Anda di halaman 1dari 11

PENGANTAR PRAKTIKUM

BIOKIMIA GINJAL
ANDRIANI
Dept. Biokimia dan Biologi
Molekuler
FK UNTAN

Pendahuluan
Fungsi ginjal :
- Ekskresi
- Mempertahankan homeostasis
Volume urin : 1200 -1500 mL per hari
Kandungan dalam urine :
Urin normal???
Urin tidak normal ?

Tujuan

Mengamati sifat fisik urin


Membuktikan adanya indikan dalam urin
Menetapkan kadar kreatinin urin
Menentukan kadar glukosa urin secara
semikuantitatif
Membuktikan adanya protein dalam urin
Membuktikan adanya benda keton dalam
urine
Membuktikan adanya pigmen empedu dalam
urine

1. Sifat Fisik Urine


1. Volume urin
urin dikumpulkan dalam 24 jam
Cara :
Urin pertama dibuang. Dikumpulkan
mulai waktu tsb dng waktu yang
sama hari berikutnya.
Disimpan dalam keadaan dingin
dengan toluen sebagai pengawet

2. Berat jenis Urine


Menggunakan urinometer
Nilai bervariasi
Cara :
Isi gelas ukur 100 mL dng urin (toluen dibuang
dahulu)
Letakkan urinometer (harus mengapung, tidak boleh
menyentuh dinding)
Catat suhu urin
Tiap perbedaan 3 derajat BJ urin dikurangi maupun
ditambah

2. Uji indikan
Asam amino dalam usus besar akan diubah
menjadi indol dan skatol oleh bakteri, diserap
oleh usus diubah menjadi indoksil
Indoksil berkonjugasi dengan sulfat
membentuk indikan yang disekresi dalam
urin
Dasar :
Pereaksi obermeyer yang mengandung FeCl3
dalam HCl pekat mengoksidasi gugus indoksil
membentuk biru indigo yang larut kloroform

Cara kerja :
8 mL urin + 8 mL pereaksi obermeyer
diamkan bbrp menit + 3 mL
kloroform, campur dengan membolak
balik tabung + apabila terbentuk
warna biru

3. Penetapan kadar
kreatinin
Kreatinin : produk katabolisme
kreatin fosfat dlm otot
Koefisien kreatinin : ekskresi
kreatinin dalam 24 jam (dlm mg)
dibanding dengan berat badan
Dasar : kreatinin bereaksi dengan
larutan pikrat alkalis (reaksi Jaffe)
menghasilkan senyawa kompleks
berwarna kuning jingga

4. Uji benedict
Adanya glukosa dalam urine dapat
dinyatakan berdasarkan sifat glukosa yang
dapat mereduksi ion-ion logam tertentu
dalam larutan alkalis.
Dasar :
Gugus aldehid atau keton bebas gula akan
mereduksi kuprioksida dalam pereaksi
benedict menjadi kuprooksida
Biru jernih : Hijau merah : +

5. Uji Protein
Urin sudah disediakan oleh laboran
5.1 Uji Heller, memakai asam nitrat
pekat
5.2. Uji Koagulasi, memakai asam
asetat 2%

6. Uji Benda Keton (Rothera)


Pada kondisi normal tidak ditemukan benda
keton (asam a-hidroksi butirat, asam
asetoasetat, aseton)
Meningkat pada peningkatan metabolisme
lipid
Dapat diuji dengan uji rothera
5mL urin + kristal amonium sulfat sampai
jenuh + Na nitroprusid 5% 2-3 tts +
amonium hidroksida pekat 1-2 tts campur,
diamkan 30 menit , positif = warna ungu