Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Terapi Oksigen Hiperbarik merupakan salah satu dari terapi penunjang
yang dimiliki khazanah pengetahuan ilmu kedokteran kelautan. Peran terapi
oksigen hiperbarik mengambil peran penting dalam memberikan kontribusi
pada pengembangan kesehatan para prajurit dikalangan militer kesatuan matra
kelautan.
Kontribusi terapi penunjang ini kepada kesehatan masyarakat luas telah
terbukti ampuh sebagai terapi penunjang (selain terapi obat oleh dokter) yang
dapat menghindarkan pasien dari ancaman amputasi organ tubuh pada pasca
bencana alam Tsunami di Aceh, atau bencana gempa di Bantul, dimana
banyak orang yang terancam menjalani amputasi kaki karena tertimpa
bangunan atau luka yang parah.
Disamping itu, kontribusi terapi oksigen hiperbarik telah memberikan
banyak kontribusi pada berbagai bidang ilmu medis. Dewasa ini Terapi ini
dapat mengobati penyakit degeneratif kronis seperti arterio sclerosis, stroke,
penyakit pembuluh darah perifer, ulser diabetik, serebral palsy, trauma otak,
slerosis multiple dan penyembuhan luka. Bahkan, kian populernya khasiat dan
manfaat terapi ini, pemakaiannya telah semakin meluas sebagai terapi
kebugaran tubuh serta untuk kecantikan sebagai terapi yang bertujuan
memberikan efek tampil awet muda.
Secara umum, terapi oksigen hiperbarik merupakan suatu metoda
pengobatan dimana pasien diberikan pernapasan oksigen murni (100%) pada
tekanan udara yang dua hingga tiga kali lebih besar daripada tekanan udara
atmosfer normal (satu atmosfer). Terapi ini merupakan terapi komplementer
yang dilakukan bersama dengan terapi medis konvensional.
Sebagaimana disebutkan diatas, dalam kondisi tertentu para prajurit matra
kelautan rentan akan paparan masalah kesehatan kelautan. Kondisi tubuh
mereka dituntut akrab kepada kondisi bertekanan tinggi jauh dibawah
permukaan laut pada saat melakukan penyelaman.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimanakah asuhan keperawatan pada pasien post operasi fraktur 1/3
proksimal radius di Lembaga Kesehatan Kelautan Drs. Med. R. Rijadi
Sastropinoelar., S., Phys Surabaya ?
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Menganalisis asuhan keperawatan pada pasien post operasi fraktur 1/3
proksimal radius di Lembaga Kesehatan Kelautan Drs. Med. R. Rijadi
Sastropinoelar., S., Phys Surabaya
1.3.2 Tujuan Khusus
1.

Menganalisis pengkajian pada pasien post operasi fraktur 1/3 proksimal


radius

2.

di

Lembaga

Kesehatan

Kelautan

Drs.

Med.

R.

Rijadi

Sastropinoelar., S., Phys Surabaya.


Menganalisis penyusunan diagnosa keperawatan pada pasien post operasi
fraktur 1/3 proksimal radius di Lembaga Kesehatan Kelautan Drs. Med. R.

3.

Rijadi Sastropinoelar., S., Phys Surabaya.


Menganalisis penyusunan intervensi keperawatan pada pasien post operasi
fraktur 1/3 proksimal radius di Lembaga Kesehatan Kelautan Drs. Med. R.

4.

Rijadi Sastropinoelar., S., Phys Surabaya.


Menganalisis implementasi pada pasien post operasi fraktur 1/3 proksimal
radius

5.

di

Lembaga

Kesehatan

Kelautan

Drs.

Med.

R.

Rijadi

Sastropinoelar., S., Phys Surabaya.


Menganalisis pembuatan dokumentasi keperawatan pada pasien post post
operasi fraktur 1/3 proksimal radius di Lembaga Kesehatan Kelautan Drs.

6.

Med. R. Rijadi Sastropinoelar., S., Phys Surabaya.


Menganilis pengaruh terapi HBO dengan penyembuhan luka post post
operasi fraktur 1/3 proksimal radius di Lembaga Kesehatan Kelautan Drs.
Med. R. Rijadi Sastropinoelar., S., Phys Surabaya.

1.4. Manfaat
1.4.1.
Secara teoritis
Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan
eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang.

1.4.2.
Secara praktis
1. Bagi profesi keperawatan
Hasil penelitian ini dapat menjadi tambahan ilmu bagi profesi keperawatan
dalam hal mengenal konsep HBO dengan penyembuhan luka post operasi fraktur
1/3 proksimal radius.