporan penelitian
Pengetahuan lokal
Ahli burung

Identifikasi pendengar

Mencari data karakteristik pengunjung


Mengamati dan bertanya langsung
Wawancara dengan pengelola / pelaku
wisata
Laporan pemasaran

Menentukan pilihan bentuk Tur


interpretasi
Papan interpretasi di titik tertentu
Memikir hal dan pesan
yang akan disampaikan

Keunikan burung pegunungan


Jenis-jenis endemik
Perilaku jenis-jenis tertentu

Siapa yang bisa menjadi Interpreter


Siapa saja asal memilki komitmen dan
keinginan untuk belajar
Tidak ada batasan tingkat pendidikan

Bagaimana menjadi interpreter


Pendidikan resmi
Pelatihan
Magang
Belajar sendiri

Interpreter yang baik


Memilki pengetahuan
Terutama pengetahuan tentang alam dan
budaya

Memiliki ketrampilan
Teknik interpretasi, pelayanan serta bahasa

Menjadi sikap / integritas


Menjadi bagian dari perilaku

Memperbaiki diri terus menerus


Mengevaluasi diri sendiri dan evaluasi dari
peserta

Perilaku ramah lingkungan


Menerapkan etika lingkungan
terhadap diri sendiri dan pengunjung
berupa :
Perilaku yang tidak merusak lingkungan
Perilaku yang tidak mengganggu tradisi
atau budaya setempat