Anda di halaman 1dari 4

5.

2 Metode Penambangan Bawah Tanah


Ada beberapa metode pertambangan bawah tanah yaitu :
1.

OpenStop Methodes
Menggunakan massa batuan near field sebagai penyangga diri sendiri,

tanpa penyangga buatan, cara ini diterapkan untuk kondisi batuan sekeliling dan
endapan bijih yang cukup kuat, sehingga tidak mudah runtuh kedalam lubang
galian. Open Stope Methodes adalah sistem tambang bawah tanah dengan ciriciri :

Sedikit memakai penyangga, atau hampir tidak tidak ada.

Umumnya merupakan cara penambangan sederhana, atau tradisional.

Bisa menggunakan buruh-buruh yang tidak terlatih.


Cocok untuk endapan bijih dengan ciri-ciri:

Endapan bijih dan batuan induk relative keras, sehingga tidak mudah
runtuh.

Endapan bijih memiliki kemiringan lapisan (dip) lebih dari 70o.

Ukuran bijih tidak terlalu besar.

Tebal endapan bijih kurang dari 5 m.

Antara batuan induk dan bijih mudah dibedakan atau terlihat jelas.
Sedangkan metode Open Stope Methode sendiri dibedakan menjadi :

a. Gophering Coyoting
b. Glory Hole Methode
c. Shrinkage Stoping
d. Sublevel Stoping
2.

Supported Stope Methodes


Supported Stope Methode adalah metode penambangan bawah tanah yang

menggunakan penyangga dalam proses penambangannya. Secara umum ciriciri Supported Stope Methode antara lain:

Cocok untuk endapan bijih serta batuan induk yang lunak.

Cara penambangannya secara sistematis.


Supported stope methode dibedakan menjadi :

a. Shrink and Fill Stoping


b. Cut and Fill Stoping

c. Square Set Stoping


d. Stull Stoping
Penyangga dalam tambang bawah tanah dibedakan menjadi dua, antara lain:
a. Penyangga alamiah
Penyangga alamiah adalah penyangga yang menggunakan material yang
berada atau dihasilkan dari proses penambangan itu sendiri. Penyangga alamiah
dibagi menjadi:

Endapan bijih yang ditinggalkan atau tidak ditambang.

Endapan bijih kadar rendah. Setelah dinilai tidak ekonomis, endapan bijih
ini ditinggalkan sebagai penyangga.

Waste: Batuan samping, atau material lain yang tidak ditambang.

b. Artificial Support
Artificial support adalah penyangga buatan yang dimasukan ke dalam
tambang bawah tanah agar tidak runtuh. Bahan penyangga buatan ini disebut
juga Material Filling, dapat berupa tailing, pasir, tanah, semen, baja, kayu,
maupun baut batuan.

3. Caving Methodes
Metode ambrukan (caving method) adalah cara penambangan untuk
endapan bijih dimana penambangan dilakuakn pertama-tama dengan melakukan
penggalian bagian bawah (under cutting) yang kemudian menyebabkan
runtuhnya batuan dibagian atas akibat berat batuan itu sendiri/tekanan dari
samping/gabungan dari keduanya.
Metode penambangan yang bertujuan untuk memotong bagian bawah dari
blok bijih sehingga blok bijih tersebut mengalami keruntuhan. Metode ini
diterapkan terutama pada blok badan bijih yang besar karena tingkat
produksinya yang lebih tinggi. Bidang pada massa batuan dengan ukuran yang
sudah di tentukan di ledakan pada tahap level Undercut sehingga massa batuan
yang berada diatasnya akan runtuh. Penarikan bijih hasil runtuhan pada bagian
bawah kolom bijih menyebabkan proses runtuhan akan berlanjut keatas sampai
semua bijih diatas level undercut hancur menjadi ukuran yang sesuai untuk
proses selanjutnya.

Ada beberapa metode yang digunakan dalan Caving Methodes ini yaitu :
a. Top Slicing
Merupakan suatu cara penambangan yang mirip top slicing tetapi
penambangan dari sub level artinya penambangan dari atas ke bawah dan
setiap penambangan pada suatu level dilakukan lateral atau meliputi seluruh
ketebalan bijih. Endapan bijih antara dua sub level ditambang dengan cara
diruntuhkan atau diambrukkan. Suatu tumpukan bekas penyanggah (timber mat)
akan terbentuk di bagian atas dari ambrukan, sehingga akan memisahkan
endapan bijih yang pecah dari lapisan penutup di atasnya.
b. Sublevel Caving
Merupakan salah satu metode penambangan untuk tambang bawah tanah
yang berproduksi besar, tetapi cukup berbahaya. Umumnya kecelakaanyang
umum terjadi adalah tertimpa penyangga.
Keuntungan Sub Level Caving:

Cara penambambangannya agak murah.

Tidak ada pillar yang di tinggalkan

Kemungkinan

terjadinya

kebakaran

kecil,

karena

penggunaan

penyanggah kayu sedikit, kecuali pada endapan endapan sulfida.

Ventilasi agak lebih baik dibandingkan dengan top slicing.

Bisa mengadakan pencapuran dengan memilih penambangan dari


berbagai lombong yang berbeda kadarnya.

Pekerjaan persiapan sebagian besar dilakukan pada badan bijih,


sehingga sekaligus dapat berproduksi.

Kerugian sub level caving:

Sukar untuk mengadakan tambang pilih (selective mining), karena tak


dapat ditambang bagian demi bagian.

Perolehan tambang tidak terlalu tinggi.

Dillution sering terjadi sampai 10 % . Biladillution harus rendah maka


mining recoverynya juga menurun.

Merupakan cara penambangan yang kurang luwes karena terlalu banyak


syarat yang harus dipenuhi dan tidak mudah diubah ke metode lain.

4.

Coal Mining Methode


Secara umum penambangan batubara terdiri dari pemotongan, pemuatan,

pemasangan penyangga, penambangan GOB, transportasi serta penanganan


gas, penyangga serta debu untuk itu metode penambangan batubaraa harus
dipilih dengan hati-hati :

Penentuaan struktur pit dengan kondisi alam misalnya : patahaan

Penentuan system penambangan batubara

Tindakan

terhadap

transportasi

ventilasi

penimbunan

kembali

keselamatan

Persiapan (penyangga, alat-lat)

Penggunaan mesin penaambangan batubara yang sesuai.

Praktek penambangan batubara.

Penetapan produksi batubara dan rencana ketenagakerjaan.


Ada beberapa metode penambangan bawah tanah untuk batu bara :

a. Room and pillar


b. Long wall

dan