Anda di halaman 1dari 2

A.

DEFINISI
Malnutrisi yaitu gizi buruk atau Kurang Energi Protein (KEP) dan
defisiensi mikronutrien merupakan masalah yang membutuhkan perhatian
khusus terutama di negara-negara berkembang, yang merupakan faktor risiko
penting terjadinya kesakitan dan kematian pada ibu hamil dan balita
(Krisnansari, Diah, 2010). Malnutrisi akut adalah kekurangan nutrisi dalam
jangka waktu lama sehingga menyebabkan kegagalan perrtumbuhan secara
linear. Pada malnutrisi kronik, anak terlihat pendek, sedangkan tipe yang
ketiga adalah malnutrisi akut dan kronik sehingga anak terlihat kurus dan
pendek (London School of Hygiene and Tropical Medicine, 2009)
Gizi buruk adalah suatu istilah teknis yang umumnya dipakai oleh
kalangan gizi, kesehatan dan kedokteran. Gizi buruk adalah bentuk terparah
dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Anak balita sehat atau
kurang gizi secara sederhana dapat diketahui dengan membandingkan antara
berat badan menurut umurnya dengan rujukan (standar) yang telah
ditetapkan. Apabila berat badan menurut umur sesuai dengan standar, anak
disebut gizi baik. Kalau sedikit di bawah standar disebut gizi kurang. Apabila
jauh di bawah standar dikatakan gizi buruk. Gizi buruk yang disertai dengan
tanda-tanda klinis disebut marasmus atau kwashiorkor. Sementara itu,
pengertian di masyarakat tentang Busung Lapar adalah tidak tepat.
(Depkes, 2010)
Gizi buruk merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan
nutrisi, atau nutrisinya di bawah standar rata-rata. Status gizi buruk dibagi
menjadi tiga bagian, yakni gizi buruk karena kekurangan protein (disebut
kwashiorkor), karena kekurangan karbohidrat atau kalori (disebut marasmus),
dan kekurangan keduaduanya. Gizi buruk ini biasanya terjadi pada anak
balita (bawah lima tahun) dan ditampakkan oleh membusungnya perut
(busung lapar). Gizi buruk adalah suatu kondisi di mana seseorang
dinyatakan kekurangan zat gizi, atau dengan ungkapan lain status gizinya
berada di bawah standar rata-rata. Zat gizi yang dimaksud bisa berupa
protein, karbohidrat dan kalori. (Yunita Hasaroh, 2010 dalam Nency 2005)

DAFTAR PUSTAKA

1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Rencana Aksi


Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk 2005-2009.
2. Hasaroh, Yunita. 2010. Perubahan berat badan anak balita gizi buruk
yang dirawat di RSUP H. Adam Malik Medan. Medan: USU dalam
Nency.

2005.

Gizi

Buruk

Ancaman

Generasi

Yang

Hilang,http://io.ppijepang.org/article.php?id=113, Diakses tanggal 14


November 2007