Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dalam Undang-undang Republik Indonesia No.10 tahun 1998 dijelaskan
bahwa Bank adalah badan usaha yang memhimpun dana dalam bentuk simpanan
dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya
dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Menurut kasmir (2004:11) Bank merupakan lembaga keuangan yang
kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan
kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya. Dari
pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa bank memiliki peranan
penting dalam sebuah negara sebagai alat untuk menjaga stabilitas ekonomi
terutama dalam bidang moneter dan keuangan.
Di Indonesia, bank umum sangat berperan sebagai lembaga keuangan yang
banyak digunakan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, kinerja bank menjadi aspek
yang sangat penting dalam menujukan efisiensi dan efektifitas bank tersebut.
Buruknya kinerja pada suatu bank akan menyebabkan hilangnya kepercayaan
masyarakat bahkan kebangkrutan pada bank. Menurut suseno dan abdullah
(2003:10) apabila terjadi krisis kepercayaan dari masyarakat yang mengakibatkan

penarikan dana secara besar-besaran maka dapat dipastikan bank tersebut akan
mancur. Maka, dalam rangka mempertahankan kredibilitasnya, sebuah bank wajib
untuk memperhatikan kinerja keuangannya setiap periode.
Dalam penilaian kinerjanya ini digunakan beberapa indikator, salah satu
indikator utamanya adalah dengan menggunakan laporan keuangan. Dari laporan
keuangan yang ada kita dapat memperoleh berbagai informasi yang nantinya
digunakan untuk melakukan perhitungan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan
rasio profitabilitas. Dimana rasio likuiditas akan menjunukan kemampuan bank
dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya , rasio solvabilitas akan
menunjukan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya,
dan rasio profitabilitas akan menunjukan sejauh mana kemampuan sebuah bank
dalam menghasilkan laba (Siamat, 1993: 267; Kasmir, 2008: 275; Hanafi dan
Halim, 2009: 83). Hasil dari perhitungan ketiga rasio inilah yang akan diperingkat
menurut peraturan bank indonesia nomor : 6/10/PBI/2004, dari situlah kita dapat
mengetahui gambaran kinerja keuangan bank.
Oleh karena itu, diharapkan kinerja suatu bank bisa semakin membaik pada
tiap periodenya agar tingkatan trust dari masyarakat juga semakin tinggi sehingga
akan menunjang eksistensi suatu perusahaan perbankan di tengah persaingan yang
ketat antar perusahaan perbankan.
Dari perumusan masalah yang telah dijabarkan diatas, maka penulis
memilih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebagai obek penelitian.
Hal ini dikarenakan kondisi perbankan Indonesia pada tahun 2014 mengalami

perlambatan. Pertumbuhan dana pihak ketiga dan kredit pada Desember 2014
mengalami perlambatan masing-masing dari 13,79% dan 11,89% pada bulan
desember, menjadi sebesar 12,29% dan 11,58%. Namun demikian walaupun
pertumbuhan kredit mengalami perlambatan, terdapat 2 (dua) sektor yang
mengalami peningkatan, yakni sektor kontruksi dan rumah tangga. Peningkatan
kredit sektor kontruksi sejalan dengan program pemerintah yang saat ini fokus
pada infrastuktur. Berdasarkan keterangan tersebut, maka penulis tertarik untuk
mengkaji lebih lanjut tentang petumbuhan kinerja pada bank BRI dan apakah
pertumbuhan bank BRI terpengaruh oleh perlambatan dunia perbankan ini. Oleh
sebab itu penulis tertarik untuk mengangkat judul Analisis Kinerja Keuangan
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Periode 2012-2014.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, perumusan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas pada PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk periode 2012-2014.
2. Bagaimana analisis kinerja keuangan bank berdasarkan rasio likuiditas,
solvabilitas dan profitabilitas pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk periode 2012-2014.

C. Tujuan Tugas Akhir

Berdasarkan

latar belakang dan perumusan masalah yang telah

dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian dalah :


1. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat rasio likuiditas, solvabilitas dan
profitabilitas pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk periode
2012-2014.
2. Untuk mengetahui perkembangan kinerja pada PT Bank Rakyat Indonesi
(Persero) Tbk periode 2012-2014.

D. Manfaat Tugas Akhir


Dengan adanya penelitian mengenai analisis kinerja keuangan berdasarkan
rasio likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas pada PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk periode 2012-2014, diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa
pihak diantaranya :
1. Bagi praktisis perbankan
Sebagai bahan masukan mengenai penilaian tingkat kinerja
keuangan bank apabila dilihat dari tingkat likuiditas, solvabilitas dan
profitabilitas.

2. Bagi investor
Sebagai wacana dalam mempertimbangkan keputusan untuk
berinvestasi pada suatu bank berdasarkan penilaian terhadap kinerja
keuangannya selama beberapa periode.
3. Bagi masyarakat umum
Sebagai bahan kajian untuk memilih lembaga keuangan mana yang
dapat diandalkan sebagai sarana untuk menyimpan dan meminjam uang
sesuai fungsi dari sebuah lembaga perbankan.
4. Bagi pembaca
Sebagai media dalam penerapan ilmu pengetahuan dan sebagai
wawasan ilmu pengetahuan.